Anda di halaman 1dari 4

BERAWAL DARI MASALAH ITU

merasa geli melihat cewek-cewek yang semuanya sok imut


gitu. Tiba-tiba aku melihat sosok Angel.

Anis.
Tiba-tiba

Hai Ngel Happy bday yah.., ucapku tulus


ada

sebuah

suara

yang

menggangu

lamunanku.
Eh, kamu Ndin, jawabku dengan malas.
Lagi ngapain Nis? Ngelamun jorok yah? godanya
padaku.
Enak aja. Mau tahu aja loe, jawabku seraya
meninggalkan Andin.
Yah.. jangan ngambek dong Nis, ucap Andin seraya
mengejarku. Aku. Aku mau ngomong sama kamu.
Mau ngomong apaan? Ntar lagi aku ada ulangan, jadi
mau ngafal, jawabku.
Ini lo lusa kan ulang tahunnya Angel. Loe mo
pergi sama siapa? goda Andin kepadaku.
Pergi sendiri lah Kan nggak ada informasi kalo
mau datang harus bawa pasangan, jawabku ketus.
Ya, udah. Gue pergi sama Ronald loh, jawabnya
membanggakan pacar barunya.
Hari ini malam minggu. Ulang tahun Angel. Aku pergi
hanya menggunakan T-shirt andalanku, jins sedikit variasi
robek-robeknya dan sepatu kets ku. Aku heran, banyak orang
disana. Dan rata-rata, semua cewek menggunakan gaun. Aku

pada Angel seraya memberikan kado padanya.


Terima kasih yah kamu udah datang, ucap Angel
padaku.
Sama-sama, gue kesana dulu yah, Aku menunjuk
ujung kolam renang dan Angel pun mempersilahkan padaku
untuk menikmati pestanya.
Aku tengah duduk di pinggiran kolam renang sambil
menikmati segelas orange jus dan sedikit cemilan yang
disediakan. Aku tengah asyik dengan lamunanku dan tibatiba
Hai Kamu Anis kan? Tanya seseorang lelaki
yang saat ini telah berdiri tepat di depanku.
Yeahloe siapa? tanyaku yang benar-benar tidak
mengenali sosok lelaki ini.
Kamu sombong banget sekarang. Setelah tamat SD,
kamu nggak ngasih kabar lagi. Sekarng kita sudah SMA, kamu
masih sama yah seperti SD dulu, jawab si cowok sok akrab.
Apa-apaan sih.loe siapa? Sok ngenilai gue,
jawabku ketus.
OkeAku Rangga, jawab si cowok. Rangga
Siantra, kurcaci bawel.

Dan betapa terkejutnya aku. Dia adalah Rangga. Teman

ucapnya seraya meninggalkaku. Aku heran dengan sikapnya.

sewaktu aku SD. Upz.. lebih tepat musuhnku, kenapa?

Rangga berubah dari Rangga yang dulu. Tapi, aku lebih suka

Karena dia selalu mempermasalahkan sifat tomboiku ini.

Rangga yang dulu usil. Bukan Rangga yang pendiam. Loh kok

Hingga aku memberi dia gelar Kurcaci Bawel itu karena

Aku jadi mikirin dia sih?

sewaktu SD dulu, dia adalah cowok yang paling cerewet


menurutku. Sewaktu itu, badannya jauh lebih kecil dariku.
Namun sekarang, dia terlihat lebih tampan dan lebih tinggi
dariku. Dia pun terlihat lebih pendiam.
Loe rupanya

Kurcaci Bawel. Buat apa gue ngasih

kabar ke loe, Ga penting, jawabku kesal karena terbayang


masa laluku.
Oke lah..gue tahu. Loe masih sebal sama gue,
ucapnya.
Emang, jawabku singkat.
Dah gue baru sadar. Nggak semua cewek mesti tampil
anggun dan cantik. Tampil jadi diri sendiri, walaupun harus
tomboy, juga lebih baik, jawabnya panjang.
baru sadar? Selama ini kemana aja loe? ucapku masih
ketus.

Hai Nis, ketemu musuh lama yah? Tanya Angel yang


juga satu SD dengan aku dan Rangga.
Yah. Tapi dia udah nggak jahil seperti dulu. Dia lebih
pendiam. Tahu dah kenapa, jawabku asal.
Loh? Jadi loe nggak tahu Nis kabar tentang perubahan
Rangga? Tanya Angel yang sedikit terlihat heran.
Nggak? Emang kenapa? Upz kok gue nanya
sama Angel sih. Tapi nggak apa-apalah.
Loe masih ingat nggak, teman SD kita yang mirip
banget wajahnya sama kelakuannya sama loe? Tanya Angel.
Aku pun mulai berpikir dan OhGita kan?
tanyaku.
Nah loe inget. Jujur Rangga sering ngeganggu loe
karena dia suka sama loe, ucap Angel.
Ha. Nggak mungkin. Sumpe loe? tanyaku

Oke..gue minta maaf. Emang gue salah nilai loe,


ucapnya, nggak tahu deh tulus atau nggak.
Aku nggak minta apa-apa kok dari kamu. Aku nggak
minta kamu buat jadi temenku. Aku kesini hanya mau minta
maaf. Dan nggak lebih. Terserah kamu mau peduli atau nggak,

sedikit bercanda.
Beneran, gue kan sahabatnya Rangga paling dekat,
jawab Angel.
Oke deh.terus hubungannya sama Gita apa?
ucapku.

Gini loh. Semenjak tamat SD, loe ma gue kan nggak

Esok harinya, baying-bayang ucapan Angel tentang

satu sekolah sama Rangga, Rangga sendiri satu sekolah sama

RAngga masih menyelimuti relung hatiku. Sore ini, aku latihan

Gita. Mungkin selama satu sekolah sama Gita, dia ngelihat

basket. Karena motorku masih di bengkel, terpaksa naik angkot

sosok loe. Karena itu, Rangga mutusin jadian sama Gita,

deh. Tapi, tiba-tiba, sebuah sedan hitam mengahampiriku.

panjang lebar Angel memaparkannya.


Gue nggak ngerti deh Ngel. Hubungan sama gue apa?
Terus sama perubahan Rangga apa? ucapku makin bingung.
Nah.Rangga pacaran sama Gita awal kelas tiga.
Tapi, setengah tahun mereka pacaran, Rangga dan Gita putus.

Hai Nis, mau latihn basket yah? Bareng gue aja yuk?
tawar Rangga.
Hahnggaj salah? Sorry Rangga, gue bukan mau
ke mall ngikuti kebiasaan loe dulu. Gue mau latihan basket,
jawabku.

Karena, Gita kecelakaan dan harus dioperasi. Tapi, operasinya

Gue juga mau ikut loe latihan basket kok, di GOR

gagal dan Gita nggak bisa diselamatkan, jawab Angel yang

kan? ucap Rangga yang membuat aku bingung. Tiba-tiba,

membuat hatiku terdiam.

Rangga turun dari sedannya dan mendorong basanku yang kini

Karena itu, Rangga mulai menjadi pendiam. Nggak

telah berada di sedan hitamnya.

lama, Rangga ngehubungi gue. Dia nanyai kabar loe. Loe

Loe apa-apaan sih, ucapku ketus.

masih suka nggak ngelakuin hal-hal aneh. Sejak dia tahu loe

Jangan marah-marah mulu. Daripada loe naik angkot,

masih sama, satu hal yang loe perlu tahu, ucap Angel

lebih aman sama gue, ucapnya seraya senyum yang

terpotong.

senyumnya ngebuat hatu gue nggak tahu kenapa.

Apa? tanyaku pada Angel.


Rangga selalu ngawasi loe setiap saat. Tapi dari jauh,
ucap Angel yang ngebuat aku malah bingung.
Kok gue nggak tahu? heranku pada Rangga.
Ntar loe tahu, ucap Angel meninggalkan aku yang
hanya terdiam.

Terpaksa aku ikut sama Rangga. Sepanjang perjalanan


Rangga hanya diam padaku. Aku jadi heran sendiri. Aku seperti
tidak bersama Rangga. Rangga yang sekarang sungguh
berbeda. Bukan Rangga yang ceria.
Setelah cukup lama, kami akhirnya sampai. Sebelum
aku keluar, Rangga menarik tanganku.
Ada apa? tanyaku.

Gue saying loe, ucap Rangga dengan nada datar


seraya menatapku.
Nggak mungkin, elakku melepaskan gengamannya.
gue nggak bohong. Loe sudah dengar cerita Angel.
Sekarang gue Cuma pengen loe jawab, loe mau jadi pacar gue
atau nggak? Tanya Rangga sekali lagi menatapku dekat
membuatku jadi sedikit bingung. Sekarang saatnya aku mulai
menurunkan nada bicaraku.
nggak, loe sebenarnya nggak jelek buat gue. Tapi, gue
nggak bisa, jawabku pelan.
Kenapa? Tanya Rangga padaku.
Gue lebih senang loe jadi teman gue. Nggak lebih.
Lama Rangga berpikir.
Oke, nggak apa-apa ok. Tapi loe janji bakalan jadi
sahabat gue? Tanya Rangga.
Gimana yah? ucapku ngegoda Rangga. Ya.tapi
dengan satu syarat, ucapku membuat Rangga penasaran.
Loh kok pake syarat? Emang syaratnya apa? Tanya
Rangga.
Loe harus jadi Rangga yang dulu. JAhil, usil, dan jadi
kurcaci bawel gue yang dulu, ucapku disertai tawa Rangga.
Oke gue usahain deh, jawab Rangga merangkul aku
masuk GOR.

Sejak saat itu, Rangga menunjukkan perubahannya. Dia


kembali menjadi Rangga yang dulu lagi.