Anda di halaman 1dari 118

EKOSISTEM

ilmu yang mempelajari baik interaksi antar


makhluk hidup maupun interaksi antara
makhluk hidup dan lingkungannya

Komponen penyusun ekologi :


1. Faktor biotik
makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan,
tumbuhan, dan mikroba

2. Faktor abiotik
suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topograf
PEMBAGIAN EKOLOGI
1) Berdasarkan keilmuan:
Sinekologi : kelompok organisme terhadap lingkungan
Outekologi : individu terhadap lingkungan

2) Berdasarkan taksonomi:
Ekologi manusia
Ekologi tumbuhan
Ekologi hewan
Ekologi mikrobia

3) Berdasarkan keperluan praktis:


Ekologi air tawar
Ekologi laut
Ekologi daratan

Ada pula yang membedakan antara ilmu lingkungan dan ekologi.


Ekologi lingkungan yang masih murni
Ilmu lingkungan lingkungan yang dikelola oleh manusia
KOMPONEN EKOSISTEM
Secara Fungsional:
Komponen autotrof membuat makanan (tumbuhan)
Komponen heterotrof mempergunakan dan mendekomposisi
makanan (hewan dan manusia)

Secara Struktural:
Substansi abiotik : C; N; CO2; H2O; dan lain-lain yang terlibat
dalam siklus materi. Seperti: karbohidrat; lemak; protein;
vitamin; temperatur; iklim; tekanan udara.
Produsen
Konsumen
Pengurai

Macam-macam Ekosistem:
Secara garis besar:
Ekosistem daratan : padang rumput; hutan; padang pasir
dan lain-lain
Ekosistem lautan : air tawar; air laut dan lain-lain
Ekosistem adalah suatu sistem
ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik antara makhluk hidup
dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu
tatanan kesatuan secara utuh dan
menyeluruh antara segenap unsur
lingkungan hidup yang saling
mempengaruhi
Konsep Ekosistem
Populasi : sekelompok makhluk hidup dari
spesies pada tempat dan waktu yang sama.
Komunitas : Kumpulan populasi dari
tumbuhan dan hewan yang hidup bersama
pada lingkungan yang sama pula.
Habiat : tempat tinggal suatu makhluk hidup
Nisia : cara hidup yang khusus dari makhluk
hidup
Unsur ekosistem
Autotrofik, adalah suatu organisme yang
mampu menyediakan atau mensintesis
makanannya sendiri yang berupa bahan
organik dengan dng bantuan sinar
matahari
Heterotrofik, adalah organisme yang
mampu memanfaatkan hanya bahan-
bahan organik sebagai bahan
makanannya, bahan tsb disintesis oleh
organisme lain.
Contoh komponen biotik
FAKTOR BIOTIK
Faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup
di bumi, baik manusia, tumbuhan maupun hewan.

Dalam ekosistem:
Tumbuhan berperan sebagai produsen,
Hewan berperan sebagai konsumen,
Mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.

Faktor biotik juga meliputi tingkatan2 organisme yang meliputi :


individu,
populasi,
komunitas,
ekosistem, dan
biosfer.

Tingkatan-tingkatan organisme makhluk hidup tersebut


dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling
mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan
kesatuan.
Tingkatan-tingkatan organisme
Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor
kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang
manusia.

Penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungan disebut adaptasi


Macam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya, yaitu:
1. adaptasi morfologi,
penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya
Contoh : gigi-gigi khusus, moncong, paruh, daun, akar
2. adaptasi fisiologi,
penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya
Contoh : kelenjar bau, kantong tinta, mimikri pada kadal
3. adaptasi tingkah laku
adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku
Contoh : pura-pura tidur atau mati, migrasi
INDUVIDU/Organisme
Populasi
POPULASI mrpk :Kumpulan individu sejenis yang hidup pada
suatu daerah tertentu dan waktu tertentu
Ukuran populasi berubah sepanjang waktu dan perubahan
ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi

Karakteristik populasi antara lain :


kepadatan (densitas),
laju kelahiran (natalitas)
laju kematian (mortalitas)
potensi biotik,
penyebaran umur
bentuk pertumbuhan
Populasi
Dinamika populasi dapat juga disebabkan
oleh :
a. Imigrasi
perpindahan satu atau lebih organisme kedaerah
lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah
oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang
didatangi sudah terdapat kelompok dari
jenisnya
a. Emigrasi
peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh
satu atau lebih organisme, sehingga populasi
akan menurun.
Komunitas
Komonitas: Merupakan kumpulan dari
berbagai populasi yang hidup pada suatu
waktu dan daerah tertentu yang saling
berinteraksi dan mempengaruhi satu sama
lain.
Komunitas memiliki derajat keterpaduan
yang lebih kompleks bila dibandingkan
dengan individu dan populasi.
Dalam komunitas, semua organisme
merupakan bagian dari komunitas dan
antara komponennya saling berhubungan
melalui keragaman interaksinya.
Komunitas
Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu
terjadi interaksi menciptakan kesatuan
ekologi yang disebut; EKOSISTEM

Komponen penyusun ekosistem adalah:


1. Produsen (tumbuhan hijau),
2. Konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora),

3. Dekomposer/pengurai (mikroorganisme).
Ekosistem
Biosfer
FAKTOR ABIOTIK
Faktor abiotik faktor tak hidup yang meliputi faktor
fisik dan kimia.

Faktor abiotik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah :


a.Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan
syarat yang diperlukan organisme untuk hidup.
b.Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena
matahari menentukan suhu.
Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan
oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.
c.Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan
untuk kelangsungan hidup organisme.
d. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme dan
menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan
organisme, terutama tumbuhan.
e. Ketinggian
Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup
di tempat tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan
menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda
f. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga
berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.
g. Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan
yang berbeda pula menyebabkan perbedaan distribusi
organisme di permukaan bumi
Contoh komponen abiotik

Air, yang sangat Tanah, yang berasal


diperlukan dari
Oleh makhluk hidup pelapukan batuan
Tingkatan Organisme
abiotik biotik

tanah hewan

air tumbuhan

batu dekomposer

udara plankton
SPEKTRUM BIOLOGI

Komponen
gene sel
gene sel jaringan organorgan
jaringan organisme populasi populasi
organisme komunitas komunitas
biotik

+
Komponen ENERGI
abiotik MATERI

Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem


Biosistem
gene sel jaringan organ organisme populasi komunitas

EKOLOGI
EKOSISTEM
Setiap unsur yg berada disuatu daerah tertentu berhub dan saling
mempengaruhi lingk fisik shg terjadi aliran energi dan materi yg
terjadi dlm suatu sistem disebut EKOSISTEM

Ekosistem a/ saling mempengaruhi antara komponen biotik dan abiotik


dlm pengubahan energi dan materi

Batas antara satu ekosistem dg ekosistem yg lain tdk jelas, juga


luasnya tdk bisa ditentukan.

Pada dasarnya dalam ekosistem berlangsung daur Biogeokimia serta


pengaturan ekologis

Aliran materi dlm ekosistem membentuk jaring2 makanan


MH Perpindahan energi dan mineral di dalam ekosistem

P K1 K2 K3
Tumb Herbiv Karniv Kec Karnv Bsr

Sampah org

Pembusukan
mikroba

Perpindahan energi dan mineral


di dalam ekosistem
Bhn Mineral Mineralisasi
DAUR PERANAN KOMPONEN EKOSISTEM
DALAM ALIRAN ENERGI DAN MATERI
(BIOGEOKIMIA)

Energi dan materi mengalir melalui


berbagai komponen ekosistem.

Perbedaan utama antara aliran energi dengan


aliran materi :
Energi mengalir di dalam ekosistem berasal dari luar
(matahari), Materi berasal dari lingkungan abiotik

Aliran energi dapat mengalami reduksi di


sepanjang lintasannya, Aliran materi berjalan
membentuk suatu daur materi
A. Peran Komponen Ekosistem dalam
Aliran Energi

Cahaya matahari merupakan sumber energi


utama kehidupan. Tumbuhan berklorofil
memanfaatkan cahaya matahari untuk
berfotosintesis.

Golongan organisme autotrof merupakan makanan


penting bagi organisme heterotrof.
JADI Ekosistem adalah:
merupakan kondisi saling mempengaruhi antara
komponen biotik dan abiotik dalam perubahan energi
dan materi.

Dalam ekosistem yang dapat berdiri sendiri harus


tersedia :
1. Sumber energi serta sistem kehidupan yg mampu
mengolah energi untuk kebutuhan komponen2 yg ada di
dalamnya.
2. Ketersediaan zat-zat kimia (siklus biogeokimia) ex. Daur karbon,
fosfor, nitrogen. ( untuk keseimbangan).

Keseimbangan dapat dipelihara melalui silus zat2 tsb :


Biogeokimia ( siklus : Karbon, Posfor, Nitrogen).
Di ke 3 siklus ini , organisme pengurai berperan sangat
penting dlm mengembalikan zat2 yg telah diserap (tumbuhan,
hewan/ manusia melalui proses makan memakan
atm/tanah makhluk hdp).

Manusia paling mempengaruhi ekosistem.


Rantai makanan; adalah Pembuatan makanan serta pengaliran dr satu
organisme ke organisme lain, membentuk rangkaian 2 rantai makanan. (jaring-
jaring makanan).

- Melalui rantai makanan inilah berlangsung aliran materi dan energi dlm
ekosistem

- Prinsip aliran energi dlm ekosistem meliputi kegiatan komponen yg terjadi


dlm biotik yaitu :

a. aliran energi yg menggunakan energi matahari sbg sumber


utama;
b. daur ulang nutrien dlm rantai makanan

Dalam rangkaian rantai makanan, makhluk dlm ekosistem


dikelompokkan menjadi beberapa gol. Pengelompokan ini
berdasarkan pada jarak transfer makanan dr sumber energi
dlm ekosistem
Peran Komponen Ekosistem
Dalam aliran energi makhluk hidup
berperan sebagai:
1. PRODUSER,
2. KONSUMER
3.DEKOMPOSER
Produser adalah makhluk hidup yang dapat melakukan
fotosistesis, dapat mengubah materi anorganik menjadi organik
(tumbuhan)

Konsumer merupakan makhluk hidup yang memperoleh energi dalam


bentuk materi organik.
Berdasarkan tingkat trofknya (dalam hal pemenuhan kebutuhan
makanan), konsumer dibedakan atas :
Konsumer primer atau herbivor
Konsumer sekunder atau karnivor
Konsumer tersier atau karnivor puncak
Omnivor (pengecualian)

Konsumer tdd ;
konsumer primer (herbivor).Ex; serangga, mamalia pemakan
rumput, zooplankton
Konsumer sekunder (karnivor).Ex : laba-laba, katak, burung,
ikan
Konsumer tersier (karnivor puncak).Ex ; elang
Dekomposer (pengurai) : makhluk hidup
yang memperoleh makanannya dg
menguraikan senyawa organik dari
makhluk hidup yang telah mati.
Dekomposer merupakan makhluk hidup yang
memperoleh makanannya dengan cara
menguraikan senyawa-senyawa organik yang
berasal dari makhluk hidup yang sudah mati.
Dekomposer berperan mengembalikan materi
ke lingkungan abiotik dan digunakan kembali
oleh tumbuhan hijau
Detitus : suatu bahan hasil dari
penguraian dekomposer yang
merupakan makanan dari detritivor.
Aliran Energi
Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke
bentuk energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen
primer, konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba di dalam tanah. Siklus ini
berlangsung dalam ekosistem.

Produser merupakan makhluk hidup yang mampu menangkap energi matahari untuk
kegiatan fotosintesis sehingga dapat menghasilkan materi organik yang berasal
dari materi anorganik.
Bumi mendapatkan pasokan energi dari matahari sebanyak 1022 Joule tetapi hanya
sekitar 1 % yang dapat diperoleh produsen dan diubah menjadi energi kimia
melalui fotosintesis
Reaksi keseimbangan antara fotosintesis dengan respirasi :

fotosintesis
6CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2

respirasi
Dalam suatu ekosistem, terdapat produsen,
konsumen, dekomposer, dan detrivor

Contoh produsen,yaitu rumput Contoh dekomposer, yaitu


Contoh konsumen, yaitu zebra jamur

Contoh konsumen, yaitu laba- Contoh detrivor, yaitu kutu


laba dan gurita kayu
Aliran energi
Merupakan proses mengalirnya energi
dimulai dari cahaya matahari ke
produser (diubaha dalam bentuk energi
kimia), konsumen, kemudian tersebar ke
lingkungan dalam bentuk panas
Rantai Makanan
Rantai makanan adalah pengalihan energi dari
sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan
organisme yang makan dan yang dimakan.
Ex : rumput ulat burung ular

Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai


pokok, yaitu;
1.rantai pemangsa,
2.rantai parasit, dan
3.rantai saprofit.
1. Rantai Pemangsa
Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau
sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang
bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan
karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan
berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora
sebagai konsumen ke-3.

2. Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme
yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain
cacing, bakteri, dan benalu.
3. Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke
jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri.
Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi
saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga
membentuk faring-faring makanan.
4. Rantai Makanan dan Tingkat Trofik
Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi
adalah dengan peristiwa makan dan dimakan,
sehingga terjadi pemindahan energi, elemen kimia,
dan komponen lain dari satu bentuk ke bentuk lain
di sepanjang rantai makanan
Contoh rantai makanan

Rumput Belalang Kadal Burung elang


(produsen) (konsumen primer) (konsumen (konsumen tertier)
sekunder)
Rantai Makanan
Merupakan proses perpindahan energi dari sumbernya
dalam peristiwa makan dan dimakan dalam suatu
ekosistem
Matahari Sebagai sumber energi utama

Produsen Organisme autotrof

Herbivora Organisme Heterotrof carnivora

dekomposer Pengurai senyawa organik dari organisme


yang mati
Elemen yg sangat membantu dlm pembentukan kehidupan : sinar
matahari ( dlm proses fotosintesis ? )

Pembuatan makanan serta pengaliran dari satu organisme ke organisme


lain membentuk : rantai makanan ( melangsungkan aliran energi dan
materi dlm ekosistem).

Prinsip aliran energi dlm ekosistem (botik) :


1. Aliran energi yg menggunakan sinar matahari sbg sumber utama.
2. Daur ulang nutrien dalam rantai makanan.

Pengelompokan makhluk hidup dlm rantai makanan :


1. Tk Tropik I : Tumbuhan hijau ( langsung menggunakan )
2. Tk Tropik II : Herbivor.
3. Tk Tropik II : Karnivor primer
4. dst.
Aliran Materi/ Energi Dalam Ekosistem
Ada 3 tipe rantai makanan :
1.Tipe rantai makanan perumput : materi tumbuhan
berpindah dr kelompok konsumen yg satu ke yg lainnya.
2.Tipe rantai makanan pembusuk : yang menguraikan
organisme lain yg sudah mati.
3.Tipe rantai makanan parasit : organisme yg lebih kecil
memangsa makhluk yg lebih besar.

Dlm setiap ekosistem, rantai makanan tdk berdiri , tp


membentuk jalinan yg komplek yang slg ketergantungan :
Jaringan makanan
ALIRAN ENERGI DAN MATERI:
:Secara Fungsional
Energi : suatu bahan yang menyebabkan organisme
mempunyai kemampuan untuk melakukan kerja

Energi dari matahari tumbuhan, hewan dan manusia

Rantai makanan (food chain)

Piramida makanan :

Tingkatan Trofik IV Konsumen III

Tingkatan Trofik III Konsumen II

Tingkatan Trofik II Konsumen I

Tingkatan Trofik I Produsen


Matahari

Konsumen I Konsumen II Konsumen III


Produsen
(herbivora) (karnivora) (omnivora)

Bahan/
materi Pengurai / Perombak / Dekomposer
(nutrisi)

Bagan Rantai Makanan dengan aliran energi


dan dalur materi di dalamnya
K2

K1

(1). Rantai makanan


(2). Jaring-jaring makanan

H
P : Produsen
H : Herbivora
K : Karnivora
P

(1) (2)

Hubungan antara Rantai Makanan


dan Jaring-jaring Makanan
DAUR KARBON

CO2 + Air + S.M. Dekomposer

Senyawa Organik Konsumen

DAUR NITROGEN

N2

NO3 Protein Amonia NO2 NO3


DAUR KALSIUM

Caruban Kalsium
+ Dekomposer
CO2

Akar Tanaman
Konsumen
(Senyawa Organik)
Jaring-jaring Makanan
Merupakan bentuk rantai makanan yang sangat kompleks.
Semakin kompleks jaring-jaring makanan menunjukkan
semakin kompleksnya aliran energi dan aliran makanan.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kestabilan


komunitas dan kestabilan ekosistem. Artinya, jika salah satu
spesies hilang, jaring-jaring makanan masih tetap bisa
berjalan.

Sebaliknya, jika jaring-jaring makanan itu sederhana,


jika salah satu spesies hilang, maka aliran energi dan
aliran makanan di dlam ekosistem tersebut akan kacau
Jaring-jaring makanan merupakan hubungan yang
saling bersambungan antar komponen rantai
makanan.
Contoh jaring-jaring makanan
Piramida Makanan
MANUSIA DAN BIOSFER
LINGKUNGAN
IMMANEN
manusia MANUSIA MERASA
BAGIAN DARI
LINGKUNGAN

LINGKUNGAN TRANSENDEN
manusia MANUSIA MERASA
DILUAR
LINGKUNGAN

MANUSIA IMMANEN
SANGAT MENJAGA LINGKUNGAN BERAKIBAT PADA KEMAJUAN (TERUTAMA
TEKNOLOGI) BERJALAN LAMBAT
MANUSIA TRANSENDEN
MENGEKSPLOITASI LINGKUNGAN SEDEMIKIAN RUPA DENGAN MENGERAHKAN
SEGALA KEMAMPUAN (TEKNOLOGI)
Konsumen II
produsen

Konsumen I

Konsumen III
Piramida Ekologi
Aliran energi dalam ekosistem dapat
diperlihatkan melalui rantai makanan dan
jaring-jaring makanan, tetapi untuk
mengetahui jumlah energi dari berbagai
tingkat trofik dapat dipelihatkan melalui
piramida ekologi.

Terdiri atas :
a.Piramida energi
b.Piramida jumlah
c.Piramida biomassa
Piramida Ekologi

a. Piramida jumlah
Dapat dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal,
jumlah tumbuhan selalu lebih banyak daripada organisme
herbivora.
Demikian pula jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada
jumlah karnivora tingkat 1. Kamivora tingkat 1 juga selalu
lebih banyak daripada karnivora tingkat 2. Piramida jumlah
ini di dasarkan atas jumlah organisme di tiap tingkat trofik.
Piramida jumlah
Dengan cara menghitung jumlah makhluk
hidup pada setiap tingkat trofik.

Dalam kenyataannya, pengukuran jumlah


energi dengan cara menghitung jumlah
makhluk hidup mempunyai kelemahan, hal ini
disebabkan perbedaan ukuran makhluk hidup.
Piramida energi
Energi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk
melakukan kerja. Energi diperoleh organisme dari
makanan yang dikonsumsinya dan dipergunakan untuk
aktivitas hidupnya.
Keseluruhan energi dalam sebuah ekosistem dapat diukur
dengan beberapa cara, yaitu :
1. Energi total pada tingkat trofik produser dapat
diukur dengan cara membakarnya (kalori atau
energi panas dari pembakaran sama dengan energi
yang terkandung pada materi organik produser
2. Menentukan prosentase energi (dengan mengukur
rata-rata fotosintesis dengan respirasi serta
menghitung jumlah energi yang terperangkap di
dalam materi hidup produser)
Piramida energi
Seringkali piramida biomassa tidak selalu memberi
informasi yang kita butuhkan tentang ekosistem
tertentu. Lain dengan Piramida energi yang dibuat
berdasarkan observasi yang dilakukan dalam waktu
yang lama. Piramida energi mampu memberikan
gambaran paling akurat tentang aliran energi dalam
ekosistem.

Pada piramida energi terjadi penurunan sejumlah


energi berturut-turut yg tersedia di tiap tingkat
trofik
Sekitar 90 % energi hilang selama mengalir dari
satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya
yang lebih tinggi dan hanya 10 % yang dapat
dimanfaatkan. Hal ini karena :
1. Hanya sejumlah makanan tertentu yang ditangkap
dan dimakan oleh tingkat trofik selanjutnya.
2. Beberapa makanan yang dimakan tidak bisa
dicernakan dan dikeluarkan sebagai sampah
3. Hanya sebagian makanan yang dicerna menjadi
bagian dari tubuh organisme, sedangkan sisanya
digunakan sebagai sumber energi.
Piramida biomassa
Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu
tertentu.
Biomassa adalah ukuran berat materi hidup di waktu
tertentu. Untuk mengukur biomassa di tiap tingkat trofik
maka rata-rata berat organisme di tiap tingkat harus
diukur kemudian barulah jumlah organisme di tiap tingkat
diperkirakan.
Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan
massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan diukur
dalam gram.
Piramida biomassa masih memiliki beberapa kelamahan,
yaitu beberapa makhluk hidup memiliki kecenderungan
untuk mengumpulkan biomassa pada periode waktu lebih
panjang, sedangkan yang lainnya tidak.
b. Piramida biomassa
Seringkali piramida jumlah yang sederhana kurang membantu
dalam memperagakan aliran energi dalam ekosistem.
Penggambaran yang lebih realistik dapat disajikan dengan
piramida biomassa. Biomassa adalah ukuran berat materi
hidup di waktu tertentu. Untuk mengukur biomassa di tiap
tingkat trofik maka rata-rata berat organisme di tiap
tingkat harus diukur kemudian barulah jumlah organisme di
tiap tingkat diperkirakan.

Piramida biomassa berfungsi menggambarkan perpaduan


massa seluruh organisme di habitat tertentu, dan diukur
dalam gram.
Untuk menghindari kerusakan habitat maka biasanya hanya
diambil sedikit sampel dan diukur, kemudian total seluruh
biomassa dihitung. Dengan pengukuran seperti ini akan
didapat informasi yang lebih akurat tentang apa yang terjadi
pada ekosistem.
Piramida ekologi

Piramida energi Piramida biomassa

Piramida jumlah
B. Peran Komponen Ekosistem dalam
Daur Biogeokimia

Siklus biogeokimia atau siklus organik-


anorganik adalah siklus unsur atau senyawa
kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke
biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik.
Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya
melalui organisme, tetapi juga melibatkan
reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik
sehingga disebut siklus biogeokimia.
Daur Biogeokimia
Biogeokimia adalah pertukaran atau perubahan yang
terus menerus, antara komponen biosfer yang hidup
dengan tak hidup.
Dalam suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofk
tidak hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan
organik tersebut didaur-ulang. Unsur-unsur tersebut masuk
ke dalam komponen biotik melalui udara, tanah, dan air.
Daur ulang materi tersebut melibatkan makhluk hidup dan
batuan (geofsik) sehingga disebut Daur Biogeokimia.
Fungsi Daur Biogeokimia adalah sebagai siklus materi
yang mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang
sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik
komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga
kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga.
DAUR KARBON DAN OKSIGEN

fotosintesis CO2
O2 tumbuhan
asi
ir
esp
r
MANUSIA/
BINATANG

INDUSTRI PEMBAKARAN
SERESAH/
KOTORAN
Daur nitrogen
Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari
udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama
oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan)
dan beberapa jenis ganggang, serta dapat bereaksi dengan
hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.
Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa
amonia (NH3), ion nitrit (N02-), dan ion nitrat (N03-).
Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat
pada akar Legum dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsiella
crenata. Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang
dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azetobacter
sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat
anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga
mampu menambat nitrogen.
DAUR NITROGEN
SUMBER N: Udara (78%), seny.anorganik (NO3, NO2,
NH4), seny.organik (protein, urine).
Pengikatan N2 secara biologi dan kimiawi
N2 KILAT

tumbuhan
HUJAN

BINATANG TUMBUHAN

KOTORAN/SE ORGANISME
DEKOM RESAH TANAH
PENAMBAT N
POSISI

Secara Biologi: bakteri nonsimbiotik (5-20 kg ha-1th-1), Bakteri


simbiotik (400 kg ha-1 th-1)
Secara kimia: energi kilat menyatukan N dan O: NO2+hujan:HNO3
Daur nitrogen
Daur fosfor
Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa
fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa
fosfat anorganik (pada air dan tanah).
Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati
diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat
anorganik.
Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut
akan terkikis dan mengendap di sedimen laut.
Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat
anorganik terlarut di air tanah dan laut.
Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar
tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus.
DAUR FOSFOR
Diserap dalam bentuk: H2PO4-,HPO42-,PO43-.
Bahan baku: batuan fosfat.

BATUAN
FOSFAT
BURUNG
GUANO tumbuhan EROSI DAN
PENCUCIAN

IKAN

PERAIRAN/ SERESAH
LAUT BINATANG

DEKOMPISISI
LIMBAH
Daur air
Air merupakan alat transpor utama bagi pemindahan zat
dalam beberapa daur biogeokimia.

Molekul air sangat penting bagi kehidupan, misalnya dalam


proses fotosintesis dan beberapa reaksi metabolik di
dalam tubuh makhluk hidup.

Di atmosfer, air tersedia dalam bentuk uap air dan uap


air berasal dari proses evaporasi (penguapan) di laut.
Selain itu, juga dari evaporasi permukaan daun tumbuhan
yang disebut transpirasi.
DAUR HIDROLOGI
UAP AIR
KO
ND
TRANSPIRASI EN
SA
SI

EVAPORASI
EVAPORASI
tumbuhan

ABSORPSI AIR HUJAN

PERAIRAN
AIR TANAH DARATAN
Daur air
Interaksi Antar Komponen Ekosistem

A. Interaksi antar organisme


Semua makhluk hidup selalu bergantung
kepada makhluk hidup yang lain.

Tiap individu akan selalu berhubungan


dengan individu lain yang sejenis atau lain
jenis, baik individu dalam satu
populasinya atau individu-individu dari
populasi lain.
HUKUM INTERAKSI
Netral : kambing dan kucing
Kompetisi : kambing dan kerbau
Predasi : harimau dan hewan kecil
Mutualisme : Rizobium pd akar kacang2an
Komensalisme : Anggrek dan tumbuhan
Parasitisme : Hewan dan bekteri
Antibiosa/amensalisme : Alelopaty dari gulma
Daya Dukung : besar kecilnya kemampuan untuk menampung dan
memberikan hasil kepada populsi manusia
Manusia Berakal, dapat belajar dan berkomunikasi

mengatasi lingkungan dan mengubah lingkungan


contoh: contoh:
- udara dingin perapian - hutan
buat rumah sawah, ladang,
berpakaian permukiman
- jarak alat transportasi - daratan
penampungan air
Akibat Pengubahan Lingkungan hujan
Pada umumnya manusia diuntungkan
Hewan dan tumbuhan dirugikan

Untuk menghindari hal ini, pengubahan lingkkungan harus berwawasan


kelestarian lingkungan
a. Netral
Hubungan tidak saling mengganggu
antarorganisme dalam habitat yang sama yang
bersifat tidak menguntungkan dan tidak
merugikan kedua belah pihak, disebut netral.
Contohnya : antara capung dan sapi
b. Predasi
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan
pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat
sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup.
Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai
pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa
dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung
hantu dengan tikus
c. Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antarorganisme
yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme
hidup pada organisme lain dan mengambil
makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat
merugikan inangnya.
contoh : Plasmodium dengan manusia,
Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu dengan
pohon inang
d. Komensalisme
Komensalisme merupakan hubunganantara dua
organisme yang berbeda spesies dalam bentuk
kehidupan bersama untuk berbagi sumber
makanan; salah satu spesies diuntungkan dan
spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya
anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.
e. Mutualisme
Mutualisme adalah hubungan antara dua
organisme yang berbeda spesies yang saling
menguntungkan kedua belah pihak. Contoh,
bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar
kacang-kacangan.
B. Interaksi
Antarpopulasi

Antara populasi yang satu dengan


populasi lain selalu terjadi interaksi
secara langsung atau tidak langsung
dalam komunitasnya. Contoh interaksi
antarpopulasi adalah sebagai berikut
a. Alelopati
Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi
yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi
tumbuhnya populasi lain.
Contohnya, di sekitar pohon walnut (juglans) jarang
ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan
zat yang bersifat toksik.
Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai
anabiosa.
Contoh, jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika
yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.
b. Kompetisi

Kompetisi merupakan interaksi


antarpopulasi, bila antarpopulasi
terdapat kepentingan yang sama
sehingga terjadi persaingan untuk
mendapatkan apa yang diperlukan.
Contoh, persaingan antara populasi
kambing dengan populasi sapi di padang
rumput.
Interaksi Antar Komunitas
Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di
suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi.
Misalnya, komunitas sawah dan sungai.
Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam
organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan
gulma.
Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang,
zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer.
Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi
dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke
sawah dan peredaran organisme hidup dari kedua
komunitas tersebut
Interaksi Antarkomponen Biotik dengan Abiotik

lingkungan biotik dan abiotik secara terus menerus


memiliki dampak satu dengan yang lainnya sehingga
menghasilkan hubungan saling ketergantungan yang
kompleks.

Hal tersebut dapat menciptakan keseimbangan


alam.
Contoh : Tumbuhan memerlukan cahaya untuk
fotosintesis. Dari hasil fotosintesis, tumbuhan
mengeluarkan Oksigen yang kemudian digunakan
oleh hewan dalam proses respirasi.
SUKSESI ALAMI DALAM
EKOSISTEM
Suksesi penggantian secara alami antara satu
komunitas dengan komunitas lainnya yang
didominasi oleh spesies yang berbeda
Suksesi terjadi sebagai akibat dari modifkasi
lingkungan fsik dalam komunitas atau ekosistem.
Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas
atau ekosistem klimaks atau telah tercapai
keadaan seimbang (homeostatis).
Tahap tahap Suksesi
1. Kolonisasi suatu bentuk atau pendudukan atau
penguasaan habitat oleh makhluk hidup
2. Modifikasi tempat pengubahan sifat-sifat tempat
(habitat) yang dilakukan oleh koloni makhluk hidup
Suksesi primer
Terjadi jika komunitas asal terganggu secara total
sehingga terbentuk komunitas baru yang terdiri atas
jenis makhluk hidup yang berbeda dengan jenis
makhluk hidup komunitas asal.
Terdiri atas 3 tahap, yaitu :
1. Tahap pioner merupakan tahap permulaan
terbentuknya batu karang, liken, tumbuhan kecil
menahun (liken), dan tumbuhan menahun (rumput).
Kelompok makhluk hidup yang mampu bertahan hidup
pada tahap ini disebut komunitas pionir, sedangkan
makhluk hidupnya disebut makhluk hidup pionir.
2. Tahap pertengahan menggantikan tahap pioner,
terdiri atas terbentuknya rumput , semak, dan pohon
yang tidak tahan naungan
3. Komunitas klimaks merupakan akhir dari
serangkaian proses suksesi yang relatif stabil, tahan
lama, jenis makhluk hidupnya lebih banyak dan
didalamnya berlangsung berbagai interaksi
antaranggota komunitas. Komunitas ini menggantikan
tahap pertengahan, terdiri atas terbentuknya pohon
yang tahan naungan. Ciri-ciri komunitas ini, yaitu :
Mampu menyokong kehidupan seluruh spesies yang
hidup di dalamnya
Mengandung lebih banyak makhluk hidup dan macam
bentuk interaksi dibandingkan komunitas suksesional
Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya
suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada
tahun 1883.
Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-
mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta
tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran
matahari dan kekeringanmelapuk membentuk
tanah sederhana mengundang pengurai membuat
tanah menjadi subur biji yang datang dari luar
daerah dapat tumbuh dengan subur dan tumbuh
rumput yang tahan kekeringan, serta tumbuhan
herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner
dengan menaunginya membuat pionir menjadi
tidak subur rumput dan belukar mengadakan
pelapukan lahan diuraikan oleh jamur semak
tumbuh dan dominan pohon mendesak tumbuhan
belukar hutan.
EKOSISTEM SUKSESI PRIMER
CONTOH:GUNUNG KRAKATAU
SETELAH MELETUS,SEMUA
KEHIDUPAN MUSNAH.BEBERAPA
TAHUN KEMUDIAN YANG MUNCUL
: VEGETASI PERINTIS
LUMUT TUMBUHAN PAKU
SEMAK BELUKAR POHON-
POHONAN
PERUBAHAN MEMAKAN WAKTU
LAMA
MUNCUL SUBSTRAT BARU
Suksesi sekunder
Terjadi jika suatu gangguan terhadap suatu komunitas
tidak bersifat merusak total terhadap komunitas
tersebut sehingga masih terdapat kehidupan/substrat
seperti sebelumnya.
Proses suksesi sekunder dimulai lagi dari tahap awal
tetapi tidak dari komunitas pionir.
Gangguan berasal dari peristiwa alami (angin, topan,
erosi, banjir, kebakaran, pohon besar yang tumbang,
aktivitas vulkanik, dan kekeringan hutan) atau akibat
kegiatan manusia (pembukaan areal hutan).
Proses dan laju suksesi bergantung dengan faktor
lingkungan letak lintang, iklim, dan tanah
Contoh komunitas yang menimbulkan suksesi di
Indonesia antara lain tegalan-tegalan, padang alang-
alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang
ditinggalkan tak terurus.
EKOSISTEM SUKSESI
SEKUNDER
CONTOH:
LAHAN KEBUN SETELAH
TERBAKAR,TAK LAMA SETELAH
TURUN HUJAN,MUNCUL ILALANG
SEMAK POHON
TIDAK MUNCUL SUBSTRAT BARU
TIDAK MEMAKAN WAKTU YANG
LAMA DALM MENCAPAI KLIMAK
Suksesi

Suksesi primer di kepulauan Suksesi sekunder dapat Terjadi


vulkanik setelah kebakaran

Suksesi rawa menjadi daratan


merupakan contoh komunitas
klimaks
Suksesi dan klimaks
Macam-macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem
dibedakan menjadi
ekosistem darat (terestrial)
ekosistem perairan (aquatik)
Ekosistem perairan dibedakan atas
ekosistem air tawar dan
ekosistem air Laut.
a. Ekosistem darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan
fsiknya berupa daratan. Berdasarkan letak
geografsnya (garis lintangnya), ekosistem darat
dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai
berikut
1. Bioma gurun
2. Bioma padang rumput
3. Bioma Hutan Basah
4. Bioma hutan gugur
5. Bioma taiga
6. Bioma tundra
Ekosistem terestrial
Ekosistem terestrial (darat) tipe ekosistem yang
sebagian besar lingkungan fsiknya berupa daratan.
Penyebaran ekosistem terestrial berhubungan
dengan temperatur dan curah hujan.
Ekosistem ini memiliki bagian daerah yang luas
dengan habitat dan komunitas tertentu bioma
Macam-macam bioma :
1. Bioma hutan musim (hutan gugur)
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang.
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.
Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi,
panas, dan gugur).
Hewan yang terdapat dalam bioma ini antara lain rusa, beruang,
rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak)
2. Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke
subtropik.
Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan
hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan
drainase (aliran air) cepat.
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herba) dan rumput
yang keduanya tergantung pada kelembapan.
Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah,
jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.
3. Bioma gurun
Beberapa bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis
balik) yang berbatasan dengan padang rumput.
Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25
cm/tahun). Suhu siang hari tinggi sehingga penguapan juga tinggi,
sedangkan malam hari suhu sangat rendah.
Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain
itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri
contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta
mempunyai jaringan untuk menyimpan air.
Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak,
dan kalajengking.
4. Bioma taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di
pegunungan daerah tropik.
Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga
merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer,
pinus, dan sejenisnya.
Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain
moose, beruang hitam, landak, tupai, tikus, dan burung-burung
yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
5. Bioma tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam
lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.
Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken,
tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput.
Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan
yang dingin.
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang
datang pada musim panas, semuanya berdarah panas dan memiliki
rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub,
beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
6. Bioma hutan hujan tropik
Bioma hutan hujan tropik terdapat di daerah tropika dan
subtropik.
Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun.
Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara
satu dengan yang lainnya tergantung letak geografsnya.
Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon
tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung
(kanopi).
Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim
yang langsung terdapat di sekitar organisme).
Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas,
yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epift.
Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan,
harimau, dan burung hantu.
Bioma (Ekosistem darat dalam skala luas)

Taiga
Padang rumput

Hutan hujan tropis

Tundra

Hutan gugur
Savana Gurun
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain
variasi suhu tidak menyolok, penetrasi
cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim
dan cuaca. Macam tumbuhan yang
terbanyak adalah jenis ganggang,
sedangkan lainnya tumbuhan biji.
Ekosistem Air Tawar
Ekosistem air tawar
1. Danau
2. Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke
satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta
mengandung sedikit sedimen dan makanan.
Aliran air dan gelombang secara konstan
memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi
sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan
danau. Air sungai yang mengalir deras tidak
mendukung keberadaan komunitas plankton
untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus.
Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari
ganggang yang melekat dan tanaman berakar,
sehingga dapat mendukung rantai makanan.
1. Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh
salinitas (kadar garam) yang tinggi
dengan ion CI- mencapai 55% terutama di
daerah laut tropik, karena suhunya tinggi
dan penguapan besar. Di daerah tropik,
suhu laut sekitar 25C. Perbedaan suhu
bagian atas dan bawah tinggi. Batas
antara lapisan air yang panas di bagian
atas dengan air yang dingin di bagian
bawah disebut daerah termoklin.
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat,
laut, dan daerah pasang surut.
Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut
laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi
struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.
Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik
tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang,
moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan
burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang
rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon
laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting,
landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.
Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun
surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan
serta rumput laut.
2. Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat
bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering
dipagari oleh lempengan lumpur intertidal
yang luas atau rawa garam.

Salinitas air berubah secara bertahap mulai


dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga
dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang
surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya
estuari.
Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu
komunitas yang khusus yang terdiri dari karang
batu dan organisme-organisme lainnya. Komunitas
ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini
masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga
fotosintesis dapat berlangsung.
Terumbu karang didominasi oleh karang (koral)
yang merupakan kelompok Cnidaria yang
mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari
kalsium karbonat ini bermacammacam bentuknya
dan menyusun substrat tempat hidup karang lain
dan ganggang