Anda di halaman 1dari 3

1.

jelaskan pengertian istilah "agraria" baik secara umum maupun secara


yuridis dan pengertian mana yang dipakai oleh hukum agraria nasional
jawab: pengertian agraria secara umum: menurut kbbi: hal yang
berhubungan dengan pertanian pengertian secara yuridis:pasal 33(3)
UUD,pasal 2(1) UUPA: bumi,air,ruang angkasa,dan kekayaan alam. menurut
ahli :Prof. E. Utrecht, S.H. menyatakan bahwa hukum agraria adalah menjadai
bagian dari hukum tata usaha negaram karena mengkaji hubungan-
hubungan hukum antara orang, bumi, air dan ruang angkasa yang
meliatakan pejabat yang bertugas mengurus masalah agraria

2.jelaskanlah pengertian hukum agraria,apa saja ruang lingkup kajian


hk.agraria tsb jawab:pengertian hukum agraria adalah seluruh
kaidah hukum baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur
masalah bumi,air dalam batas-batas tertentu dan ruang angkasa beserta
kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi.
ruang lingkup kajian hk.agraria: hukum tanah, hukum air,hukum
pertambangan,hukum perikanan,pengelolaan sumber daya pesisir,dll

3.jelaskan perbedaan politik hukum agraria nasional dan politik hukum


agraria kolonial

4.jelaskanalah mengapa hukum pertanahan dikatakan sebagai bagian utama


dari hukum agraria

5.jelaskanlah pengertian tanah yg bisa dijadikan objek hak atas tanah dalam
hukum agraria!apa dasar hukumnya

6.kemukakan tujuan pokok UUPA


jawab:1.untuk meletakkan dasar-dasar bagi penyusunan hukum agraria
nasional 2.menjadi dasar dalam mewujudkan kesatuan dan
kesederhanaan dalam hukum agraria 3.menjadi dasar dalam mewujudkan
kepastian hukum mengenai hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyak indonesia

7.apakah dengan adanya UUPA hukum agraria Indonesia sudah terbangun


dengan utuh?jelaskan alasan nya

8.jelaskanlah apa yang dimaksud dengan prinsip hak menguasai dari negara?
bagaimana hubungannya dengan asas domein verklaring yang diterapkan
oleh pemerintah kolonial belanda?
jawab:Politik Agraria Indonesia yang diwakili oleh Pasal 33 ayat (3) UUD 1945
dan UUPA 1960 telah menjadi koreksi kritis atas asas Domein Verklaring yang
selama masa penjajahan dijalankan oleh pemerintah Belanda sekaligus
menghapus asas Domein Verklaring dalam hukum pertanahan di Indonesia.
Konsep Negara menguasai bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di
dalamnya dalam Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 untuk selanjutnya dikenal
dengan konsepsi Hak Menguasai Negara.
9.jelaskan makna prinsip pengakuan terhadap hukum adat dan hak ulayat?
jawab:Masyarakat Hukum Adat mempunyai salah satu hak yang terpenting
terkait dengan ruang hidupnya yaitu hak Ulayat sebagaimana tercantum
dalam Pasal 3 UUPA; Dengan mengingat ketentuan dalam Pasal 1 dan Pasal 3
dinyatakan bahwa; pelaksanaan hak ulayat dan hakhak yang serupa itu dari
masyarakat-masyarakat hukum adat, sepanjang menurut kenyataannya
masih ada, harus sedemikian rupa hingga sesuai dengan kepentingan
nasional dan negara, yang berdasarkan atas persatuan bangsa serta tidak
boleh bertentangan dengan uu dan peraturan lain yang lebih tinggi. UUPA
sendiri tidak memberikan penjelasan tentang hak ulayat itu, kecuali
menyebutkan, bahwa yang dimaksud dengan hak ulayat adalah
beschikkingrecht dalam kepustakaan hukum adat. Hak ulayat sebagai istilah
teknis yuridis adalah hak yang melekat sebagai kompetensi khas pada
masyarakat hukum adat, berupa wewenang/kekuasaan mengurus dan
mengatur tanah seisinya, dengan daya laku ke dalam maupun ke luar.
Dengan demikian, hak ulayat menunjukkan hubungan hukum antara
masyarakat hukum (subyek hak) dan tanah/wilayah tertentu (obyek hak).
Hak ulayat tersebut berisi wewenang untk :

1. Mengatur dan menyelenggarakan penggunaan tanah (untuk pemukiman,


bercocok tanam dan lain-lain) persediaan (pembuatan
pemukiman/persawahan baru dan lain-lain) dan pemeliharaan tanah.
2. Mengatur dan menetukan hubungan hukum antara orang dengan tanah
(memberikan hak tertentu pada subyek tertentu.
3. Mengatur dan menetapkan hubungan hukum antara orang-orangdan
perbuatan-perbuatan hukum yang berkenaan dengan tanah (jual-beli,
warisan dan lain-lain).

Isi wewenang hak ulayat tersebut menyatakan, bahwa hubungan antara


masyarakat hukum adat dengan tanah/wilayahnya adalah hubungan
menguasai, bukan hubungan milik sebagaimana halnya dalam konsep
hubungan antara negara dengan tanah menurut Pasal 33 ayat (3) UUD
1945.Dengan demikian UUPA memberikan pengakuan bersyarat terhadap
hak ulayat yaitu: pertama, syarat eksistensinya (keberadaannya) yakni tanah
hak ulayat diakui sepanjang menurut kenyataannya masih ada. Artinya
bahwa di daerah yang semula ada tanah hak ulayat, namun dalam
perkembangan selanjutnya , hak milik perorangan menjadi kuat, sehingga
menyebabkan hilangnya tanah hak ulayat, maka tanah hak ulayat tidak akan
dihidupkan kembali. demikian pula di daerah-daerah yang tidak pernah ada
tanah hak ulayat , tidak akan dilahirkan tanah hak ulayat yang baru. Kedua,
syarat pelaksanaannya yaitu sesuai dengan kepentingan nasional dan negara
yang berdasar atas persatuan bangsa serta tidak boleh bertentangan dengan
undang-undang dan peraturan lainnya yang lebih tinggi.

10.jelaskan apa yang dimaksud dengan fungsi sosial hak atas tanah
jawab:- Pasal 21 ayat (1) : Hanya Warga Negara Indonesia dapat mempunyai
hak milik. Didalam pasal pasal tersebut terdapat asas fungsi sosial atas
tanah yaitu asas yang menyatakan bahwa penggunaan tanah tidak boleh
bertentangan dengan hak hak orang lain dan kepentingan umum,serta
keagamaan.Sehingga tidak diperbolehkan jika tanah digunakan sebagai
kepentingan pribadi yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

11.fungsi sosial hak atas tanah


jawab:Fungsi sosial hak atas tanah sebagaimana dimaksud Pasal 6 UUPA
mengandung beberapa prinsip keutamaan antara lain :

a. Merupakan suatu pernyataan penting mengenai hak-hak atas tanah


yang merumuskan secara singkat sifat kebersamaan atau kemasyarakatan
hak-hak atas tanah menurut prinsip Hukum Tanah Nasional. Dalam Konsep
Hukum Tanah Nasional memiliki sifat komunalistik religius, yang mengatakan
bahwa seluruh bumi, air, dan ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya dalam wilayah Republik Indonesia, sebagai karunia
Tuhan Yang Maha Esa, adalah bumi, air dan ruang angkasa, bangsa Indonesia
dan merupakan kekayaan nasional.

b. Tanah yang dihaki seseorang tidak hanya mempunyai fungsi bagi yang
mempunyai hak itu saja tetapi juga bagi bangsa Indonesia seluruhnya.
Sebagai konsekuensinya, dalam mempergunakan tanah yang bersangkutan
tidak hanya kepentingan individu saja yang dijadikan pedoman, tetapi juga
harus diingat dan diperhatikan kepentingan masyarakat. Harus diusahakan
adanya keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan
masyarakat.

c. Fungsi sosial hak-hak atas tanah mewajibkan pada yang mempunyai


hak untuk mempergunakan tanah yang bersangkutan sesuai dengan
keadaannya, artinya keadaan tanah, sifatnya dan tujuan pemberian haknya.
Hal tersebut dimaksudkan agar tanah harus dapat dipelihara dengan baik
dan dijaga kualitas kesuburan serta kondisi tanah sehingga kemanfaatan
tanahnya dinikmati tidak hanya oleh pemilik hak atas tanah saja tetapi juga
masyarakat lainya. Oleh karena itu kewajiban memelihara tanah itu tidak saja
dibebankan kepada pemiliknya atau pemegang haknya yang bersangkutan,
melainkan juga menjadi beban bagi setiap orang, badan hukum atau instansi
yang mempunyai suatu hubungan hukum dengan tanah.