Anda di halaman 1dari 4

LAMPIRAN A

PROSEDUR ANALISA KOMPONEN KIMIA BAHAN

A.1 Uji Kadar Air

1. Panaskan wadah ke dalam oven 105C 3C selama 1 jam, kemudian

wadah ditimbang dan dipindahkan ke dalam desikator dan diamkan selama

10 menit, setelah itu ditimbang kembali. Ulangi pemanasan dan

penimbangan sampai diperoleh berat konstan.


2. Sampel yang telah kering udara ditimbang sebanyak 2 gr 0,1 gr (W1)

dimasukkan ke dalam wadah yang telah diketahui beratnya, kemudian


dimasukkan kedalam oven. Lakukan pemanasan selama 3 jam pada suhu

105C 3C. Kemudian didinginkan dalam desikator selama 10

menit dan ditimbang.


3. Ulangi pemanasan dan penimbangan sampel sampai diperoleh berat konstan
(W2).

Perhitungan :
W 1W 2
x= X 100
W1

Keterangan :
x = kadar air dalam sampel (%)
W1 = berat contoh sampel (gr)
W2 = berat kering sampel (gr)
Sumber : [SNI 08-7070-2005]
A.2 Prosedur Ekstraksi Sokletasi
1. Timbang 8 gram bahan yang telah dihaluskan kemudian dimasukkan ke
dalam thimble.
2. Masukkan Heksana sebanyak 250 ml ke dalam labu didih 500 ml.
3. Rangkai alat sokletasi dan pastikan air pendingin mengalir lancar dan heater
dihidupkan selama 6 jam.
4. Setelah 6 jam, thimble dikeluarkan dan alat soklet.
5. Keluarkan thimble dari Soxhlet.
6. Heksan yang telah mengandung bahan ekstrak didestilasi kembali untuk
memisahkan dari bahan ekstrak.

Perhitungan :
Berat Zat Ekstraktif
Kadar Ekstraktif = x 100
Berat Sampel

Keterangan :
Kadar Ekstraktif (%)
Berat Zat Ekstraktif (gr)
Berat Sampel (gr)
Sumber : [TAPPI-222 CM-98]
A.3 Prosedur Analisa Selulosa-
1. Sampel limbah pelepah sawit sebanyak 1,5 gr dimasukkan ke beaker glass
tinggi 300 ml, ditambahkan 75 mL NaOH 17,5% pada suhu ruangan,
kemudian aduk hingga sempurna.
2. Cuci pengaduk dengan 25 mL NaOH 17,5% sehingga volume NaOH 17,5%
menjadi 100 mL. Aduk selama 30 menit.
3. Letakkan beaker gelas di water bath selama 30 menit.
4. Saring, kemudian buang 10-20 mL filtrate awal. Tampung 80 mL filtrat.
5. Ambil 25 mL filtrat (yang ditampung) ditambahkan 10 mL K2Cr2O7 0,5 N
kedalam labu, kemudian tambahkan lagi 50 mL H2SO4 pekat.
6. Biarkan larutan tetap panas selama 15 menit kemudian tambahkan 50 mL
aquadest, teteskan 2-4 tetes indikator feroin. Titrasi dengan ferrous
ammonium sulfat. Catatlah berapa volume titran yang dibutuhkan untuk
titrasi.
7. Dibuat pula perlakuan blanko yaitu seperti perlakuan di atas tanpa contoh
(100 ml NaOH 17,5 % + 10 ml K2Cr2O7 0,5 N + 50 ml H2SO4 pekat + 50 ml
aquadest).

Perhitungan :
6,85 ( V 1V 2 ) N 20
=100
AW
Keterangan:
= alfa selulosa (%)
V1 = volume titrasi blanko (mL)
V2 = volume titrasi filtrat limbah pelepah sawit (mL)
N = normalitas larutan ferro ammonium sulfat
A = volume filtrat limbah pelepah sawit yang dianalisa (mL)
W = berat limbah pelepah sawit (gr)
Sumber : [SNI 0444-2-2009]

A.4 Penetuan Kadar Lignin


1. Sampel uji hasil ekstraksi sebanyak 1 gram dimasukkan ke dalam gelas
piala 100 mL, kemudian ditambahkan asam sulfat 72% sebanyak 15 mL,
penambahan dilakukan perlahan-lahan dalam bak perendam dan maserasi
selama 2-3 menit.
2. Setelah terdispersi sempurna, wadah ditutup dengan kaca arloji dan
dibiarkan dalam bak perendaman selama 2 jam.
3. Erlenmeyer 1000 mL diisi dengan air sebanyak 300-400 mL dan contoh dari
gelas piala dimasukkan secara kuantitatif, kemudian diencerkan dengan air
sampai volume 575 mL sehingga konsentrasi asam sulfat 3%.
4. Larutan dipanaskan sampai mendidih dan dibiarkan selama 4 jam dengan
api kecil dan menggunakan pendingin balik.
5. Larutan didinginkan di udara terbuka dan dibiarkan sampai lignin
mengendap sempurna.
6. Endapan lignin disaring dengan kertas saring lalu dicuci dengan air panas
berlebih, selanjutnya dikeringkan dalam oven pada 105oC sampai beratnya
konstan.

Perhitungan:
Berat Endapan Lignin
Kadar Lignin= x 100
Berat Sampel

Keterangan :
Kadar Lignin (%)
Berat Endapan Lignin (gr)
Berat Sampel (gr)
Sumber : [SNI 0492 : 2008]