Anda di halaman 1dari 15

TENTANG KLAS BURUH

Klas-klas Sosial di Masyarakat


Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai klas dan golongan. Kita
dapat melihat golongan masyarakat dari mulai ras, agama, suku dan lainlain. Pembagian masyarakat yang tidak melihat ras, suku, agama bisa kita
lihat berdasarkan hubungan produksi masyarakat tersebut. Dalam proses
produksi, masyarakat terbagi ke dalam pemilik modal dan pekerja yang
mendasarkan hidupnya pada tenaga yang ia jual kepada pemilik modal. Itu
yang kita sebut masyarakat berdasarkan klas-klas.
Klas atas adalah klas pemilik modal, yang berarti pemilik alat produksi, di
sebut juga klas borjuis. Kebalikannya, buruh-buruh yang bekerja adalah klas
bawah. Klas buruh hanya memiliki tenaga untuk dijual kepada klas pemilik
modal. Di antara dua klas tadi terdapat klas tengah.
Pengertian klas tengah adalah buruh yang bekerja tetapi menempati
posisi tengah dalam perusahaan, seperti para manajer, yang mewajibkan
mereka untuk memperjuangkan kepentingan klas borjuis. Ia tidak dapat di
sebut klas buruh karena kepentingannya lebih mendekati dan sangat
bergantung kepada klas borjuis. Sehingga, seringkali klas buruh menghadapi
klas tengah ketika ia memperjuangkan kepentingannya.
Klas borjuis terbagi dalam klas borjuis nasional dan klas borjuis yang
menggantungkan hidup sepenuhnya kepada pemodal asing. Mereka tidak
punya kepentingan kecuali menjaga dan menyelamatkan modal tuannya.
Pemilik modal selalu ingin mengakumulasi dan menambah banyak pundipundi uangnya. Untuk itu, pemilik modal tidak segan untuk melakukan
berbagai cara agar modalnya terjaga, bahkan semakin meningkat tiap waktu.
Lain halnya dengan buruh, tidak memiliki akses terhadap alat produksi
bukan berarti buruh tidak memiliki kepentingan terhadap produksi. Dengan
tenaganya, buruh dapat menghasilkan barang yang dijual. Dengan
keringatnya, buruh menghasilkan keuntungan berlipat dari biaya produksi.
Dalam pertentangan klas tersebut, masing klas bertempur dalam arena
perusahaan tempat bekerja dan dalam arena politik negara. Dalam
perusahaan, pertentangan akan lebih jelas dan perjuangan kepentingan lebih
jelas pula. Apa sebenarnya yang dipertentangkan? Watak modal yang
mengeksploitasi berlawanan dengan watak buruh yang ingin mencapai
kesejahteraan dengan bekerja.
Pemodal menggunakan tenaga kerja buruh dengan upah yang rendah,
selain hak-hak lain yang sangat tidak manusiawi. Hasil kerja buruh
seluruhnya dinikmati oleh pengusaha. Kerja buruh dibayar bukan
berdasarkan produksi tetapi berdasarkan keinginan dari pengusaha.
Pencurian nilai lebih yang dihasilkan buruh adalah keuntungan perusahaan.
Kenapa disebut pencurian?
Buruh bekerja untuk mendapatkan kesejahteraan agar hidupnya
terjamin. Yang terjadi, buruh dipaksa bekerja tanpa ada hak untuk hidup
layak. Ia hanya dijadikan alat untuk melayani kepentingan pengusaha. Dan
karena itu, pertentangan terjadi.

Dalam arena politik, kekuatan klas borjuis sangat dominan. Negara akan
bergantung kepada klas borjuis karena keterikatan terhadap uang yang
ditanamkan.
Dengan uang tersebut klas borjuis dapat mengeluarkan aturan dan
kebijakan yang menguntungkannya. Karena itu, perjuangan klas buruh tidak
hanya perjuangan melawan pengusaha di perusahaan tetapi juga bagaimana
mengimbangi kekuatan yang ada di negara.
Dalam konteks Indonesia, negara adalah aktor rasional yang memiliki
kapentingannya sendiri. Terkadang mereka berbenturan dengan borjuis
internasional, tetapi itu bukan dalam kerangka kepentingan klas buruh,
melainkan dalam memperjuangkan kepentingannya sendiri. Aktor rasional
negara adalah birokrasi dan militer yang juga menjadi borjuis atau borjuis
yang menjadi birokrat. Karena itu, tidak aneh apabila gerakan buruh selalu
diberangus oleh negara.
Kepentingan Klas Buruh
Klas buruh-lah yang menempati tempat terbanyak dalam struktur
masyarakat di Indonesia. Akan tetapi, sebagai klas mayoritas, klas buruh
tidak memiliki akses terhadap ekonomi. Karena itu, klas buruh tidak memiliki
akses terhadap kebijakan ekonomi dan politik.
Klas yang berbeda tentu memiliki kepentingan yang berbeda. Klas buruh
memiliki kepentingan untuk merebut hak yang dicuri oleh klas borjuis dan,
tentu, terjaminnya kesejahteraan ekonomi klas buruh. Lebih jauh lagi,
kepentingan klas buruh adalah menguasai sepenuhnya aset produksi agar
terjadi keadilan dalam pendapatan. Tentu hal terakhir dapat dicapai dengan
melalui berbagai prasyarat yang harus dijalankan.
Kepentingan klas buruh terdiri dari:
Perjuangan Ekonomi
Perjuangan ekonomi klas buruh adalah merubah cara produksi yang
sekarang ini berlaku dalam masyarakat kapitalis. Proses produksi yang
mengutamakan kepemilikan individu terbukti telah menghancurkan klas
buruh menjadi budak-budak ekonomi. Merubah cara produksi dari sistem
yang mengutamakan modal dan idividual ke arah sistem kepemilikan alat
produksi secara bersama-sama.
Hal ini banyak mendapat pertentangan. Tidak hanya dari klas borjuis
yang tentu akan kehilangan kekuasannya, tetapi juga dari kelompok
reaksioner lain yang memandang bahwa hal ini merupakan sebuah
kemustahilan. Tetapi kita harus memahami bahwa kontradiksi pokok kita
adalah bagaimana merubah corak produksi kapitalistik menjadi sistem
kepemilikan bersama.
Kebebasan Berorganisasi
Untuk berjuang maka buruh harus memiliki organisasi. Kebebasan
organisasi harus dipandang sebagai salah satu jalan untuk membangun
kekuatan buruh yang sebenarnya. Membangun kekuatan hanyalah bisa

dilakukan dengan menghimpun kekuatan buruh ke dalam organisasi sebagai


alat perjuangannya.
Ganjalan terbesar adalah negara yang sudah menjadi kaki tangan dari
kepentingan ekonomi pemodal. Sebagai langkah awal, maka klas buruh harus
memperjuangkan agar kebebasan organisasi menjadi pilihan mutlak bagi
terwujudnya perjuangan yang lebih besar lagi.
Terbebas dari Penindasan dan Penghisapan
Untuk bekerja mendapatkan upah, buruh harus terbebas dari
penindasan dan penghisapan. Dalam masyarakat kapitilistik sekarang, tiap
aksi yang dilakukan oleh buruh selalu mendapat tekanan dari negara dan
masyarakat. Penghisapan yang dilakukan oleh klas borjuis dan penindasan
lain harus dilenyapkan.
Penindasan secara fisik dapat kita lihat seperti pelarangan berorganisasi,
penangkapan aktivis buruh, penyerangan oleh preman dan lain sebagainya.
Penghisapan berarti kita melihat hal yang sangat mendasar dari perjuangan
klas buruh, yaitu pencurian nilai lebih. Penghisapan tenaga kerja buruh
selalu mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Ini adalah hal mutlak
bagi pemilik modal agar kepentingan akumulasinya berjalan mulus.
***

MASALAH POKOK KLAS BURUH


Kapitalisme
Perkembangan kapitalisme di Indonesia memang tidak menyerupai
kapitalisme di negara-negara maju. Percampuran antara watak feodal yang
masih berkembang di masyarakat dan penetrasi ekonomi, terutama sejak
Soeharto berkuasa, menyebabkan kerumitan bagi gerakan buruh untuk
menyelesaikan persoalan-persoalannya.
Penetrasi modal yang luar biasa pada satu sisi menciptakan efek positif di
mana pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat tajam di banding periode
sebelumnya. Penetrasi ekonomi telah memunculkan harapan tersendiri
terhadap Indonesia dalam kerangka membangun kekuatan nasionalnya.
Dengan sendirinya, berdirinya banyak industri manufaktur maupun industri
dasar telah merubah corak produksi dari feodalisme menuju corak produksi
kapitalistik.
Hal ini terjadi terutama di Jawa di mana wilayah produksi pertanian
lambat laun menjadi sentra industri baru. Lain halnya dengan di luar jawa,
masuknya investasi asing yang merubah corak produksi tidak membawa
perubahan yang signifikan terhadap watak feodalisme dan primitif dari massa
rakyat.
Tumbuhnya borjuis baru dalam struktur masyarakat Indonesia ternyata
semu belaka. Walaupun konglomerasi nasional tersebut menguasai sumbersumber ekonomi, tetapi ternyata dibalik mereka adalah tetap saja yaitu
kapitalis internasional. Basis ekonomi Indonesia yang tidak bersandar kepada

modal dalam negeri tersebut, menyebabkan kerumitan luar biasa dalam


struktur ekonomi Indonesia. Kondisi ekonomi menjadi tidak stabil dan
kecenderungan krisis akan besar jika mereka mencabut modalnya dari
Indonesia.
Akan tetapi, modal tetaplah modal. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi
harus dibayar mahal oleh massa rakyat. Di mana-mana terjadi konflik
berkepanjangan antara massa rakyat dengan negara sebagai wakil investasi
asing di Indonesia. Dampak penetrasi tersebut adalah semakin timpangnya
akses terhadap sumber ekonomi massa rakyat. Di mana mayoritas rakyat saat
ini hanya menguasai 30% saja-mungkin lebih sedikit lagi, sementara pemodal
asing menguasai hampir seluruh sumber ekonomi yang dasar dan
menentukan.
Dengan melihat realitas itu, kaum buruh dituntut untuk memahami
bahwa persoalan yang dihadapi tidaklah sekedar bagaimana menuntut upah
lebih tinggi atau jaminan terbebas dari ancaman pemecatan. Tetapi lebih
besar lagi yaitu, bagaimana klas buruh dapat menjadi agen perubahan sosial
dan mampu memimpin massa rakyat yang lain untuk bersama-sama
berjuang untuk merebut kemerdekaan dari imperalisme ekonomi tersebut.
Negara
Apa dan bagaimana negara itu? Negara adalah badan atau lembaga yang
mengatur kepentingan umum klas atas. Dalam masyarakat kapitalistik di
Indonesa, kita tidak boleh mengatakan bahwa negara itu netral.
Negara bukan merupakan lembaga yang berdiri sendiri dan terlepas dari
sistem sosial masyarakat. Ia merupakan bentuk dan gambar dari perjuangan
antar klas yang tidak selesai. Sebagai lembaga yang tidak berdiri sendiri, ia
memerlukan biaya untuk menjalankan sistemnya. Tiga sumber biaya negara
adalah: Pertama, pajak yang diambil dari rakyat. Kedua pajak dari
perusahaan kapitalismilik negara. Dan ketiga diambil dari utang yng berasal
dari kapitalis internasional (Bank Dunia, IMF dan lain-lain).
Kita dapat melihat siapa pembayar pajak terbesar, rakyat biasakah atau
klas kapitalis yang memiliki perusahan dengan modal besar. Dengan pajak
yang besar, klas kapitalis tentu memiliki keistimewaan di hadapan negara.
Karena itu, kepentingan klas kapitalis akan lebih dilindungi dan diutamakan
di banding kepentingan rakyat biasa. Dan sebaliknya, klas kapitalis akan
memaksa negara untuk memenuhi seluruh keinginan mereka sebab, kalau
tidak, mereka akan mengancam memindahkan investasinya, menagih utang
yang sudah diberikan atau menyetop setiap bantuan yang diperlukan oleh
negara.
Kepentingan negara adalah mengamankan sistem ekonomi kapitalis agar
dapat aman berlanjut. Instrumen yang ada dikerahkan untuk menjaga
kepentingan ekonomi tersebut. Ancaman atau gangguan kepada kapitalis
berarti gangguan dan ancaman terhadap sumber uang mereka karena itu
negara tidak segan untuk membunuh, menyiksa, menculik, menahan atau
pun tindakan fasis lainnya agar rakyat yang memberikan perlawanan takut
dan tidak berani melanjutkan perlawanannya.

***

MEMBANGUN ORGANISASI
Melihat gambaran di atas, sudah menjadi kewajiban bagi kader buruh
untuk mengembangkan setiap kemampuan individunya dalam membangun
kesadaran klas dan kesadaran untuk melakukan perlawanan terhadap
penghisapan dan penindasan. Jalan yang ditempuh untuk melawan sistem
yang kuat dan besar tersebut adalah dengan membangun organisasi yang
juga kuat dan besar.
Untuk membangun organisasi yang kuat, klas buruh dituntut
menyelesaikan persoalan-persoalan yang bukan merupakan persoalan pokok.
Pertentangan yang tidak perlu dan konflik yang tidak jelas sudah harus
ditinggalkan. Membangun organisasi yang kuat berarti secara sungguhsungguh mencurahkan tenaga untuk menyelesaikan berbagai hambatan dan
tantangan yang mungkin datang.
Empat Unsur Gerakan
Perjuangan buruh tidak akan pernah berhasil apabila tidak memiliki alat
perjuangan yang mampu memenuhi harapan-harapan tersebut. Untuk
mencapai tujuan perjuangan, maka klas buruh mutlak untuk membangun
dan memperjuangkan organisasi sebagai alat penggerak perjuangannya.
Perjuangan tanpa organisasi tidak akan pernah berhasil.
Organisasi buruh harus dibangun berdasarkan klas buruh. Organisasi
buruh memerlukan kader klas buruh yang mau berkorban dan mengabdikan
dirinya pada perjuangan. Tanpa kader organisasi buruh akan mati, tak
berdaya.
Perjuangan buruh tidak cukup hanya tujuan, organisasi yang bergerak
terus dan kader yang tangguh. Ia juga memerlukan massa yang solid dan
sadar atas penindasan dan penghisapan yang dilakukan kepadanya. Massa
adalah ibu dari perjuangan, organisasi dan kader itu sendiri. Massa jugalah
yang menjadi tempat hidup bagi tujuan perjuangan, organisasi dan kader
buruh.
Empat syarat pokok tersebut harus menjadi bagian yang tak terpisahkan
dari gerakan serikat buruh. Ringkasnya, empat pokok tersebut adalah
pertama, gerakan harus memiliki tujuan untuk bergerak yang jelas dan
terencana. Kedua, tujuan tersebut harus diwujudkan dengan alat. alat
tersebut adalah organisasi massa buruh. tidak hanya sekedar alat, organisasi
harus terus bergerak dan maju setiap waktu. Yang ketiga, gerakan harus
dipenuhi oleh kader buruh yang tangguh. kader yang tangguh berarti
memiliki kesadaran lebih tinggi di banding massa buruh. Terakhir, unsur
gerakan di atas harus dicukupi dengan massa buruh yang kuat dan menyatu.

Tingkatan Perjuangan
Perjuangan buruh tidak pernah berhenti. Seperti kita tahu, kapitalisme
tidak hanya sekedar cara berproduksi, tetapi kapitalisme sekarang ini sudah
menjadi nilai-nilai yang menjadi keseharian masyarakat. Sistem yang
dibangun dangat rapi ini memerlukan cara-cara perjuangan yang rapi,
terpusat dan mampu mengorganisir diri secara cepat dan tepat.
Perjuangan kepentingan buruh merupakan perjuangan buruh di seluruh
pelosok. Tidak hanya di Indonesia, tidak hanya di kota-kota tetapi di seluruh
wilayah di mana sistem kapitalistik berlangsung. Karena itu, perjuangan
buruh harus memiliki tingkatan-tingkatan.
Organisasi Massa Tingkat Perusahaan
Organisasi buruh yang paling bawah ada di perusahaan. Masalah dan isu
perjuangan adalah isu yang ada di perusahaan. Perjuangan yang dilakukan
oleh organisasi tingkat perusahaan erat kaitannya dengan kepentingan
ekonomi klas buruh.
Organisasi tingkat perusahaan wajib untuk
memperjuangkan dan membela anggota yang terkena kasus, pemecatan dan
lain-lain. Di samping itu, organisasi buruh di perusahaanlah yang jelas-jelas
memiliki keanggotaan massa langsung. Massa buruh terhimpun dan
mengorganisasikan dirinya dalam organisasi buruh tingkat perusahaan
Tugas organisasi buruh tingkat perusahaan adalah pertama, organisasi
buruh tingkat perusahaan adalah gambaran paling nyata dari persoalanpersoalan massa buruh, karena itu organisasi tingkat perusahaan
berkewajiban melakukan aksi-aksi kongkrit di tingkat perusahaan. Kedua,
organisasi massa buruh melakukan aksi dengan memperjuangkan KKB
untuk menjamin perasaan aman massa buruh ketika bekerja. Ketiga,
organisasi massa buruh melakukan mogok kerja di dalam perusahaan.
Keempat, pendidikan massa buruh untuk kelangsungan perjuangan. Terakhir
adalah melakukan kerja pengorganisasian dan pelayanan terhadap massa
buruh.
Organisasi Massa Tingkat Wilayah
Organisasi massa buruh tingkat wilayah berisikan kader-kader buruh
perusahaan. Pemilihan kader perusahaan untuk ditempatkan sebagai kader
wilayah setelah melalui proses pengabdian dan menglamai pengujian dalam
perjuangannya. Organisasi wilayah hanya dapat terbentuk jika organisasi
perusahaan sudah kuat dan solid.
Tugas pokok organisasi tingkat wilayah adalah pertama, melakukan aksi
massa tingkat wilayah, yang secara langsung membela kepentingan massa
buruh. Kedua, memperjuangkan perubahan kebijakan Pemerintah pada
tingkat wilayah, ketiga menyelenggarakan pendidikan bagi kader organisasi
tingkat perusahaan dan pembinaan organisasi tingkat perusahaan. Keempat,
membuat dan mengatur kerja sama dengan organisasi perusahaan dari sektor
lain, kelima, mempengaruhi pendapat umum di tingkat wilayah mengenai
masalah-masalah klas buruh dan perjuangan kepentingan buruh.

Organisasi Massa Tingkat Nasional


Organisasi massa nasional merupakan persatuan dari berbagai organisasi
buruh wilayah. Organisasi pusat terdiri dari kader pilihan organisasi tingkat
wilayah. Organisasi tingkat pusat hanya dapat dibentuk apabila organisasi
massa wilayah sudah kuat.
Tugas pokok organisasi massa tingkat nasional adalah pertama,
melakukan aksi massa pada tingkat nasional yang secara langsung membela
kepentingan massa buruh. Kedua, memperjuangkan perubahan kebijakankebijakan politik mengenai ekonomi-politik perburuhan maupun ekonomi
secara umum. Ketiga, menyelenggarakan pendidikan kader tingkat nasional.
Keempat, mempengaruhi pendapat umum di tingkat nasional mengenai
masalah-masalah dan perjuangan massa buruh. Dan terakhir, melakukan
kerja sama dengan organisasi dari sektor laindalam dan luar negeri.
Organisasi Antar Sektor
Organisasi wilayah dan nasional juga dapat dibangun berdasarkan
organisasi buruh perusahaan dari berbagai sektor usaha. Persoalan yang
dihadapi massa buruh pada dasarnya sama. Karena itu, membangun
organisasi buruh yang berlatarbelakang berbeda-beda akan semakin
menguatkan massa buruh dalam memperjuangkan haknya.
Kita harus memandang adil terhadap persoalan yang terjadi, maka kita
berusaha agar persoalan yang ada diselesaikan dengan segenap kemampuan
tenaga, mengkonsolidasikan diri tanpa melihat latar belakang massa buruh.
Dengan begitu, energi massa buruh yang terpisah-pisah dapat kita
kumpulkan, kita organisir menjadi kekuatan yang maksimal.
Pemimpin Organisasi
Dalam berorganisasi, pemimpin memiliki peran yang strategis. Pemimpin
dipilih oleh massa buruh. Pemimpin lahir dan bekerja untuk massa buruh.
Karena itu, ia harus teruji dan mampu menunjukan pengabdian yang tulus
untuk tujuan perjuangan dan massa buruh.
Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar. Kesalahan
membuat keputusan akan berakibat tidak hanya kepada dirinya, tetapi lebih
jauh lagi akan menyeret massa buruh ke dalam kehancuran. Karena itu,
seorang pemimpin dituntut untuk sadar dan mampu dengan bijak memahami
situasi, menganalisis dan membuat keputusan untuk massa buruh.
Massa buruh adalah ibu dari gerakan buruh. Pemimpin buruh harus
lahir dari massa buruh. Pemimpin yang bukan berasal dari massa buruh
tidak akan pernah memiliki kepentingan yang sama seperti massa buruh.
Yang jelas, pemimpin yang bukan dari massa buruh tidak pernah mengalami
penderitaan seperti massa buruh yang lain.

Prinsip Organisasi Buruh


Prinsip Demokrasi
Prinsip ini mengandung arti kepemimpinan yang berlandaskan demokrasi
dan demokrasi yang dipimpin oleh suatu program perjuangan yang terpusat.
Kepemimpinan terpusat dalam gerakan dimaksudkan agar terjadi satu
gerakan yang seirama dan mampu melakukan sebuah tindakan baik dalam
gagasan maupun dalam praktek. Sementara demokrasi berarti setiap
pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah.
Kepemimpinan yang demokratis berbeda dengan kediktatoran pemimpin
dan taklid buta dari massa buruh. Ia juga bertentangan dengan petualangan
yang anti aturan.
Kader buruh harus memahami bahwa menerapkan praktek demokrasi
sangatlah sulit. Terkadang pemikiran dan tindakan subjektif menggoda untuk
mengabaikan sama sekali suara mayoritas.
Penggunaan prinsip demokrasi akan mewujudkan ciri-ciri: a. Massa
buruh adalah basis organisasi; b. Massa buruh diorganisir oleh kader-kader
lokal; c. Organisasi lokal dipimpin oleh kader lokal; d.
Kepemimpinan
pusat yang dipilih dari kader lokal; e. Pemimpin organisasi dipilih
berdasarkan mayoritas suara massa buruh; f. Pengambilan keputusan
diambil berdasarkan musyawarah dari mulai tahapan bawah sampai ke
tingkat atas; g. Bila suatu keputusan ditetapkan maka seluruh perangkat
organisasi dan massa buruh wajib menjalankannya, tanpa kecuali.
Pelanggaran harus diberi sanksi dan disiplin organisasi harus ditegakkan; h.
Minoritas tunduk kepada mayoritas; i. Keputusan organisasi tertinggi
mengikat organisasi yang lebih rendah; dan j. Organisasi massa buruh
perusahaan dan wilayah memiliki hak sendiri untuk memutuskan masalahmasalahnya, sepanjang tidak bertentangan dengan keputusan organisasi
tingkat nasional.
Karena itu, keputusan yang telah ditetapkan oleh pemimpin organisasi
lokal harus dijalankan dan dipatuhi oleh semua anggota massa buruh.
Keputusan yang diambil baik melalui musyawarah ataupun pemungutan
suara merupakan ketetapan yang harus dipatuhi oleh semua anggota massa
buruh.
Prinsip Kepemimpinan
Kepemimpinan mutlak bagi organisasi massa buruh. Makna
kepemimpinan bukan hanya terletak pada pemimpin organisasi saja.
Melainkan, organisasi massa buruh harus berada di barisan depan dalam
perjuangan kepentingan klas buruh. Ciri pokok dari kepemimpinan adalah
mampu menghindarkan diri dari terpisahnya kader dengan massa buruh.
Dan mampu secara sungguh-sungguh memimpin massa buruh untuk
melangkah lebih maju. Syarat pokoknya, kepemimpinan massa buruh harus
diperoleh dari tindakan nyata yang ditunjukkannya. Sumber utama kekuatan
gerakan ada pada ikatan dengan massa dan kemampuan mengorganisir
massa.

Kepemimpinan dalam gagasan dan tindakan gerakan sangatlah tidak


mudah. Banyak kejadian ketika berbicara atas nama massa buruh, pada
kenyataannya merupakan bagian tak terpisahkan dari kepentingan
kapitalistik. Karena ujian sebenarnya adalah konsistensi kader untuk
berpegang pada massa buruh.
Prinsip Kemandirian
Ketika berjuang, organisasi tingkat perusahaan dituntut untuk
memberikan keputusan yang cepat dan tepat. Dengan demikian setiap
organisasi massa buruh memiliki kemandirian dalam menjawab persoalanpersoalan lokal dan tidak bergantung kepada organisasi pusat.
Pertanggungjawaban tindakan-tindakan organisasi dapat dilakukan dalam
rapat-rapat dan pertemuan organisasi.
Prinsip pengorganisasian dibutuhkan dalam pekerjaan-pekerjaan
pengorganisasian dan pendidikan massa buruh serta tindakan konkrit
lainnya. Dalam kerangka melaksanakan keputusan organisasi tertinggi,
organisasi tingkat perusahaan dapat kreatif menjalankan keputusan tersebut
disesuaikan dengan kekhususan permasalahan di perusahaan.
Dalam kesehariannya, keluwesan menjadi salah satu ciri pokok kader
ketika melaksanakan keputusan.
Prinsip Garis Massa
Garis massa adalah politik organisasi berupa perangkat keinginan massa
buruh dan kepentingan massa menjadi program organisasi.
Organisasi yang dibangun harus berlandaskan pada kepentingan massa.
Karena itu, kader-kader organisasi harus senantiasa berada dalam lingkaran
massa agar dapat terjaga tujuan dan tugas-tugas organisasinya.
Sekali lagi, prinsip garis massa diperlukan karena massa-lah yang
mengalami ketertindasan dalam relasi produksi. perjuangan organisasi buruh
untuk kepentingan massa harus menyertakan massa buruh. Tanpa itu,
organisasi massa buruh terjebak dalam jargon dan perjuangan elitis. Dan kita
tahu, perjuangan elitis hanya akan mengakibatkan massa buruh mengalami
penindasan lebih lama lagi.
Prinsip Kritik Otokritik
Kritik adalah menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh kawan,
dengan cara membandingkan antara praktek yang dilakukan dengan prinsip
dan tujuan perjuangan. Sedangkan otokritik berarti menunjukan kesalahan
yang dilakukan oleh diri kita sendiri dan dibandingkan dengan praktek yang
dilakukan dengan prinsip dan tujuan perjuangan.
Kritik berbeda dengan fitnah, perbedaannya adalah pertama, Kritik
berdasarkan fakta, sedangkan fitnah berdasarkan dusta dan subjektifisme
pelaku. Kedua, Kritik disampaikan kepada orang/kawan secara langsung
pada pertemuan, sedangkan fitnah disebarluaskan kepada umum.
Seorang kader harus menghindari fitnah dan berusaha melakukan kritikotokritik secara terus menerus. tanpa melakukan kritik otokritik maka

perjuangan massa buruh tidak dapat mencapai titik puncak dari perjuangan
itu sendiri.

Prinsip Persatuan dan Kesatuan


Masyarakat kapitalis sangat menjunjung tinggi individualisme. Dengan
individualisme, mereka berbuat semaunya dalam mencapai kebutuhan hidup
tanpa
pernah
memperhatikan
kepentingan
yang
lain.
Semangat
individualisme dalam serikat buruh hanya akan mengakibatkan petualangan
politik bagi kader-kader buruh dan semangat untuk mengabaikan
kepentingan massa buruh.
Persatuan dalam pengertian antar organisasi buruh adalah hal yang
mutlak. Organisasi tingkat perusahaan bersatu membentuk organisasi massa
tingkat wilayah. Organisasi massa tingkat wilayah bersatu membentuk
organisasi massa tingkat nasional. Itulah persatuan yang harus segera
dinyatakan oleh seluruh organisasi massa buruh.
Tidak ada jalan lain, kecuali dengan bersandarkan pada massa banyak
dengan mempersatukan mereka dalam sebuah ikatan perjuangan yang
memiliki nilai, tujuan, program dan organisasi yang sama maka perjuangan
serikat buruh akan menuju pada titik yang sempurna untuk melakukan
perlawanan.
***

CIRI-CIRI KADER BURUH


Kekuatan serikat buruh terletak pada kemampuan kadernya
menerjemahkan nilai dan tujuan organisasi menjadi prilaku yang dapat
memenuhi nilai dan tujuan tersebut. Serikat buruh sebagai organisasi massa
buruh memiliki program yang berhubungan langsung dengan massa buruh.
Dalam prakteknya, sering kali terjadi kekecewaan massa buruh terhadap
organisasi karena dianggap tidak memenuhi kewajibannya. Kekecewaan
tersebut merupakan sebuah dinamika yang pasti akan terjadi. Yang harus
dilakukan adalah bagaimana organisasi, lewat kadernya, menjawab dan
menjalankan dinamika tersebut. Karena itu, sangat wajar apabila tuntutan
tersebut menjadi kewajiban kader buruh untuk menjawabnya.
Siapakah Kader Buruh
Kader buruh adalah kader yang percaya dan mengabdikan pikiranpikiran, emosi dan perbuatannya kepada kepentingan buruh di Indonesia.
Kader buruh tidak selayaknya masih membawa pikiran, tindakan dan
kebiasaan lama dari masyarakat kita yang masih diselimuti nilai-nilai
kapitalisme dan feodalisme. Kader buruh hidup di tengah masyarakat yang
ditindas oleh sistem kapitalisme. Sampai hari ini, kader buruh, bahkan
massa rakyat yang lain, masih dipengaruhi oleh gagasan semu atau

10

prasangka-prasangka borjuasi dari masyarakat. Karena itulah, sangat perlu


bagi setiap kader buruh untuk merubah dirinya sendiri.
Kader buruh perlu mengubah diri melalui perjuangan yang aktif dan
dengan kesadaran penuh menjalankan tugas-tugas perjuangan. Kader buruh
sekaligus melawan ide-ide, sikap-sikap dan kebiasaan keliru yang sengaja
diciptakan oleh klas penindas. Ketika kader buruh melaksanakan tugas
organisasi, maka sesungguhnya kader buruh sedang membentuk watak
buruh sendiri di tengah suasana perjuangan merebut hak dan kepentingan.
Semakin dalam dan jauh maka kader akan semakin cakap dan teguh dalam
berjuang.
Merubah watak dan diri sendiri adalah pekerjaan yang sulit dan
membutuhkan waktu yang lama. Kita perlu terus menerus menanggalkan
pengaruh modal di masyarakat. Hanya dengan cara demikian, seorang kader
dapat melaksanakan tugas-tugas perjuangan dengan lebih baik. Kader buruh
merubah dirinya sendiri untuk memperkuat watak-watak perjuangan, yakni
pertama, bersungguh-sungguh, berhati-hati dan bergairah dalam berjuang,
kedua, bersiap dan tanpa rasa takut menghadapi resiko perjuangan, ketiga,
bersatu dan hangat bersahabat dengan kawan-kawan seperjuangan yang lain
dan keempat, berani menerima kritik dan bersedia memperbaiki kesalahan
dan kelemahan.
Pandangan terhadap Tugas dan Tanggung Jawab
Seorang kader memandang dan menghargai tugas-tugas dan tanggung
jawab secara penuh dalam perjuangan. Kader tahu bahwa tugas-tugas dan
tanggung jawab perjuangannya adalah bagian dari tugas besar membebaskan
rakyat
dari belenggu
penindasan. Memahami betapa
pentingnya
melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab berarti menjunjung tinggi
kepentingan rakyat Indonesia.
Apa tanda-tanda seorang kader melaksanakan tugas dengan penuh
tanggung jawab dan tahu arti penting tanggung jawab itu? Kader
bersungguh-sungguh dan bersemangat ketika melaksanakan tugasnya.
Merasa bergembira, antusias dalam berjuang. Ia selalu bersedia menjalankan
tugas yang perlu untuk memajukan perjuangan demokrasi.
Bagi seorang kader, prioritas utama adalah menuntaskan pekerjaan dan
tanggungjawabnya. Seorang kader adalah pelopor yang memiliki semangat
dan hasrat yang meluap dalam perjuangan. Pikiran dan tindakan kader harus
maju ke depan, karena setiap pikiran dan tindakan merupakan sumbangan
bagi masa depan yang lebih cerah. Ia tidak merasa lemah dan gampang
menyerah pada saat menghadapi masalah dan penderitaan dalam
perjuangan. Semangat militannya selalu tinggi. Dan ia selalu siap untuk
melawan. Ia selalu merebut dan menguasai kondisi-kondisi dan kesempatan
dalam perjuangan. Itulah sebabnya, memiliki inisiatif merupakan ciri seorang
kader yang militan. Ia memiliki inisiatif tidak saja dalam menuntaskan tugastugas dan tanggungjawabnya tetapi dalam pekerjaan lain ia memikirkan
pentingnya perhatian.
Seorang kader selalu siap mengerjakan tugas-tugas dan tanggung jawab,
ia menerima tugasnya dan tidak menghitung ongkos dan beban atau

11

kesulitan-kesulitan dan pengorbanan yang harus dilalui dalam mengerjakan


tugas. Ia tidak memilih pekerjaan karena pamrih kesenangan dan pujian bagi
dirinya.
Tentang Pengorbanan
Seorang kader mengakui bahwa pengorbanan tidak dapat dicegah dalam
memperjuangkan kebebasan. Hal ini adalah lumrah dalam pertarungan keras
antara buruh dan klas penguasa. Hal ini adalah alamiah dalam suatu
perjuangan menggulingkan imperalisme, sisa-sisa feodalisme dan kapitalisbirokrat. Dan tidak saja alamiah, sebab hal ini diperlukan untuk merebut dan
melindungi kepentingan buruh, rakyat dan perjuangan itu sendiri.
Pengorbanan adalah tabungan yang perlu untuk menghapus penindasan dan
penghisapanserta mendirikan sebuah masyarakat yang berlandaskan
demokrasi.
Seorang kader siap berkorban dan bahkan mati demi perjuangan.
Penderitaan seorang kader adalah pantas karena ini demi kemenangan
perjuangan. Ia mengetahui bahwa segera kita mennyaksikan fajar
kemenangan yang telah lama ditunggu. Di tengah bahaya penindasan,
kesiapan berkorban akan memberikan keteguhan dan keberanian kepada
seorang kader untuk memelihara dan berjuang untuk kepentingan rakyat dan
perjuangan.
Keberanian seorang kader adalah kesadaran dari dalam. Ia mencegah
pengorbanan yang tidak perlu. Ia tidak membahayakan dirinya sendiri karena
ia siap untuk berkorban. Kader menjaga hidupnya dan menjaga massa,
kawan-kawan perjuangan dan organisasinya.
Massa Buruh
Massa buruh adalah inti dari perjuangan. Dengan begitu, setiap kader
percaya bahwa massa buruh merupakan kekuatan utama yang tidak dapat
tergantikan, oleh kekuatan apapun. Massa buruh adalah massa yang
mengalami penindasan, mengalami penderitaan dan karena itu memiliki
kekuatan untuk mendobrak kekuatan penindas.
Perjuangan ditujukan untuk membebaskan diri dari penindasan yang
membelenggu. Kader buruh, karena itu harus selalu berada di tengah-tengah
massa. Dengan sabar membuka dan menjelaskan sesuatu kepada massa. Ia
tidak bosan membantu massa mengorganisasikan dirinya dan memotivasi
massa untuk mengambil bagian dalam pemecahan masalah-masalah yang
mungkin timbul dalam perjuangan.
Seorang kader buruh sejati mengabdi kepada kepentingan massa. Dengan
berpegang kepada massa, seorang kader akan menjaga perjuangan dari
kepentingan-kepentingan individu sesaat. Ataupun, ia akan terhindar dari
petualangan yang tidak jelas dan menjual massa kepada musuh.
Bagaimanapun, perjuangan kolektif dengan inti perjuangan pada massa
buruh merupakan modal yang penting dalam memperjuangkan kepentingan
massa buruh. Menyandarkan perjuangan hanya kepada kekuatan dan
kharisma individu atau pemimpin massa hanya akan menjerumuskan massa
ke dalam kehancuran dan kekalahan.

12

Memandang Kawan
Kawan bagi kader buruh adalah roh perjuangan. Ia bersedia sepenuh hati
untuk membantu kawan perjuangannya. Ia selalu memikirkan dan mencintai
kawan perjuangannya. Bersedia membantu setiap kesulitan yang dihadapi
kawan yang lain, bahkan bila ia tidak kenal sekalipun. Penderitaan dan
kebahagiaan kawan perjuangannya berarti penderitaan dan kebahagiaan
dirinya sendiri.
Jika ia berbeda pendapat dengan kawannya, dan kemudian ia terbukti
salah, maka dengan tulus akan ia merubah pendapat itu. Demikian
sebaliknya, ia tidak segan mengingatkan kawan perjuangannya mengenai
kekurangan dan kelebihan kawannya itu.
***
PENDIDIKAN BAGI KADER BURUH
Pendidikan
Merubah massa yang dibelenggu kapitalisme merupakan tugas seorang
kader. Pendidikan sangat penting karena tugas kader adalah membuat massa
berjuang dengan penuh kesadaran. Aksi yang dilakukan dengan tanpa
perhitungan atas resiko yang sangat minim adalah berbahaya bagi massa dan
bagi perjuangan itu sendiri. Bukan juga aksi revolusioner itu tergesa-gesa dan
berdasar kepada emosi kader. Sebaliknya tiap langkah harus berdasarkan
perhitungan yang tepat dan sempurna dan memenuhi kebutuhan perjuangan.
Pendidikan yang dilakukan harus memberikan semangat, memberikan
pengetahuan untuk menilai dan memberikan panduan untuk mengerjakan
tugas dengan benar dan tepat.
Dengan pendidikan, seorang kader akan mampu menilai kebohongan
yang ditanamkan oleh penguasa dan kaum pemodal. Kader juga mampu
menjawab kebohongan tersebut dengan mengungkap fakta yang sebenarnya
yang harus disebarkan kepada massa.
Pendidikan bagi seorang kader buruh adalah pekerjaan yang harus terus
menerus dilakukan, tanpa kecuali. Dengan pendidikan, kita dapat
berkomunikasi dengan massa, mengetahui keinginan massa, meningkatkan
kepercayaan massa dan meningkatkan kualitas perjuangan.
Pendidikan seharusnya dapat merubah watak dan pikiran massa.
Merubah watak tertindas menjadi watak perlawanan, watak kritis. Pendidikan
bukan berasal dari keinginan subjektif kader, pendidikan harus
menyandarkan pada kebutuhan dan kekurangan yang ada pada massa.
Pendidikan dalam Perjuangan Demokrasi
Pendidikan mengenai perjuangan kaum buruh sangat penting karena
mengajarkan analisis yang benar mengenai kondisi dan akar permasalah
massa rakyat di Indonesia beserta jalan keluarnya. Melalui analisis yang
mendalam mengenai akar material, sejarah dan dinamiknya, kita dapat

13

melawan penindasan dan penghisapan, memperkuat kesatuan pikiran dan


tindakan.
Pendidikan juga memberikan jawaban atas kebutuhan-kebutuhan dalam
perjuangan. Menentukan rencana dan menjalankannya dengan benar.
Pendidikan selalu ditempatkan sebagai alat untuk terus menerus
meningkatkan pemahaman mengenai perjuangan dan praktek-praktek
perjuangan.
Menganalisis Terus Menerus
Analisis merupakan bagian penting dalam pendidikan kader buruh.
Melalui analisis kita menentukan ciri-ciri sesuatu atau pun peristiwa yang
terjadi. Kita dapat menentukan akar penentu sebab-sebab dan cara
bagaimana suatu hal atau suatu peristiwa berkembang. Dengan kata lain kita
menjawab pertanyaan seperti: mengapa, bagaimana, dan apakah ciri-ciri dan
hubungan antar peristiwa. Mengetahui mengapa dan bagaimana suatu berada
dan sebuah peristiwa terjadi, maka kita akan memiliki pemahaman yang
lengkap dan mendalam tentang suatu benda atau peristiwa.
Analisis penting dalam perjuangan organisasi buruh. Sebab rencana dan
program kita didasarkan pada analisis terhadap kondisi yang berubah-ubah
dan perkembangan dari perjuangan. Analisis membetulkan, menjernihkan
cara yang tepat dan efektif dalam menghadapi dan mengatasi setiap
permasalahan.
Jadilah Analis! Janganlah kita hanya tertarik menjawab apa, tetapi, lebih
dari itu. Pertanyaan kita mengenai sesuatu adalah mengapa dan bagaimana.
Untuk mengetahui inti sari dari hal atau peristiwa, kita harus menghindari
pandangan yang subjektif, kabur dan sepihak.
Dalam menganalisis kita tidak boleh ditipu oleh pandangan luar. Jika kita
bisa menganalisis secara tepat dan benar, maka kita akan selalu berada
dalam posisi aktif dalam berjuang dan memajukan tugas-tugas kita.
Apakah Penilaian dan Bagaimana Melihat Hasil Penilaian
Penilalian adalah bentuk analisis. Ada dua jenis assessment: Assessment
kerja dan assessment situasi. Penilaian kerja merupakan analisis mengenai
kondisi dan syarat-syarat atau perkembangan realisasi rencana dengan
program. Penilaian situasi merupakan analisis ciri-ciri situasi dan tingkat
konflik di antara klas di dalam masyarakat.
Contoh penilaian kerja adalah penilaian bulanan atas hasil kerja serikat
berdasarkan presentasi yang sudah disiapkan. Serikat juga dapat menilai tiap
aksi yang telah dilakukan. Penilaian akan menunjukkan kelemahan dan
kelebihan pekerjaan serikat dan dapat mengantisipasi kelemahan dan
memperbaikinya untuk pekerjaan berikutnya.
Contoh penilaian situasi adalah penilaian yang menganalisis perimbangan
kekuatan-kekuatan sejauh mana kekuatan serikat di satu pihak, dan
kekuatan musuh di pihak lain. Penilaian situasi membagi tingkatan dari
kekuatan serikat dalam meningkatkan perjuangan serikat buruh dan menilai
kekuatan serta kelemahan musuh-musuh. Dengan melakukan penilaian kita

14

memperjelas kebutuhan dan tanggung jawab kader buruh untuk


meningkatkan kekuatan.
Di samping penilaian yang berubah tiap waktu, serikat sangat perlu
untuk membuat penilaian tetap. Hal ini akan menujukkan kita awas dalam
perjuangan. Analisa tetap dibuat untuk jangka waktu yang lama dan
berhubung dengan musuh utama dan besar.
***
Catatan Kaki:
KPA, Seri Panduan Organisasi Tani 2000
Mao, Memahami Kontradiksi, 1999

15