Anda di halaman 1dari 13

MANAJEMEN KEUANGAN

FINANCIAL PLANNING & FORCASTING FINANCIAL

Oleh:
MARIA MAGDALENA NI MADE MEILANY SUBADI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2016

I.

RENCANA KEUANGAN
A. Rencana Operasi
Rencana operasi menyediakan pedoman implementasi terperinci, yang didasarkan pada strategi
perusahaan, untuk membantu mencapai tujuan perusahaan. Rencana-rencana ini dapat
dikembangkan untuk rentang waktu apa pun. Rencana tersebut menjelaskan secara terperinci
siapa yang bertanggung jawab untuk setiap fungsi tertentu, kapan tugas tertentu harus
diselesaikan, target penjualan dan laba, dst.
B. Proses Perencanaan Keuangan
1. Memproyeksikan laporan keuangan dan menggunakannya untuk menganalisis dampak
dari rencana operasi terhadap proyeksi laba dan berbagai rasio keuangan.
2. Menentukan dana yang dibutuhkan untuk mendukung rencana lima tahun.
3. Prakiraan dana yang akan dihasilkan secara internal dan mengidentifikasi dana yang akan
diperoleh dari sumber eksternal, tunduk pada kendala karena kovenan pinjaman, seperti
pembatasan rasio utang, rasio lancar, dan rasio cakupan.
4. Membentuk manajemen sistem kompensasi berbasis kinerja yang memberikan
penghargaan pada karyawan untuk menciptakan kekayaan pemegang saham.
5. Memantau operasi setelah menerapkan rencana tersebut, mengidentifikasi penyebab dari
setiap penyimpangan, dan mengambil tindakan korektif.

II.

RAMALAN PENJUALAN
Ramalan penjualan biasanya dimulai dengan suatu tinjauan atas penjualan selama lima

atau sepuluh tahun yang lalu, yang dinyatakan dalam suatu grafik seperti pada gambar 8-1.
Bagian pertama grafik itu memperlihatkan penjualan historis selama lima tahun untuk
MicroDrive. Grafik tersebut sebenarnya dapat menampung data penjualan untuk 10 tahun, tetapi
Microdrive biasanya memusatkan perhatian pada angka penjualan untuk lima tahun terakhir
karena pengkajian perusahaan menunjukkan pertumbuhan masa depan lebih erat hubungannya
dengan masa lalu yang belum lama terjadi dari pada yang sudah terlalu lama.
Keseluruhan kegiatan hanya diarahkan untuk peramalan penjualan, maka kita hanya akan
menyinggung elemen dasarnya saja. Bagaimanapun, peramalan pertumbuhan penjualan masa
depan selalu dimulai dengan melihat pertumbuhan masa lalunya. Teknik untuk menaksir tingkat

pertumbuhan masa lalu yang sangat sederhana cukup kompleks. Sebagai contoh, rata-rata laju
pertumbuhan tahunan MicrodDrive baru-baru ini adalah 10,3 persen. Bagaimanapun, laju
pertumbuhan campuran dari 2002 sampai 2006 adalah solusi nilai untuk g (growth/
pertumbuhan) yang dinyatakan dalam persamaan :
S 2002 ( 1 + g)4 = S2006

$2,058 ( 1 + g)4 = $3,000

Peramalan keuangan umumnya diawali dengan meramalkan penjualan perusahaan dalam jumlah
unit dan dalam nilai.
III.

PERAMALAN LAPORAN KEUANGAN : METODE PERSENTASE PENJUALAN

Setelah penjualan diramalkan, kita harus meramalkan neraca dan laporan rugi/laba masa yang
akan dating. Tehnik yang biasanya adalah dengan metode persentase penjualan, yang mana
dimulai dengan ramalan penjualan, yang mengekspresikan rata-rata pertumbuhan tahunan dalam
pendapatan penjualan dalam bentuk dolar. Banyak hal-hal dalam laporan rugi/laba dan neraca
yang mengasumsikan peningkatan proporsional dengan penjualan. Untuk mengikuti bagian ini
kami akan menjelaskan metode persentase penjualan yang digunakan untuk meramalkan laporan
keuangan MicroDrive
a. Langkah 1: Menganalisis Ratio-ratio masa lalu
Asumsi metode persentase penjualan ini bahwa biaya-biaya pada tahun tertentu akan menjadi
dasar penetapkan persentase penjualan tahunan. Kemudian kita akan memulai analisis untuk
menghitung ratio-ratio biaya atas penjualan untuk beberapa tahun yang lalu. Kita
mengilustrasikan metode ini hanya menggunakan data dua tahun saja milik MicroDrive. Tetapi
untuk analisis yang seksama sebenarnya paling tidak diperlukan data histories selama lima tahun.
Tabel 9-1 : Rasio-ratio Historis : MicroDrive

2002

2003

Costs to Sales
Depreciation to net plant and equipt
Cash to sales
Account receivable to sales
Inventory to sales
Net plant and equip to sales
Account payble to sales
Accrual to sales

Actual
Actual
AvarageAverage
87.6%
10.3
0.5
11.1
14.6
30.5
1.1
4.6

87.2%
10.0
0.3
12.5
20.5
33.3
2.0
4.7

Historical

Industry

87.4%
10.2
0.4
11.8
17.5
31.9
1.5
4.6

87.1%
10.2
1.0
10.0
11.1
33.3
1.0
2.0

b. Langkah 2: Peramalan Laporan Laba/rugi


Pada bagian ini kami akan menjelaskan bagaimana membuat ramalan laporan laba/ rugi, dan
selanjutnya adalah membuat ramalan neraca.
Ramalan Penjualan. Tabel 8-2 menunjukkan laporan rugi laba yang diramalkan. Manajemen
meramalkan bahwa penjualan akan meningkat sebesar 10 persen. Demikian, ramalan penjualan,
yang ditunjukkan pada baris 1, kolom ke 3 , bahwa produk senilai $3.000 juta pada tahun
sebelumnya akan bertumbuh (1+g), atau $3,000 (1.1) = $3,300 juta.
Peramalan Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT) Tabel 8-1 menunjukkan ratio biaya atas
penjualan MicroDrives untuk tahun ini sebesar 87.2 persen ($2,616/$3,000 = 0.872).
Untuk rasio penyusutan bangunan dan peralatan, ditunjukkan pada table 8-1 sebesar 10 persen
($100/$1,000 = 0.1). dan pihak manajer MicroDrive yakin bahwa ini adalah estimasi yang tepat
untuk menentukan tingkat depresiasi berikutnya. Setelah ini kita akan tunjukkan dalam table 8-3,
pabrik dan peralatan bersih diramalkan sebesar $1,100 juta. Oleh karena itu, depresiasi
diramalkan sebesar 0.10 ($1,100) = &110 juta. Bagaimana membuat neraca pada bagian pabrik
dan peralatan bersih mempengaruhi beban depresiasi, yang mana akan ditunjukkan pada laporan
rugilaba.
Biaya oparsi total, ditunjukkan pada baris 4, yang mana hasil penjumlahan harga pokok
penjualan ditambah dengan depresiasi, dan EBIT ditemukan sewaktu pengurangan.
Peramalan Biaya Bunga. Bagaimana kita akan meramalkan beban bunga ? pada biaya bunga
bersih sesungguhnya, adalah hasil penjulahan antara beban bunga harian dikurangi dengan
pendapatan bunga harian, bila ada, dari investasi jangka pendek.
Tabel 9-2. MicroDrive Inc.: Laporan Aktual dan Pryeksi Laporan Rugi Laba
Actual 2003
(1)

Forecast Basis
(2)

1. Sales
2. Cost except depreciation
3. Depreciation expenses
4. Total operating cost
5. Ebit
6. Less interest
7. Earning before taxes (EBT)
8. Taxex (40%)
9. NI before preferred dividends
10. Preferred dividends
11. NI available to common

Forecast for 2004


(3)
$3,000
2,616.2
100.0
$2,716.2
$ 283.8
88.0
$ 195.8
78.3
$ 117.5
4.0
$ 113.5

110,0 % x 2003 Sales =


87,2 % x 2004 Sales =
10% x 2004 Net plant =

$3,300
2,877.6
110.0
$2,987.6
$ 312.4
(see text for explanation)
92.8
$ 219.6
87.8
$ 131.8
Dividend rate x 2003 preferred =
4.0
$ 127.8

12. Share of common equity


13. Dividends per sahre
14. Dividends to common
15. Addition to retained earnings

$
$
$

50.0
1.15
57.5
56.0

108% x 2003 DPS =


2004 DPS x Number of share =

$
$
$

50.0
1.25
62.5
65.3

c. Langkah 3 : Peramalan Neraca


Sebelum membahas lebih dalam tentang peramalan neraca, sebaiknya kita melihat gambaran
umumnya terlebih dulu. Pertama, Perusahaan harus menambah saetnya untuk meningkatkan
penjualan dalam meramalkan neraca. Kedua, jika asetnya ditmbah, maka perusahaan harus
memperoleh tambahan dana untuk pembelian asset baru. Ketiga, kebutuhan pendanaan ini dapat
berasal dari sumber internal, sebagian besar berasal dari investasi ulang pendapatan, atau dari
luar, dari hasil penjualan investasi jangka pendek, dari pinjaman baru, dari penerbitan saham
baru, atau dari peningkatan kewajiban lancar operasi, sebagian besar dari hutang dagang dan
akrual. Langkahnya sebagai berikut :
1) Keputusan penambahan aktiva baru diperlukan untuk mendorong penjualan yang
diramalkan
2) Keputusan pendanaan yang akan disediakan dari dalam perusahaan
3) Merencanakan peningkatan tambahan keuangan yang dibutuhkan, hal ini sepertinya
mudah, namun dalam prakteknya sangat sulit.
Peramalan Aset Operasi
Sebagai catatan awal, asset MicroDrive harus ditambah jika penjualan ingin ditingkatkan.
Perusahaan

menggunakan rasio dari kas atas penjualan kira-kira sebesar 0.33 persen.

($10/$3,000 = 0.003333) dan manajemen percaya rasio ini akan tetap konstan. Oleh karena itu,
diramalkan keseimbangan kas seperti ditunjukkan pada baris 1 pada table 8-3, adalah 0.003333
($3,300) = $11 million.
Pada rasio piutang dagang atas penjualan sebesar $375/$3,000 = 0.125 = 12.5%. Sekarang kita
asumsikan bahwa kebijakan pinjaman dan pola pembayaran konsumen akan setabil, dimana
peramalan untuk piutang dagang sebesar 0.125($3,300) = $412.5 million, seperti terlihat pada
baris ketiga
Sedang rasio untuk persediaan atas penjualan sebesar $615/$3,000 = 0.205 = 20.5 persen.
Diasumsikan kebijakan persediaan MicroDrive tidak berubah, maka diramalkan persediaan
sebesar 0.205($3,300) = $676.5 juta, seperti terlihat pada baris ke 4.

Untuk rasio pabrik dan peralatan bersih atas penjualan sebesar $1,000/$3,300 = 0.3333 = 33.33
persent. Pabrik dan peralatan bersih MicroDrive bertumbuh dengan wajar pada masa lalu, dan
sekarang manager mengharapkan tetap bertumbuh secara wajar pada masa yang akan datang.
Karena itu, mereka meramalkan bahwa mereka akan memerlukan tambahan pabrik dan peralatan
bersih sebesar 0.3333($3,300) = $1,100 juta.
Sekarang, kita akan membuat asumsi sementara bahwa investasi jangka pendek akan tetap pada
tingkat yang sama. Kita akan kembali pada point setelah kita meramalkan bagian neraca yang
lainnya.
Peramalan Kewajiban Lancar Operasi
Sebagai catatan awal, kewajiban lancar operasi disebut dengan dana yang dihasilkan secara
spontan (spontaneously generated funds) sebab ini otomatis akana bertumbuh, pada saat
penjualan meningkat. MicroDrive membandingkan rasio hutang dagang atas penjualan sebesar
$60/$3,000 = 0.02 = 2 persent. Diasumsikan kebijakan hutang tidak berubah, dan diramalkan
tingkat hutang dagangnya adalah 0.02($3,300) = $66 juta, seperti ditunjukkan pada baris ke 8.
Pada ratio akrual atas penjualan sebesar $140/$3,000 = 0.0467 = 4.67 persen. Tidak diharapkan
ada alasan merubah rasio ini, sehingga diramalkan tingkat akrual menjadi 0.0467($3,300) = $154
juta.
Materi Peramalan yang Ditentukan oleh Keputusan Kebijakan Keuangan
Dalam perencanaan keuangan pertama, MicroDrive menjaga tingkat hutang jangka panjang
pada tahun 2003 seperti terlihat pada baris 12. Kebijakan perusahaan untuk tidak menambah
jumlah saham beredarnya seperti saham preferensi atau saham biasa terkecuali pada keadaan luar
biasa. Oleh karena itu peramalan untuk saham preferensi dan saham biasa, seperti terlihat pada
baris 14 dan 15, pada tahun 2003 pada tingkat yang sama. MicroDrive merencanakan untuk
menambah dividen per lembarnya sebesar 8 persen per tahunnya. Ditunjukkan pada baris 15
pada table 9-2, kebijakan ini, ketika dikombinasikan dengan peramalan tingkat laba bersih,
menghasilkan $65.3 juta menambah laba ditahan. Pada neraca, tingkat ramalan laba ditahan
sama seperti laba ditahan pada tahun 2003 ditambah dengan ramalan penambahan laba ditahan
yaitu $766.0 + $65.3 =$831.3 juta.

Tabel 9-3. MicroDrive Inc.: Laporan Aktual dan Pryeksi Neraca


Actual 2003
(1)

Forecast Basis
(2)

Forecast for 2004


(3)

Assets
1. Sales (Penjualan)
$ 10.0
0.33 % x 2004 Sales
= $ 11.0
2. Short-term Invesment (Inv jk pdk)
0.0 Previous plus plug if needed =
0.0
3. Account Receivable (Hut.dag)
375.0
12.5% x 2004 Net sales
=
412.5
4. Inventories (Persediaan)
$ 615.0
20.5 % x 2004 Sales
=
676.5
5. Total Current Assets (Tot. aktiva Lancar)
$1,000.0
$1,100.0
6. Net plan & Equipment (Gdg & perlatan)
1,000.0
33.33% x 2004 Sales
=
1,100.0
7. Total Assets (Total asset)
$2,000.0
$2,200.0
Liabilitiies & Equity
8. Account payable (Piut. Dag)
$
60.0
2.00% x 2004 Sales
= $ 66.0
9. Accrual (Akrual)
$ 140.0
4.67% x 2004 Sales
=
154.0
10. Notes payable (Wesel bayar)
110.0 Previous plus plug needed =
224.7
11. Total current liabilities (Tot kwjb lcr)
$ 310.0
$ 127.8
12. Long-term bonds (Obl jk pjg)
754.0
Same : no new issue
754.0
13. Total Liabilities (Total kewajiban)
$ 1.064.0
Same : no new issue
130.0
14. Preferred stock (Shm pref)
40.0 2003 RE + 2004 Additions to RE =
831.3
15. Common stock (Shm biasa)
130.0
961.3
16. Retained earning (Laba ditahan)
766.0
$2,200.0
17. Total common equity (Tot. shm biasa)
896.0
$2,200.0
18. Total liabilities & equity (T. kwj & ekts) $2,000.0
2,085.3
19. Required asstes
$ 114.7
20. Specified source of financing (Sumb dn keu)
114.7
21. Additional Funds Needed (AFN)
0.0
22. Required additional notes payable
23. Additional short-term investmenmt (Penamb Inv. Jk. Pdk)

d. Langkah 4 : Mendapatkan Tambahan Dana yang Dibutuhkan


Berdasarkan peramalan neraca, MicroDrive membutuhkan tambahan dana $2,200 juta untuk
aktiva operasi yang digunakan untuk mendukung peramalan penjualan sebesar $3,300 juta.
Kita mendifinisikan penambahan asset adalah penjumlahan dari peramalan asset operasi
ditambah dengan sebelum penambahan investasi jangka pendek. Sejak MicroDrive tidak
menambah investasi jangka pendeknya tahun 2003, kebutuhan asset hanya $2,200 juta, seperti
terlihat pada baris 19 dari table 9-3.
Kita mendifinisikan sumber dana keuangan yang ditetapkan adalah penjumlahan dari tingkat
peramalan kewajiban lancar operasi, hutang jangka panjang, saham preferensi, dan saham biaa,
ditambah dengan pemindahan wesel bayar dari tahun sebelumnya
Account payable
Accrual
Notes payable (carry over)
Long-term Bonds
Preferred Stock

66.0
154.0
110.0
754.0
40.0

Common Stock
Retained earning
Total

130.0
831.3
$2,085.3

Berdasarkan penambahan asset dan penetapan sumber pendanaan, MicroDrives AFN adalah
$2,200 - $2,085.3 = $114.7 juta, seperti terlihat pada baris 19,20 dan 21. di Tabel 9-3.
Sebab jika AFN positif, MicroDrive membutuhkan $114.7 juta penambahan dana, dimana
kebijakan pendanaannya diperoleh dari pendapatan wesel bayar. Oleh karena itu kita
membutuhkan tambahan $114.7 juta dari wesel bayar (baris 10 di table 9-3), menghasilkan total
peramalan sebesar $110 + $114.7 = $247.7 juta. Karena kita menambahkan wesel bayar, kita
tidak akan menambahkan investasi jangka pendek, dengan demikian ini melengkapi peramalan
awal. Sekarang waktunya untuk menganalisis perencanaan dan mempertimbangkan potensi
perubahannya.
Analisis dari Peramalan
Pada tabel 9-4 ditunjukkan rasio-rasio MicroDrive yang terbaru, rasio yang diproyeksikan, dan
rata-rata rasio industri yang paling akhir. Kondisi keuangan perusahaan yang ditutup tahun 2003
sangat lemah, dengan banyak rasio-rasio berada dibawah rata-rata industri. Sebagai contoh, rasio
lancar MicroDrive, berdasar pada Column 1 Table 9-4, hanya 3,2 berbanding 4,2 dengan ratarata pesaing.
Berikut ini adalah garis besar tentang peramalan yang direvisi :
1. Dengan menurunkan biaya operasi akan memperbaiki NOPET tahun 2004, atau laba
bersih operasi setelah pajak, sebesar $23,8 juta. Yang lebih

mengesankan lagi, adanya

perbaikan-perbaikan dalam kebijakan yang dapat diterima dan di dalam manajemen


persediaan mengurangi piutang dan persediaan sebesar $148,5 juta. Hasil netto dari
peningkatan NOPAT dan penurunan aktiva lancar operasi akan meningkatan arus kas
bebas untuk tahun 2004, dari perkiraan sebelumnya $7,5 juta ke $179,7 juta.
2. Margin laba yang diperbaiki mencapai 46 persen. Bagaimanapun, margin laba
perusahaan masih dibawah rata-rata industri karena akibat dari tingginya rasio utang
dibanding dengan rata-rata tingginya pembayaran bunga.
3. Peningkatan dalam margin laba menimbulkan peningkatan dalam laba ditahan yang
diproyeksikan. Lebih penting lagi, dengan mengencangkan pengendalian persediaan dan
mengurangi hutang penjualan harian, MicroDrive memproyeksikan suatu pengurangan
dalam persediaan dan piutang. Secara bersama-sama, tindakan-tindakan ini menyebabkan

menurunnya AFN sebesar $57,5 juta, yang berarti bahwa MicroDrive akan benar-benar
menghasilkan $57,5 juta lagi dari hasil operasi internalnya dan dibandingkan dengan
perencanaan pembiayaannya untuk kebutuhan aktiva-aktiva baru. Berdasarkan kebijakan
keuangan lancarnya, MicroDrive ingin menambah $110 juta pada wesel bayar (jumlah
yang dipindahkan dari tahun sebelumnya) dan $57,5 juta pada investasi jangka pendek.
Hasilnya adalah pengurangan yang signifikan atas rasio utang MicroDrive, meski hal itu
masih di atas rata-rata industri.
4. Tindakan-tindakan ini juga akan meningkatkan return on asset (pengembalian atas aktiva)
dari 5,8 sampai 7,2 persen, dan akan meningkatkan Return on Equity (pengembalian atas
ekuitas-nya) dari 12,5 sampai 15,4 persen, yang bahkan lebih tinggi dibanding rata-rata
industri.
IV.

RUMUS AFN

Sebagian besar perusahaan meramalkan kebutuhan modal mereka dengan menyusun laporan rugi
laba dan neraca pro forma seperti yang diuraikan diats. Tetapi jika rasio-rasio diperkirakan tetap
konstan, formula berikut ini terkadang juga digunakan untuk meramalkan kebutuhan keuangan.
Di sini kita menerapkan rumusan ini pada kasus MicroDrive berdasar data tahun 2003, bukan
data yang direvisi, seperti ketika data yang direvisi tidak mengasumsikan perbandingan tetap.
Additional Fund
Needed

Requires Increase
Spontaneous
in Assets
- Increase in Liabilities
(AFN) = (A*/S0) S
- (L*/ S0) S =

Increase in
Retained
Earnings
MS1 (RR)

Keterangan :
AFN
A

= Dana tambahan yang diperlukan


= Aktiva yang terkait secara langsung pada penjualan, sehingga harus naik jika
penjualan dinaikkan. Perhatikan bahwa A adalah total aktiva dan A* adalah total
aktiva yang harus dinaikan jika penjualan dinaikkan. Apabila perusahaan beroperasi
pada kapasitas penuh, seperti dalam kasus ini, A* = A. Namun A* tidak sama dengan
A, dan persamaan itu harus dimodifikasi atau harus digunakan metode proyeksi
laporan keuangan

S0

Penjualan selama tahun lalu

A*/ S0 : Persentase kanaikan aktiva yang diperlukan terhadap kenaikan penjualan yang
juga memperlihatkan jumlah kenaikan yang diperlukan dalam aktiva untuk setiap

kenaikan yang diperlukan dalam aktiva untuk setiap kenaikan $1 dalam penjualan.
A*/ S0 = $2,000/ $3,000 = 0.6667 untuk MicroDrive. Jadi untuk setiap kenaikan $1
pada penjualan aktiva harus bertambah sekitar 67 sen dolar.
L*

kewajiban yang naik secara spontan. L* biasanya lebih kecil daripada total
kewajiban (L)

L*/ S0 :

kewajiban yang naik secara spontan sebagai persentase dari penjualan. Atau dana
pembiayaan yang dihasilkan secara spontan untuk setiap kenaikan $1 dalam
penjualan.

L*/ S0 :

($60 + $140) / $ 3,000 = 0.0667 untuk MicroDrive. Jadi untuk setiap $1 kenaikan
penjualan menghasilkan pembiayaan spontan sekitar 7 sen dolar.

S1

Total penjualan yang diproyeksikan untuk tahun berikutnya. Perhatikan bahwa S0


adalah penjualan tahun lalu, dan S1 = $3,300 juta untuk MicroDrive

Perubahan penjualan = S1 - S0 = $3,300 juta - $3,000 juta = $300 juta untuk


MicroDrive.

Marjin Laba atau besarnya laba untuk setiap $1 penjualan. M= $114 / $3,000 =
0.0380 untuk MicroDrive. Jadi MicroDrive menghasilkan 3.8 sen dari setiap dolar
penjualan.

RR

Rasio penahanan, yang adalah persentase dari laba bersih yang disimpan. Untuk
MicroDrive, RR = $56 / $114 = 0.491. RR juga sepadan dengan 1 -rasio
pelepasan, karena rasio penahanan dan rasio pelepasan itu harus berjumlah
keseluruhan 1,0 =100%.

Dengan memasukkan nilai-nilai dari MicroDrive ke dalam persamaan 9-1, kita akan memperoleh
dana tambahan yang diperlukan sebesar $118 juta :

AFN =

Required Assets
Increase
(Kenaikan aktiva
yg diperlukan)

Spontaneous Liabilities
Increase
(Kenaikan Kewajiban
secara spontan)

Increase in Retained
Earnings
(Kenaikan Laba
ditahan )

= 0,667 ( S) 0,067 (S) 0,038 (S1) (0,491)


= 0,667 ( $ 300 juta) 0,067 ( $300 juta) 0,038 ($3,300 juta) (0,491)
= $200 juta - $20 juta - $62 juta
= $118 juta
Untuk menaikan penjualan sebesar $300 juta, rumus ini menyatakan bahwa MicroDrive harus
menambah aktivanya sebesar $200 juta. Aktiva baru senilai $200 juta itu harus dibiayai dengan

suatu cara. Dari keseluruhan jumlah tersebut, $20 juta akan berasal dari kenaikan kewajiban
secara spontan, sedangkan $62 juta akan diperoleh dari laba ditahan. Sisanya sebesar $118 juta
harus diusahakan dari sumber-sumber eksternal. Nilai ini hanya suatu taksiran, tetapi hanya
sedikit perbedaannya dengan angka AFN ($112 juta) yang kita kembangkan dalam table 8-3.
Meramalkan kebutuhan Keuangan Apabila Rasio-rasio Neraca Berubah
Rumus AFN dan proyeksi laporan keuangan yang kita gunakan mengasumsikan rasiorasio aktiva dan kewajiban terhadap penjualan (A* / S 0 dan L* / S0 ) tetap konstan sepanjang
waktu. Dengan demikian diperlukan asumsi bahwa setiap pos aktiva dan kewajiban akan naik
spontan sesuai dengan tingkat kenaikan penjualan. Dalam bentuk grafik, hal ini menyiratkan
jenis hubungan seperti terlihat pada Panel a gambar 8-2, yaitu hubungan yang (1) Bersifat linier,
dan (2) Melewati titik asal.
Dalam keadaan seperti ini jika penjualan perusahaan naik sebesar $200 juta menjadi $400
juta, atau 100 %, persediaan juga akan naik 100%, yaitu dari $100 juta menjadi $200 juta.
Asumsi mengenai rasio yang konstan dan pertumbuhan yang sama kadang-kadang tepat, tetapi
ada saat-saat dimana asumsi ini kurang begitu tepat. Tiga keadaan tersebut diuraikan sebagai
berikut :
Skala Ekonomi
Hubungan yang digunakan utuk menjelasakan skala ekonomis adalah hubungan linier, tetapi
hubungan nonlinier seringkali terjadi. Jika perusahaan menggunakan suatu metode yang terkenal
untuk menentukan tingkat persediaan ( model EOQ = Kuantitas pesanan yang ekonomis)
kenaikan persediaan akan sebesar akar pangkat dua dari penjualan. Keadaan ini digambarkan
pada panel c gambar 9-2, yang menunjukkan garis lengkung dengan kemiringan yang makin
melandai pada tingkat penjualan yang lebih tinggi. Dalam keadaan ini, kenaikan penjualan yang
sangat besar memerlukan pertambahan persediaan yang sangat sedikit.
Aktiva Bernilai Satuan Besar
Dalam banyak industri, pertimbangan tehnologi memaksa perusahaan yang bersaing untuk
menambah aktiva dalam jumlah satuan yang besar, aktiva tersebut dikenal dengan lumpy
assets (aktiva dengan nilai satuan yang besar).

Lumpy assets berpengaruh besar pada rasio aktiva tetap / penjualan pada berbagai tingkat
penjualan, yang berarti juga pada kebutuhan keuangan.
Penyesuaian Kelebihan Kapasistas
Perhatika kembali contoh MicroDrive yang disajikan pada table 9-2 dan 9-3, namun dengan
mengasumsikan aktiva tetap dalam tahun 2003 hanya dimanfaatkan sebesar 96 persen dari
kapasitasnya. Seandainya aktiva tetap digunakan pada kapasitas penuh, penjualan tahun 2003
seharusnya sebesar $3,125 juta , ketimbang $3,000 dalam penjualan yang sebenarnya.
Actual Sales
Full Capacit Sales =

(Penjualan actual)

Percentage of Capacity
at wich fixed assets
were operated
(Persentase penggunaan kapasitas
dimana aktiva tetap beroperasi)
$3,000 juta
=

= $ 3,125 juta
0,96

Hal ini menyatakan bahwa rasio aktiva tetap terhadap penjualan seharusnya 32 persen dan
bukannya 33,3 persen
Actual Fixed Assets
(Aktiva Tetap Aktual)
Target Fixed Assets/ Sales
(Rasio Target
Aktiva Tetap /Penjualan)

=
Full Capacity Sales
(Penjualan pada kapasitas penuh)

$1,000
=

= 0,32 = 32%
$3,125

Karena itu, jika pejualan dinaikkan menjadi $3,300 juta, aktiva tetap harus naik menjadi $1,056 juta

Required Level Of Fixed Assets

Target Fixed Assets / Sales

Sales
(Tingkat Aktiva Tetap
yang Dibutuhkan)

(Rasio target Aktiva


Tetap / Penjualan)

(Proyeksi Penjualan)

Projected

= 0,32 ( $3,300) = $1,056 Juta

Sumber:
Brigham, Eugene F., and Phillip R. Daves. 2007. Intermediate Financial Management. Ninth
Edition. South Western. United States
http://pradipha.blogspot.co.id/2014/04/perencanaan-dan-peramalan-keuangan.html. diakses pada
tanggal 30 September 2016.