Anda di halaman 1dari 4

TINJAUAN TERHADAP ILMU KEPRILAKUAN: DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI

Tinjauan terhadap Ilmu Keperilakuan : Dalam Perspektif Akuntansi


1. Akuntansi adalah tentang manusia
Berdasarkan pemikiran perilaku, manusia dan faktor sosial sesungguhnya didesain secara
jelas dalam aspek-aspek operasional utama dari seluruh sistem akuntansi. Namun selama
ini belum pernah ada yang melihatnya dari sudut pandang semacam itu dan para akuntan
belum pernah ada yang mengoperasikan perilaku pada sesuatu yang vakum.
2. Akuntansi adalah tindakan
Dalam organisasi semua anggota mempunyai peran yang harus dimainkan guna mencapai
tujuan organisasi. Peran tersebut bergantung pada besarnya porsi tanggungjawab dan rasa
tanggungjawab anggota tersebut terhadap pencapaian tujuan organisasi. Pencapaian
tujuan dalam bentuk kuantitatif juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab
anggota organisasi dalam memenuhi keinginannya untuk mencapai tujuan dan sasaran
organisasi.
Dimensi Akuntansi Keperilakuan
Informasi ekonomi dapat ditambah dengan tidak hanya melaporkan data-data keuangan saja,
tetapi juga data-data nonkeuangan yang terkait dengan proses pengambilan keputusan.
1. Lingkup Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi keperilakuan berada dibalik akuntansi tradisional yang berarti mengumpulkan,
mengukur, mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Dengan demikian, dimensi
akuntansi berkaitan dengan perilaku manusia dan juga dengan desaian, konstruksi, serta
penggunaan suatu system informasi akuntansi yang efisien. Akuntansi keperilakuan
dengan mempertimbangkan hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi
mencerminkan dimensi sosial dan budaya manusia dalam suatu organisasi.
Secara umum, lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga bidang
besar.
a. Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, konstruksi, dan penggunaan system
akuntansi. Bidang dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai kaitan dengan sikap
dan filosofi manajemen yang memengaruhi sifat dasar pengendalian akuntansi yang
berfungsi dalam organisasi.

b. Pengaruh system akuntansi terhadap perilaku manusia. Bidang dari akuntansi


keperilakuan ini berkenaan dengan bagaimana system akauntansi memengaruhi
motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan , kepuasan kerja, serta kerja sama.
c. Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku manusia. Bidang
ketiga dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai hubungan dengan cara system
akuntansi digunakan sehingga memengaruhi perilaku.
2. Akuntansi Keperilakuan : Perluasan Logis dari Peran Akuntansi Tradisional
Para akuntan yang berkualitas akan memilih gejala keperilakuan untuk melakukan
penyelidikan, karena mereka mengetahui bahwa data keperilakuan sangat berarti untuk
melengkapi data keuangan.
Lingkup dan Sasaran Hasil Ilmu Keperilakuan
Bernard Berelson dan G.A Stainer menjelaskan secara singkat mengenai definisi keperilakuan,
yaitu sebagai suatu riset ilmiah yang berhadapan secara langsung dengan perilaku manusia.
Definisi ini menangkap permasalahan inti dari ilmu keperilakuan, yaitu riset ilmiah dan perilaku
manusia.
Lingkup dan Sasaran Hasil Dari Akuntansi Keperilakuan
Dahulu, para akuntan semata-mata fokus pada pengukuran pendapatan dan biaya yang
mempelajari pencapaian kinerja perusahaan di masa lalu guna memprediksi masa depan. Mereka
mengabaikan fakta bahwa kinerja masa lalu adalah hasil masa lalu dari perilaku manusia dan
kinerja masa lalu itu sendiri merupakan suatu faktor yang akan mempengaruhi perilaku di masa
depan. Mereka melewatkan fakta bahwa arti pengendalian secara penuh dari suatu organisasi
harus diawali dengan memotivasi dan mengendalikan perilaku, tujuan, serta cita-cita individu
yang saling berhubungan dalam organisasi.
Persamaan dan Perbedaan Ilmu Keperilakuan dan Akuntansi Keperilakuan
Ilmu keperilakuan mempunyai kaitan dengan penjelasan dan prediksi keperilakuan manusia.
Akuntansi keperilakuan menghubungkan antara keperilakuan manusia dengan akuntansi. Ilmu
keperilakuan merupakan bagian dari ilmu sosial, sedangkan akuntansi keperilakuan merupakan
bagian dari ilmu akuntasi dan pengetahuan keperilakuan. Namun ilmu keperilakuan dan

akuntansi keperilakuan sama-sama menggunakan prinsip sosiologi dan psikologi untuk menilai
dan memecahkan permasalahan organisasi.
Perspektif Berdasarkan Perilaku Manusia : Psikologi, Sosiologi dan Psikologi Sosial
Psikologi, sosiologi dan psikologi sosial dapat dikatakan sebagai kontribusi utama dari ilmu
keperilakuan. Ketiganya melakukan pencarian untuk menguraikan dan menjelaskan perilaku
manusia, walaupun secara keseluruhan mereka memiliki perspektif yang berbeda mengenai
kondisi manusia. terutama merasa tertarik dengan bagaimana cara individu bertindak. Fokusnya
didasarkan pada tindakan orang-orang ketika mereka bereaksi terhadap stimuli dalam lingkungan
mereka, dan perilaku manusia dijelaskan dalam kaitannya dengan ciri, arah dan motivasi
individu. Keutamaan psikologi didasarkan pada seseorang sebagai suatu organisasi.
Psikologi, merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan dan kadang
mengubah perilaku manusia. Para psikolog memperhatikan studi dan upaya memahami perilaku
individual. Mereka yang telah menyumbangkan dan terus menambah pengetahuan tentang
perilaku organisasional teoritikus pembelajaran, teoritikus keperibadian, psikologi konseling dan
psikologi industri dan organisasi.
Bila psikologi memfokuskan perhatian mereka pada individu, sosiologi mempelajari sistem
sosial di mana individu-individu mengisi peran-peran mereka, jadi sosiologi mempelajari orangorang dalam hubungan dengan manusia-manusia sesamanya. Secara spesifik, sosiolog telah
memberikan sumbangan mereka yang terbesar kepada perilaku organisasi melalui studi mereka
terhadap perilaku kelompok dalam organisasi, terutama organisasi yang formal dan rumit.
Beberapa bidang dalam perilaku organisasi yang menerima masukan yang berharga dari para
sosiolog adalah dinamika kelompok, desain tim kerja, budaya organisasi, teknologi organisasi,
birokrasi, komunikasi, kekuasaan dan konflik.
Psikologi sosial, adalah suatu bidang dalam psikologi, tetapi memadukan konsep-konsep baik
dari psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada perilaku kelompok sosial.
Penekanan keduanya adalah pada interaksi antara orang-orang dan bukan pada rangsangan fisik.
Perilaku diterangkan dalam hubungannya dengan ilmu sosial, pengaruh sosial dan ilmu dinamika
kelompok. Disamping itu para psikologi sosial memberikan sumbangan yang berarti dalam

bidang-bidang pengukuran, pemahaman, dan perubahan sikap, pola komunikasi, cara-cara dalam
kegiatan dapat memuaskan kebutuhan individu dan proses pengambilan keputusan kelompok.
Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan
persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Dan kalau berpikir tentang
sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. Kajian utama
psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang
ada dalam diri manusia sebagai individu. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya
dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua
bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi sosial.
Dengan demikian para psikolog berwenang merambah bidang ini, demikian pula para sosiolog.
Namun karena perbedaan latar belakang maka para psikolog akan menekankan pengaruh situasi
sosial terhadap proses dasar psikologikal - persepsi, kognisi, emosi, dan sejenisnya. Sedangkan
para sosiolog akan lebih menekankan pada bagaimana budaya dan struktur sosial mempengaruhi
perilaku dan interaksi para individu dalam konteks sosial, dan lalu bagaimana pola perilaku dan
interaksi tadi mengubah budaya dan struktur sosial. Jadi psikologi akan cenderung memusatkan
pada atribut dinamis dari seseorang; sedangkan sosiologi akan mengkonsentrasikan pada atribut
dan dinamika seseorang, perilaku, interaksi, struktur sosial, dan budaya, sebagai faktor-faktor
yang saling mempengaruhi satu sama lainnya