Anda di halaman 1dari 10

PERILAKU ORGANISASI

KELOPOK 7
BAB 8
EMOSI DAN SUASANA HATI

DISUSUN OLEH :

ANINDHYTA SEKAR WANGI


RAHMANURUL AMINA
NONG UMI SALAMAH
NUR AZIZAH DWI SAFITRI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2016/2017

1511011020
1511011022
1511011024
1511011026

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan berkat, rahmat serta karunia-nya, sehingga kami sebagai penulis
dapat menyelesaikan makalah mengenai bab 8 yaitu emosi dan suasana hati.
Dalam makalah ini akan membahas mengenai bagi yang membaca dapat
memperdalam ilmu dan semoga makalah ini dapat membantu proses
pembelajaran, kami juga bertekad untuk ikut perpartisipasi dalam meningkatkan
pembelajaran sehari hari agar dapat mencapai hasil yang optimal. Sebagaimana
yang diharapkan sehingga pada akhirnya dapat membentuk generasi yang
berprestasi,inovasi ,dan kreatif dalam memahami emosi dan suasana hati dalam
lingkungan kerja.
Akhir kata, kami sebagai penulis mengucapkan terimakasih.

Bandar Lampung, 16 November 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................... ii
Bab I. Pendahuluan ............................................................................................
1.1 Latar Belakang ................................................................................................
1.2 Tujuan ...........................................................................................................
Bab II Pembahasan ..............................................................................................
Bab III Penutup..................................................................................................

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Maraknya konflik yang terjadi antar individu atau organisasi bisa
disebabkan oleh emosi atau suasana hati para individu didalam suatu
organisasi. Hal ini dapat ditanggulangi dengan emotional intelligence yang
dapat membantu dalam mengetahui emosi diri sendiri dan orang lain.
2. TUJUAN
1. Membantu mengetahui pentingnya peranan emosi dan suasana hati
dalam perilaku organisasi
2. Memahami emotional intelligence penting dalam prilaku organisasi

BAB II
PEMBAHASAN

Apakah Emosi dan Suasana Hati itu?


Afek
Beragam perasaan yang dialami orang.
Emosi
Perasaan intens yang ditunjukan kepada seseorang atau sesuatu
Suasana hati
Perasaan yang cenderung kurang intens dibandingkan emosi yang sering
kali tanpa rangsangan kontekstual.
Kumpulan Dasar Emosi
Mencakup rasa marah, jijik, antusias, iri, takut, frustasi, kecewa, malu,
bahagia, benci, berharap, cemburu, gembira, cinta, bangga, terkejut, dan
sedih.
Beberapa Aspek Emosi
Aspek-aspek meliputi:
Biologi emosi
Intensitas
Frekuensi dan durasi
Apakah emosi membuat kita irasional?
Apakah fungsi emosi itu?
Suasana Hati sebagai Afek Positif dan Negatif
Afek positif
Dimensi suasana hati yg terdiri atas emosi-emosi positif spesifik.
Afek negative
Dimensi suasana hati yang terdiri atas kegugupan, stress, dan
kegelisahan pada ujung tinggi, serta relaksasi, dsb.
Penyeimbang positivitas
Kecenderungan dari sebagian besar individu untuk mengalami suasana
hati sedikit positif pada masukan nol (ketika tidak ada seuatu secara
khusus yg terjadi).
Sumber-sumber Emosi dan Suasana Hati
Kepribadiaan
Suasana hati dan emosi memiliki sebuah komponen cirikecenderungan tetap untuk mengalami suasana hati dan emosi tertentu

lebih sering dibandingkan orang lain. Orang-orang seperti itu memiliki


intensitas afek yang tinggi, atau perbedaan individual dalam hal
seberapa kuat individu mengalami emosi mereka.
Hari Dalam Seminggu dan Waku Dalam Sehari
Orang-orang cenderung memiliki suasana hati terburuk pada awal
minggu, dan suasana hati terbaik pada akhir minggu karena
memanfaatkan waktu itu untuk bersantai dan bersenang-senang.
Mayoritas kita memiliki suasana hati buruk diawal pagi. Seiring hari
berlanjut, suasana hati cenderung meningkat dan kemudian menurun
pada malam hari.
Stress
Tingkat stress dan ketegangan yg menumpuk ditempat kerja dapat
memperburuk suasana hati karyawan, sehingga menyebabkan mereka
mengalami tingkat ketegangan yang semakin lama seiring berjalannya
waktu semakin meningkat.
Aktivitas Sosial
Aktivitas sosial yang bersifat fisik, informal, atau epicurean lebih
diasosiasikan secara kuat dengan peningkatan suasana hati yang positif
dibandingkan kejadian-kejadian formal atau yang bersifat duduk terusmenerus.
Tidur
Kurang tidur pada malam sebelumnya memperburuk kepuasan kerja
seseorang pada hari berikutnya, karena orang akan merasa lelah, cepat
marah, dan kurang waspada.
Usia
Emosi negative sering berkurang seiring bertambahnya usia.
Cuaca
Bukti menunjukkan bahwa cuaca memiliki sedikit pengaruh terhadap
suasana hati. Korelasi ilusif menjelaskan mengapa orang-orang
cenderung berfikir bahwa cuaca yang menyenangkan meningkatkan
suasana hati mereka. Ini terjadi ketika orang mengasosiasikan dua
kejadian yang pada kenyataannya tidak memiliki sebuah korelasi.
Olahraga
Olahraga berpengaruh secara konsisten terhadap suasana hati tetapi
tidak terlalu kuat. Jadi, olahraga dapat membantu berada dalam
suasana hati yang baik untuk orang-orang yang mengalami depresi.
Gender
Wanita lebih menggunakan perasaan mereka dibandingkan pria,
mereka bereaksi lebih secara emosional dan mampu membaca emosi
oranglain dengan baik. Hal ini dikarenakan pria dan wanita
diasosiasikan secara berbeda, pria diajarkan menjadi kuat dan berani.
Sedangkan wanita, disosialisasikan untuk mengasuh.

Batasan-batasan Eksternal pada Emosi


3

Pengaruh-pengaruh organisasional
Ekspresi-ekspresi dari emosi yang intens, apakah negative atau positif,
cenderung tidak dapat diterima.
Pengaruh-pengaruh kultural
Secara umum, orang-orang diseluruh dunia, menginterpretasikan
emosi negative dan positif dengan cara yang sama. Tetapi, beberapa
kultur menganggap lebih tinggi emosi tertentu daripada lainnya.

Kerja Emosional
Situasi dimana seorang karyawan mengekspresikan emosi-emosi yg
diinginkan secara organisasional selama transaksi antarpersonal ditempat kerja.
Emosi yang Dirasakan versus Emosi yang Ditampilkan
Apakah Pekerjaan-pekerjaan yang Menurut Secara Emosional Dibayar
Lebih Tinggi?

Teori Peristiwa Afeksi


Sebuah model yang menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa ditempat kerja
menyebabkan reaksi-reaksi emosional di bagian karyawan, yang kemudian
memengaruhi sikap dan perilaku ditempat kerja.

Kecerdasan Emosional
Orang-orang yang mengenal emosi mereka dan mampu membaca emosi
orang lain dapat menjadi lebih efektifdalam pekerjaan merek.
EI (Emotional Intelligence) terdiri atas lima dimensi :
1. Kesadaran diri
2. Manajemen diri
3. Motivasi diri
4. Empati
5. Keterampilan sosial
Kasus Mendukung EI
Daya tarik intuitif , baik untuk memiliki kecerdasan jalanan dan
kecerdasan social.
EI meramalkan kriteria yang penting, EI tingkat tinggi
memengaruhi kinerja seseorang menjadi lebih baik dalam

pekerjaannya.
EI berbasis biologis, orang-orang dengan kerusakan pada bagian
otak yang mengatur pemrosesan emosional mempunyai nilai yg
lebih rendah dalam EI.

Kasus Menentang EI
EI adalah sebuah konsep yang sama
EI tidak dapat diukur
Validitas EI masih dipertanyakan
Aplikasi PO terhadap Emosi dan Suasana Hati
Seleksi
Semakin banyak pemberi kerja mulai menggunakan ukuran-ukuran EI
untuk mempekerjakan orang.
Pengambilan keputusan
Orang-orang tertekan membuat keputusan yg lebih buruk dibandingkan
orang-orang yg bahagia. Karena, orang tertekan lebih lambat dalam
memproses informasi dan cenderung menimbang semua kemungkinan
pilihan.
Kreativitas
Ketika orang dalam suasana hati yang positif lebih dapat terbuka terhadap
ide-ide dan menjadi kreatif.
Motivasi
Memberi umpan balik kepada orang baik nyata atau palsu mengenai
kinerja mereka dapat memengaruhi suasana hati kemudian memengaruhi
motivasi mereka.
Kepemimpinan
Para pemimpin yg efektif menggunakan daya tarik emosional untuk
membantu menyampaikan pesan-pesan mereka.
Konflik antarpersonal
Manajer yg mengabaikan elemen-elemen emosional dalam konflik hanya
berfokus pada hal baik.
Negosiasi
Sebuah proses emosional. Dalam negosiasi, emosi dapat merugikan
kinerja seseorang negosiator kecuali jika ia menunjukkan wajah palsu.
Pelayanan pelanggan

Penularan emosional yaitu proses dimana emosi seseorang berpengaruh


terhadap emosi orang lain.
Sikap kerja
Orang-orang yg mengalami hari yg penuh tekanan ditempat kerja
cenderung kesulitan rileks setelah mereka pulang kerumah.
Perilaku menyimpang di tempat kerja
Misalnya, iri hati adalah sebuah emosi yg terjadi ketika anda membenci
seseorang.

Bagaimana Peran Manajer Mempengaruhi Suasana Hati


Dengan memutarkan sebuah klip video yg lucu, memberi makan
sekantung kecil permen, atau menyuruh mereka mencicipi minuman yg enak.
Memilih anggota tim yang positif juga dapat berefek menular seiring suasana hati
yg positif.

DAFTAR PUSTAKA
Stephen.P.Robbins, Perilaku Organisasi, Edisi Bahasa Indonesia, Pearson
Educations. Inc, 2009.