Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

MENGENAI VERSHIRE COMPANY

Sebagai Pemenuhan Tugas Mata Kuliah Sistem Pengendalian


Manajemen

Disusun oleh Kelompok 2 :

1. VINNI VIRGIANI (B1033141036)


2. OKTAVIANA HURING (B1033141037)
3. EFA (B1033141059)
4. SARIMUJIATUN (B1033141060)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat
dan karunia-Nya Makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
proses pembuatan Makalah ini. Kami menyadari sekali, di dalam penyusunan makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya. Untuk itu besar
harapan kami jika ada kritik dan saran dari pembaca yang membangun untuk lebih
menyempurnakan makalah-makalah kami di lain waktu.

Harapan lainnya dari kami ialah agar penyusunan makalah mengenai Vershire
Company ini mudah-mudahan dapat berguna dan bermanfaat, baik untuk pribadi, teman-
teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Vershire Company merupakan salah satu perusahaan penghasil 'packaging' atau
produsen kaleng minuman dari aluminium terbesar di Amerika Serikat. Perusahaan ini
terbagi dalam dua bagian utama di setiap unit bisnis, yaitu Bagian Manufaktur dan Bagian
Penjualan. Dalam industri packaging ini, banyak pemain yang ada di pasar Amerika
Serikat. Oleh karena itu, pelanggan memiliki banyak pilihan, sehingga pelayanan yang
memuaskan merupakan andalan perusahaan-perusahaan ini utuk dapat mempertahankan
pelanggannya. Vershire Company menggunakan anggaran sebagai alat pengontrol utama
kinerja perusahaan.
Anggaran untuk tahun depan mulai disusun pada bulan Mei oleh divisi penjualan.
Masing-masing kepala divisi dalam Bagian Penjualan menyusun laporan mengenai data-
data seperti prediksi data-data penjualan, pendapatan, dan lain-lain. Prediksian ini tidak
dibuat secara rinci melainkan dibuat secara umum saja. Setelah laporan ini selesai dibuat,
laporan ini kemudian diajukan kepada staff riset perusahaan untuk dilengkapi dan
disesuaikan dengan data-data pasar yang sebenarnya, kemudian dikembalikan lagi kepada
manajer divisi untuk dipelajari. Dengan demikian, staff riset perusahaan ini lah yang
membuat budget bagi seluruh divisi yang ada di Vershire Company.
Anggaran ini adalah anggaran yang menjadi dasar bagi Bagian Manufaktur. Bagian
Manufaktur membuat anggaran untuk divisinya berdasarkan pendapatan, laba, dan lain
sebagainya yang telah dibuat oleh Bagian Penjualan (staff riset perusahaan). Sebelum
anggaran yang dibuat oleh Bagian Manufaktur diajukan ke level yang lebih tinggi,
controller perusahaan melakukan inspeksi terhadap anggaran tersebut dengan tujuan agar
anggaran tersebut sesuai dengan tujuan perusahaan.
Dalam Vershire Company, sekali anggaran telah diputuskan, maka akan sulit untuk
melakukan revisi. Apabila terdapat masalah dalam pelaksanaan kegiatan, perusahaan
mengasumsikan bahwa masalah tersebut akan dapat diatasi oleh pihak-pihak yang
langsung berkaitan. Dalam hal insentif, Vershire hanya mempertimbangakan kinerja
manajer divisi yang berhasil mencapai target anggaran. Dengan demikian, para manajer
divisi berlomba-lomba untuk mencapai financial performance yang setinggi mungkin.

1.2. TUJUAN
1. Agar kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada pada sistem
perencanaan dan pengendalian Vershire Company.
2. Agar kita dapat mengetahui proses penganggaran laba pada Vershire, diawali pada
bulan Mei dan berakhir pada Rapat Dewan Direktur pada bulan Desember.
3. Agar kita dapat mengetahui apakah manajer pabrik harus bertanggung-jawab dalam
mencapai laba atau tidak.
4. Agar kita dapat mengetahui bagaimana penilaian sistem evaluasi kinerja yang terdapat
dalam tampilan 2 dan 3.
5. Agar kita dapat mengetahui apakah kita harus mendesain ulang struktur pengendalian
manajemen pada Vershire Company atau tidak.

BAB 2

PEMBAHASAN

1. Jelaskan kelebihan dan kelemahan yang ada pada sistem


perencanaan dan pengendalian Vershire Company.
Kelemahan Kelebihan

1. Anggaran (terutama anggaran bagi Bagian


Manufaktur ) dibuat berdasarkan anggaran 1. Adanya inspeksi dari pihak atas

yang diajukan oleh pihak lain. Dengan perusahaan ke pabrik-pabrik secara

demikian anggaran tersebut menjadi tidak langsung yang menurut saya adalah

relevan dengan kondisi divisi. sebuah tindakan yang

2. Sistem insentif yang lemah. Hanya diukur mencerminkan perhatian atasan

berdasarkan keberhasilan divisi dalam kebada bawahannya. Para pekerja

memenuhi target keuntungan yang mungkin senang apabila dirinya

dicantumkan dalam anggaran. Insentif ini mendpat perhatian lansung dari

juga diberikan hanya kepada beberapa atasannya.

orang sehingga tidak memotivasi karyawan


2. Anggaran yang kaku, dalam artian
level bawah untuk dapat bekerja lebih baik.
bahwa sekali anggaran telah
3. Sistem punyusunan anggaran yang berbelit-
disahkan, maka akan sulit untuk
belit dan terlalu lama (disusun dari bulan
merevisi anggaran tersebut.
Mei dan baru disetujui pada bulan
Menurut saya adalah sebuah
Desember).
kelebihan. Dengan begitu
perusahaan dapat berjalan sesuai
dengan perencanaan. Akan tetapi,
karena anggaran yang sulit untuk
dirubah, sebaiknya anggaran
disusun se-relevan mungkin dengan
kondisi perusahaan dan lingkungan
selama tahun berjalan.

2. Proses penganggaran laba pada Vershire, diawali pada bulan Mei


dan berakhir pada Rapat Dewan Direktur pada bulan Desember.

Pada bulan Mei, setiap kepala divisi yang ada di Bagian Penjualan
menyusun laporan awal yang ditujukan untuk manajemen perusahaan
yang berisi prediksian penjualan, pendapatan, dan kebutuhan kapital.
Laporan yang dibuat oleh kepala divisi dalam Bagian Penjualan
kemudian ditangani oleh staff riset perusahaan. Staff riset inilah yang
bertugas menyusun laporan tersebut menjadi bentuk
anggaran/forecast dengan dilengkapi data-data ekonomi dan analisis-
analisis pasar. Forecast ini diteliti kesesuaiannya dengan tujuan
perusahaan.
Setelah forecast selesai dibuat dan telah diteliti, forecast kemudian
dikembalikan ke kepala divisi di Bagian Penjualan untuk dipelajari dan
dikompilasikan dengan forecast buatannya sendiri.
Seluruh forecast/anggaran kemudian diserahkan kepada Kepala Bagian
Penjualan untuk direvisi atau disetujui .
Anggaran yang telah disetujui oleh pihak puncak kemudian diteruskan
ke divisi-divisi dalam Bagian Manufaktur. Bagian Manufaktur menyusun
anggaran yang berdasar dan harus sesuai dengan anggaran yang telah
dibuat oleh Bagian Penjualan.
Controller memeriksa anggaran yang telah dibuat oleh Bagian
Manufaktur sebelum akhirnya dikirim ke Divisional General Manager
paling lambat tanggal 1 September.
Setelah Divisional General Manajger menyetujui anggaran yang telah
dibuat, anggaran ini kemudian diajukan ke CEO Vershire.
Anggaran konsilodasian disetujui oleh dewan direksi pada bulan
Desember.

3. Apakah manajer pabrik harus bertanggung-jawab dalam mencapai


laba? mengapa?
Menurut kami, manajer pabrik sebagai lower manager dimana dia
ikut berkontribusi dalam penyusunan anggaran, target laba, dan estimasi
biaya, harus bertanggung jawab namun tidak sepenuhnya terhadap
pencapaian laba pabriknya, karena laba pabrik itu merupakan suatu
bentuk ukuran kinerja suatu pabrik. Seluruh bagian dari pabrik
seharusnya bertanggung jawab terhadap perolehan laba perusahaan
dengan menjalankan masing-masing pekerjaan sesuai dengan anggaran
yang telah disepakati. Jadi terbangun kinergi yang kuat di dalam pabrik
untuk bersama-sama mencapai target yang telah ditentukan.

4. Bagaimana Anda menilai sistem evaluasi kinerja yang terdapat


dalam tampilan 2 dan 3?
Menurut kelompok kami evaluasi kinerja yang terdapat dalam
tampilan 2 dan 3 sudah baik. Biasanya evaluasi kinerja bisa dilakukan
ketika kinerja perusahaan tidak sesuai dengan rencana yang diharapkan.
Di dalam vershire company evaluasi kinerja perusahaan dilakukan dengan
membuat supplemental report oleh pihak manajemen, dengan
supremental reports tersebut pihak manajemen bisa menganalisis dampak
dari kinerja yang sudah dilakukan oleh perusahaan. Selain itu, jika
manajer pabrik diberi tanggung jawab untuk menghasilkan laba maka
pengukuran kinerja bisa dilakukan dengan mengukur tingkat laba
perusahaan. Akantetapi pengukuran kinerja perusahaan masih terdapat
kekurangan karena jumlah laba dibandingkan dengan biaya untuk semua
pabrik. Alasan ketidaktepatan dalam pengukuran tersebut karena produk
yang dihasilkan dengan kapasitas pabrik tidak sesuai (tidak sama satu
dengan yang lain).
Seharusnya laba dan biaya harus dibandingkan antar pabrik dengan
produk yang sama dan dengan kapasitas yang sama. Jika manajer pada
vershire company tidak diberitanggung jawab laba maka sistem evaluasi
kinerja pada tampilan 2 tidak perlu menggunakanitem penjualan cukup
menggunakan biaya standar dan biaya aktual saja untuk melihat
variansnya. Demikian juga dengan tampilan 3 tidak perlu dilakukan
analisis penjualan dan membandingkan laba antar perusahaan jadi cukup
membandingkan biayanya saja.

5. Apakah anda akan mendesain ulang struktur pengendalian


manajemen pada Vershire Company? Jika ya, bagaimana dan
mengapa?
Menurut kami tidak, karena Vershire Company menurut kelompok kami,
sudah cukup baik struktur pengendalian manajemennya. Beberapa alasan
pendukung keberhasilan Vershire Company terhadap struktur
manajemennya :
a. Sistem Pengendalian Anggaran
Manajer umum divisi memiliki pengendalian penuh terhadap bisnis
mereka dengan dua hal tanpa pengecualian yaitu peningkatan modal dan
hubungan ketenagakerjaan. Keduanya terpusat pada kantor pusat.
Sistem Pengendalian Anggaran dibagi atas :
1. Anggaran Penjualan yang memiliki struktur Perencanaan dan
Pengendalian sebagai berikut: Pada bulan Mei setiap manajer umum
divisi mengajukan laporan persiapan untuk menggabungkan ringkasan-
ringkasan mengenai penjualan, serta mengevaluasi kecendrungan
pada setiap kategori selama dua tahun berturut-turut. Laporan-laporan
tersebut tidak diberikan secara rinci dan cukup mudah untuk
digunakan secara bersama jika masing-masing divisi memerlukan
perkiraan kondisi pasar pada tahun yang bersangkutan untuk
mengantisipasi pengeluaran modal selama lima tahun kedepan
sebagai bagian dari perencanaan strategi.

2. Anggaran Manufaktur. Apabila nilai penjualan secara keseluruhan telah


diterjemahkan ke dalam anggaran penjulan, selanjutnya setiap pabrik
membuat anggaran berupa keuntungan kotor, pengeluaran tetap, dan
pendapatan sebelum pajak. Keutungan dihitung sebagai anggaran
penjualan yang nilainya lebih kecil darianggaran biaya tak terduga
(termasuk material, tenaga kerja, dan variable manufaktur tambahan
yang masing-masing dihitung pada ukuran standar) dan anggaran
yang telah pasti.

b. Pengukuran Kinerja dan Evaluasi :


Setiap pabrik mengirimkan varians pada akhir bisnis kedua setiap akhir
bulan. Kumpulan lembar varians ini terdistribusikan ke manajemen utama
pada besok paginya, Manajer pabrik tidak harus dibuat menunggu sampai
kesepakatan bulannya disiapkan untuk mengidentifikasi varians yang
merugikan;dan mereka diharapkan memahami varians tersebut dalam
mengambil tindakan sehari-hari.
Empat hari bisnis setelah akhir bulan setiap pabrik mengajukan laporan
yang berisi anggaran dan hasil yang sebenarnya. Sekali laporan ini
diterima maka manajemen Perusahaan akan meninjau varians yang
nilainya melebihi anggaran, juga meminta manajer pabrik yang daerahnya
belum memenuhi target untuk menjelaskan. Fokusnya pada penjualan
bersih, termasuk harga dan perubahan yang macam-macam margin
kotor,dan biaya manufaktur standard.
PERTANYAAN YANG DIAJUKAN :

KELOMPOK 1 : Pada pusat beban teknik, jumlah anggaran yang tepat harus disediakan
untuk menghasilkan tingkat output yang dapat diperkirakan. Pada kasus Vershire company,
bagaimana proses penganggaran yang tepat agar menghasilkan output yang baik menurut
kalian?

Jawab : Dalam kasus Vershire company, sekali anggaran telah disahkan, maka akan sulit
untuk merevisi anggaran tersebut. Menurut kami ini adalah sebuah kelebihan. Dengan begitu
perusahaan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. Sehingga tingkat output yang sudah
diperkirakan dari awal tidak dengan mudahnya berubah.

KELOMPOK 3 : Bagaimana proses pengendalian agar anggaran di perusahaan Vershire


dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan?

Jawab : Manajer umum divisi memiliki pengendalian penuh terhadap bisnis mereka dengan
dua hal tanpa pengecualian yaitu peningkatan modal dan hubungan ketenagakerjaan.
Keduanya terpusat pada kantor pusat.

Sistem Pengendalian Anggaran dibagi atas :

a. Anggaran Penjualan yang memiliki struktur Perencanaan dan Pengendalian sebagai


berikut: Pada bulan Mei setiap manajer umum divisi mengajukan laporan persiapan
untuk menggabungkan ringkasan-ringkasan mengenai penjualan, serta mengevaluasi
kecendrungan pada setiap kategori selama dua tahun berturut-turut. Laporan-laporan
tersebut tidak diberikan secara rinci dan cukup mudah untuk digunakan secara
bersama jika masing-masing divisi memerlukan perkiraan kondisi pasar pada tahun
yang bersangkutan untuk mengantisipasi pengeluaran modal selama lima tahun
kedepan sebagai bagian dari perencanaan strategi.
b. Anggaran Manufaktur. Apabila nilai penjualan secara keseluruhan telah
diterjemahkan ke dalam anggaran penjulan, selanjutnya setiap pabrik membuat
anggaran berupa keuntungan kotor, pengeluaran tetap, dan pendapatan sebelum pajak.
Keuntungan dihitung sebagai anggaran penjualan yang nilainya lebih kecil
darianggaran biaya tak terduga (termasuk material, tenaga kerja, dan variable
manufaktur tambahan yang masing-masing dihitung pada ukuran standar) dan
anggaran yang telah pasti.

KELOMPOK 4 : Bagaimana implementasi pusat tanggung jawab pada perusahaan Vershire


company?

Jawab : Pusat tanggung jawab merupakan organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer
yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan . Pada hakikatnya perusahaan
merupakan sekumpulan pusat-pusat tanggung jawab, yang masing-masing diwakili oleh
sebuah kotak dalam bagan organisasi. Pada Vershire company, perusahaan terbagi dalam dua
bagian utama di setiap unit bisnis, yaitu Bagian Manufaktur dan Bagian Penjualan, yang
masing-masing bertanggung jawab dalam membuat anggaran menurut prediksi dan
pandangan mereka.

KELOMPOK 5 : Anggaran yang bagaimana yang akan disetujui oleh dewan direksi dalam
perusahaan Vershire company?

Jawab : Anggaran akan disetujui oleh pihak perusahaan setelah controller perusahaan
melakukan inspeksi terhadap anggaran tersebut dengan tujuan agar anggaran tersebut sesuai
dengan tujuan perusahaan. Jika anggaran dirasa sudah sesuai dengan tujuan perusahaan,
maka anggaran bisa disetujui.

KELOMPOK 6 : Apakah dengan proses penyusunan anggaran Vershire yang menurut


kalian berbelit-belit dan terlalu lama sangat tidak baik bagi perusahaan, walaupun dengan
proses tersebut, bisa dihasilkan sebuah anggaran yang baik?

Jawab : Menurut kami, proses penyusunan anggaran yang terlalu lama juga tidak akan baik
dan dapat mempengaruhi waktu pelaksanaan dari anggaran itu sendiri.

KELOMPOK 7 : Jika misalnya tidak adanya staff riset dalam perusahaan Vershire, apakah
akan memberi dampak yang baik atau buruk dalam proses pembuatan anggaran?

Jawab : Menurut kami, Staff riset yang dimiliki perusahaan Vershire sangatlah penting karena
staff riset inilah yang bertugas menyusun laporan tersebut menjadi bentuk anggaran/forecast
dengan dilengkapi data-data ekonomi dan analisis-analisis pasar. Forecast ini pun yang akan
diteliti kesesuaiannya dengan tujuan perusahaan. Dengan demikian, staff riset perusahaan ini
juga yang membuat budget bagi seluruh divisi yang ada di Vershire Company.

KELOMPOK 8 : Apa dasar dari pernyataan kelompok kalian mengenai kelemahan


perusahaan dalam penyusunan anggaran, yang dikarenakan disusun oleh pihak luar, padahal
dilihat lebih lanjut anggaran disusun oleh divisi penjualan dan anggaran manufaktur pun
disusun oleh divisi manufaktur itu sendiri?

Jawab : Maksud dari pernyataan kami yang sebenarnya adalah anggaran (terutama anggaran
bagi Bagian Manufaktur ) dibuat berdasarkan anggaran yang diajukan oleh pihak lain (yaitu
pihak bagian penjualan). Karena disini anggaran yang sudah dibuat oleh pihak bagian
penjualan, dijadikan dasar untuk membuat anggaran bagi bagian manufaktur. Sehingga
kondisi yang dipikirkan oleh bagian manufaktur, bukan lagi kondisi yang terjadi dari bagian
manufaktur itu sendiri, tapi lebih mengacu dan mengikuti anggaran dari bagian penjualan.
Sehingga dengan demikian anggaran tersebut menjadi tidak relevan dengan kondisi divisi.

KELOMPOK 9 : Apakah menurut kalian sebuah anggaran yang kaku dan sulit untuk diubah
akan menjadi anggaran yang baik?

Jawab : Menurut kami sebuah anggaran yang kaku akan lebih baik daripada sebuah anggaran
yang dengan mudah diubah secara terus-menerus, karena dengan anggaran yang kaku,
perusahaan dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. Akan tetapi, karena anggaran yang
sulit untuk dirubah, sebaiknya dari awal anggaran tersebut disusun se-relevan mungkin
dengan kondisi perusahaan dan lingkungan selama tahun berjalan.

KELOMPOK 10 : Dalam penyusunan prediksi untuk kedepannya sepeti penyusunan


anggaran, data penjualan, dan lain-lain yang dibuat secara umum apakah sudah efektif dalam
meningkatkan mutu perusahaan?

Jawab : Menurut kami masih efektif jika prediksian tidak dibuat secara rinci melainkan
dibuat secara umum saja. Karena prosesnya, setelah laporan ini selesai dibuat, laporan ini
kemudian diajukan kepada staff riset perusahaan untuk dilengkapi lagi dan disesuaikan
dengan data-data pasar yang sebenarnya. Jadi hasil prediksian yang dibuat secara umum tadi
akan semakin akurat dan terperinci.

KELOMPOK 11 : Bagaimana Vershire company menutupi kelemahan yang ada pada


perusahaan sehingga tidak menjadi masalah lagi bagi perusahaan untuk berkembang?
Jawab : Menurut kami, Anggaran yang dibuat (terutama anggaran bagi Bagian Manufaktur ),
seharusnya merupakan anggaran yang dibuat sendiri oleh bagian manufaktur, bukan
merupakan anggaran yang dibuat berdasarkan anggaran bagian penjualan. Sehingga hasil dari
anggaran pun bisa relevan dan sesuai dengan kondisi bagian manufaktur itu sendiri. Hal ini
pun akan membantu proses anggaran tidak terlalu berbelit-belit. Sistem insentif yang lemah
pun seharusnya bisa diperbaiki karena dengan diukurnya insentif berdasarkan keberhasilan
divisi dalam memenuhi target keuntungan yang dicantumkan dalam anggaran akan membuat
karyawan level bawah tidak termotivasi untuk dapat bekerja lebih baik.