Anda di halaman 1dari 39

KEDOKTERAN KOMUNITAS

GAMBARAN TENTANG DIARE


DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
(PHBS)
DI RT 6 KELURAHAN BETUNGAN
TAHUN 2016

Oleh :
Anis Rita Pratiwi, S.Ked
Denny Christian Lukas,
S.Ked
Fitri Kasmita Sari, S.Ked
Fitrah, S.Ked
Inka Okta Elhusnah, S.Ked
Wilta Zirda Gustin, S.Ked

PEMBIMBING :
dr. Wahyu Sudarsono, M.Ph
dr. Ef Dowintha

PENDAHULUAN
Puskesmas unit pelaksana teknik Dinas Kesehatan
Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab
menyelenggarakan Pembangunan kesehatan suatu atau
sebagian wilayah kecamatan.
Puskesmas Betungan: Kelurahan Betungan dan Pekan sabtu
kecamatan Selebar dengan luas wilayah 19, 21 Km

NO

KELURAHAN

PENDUDUK
3128

Kel Betungan

Kel Pekan Sabtu

JUMLAH

Jumlah

1538
4666

Latar Belakang

LATAR BELAKANG

Target pembangunan MDG adalah menurunkan kematian anakanak dibawah usia lima tahun. Salah satu penyebab utama
kematian balita adalah Diare.
Berdasarkan data United Nations Childrens Fund (UNICEF) DAN
World Health Organization (WHO) pada tahun 2009, diare
merupakan penyebab kematian ke-3 pada bayi dan ke-3 pada
balita di dunia.
Kematian pada anak tiap tahunnya, serta merupakan 1/5 dari
seluruh penyebab kematian. Survei Kesehatan Rumah Tangga di
Indonesia menunjukkan penurunan angka kematian bayi akibat
diare dari 15,5% (1986) menjadi 13,95% (1995). Penurunan angka
kematian akibat diare juga didapatkan pada kelompok balita
berdasarkan survey serupa, yaitu 40% (1972), menjadi 16% (1986)
dan 7,5% (2001)

Penyakit Terbanyak puskesmas


NO

NAMA PENYAKIT

JUMLAH

ISPA

2260

DIARE

256

87%

DEMAM BERDARAH DENGUE

26

9,9%

CAMPAK MORBILI

22

1,0%

TB. PARU

14

0,8%

MALARIA

0,5%
0,1%

6
7

JUMLAH

2582

100%

TUJUAN

Memperoleh gambaran mengenai perilaku hidup bersih


dan sehat di masyarakat ruang lingkup RT 6, wilayah
kerja Puskesmas Perawatan Betungan.
Memperoleh gambaran kejadian diare di ruang lingkup
puskesmas Betungan, terutama RT 6.
Merencanakan solusi mampu laksana untuk mengatasi
kasus diare secara komprehensif dan holistik di wilayah
kerja Puskesmas Betungan, terutama RT 6.

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI DIARE
WHO (2005)

ETIOLOGI DIARE

FAKTOR PENYEBAB DIARE

Faktor infeksi
FaktorMalabsorsi
Faktor makanan
Faktor lingkungan
Faktor perilaku pengasuh (terutama untuk bayi dan
anak-anak)
Faktor psikologis
Faktor Sosiodemograf

PENGERTIAN PHBS

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah


semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas
kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga
dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan
dan dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan
kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan
kegiatan kesehatan di masyarakat.

7 INDIKATOR PHBS

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan


Bayi diberi ASI eksklusif
Penimbangan bayi dan balita
Mencuci tangan dengan air dan sabun
Menggunakan air bersih
Menggunakan jamban sehat
Rumah bebas jentik

INDIKATOR GAYA HIDUP SEHAT

Makan buah dan sayur setiap hari


Melakukan aktivitas fsik setiap hari
Tidak merokok dalam rumah

PHBS DI BERBAGAI TATANAN


Pelayanan
Tempat
Institusi
Rumah

DEFINISI JAMBAN

Jamban adalah suatu bangunan yang digunakan untuk


membuang dan mengumpulkan kotoran sehingga
kotoran itu tersimpan dalam satu tempat tertentu dan
tidak menjadi sarang penyakit (Notoatmojo, 1996).
Menurut Soemardji (1999), Pembuangan tinja (jamban)
adalah pengumpulan kotoran manusia di suatu tempat
sehingga tidak menyebabkan bibit penyakit yang ada
pada kotoran manusia mengganggu estetika.

SYARAT JAMBAN SEHAT

Keadaan tanah seperti susunan, kemiringan, dan


permukaan tanah.
Keadaan sosial ekonomi dan pengetahuan
masyarakat (Kumoro, 1998)
Bila ditinjau dari konstruksinya, jamban harus
dilengkapi dengan 7 komponen

7 Komponen Jamban

Rumah Kakus
Lantai Kakus
Tempat Duduk
Kecukupan Air Bersih
Tersedianya Alat Pembersih
Tempat Penampungan Tinja
Saluran Peresapan

TIPE-TIPE JAMBAN

Jamban Cemplung
Jamban Plengsengan
Jamban Bor
Angsatrine (Water Seal Latrine)
Jamban Di atas Balong (Empang)
Jamban Septic Tank

PENGARUH JAMBAN TERHADAP


KESEHATAN
Penyakit yang ditimbulkan oleh kotoran manusia dapat
digolongkan menjadi :
Penyakit Enteric atau saluran pencernaan dan
kotaminasi zat racun.
Penyakit infeksi oleh virus seperti Hepatitis infektiosa.
Infeksi cacing seperti schitosomiasis, ascariasis dan
ankilostosomiasis.

Efek

Mata Rantai Penularan Penyakit


oleh Tinja

DEFINISI CUCI TANGAN

Menurut Depkes (2009) cuci tangan pakai sabun


adalah salah satu tindakan sanitasi dengan
membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan
air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan
memutuskan mata rantai kuman.

WAKTU YANG TEPAT CUCI TANGAN

Sebelum makan
Sesudah membersihkan anak BAB
Sebelum menyiapkan makanan
Sebelum memegang bayi
Sesudah buang air besar

CARA CUCI TANGAN YANG BENAR

HUBUNGAN CUCI TANGAN


DENGAN KESEHATAN
Menurut

DEFINISI PENGETAHUAN

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang ada


dikepala kita. Kita dapat mengetahui sesuatu
berdasarkan pengalaman yang kita miliki. Selain
pengalaman, kita juga menjadi tahu karena kita
diberitahu oleh orang lain. Pengetahuan juga
didapatkan dari tradisi

CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENGETAHUAN

Umur
Pendidikan
Pengalaman

TINGKATAN PENGETAHUAN

Tahu (Know)
Memahami (Comprehension)
Aplikasi (Application)
Analisis (Analysis)
Sintesis (Syntesis)
Evaluasi (Evaluation)

METODE
DESAIN SURVEI

Survei ini menggunakan desain studi deskriptif. Survei ini menggunakan


data primer dan data sekunder.
TEMPAT DAN WAKTU

Kegiatan dilaksanakan di kelurahan Betungan kota Bengkulu pada tanggal


16-21 November 2016.
SASARAN DAN SAMPEL

Populasi
Seluruh KK yang berdomisili di RT 6 Kelurahan Betungan kota Bengkulu.
Sampel
Sampel diambil berdasarkan metode total sampling.

METODE

Survei ini menggunakan desain studi deskriptif murni


melihat besarnya masalah pengetahuan, sikap dan prilaku serta
penggunaan jamban sehat terhadap kejadian diare pada
masyarakat di RT 26 kelurahan Pematang Gubernur kota
Bengkulu tahun 2015

TEMPAT DAN WAKTU


ke pemukiman di RT 26 tanggal 16 September 2015
Populasi dalam diagnosis komunitas ini adalah seluruh
masyarakat yang berdomisili di RT 26 Kelurahan Pematang
Gubernur

INSTRUMEN PENELITIAN
1. Focus Group Discussion (FGD)
2. Pengumpulan data primer pada diagnosis komunitas ini
menggunakan kuesioner. Kuesioner akan terbagi menjadi
bagian, antara lain :
Informed consent,
Pengetahuan tentang diare
Sikap tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang
berkaitan dengan kasus diare,
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang berkaitan dengan
kasus diare,
Penggunaan jamban sehat

Lampiran :

Lampiran :

Lampiran :