Anda di halaman 1dari 2

Manfaat Olah Raga dalam Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi

Pengaruh ini lebih dramatis pada penderita tekanan darah tinggi. Penelitian di
Fakultas Kedokteran Universitas Wisconsin menunjukkan 45 menit berjalan cepat di
atas treadmill akan menurunkan tekanan darah sampai di bawah tekanan darah waktu
istirahat, paling sedikit dua jam setelah pemulihan. Bila latihan tadi diulang-ulang,
penurunan tekanan darah pada waktu istirahat dapat terjadi. Dengan kata lain, latihan
olah raga dapat menurunkan tekanan darah bila dilakukan secara teratur serta cukup
takarannya. Latihan olah raga mempunyai pengaruh besar dalam pengobatan tekanan
darah tinggi. Malah mereka yang tidak aktif dan tidak bugar akan meningkat 20%
50% risikonya untuk mengalami hipertensi, dibandingkan mereka yang aktif secara
fisik dan sebaya umurnya. Pada penderita hipertensi ringan tekanan sistoliknya dapat
turun rata-rata 8 10 mmHg sedangkan tekanan diastoliknya dapat turun 610
mmHg, bila melakukan lathan olah raga aerobik teratur. Bahkan bagi mereka yang
normal tensinya, latihan olah raga juga dapat menurunkan tekanan darah sistolik
maupun diastolik yang besarnya rata-rata 4 mmHg untuk sistoliknya, dan 3 mmHg
untuk diastolik. Hubungan Olah Raga dan Hipertensi Pembuluh darah dapat
mengalami rileks setelah setiap kali melakukan latihan karena pengaruh dan
memanasnya badan, produksi lokal bahan kimia (misalnya asam laktat dan nitric
oxide), menurunnya aktivitas syaraf, dan perubahan hormon-hormon tertentu dan
reseptornya. Bila latihan olah raga diulang-ulang secara teratur, semua pengaruh akut
dari latihan itu dapat membuat pembuluh darah lemas (tidak kaku) sehingga dapat
menurunkan tekanan darah mirip melebarnya pipa air sehingga menurunkan tekanan
air. Mengenai keamanannya, penelitian akhir-akhir ini tidak mendukung pernyataan
bahwa penderita hipertensi mempunyai risiko tinggi untuk mengalami mati
mendadak selama melakukan latihan. Bagi penderita hipertensi yang tensinya lebih
tinggi dari 180/110 mmHg dianjurkan untuk menggunakan obat-obatan untuk
menurunkan tekanan darah tinggi sebelum melakukan program latihan. Bagi mereka
yang mengalami pembesaran jantung (dan hipertensi) sebaiknya menjaga agar
intensitas latihan selalu dalam tarat sedang untuk mencegah kerusakan jantung lebih
lanjut. Berapa Intensitas Latihan yang Perlu Dilakukan ? Latihan olah raga aerobik
dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, mempunyai manfaat yang sama
besarnya dalam hal menurunkan tekanan darah dibanding latihan dengan intensitas
tinggi seperti lari, pada sementara orang. Latihan dilakukan 35 kali dalam satu
minggu selama 20 sampai 60 menit setiap kali latihan. Yang penting untuk
diperhatikan, frekuensi latihan hampir setiap hari secara teratur membantu badan
mendapatkan manfaat latihan untuk menurunkan tekanan darah. Mengapa? Latihan
olah raga bekerja dengan cepat memperbaiki tekanan darah pada penderita hipertensi.
Kebanyakan pengaruh latihan olah raga terlihat dalam beberapa minggu pertama.
Penurunan tekanan darah selanjutnya dapat terus terjadi kalau latihan olah raganya
terus dilakukan secara teratur selama lebih dari tiga bulan. Segera setelah yang
bersangkutan tidak melakukan latihan olah raga, tekanan darahnya kembali seperti
semula. Dengan kata lain, pengaruh latihan olah raga pada penurunan tekanan darah
tergantung pada teraturnya melakukan latihan. Source : Medical (Jakarta)

Sumber:
http://www.combiphar.com/article.php?id_news=264