Anda di halaman 1dari 35

kemas/kemas/ a 1 teratur (terbungkus) rapi; 2 bersih; rapi; beres; kuat: peti -- adalah peti besar

dan kuat yg memuat barang dagangan sehingga barang itu dapat sekaligus diangkut;
berkemas/berkemas/ v 1 memberes-bereskan; membungkus-bungkus supaya rapi; 2 bersiapsiap hendak berangkat dsb: mereka itu ~ hendak berangkat;
mengemas/mengemas/ v 1 mengatur rapi-rapi; 2 membungkus-bungkus supaya ringkas;3
memberes-bereskan (tempat tidur, meja makan, dsb): ia cepat-cepat ~ barang dagangannya krn
hari akan hujan;
mengemasi/mengemasi/ v mengemas;
mengemaskan/mengemaskan/ v 1 membereskan; merapikan; menjadikan ringkas (dng jalan
dibungkus dsb); 2 menyelesaikan; menghabiskan;
kemasan/kemasan/ n 1 hasil mengemas; 2 bungkus pelindung barang dagangan (niaga);
perkemasan/perkemasan/ n 1 hal berkemas-kemas; 2 perihal kemasan;
pengemas/pengemas/ n sesuatu yg digunakan untuk mengemas;
pengemasan/pengemasan/ n proses, cara, perbuatan mengemasi: perusahaan ini dapat
menemukan desain ~ untuk menembus pasar dunia

Bejo : mak..... emak sakit ya???


Emak : iya jo...
Bejo : hmm...kita ke dokter yuk...
Emak : mau bayar pake apa'an....kan duit kita udah tipis jo..
Uhukk...uhukk
Bejo : kita jual si tole(kambing) aja mak..
Emak : tapi kan tuh kambing kesayangan elu....
Bejo : kan bejo lbh sayang emak...
Emak : terserah elu aja dah...
Bejo : ya udah..bejo jual ke pasar ya mak...
Emak : iye...inget ya jo...tuh kmbing bandot..lu jual jutaan...
Jangan mau kalo ditawar murah..sayang....
Bejo : iya mak..bejo juga tau...kn bejo dah capek2 ngerawat...
Kalo gitu bejo pamit ya mak...
#berangkat jual kambing
Tak lama kemudian
bejo : mak...kambing kita laku..jutaan...
Emak : alhamdulillah....
Bejo : pertamanya dia cuma nawar 500rb mak..
Ihh enak aja...kambingnya ditawar murah bnget...kagak bejo kasih...
Emak : bagus tuh jo..emang pembeli jman sekarang maunya murah mulu'...terus... Lu jawab apa
wktu dia nawar gitu...
Bejo : bejo bilang...pesan emak kambingnya mesti dihargai jutaan pak...
Gitu mak...
Alhamdulillah....setelah mikir lama...
Akhirnya dia mau juga....harga jutaan..
Bejo : Memang berapa jo dia beli tuh kambing???berapa juta???
Bejo : setengah juta mak...
Hebat kan...sesuai pesan emak..jutaan...gimana???puas mak???
Emak : #*@?&@#*-+???
# semaput dadakan
===========================
Alkisah ada 3 pemuda sedang mempamerkan hp mreka
Junot :Gw kemaren bingung milih hp di mall ya udah gw beli I-Phone 5 ajah..
Xaor : Gw kemaren disuruh milih hp ama orang tua,ya udah gw milih BB aja deh*belum puas*
Agil : Gw kemaren mau beli hp tapi bingung banget loh,
Junot& xaor : knpa bngung?
Agil : soalnya semua hp itu ga pake kartu perdana semua..
Junot&xaor : *penasaran* kok gk pke kartu sih?
Agil : iya soalnya layarnya kecil sama cuma muncul angka digit dan +-x : doank!
Junot&xaor : ITU KALKULATOR BEO!!! *lempar ke kuburan*

===================================
Istri : "Pih, Mamih barusan lihat harga pakaian murah2 banget !!!
bener2 sangat murah pih !!Coba deh pih... Jas/Blazer cuman Rp.9.000,
Kebaya Rp. 8.000, Kimono Rp. 7.000, Daster Rp.5000, Kemeja Rp.7500,
Dan Safari Setelan Lkp hanya Rp.14.000, coba bayangin dech pih, murah
kan,.?? Dan masih banyak yang lainnya juga pih !!murah banget !!!"
Suami : "Dimana itu, Mih,.???"
Istri : "Toko baru di depan gang
kita tuh Pih..!"
==================================
Suatu pagi lewatlah seorang penjual daging."Dageeeng! Dageeeeennngg! !!" teriaknya. Seorang
ibu rumah tangga yang
sedang sakit gigi sewot banget mendengarteriak an si tukang daging. Ibu : "Hei tukang daging!
Lu kagak punya otak ya....!!!???
"Tukang daging : "Wah
kebetulan gak punya, Bu. Hari ini daging semua..."
=============================
GARA GARA SINYAL
Cowok:
aduh Bebz, nanti aja
telponnya, disini sinyal aku PUTUS
PUTUS ,,, !
Cewek : APPAAA!!! ?
tega kamu
ya,,, aku nelpon kamu dari paris ke indonesia kamu malah minta
putus !!! ! SALAH AKU APA COBA !!
Cowok: tuh kan, kamu salah
dengar,,, DISINI SINYALNYA JELEK!!!
Cewek: hikz-hikz-hikz... tega
kamu, kamu putusin aku karena, kamu bilang salah aku
karena aku jelek ???
Cowok:
Disini Aku nggak dapat
sinyal ! soalnya Operator aku

Ax*s lagi gangguan, aku sayang


kamu bebz !
Cewek: apaa!! kamu bilang? kamu
dpat gebetan baru, yang
namanya ANIS ? dan kamu lebih
sayang dia? tega kamu ! tega!
Cowok: ya alloh, Mati gue, Bukan
sayang, Aku minta kamu telpon aku sebentar lagi, Aku naik ke
menara dulu, ya,?
Cewek: apa?
oke, aku akan naik
menara eifel, dan aku akan
lompat, dan kamu nggak akan
ngeliat aku untuk selamanya ! dasar BUAYA! HABIS MANIS SEMPAK
DIBUANG !!!
Cowok: *#%$
(NGUNYAH hp)
=======================================
Presiden bertanya pada ibu tua penjual kue,
Bpk : "Sudah berapa lama jualan kue?"
Ibu : "Sudah hampir 30 tahun.
Bpk : "Terus anak ibu mana, kenapa tidak ada yang bantu?" ...
Ibu : "Anak saya ada 4, yang
ke-1 di KPK,
ke-2 di POLDA,
ke-3 di Kejaksaan dan yang
ke-4 di DPR, jadi mereka sibuk
sekali pak..."
Presiden kemudian
menggeleng-gele -ngkan kepala karena kagum...
Lalu dengan percaya diri Bapak Presiden
berbicara kesemua hadirin yang menyertai beliau, "Meskipun hanya jualan kue, ibu ini bisa
menjadikan anaknya sukses dan jujur tidak korupsi...karen -a kalau mereka korupsi,
pasti kehidupan Ibu ini sudah sejahtera dan tinggal dirumah
mewah..."
Lalu sambil mengarahkan mike

yang sedang di pegangnya ,Bapak Presiden kembali


berbicara kepada wanita penjual kue tersebut ...
Bpk : "Apa jabatan anak di POLDA, KPK,KEJAKSAAN dan DPR?"
Lalu dengan polosnya sang wanita penjual kue tersebut itu berkata :"Sama... mereka berjualan
kue juga disana ..."
Bpk : @#$%$^@%
#Kejang-kejang

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR


KECAMATAN BONTOSIKUYU
DESA PATILERENG
Alamat : Lembang Jaya
PERATURAN DESA PATILERENG
NOMOR TAHUN 2014
TENTANG
PEMBENTUKAN DESA SIAGA AKTIF

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


KEPALA DESA PATILERENG,
Menimbang

: a.

Bahwa dalam upayah meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa


Patilereng dalam bidang kesehatan, pemeliharaaan dan peningkatan
derajat kesehatannya sendiri, dan pemanfaatan fasilitas pelayanan
kesehatan oleh masyarakat, serta terwujudnya pelembagaan upaya
kesehatan masyarakat di tingkat lapangan, perlu adanya penggerakan
dan pemberdayaan masyarakat;
b. Bahwa dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa
Patilereng dan dalam menunjang visi dan misi Kabupaten Kepulauan
Selayar maka perlu adanyan suatu wadah yang mampuh
memberdayakan masyarakat agar mandiri dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a)
dan b) dan dalam pelaksanaannya agar mencapai hasil sesuai dengan
sasaran yang ditetapkan, maka perlu dibuat Peraturan Desa (Perdes)
tentang Desa Siaga Aktif;

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 Tentang Pemerintahan Daerah


Kabupaten dalam Lingkungan Jawa Barat (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 1950);
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan;
3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaga Negara Reublik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembarab Negara Republik
Indonesia Nomor 4389);
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Reublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,


Tambahan Lembaran Negara Reublik Indonesia Nomor 4437)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun
2005 tentang Penetaan Peraturan Pemerintah engganti Undang-Undang
Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor
32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,
Tambahan Lembaran Negara Reublik Indonesia Nomor 4548);
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2005
Tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Reublik Indonesia Nomor
4587);
6. Keputusan Mentri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 9 Tahun
2001 tentang Kader Pemberdayaan Masyarakat;
7. Keutusan Mentri Kesehatan Nomor 574/Menkes/SK/V/2000 tentang
Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010;
8. Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 331/Menkes/SK/V/2006 tentang
Rencana Strategis Deartemen Kesehatan 2005 2009;
9. Keutusan Mentri Kesehatan Nomor 564/Menkes/SK/VIII/2006 tentang
Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Nomor .... Tahun ......
Tentang Peraturan Desa (Lembaran Daerah tahun ...... Nomor ........ );
Dengan Persetujuan
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PATILERENG
MEMUTUSKAN :
Menetapkan

PERATURAN
DESA
PATILERENG
PEMBENTUKAN DESA SIAGA AKTIF
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

1.
2.
3.
4.
5.

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan :


Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar
Bupati adalah Bupati Kepulauan Selayar
Camat adalah Camat Bontosikuyu
Desa adalah Desa Patilereng
Pemerintahan Desa adalah Pemerintahan Desa Patilereng.

TENTANG

6.
7.
8.
9.
10.
11.

12.

13.

14.
15.
16.
17.

18.
19.

20.

Pemerintah Desa adalah Kepala Desa Patilereng.


Kepala Desa adalah Kepala Desa Patilereng.
Badan Permusyawaratan Desa yang untuk selanjutnya disebut BPD adalah Badan
Permusyawaratan Desa Patilereng.
Peraturan Desa adalah semua peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Desa bersama BPD.
Perangkat Desa adalah Perangkat Desa Patilereng.
Desa Siaga Aktif adalah Desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan
kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan
kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.
Penggerak dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Siaga Aktif adalah proses
pengorganisasian masyarakat dalam rangka membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh
masyarakat secara umum, dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dan
keluarga dalam bidang kesehatan, sehingga masyarakat dapat memberikan andil dalam
meningkatkan derajat kesehatan.
Toma adalah Tokoh Masyarakat Desa Patilereng yang berperan sebagai pemberdaya masyarakat
dan penggali sumber daya untuk kesinambungan dan kelangsungan Desa Siaga Aktif serta
UKBM.
Kader adalah relawan Desa Siaga Aktif yang berasal para kader DESA SIAGA AKTIF dan
Berperan dalam pelaksanaan Desa Siaga Aktif melalui kegiatan UKBM.
Tabulin adalah Tabungan Ibu Bersalin yang dikumpulkan oleh ibu hamil.
Dasolin adalah Dana Sosial Bersalin yang dikumpulkan warga.
PHBS adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yaitu sekumpulan perilaku yang dipraktekan atas
dasar kesadran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat
menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan
masyarakatnya.
UKBM adalah Upayah Kesehatan Berbasis Masyarakat.
SMD adalah Syrvei Mawas Diri, yaitu pengenalan, pengumpulan, dan pengkajian masalah
kesehatan oleh sekelompok masyarakat Desa Patilereng di bawah bimbingan petugas kesehatan di
Desa Patilereng atau Bidan Desa Patilereng.
MMD dalam Desa Siaga Aktif adalah Musyawarah Masyarakat Desa, yaitu pertemuan
perwakilan warga Desa beserta tokoh masyarakat dan para petugas kesehatan untuk membahas
hasil survey mawas diri dan merencanakan pernanggulangan masalah kesehatan.
BAB II
PEMBENTUKAN DESA SIAGA AKTIF
Pasal 2

1.
2.

Pembentukan Desa Siaga Aktif dilakukan melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD).
MMD sebagimana dimaksud pada ayat 1 harus dihadiri oleh seluruh perwakilan masyarakat Desa
Patilereng dan Fasilitator Desa Siaga Aktif, minimal fasilitator tingkat Desa serta petugas

3.

kesehatan, minimal Bidan Desa.


Perwakilan masyarakat sebagimana dimaksud pada ayat 2 adalah dari unsur Pimpinan dan
Anggota BPD, Pimpinan dan Anggota LPM, Pengurus dan Kader DESA SIAGA AKTIF, serta
perwakilan Pengurus RT,RW dan Lembaga Desa Lainnya.
Pasal 3

1.
2.
a.
b.
c.

d.

3.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Pengurus Tim Desa Siaga Aktif terdiri dari Penanggungjawab, Ketua, wakil Ketua, Sekretaris,
Bendahara, Koordinatoor Bidang atau Seksi seksi.
Pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah sebagai berikut :
Kepala Desa sebagai Penanggungjawab.
Ketua dari unsur tokoh masyarakat atau Kader DESA SIAGA AKTIF.
Wakil Ketua dari unsur Bidan Desa dan atau dari unsur tokoh masyarakat dan kader DESA
SIAGA AKTIF yang mempunyai latar belakang pengetahuan formal atau informal tentang
kesehatan masyarakat.
Sekretaris, Bendahara, Koordinator Bidang atau Seksi-seksi dari unsur tokoh masyarakat dan
kader DESA SIAGA AKTIF yang berasal atau perwakilan dari setiap RW.
Koordinator Bidang atau Seksi seksi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 yang harus ada
minimal sebagai berikut :
Koordinator Bidang UKBM.
Koordinator Bidang Kadrzi.
Koordinator Bidang PHBS.
Koordinator Bidang Gawat Darurat,
Koordinator Bidang Donor Darah.
Koordinator Bidang Tabulin dan Dasolin.
Koordinator Bidang Transportasi.
BAB III
TUGAS POKOK DAN FUNGSI (TUPOKSI)
TIM DESA SIAGA AKTIF
Pasal 4

1.
2.

Kepala Desa selaku penanggungjawab Program Desa Siaga Aktif dan dalam pelaksanaan
Program dilakukan oleh Ketua Tim Desa Siaga Aktif.
Menyampaikan laporan tentang pelaksanaan tugas penangungjawab Program Desa Siaga Aktif
kepada masyarakat dan atau BPD serta kepada Pembina Desa Siaga Aktif pada tingkat yang lebih
tinggi.
Pasal 5

1.

Ketua Tim Desa Siaga Aktif mempunyai tugas selaku pimpinan Tim Desa Siaga Aktif dalam

2.
a.
b.
c.
d.

pelaksanaan Program Desa Siaga Aktif serta bertanggungjawab kepada masyarakat melalui
Kepala Desa.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini Ketua Tim Desa Siaga
Aktif mempunyai fungsi :
Memimpin dan mengendalikan seluruh kegiatan Tim Desa Siaga Aktif.
Memberikan bimbingan, monivasi dan pengarahan dalam pelaksanaan Program Desa Siaga Aktif
kepada Wakil Ketua, sekretaris, Bendahara, dan para Koordinator dalam Tim Desa Siaga Aktif.
Memfungsikan semua Tim Desa Siaga Aktif sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Menyampaikan laporan rutin setiap bulan dan laporan insendential sesuai kebutuhan tentang
pelaksanaan tugas kepada penangungjawab Desa Desa Siaga Aktif.
Pasal 6

1.
2.
a.
b.
c.
d.
e.

Wakil Ketua Tim Desa Siaga Aktif mempunyai tugas membatu Ketua Tim Desa Siaga Aktif
dalam memimpin dan mengendalikan kegiatan Tim Desa Siaga Aktif.
Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini wakil Ketua Tim Desa
Siaga Aktif mempunyai fungsi :
Melaksnakan kordinasi terhadap para Koordinator sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua.
Melaksanakan tugas-tugas dan fungsi Ketua apabila Ketua berhalangan.
Melaksnakan kordinasi dan pembinaan terhadap unit unit pelayanan kesehatan yang ada di
tingkat bawah.
Memberikan saran dan pendapat kepada Ketua sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 7
1.

2.
a.
b.
c.

d.
e.
f.

Sekretaris mempunyai tugas membantu Ketua dan Wakil Ketua berupa pelayanan admistrasi,
pengumpulan data, pelaporan dan bantuan pelayanan lainnya untuk kelancaran kegiatan Tim Desa
Siaga Aktif.
Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini Sekretaris mempunyai
fungsi :
Menyelenggarakan pelayanan admistrasi surat menyurat, kearsipan dan pendataan.
Menyusun rencana kegiatan dan laporan yang berasal dari para Koordinator.
Menyelenggarakan urusan umum, urusan rumah tangga, urusan Organisasi, Humas dan
Dukumentasi serta urusan Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi, dengan memperhatikan
pengarahan dari Ketua dan Wakil Ketua.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua dan Wakil Ketua.
Melaksanakan tugas dan fungsi Ketua dan wakil Ketua, apabila semuanya berhalangan atas
penugasan Ketua dan atau Wakil Ketua.
Memberikan saran dan pendapat kepada Ketua dan Wakil Ketua.

Pasal 8
1.

2.
a.
b.
c.
d.

Bendahara mempunyai tugas membantu Ketua dalam menyelenggarakan administrasi keuangan,


menerima, menyimpan, dan mengeluarkan uang untuk kepentingan kegitan Tim Desa Siaga Aktif
atas perintah Ketua.
Untuk melaksnakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini Bendahara mempunyai
fungsi :
Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban
keuangan.
Menerima serta menyimpan uang dan surat-surat berharga.
Mengadakan pencatatan terhadap bantuan dari pihak lain yang tidak mengikat.
Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Ketua.
Pasal 9

1.

Koordinator dalam Tim Desa Siaga Aktif mempunyai tugas membantu dan mewakili Ketua dan
atau Wakil Ketua dalam memimpin dan mengendalikan program sesuai dengan bidangnya
masing-masing.
2. Untuk melaksanakan tugas sebagimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini Koordinator dalam Tim
Desa Siaga Aktif mempunyai fungsi :
a. Mengkoordinasikan dan mengendalikan program kegiatan Desa Siaga Aktif serta melakukan
pembinanan sesuai bidangnya masing-masing.
b. Melaksnakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Ketua dan atau Wakil Ketua.
BAB IV
TABULIN DAN DASOLIN
Pasal 10
1.

2.
3.

Tabulin (tabungan ibu bersalin) adalah uang yang dikumpulkan oleh ibu hamil dan disimpan
sendiri di rumah, di bank atau di Bidan yang akan membantu persalinan, selain berbentuk uang,
ada juga simpanan ibu hamil yang berbentuk innatura, misalnya kambing, perhiasan, dan
sebagainya, yang ketika waktunya tiba siap untuk dijual dan hasilnya untuk membiayai
persalinan.
Peran Tim Desa Siaga Aktif adalah menyarankan atau memotivasi ibu-ibu hamil agar mempunyai
tabungan untuk persiapan biaya persalinan nanti.
Tahapan pembentukan Tabulin mengacu kepada Pedoman Pengembangan Desa Siaga Aktif yang
dikeluarkan oleh Departemen kesahatan.

Pasal 11
1.

Dasolin (Dana Sosial Bersalin) adalah dana bersama yang dikumpulkan warga dan dikelola oleh
pengurus berdasarkan kesepakatan bersama dengan warga, bahkan bentuk tabungan juga bias

2.

3.

dilakukan dengan cara mengumpulkan barang yang bias dirupiahkan.


Peran Tim Desa Siaga Aktif adalah menggerkan masyarakat agar mau mernyisihkan sedikit
penghasilannya untuk dikumpulkan dan dapat dipergunakan sebagai biaya persalinan ibu hamil di
wilayahnya yang kurang mampuh.
Tahapan pembentukan Dasolin mengacu kepada Pedoman Pengembangan Desa Siaga Aktif yang
dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan.
BAB V
DONOR DARAH DAN AMBULAN DESA
Pasal 12

1.
2.

Peran Tim Desa Siaga Aktif adalah menggerakan masyarakat agar mau menjadi pendonor darah
untuk digunakan sebagai persipan persalinan ibu resiko tinggi dan kepentingan kesehatan lain.
Tahap pengumpulan Donor Darah mengacu kepada Pedoman Pengembangan Desa Siaga Aktif
yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan.
Pasal 13

1.

2.

Ambulan Desa adalah suatu alat transportasi yang dapat digunakan untuk mengantarkan warga
yang membutuhkan pertolongan dan perawatan di tempat pelayanan kesehatan. Ambulan Desa
dapat berupa alat-alat transportasi yang dimiliki warga di desa tersebut, seperti becak, gerobak,
andong, motor, mobil dan lain sebagainya.
Peran Tim Desa Siaga Aktif adalah memotivasi warga agar apabila suatu saat ada warga yang
membutuhkan pertolongan untuk pergi ke tempat pelayanan kesehatan dengan segera, dapat
menggunakan alat transportasi yang dimiliki sebagai Ambulan Desa.
BAB VI
MASA BAKTI KEPENGURUSAN
Pasal 14

1.
2.
3.

Masa Bakti Kepengurusan Tim Desa Siaga Aktif adalah 3 (tiga) tahun.
Anggota Tim Desa Siaga Aktif dapat berhenti sebelum masa bakti selesai atas permintaan sendiri
dan diberhentikan atas permintaan MMD.
Penggantian anggota Tim Desa Siaga Aktif berdasarkan hasil MMD.
BAB VII
ANGGARAN DESA SIAGA AKTIF
Pasal 15
Anggaran Program Desa Siaga Aktif dapat berasal dari :
Bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten.

b.

d.

Pemerintah Desa melalui APBDes sesuai dengan kemampuan keuangan Desa.


Iuran dari masyarakat, dengan sistem dan nominal berdasarkan hasil musyawarah berjenjang
mulai dari tingkat RW, Dusun, sampai ke tingkat Desa.
Sponsor, Perusahaan, Pengusaha, LSM, baik yang ada di wilayah Desa Patilereng maupun di luar
wilayah Desa Patilereng yang sifatnya tidak mengikat dan peduli terhadap kesehatan masyarakat.
BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 16
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya
akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kepala Desa.
Pasal 17
Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di
Pada tanggal

: Lembang Jaya
:
Mei 2014
KEPALA DESA PATILERENG

SAHARUDDIN ARIF

Diundangkan dalam Lembaran Desa Patilereng


Nomor Tahun 2014 tanggal
SEKRETARIS DESA PATILERENG

HARTATI
Nip.

PREVALANSI PENYAKIT KAKI GAJAH


(FILARIASIS) BERHASIL DITURUNKAN
DIPUBLIKASIKAN PADA : KAMIS, 30 JULI 2015 00:00:00, DIBACA : 1.521 KALI

Jakarta, 30 Juli 2015


Prevalasi Penyakit Kaki Gajah di Indonesia sejak 45 tahun yang lalu (1970) berhasil diturunkan.
Pada tahun 1980 prevalensi mikrofilaria (larva cacing filaria) yaitu 19,5% dan tahun 2014 telah
turun menjadi 4,7%.
Demikian pernyataan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr. HM Subuh
MPPM pada acara, Forum Redaksi Bersama yang di inisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan
Informatika di Wisma Antara, Jakarta. Selasa (30/7)
Lebih lanjut HM Subuh menjelaskan, Filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan
oleh cacing filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Semua nyamuk dapat menjadi

vektor penular filariasis. Untuk perkembangan nyamuk ialah di sawah, got atau saluran air, rawa
rawa dan tanaman air Terdapat tiga spesies cacing penyebab Filariasis yaitu: Wuchereria
bancrofti; Brugia malayi; Brugia timori. Semua spesies tersebut terdapat di Indonesia, namun
lebih dari 70% kasus filariasis di Indonesia disebabkan oleh Brugia malayi.
Gejala Klinis
Cacing tersebut hidup di kelenjar dan saluran getah bening sehingga menyebabkan kerusakan
pada sistem limfatik yang dapat menimbulkan gejala awal (akut) dan lanjut (kronis). Gejala akut
berupa demam berulang, 1 2 kali setiap bulan bila bekerja berat, tetapi dapat sembuh tanpa
diobati dan peradangan kelenjar dan saluran getah bening (adenolimfangitis) terutama di daerah
pangkal paha dan ketiak tapi dapat pula di daerah lain. Sementara Gejala kronis terjadi akibat
penyumbatan aliran limfe terutama di daerah yang sama dengan terjadinya peradangan dan
menimbulkan gejala seperti kaki gajah (elephantiasis), dan hidrokel.
BELKAGA
Pemerintah bertekad mewujudkan Indonesia bebas Kaki Gajah Tahun 2020. Hal tersebut
dilakukan melalui Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (BELKAGA), dimana setiap penduduk
kabupaten/kota endemis Kaki Gajah serentak minum obat pencegahan setiap bulan Oktober
selama 5 tahun berturut-turut (2015-2020) ujar HM Subuh
Saat ini Filariasis masih menjadi endemi di 241 kabupaten/kota di Indonesia. 46 diantaranya
telah melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis selama 5 tahun.
Sementara 195 kabupaten kota akan melaksanakan POPM sampai dengan tahun 2020 dengan
jumlah penduduk sebesar 105 juta jiwa yang merupakan sasaran BELKAGA.
BELKAGA rencananya akan dicanangkan pada tanggal 1 Oktober 2015 oleh Presiden RI di
Cibinong dan serentak diikuti oleh para Gubernur di Provinsi endemik lainnya - See more at:
http://www.depkes.go.id/article/view/15073000001/prevalansi-penyakit-kaki-gajah-filariasisberhasil-diturunkan.html#sthash.49fl6ldu.dpuf

Dasar Hukum Pengembangan Desa Siaga di


Puskesmas Purwosari Kabupaten Gunungkidul
1. UU NO. 32 TH 2004 TTG PEMERINTAHAN DAERAH:
a. Urusan pemerintahan menjadi urusan wajib pemerintah prov dan
kabupaten/kota (Bid Kes)
b. Desa Siaga Aktif merupakan Urusan Pemerintah Kab/Kota yang diserahkan
Pelaksanaannya kepada Desa
2. SK Menkes no : 564/MENKES/SK/VIII/2006 tentang Pedoman Pengembangan
Desa Siaga
3. PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 741/MENKES/PER/VII/2008
tentang STANDAR PELAYANAN MINIMAL
BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN/KOTA
4. KEPMENKES NO. 828 TH 2008 ttg Juknis SPM
5. SK Menkes no : 1529/MENKES/SK/X/2010 tentang Pedoman pengembangan
desa/keluarah siaga aktif
6. Perbup nomor 56 tahun 2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pengembangan
Desa Siaga di Kabupaten Gunungkidu
EKELUMIT POSKESDES
DESA GIRIASIH
Berdiri Tahun 2007 dibangunkan oleh KOMPAS
berfungsi sebagi Polindes
Sebelum Tahun 2007 menempati bangunan SD
Tahun 2009 berubah fungsi menjadi Poskesdes
Jumlah Tenaga Kesehatan : 3 orang
Bidan PNS : Sri Sulis S, Amd.Keb
Bidan PTT : Faradita Vivi, Amd.Keb
Perawat : Saliyem , AMK
Pembina Wilayah : (Suratin, Amd.Gizi, Saliyem,AMK ,
Sri Sulis S,Amd.Keb, Faradita FN, Amd.Keb,)
Swadana masyarakat
Pemerintah (ADD, APBD GK, BOK)
Kemitraan Desa Siaga dengan BPS Sri Sulis.
Infaq sehat dari pengajian ibu-ibu PKK
Rakor Pengurus Desa Siaga
1 bulan 1 x
2
Pencatatan dan pelaporan padukuhan siaga dan
forum desa siaga
1 bulan 1 x
3

Pendataan golongan darah ( bagi pendonor baru )


dan Donor darah
Setiap 1 semester
4
Pendataan ambulance desa tingkat dusun (bagi
pemilik baru)
Setiap 1 semester
5 Pengadaan sarana dan prasarana posyandu
1 tahun
PNPM 2013
6 Pengembangan Desa Siaga Sehat Jiwa
1 tahun
7 Kemitraan BPS, LSM dengan Desa Siaga
1 bulan 1 x
8 Penggalangan Dana Sehat
1 bulan 1 x
9 Pendataan Bumil, Bayi, Kematian bayi dan ibu, dll
1 bulan 1 x
10 Pengamatan penyakit
1 bulan 1 x
11 Pemetaan PHBS, Kadarzi, dan rumah sehat
Setiap 1 semeste
2 Pemantauan jentik berkala
3 bulan 1 x
13 Penyuluhan PHBS
1 bulan 1 x
14 Penyuluhan Kespro
1 bulan 1 x
15
Pemberian PMT (Balita Gizi Buruk dan Bumil
KEK)
1 tahun
PNPM/ADD
16 P4K dan Pemasangan stiker ditempat bumil
1 bulan 1 x
17 Peningkatan cakupan ASI Eksklusif
Setiap 1 semester
18 Setikerisasi ambulance desa
1 tahun 1 x
19 Sosialisasi dan Evaluasi STBM
1 bulan 1 x
20 Sosialisasi peserta Vasektomi (peran KB Pria)
Setiap 1 semester
21
Sosialisasi Jamkesmas, Jamkesos dan

Jamkesta
Setiap 1 semester
22 Usaha ekonomi yang mendukung desa siaga
1 bulan 1 x
23 Penggalangan Infaq Sehat
1 bulan 1 x

Satgas PHBS dan KADARZI Koordinator : Ngabari Anggota : Wagiyem Satgas


Pengembangan Posyandu dan UKBM Koordinator : Erna Hartitik Anggota : Sri
Hidayati Satgas Gerakan Sayang Ibu/GSI, Kegawatdaruratan Kesehatan dan
Bencana Koordinator : Agus Sugiharto Anggota : Tri Ismiyati Satgas Pengembangan
Ekonomi Produktif dan Ketahanan Pangan/Gizi Koordinator : Parjiyem Anggota :
Nurjanah Satgas Lingkungan Sehat dan STBM Koordinator : Suwitono Anggota :
Ngatinem NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 PROGRAM KERJA Rakor Pengurus Desa Siaga
Pencatatan dan pelaporan padukuhan siaga dan forum desa siaga Pendataan
golongan darah ( bagi pendonor baru ) dan Donor darah Pendataan ambulance desa
tingkat dusun (bagi pemilik baru) Pengadaan sarana dan prasarana posyandu
Pengembangan Desa Siaga Sehat Jiwa Kemitraan BPS, LSM dengan Desa Siaga
Penggalangan Dana Sehat Pendataan Bumil, Bayi, Kematian bayi dan ibu, dll
Pengamatan penyakit Pemetaan PHBS, Kadarzi, dan rumah sehat WAKTU
PELAKSANAAN 1 bulan 1 x 1 bulan 1 x Setiap 1 semester Setiap 1 semester 1 tahun
1 tahun 1 bulan 1 x 1 bulan 1 x 1 bulan 1 x 1 bulan 1 x Setiap 1 semester KET PNPM
2013 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Pemantauan jentik berkala Penyuluhan
PHBS Penyuluhan Kespro Pemberian PMT (Balita Gizi Buruk dan Bumil KEK) P4K dan
Pemasangan stiker ditempat bumil Peningkatan cakupan ASI Eksklusif Setikerisasi
ambulance desa Sosialisasi dan Evaluasi STBM Sosialisasi peserta Vasektomi (peran
KB Pria) Sosialisasi Jamkesmas, Jamkesos dan Jamkesta Usaha ekonomi yang
mendukung desa siaga Penggalangan Infaq Sehat 3 bulan 1 x 1 bulan 1 x 1 bulan 1
x 1 tahun PNPM/ADD 1 bulan 1 x Setiap 1 semester 1 tahun 1 x 1 bulan 1 x Setiap 1
semester Setiap 1 semester 1 bulan 1 x 1 bulan 1 x SEKELUMIT POSKESDES DESA
GIRIASIH Berdiri Tahun 2007 dibangunkan oleh KOMPAS berfungsi sebagi
Polindes Sebelum Tahun 2007 menempati bangunan SD Tahun 2009 berubah fungsi
menjadi Poskesdes Jumlah Tenaga Kesehatan : 3 orang Bidan PNS : Sri Sulis S,
Amd.Keb Bidan PTT : Faradita Vivi, Amd.Keb Perawat : Saliyem , AMK Pembina
Wilayah : (Suratin, Amd.Gizi, Saliyem,AMK , Sri Sulis S,Amd.Keb, Faradita FN,
Amd.Keb,) Jadwal & Jenis Pelayanan di Poskesdes Giriasih Senin : KIA / KB
Selasa Kamis : BP Umum Jumat : Tutup untuk Koordinasi di Puskesmas Sabtu :
KIA/KB Senin Kliwon : Imunisasi Bayi Pola Tarif mengacu Perda Retribusi Pelayanan
Kesehatan No.16 tahun 2011. JUMLAH KUNJUNGAN TAHUN 2012 NO 1 2 3 4 5 6
JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI BULAN JUMLAH KUNJUNGAN 48 43 43 37
45 27 7 8 9 10 11 12 JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER
JUMLAH 59 16 42 39 30 24 453 ELEMEN UTAMA KEGIATAN DESA SIAGA Menurut SK
Menkes No. 564/SK/ VIII/ 2006, elemen utama Desa Siaga sbb : Penempatan
tenaga professional minimal Bidan, Pendirian Poskesdes Pemberdayaan
masyarakat dengan melatih kader Desa Siaga. Peran serta masyarakat
dilaksanakan melaui kegiatan SMD dan MMD (participative planning and
implementation). Melalui mekanisme ini masyarakat akan melakukan identifikasi
masalah kesehatan sekaligus merencanaan dan melaksanakan intervensi yang
dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Peran aktif Kader Desa Siaga. Kriteria Desa
dan kelurahan Siaga Aktif Menurut SK Menkes no : 1529/MENKES/SK/X/2010 apabila

desa/kelurahan tersebut yang: 1. Penduduknya dapat mengakses dengan mudah


pelayanan kesehatan setiap hari melalui Poskesdes atau sarana pelayanan
kesehatan lainnya (Pusk,Pustu, swasta ) 2. Penduduknya mengembangkan UKBM
dan surveilan berbasis masyarakat ( meliputi pemantuan penyakit, kesh. ibu dan
anak/KIA, Gizi, lingkungan dan perilaku ) meliputi., kedaruratan kesh dan bencana,
penyehatan lingkungan sehingga masy. menerapkan PHBS SASARAN
PENGEMBANGAN DESA SIAGA Semua individu dan keluarga di desa, yang di
harapkan mampu melaksanakan hidup sehat, serta peduli dan tanggap terhadap
permasalahan kesehatan di wilayah desanya. Pihak-pihak yang yang mempunyai
pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat
menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut, seperti tokoh
masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan pemuda, kader desa, serta
petugas kesehatan. Pihak-pihak yang di harapkan memberikan dukungan
kebijakan , peraturan perundangan, dana, tenaga,sarana , dan lain-lain. Seperti
kepala desa, camat, para pejabat terkait, swasta, para donatur, dan pemangku
kepentingan lainnya. Dasar Hukum Pengembangan Desa Siaga di Puskesmas
Purwosari Kabupaten Gunungkidul 1. UU NO. 32 TH 2004 TTG PEMERINTAHAN
DAERAH: a. Urusan pemerintahan menjadi urusan wajib pemerintah prov dan
kabupaten/kota (Bid Kes) b. Desa Siaga Aktif merupakan Urusan Pemerintah
Kab/Kota yang diserahkan Pelaksanaannya kepada Desa 2. SK Menkes no :
564/MENKES/SK/VIII/2006 tentang Pedoman Pengembangan Desa Siaga 3.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN/KOTA 4.
KEPMENKES NO. 828 TH 2008 ttg Juknis SPM 5. SK Menkes no :
1529/MENKES/SK/X/2010 tentang Pedoman pengembangan desa/keluarah siaga
aktif 6. Perbup nomor 56 tahun 2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang
Pengembangan Desa Siaga di Kabupaten Gunungkidul Perbup no 56 tahun 2011
tentang Pengembangan Desa Siaga di Kab Gunungkidul BAB VI
AKSES/KETERJANGKAUAN PELAYANAN KESEHATAN Pasal 11 (1) Untuk Meningkatkan
dan mendekatkan akses layanan kesehatan dasar terutama pada pelayanan
kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak serta pertolongan kegawatdaruratan
kesehatan dan bencana di desa dilaksanakan oleh Puskesmas, Pustu, Posdes atau
fasilitas kesehatan milik swasta. (2) Bagi Desa yang diwilayahnya belum terdapat
fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan membentuk poskesdes untuk memberikan
pelayanan kesehatan dasar terutama kesehatan ibu dan anak yang dilaksanakan
oleh seorang Bidan Desa yang bekerja dan berdomilisi di desa tersebut. (3)
Penempatan Bidan Desa yang dibutuhkan dalam ayat (2) ditetapkan dengan SK
Bupati. (4) Penyelenggaraan Poskesdes oleh forum desa siaga. (5) Penyelenggaraan
Poskedes dilaksanakan di tingkat desa dan menjadi bagian dari program
pembangunan desa yang masuk dalam APBDes. Perbup no 56 tahun 2011 tentang
Pengembangan Desa Siaga di Kab Gunungkidul BAB V KEWENANGAN DAN
PENGELOLAAN Pasal 8 (1) Pemerintah Daerah menetapkan kebijakan pelaksanaan
program Desa Siaga yang dicantumkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
(2) Pemerintah Daerah dapat menetapkan kebijakan untuk meningkatkan pelayanan

kesehatan dasar di lokasi-lokasi khusus/terpencil dan rawan bencana. (3)


Pemerintah Desa dapat mengatur lebih lanjut pelaksanaan program Desa Siaga
sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing melalui Peraturan Desa dan atau
Peraturan Kepala Desa. Pasal 9 (1) Pengelolaan Desa Siaga ditingkat Kabupaten
menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten. (2) Koordinasi Desa Siaga pada
tingkat Kecamatan menjadi tanggungjawab Camat. (3) Pengelolaan dan koordinasi
Desa Siaga pada tingkat Desa menjadi tanggungjawab Kepala Desa. (4) Pengelolaan
Poskesdes di Desa Siaga menjadi tanggung jawab Forum Desa Siaga. (5)
Pengelolaan dan pelaksanaan padukuhan siaga menjadi tanggungjawab Dukuh.
Pasal 10 (1) Pemerintah daerah menjamin tersedianya tenaga Kesehatan poskesdes
di daerah khusus/rawan bencana/terisolir/terpencil penyelenggara program Desa
Siaga. (2) Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya koordinasi atas
penyelenggaraan Program Desa Siaga. Perbup no 56 tahun 2011 tentang
Pengembangan Desa Siaga di Kab Gunungkidul BAB III PENYELENGGARAAN Bagian
Kesatu Pembentukan dan Kedudukan Pasal 4 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dalam upaya
memberdayakan masyarakat dalam pembangunan kesehatan dibentuk Tim
Koordinasi Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (TK-PKMD) di tingkat
kabupaten, Forum Kecamatan sehat di tingkat kecamatan, Forum Desa Siaga di
tingkat desa dan Pengurus Padukuhan Siaga di tingkat padukuhan. TK-PKMD dalam
pelaksanaannya dibantu oleh Tim Teknis Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa
(TT-PKMD) yang merupakan gabungan dari sejumlah pengurus kelompok kerja
operasional yang terkait dengan kesehatan. TK-PKMD dan Forum Kecamatan Sehat
merupakan wadah untuk koordinasi program pembangunan kesehatan masyarakat
desa dari lintas sektoral Forum Desa Siaga merupakan wadah koordinasi
pembangunan kesehatan masyarakat desa dan pengelola program Desa Siaga
ditingkat pemerintah desa. Pengurus Padukuhan Siaga merupakan pelaksana
Program Desa Siaga ditingkat padukuhan. TK-PKMD, Forum Kecamatan Sehat,
Forum Desa Siaga, Pengurus Padukuhan Siaga merupakan mitra pemerintah daerah
dalam pembangunan kesehatan masyarakat desa. Perbup no 56 tahun 2011
tentang Pengembangan Desa Siaga di Kab Gunungkidul BAB X KETENTUAN
PERALIHAN Pasal 15 1. 2. Kelompok Kerja operasional yang sudah ada sebelum
berlakunya Peraturan Bupati ini, agar segera menyesuaikan paling lambat 2 (dua)
tahun setelah tanggal diundangkan. Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini segala
peraturan yang mengatur kelompok kerja operasional terkait bidang kesehatan
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku . Surat Keputusan
Menteri Kesehatan No. 564/MENKES / SK / VIII / 2007 Tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengembangan Desa Siaga Surat Keputusan menteri Kesehatan nomor :
1529/MENKES/SK/X/2010 tentang Pedoman pengembangan Desa/Kelurahan Siaga
Aktif Peraturan Bupati Gunungkidul No:56 Tahun 2011 Tentang Pengembangan Desa
Siaga Di Kabupaten Gunungkidul. SK Camat Purwosari No. 12 / KPTS / 2007 tenteng
Pembentukan Pengurus Desa Siaga SK Kepala Desa Giriasih No. 07 / KPTS / 2007
tentang Pembentukan Pengurus Dusun Siaga Se Giriasih Surat Keputusan Camat
Purwosari No. 18/KPTS/TIM/2012 Tentang Pembentukan Tim Pembina Forum
Kecamatan Sehat Kec. Purwosari tahun 2012 2014, Surat Keputusan Camat

Purwosari No. 19/KPTS/TIM/2012 Tentang Pembentukan Pengurus Tim Teknis Forum


Kecamatan Sehat Kec. Purwosari tahun 2012 2014, SK Kepala Desa Giriasih No.
01/KPTS/2012 tentang Pengembangan Desa Siaga di Desa Giriasih SK Kepala Desa
Giriasih No. 03/KPTS/2012 tentang Pengelolaan Dana Sehat/Dana Sosial di Desa
Giriasih. SK Kepala Desa Giriasih No. 18 / KPTS / 2012 tentang Pembentukan Forum
Desa Siaga. SK Kepala Desa Giriasih No. 19 / KPTS/2012 tentang Pembentukan
Pengurus Padukuhan Siaga se Desa Giriasih. Kesanggupan antara pemilik
kendaraan dengan Dusun Siaga. Kesanggupan menjadi pendonor darah Kemitraan
antara bidan desa dengan dukun bayi. Kerjasama antara pengurus desa siaga
dengan Poskesdes dalam hal pelayanan kesehatan. Kemitraan antara pengurus
desa siaga dengan BPS Sri Sulis Setyowati Kerjasama antara pengurus Desa Siaga
dengan kelompok pengajian ibu-ibu PKK se Desa Giriasih dalam penggalangan dana
INFAQ SEHAT. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN DESA SIAGA
Pembentukan Tim Kecamatan Sehat Kecamatan Purwosari Tim Pembina dan Tim
Teknis Forum Kecamatan Sehat Purwosari Pembentukan Forum Desa Siaga dan
Padukuhan Siaga 5 Desa Pembentukan Peraturan Kepala Desa tentang
Pengembangan Desa Siaga dan Pengelolaan dana Sehat Survei Mawas Diri (SMD)
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Pelaksanaan Kegiatan Desa Siaga Pembinaan
dan Peningkatan Pengembangan Kegiatan Desa Siaga di Desa Giriasih
Kerjasama antara Pengurus Desa Siaga Giriasih dengan Bidan Desa dalam hal
pelayanan kes. Kemitraan antara Pengurus Desa Siaga Giriasih dengan BPS Sri Sulis
S. Kompensasi yang diberikan BPS ke Desa Siaga : Setiap pasien KIA/KB : Rp.
500,Kader/Dukun yang merujuk Persalinan : Rp. 25.000,dan Setiap Persalinan Desa
Siaga : Rp. 10.000,Padukuhan Siaga : Rp. 10.000,- Kesanggupam menjadi
Pendonor darah Kemitraan antara Bidan Desa dengan dukun bayi Kemitraan
antara pemilik kendaraan dengan Desa Siaga Kesepakatan Tarif Ambulance Desa 1.
2. 3. 4. 5. Dari Desa Giriasih ke Puskesmas : Rp. 30.000,Dari Desa Giriasih ke BPS :
Rp. 15.000,Dari Desa Giriasih ke RS wilayah Bantul : Rp. 150.000,Dari Desa Giriasih
ke RS Sardjito : Rp. 200.000,Dari Desa Giriasih ke RSUD Wonosari : Rp. 200.000,-
Perjanjian kerjasama antara Camat Purwosari dengan BPS Sri Sulis S Tentang
Komitmen Mendukung ASI Ekslusif PASAL 2 RUANG LINGKUP PERJANJIAN KERJASAMA
PIHAK KEDUA didalam pelayanan kesehatan ibu anak di fasilitasnya terutama pasca
persalinan tidak akan menyediakan susu Formula bayi dan tidak menyediakan susu
formula untuk bayi umur 0-11 bulan di fasilitas BPS, serta melakukan program
inisiasi menyusui dini (IMD). PASAL 3 SANKSI Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata
terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Menyediakan susu formula bayi umur
0-11 bulan 2. Memberikan susu formula pasca persalinan ( kecuali atas indikasi
medis ) 3. Maka PIHAK PERTAMA berhak memberikan pembinaan langsung dan
teguran secara tertulis sebagai bahan pertimbangan untuk rekomendasi
persyaratan perijinan fasilitas pelayanan kesehatan kepada PIHAK KEDUA.
Peraturan Kepala Desa Giriasih No : 01/KPTS/2012 Tentang Pengembangan Desa
Siaga di Desa Giriasih Peraturan Kepala Desa Giriasih No : 14/KPTS/2012 Tentang
Pengelolaan Dana Sehat/Dana Sosial di Desa Giriasih Mou antara Ketua Desa Siaga

dengan Ketua Kelompok Pengajian ibu-ibu PKK Padukuhan se Desa Giriasih dalam
hal penggalangan infaq Sehat BAB III PENGUMPULAN, PENGELOLAAN DAN
PEMANFAATAN DANA SEHAT/DANA SOSIAL Pasal 6 1. Pemanfaatan dana sehat/dana
social digunakan : untuk membantu pembiayaan kesehatan di Rumah Sakit
Bantuan orang meninggal dunia Bantuan pembuatan PMT di Posyandu sesuai
dengan kesepakatan warga berdasarkan hasil musyawarah mufakat 2. Besarnya
dana bantuan untuk biaya kesehatan dan kegiatan sosial berdasarkan kesepakatan
warga berdasarkan hasil musyawarah mufakat sebesar RP. 1.000/KK/bulan KRITERIA
DESA SIAGA 1. Memiliki sarana pelayanan kesehatan dasar (bagi yang tidak
memiliki akses ke puskesmas/pustu, dapat dikembangkan pos kesehatan
desa/POSKESDES). 2. Memiliki berbagai UKBM sesuai dengan kebutuhan
masyarakat setempat (Posyandu, Paud, BKB,Pokmair, dan lain-lain). 3. Memiliki
system pengamatan (survelians) penyakit dan factor-faktor risiko yang berbasis
masyarakat. 4. Memiliki system kesiapsiagaan dan penanggulan kegawatdaruratan
dan bencana berbasis masyarakat. 5. Memiliki system membiayaan kesehatan
berbasis masyarakat. BAB IX ANGGARAN DESA SIAGA Pasal 18 Anggaran Program
Desa Siaga dapat Bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten. berasal
dari : Pemerintah Desa melalui APBDes sesuai dengan kemampuan keuangan
Desa. Iuran dari masyarakat, dengan sistem dan nominal berdasarkan hasil
musyawarah berjenjang mulai dari tingkat RW, Dusun, sampai ke tingkat Sponsor,
Perusahaan, Pengusaha, LSM, serta sumber dana yang sah.Desa. PERATURAN
KEPALA DESA GIRIASIH KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG PENGEMBANGAN DESA SIAGA 6. Memiliki
lingkungan yang sehat Implementasi Perbup No. 22 Tahun 2000 Kesepakatan Warga
Wonolagi Desa Giriasih : 1. Tidak merokok di dalam rumah bagi yang memiliki ibu
hamil atau anak anak 2. Tidak merokok di dalam masjid saat pengajian . Deklarasi
Stop BABs Desa Giriasih Pada tanggal 9 Juli 2012. 7. Masyarakat sadar gizi. Hasil
Pemetaan Kadarzi Keluarga sadar Gizi : 135 (91,22 %) Jumlah KK yang disasar :
148 Keluarga yang belum sadarKeluarga yang belum sadar gizi : 13 (8,78 %) gizi
sebagaian besar karena belum bisa melaksanakan pemberian asi ekslusif selama 6
bulan 8. Perilaku hidup bersih dan sehat. Prosentase Rumah Tangga Ber PHBS
Kecamatan Purwosari Tahun 2012 No 1 2 3 4 5 Desa Giripurwo Giricahyo Girijati
Giriasih Giritirto Strata I 0 0 0 0 0 Strata II 2.3 3.8 0 0 0 Strata III 66,0 76,2 83,5 82,0
81,4 Strata IV 31,7 20,0 16,5 18,0 18,3 Juara I Lomba Deversifikasi menu Tingkat
Kecamatan Tahun 2012 Juara II Lomba Posyandu Tingkat Kecamatan Tahun 2012
Juara II Lomba Green and Clean Tingkat Kabupaten Tahun 2010 Juara II Lomba
Kelompok Peduli HIV/AIDS oleh PKBI Tahun 2009 Juara I lomba DESA SIAGA tingkat
kabupaten tahun 2012 Ajang studi banding (Poltekes Banjarmasin, Dinkes Sumbar)
1. 2. 3. 4. Sebagian kader mempunyai tugas rangkap Belum semua kader mengikuti
pelatihan Sulitnya mencari kader baru Keterbatasan dana operasional desa siaga
Recommended

Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga

Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga

Perancangan Pompa Hidram Di Desa Banyusoca, Playen, Gunungkidul

Pompa hidram atau singkatan dari hidraulik ram berasal dari kata hidro = air(cairan), ram =
tekanan, hantaman atau pukulan. Jadi pompa hidram adalah sebuahpompa yang energi

DESA SIAGA

DISAJIKAN DALAM RAKORSTAF 2 FEBRUARI 2006 1 TARGET AKHIR & TARGET


TAHUNAN AKHIR TAHUN 2009 69.000 DESA DI INDONESIA TELAH MENJADI DESA
SIAGA TAHUN 2006 12.000 DESA YG

Desa Siaga

PENANGGULANGAN KEGAWATDARURATAN SEHARISEHARI-HARI DAN BENCANA


Kelompok IV Nining Mularsih, Nur Sakinah, Sumarni, Otih Kusmiati, Rospinalis, Siti Solehah
Latar Belakang

DESA SIAGA

DESA SIAGA Desa SIAGA adalah satu desa yang memiliki sistem kesiapan dan
kegawatdaruratan untuk untuk membantu sesama warga masyarakat Tujuan Desa Siaga o
Akselerasi Penurunan

Desa siaga

OLEH DIREKTUR JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN


KESEHATAN DISAJIKAN DALAM RAPAT KERJA KESEHATAN NASIONAL MEDAN, 7 8 MARET 2006 BH06 1 INDONESIA SEHAT PROVINSI

desa siaga

Dr. Suparyanto, M.Kes PEDOMAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA


Desa Siaga adalah Desa yang penduduknya memiliki kesiapanPENGERTIAN sumber daya dan
kemampuan serta

Desa Siaga

Asuhan Kebidanan Komunitas(BD 305) T=1 P=3,4 sks By : Pesta Corry Sihotang,
Dipl.Mw,SKM,M.Kes TIK & 1.Menjelaskan konsep,tiu Prinsip,Masalah Strategi pelayanan
kebidanan

Desa siaga

1. A.Desa Siaga 1.Pengertian Desa Siaga adalah Desa/Kelurahan yang penduduknya memiliki
kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah

Desa siaga

1. BH06 BAMBANGH 2. INDONESIA SEHAT PROVINSI SEHAT PROVINSI SEHAT KAB


SEHAT KOTA SEHAT DESA SEHAT BASIS BAGI INDONESIA SEHAT KAB SEHAT KOTA
SEHAT KAB SEHAT KAB SEHAT KEC

Desa siaga

1. KEBIJAKAN DEPKES DALAMKEBIJAKAN DEPKES DALAM PENGEMBANGAN


DESA SIAGAPENGEMBANGAN DESA SIAGA Disampaikan oleh :Disampaikan oleh : dr.
Hasridr. Hasri 2. Arah PembangunanArah

Desa Siaga

kebutuhan sangatDESA SIAGA SEHAT I. LATAR BELAKANG Sehat perlu


disyukurikarunia Tuhan Hak Asasi Manusia esensial & wajib Investasiupaya utk sehat

Desa Siaga

PENGEMBANGAN NAGARI SIAGA DI SUMATERA BARAT 1 VISI, MISI & NILAI2


DEPKES DLM RANGKA MENCAPAI VISI PEMBANGUNAN KESEHATAN BERPIHAK
KEPADA RAKYAT BERTINDAK CEPAT DAN TEPAT

sk kmpkks kec tawangsari dalam program pengembangan desa siaga

sk kmpkks kec twsari dalam programpengembangan desa siaga

sk pokjanal kec tawangsari dalam pengembangan desa siaga

sk pokjanal kec twsari dalam program pengembangan desa siaga

CONTOH PENGEMBANGAN INTRUMEN DALAM FASILTIASI PROGRAM DESA SIAGA

Peran sebagai fasilitator kesehatan akan lebih dipermudah apabila mereka bisa mendisain
berbagai instrumen fasilitasi sesuai dengan kebutuhan klien.

Data Bidan Desa Siaga

DATA BIDAN DESA SIAGA DI PUSKESMAS .. KABUPATEN


BANGLI STATUS NAMA BIDAN DESA SIAGA PNS PTT TEMPAT TINGGAL BIDAN
SIAGA TENAGA BIDAN DI DESA SIAGA/POSKESDES

Soal Uas Desa Siaga

JAWABLAH PERTANYAAN SECARA URUT BERDASARKAN DESKRIPSI KASUS YANG


TERSEDIA! Kasus Desa Sukowaras terletak di bantaran sungai Bengawan Solo, berada di
wilayah binaan Puskesmas

200609281012-Materi Desa Siaga & Poskesdes

dan KEPMENKES NO. 564/MENKES/SK/VIII/2006 Oleh Dr. Sri Astuti Suparmanto, MSc.Ph
Dirjen Bina Kesmas Departemen Kesehatan R.I DJ Binkesmas Depkes RI 1 VISI, MISI &
NILAI2

Panduan desa siaga

menjelaskan pengertian desa siaga, pembentukan desa siaga,kegiatan desa siaga dan peran serta
masyarakat dan lintas sektor dalam desa siaga

View more
Subscribe to our Newsletter for latest news.
About Terms DMCA Contact
STARTUP - Share & Download Unlimited
Fly UP