Anda di halaman 1dari 36

Kinetik dan Laju Reaksi

Pendahuluan
Seorang farmasis harus mengetahui profil suatu
obat. Sifat fisika-kimia, stabilitas.
Sifat tersebut menjadi dasar dalam keputusan
seorang farmasis peresepan, maupun desain dan
formulasi.
Selain itu kinetika suatu obat menjadi dasar dalam
menentukan waktu kadaluarsa dari suatu obat
Farmasis harus menjamin obat stabil sampai
ditangan pasien

Stabilitas vs Kinetika
Studi dilakukan sampai
kadar zat tersisa
menjadi 85% atau lebih

.1

Studi dilakukan sampai .1


beberapa t1/2

Sistem mengandung banyak


komponen (zat aktif
ditambah zat tambahan di
dalam sediaan obat)
Bertujuan untuk
mendapatkan expiration
date, memerlukan analisis
statistik yang lebih kompleks

.2

Dilakukan dalam sistem .2


yang semurni mungkin

.3

Bertujuan untuk .3
memperoleh mekanisme
reaksi, analisis statistik
lebih sederhana

Laju Reaksi dan Kinetika Kimia


Laju reaksi menggambarkan seberapa
cepat reaktan terpakai dan produk terbentuk
Kinetika Kimia mempelajari laju reaksi
kimia dan mekanisme (tahapan) reaksinya

4/61

5/61

6/61

Laju Reaksi dan Kinetika Kimia


Definisi Matematika
Perubahan kuantitas reaktan atau produk selang waktu
tertentu
Kuantitasnya dapat berupa : massa, volume, konsentrasi,
tekanan, dll
Laju

kuantitas final kuantitas initial

waktu final waktu initial


[ ]

p
or

t
7/61

Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi


Temperatur
Tergantung dari perubahan entalpi reaksi, Hrxn = +,
membutuhkan kalor, sehingga meningkatkan
temperatur akan meningkatkan laju.
Secara umum, peningkatan 10 o menyebabkan kenaikan
laju dua kali lipatnya.
Kosentrasi Reaktan
karena konsentrasi reaktan meningkat, maka
kemungkinan molekul reaktan akan bertabrakan, akan
smken besar, sehingga laju reaksi akan semakin cepat.
Kehadiran Katalis
Menurunkan energi aktivasi reaksi
8/61

Teori Laju Reaksi


Teori Tumbukan
Berdasarkan teori kinetik-molekuler
Reaktan harus bertumbukan agar dapat bereaksi
Mereka harus bertumbukan dengan energi yang cukup dan
orientasi yang tepat,sehingga dapat memutuskan ikatan lama
untuk membentuk katan baru
Bila temperatur naik, maka energi kinetik rata-ratanya
bertambah-laju reaksi juga bertambah
Bila konsentrasi dinaikkan, maka jumlah tumbukan akan
bertambah sehingga laju reaksi pun meningkat

9/61

Teori Laju Reaksi Teori Tumbukan

oksigen

tumbukan
Tumbukan

etuna

karbon dioxida

air

10/61

Teori Laju Reaksi


Transition state
Ketika reaktan bertumbukan mereka akan membentuk
kompleks teraktifkan
Kompelks teraktifkan tersebut berada pada keadaan
transisi.
Waktu hidup sekitar 10 100 fs
Kemudian akan membentuk produk atau reaktan
Ketika produk terbentuk, sangatlah sulit untuk kembali
ke keadaan transisi, untuk reaksi yang eksotermal

11/61

Reaction Profile

12/61

Contoh
Profil
Examples of
Reaksi
Reaction Profile

13/61

14/61

15/61

Contoh
Profil
Examples of
Reaksi
Reaction Profile
Energi aktivasi tinggi,
panas reaksi rendah

Energi aktivasi rendah,


panas reaksi tinggi
16/61

17/61

Reaksi Eksoterm dan endoterm

18/61

19/61

Laju Reaksi
Hasil reaksi, konsentrasi reaktan perubahan cepat pada
awal reaksi (fast initially) dan kemudian lebih lambat.
Laju perubahan konsentrasi (kemiringan slope
konsentrasi - kurva waktu) juga menurun pada saat
reaksi berlangsung. Hal ini dinyatakan sebagai turunan
waktu konsentrasi, dc / dt, yang memberikan perubahan
konsentrasi per satuan waktu dari konsentrasi reaktan.
Tingkat atau kecepatan reaksi pada setiap titik tertentu
dapat dihitung dari kemiringan (slope) pada titik
tersebut.
Kemiringan (slope) dari Kurva akan berubah, sesuai
dengan tingkat perubahan reaksi.
20/61

21/61

22/61

23/61

Pengaruh Laju reaksi dengan adanya Katalis

24/61

Pertemuan Minggu ini

25/61

26/61

27/61

Satuan konstanta laju reaksi


Reaksi orde-nol :
k

d A mol / liter

molliter 1 det ik 1
dt
det ik

Reaksi orde-pertama :
k

d A 1
mol / liter
1

det ik 1
dt A det ik mol / liter det ik

Reaksi orde-kedua :
k

d A 1
mol / liter
liter
1
1

litermol
det
ik
dt A2 det ik mol / liter 2 mol det ik

Kinetika Reaksi Orde 0

29/61

Zero order kinetics


Dalam kasus ini laju reaksi konstan dengan waktu dan
tidak tergantung pada konsentrasi reaktan, n=0
A
B
K = - dA / dt = Ko
konsetrasi awal adl. A0 adlah a rate
Konsetrasi pd waktu t adalah c
At = Ao Ko t or Ct = a - Ko t
time
jadi jika kita plot persamaan ini di mana C pada sumbu
vertikal dan t pada sumbu horisontal
Ao
Slope = - Ko
Ct
time

A B

Reaksi orde Nol :

By integrating the rate law between the initial concentration of the reactant (A0) and the
concentration at time t (At).

d A

k0
dt

d [ A] k0 dt

Jika kita intergralkan menjadi

At

A0

d A k0 dt
t

[ A]t [ A]0 k0 (t 0)
[ A]t [ A]0 k0t
[ A]t [ A]0 k0t
y

intercept slope

= - Ko

[ A]

A B

Reaksi orde Nol :

d B
k0
dt

d [ B] k0 dt

Jika kita intergralkan menjadi

Bt

B0

d B k0 dt
t

[B ]

[ B ]t [ B ]0 k0 (t 0)
[ B ]t [ B ]0 k0t
[ A]t [ B ]0 k0t
y

intercept

slope

= Ko

Waktu paruh (half life) orde 0


Waktu paruh obat dalam formulasi adalah waktu
yang dibutuhkan oleh obat untuk turun menjadi
setengah dari jumlah aslinya.

Contoh

Waktu kadaluarsa (zero orde)


Waktu yang diperlukan untuk obat untuk
menurunkan 90% konsentrasi aslinya (t90%).

t90% can be calculated as:


Atau

Note that t0.5 and t90 in zero-order reactions are concentration dependent.

MINGGU DEPAN
First Order Reactions:
Second Order Reactions: