Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH TEKNOLOGI PERKAPALAN

For What demand for Sea Transportation?


Why do people build ships?

Disusun Oleh:

Nama

: Trimas Manalu

( 140120201017 )

Jeremya Lukmanto Saputra ( 140120201030 )


Hendra Hutagalung

Konsentrasi

( 140120201014 )

Irma Septiana.L

(140120201034 )

Suhardi

( 140120201028 )

: Teknik Elektronika Perkapalan

TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2016/2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Hanya
dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini dengan lancar.
Tersusunnya makalah Ship Building Technology ini tak terlepas dari
dukungan semua pihak. Untuk itu, dalam kesempatan yang istimewa ini penulis
ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Dalam menulis makalah ini penulis menyadari masih ada kekurangan yang
terdapat didalamnya. Maka dari itu kami berharap mendapat kritik dan saran dari
para pembaca.
Semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan juga
penulis, sehinggga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Tanjungpinang, 29 September 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Cover
Kata Pengantar ............................................................................................. i
Daftar Isi ........................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN .......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Maslah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan Masalah ........................................................................................ 1

BAB II
PEMBAHASAN ............................................................................................. 2
2.1 Demand dan Supply Transportasi Laut Indonesia .................................... 2
2.2 Demand Transportasi Laut di Indonesia ................................................... 2
2.2.1. Faktor Ekonomi ...................................................................... 4
2.2.2. Faktor Politik .......................................................................... 5
2.2.3. Faktor Teknologi ..................................................................... 5
2.2.4. Faktor Geografi ....................................................................... 5
2.2.5. Faktor Kompetisi .................................................................... 5
2.2.6. Faktor Urbanisasi .................................................................... 6
2.2.7. Faktor Militer .......................................................................... 6
2.3 Supply Transportasi Laut di Indonesia ..................................................... 7

BAB III
PENUTUP ....................................................................................................... 11
3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 11
3.2 Saran ......................................................................................................... 11

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 12

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mobilitas manusia sudah dimulai sejak jaman dahulu kala, kegiatan tersebut
dilakukan dengan berbagai tujuan antara lain untuk mencari makan, mencari tempat
tinggal yang lebih baik, mengungsi dari serbuan orang lain dan sebagainya.
Dalam melakukan mobilitas tersebut sering membawa barang ataupun tidak
membawa orang. Oleh karenanya diperlukan alat sebagai sarana transportasi.
Transportasi adalah sarana bagi manusia untuk memindahkan sesuatu, baik
manusia atau benda satu tempat ke tempat lain dengan ataupun tanpamenggunaan
alat bantu. Alat bantu tersebut dapat berupa tenaga manusia, binatang, alam ataupun
benda lain dengan mempergunakan mesin ataupun tidak bermesin. Proses ini
digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Transportasi berfungsi untuk mengatasi kesenjangan jarak dan komunikasi antara
tempat asal dan tempat tujuan. Untuk itu dikembangkan sistem dalam wujud sarana
(kendaraan) dan prasarana (jalan). Dari situ mucul jasa angkutan untuk memenuhi
kebutuhan pengangkutan dari satu tempat ke tempat lain.
1.2. Rumusan Masalah
A. Untuk apa saja permintaan Transportasi laut?
B. Mengapa manusia membangun kapal?
1.3. Tujuan Masalah
A. Mahasiswa dapat mengetahui apa saja permintaan Transportasi laut.
B. Mahasiswa dapat mengetahui mengapa kapal dibangun,

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Demand dan Supply Transportasi Laut Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang wilayah daratannya dipisahkan
oleh wilayah perairan yang sangat luas, sehingga peran transportasi laut sangatlah
penting dalam menghubungkan semua wilayah di Indonesia. Fungsi transportasi
laut pada dasarnya adalah untuk mengangkut penumpang atau barang dari satu
tempat ke tempat lain yang dipisahkan oleh wilayah perairan. Dengan adannya
transportasi laut maka dapat membantu terciptanya pola distribusi nasional.
Namun, untuk dapat mewujudkan hal tersebut diperlukan suatu sistem transprortsi
laut yang efektif, efisien dan aman.
Perpindahan atau pergerakan (movement) dari penumpang dan barang
merupakan dasar terjadinya perdagangan. Melalui sarana tranportasi laut, bahan
baku maupun barang hasil produksi dari satu daerah dapat dipasarkan ke daerah
lain. Indonesia, sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia, sangat
membutuhkan angkutan laut yang dapat menjangkau seluruh wilayahnya.
2.2 Demand Tranportasi Laut di Indonesia
Perbedaan hasil produksi atau komoditi barang dari satu daerah dengan daerah
lainnya memicu terjadinya perpindahan atau pergerakan barang untuk dapat
memenuhi kebutuhan manusia. Sementara adanya perpindahan atau pergerakan
(movement) dari penumpang dan barang merupakan dasar terjadinya perdagangan.
Adannya bisnis perdagangan, baik di dalam maupun luar negeri (Export & Import)
mempengaruhi permintaan jasa angkutan laut di Indonesia karena angkutan laut
menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia dalam melakukan aktivitas
pengiriman barang.
Produksi angkutan laut Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan,
seiring meningkatnya produksi laut Indonesia maka jumlah mutan yang tersedia

untuk angkutan laut juga semakin bertambah setiap tahunnya, seperti terlihat pada
grafik berikut ini:

Gambar 1 Jumlah Produksi Angkutan Laut Indonesia (Source: Direktorat Jenderal


Perhubungan Laut, Desember 2009)
Seperti terlihat pada grafik tersebut setiap tahunnya produksi angkutan laut
Indonesia terus meningkat baik untuk di dalam negeri maupun di luar negeri,
dengan produksi angkutan laut yang meningkat jumlah muatan yang tersedia untuk
angkutan laut juga meningkat pada setiap tahunnya pada akhir tahun 2009 jumlah
total muatan yang tersedia mencapai 836,668,838 ton. Pertumbuhan produksi
angkutan laut Indonesia, seperti tampat pada grafik 2 dibawah ini:

Gambar 2. Grafik Pertumbuhan Produksi Angkutan Laut Indonesia (Source:


Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Desember 2009)

Meskipun sempat turun pada tahun 2006 2008 karena krisis ekonomi yang
terjadi di dunia, namun tidak sampai minus (-) dan pada akhirnya pertumbuhan
produksi angkutan laut Indonesia kembali naik pada tahun 2009 seiring
membaiknya perekonomian dunia dengan tingkat pertumbuhan mencapai 7.43%.
Permintaan akan jasa transportasi laut tidak hanya terbatas pada pengiriman barang
tetapi juga pada jasa penyeberangan penumpang. Mengingat indonesia adalah
negara kepulauan yang wilayah daratannya dipisahkan oleh wilayah lautan yang
luas, maka dibutuhkan jasa penyeberangan dengan angkutan laut. Permintaan akan
jasa penyeberangan dengan transportasi laut bisa dikatakan sangat tinggi, terlihat
dengan banyaknya jumlah penumpang pada setiap tahunnya.

Gambar 3. Jumlah Penumpang Transportasi Laut di Indonesia (Source: Direktorat


Jenderal Perhubungan Laut, Desember 2009)
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan (demand) akan
transportasi laut. Faktor-faktor tersebut, antara lain:
2.2.1. Faktor Ekonomi
- Perkembangan GDP (Gross Domestik Product) suatu negara.
- Kondisi perdagangan di dalam dan luar negeri.
- Kebijakan ekonomi (tarif pajak, bunga dll) yang dikeluarkan.
- Struktur ekonomi.

Keinginan utama manusia pada awalnya adalah pemenuhan


kebutuhan

akan

pangan,

papan,

dan

sandang.

Dengan

berkembangnya peradaban manusia maka keinginannya pun


berkembang,

yang

seringkali

persediaan/supply daerahnya.

tidak
Oleh

dapat
karena

dipenuhi
itu

oleh

diperlukan

transportasi barang dari daerah lain, sehingga akan menaikkan


harga barangnya. Perkembangan yang pesat pada sistem
transportasi

menyebabkan

meningkatnya

produktivitas

transportasi dan menurunnya unit biaya transportasi.


2.2.2. Faktor Politik
- Terjadinya peperangan.
- Adannya aliansi politik (MEC, APEC, ASEAN dll).
- Preference terhadap negara tertentu.
2.2.3. Faktor Teknologi
- Teknologi transportasi laut.
- Teknologi telekomunikasi.
2.2.4. Faktor Geografi
- Mengatasi keadaan alam setempat
- Mendekatkan sumber daya dg pusat produksi & pasar
Lokasi geografis dari sumber alam akan menentukan rute
transport yang memberikan akses menuju sumber alam tersebut
dan menciptakan utilitas ekonominya, yaitu dengan membawa
bahan baku dari lokasi dimana bahan tersebut mempunyai harga
rendah,

menuju

ke

daerah

yang

memproses

mengkonsumsikannya dengan harga yang lebih tinggi.


2.2.5. Faktor Kompetisi

dan

Adanya persaingan, baik antar moda maupun dlm bentuk


lainnya (pelayanan dan material), secara tidak langsung akan
mendorong perkembangan sistem transportasi. Dalam melakukan
perjalanannya atau mendistribusikan barangnya, manusia biasanya
dihadapkan pada pilihan jenis angkutan yang digunakan. Dalam
menentukan pilihan tersebut biasanya mendasarkan pada berbagai
factor yaitu perjalanan, jarak tempuh, biaya dan tingkat
kenyamanan. Dalam rangka meraih konsumen penggunanya maka
sesama sarana transportasi saling berkompetisi dengan cara
meningkatkan pelayanannya.
2.2.6. Faktor Urbanisasi
- Arus

urbanisasi

meningkat

pertumbuhan

kota

meningkat

- Kebutuhan jaringan transportasi utk pergerakan warga kota akan


meningkat.
Kemudahan akses menuju suatu daerah serta intensitas tata
guna lahannya adalah erat hubungannya dengan ketersediaaan
sarana dan prasarana transportasinya. Perkembangan perkotaan yang
pesat yang terjadi bersamaan dengan peledakan populasi adalah
merupakan fenomena yang tidak dapat diabaikan sebagai faktor
penentu

perkembangan

transportasi.

Perkembangan

daerah

perkotaan ditandai dengan perubahan pusat kota yang mengikuti


perkembangan demografi, sosial dan ekonominya. Perkembangan
tersebut menyebabkan meningkatnya jumlah pergerakan dari daerah
pedalaman/pedesaan menuju daerah perkotaan yang menuntut
pengembangan transport antar kota.

2.2.7. Faktor Militer


-

Pembelaan diri

Menjamin terselenggaranya pergerakan & akses yg cepat ke


tempat-tempat strategis

Kemiliteran suatu bangsa dimaksudkan untuk mendukung


kebijaksanaan politik pemerintahan dan untuk pertahanan
nasionalnya. Disamping itu, strategi dan taktik kemiliteran
sering berpengaruh langsung kepada perkembangan transportasi.
2.3 Supply Transportasi Laut di Indonesia
Untuk memenuhi permintaan akan jasa angkutan laut yang sangat tinggi maka
diperlukan armada kapal dengan jumlah yang sangat banyak. Armada kapal yang
saat ini beroperasi di Indonesia dilihat dari kepemilikannya terdiri dari armada
nasional dan armada asing. Kedua armada kapal tersebut bersaing untuk bisa
mendapatkan muatan dengan tujuan pasar dalam negeri maupun luar negeri
(export-import). Sejalan dengan tingginya permintaan akan jasa transportasi laut
jumlah kapal yang beroperasi di Indonesia setiap tahunnya mengalami kenaikan,
seperti terlihat pada grafik 4 sebagai berikut:

Gambar 4. Jumlah Armada Kapal di Indonesia (Source: Direktorat Jenderal


Perhubungan Laut, Desember 2009)
Dengan jumlah armada kapal nasional sebesar 9.164 unit kapal pada tahun 2009,
kapasitas angkut yang mampu disediakan untuk memenuhi permintaan adalah
sebesar 3.86 juta GRT. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengikuti
kenaikan jumlah permintaan jasa angkutan di Indonesia.

Grafik 5. Jumlah Kapasitas Angkut Armada Nasional (Source: Direktorat Jenderal


Perhubungan Laut, Desember 2009)
Sebelum tahun 2005 jumlah armada asing yang beroperasi di Indonesia adalah
2,447 unit kapal atau sekitar 30% dari total jumlah armada kapal yang beropersi di
Indonesia. Pada tahun 2005 presiden mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres)
Nomor 5/2005 tentang Industri Pelayaran, adanya Inpres tersebut sedikit demi
sedikit telah membangkitkan industri pelayaran di Indonesia. Pelan namun pasti
armada kapal nasioanal setiap tahun jumlahnya semakin bertambah sedangkan
sebaliknya armada kapal asing semakin menurun jumlahnya.
Dalam Inpres Nomor 5 tahun 2005 dimasukkan asas cabotage yang mewajibkan
pengangkutan komoditas antar-pulau di Indonesia menggunakan kapal berbendera
Indonesia secara bertahap hingga tahun 2010. Dengan adanya asas cabotage armada
kapal nasional dapat tumbuh dan perlahan mengambil alih pasar pengiriman barang
di dalam negeri yang sempat dikuasai oleh armada kapal asing.

Grafik 6. Pertumbuhan Armada Kapal Nasional dan Asing (Source: Direktorat


Jenderal Perhubungan Laut, Desember 2009)
Adanya peranan pemerintah dalam industri pelayaran antara lain dengan
mengeluarkan Inpres Nomor 5 tahun 2005 kemudian disusul dengan UU Pelayaran
nomor 17 tahun 2008, membuat pertumbuhan armada nasional menjadi semakin
tinggi sedangkan untuk armada kapal asing pertumbuhannya menjadi minus (-)
karena jumlahnya yang telah jauh berkurang, seperti terlihat pada grafik 6 diatas.

Grafik 7. Jumlah Angkutan Penyeberangan di Indonesia (Source: Direktorat


Jenderal Perhubungan Laut, Desember 2009)
Selain jasa pengiriman barang, permintaan akan jasa penyeberangan dengan
meggunakan transportasi laut juga mengalami mengalami kenaikan setiap

tahunnya. Transportasi laut telah menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk


bepergian, namun hal tersebut tidak di ikuti dengan pertumbuhan jumlah angkutan
penyeberangan. Pada grafik 7 terlihat bahwa jumlah angkutan penyeberangan tidak
mengalami kenaikan yang berarti bahkan cenderung konstan setiap tahunnya.
Dengan sejumlah angkutan tersebut pada saat-saat tertentu misalnya saat hari raya,
penumpang harus berdesakan dan bahkan tidak mendapatkan tempat. Diperlukan
penambahan angkutan penyebrangan di Indonesia untuk dapat mencegah
terjadinnya penumpukan penumpang dan barang di pelabuhan, yang dapat
menyebabkan terhambatnya proses distribusi penumpang dan barang.
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penawaran (supply) akan
transportasi laut. Faktor-faktor tersebut, antara lain:
a. Ukuran atau kapasitas angkut kapal.
b. Kecepatan kapal ketika berlayar.
c. Waktu bongkar muat di pelabuhan.
d. Rasio operasi dan perawatan kapal, Kapal tua (waktu operasi pendek,
waktu perawatan tinggi), Kapal muda (waktu operasi tinggi, waktu
perawatan pendek).
e. Regulasi (peraturan) yang dikeluarkan oleh pemerintah.

10

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Transportasi telah dikenal sejak jaman dahulu dari alat bantu sederhana
sampai jaman sekarang dengan menggunakan alat transpotasi modern. Transportasi
tidak akan lepas dari sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana transportasi akan
terus berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia dan kemampuan manusia
untuk

terus

mengembangkan.

Jadi,

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

perkembangan transportasi yaitu, faktor ekonomi, faktor geografi, faktor politik,


faktor militer, faktor teknologi, faktor kompetisi, faktor urbanisasi dan faktor
lainnya.
3.2 Saran
Ketika merancang atau membangun sebuah kapal sebaiknya kita
memperhatikan dan memahami apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pada
pembangunan kapal seperti faktor demografi, faktor politik, faktor geografis, faktor
ekonomi, faktor kompetisi, faktor teknologi, dan faktor regulasi.

11

DAFTAR PUSTAKA
Salim, Abbas. 1993. Manajemen Transportasi, Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada.
Kemaludin, Rustian. 1986. Ekonomi Transportasi, Jakarta; Ghalia Indonesia.
Nasution, M.Nur. 1996, Manajemen Transportasi, Jakarta; Ghalia Indonesia.
Indonesia, Peraturan Pemerintah Tentang Angkutan Perairan. PP nomor 82 tahun
1999, LN nomor 187 tahun 1999.
Kamaludin, Rustian. 1987. Ekonomi Transportasi, Jakarta; Grafindo Persada.
www.google.co.id/

12