Anda di halaman 1dari 3

Farhan Hadi

0411181419205
PSPD Alpha FK Unsri 2014

ANALISIS MASALAH
1.a. Bagaimana hubungan usia, jenis kelamin sesuai pada kasus?
Penderita limfadenopati usia >40 tahun memiliki risiko keganasan sekitar 4%
dibandingkan dengan penderita limfadenopati usia <40 tahun yang memiliki risiko
keganasan hanya sekitar 0,4%. Jenis kelamin tidak diketahui secara jelas hubungannya
dengan limfadenopati akibat keganasan.

3.a. Mengapa BB menurun dalam 2 bulan terakhir?


Karena pada penderita keganasan terjadi penurunan nafsu makan. Penurunan nafsu makan
ini dapat terjadi melalui mekanisme perifer dan sentral. Secara perifer dapat disebabkan
oleh (i) lokasi tumor yang berada pada saluran pencernaan yang menyebabkan gangguan
pencernaan mekanik dan proses menelan, pada absorpsi zat-zat makanan; (ii) jaringan
tumor melpas substansi-substansi seperti laktat, parathormone-related peptide yang
mengganggu makanan masuk ke dalam tubuh; (iii) tumor meningkatkan triptofan perifer
yang menyebabkan peningkatan serotonin; (iv) tumor melepas sitokin pro-infalamasi
seperti IL-1, IL-6 dan TNF- yang dapat menurunkan nafsu makan. Sedangkan
mekanisme sentral, tumor dapat menyebabkan depresi, nyeri, dan perubahan
neurotransmitter, seperti serotonin dan corticotrophin releasing factor (CRF) yang dapat
menurunkan nafsu makan.
3.b. Mengapa setelah diberi obat benjolan tidak mengecil dan malah membesar?
Karena obat yang diberikan mungkin hanya bersifat simptomatik, bukan mengobati
etiologinya.
5.f. Apa makna riwayat ibu Tn. M menderita karsinoma payudara?
Ibu menderita karsinoma payudara menunjukkan bahwa kemungkinan limfadenopati
akibat keganasan pada kasus ini bersifat genetik.
6.a. Apa hubungan sering memelihara binatang seperti kucing dengan keluhan yang dialami
Tn. M sekarang?
Tn. M sering memelihara kucing menunjukkan bahwa kemungkinan ada infeksi
Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii ini diteliti memiliki peran dalam primary
intraocular B-cell non-hodgkin lymphoma.
9.a.iii. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari hitung jenis?
1

Farhan Hadi
0411181419205
PSPD Alpha FK Unsri 2014

Hitung jenis 0/5/6/70/18/1


Interpretasi:

a. Basofil: Normal
b. Eosinofil: Meningkat (eosinofilia). Eosinofilia meningkat pada sebagai respon
tubuh terhadap neoplasma
c. Neutrofil batang: Normal
d. Neurofil segmen: Normal
e. Limfosit: Menurun (limfopenia). Limfopenia dapat terjadi pada penyakit
f.

Hodgkin.
Monosit:

Menurun

(monositopenia).

Monositopenia

biasanya

tidak

mengindikasikan penyakit, tetapi mengindikasikan stres, penggunaan obat


glukokortikoid, myelotoksik dan imunosupresan.
9.a.vi. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormalitas dari creatinine?
Kreatinin: 1,4 mg/dL
Nilai normal serum creatinine pada laki-laki: 0,5-1,5 mg/dL
Interpretasi: Normal
10.e. Epidemiologi
a. Penderita limfadenopati usia >40 tahun memiliki resiko keganasan lebih tinggi.
b. Limfadenopati akibat keganasan seperti leukemia, neuroblastoma, rhabdomyosarkoma dan limfoma menjadi penyebab kematian primer di Amerika Serikat.
c. Limfadenopati generalisata terdapat pada dua pertiga dari anak-anak dengan Acute
Lymphoblastic Leukemia (ALL) dan pada sepertiga dari anak-anak dengan Acute
Myeloblastic Leukemia (AML).
d. Limfoma lebih sering menyebabkan limfadenopati regional
e. Studi yang dilakukan di Amerika Serikat, pada umumnya infeksi virus ataupun
bakteri merupakan penyebab utama limfadenopati. Infeksi mononukeosis dan
cytomegalovirus (CMV) merupakan etiologi yang penting, tetapi kebanyakan
disebabkan infeksi saluran pernafasan bagian atas.
10.h. Faktor risiko
2

Farhan Hadi
0411181419205
PSPD Alpha FK Unsri 2014

a. Penderita limfadenopati usia >40 tahun memiliki risiko keganasan sekitar 4%


dibandingkan dengan penderita limfadenopati usia <40 tahun yang memiliki risiko
keganasan hanya sekitar 0,4%.
b. Riwayat penyakit keganasan dalam keluarga
c. Limfadenopati yang berlokasi di supraklavikula memiliki keterkaitan erat dengan
keganansan.
d. Karakteristik kelenjar yang keras, terfiksasi, berlangsung lebih dari 2 minggu.