Anda di halaman 1dari 4

Inilah Bahasa Arab!

January 3rd, 2010/Akhlak dan Nasehat/19 Comments

Penulis: Ummul Hasan


Pemurajaah: Ustadz Abu Salman
Semangat manusia mempelajari bahasa ibu suatu bangsa menunjukkan seberapa besar
perhatian mereka terhadap bahasa tersebut. Banyaknya jasa kursus bahasa Inggris menunjukkan
bahwa banyak orang yang berminat untuk memperdalam bahasa Inggris. Bahasa Inggris telah
menjadi bahasa dunia, yang seperti menjadi satu kartu bebas kunjung internasional. Cobalah
kita saksikan, dengan bekal bahasa Inggris seseorang bisa berkunjung ke negara manapun
dengan menggunakannya sebagai bahasa komunikasi di sana.
Beberapa tahun belakangan ini, mulai lagi muncul tren bahasa Mandarin. Banyak orang yang
berbondong-bondong mengikuti kursus bahasa Mandarin. Ada yang mengatakan bahwa bahasa
Mandarin adalah bekal keduasetelah bahasa Inggrisuntuk memasuki era globalisasi. Apalagi
sepak terjang Cina dalam perdagangan internasional semakin meluas.
Orangtua tak ingin kalah untuk memasukkan anak-anaknya ke berbagai tempat kursus kedua
bahasa tersebut. Orang kantoran dan mahasiswa pun tak ingin ketinggalan roda modernisasi.
Intinya, banyak orang tak ingin ketinggalan zaman gara-gara tidak menguasai bahasa Inggris
ataupun bahasa Cina. Seperti itu pulakah kita kaum muslimah? Lalu, dimanakah kedudukan
bahasa Arab di hati kita?
Bahasa Arab, Bahasa Kebanggaan Kaum Muslimin
Jika sesuatu itu memiliki keutamaan, bukankah dia pantas untuk diperebutkan? Tentu saja! Nah,
demikianlah bahasa Arab. Sebuah bahasa yang telah Allah jadikan sebagai bahasa al-Quran,
kitab yang paling agung dan senantiasa dijaga oleh-Nya Azza wa Jalla sampai kiamat. Dengan
demikian, bahasa manakah yang lebih mulia dan lebih utama daripadanya?

Jika seseorang mampu berpayah-payah dalam mempelajari bahasa Inggris, Mandarin, Jerman,
atau yang lainnya demi dunia, maka marilah kita bersikap yang jauh lebih baik daripada itu
terhadap bahasa Arab. Jika seseorang rela mengeluarkan banyak uang agar sampai ke level
bahasa asing yang paling mahir, maka marilah kita bersikap yang jauh lebih baik daripada itu
terhadap bahasa Arab.
Bukan Berarti Kita Tidak Boleh Belajar Bahasa Asing Selain Bahasa Arab
Untuk menghindari kerancuan pemahaman dalam permasalahan ini, marilah kita simak
penjelasan seorang ulama besar kaum muslimin abad ini, Syekh Muhammad bin Shalih
Al-Utsaimin rahimahullah.
(?) Syekh Utsaimin rahimahullah ditanya:
Apakah pendapat Anda jika seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris, terlebih lagi jika
dia mempelajarinya untuk berdakwah di jalan Allah?
(+) Syekh Utsaimin menjawab:
Menurut saya, tidak diragukan lagi bahwa mempelajari bahasa Inggris merupakan salah satu
sarana, dan sarana tersebut akan menjadi sarana yang baik jika memiliki tujuan yang baik, dan
akan menjadi sarana yang membinasakan jika tujuannya buruk. Akan tetapi, yang perlu
dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, karena
sesungguhnya menggantikan kedudukan bahasa Arab yang merupakan bahasa al-Quran dan juga
bahasa yang paling mulia dengan bahasa Inggris adalah sebuah keharaman. Telah diriwayatkan
dari salah seorang salaf (yaitu Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu -ed) tentang larangan
bercakap-cakap menggunakan bahasa orang kafir. Adapun jika digunakan sebagai sarana
dakwah, maka tidak diragukan lagi bahwa terkadang hal tersebut menjadi wajib. Saya pun
terkadang berangan-angan seandainya saya mempelajari bahasa Inggris dan pada sebagian waktu
aku sangat butuh untuk menggunakan bahasa Inggris, sampai-sampai penerjemah tidak dapat
mengungkapkan maksud hati saya secara sempurna. (Kitabul Ilmi, hlm.116)
Anda Semakin Tertarik Belajar Bahasa Arab?
Jika Anda benar-benar tertarik belajar bahasa Arab, kami sarankan agar Anda menentukan
sasaran yang ingin Anda tuju. Bisa jadi sasaran tersebut Anda tentukan berdasarkan kebutuhan
atau berdasarkan minat. Selanjutnya, fokuslah pada salah satu atau beberapa sub-pelajaran yang
dapat memenuhi sasaran tersebut. Untuk permulaan belajar, berikut ini adalah beberapa bidang
pelajaran dalam bahasa Arab yang dapat Anda pilih:
(1) Nahwu dan sharaf
Nahwu dan sharaf adalah dua di antara beberapa sub-pelajaran dalam bahasa Arab. Nahwu dan
sharaf merupakan pelajaran tentang tata bahasa. Atas pertolongan Allah kemudian dengan bekal
keduanya, insya Allah seseorang dapat lebih memahami kandungan Al-Quran dan hadits-hadits
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Selain itu, kemahiran membaca kitab bahasa Arab yang
tanpa harakat (lebih terkenal dengan istilah kitab gundul) dapat diperoleh. Karya tulis para

ulama yang sarat dengan ilmu sebagian besar ditulis dalam bahasa Arab. Sungguh sayang jika
kita tak mampu menggali manfaatnya. Nahwu dan sharaf adalah jembatan menuju ke sana.
Nahwu adalah ilmu yang mempelajari perubahan keadaan akhir suatu kata, contoh:
Dalam suatu teks, susunan huruf memiliki tiga kemungkinan cara baca, yaitu
(Muhammadun), ( Muhammadin), atau ( Muhammadan). Jika kita membaca
Muhammadun, maka fungsi kata tersebut dalam suatu kalimat akan berbeda dengan jika kita
membacanya Muhammadan atau Muhammadin. Perubahan keadaan akhir (harakat atau
huruf) suatu kata akan menyebabkan fungsinya dalam kalimat menjadi berbeda, yaitu apakah dia
akan menjadi subjek, objek, kata keterangan, atau yang lainnya.
Kata ( muslimun) dan kata ( muslimin) memiliki arti yang sama, namun fungsi yang
berbeda dalam suatu kalimat. Muslimun dapat berfungsi sebagai subjek, namun tidak dapat
berfungsi sebagai objek. Adapun kata muslimin dapat berfungsi sebagai objek, tetapi tidak
dapat berfungsi sebagai subjek.
Adapun sharaf, dia adalah ilmu yang mempelajari pembentukan kata dan perubahannya karena
penambahan atau pengurangan. Contoh: dari kata ( artinya: dia (seorang laki-laki) telah
menulis) dapat kita peroleh kata ( artinya: buku).
(2) Muhaddatsah/Hiwar (Percakapan)
Sasaran muhaddatsah/hiwar adalah untuk meraih kemampuan menggunakan bahasa Arab secara
aktif. Pelajaran ini i sya Allah bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan percakapan
sehari-hari dalam bahasa Arab, misalnya orang non-Arab yang akan bermukim di wilayah yang
penduduknya berbahasa Arab. Dapat pula bermanfaat bagi orang-orang yang ingin menambah
kosakatanya dalam bahasa Arab agar mempermudah pada saat menelaah kitab berbahasa Arab
(sehingga tidak perlu sering membuka kamus).
(3) Khath
Sebagaimana dalam bahasa-bahasa lain, dalam bahasa Arab pun terdapat berbagai bentuk
keterampilan, yaitu membaca, berbicara, menulis, dan mendengarkan. Khath adalah bidang ilmu
yang mengajarkan tata cara menulis aksara-aksara arab (lebih kita kenal dengan istilah huruf
hijaiyyah), baik pada saat aksara tersebut berdiri sendiri maupun pada saat bersambung dengan
aksara lain.
Tetap Ingat yang Satu Ini
Bahasa Arab adalah ilmu yang menjadi sarana untuk memahami cabang-cabang ilmu syariat
yang lain. Karena itulah, kita sepatutnya bersungguh-sungguh mengejar ilmu bahasa Arab di
jalan mana pun yang mesi ita susuri. Namun, tetaplah ingat bahwa ilmu adalah makanan (bagi
jiwa), maka perhatikanlah dari siapa ilmu bahasa Arab kita peroleh. Pilihlah guru yang lurus
akidahnya dan bersih pemahamannya tentang Islam. Sungguh banyak orang yang pandai
berbahasa Arab, tetapi kepandaiannya itu justru menyesatkannya semakin jauh dari jalan
kebenaran, karena ilmu tersebut diperolehnya dari orang-orang yang kelam pandangannya dan
sungguh buruk pemahamannya tentang Islam.

Demikianlah sedikit ilmu yang dapat kita jikmati bersama kali ini. Semoga bermanfaat dan
beralir berkah dari Allah Subhanahu wa Taala bagi kita semua.
Saudariku, Belajar bahasa Arab sungguh menyenangkandan bermanfaat. Selamat mencoba.
Maraji (referensi):
Kitabul Ilmi, Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, 1426 H/2005 M, Kairo: Maktabah
Islamiyah.
Qawaidul Asasiyyah (Cetakan ke-3), 1427 H/2007 M, Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah.
***
Artikel muslimah.or.id