Anda di halaman 1dari 4

jenis-jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari atau setidaknya diwaspadai

dengan berbagai alasan. Berikut beberapa di antaranya:


* Jajanan (bakso, siomay, bakwan malang, dan sejenisnya)
Bakso, mi ayam, bakwan malang, siomay, dan sejenisnya, yang mengandung zat-zat
kimia yang diduga dapat menyumbang munculnya beberapa gangguan pertumbuhan
saraf pada janin, seperti autisme, hiperaktif, cerebral palsy, dan lainnya. Bahan-bahan
yang perlu diwaspadai ibu hamil pada jajanan ini adalah boraks yang biasanya terdapat
pada bakso dan siomay, formalin pada mi dan MSG (monosodium glutamate) atau
bumbu penyedap pada kuah bakso, bakmi atau bakwan malang.
* Olahan daging (sate, steak, burger)
Jika cara pengolahan daging yang digunakan untuk sate, steak, dan burger kurang
matang, maka parasit dan mikroorganisme lain yang terkandung di dalamnya tidak akan
mati. Termasuk parasit toksoplasma yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan fisik
janin. "Hampir dipastikan, janin akan tumbuh abnormal bila ibu menderita
toksoplasma," tutur Mariono yang juga bekerja di Dinas Kesehatan TNI-AU Mabes
TNI-AU Cilangkap, Jakarta Timur.
Perjalanan toksoplasma sendiri cukup unik. Awalnya parasit tersebut terkandung pada
kotoran kucing yang kemudian terpapar ke tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang
merupakan makanan hewan-hewan, seperti sapi, kambing, atau ayam. Dari situlah
hewan-hewan ternak tersebut dapat terinfeksi toksoplasma.
Kalau ibu hamil mengonsumsi daging yang terinfeksi parasit ini, otomatis ia juga akan
terjangkit toksoplasma. Parasit tersebut lalu berkembang biak hingga kemudian
mengganggu pertumbuhan janin yang dikandungnya. "Selama hamil, pilihlah makanan
yang benar-benar matang untuk menghindari berbagai kelainan, seperti bayi lahir tanpa
kaki atau jari jemari yang tidak lengkap, tulang tengkorak yang tidak sempurna,
hidrosefalus, bahkan menderita kelainan jantung bawaan."
* Lalapan
Seperti halnya daging mentah atau setengah matang, sayuran mentah yang dijadikan
lalapan dapat pula mengandung parasit toksoplasma. Namun bukan berarti ibu hamil
dilarang mengonsumsinya. Boleh-boleh saja, tapi perhatikan kebersihannya dengan
saksama. Cuci sayuran dengan air mengalir. Cairan khusus untuk mencuci makanan
yang bisa membunuh kuman atau parasit bisa juga digunakan.
Menurut Mariono, mencuci dengan air bersih terkadang tidak bisa membasmi tuntas
kuman atau parasit yang menempel pada sayuran. "Apalagi kalau mencucinya asalasalan, sangat mungkin parasit toksoplasma masuk ke dalam tubuh," ujarnya.
Efek dari penyemprotan pestisida pada sayuran juga patut dikhawatirkan. Pestisida yang
merupakan bahan kimia pembasmi hama dapat menempel di kulit sayuran dan sulit
hilang meski sudah dicuci bersih. Zat kimia pestisida diduga menjadi salah satu pemicu
munculnya penyakit gangguan saraf seperti autisme, cerebral palsy, gangguan

pemusatan perhatian, dan sebagainya.


Sarannya, ibu hamil lebih baik mengonsumsi sayuran atau buah yang bebas dari bahanbahan kimia atau ditanam secara organik. Sayuran jenis ini sudah banyak ditemukan di
beberapa tempat di kota-kota besar. Atau kalau tidak, pilih sayuran hidroponik yang
relatif lebih bersih dari bahan kimia.
* Makanan dalam kemasan (sosis, nugget, kornet dan sejenisnya)
Makanan dalam kemasan umumnya mengandung bahan pengawet yang dikhawatirkan
dapat mengganggu pencernaan ibu hamil sehingga zat gizi yang tersalurkan ke tubuh
janin akan berkurang. Zat pengawet juga diduga dapat mengganggu pertumbuhan sarafsaraf otak janin, padahal masa kehamilan adalah masa paling pesat pertumbuhan otak.
Jadi, semasa hamil tidak ada ruginya ibu menghindari makanan dalam kemasan. Lebih
baik pilih makanan segar tanpa bahan pengawet. "Umumnya daging kornet yang berada
dalam kemasan mengandung bahan pengawet. Daging sapi segar relatif tidak
terkontaminasi zat kimia sehingga lebih baik untuk dikonsumsi, tapi dengan catatan
sudah diproses atau dimasak dengan cara yang benar dan matang."
* Minuman ringan dalam kemasan
Minuman ringan dalam kemasan, walaupun dipromosikan tanpa bahan pengawet tetapi
pada kenyataannya ada yang mengandung bahan pengawet. Oleh karena itu, Mariono
menganjurkan ibu hamil untuk berhati-hati dalam mengonsumsinya. "Mana mungkin
minuman tersebut kuat dalam jangka waktu lama kalau tidak diberi bahan pengawet,"
ujar Mariono. Jadi, saat ibu hamil ingin menikmati teh di sore hari misalnya, lebih baik
minum teh seduhan sendiri dan bukan air teh dalam kemasan.
Namun demikian, tidak semua minuman ringan dalam kemasan pasti mengandung
bahan pengawet. Seperti beberapa produk susu dan jus buah alami misalnya, produsen
memang sengaja membuatnya tidak memakai bahan pengawet. Ciri dari kemasan
tersebut adalah tidak tahan lama. "Umumnya, minuman kemasan ini hanya awet hingga
tiga hari saja," ungkapnya.
Akan halnya minuman bersoda, selama tidak menimbulkan rasa mual boleh saja
dinikmati selama hamil. Masalahnya, banyak ibu bertambah mual karena minuman
bersoda memicu bertambahnya gas dalam lambung. Kasus ini banyak terjadi terutama
di trimester awal kehamilan. Saat itu asam lambung dan enzim pencernaan lain sedang
begitu berlimpah sehingga mengganggu sistem pencernaan ibu hamil. Jadi tak heran
kalau minuman bersoda bisa menambah kembung perut.
* Mi instan dan camilan ringan
Mi instan dan camilan ringan, umumnya selain mengandung bahan pengawet juga
mengandung MSG yang cukup besar. Mariono mewanti-wanti agar ibu hamil
menghindari MSG karena dampaknya bisa langsung terjadi. "Pada beberapa orang, efek
dari MSG bisa menimbulkan pusing, jantung berdebar-debar, bahkan sesak napas,"
jelasnya.

PENYEDAP:
* * *Apa sih tujuan pedagang menambahkan penyebab rasa? Agar makanan lebih enak
bukan? Tetapi penyebab makanan tidak dibutuhkan oleh tubuh. Contoh yang terbaik
adalah MSG (Monosodium Glutamat), sejak ditemukan pada tahun 1940, MSG telah
digunakan berbagai makanan. Produk makanan cepat saji, makanan instant, makanan
kaleng, makanan proses, makanan cemilan biasanya mengandung MSG dalam jumlah
yang cukup banyak. Efek dari MSG adalah sakit kepala, gatal, mual, masalah sistim
saraf dan reproduksi, tekanan darah tinggi, migrant, asma bahkan depresi. Chinese
Restaurant Syndrome: umumnya terjadi pada orang-orang seusai mengkomsumsi
masakan Chinese yang dikenal mengandung kadar MSG tinggi. Makanan yang sering
kali sekali menimbulkan sindrom ini adalah sup. Mengapa? Karena sup dihidangkan
paling awal sehingga akan memasuki saluran pencernaan dalam kondisi perut kosong,
akibat MSG dapat dengan mudah terserap dalam darah sehingga menimbulkan efek
yang disebutkan tadi, 20-30 menit setelah seseorang komsumsi MSG. Meski
pembuktiannya menjadi perdebatan banyak pihak, ada baiknya jika sebagai konsumen
kita harus berhati-hati.
PEMANIS:
* * Korban terbesar BTM pemanis makanan adalah anak-anak. Hampir semua makanan
manis untuk anak-anak mengandung pemanis buatan seperti sakarin, siklamat,
aspartame. Sakarin (200700 kali manis gula/sukrosa) sering digunakan pada soft drink,
selai, permen, jajanan pasar. Siklamat (30x) sering digunakan pada makanan kaleng atau
makanan proses lain karena tahan panas. Pada hewan percobaan pemanis ini
menyebabkan kanker kandungan kemih. Aspartam (160-220x) banyak digunakan
sebagai pemanis buatan pada berbagai jenis makanan dan minuman terutama makanan
dn minuman rendah kalori (makanan penderita diabetes, nol kalori, salat dressing,
snack,soft drink). Aspartam pada saat ini masih merupakan gula buatan yang masih
dianggap aman dibanding dengan sakarin dan siklamat. Perhatikan label makanan,
sekarang banyak makanan yang menggunakan aspartame sebagai pemanis. Terlalu
banyak komsumsi makanan yang mengandung aspartame dalam jangka panjang dapat
meningkatkan resiko kerusakan system saraf, menstruasi yang sulit, dapat
mempengaruh perkembangan otak janin, Alzheimer, lupus, multiple sclerosis maupun
kanker otak. Wanita hamil sebaikanya menghindari produk yang mengandung
aspartame (agar bayi yang lahir terhindar dari retardasi mental). Walaupun masih
dianggap aman tetapi sebaiknya hindarilah ketiga jenis pemanis buatan tersebut apabila
anda ingin sehat.
PEWARNA:
* * *Banyak ditemukan pada makanan buatan industri kecil dan jajanan pasar dan juga
industri besar. Rhodamin B dan Metanil Yellow sering dipakai untuk mewarnai
kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup manisan, tahu kuning. Rhodamin
B dan Metanil Yellow adalah pewarna tekstil bukan food grade. Sebenarnya kemajuan
teknologi, pewarna sintetis digunakan. Karena kelebihannya praktis menggunakannya
dan lebih murah harganya. Penelitian menunjukkan bahwa pewarna buatan dapat
menyebabkan hiperaktif pada anak-anak, infertilitas, cacat bayi, kerusakan liver dan

ginjal, kanker, mengganggu fungsi otak dan kemampuan belajar dan kerusakan
kromosom.

Sumber: http://ibuhamil.com/diskusi-umum/10094-kurangnya-info-jadi-salah-polamakan-diawal-kehamilan.html
Like us: IbuHamil.com on Facebook - @infoibuhamil on Twitter