Anda di halaman 1dari 8

a.

Pengertian Kesehatan Masyarakat


Sudah banyak para ahli kesehatan membuat batasan kesehatan masyarakat
ini.Secara kronologis batasan-batasan kesehatan masyarakat mulai dengan batasan yang
sangat sempit sampai batasan yang luas seperti yang kita anut saat ini dapat diringkas
sebagai berikut.Batasan yang paling tua, dikatakan bahwa kesehatan masyarakat adalah
upaya-upaya untuk mengatasi masalah-masalah sanitasi yang mengganggu kesehatan.
Dengan kata lain kesehatan masyarakat adalah sama dengan sanitasi. Upaya untuk
memperbaiki dan meningkatkan sanitasi lingkungan adalah merupakan kegiatan
kesehatan masyarakat.

Pengertian Kesmas dalam Batasan Tertua adalah upaya-upaya untuk mengatasi


masalah sanitasi yang mengganggu kesehatan.
2. Penyebab penyakit dan beberapa jenis imunisasi, kegiatan kesehatan masyarakat adalah
pencegahan penyakit yang terjadi dalam masyarakat melalui perbaikan sanitasi
lingkungan dan pencegahan penyakit melalui imunisasi.
3. Pada awal abad ke-19, kesehatan masyarakat sudah berkembang dengan baik, kesehatan
masyarakat diartikan suatu upaya integrasi antara ilmu sanitasi dengan ilmu kedokteran.
Sedangkan ilmu kedokteran itu sendiri merupakan integrasi antara ilmu biologi dan ilmu
sosial. Dalam perkembangan selanjutnya, kesehatan masyarakat diartikan sebagai
aplikasi dan kegiatan terpadu antara sanitasi dan pengobatan (kedokteran) dalam
mencegah penyakit yang melanda penduduk atau masyarakat.
1.

Kesehatan Masyarakat adalah suatu bidang ilmu kesehatan yang mempelajari tentang
cara bagaimana memberdayakan masyarakat agar mereka mampu memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan di lingkungan tempat tinggal mereka.(ABC Medika, 2013).
Sedangkan, pada Abad ke-20 Definisi Kesehatan Masyarakat Pemukiman Penduduk
Menurut profesor Winslow dari Universitas Yale (Leavel and Clark, 1958) Kesehatan
Masyarakat adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan
kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk
meningkatkan sanitasi lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang
kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk mendeteksi
dini, pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap
orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya.
6
Dari perkembangan batasan kesehatan masyarakat seperti tersebut diatas dapat
disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik
sanitasi, ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial dan
itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat.

Definisi kesehatan masyarakat itu sendiri diatur dalam beberapa UU diantaranya :


Menurut UU No.9 Pasal 2 Tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan Kesehatan adalah
kesehatan badan ( somatik ), bukan hanya keadaan yangbebas dari penyakit, cacat, dan
kelemahan.
2. Menurut UU RI Nomor 23 Tahun 1992 Pasal 1 butir 1. Kesehatan adalah keadaan yang
sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
secara sosial dan ekonomi.
1.

Jadi, Kesmas adalah Kombinasi antara teori (ilmu) dan praktik (seni) yang
bertujuan untuk mencegah penyakit dan memperpanjang usia hidup dan meningkatkan
kesehatan masyarakat dan pengorganisasian masyarakat (menghimpun dan
mengembangkan masyarakat dalam usaha :preventif, kuratif, promotif, dan rehabilitatif)
B. Sejarah Kesehatan Masyarakat
1. Sejarah Kesehatan Masyarakat di dunia
Membicarakan kesehatan masyarakat tidak terlepas dari 2 tokoh metologi Yunani,
yakni Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita mitos Yunani tersebut Asclepius
disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun tidak
disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya tetapi diceritakan bahwa
ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedurprosedur tertentu (surgical procedure) dengan baik.
Higeia, seorang asistennya, yang kemudian diceritakan sebagai isterinya juga
telah melakukan upaya-upaya kesehatan.Beda antara Asclepius dengan Higeia dalam
pendekatan / penanganan masalah kesehatan adalah, Asclepius melakukan pendekatan
(pengobatan penyakit), setelah penyakit tersebut terjadi pada seseorang. Sedangkan
Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah kesehatan melalui
hidup seimbang, menghindari makanan / minuman beracun, makan makanan yang
bergizi (baik), cukup istirahat dan melakukan olahraga.
Apabila orang yang sudah jatuh sakit Higeia lebih menganjurkan melakukan
upaya-upaya secara alamiah untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, antara lain lebih
baik dengan memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik daripada dengan
pengobatan / pembedahan.
Dari cerita mitos Yunani, Asclepius dan Higeia tersebut, akhirnya muncul 2 aliran
atau pendekatan dalam menangani masalah-masalah kesehatan.Kelompok atau aliran
pertama cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit), yang selanjutnya
disebut pendekatan kuratif (pengobatan).Kelompok ini pada umumnya terdiri dari dokter,
dokter gigi, psikiater dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan penyakit baik
fisik, psikis, mental maupun sosial.
Sedangkan kelompok kedua, seperti halnya pendekatan Higeia, cenderung
melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi)
sebelum terjadinya penyakit.Kedalam kelompok ini termasuk para petugas kesehatan
masyarakat lulusan-lulusan sekolah atau institusi kesehatan masyarakat dari berbagai

jenjang.Dalam perkembangan selanjutnya maka seolah-olah timbul garis pemisah antara


kedua kelompok profesi, yakni pelayanan kesehatan kuratif (curative health care) dan
pelayanan pencegahan atau preventif (preventive health care).

2. Sejarah Kesehatan Masyarakat di Indonesia


Dengan melakukan upaya-upaya kesehatan masyarakat. Tahun 1807
Pemerintahan Jendral Daendels, melakukan pelatihan dukun bayi dalam praktek
persalinan dalam rangka upaya penurunan angka kematian bayi, tetapi tidak berlangsung
lama karena langkanya tenaga pelatih. Tahun 1888 Berdiri pusat laboratorium
kedokteran di Bandung, kemudian berkembang pada tahun-tahun berikutnya di Medan,
Semarang, surabaya, dan Yogyakarta. Laboratorium ini menunjang pemberantasan
penyakit seperti malaria, lepra, cacar, gizi dan sanitasi.
3. Masa Pra Kemerdekaan
Pada tahun 1807 Gubernur Jendral Daendels melakukan pelatihan praktik
persalinan padapara dukun bayi.Pada tahun 1851 didirikan sekolah dokter Jawa di
Batavia yaitu STOVIA.Tahun 1888 di Bandung didirikan Pusat Laboratorium
Kedokteran yang selanjutnya menjadi Lembaga Eykman sekarang.Pada Tahun 1913
didirikan Sekolah Dokter Belanda yaitu NIAS di Surabaya.Tahun 1922 terjadi wabah
Pes, sehingga tahun 1933-1935 diadakan pemberantasan Pes dengan DDT dan vaksinasi
massal. Hasil penyelidikan Hydric, petugas kesehatan pemerintah waktu itu, penyebab
kesakitan dan kematian yang terjadi di Banyumas adalah kondisi sanitasi, lingkungan dan
perilaku penduduk yang sangat buruk. Hydric kemudian mengembangankan percontohan
dan propaganda kesehatan.
B. Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat
Sesuai dengan perkembangan ilmu, maka disiplin ilmu yang mendasari ilmu kesehatan
masyarakat pun berkembang. Sehingga sampai pada saat ini disiplin ilmu yang mendasari
ilmu kesehatan masyarakat antara lain,mencakup ilmu biologi, ilmu kedokteran, ilmu kimia,
ilmu fisika,ilmu lingkungan,sosiologi, antropologi, psikologi,ilmu pendidikan dan sebagainya.
Oleh sebab itu, ilmu kesehatan masyarakat adalah merupakan ilmu yang multidisiplin.
Secara garis besar, disiplin ilmu yang menopang ilmu kesehatan masyarakat atau
sering disebut sebagai pilar utama ilmu kesehatan masyarkat antara lain :
1. Epidemiologi
Epidemilogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu (Epi = pada, Demos = penduduk, logos =
ilmu), dengan demikian epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang
berkaitan dengan masyarakat.
W.H. Frost
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, distribusi, dan jenis
penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat.

Azrul Azwar
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran
masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi
masalah kesehatan.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 3 komponen penting yang ada
dalam epidemiologi, sebagai berikut :
1) Frekuensi masalah kesehatan
2) Penyebaran masalah kesehatan
3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan.

a.
b.
c.
d.
e.

Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab


masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan, maka epidemiologi diharapkan
mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa :
Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan
dalam masyarakat.
Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan.
Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.
Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk
mengatasi atau menanggulanginya.
Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan.

Hal yang perlu kita perhatikan sebagai tenaga kesehatan khususnya yang memiliki basic di
bidang epidemiologi yang mengetahui apa saja ruang lingkup atau jangkauan epidemiologi
karena ruang lingkup epidemiologi semakin berkembang seiring dengan perkembangan
teknologi dan kebutuhan masyarakat. Perkembangan tersebut secara kasat mata dapa kita lihat
dalam lingkup kesehatan sekarang ini.
Di era modern dan perkembangan teknologi seperti sekarang ini memicu jangkauan
epidemiolgi semakin meluas. Secara garis besarnya jangkauan atau ruang lingkup epidemiologi
antara lain:
1. Epidemiologi Penyakit Menular
2. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular
3. Epidemiologi Kesehatan Reproduksi
4. Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
5. Epidemiologi Kesehatan Kerja
6. Epidemiologi Kesehatan Darurat
7. Epidemiologi Kesehatan Jiwa
8. Epidemiologi Perencanaan
9. Epidemiologi Prilaku
10. Epidemiologi Genetik
11. Epidemiologi Gizi

12. Epidemiologi Remaja


13. Epidemiologi Demografi
14. Epidemiologi Klinik
15. Epidemiologi Kausalitas
16. Epidemiologi Pelayanan Kesehatan
2. Biostatistik /Statistik Kesehatan
Statistik dipakai dalam masalah-masalah kesehatan, baik dalam rencana, aplikasi, evaluasi,
maupun monitoring. Statistik menjadi penting karena setiap pencatatan permasalahan
kesehatan diperlukan untuk melakukan perbaikan.
Ruang Lingkup statistika kesehatan :
1. Statistika perikehidupan, berupa kelahiran, kematian, dan perkawinan
2. Mortalitas
3. Fertilitas
4. Morbiditas
5. Pelayanan Kesehatan
6. Demografi
7. Lingkungan
8. Gizi
Guna statistik kesehatan, antara lain :
1. Mengukur derajat kesehatan masyarakat
2. Memonitor kemajuan status kesehatan di suatu daerah
3. Mengevaluasi program kesehatan
4. Membandingkan status kesehatan di berbagai daerah .
5. Memotivasi tenaga kesehatan dan policy maker (pembuat kebijakan) untuk menyelesaikan
masalah kesehatan
6. Menentukan prioritas masalah kesehatan
C. Kesehatan Lingkungan
Untuk menilai keadaan lingkungan dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan
sehat telah dipilih empat indikator, yaitu :
1. Penggunaan Air Bersih
2. Rumah Sehat
3. Keluarga denga kepemilikan sarana sanitasi dasar
4. Tempat Umum dan Pengolahan Makanan
5. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Prilaku
6. Administrasi Kesehatan Masyarakat
Administrasi kesehatan masyarakat yaitu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama
untuk mencapai tujuan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya sehingga tercapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Secara umum, fungsi adaministrasi
dibedakan atas 4 macam yakni :
1. Perencanaan, termasuk perencanaan pembiayan

Pengorganisasian, yang didalamnya termasuk penyusunan staff.


Pelaksanaan, yang didalamnya termasuk pengerahan, pengkoordinasian
4. Penilaian, yakni dalam rangka melihat apakah rencana yang telah disusun dapat
dicapai atau tidak.
2.
3.

Dalam pencapaian tujuan administrasi kesehatan ini melibatkan banyak pihak,


diantaranya pemerintah, rumah sakit, asuransi dan apotik. Namun dalam administrasi
kesehatan ini tidak hanya pelayanan pengobatan tetapi juga bersifat preventif
(pencegahan).
1. Gizi Masyarakat
Ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari atau mengkaji makanan yang dikaitkan
dengan kesehatan. Adapun ilmu gizi yakni mencakup mulai dari
pengadaan,pemilihan, pengolahan dan penyajian. Gizi masyarakat berurusan dengan
gangguan gizi pada masyrakat dimana masyarkay mempunyai aspekyang
luas,sehingga harus ditangani secara multisektoral.
2. Kesehatan Kerja
Kesehatan kerja dalam lingkup kesehatan masyarkat sering dikaitkan dengan
keselamatan kerja.Untuk itu, dikenal dengan K3 ( Keselamatan dan Kesehatan
Kerja ). K3 merupakan adalah suatu kondisi yang terjadipada seseorang dalam
hubungannya dengan dunia atau tempat dimana ia kerja.Misalnya, terjadi gangguan
kerja akibat suana tempat kerja yang bising, cedera otot tulang,bahaya
kebakaran,dsb.

a)
b)
c)
d)

E. Perbedaan Preventif, Kuratif, Promotif dan Rehabilitatif


1. Promotif ( peningkatan kesehatan )
Merupakan usaha yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan yang meliputi usahausaha, peningkatan gizi, pemeliharaan kesehatan perseorangan,pemeliharaan kesehatan
lingkungan,olahraga secara teratur,istirahat yang cukup dan rekreasi sehingga seseorang dapat
mencapai tingkat kesehatan yang opptimal. Atau Usaha Promotif
Promotif adalah usaha mempromosikan kesehatan kepada masyarakat. Upaya promotif
dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu,keluarga, kelompok dan masyarakat.
Setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri, mendapat informasi yang cukup dan
untuk berperan di segala aspek pemeliharaan kesehatannya.
Usaha ini merupakan pelayanan terhadap pemeliharaan kesehatan pada umumnya. Beberapa
usaha diantaranya :
Penyediaan makanan sehat cukup kualitas maupun kuantitasnya.
Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan, seperti : penyediaan air rumah tangga yang baik,
perbaikan cara pembuangan sampah, kotoran dan air limbah dan sebagainya.
Pendidikan kesehatan kepada masyarakat sesuai kebutuhannya.
Usaha kesehatan jiwa agar tercapai perkembangan kepribadian yang baik.
2. Preventif ( pencegahan penyakit )

a)
b)
c)
d)
e)

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Adalah usaha yang ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit melalui usaha-usaha
pemberian imunisasi pada bayi dan anak, ibu hamil, pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk
mendeteksi penyakit secara dini atau Upaya preventif adalah sebuah usaha yang dilakukan
individu dalam mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Prevensi secara etimologi
berasal dari bahasa latin, pravenire yang artinya datang sebelum atau antisipasi atau mencegah
untuk tidak terjadi sesuatu. Dalam pengertian yang sangat luas, prevensi diartikan sebagai upaya
secara sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan, kerusakan, atau kerugian bagi
seseorang atau masyarakat
26
Upaya preventif bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Usaha-usaha yang dilakukan, yaitu :
Pemeriksaan kesehatan secara berkala (balita, bumil, remaja, usila,dll) melalui posyandu,
puskesmas, maupun kunjungan rumah.
Pemberian Vitamin A, Yodium melalui posyandu, puskesmas, maupun dirumah.
Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan menyusui.
Deteksi dini kasus dan factor resiko (maternal, balita, penyakit).
Imunisasi terhadap bayi dan anak balita serta ibu hamil.
3. Kuratif ( pengobatan )
Adalah usaha yang ditujukan terhadap orang yang sakit untuk dapat diobati secara tepat
dan adekuat sehingga dalam waktu singkat dapat dipulihkan kesehatannya
Upaya kuratif bertujuan untuk merawat dan mengobati anggota keluarga, kelompok yang
menderita penyakit atau masalah kesehatan.
Usaha-usaha yang dilakukan, yaitu :
Dukungan penyembuhan, perawatan, contohnya : dukungan psikis penderita TB
Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari puskesmas dan rumah sakit
Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis dirumah, ibu bersalin dan nifas
Perawatan payudara
Perawatan tali pusat bayi baru lahir
Pemberian obat : Fe, Vitamin A, oralit.

4. Rehabilitatif ( pemulihan kesehatan )


Meupakan usaha yang ditujukan terhadap penderita yang baru pulih dari penyakit yang
dideritanya. Usaha pemulihan ini ditujukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan
fisik,mentaldan social pasien sebagai akibat dari penyakit yang dideritanya melalui latihanlatihan yang telah terprogram dan dapat puladilakukan melalui latihan fisioterapi. Merupakan
upaya pemulihan kesehatan bagi penderita-penderita yang dirawat dirumah, maupun terhadap
kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit yang sama.
Usaha yang dilakukan, yaitu:
1. Latihan fisik bagi yang mengalami gangguan fisik seperti, patah tulang, kelainan bawaan.
2. Latihan fisik tertentu bagi penderita penyakit tertentu misalnya, TBC (latihan nafas dan
batuk), Stroke (fisioterapi).