Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ahmad Sofi Al Hafis

NIM : 201410120311057

Transduser
Transduser adalah piranti yang mengubah variable fisik menjadi sinyal listrik yang setara
Berikut contoh contoh dari transduser :
1. Transduser Tahanan Variabel
- Transduser Tahanan Variabel pada dasarnya adalah alat untuk mengubah perubahan
panjang atau sudut menjadi sinyal listrik tetap dengan teknik tertentu bisa juga
dipergunakan untuk mengukur gaya dan tekanan
- Transduser ini di pasaran lebioh dikenal dengan potensiometer dan dibuat dalam bentuk
kontak geser pada kawat luncur, kontak geser pada kumparan kawat baik lurus maupun
melingkar atau bisa juga kawat lilitan dagnati dengan penghantar padat seperti grafit
2. Transformator Differensial ( LVDT )
- LVDT digunakan untuk mengukur perubahan linier bisa juga untuk mengukur gaya dan
tekanan setelah dilakukan konversi mekanik.

- Prinsip Kerja :
Tegangan arus bolak balik diberikan pada kumparan tengah / primer dan tegangan
keluaran dari kedua ujung kumparan / sekunder besarnya tergantung pada posisi inti
seperti pada gambar berikut :

Karateristik Keluaran pada LVDT


3. Transduser Kapasitif
Skema Transduser Kapasitif

A
C 0,22
d
Besar Kapasitas ( pf ) diberikan oleh :
Dengan :
d = jarak pisah antar plat
A = Luas tumpang tindih, m2
= Konstanta di elektrik
= 1 untuk udara
= 3 untuk plastic

4. Transduser Piezoelektrik

Prinsip Kerja :
Kristal Piezoelektrik ditempatkan di antara kedua plat elektroda bila kedua plat diberi gaya
maka kristal akan mengalami deformasi, deformasi ini menyebabkan beda potensial pada
permukaan kristal dan hal ini disebut sebagai efek Piezoelektrik. Besarnya Tegangan
keluaran kristal diberikan oleh

E=gt p
Dimana :
t = tebal kristal ( m )
p = Tekanan ( N/m2) = F/A
g = Kepekaan tegangan = d/

5. Efek Fotoelektrik
- Transduser Fotoelektrik pada prisipnya mengubah berkas cahaya menjadi sinyal listrik
yang berguna. Cahaya menimpa katoda fotoemisi yang kemudian membebaskan electron
yang ditarik ke arah anoda dengan demikian menyebabkan arus listrik mengalir.
- Katoda dan Anoda dikurung dalam gelas atau kuarsa yang dihampakan atau bisa juga
diisi gas yang lembam ( inert gas )
- Mengubah intensitas cahaya

6. Transduser Fotokonduktif
- Prinsip kerja :
Sebuah tegangan diberikan pada bahan semikonduktor dan bila cahaya menimpa bahan
ini maka akan terjadi penurunan tahanan yang otomatis menyebabkan besar arus
meningkat yang kemuddian dibaca oleh Amperemeter.

- Transduser ini berguna untuk mengukur radiasi


7. Sel Fotovoltaik
- Prinsip Sel Fotvoltaik :
Bila sinar menimpa lapisan logam transparan dan bahan semikonduktor maka akan
terbangkitlah tegangan yang besarnya tergantung kepada tahan beban R
- Umum digunakan untuk menentukan besar penyinaran ( exposure meter )

8. Transduser Ionisasi

- Prinsip Kerja :
Tabung berisi gas tekanan rendah diberi medan oleh generator akibatnya pada gas terjadi
pembuangan muatan sambil berpijar (glow discharge) dan beda potensial dalam gas akan
dideteksi oleh electrode 1 dan 2, besar beda potensial akan tergantung juga kepada beda
kapasitif dari plat plat generator : Bila tabung pas di tengah maka potensial antara
kedua elektrode sama tetapi bila bergeser dari titik tengah maka akan terjadi beda
potensial antara kedua electrode. Jadi transduser ini berguna untuk mengukur perubahan
jarak
9. Transduser Perubahan Jarak Digital
Transduser jenis ini dapat dipergunakan untuk perubahan sudut ( angular ) maupun linier :
a. Pengukuran Sudut

Bila roda berputar maka cahaya dari sumter akan menyala dan mati secara bergantian dan
dengan demikian memberikan sinyal digital pada Fotodetektor kemudian diperkuat dan
dikirim ke pencacah.
b. Linear

- Transduser Linear bekerja dengan prinsip refleksi


- Bilah bilah kecil bersifat refleksi dipasang pada piranti bergerak bila cahaya dari
sumber mengenai bilah maka akan dipantulkan dan diserap secara bergantian dengan
gerakan linear dan dengan demikian memberikan sinyal digital pada Foto detector.