Anda di halaman 1dari 26

BAB 1

PROFIL KECAMATAN PARIGI BARAT

1.1 Gambaran Umum Kecamata Parigi Barat

A. Letak Geografis
Kecamatan Parigi Barat merupakan salah satu kecamatan pemekaran dari Kecamatan
parigi yan definitif pada tahun 2008 dengan ibukota kecamatan di Desa Parigimpuu.
Wilayah ini merupakan satu-satunya kecamatn di Kabupaten Parigi Moutong yang tidak
berbatasan dengan Teluk Tomini. Wilayahnya berbatasan dengan Kecamatan Parigi
tengah di sebelah utara, Kecamatan Parigi di sebelah timur, Kecamatan Parigi Selatan di
sebelah selatan, serta Kabupaten sigi dan Kota Palu di sebelah barat. Luas wilayah
Kecamatan Parigi Barat mencapai 118,29 km2, secara administratif terbagi menjadi 6 desa
definitif setelah pada tahun 2013 terjadi pemekaran Desa Lobu Mandiri yang merupakan
pemekaran dari Desa Parigimpuu. Luas wilayah terbesar aalah ibukota kecamatan, Desa
parigimpuu, mencapai 34,06 km2, sedangkan wilayah paling kecil adalah Desa Baliara,
hanya 4,8 km2. Topgrafi Desa Baliara berupa dataran, sedangkan desa lainnya cenderung
berbukit-bukit. Bahkan Desa Parigimpuu dan Jonokalora didominasi oleh pegunungan.

Gambar 1. Peta Wilayah Kecamatan Parigi Barat

Tabel 1. Letak Geografis dan Topografi Desa di Kecamatan Parigi Barat Tahun 2015

1
B. Pemerintahan
Dalam hal lembaga pemerintahan setiap desa masing-masing mempunyai 1 lembaga
pemerintahan yaitu BPD, LPMD dan PKK dengan wilayah admisistratif di bawah desa
yang ada adalah dusun dan memawahi RT. Jumlah dusun pada tahun 2014 sebanyak 18
dusun dan 36 RT. Sedangkan untuk menjaga dan memeliara desa dibentuk satuan
keamanan seperti hansip dengan jumlah personil sebanyak 57 petugas yg tersear di semua
desa walaupun tidak merata.

Gambar 2. Struktur Organisasi Pemerintahan Kecamatan Sesuai Perda Kabupaten


Donggala No.50 Tahun 2001

Tabel 2. Banyaknya Dusun, RW/ Lingkungan dan RT Menurut Desa di Kecamatan Parigi
Barat

2
C. Penduduk
Penduduk tergolong usia muda. Penduduk paling banyak berada pada kelompok umur
usia balita, usia pendidikan dasar dan usia kerja. Oleh karena itu, fokus pembangunan
seyogyanya pada bidang kesehatan ibu dan anak, pendidikan serta lapangan pekerjaan.
Jumlah penduduk Kecamatan Parigi Barat pada tahun 2014 mengalami peningkata
sebesar 1,92 persen dibandingkan tahun 2013 yaitu dari 7.621 jiwa menjadi 7.767 jiwa.
Kepadatan penduduk mencapai 66 jiwa per km 2 dengan jumlah rumah tangga sebanyak
1.774 ruta. Angka ini berada di bawah rata-rata Kabupaten Parigi Moutong yang
mencapai 71 jiwa per km2. Rata-rata anggota rumah tangga hanya 4 orang per rumah
tangga. Penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan, sehingga sex
ratio lebih dari 100.

Tabel 3. Luas Wilayah, umlah dan Kepadatan Penduduk Menurut Desa di Kecamatan
Parigi Barat Tahun 2014

Tabel 4. Jumlah Rumah Tangga, Keluarga, Penduduk dan Rata-rata Penduduk per Rumah
Tangga Menurut Desa di Kecamatan Parigi Barat Tahun 2014

3
Tabel 5. Penduduk Kecamatan Parigi Barat Menuut Jenis Kelamin dan Seks Ratio Tahun
2014

D. Sosial
Pendidikan penting dalam pembangunan karena pendidikan menentukan kualitas
penduduk, yang merupakan subjek dan objek pembangunan. Keberhasilan pendidikan
menenukan mas dean bangsa, sehingga menjadi prioritas dalam pembangunan.
Pendidikan juga menjad sah sau komponen penting di antara 2 komponen lainnya yang
menentukan keberhasilan pembangunan manusia. Sarana pendidikan di Kecamatan Parigi
Barat di dominasi oleh SD dan TK/PAUD, yang menunjukkan kepedulian masyaraat
terhadap pendidikan usia dini. Pendidikan sampai dengan SD sudah ada di setiap desa
sehigga memudahkan akses terhadp fasilitas pendidikan. Fasilitas tempat ibadah yang
terdapat di Kecamatan Parigi Barat adalah 14 mashid, 8 musholla dan 4 gereja Protestan.
Fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Parigi Barat adalah 1 Puskesmas yang terletak
di Desa Baliara dengan nama Puskesmas Lompe Ntodea, 2 puskesmas pembantu dan 4
poskesdes/ polindes yang tersebar di tiap-tiap desa.

4
5
6
Pengendalian jumlah penduduk menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari tugas
pembangunan dalam bidang kependudukan demi pembangunan nasional yang makin
berkualitas dan berkesinambngan. Salah satu cara pengendalian penduduk adalah
program KB (Keluarga Berencana), yang sampai sekarang terus mencanangkan dua anak
lebih baik. Peserta KB aktif tahun 2014 sebanyak 955 peserta atau menurun 33,45 persen
dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berbanding lurus dengan jumlah WUS dan PUS

7
yang juga menurun, di tahun 2014 WUS yang tercatat sebanyak 2.063 dan PUS sebanyak
1.448.

8
E. Ekonomi
Kegiatan ekomoni di Kecamatan Parigi Barat ditentukan oleh sektor pertanian, khususnya
tanaman perkebunan dan bahan makanan. Komoditi utama perkebunan adalah kakao dan
kelapa sedangkan tanaman bahan makanan adalah padi sawah. Perkebunan adalah lahan
yang diatanami tanaman perkebunan/ industri seperti kakao, kelapa dan sebagainya.
Lahan yang dibiarkan kosong kurang dari satu tahun dianggap sebagai lahan perkebunan
apabil akan ditanami tanaman perkebunan. Produksi palawija juga menunjang
perkembangan sektor ini denagn hasil produksi berupa jagung, kacang tanah, ubi kayu
dan ubi jalar.
Akses tehadap listrik menentukan tikat kesejahtran peduk, sehingga perlu dipantau
perkembangannya. Pelayanan kelistrikan pada tahun 2014 dilakukan oleh PLN dan non
PLN. Gardu listrik yang digunakan untuk mendistribusikan listrik sebanyak 8 buah.
Listrik dipandang sebagai sumber energi yang penting dalam pembangunan. Akses
terhadap listrik dapat menjadi ukuran tingkat kesejahteraan penduduk, karena mejadi
salah satu infrastruktur yang selayaknya didapatkan masyarakat. Oleh karena itu,
pelayanan listrik perlu dipantau perkembangannya dalam rangka evaluasi pembangunan.
Pasar adalah pusat perdagangan dimans terjadi transaksi barang ataupun jasa antara
penjual dan pembeli. Hingga tahun 2014 di Kecamatan Parigi Barat belum terdapat pasar
tradisional. Disetiap desa terdapat warung/kios yang merupakan tempat-tempat pelayanan
kebutuhan pokok sehari-hari. Keberadaan warung/ kios hampir merata pada setiap desa.
Jumlah kios meningkat menjadi 87 unit dan warung meningkat menjadi 57 unit pada
tahun 2014.
Kegiatan ekonomi di Kecamatan Parigi Barat belum bergerak di pasar uang. Bahkan
fasilitas perbankan belumada, sehingga kegiatan perbankan masih dilaksanakan di
Kecamatan Parigi, yang menjadi pusat perbankan di Kabupaten Parigi Moutong.
Lembaga keuangan yang beroperasi adalah KUD, yang bergerak pada sektor pertanian.

1.2 Visi dan Misi Kecamatan Parigi Barat


Visi
Visi Kecamatan Parigi Barat yaitu Mewujudkan Kecamatan Parigi Barat sebagai Kota
Tamadue di Kabupaten Parigi Moutong.

Misi
1. Mewujudkan Pemerintahan yang bersih dan bertaqws
2. Meningkarkan pendapatan asli daerah
3. Meningkatkan sumber daya manusia, aparatur
4. Menciptakan pelayann prima
5. Membina koordinasi, sinkronisasi antara lembaga-lembaga pemerintahan dan
lembaga-lembga lainnya.

9
BAB II
PROFIL PUSKESMAS LOMPE NTODEA

II.1 PENDAHULUAN

Profil Kesehatan puskesmas Lompentodea Tahun 2015 disusun dengan tujuan


memberikan gambaran tentang keadaan dan kondisi kesehatan masyarakat yang meliputi

10
kependudukan, social ekonomi, dan sumber daya di bidang kesehatan. Dan untuk membantu
menyediakan data dan informasi yang lengkap dan akurat di dalam mewujudkan Sistem Informasi
Kesehatan yang berdaya guna dan berasil guna.
Keberhasilan pembnagunan kesehatan dapat dilihat dari berbagai aspek untuk memantau
perkembangan derajat kesehatan seperti penurunan angka kematian bayi, peningkatan umur harapan
hidup serta perbaiakan status gizi masyarakat. Peningkatan dari aspek tersebut merupakan
keberhasilan program kesehatan, seperti imunisasi, perbaikan gizi, pencegahan penyakit, perbaikan
kesehatan lingkungan, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan lainnya.
Di dalam buku Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang ditetapkan berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 131/MENKES/SK/II/2004 disebutkan bahwa keberhasilan
manajemen kesehatan sangat ditentukan antara lain oleh tersedianya data dan informasi kesehatan,
dukungan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, dukungan hukum kesehatan serta
administrasi kesehatan. Lebih lanjut dalam SKN disebutkan bahwa SKN terdiri dari enam subsistem,
yakni (1) Subsistem Upaya Kesehatan, (2) Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan, (3)
Subsistem Pembiayaan, (4) Subsistem Obat dan Perbekalan Kesehatan, (5) Subsistem Pemberdayaan
Masyarakat, dan (6) Subsistem Manajemen Kesehatan.
Sehubungan dengan hal tersebut, salah satu bentuk dari pengembangan system informasi
kesehatan adalah dengan penyusunan Profil Kesehatan. Profil Kesehatan Puskesmas Lompentodea
Tahun 2015 berisikan hasil analisis dan sintesis untuk memperoleh gambaran situasi kesehatan secara
menyeluruh di Wilayah Puskesmas Pangi, antara lain sebagai berikut :
1. Gambaran umum mengenai keadaan/kondisi yang terdiri dari lingkungan fisik dan perilaku
kesehatan masyarakat;
2. Data/informasi mengenai upaya kesehatan yang terdiri dari cakupan kegiatan program-
program kesehatan;
3. Data/informasi mengenai status kesehatan masyarakat yang terdiri dari angka kematian, angka
kesakitan, dan status gizi masyarakat.

Profil Kesehatan Puskesmas Lompentodea Tahun 2015 disusun dengan harapan dapat
menjadi masukan dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kemampuan manajemen
kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna.

II.2 GAMBARAN UMUM

A. LETAK GEOGRAFIS

Luas wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea adalah 29.62 KM2, batas wilayah Kerja
Puskesmas Lompentodea yaitu sebelah utara berbatasan dengan Desa Lebo dan desa
Bambalemo, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kayuboko, sebelah barat berbatasan
dengan desa Parigimpuu dan desa Jonokalora, serta sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan

11
Masigi dan Keelurahan Kampal. Adapun luas wilayah Puskesmas Lompentodea dapat dilihat
pada Grafik berikut ini :

Gambar II.1 Luas Wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea Menurut Desa Tahun 2015

22% 23%

11%
18%
Lobu Parigimpu Jono Kalora Baliara Kayuboko Air Panas
15%
11%

B. KEADAAN IKLIM
Sebagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia, wilayah kerja Puskesmas Lompentodea
memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Musim panas terjadi antara bulan
April sampai dengan September, sedangkan musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai
dengan Maret.

C. PEMERINTAHAN
Wilayah kerja Puskesmas Lompentodea adalah 29.62 KM2, yang terdiri dari 1 Kecamatan (6
desa). Adapun penyebaran jumlah desa perkecamatan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel : II.1 Distribusi Desa Dirinci Menurut Kecamatan Puskesmas Lompentodea Tahun 2015

LUAS DAERAH
NO KECAMATAN DESA
(KM2)

1 Parigi Barat 1. Baliara 4.31 km2


2. Parigimpuu 5.38 km2
3. Jokalora 3.24 km2
4. Lobu Mandiri 6.93 km2
5. Kayuboko 3.25 km2
6. Air Panas 6.51 km2

12
Jumlah 6 Desa 29.62 KM2
Sumber : BPS Kab. Parigi Moutong

D. KEPENDUDUKAN

1. Laju Pertumbuhan Penduduk


Pada tahun 2014 berdasarkan data BPS Kabupaten Parigi Moutong, jumlah penduduk di
Kecamatan Parigi Barat adalah 7767 jiwa dan pada tahun 2015 adalah sebesar 7922 jiwa,
jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk pada periode sebelumnya, maka terlihat
adanya kenaikan jumlah penduduk sebesar 155 jiwa.

2. Komposisi Penduduk
Berdasarkan data BPS Kabupaten Parigi Moutong jumlah penduduk Tahun 2015 adalah
sebesar 7922 jiwa. 4105 jiwa laki-laki atau 51,8% dan 3817 jiwa perempuan atau 48,2%.
Rasio jenis kelamin (Sex Ratio) pada Tahun 2015 adalah ..... yang berarti setiap 100
penduduk perempuan terdapat ....... penduduk laki-laki atau penduduk laki-laki lebih banyak
dari penduduk perempuan. Berikut adalah tabel yang dapat menjelaskan :

Tabel : II.2 Penduduk Dirinci Menurut Jenis Kelamin Dan Rasio Jenis Kelamin
Wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea Tahun 2014

JUMLAH PENDUDUK
JUMLAH
NO DESA
PENDUDUK LAKI-
PEREMPUAN
LAKI
1 2 3 4 5
1 Baliara

2 Parigimpuu

3 Jonokalora

4 Lobu Mandiri

13
5 Kayuboko

6 Air panas

JUMLAH
Sumber : BPS. Kab. Parigi Moutong

3. Kepadatan Penduduk
Luas wilayah kerja Puskesmas Lompentodea 29.62 KM2 dengan jumlah penduduk ..........
jiwa. Jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak .......KK. Dengan demikian kepadatan
penduduk rata-rata sebesar ........../KM2. Adapun kepadatan penduduk perdesa dapat dilihat
pada tabel berikut.

Tabel : II.3 Persentase Luas Wilayah dan Kepadatan penduduk Menurut Desa Wilayah Kerja
Puskesmas Lompentodea Tahun 2014

LUAS JUMLAH KEPADATAN


WILAYAH JUMLAH RUMAH PENDUDUK
NO DESA
PENDUDUK
(km2) TANGGA per km2
1 2 3 4 5 6

1 Baliara
4.31 KM2
2 Parigimpuu
5.38 KM2
3 Jonokalora
3.24 KM2

14
4 Lobu Mandiri
6.93 KM2
5 Kayuboko
3.25 KM2
6 Airpanas
6.51 KM2

JUMLAH
29.62 KM2 2060 17,84
.

II.3 PEMBANGUNAN KESEHATAN

Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini telah berhasil meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan
hambatan. Reformasi dibidang kesehatan dimulai dengan dicanangkannya Rencana Pembangunan
Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2020.

A. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KESEHATAN


1. Visi
Terwujudya masyarakat parigi barat yang SEHAT dan MANDIRI Menuju Parigi Moutong
Sehat.
2. Misi
Untuk dapat mewujudkan visi tersebut diatas adalah, ditetapkan empat misi sebagai berikut :
1.Memberikan pelayanan bemutu,cemat,dan sepenuh hati

2.menjadikan puskesmas sebagai pusat informasi kesehatan bagi masyarakat.

3.meningkatkan kesehatan individu,keluarga dan lingkugan.

4. Menigkatkan kualitas sumber daya manusia.

B. SASARAN DAN INDIKATOR


Sasaran pembangunan kesehatan menujun Parigi Moutong Sehat dapat dijabarkan dalam sasaran
dampak dan sasaran proses / out put.
1. Untuk sasaran proses dan out put yang diharapkan dapat terjadi sampai tahun 2015 adalah :

15
a. Sumber daya manusia kesehatan.
Tersedianya tenaga kesehatan yang bermutu dan terukupi, terdistribusi secara adil dan
termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna.
1) Rasio dokter dengan penduduk 30 : 100.000
2) Rasio bidan dengan penduduk 120 : 100.000
3) Rasio perawat dengan penduduk 150 : 100.000
b. Pelayanan kesehatan dasar
1) Cakupan kunjungan ibu hamil K4 95 %
2) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani %
3) Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi
kebidanan 81 %
4) Cakupan pelayanan nifas 83 %
5) Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani 94%
6) Cakupan kunjungan bayi %
7) Cakupan desa/kelurahan UCI 100 %
8) Cakupan pelayanan anak balita %
9) Cakupan pemberian MP-ASI pada anak usia 6 24 bulan keluarga miskin 100 %
10) Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 100 %
11) Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat 95 %
12) Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit 100 %
c. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin 100 % Pelayanan kesehatan
rujukan
d. Penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan KLB. Cakupan desa mengalami KLB
yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam 100 %
e. Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Cakupan desa siaga aktif 80% .
f. Lingkungan sehat
Meningkatnya secara bermakna jumlah wilayah sehat, TTU sehat, tempat pariwisata
sehat, rumah dan bangunan sehat, sarana sanitasi, sarana air minum, serta sarana
pembuangan limbah
g. Upaya kesehatan
Meningkatnya secara bermakna jumlah sarana kesehatan yang bermutu, jangkauan dan
cakupan pelayanan kesehatan, penggunaan obat seara rasional, pemanfaatan pelayanan
promotif dan prefentif, biaya kesehatan yang dikelola secara efisien, serta ketersediaan
pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan.
h. Manajemen pembangunan kesehatan
Meningkatnya secara bermakna system informasi pembangunan kesehatan, kemampuan
daerah dalam pelaksanaan desentralisasi pembangunan kesehatan, kepemimpinan dan
manajemen kesehatan, peraturan perundang-undangan yang mendukung pembangunan
kesehatan, kerjasama lintas program dan lintas sector.

Untuk sasaran dampak yang diharapkan dapat dicapai yaitu :

a. Menurunnya angka kematian bayi menjadi 25 per 1.000 kelahiran hidup


b. Menurunnya kasus kematian ibu dibawah 8 kasus
c. Meningkatnya status gizi masyarakat yang di ukur dengan menurunnya prevalensi kurang gizi
balita menjadi 5 % .
d. Meningkatnya umur harapan hidup menjadi 68

16
C. PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH
Implementasi Rencana Strategis 2014-2015 mencakup pelaksanaan 9 program dan sejumlah
kegiatan untuk mencapai sasaran strategic. Uraian lengkap program dan kegiatan dalam Rencana
Strategis 2014-2015 adalah sebagai berikut :
1. Program kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan
Adalah upaya untuk mendukung terselenggaranya fungsi-fungsi administrasi kesehatan
yang berhasil guna dan berdaya guna, didukung oleh system informasi, iptek serta dukungan
peraturan daerah dibidang kesehatan yang mengacu pada peraturan perundang-undangan
kesehatan secara nasional untuk menjamin meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-
tingginya.
2. Pelayanan kesehatan keluarga miskin
Adalah upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya terhadap keluarga
miskin.
3. Program lingkungan sehat
Perilaku sehat adalah upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan menekan
tingkat pencemaran lingkungan, kondisi rumah, dan kepadatan penduduk yang dapat
menyebabkan timbulnya penyakit.
4. Program promosi kesehatan
Adalah upaya untuk merubah perilaku hidup sehat masyarakat. Konsep seat sakit dan juga
kepercayaan kepercayaan tentanng kesehatan yang ada di masyarakat menggambarkan
perilaku hidup bersih dan sehat, kebiasaan kebiasaan yang berkembang di masyarakat
seerta pola perilaku dalam mengkonsumsi makanan.
5. Program upaya kesehatan
Adalah upaya untuk memeperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan
memperhitungkan indicator input : tenaga, dana, fasilitas, dan lain-lain, dan indicator output :
pencapaian program.
6. Program peningkatan kesehatan keluarga dan gizi
Adalah upaya untuk meningkatkan status kesehatan keluarga terutama ibu dan anak. Selain
itu, program ini juga bertujuan untuk menurunkan masalah gizi untuk mewujudkan hidup
sehat dan status gizi yang optimal. Pelaksanaan program gizi yang dilakukan sampai saat ini
masih belum mendapatkan hasil yang optimal karena kompleksnya masalah yang perlu
ditangani. Untuk itu perlu dilaksanakan beberapa kegiatan pencegahan dan penanggualangan
KEP, KEK, Anemia Gizi, dan Kurang Vitamin A (KVA).
7. Program pengembangan sumber daya kesehatan
Adalah upaya untuk menyediakan sarana dan prasarana kesehatan serta sumber daya tenaga
yang memadai.
8. Program obat, makanan, dan bahan berbahaya
Upaya untuk menyediakan, mendistribusi, dan mengawasi bahan atau paduan bahan yang
digunakan untuk mendiagnose, mencegah, mengurangi dan menyembuhkan penyakit, gejala
luka, kelainan badan/jiwa pada manusia.

17
9. Pencegahan, pemberantasan, dan pengamatan penyakit menular
Adalah upaya untukmenekan kejadian penyakit menular dalam masyarakat serendah
mungkin sehingga tidak merupakan gangguan kesehatan bagi masyarakat tersebut.

II.4 PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

A. DERAJAT KESEHATAN
Data dan informasi tentang derajat kesehatan untuk tahun 2015 yang antara lain dinyatakan
dengan angka kematian bayi, angka kematian balita, dan angka kematian ibu maternal.
1. Angka Kematian
Tingkat kematian secara umum berhubungan erat dengan tingkat kesakitan, karena biasanya
merupakan akumulasi akhir dari berbagai penyebab terjadinya kematian baik langsung
maupun tidak langsung. Salah satu alat untuk menilai keberhasilan program pembangunan
kesehatan yang telah dilaksanakan selama ini adalah dengan melihat perkembangan angka
kematian dari tahun ketahun.
a. Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indicator yang sangat penting untuk
mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Factor-faktor yang
berkaitan dengan penyebab kematian bayi antara lain adalah tingkat pelayanan Antenatal,
status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA-KB serta kondisi lingkungan
dan social ekonomi. Pada tahun 2014 kematian bayi berjumlah 0 atau 0 % dari jumlah
kelahiran. Adapun jumlah kematian bayi tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel IV.1 Jumlah Kematian Bayi Menurut Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Lompentodea
Tahun 2015
NO DESA JUMLAH
1 Balira 1
2 Parigimpuu 1
3 Jonokalora 0
4 Lobu 0
5 Kayuboko 0
6 Air panas 0

Jumlah 0

b. Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah kematian anak 0-4 tahun per 1.000
kelahiran hidup. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan

18
factor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan terhadap anak balita seperti gizi,
sanitasi, dan penyakit infeksi. Pada tahun 2015 tidak ada kematian Balita.
c. Angka Kematian Ibu Maternal (AKI) adalah menggambarkan tingkat kesadaran perilaku
hidup sehat, ibu, kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama
untuk ibu status gizi dan kesehatan hamil, pelayanan kesehatan waktu melahirkan dan
masa nifas. Dari data yang diperoleh dari Bidang KIA tahun 2015 Jumlah Kematian Ibu
Maternal tdk ada.

2. Angka Kesakitan
Angka kesakitan disajikan dalam beberapa prevalensi dan insiden dari beberapa penyakit
antara lain penyakit malaria, demam berdarah dengue, dan penyakit diare. Berdasarkan data
pada tahun 2015 tercatat kasus malaria klinis 0 kasus,demam berdarah 0 kasus dan penyakit
diare tercatat 170 kasus. Berikut ini adalah grafik tahun 2015 :

Gambar IV.1 Kasus DBD, Diare, dan Malaria Klinis Diwilayah Kerja Puskesmas
Lompentodea Tahun 2015

Kasus DBD Kasus Malaria Klinis Kasus Diare

3. Status Gizi
a. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR < 2500 gram) merupakan angka yang sifatnya
sangat kasar, BBLR berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2015 ditemukan 1 kasus
BBLR.

b. Bayi yang diberi ASI Eksklusif merupakan status gizi dari bayi yang mendapatkan ASI
Eksklusif. Pada tahun 2015 tercatat sebanyak 76 jiwa yang mendapatkan ASI Eksklusif.
Adapun angka bayi yang diberi ASI Eksklusif dapat dilihat pada tabel berikut ini :

19
Tabel IV.5 Angka Bayi Yang Diberi ASI Eksklusif Menurut Desa Diwilayah Kerja
Puskesmas Lompentodea Tahun 2015

NO DESA JUMLAH
1 Baliara 22
2 Parigimpuu 5
3 Jonokalora 19
4 Lobu 5
5 Kayuboko 16
6 Air panas 9

Jumlah 76
Sumber : Bidang Gizi PKM Lompentodea

c. Ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe1 dan Fe3 merupakan angka pemberian tablet Fe1
dan Fe3 pada ibu hamil. Berdasarkan data dari bidang gizi pada tahun 2015 jumlah ibu
hamil yang mendapatakan tablet Fe1 164 jiwa dan tablet Fe3 177 jiwa. Adapun angka ibu
hamil yang mendapatkan tablet Fe1 dan Fe3 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel IV.6 Angka Ibu Hamil yang mendapatkan Tablet Fe1 dan Fe3 Menurut Desa
Diwilayah Kerja Puskesmas Lompentodea Tahun 2015

NO DESA FE1 FE3


1 Baliara 32 36
2 Parigimpuu 25 36
3 Jonokalora 26 27
4 Lobu 22 19
5 Kayuboko 36 34
6 Air panas 23 25

Jumlah 164 177


Sumber : Bidang Gizi PKM Lompentodea

B. BERPERILAKU SEHAT
Didalam upaya merubah pola hidup sehat bagi masyarakat tidaklah mudah, karena itu peran
promosi kesehatan sangat diperlukan. Berbagai strategi telah dilakukan seperti Advokasi, Bina
suasana dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai media penyuluhan, walaupun hasilnya
belum maksimal tetapi telah memberikan dampak yang bermakna dengan semakin meningkatnya
upaya masyarakat dalam memelihara dan melindungi kesehatannya. Ini karena adanya
peningkatan pengetahuan dan kemampuan serta sikap peduli yang positif.
1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh keluarga dapat dilihat dari jumlah
tatanan rumah tangga yang menerapkan PHBS. Berbagai upaya telah dilakukan untuk
mengubah agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat antara lain advokasi untuk
menghasilkan kebijakan perilaku hidup bersih dan sehat, pemberdayaan masyarakat untuk
menumbuhkan gerakan hidup bersih dan sehat, dan lain sebagainya.
2. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)

20
Peran serta masyarakat dibidang kesehatan sangat besar, dengan munculnya dan
berkembangnya upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM), seperti posyandu dan
polindes. Pada tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea tercatat sebanyak 9
posyandu, dan sebanyak 4 unit poskesdes.
C. KESEHATAN LINGKUNGAN
1. Pengawasan Kesehatan Lingkungan Perumahan dan Pemukiman
Pada tahun 2015 tercatat jumlah rumah yang diperiksa/dikunjungi yaitu 1863 rumah atau
100 % dari jumlah seluruh rumah adalah sebanyak 1863 rumah, dan yang dinyatakan
memenuhi syarat kesehatan 571 rumah atau .....%.
2. Sarana Kesehatan Lingkungan
Pada tahun 2015 jumlah kepala keluarga di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea adalah
sebanyak 2027 KK, yang mempunyai sarana kesehatan lingkungan antara lain :
a. Jumlah KK yang diperiksa sebanyak 1.639 yang memiliki air bersih 891 KK.
b. Jumlah KK yang diperiksa sebanyak 1.639 yang memiliki jamban 542 KK, jumlah
yang sehat 540 KK.
c. Jumlah KK yang diperiksa sebanyak 1.639,yang memiliki pengelolaan air limbah yang
sehat.5 KK

Adapun angka sarana kesehatan lingkungan dapat dilihat pada grafik berikut :

Gambar IV.2 Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Tahun 2015

3500

3000

2500

2000
Diperiksa Sehat
1500

1000

500

0
Air Bersih Jamban Pengelolaan Air Limbah

D. PELAYANAN KESEHATAN

1. Pelayanan Kesehatan Dasar


a. KIA
1). Pelayanan Kesehatan

21
Pada tahun 2015 berdasarkan data dari bidang KIA Puskesmas Lompentodea yang
melakukan kunjungan ulang (K4) adalah sebanyak 176. ibu hamil.
2). Pertolongan Persalinan
Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan pada tahun 2015 adalah
202 ibu bersalin dan yang ditolong oleh tenaga kesehatan adalah sebanyak 195 atau
81 %. Adapun gambaran cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

b. Keluarga Berencana
1). Pencapaian Target Peserta KB Baru
Pencapaian peserta KB Baru selama tahun 2015 adalah sebesar 156, dan untuk
mengetahui pola penggunaan alat kontrasepsi peserta KB aktif di wilayah kerja
Puskesmas Lompentodea tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel IV.7 Pola Pengguanaan Alat Kontrasepsi yang Digunakan Peserta KB Baru
Tahun 2015

Pola Penggunaan
%
Alkon
IUD 3.15
Suntik 37.89
Pil 28.9
Kondom -
Implant 2.65
MOP/WOW -
Metode Lain -

2). Pencapaian Target Peserta KB Aktif


Pencapaian peserta Kb Aktif selama tahun 2015 sebesar 1468 dan untuk mengetahui
pola penggunaan alat kontrasepsi peserta KB aktif di wilayah kerja Puskesmas
Lompentodea tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel IV.8 Pola Penggunaan Alat Kontrasepsi yang Digunakan Peserta KB Aktif

Pola Penggunaan
%
Alkon
IUD 3.14
Suntik 70.3
Pil 51.20
Kondom -
Implant 5,13
MOP/WOW 0.41
Metode Lain -

c. Kesehatan Gigi
1) Pemanfaatan Pelayanan Balai Pengobatan Gigi (BPG) di Puskesmas
Pada Tahun 2015 jumlah kunjungan ke BPG, tercatat sebanyak...... kunjungan.

22
2) Cakupan Perawatan Gigi Pada Murid SD Kelas selektif
Cakupan pada Tahun 2015 ini jumlah perawatan adalah ..... orang yang diperiksa
dan yang mendapat perawatan .... orang.

d. Gakin/JPS-BK
Pada Tahun 2015 tercatat sebanyak 4220 Orang yang menjadi sasaran program
JAMKESMAS dan telah mendapat pelayanan kesehatan dasar berupa pengobatan umum
dan pelayan kebidanan di Wilayah Puskesmas Lompentodea sebanyak ........ Jiwa
atau ......%.

2. Pemberantasan Penyakit Menular


1). Imunisasi
Pada Tahun 2015 cakupan imunisasi DPTI + HBI di Wilayah Puskesmas
Lompentodea adalah 164 , campak 142 ada pun total angka cakupan imunisasi di
wilayah kerja Puskesmas Lompentodea dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Gambar IV.4 Cakupan Imunisasi Diwilayah Kerja Puskesmas Lompentodea


Tahun 2015

160
140
120
100
80
60
40
20
0
DO
CAMPAK
DPT1+HB1

Hijau= DPTI+HBI
Kuning = POLI0
Merah= CAMPAK

2) Universal Child Imunization (UCI)


Merupakan salah satu tolak ukur sampai dimana pencapaian kinerja puskesmas
didalam melaksanakan program imunisasi di desa. Pada tahun 2015 desa UCI di
wilayah kerja Puskesmas Lompentodea adalah sebanyak 6 desa, yaitu desa Baliara,
Parigimpuu, Jonokalora, Lobu madiri,Kayuboko, Air panas.

3) Diare

23
Pada tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea tercatat sebanyak 170
kasus diare, dan yang ditangani berjumlah 170 penderita, berikut adalah grafik yang
menunjukan cakupan penyakit diare :

Gambar IV.5 Cakupan Kasus Diare yang Ditangani Diwilayah Kerja Puskesmas
Lompentodeea Tahun 2015

200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Lobu Jonokalora Baliara Lobu kayuboko Air panas

4) Malaria
Diwilayah kerja Puskesmas Lompentodea pada Tahun 2015 tidak terdapat penderita
malaria klinis.

5) TB. Paru
Di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea pada tahun 2015 telah ditemukan penderita
suspek TB sebanyak 21 penderita klinis dan BTA positif ditemukan sebanyak 14
penderita. Cakupan penderita BTA positif yang diobati sebanyak 14 penderita dengan
kesembuhan mencapai 100 %.

6) Kusta
Persentase kusta di wilayah kerja Puskesmas Lompentodea tahun 2015 sebanyak
...penderita. Untuk menurunkan prevalensi penyakit kusta sangat sulit mengingat
masa inkubasi penyakit kusta ini sangat lama sehingga diperlukan upaya penemuan
penderita sedini mungkin dan diberi pengobatan untuk pemutusan mata rantai
penularan.

24
7) Dengue Haemorrhagic Fever (DHF/DBD)
Pada tahun 2015 diwilayah kerja Puskesmas Lompentodea tidak ditemukan kasus
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF/DBD)
8) Filariasis
Pada tahun 2015 penderita filarisis tidak ditemukan kasus Filariasis.

E. SUMBER DAYA KESEHATAN


1. TENAGA KESEHATAN
a. Penyebaran Tenaga Kesehatan
Dokter gigi 1 orang, Dokter umum 1 orang, Apoteker 1, Assisten Apoteker 2 orang,
Sarjana Kesehatan 6 orang, Perawat ... orang, Bidan .. orang, tenaga non kesehatan ..
orang. Perawat gigi 2 .

b. Pegawai Tidak Tetap (PTT)


Penempatan pegawai tidak tetap (PTT) diwilayah kerja Puskesmas Lompentodea
tahun 2015meliputi 4 orang, yaitu Bidan Desa yang bertugas di desa Baliara , Desa
Jonokalora dan Desa Parigimpuu
2. SARANA KESEHATAN
a. Fasilitas Puskesmas
1. Jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) tahun 2015 sebanyak 2 unit, yaitu Pustu
Parigimpuu dan Pustu Kayuboko.
2. Puskesmas Keliling Roda 4 sebanyak 2 unit.
b. Sarana Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
Puskesmas Lompentodea memiliki 4 unit Poskesdes dan 9 Posyandu.

II.5 PENUTUP

Didalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat berbagai upaya telah dilakukan


melalui program-program pembangunan di bidang kesehatanyang sejalan dengan pelaksanaan
desentralisasi dibidang kesehatan. Khususnya didalam mencari data dan informasi yang tepat dan
akurat mengalami banyak kendala. Oleh akrena itu data dan informasi yang disusun dalam Profil
Kesehatan Puskesmas Lompentodea tahun 2015 masih jauh dari kesempurnaan. Walaupun demikian
diharapkan Profil Kesehatan Puskesmas Lompentodea tahun 2015 tetap dapat memberikan gambaran
secara garis besar tentang derajat kesehatan masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Lompentodea Tahun 2015.

25
Diharapkan dengan adanya Profil Kesehatan Puskesmas Lompentodea tahun 2015 ini
dan upaya upaya penguatan sumber daya manusia kesehatan, kinerja yang akan dicapai pada tahun-
tahun mendatang lebih meningkat lagi.

26