Anda di halaman 1dari 20

JURNAL PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

VOLUME 35, NO. 1, 21 40 ISSN: 0215-8884

StudiLiteraturPengaruhKeadilanDistributifdan
KeadilanProseduralPadaKonsekuensinya
DenganTeknikMetaAnalisis

HeruKurniantoTjahjono

UniversitasMuhammadiyahYogyakarta1

Abstract outcomes personal dan outcomes organi


sasional.
The purpose of this literature study is
Namun demikian, Sweeney dan
to investigate whether the two factor model
McFarlin (1993) menyadari bahwa
was supported on any empirical studies: (1)
whether distributive justice is more domi model yang dikonseptualisasi tidak
nant compared to procedural justice when sepenuhnya mendapat dukungan empi
predicting personal outcomes? (2) whether ris. Studi komparasi model yang
procedural justice is more dominant compa dilakukan Sweeney dan McFarlin (1993)
red to distributive justice in predicting menunjukkan beberapa model kompe
organizational outcomes? Metaanalysis titor yang mungkin lebih dapat menje
approach were done based on 13 empirical laskan fenomena tertentu dalam situasi
studiesfromanyinternationaljournals.The yang berbeda. Namun demikian
results show that the two factor model was konsepsi the twofactor model merupakan
supported. salah satu kajian penting di samping
Keywords: Distributive justive, procedural banyakkonsepsimodelmengenaimodel
justive,metaanalysis. pengaruh keadilan distributif dan
keadilan prosedural pada konsekuensi
Pada tahun 1993, Sweeney dan nya.
McFarlin mempublikasikan konsep the Reviewliteraturinibertujuanuntuk
two factor model di dalam jurnal Organi membangun dan mengkonstruksi kon
zational Behavior and Human Decision sepsi secara lebih kuat berbasis
Processes yaitu berkaitan dengan pe penelitianpenelitian empiris yang per
ngaruhkeadilandistributifdankeadilan nah dilakukan. Dalam studi ini peneliti
proseduralpadakonsekuensinya.Secara memetakan 29 artikel atau kajian yang
spesifik model tersebut menjelaskan berkaitan dengan keadilan distributif
bahwapengaruhkeadilandistributifdan dan keadilan prosedural, terdiri atas 8
keadilan prosedural berbeda terhadap artikel dan kajian konseptual untuk
memperkuat basis pemahaman menge

JURNAL PSIKOLOGI 21
TJAHJONO

nai keadilan organisasional dan 12 Keadilan distributif cenderung ber


artikel empiris yang dipublikasikan di hubungan positif dengan outcomes yang
dalam jurnal internasional. Selanjutnya berkaitan dengan evaluasi personal,
secaraspesifik,penelitimengkajiartikel sebagai contoh kepuasan terhadap
artikel empiris yang berkaitan dengan outcomes (berupa: pekerjaan tertentu,
pengaruh keadilan distributif dan sistempenggajian,penilaiankinerjadll.).
keadilan prosedural pada jenisjenis Keadilan distributif berkaitan dengan
outcomes seperti yang dikonseptualisa hasil yang diperoleh karyawan dari
sikandalamthetwofactormodelberbasis organisasi (Folger & Konovsky, 1989)
pada 13 hasil studi empiris. Jenisjenis dan keadilan distributif berkaitan
outcomes tersebut adalah outcomes yang dengan distribusi keadaan dan barang
direferensipersonalselanjutnyadiproksi yang akan berpengaruh terhadap
dengankepuasanindividudanoutcomes kesejahteraan individu (Deutsch, 1975
yang direferensi organisasi selanjutnya dalam Faturochman, 2002). Hasil yang
diproksi dengan komitmen keorganisa diterima karyawan tersebut bersifat
sian. personal yang dipersepsikan oleh
masingmasing individu untuk menilai
keadilan distributif. Oleh karena itu,
Kajian Konseptual The Two Factor
keadilan distributif dibandingkan kea
Model
dilanproseduralakanberpengaruhposi
The twofactor model merupakan tiflebihkuatpadaoutcomespersonal.
konsepsi yang dikembangkan Folger Sebaliknya, keadilan prosedural
danKonovsky(1989)sertadiujikembali akan lebih kuat daripada keadilan
melalui perbandingan model oleh distributif dalam memprediksi outcomes
Sweeney dan McFarlin (1993). Konsepsi organisasional. Hal tersebut didukung
tersebut menjelaskan bahwa pengaruh pandangan Bies dan Moag (1986, dalam
keadilan distributif dan keadilan prose Colquitt et al., 2001) bahwa seseorang
dural pada outcomes personal dan akan menggunakan persepsi keadilan
outcomes organisasional bersifat spesifik. prosedural, ketika mereka akan menen
Dalam kajian Sweeney dan McFarlin tukan bagaimana bereaksi dengan orga
(1993)hubungankeadilandistributifdan nisasi atau sistem. Dalam pandangan
keadilan prosedural tidak dikonstruksi Sweeney dan McFarlin (1992, 1993)
arahhubungankeduakonstruktersebut keadilan prosedural menggambarkan
apakah keadilan distributif sebagai kapasitasorganisasidalammemperlaku
anteseden atau keadilan prosedural. kan karyawan secara adil. Oleh karena
Namun mereka tidak membantah itu, persepsi keadilan prosedural lebih
adanya hubungan interaktif kedua kuat menjelaskan outcomes organisa
konstruktersebut. sional berupa sikap individu terhadap
organisasi.

22 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

1996; Viswesvaran dan Ones, 2002;


Keadilan Outcomes Konovsky et al., 1987 dalam McFarlin &
Distributif Personal Sweeney,1992).
Artikel ini bertujuan melakukan
kajianliteraturuntukmenganalisispene
litianpenelitian sebelumnya berkaitan
Keadilan Outcomes
Prosedural Organisasional
dengan konsep the twofactor model
yaitu: (1) apakah keadilan distributif
lebih dominan daripada keadilan
Model1.TheTwoFactorModel proseduraldalammemprediksioutcomes
personal? (2) apakah keadilan prose
Penelitianpenelitian empiris selan dural lebih dominan daripada keadilan
jutnya mendukung bahwa keadilan distributif dalam memprediksi outcomes
distributif akan menjadi prediktor yang organisasional?
lebih baik daripada keadilan prosedural
terhadapoutcomespersonalatausumber Metode
sumber intrinsik dalam diri individu
(Viswesvaran & Ones, 2002), seperti ReviewDenganTeknikMetaAnalisis
kepuasan upah dan kepuasan kerja
(McFarlin & Sweeney, 1992) kepuasan Reviewiniditujukanuntukmenun
kerja (Konovsky & Cropanzano, 1991; jukkan korelasi antar variabel dengan
Martin & Bennett, 1996) atau sumber cara mengendalikan variasi dari banyak
sumber intrinsik personal. Demikian sumber artifak. Jika pengendalian dapat
pula keadilan prosedural cenderung dilakukan dengan sempurna, maka dis
berhubungan lebih kuat pada evaluasi tribusi studi korelasi dapat digunakan
sistem dan otoritas yang lebih umum, secara langsung untuk mengestimasi
seperti evaluasi terhadap institusi dan distribusikorelasiaktual.Denganmeng
keadilan prosedural akan menjadi amati korelasi antar beberapa variabel
prediktor yang lebih baik daripada amatan pada berbagai studi, peneliti
keadilan distributif terhadap outcomes dapatmengintegrasikanhasilhasilterse
yang berhubungan dengan perusahaan butdanmengkonstruksiteori(Hunter&
sebagai institusi, seperti komitmen Schmidt,1990).Reviewiniberbasispada
organisasional dan kepercayaan terha teknik metaanalisis yang merupakan
dap manajemen daripada outcomes salah satu upaya merangkum berbagai
personal (Lind & Tyler, 1988; Folger & hasil penelitian secara kuantitatif
Konovsky,1989;Greenberg,1990;Kim& (Sutjipto,1995).Metaanalisisdapatpula
Maughborgne, 1998; Lee, 2000; Colquitt, dilihat sebagai teknik untuk mengana
2001; Colquitt et al., 2001; Folger & lisis kembali hasilhasil penelitian yang
Konovsky, 1989; Martin dan Bennett diolah secara statistik berdasarkan hasil

JURNAL PSIKOLOGI 23
TJAHJONO

studiprimer. Dalamstudimetaanalisis, 8. ketidaksempurnaan validitas kons


data yang dianalisis merupakan data trukpadavariabeldependen.
primer. Hal yang penting berkaitan 9. ketidaksempurnaan validitas kons
denganstudimetaanalisisadalahmem trukpadavariabelindependen.
bantu peneliti untuk mengkonstruksi
10. kesalahanpelaporanatautranskripsi.
teori dengan cara mengumpulkan
11. varians yang disebabkan oleh faktor
banyak studi dan meringkas hasil studi
tersebut,setelahitupenelitidapatmeng luar.
identifikasi hubungan antar variabel
secara lebih baik dan menyajikan data FormulasiTujuanMetaAnalisis
yangbersifatagregatdariberbagaistudi Formulasitujuandalamstudimeta
primertersebut. analisisiniadalah:
Dalam upaya melakukan sintesis (1)Apakah keadilan distributif lebih
dari berbagai hasil penelitian, terlebih dominan daripada keadilan prose
dahulu dilakukan koreksi terhadap dural dalam memprediksi outcomes
artifak atau ketidaksempurnaan dalam personal? Dengan demikian studi ini
penelitian (Sugiyanto, 2004). Ketidak akan membandingkan korelasi kea
sempurnaandidalamstudiakanmenye dilan distributif dengan outcomes
babkan hasil studi tidak dapat meng personal dengan korelasi antara
gambarkan fenomena sesungguhnya, keadilan prosedural dengan outcomes
karenaterinflasiolehberbagaikesalahan personal.
yang dibuat peneliti baik yang bersifat
(2)Apakah keadilan prosedural lebih
sistematikataupunnonsistematik. dominan daripada keadilan distri
Hunter dan Schmidt (1990) menje butif dalam memprediksi outcomes
laskan bahwa sedikitnya terdapat 11 organisasional? Dengan demikian
artifak,meliputi: studiiniakanmembandingkankore
1. kesalahanpengambilansampel. lasi keadilan distributif dengan out
comes organisasional dengan korelasi
2. kesalahan pengukuran pada variabel
antara keadilan prosedural dengan
dependen.
outcomesorganisasional.
3. kesalahan pengukuran pada variabel
independen. PengumpulanData
4. dikotomivariabeldependen.
Tahap berikutnya adalah dengan
5. dikotomivariabelindependen.
mengumpulkan data berupa studi
6. variasi rentangan dalam variabel primer, baik melalui jurnaljurnal yang
independen. tersedia di perpustakaan psikologi dan
7. variasi rentangan dalam variabel program Doktor manajemen UGM
dependen. maupun melalui jurnal elektronik yang

24 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

diakses dari PROQUEST dan EBSCO. d) Dampakpengambilansampel.


Jurnaljurnal yang digunakan tidak 2.Artifak yang lain: koreksi kesalahan
sebatas jurnal studi primer, namun juga pengukuran
berupajurnalkonseptual.Artikelartikel
a) Menghitungmeangabungan
diperoleh dari jurnaljurnal bertaraf
internasional seperti journal of applied b) Menghitung korelasi populasi
psychology,journalofpsychology,journalof yang dikoreksi oleh kesalahan
personality and social psychology, academy pengukuran
ofmanagementjournaldanlainlain. c) Intervalkepercayaan
Pengkajian berbasis pada 29 artikel d) Dampakvariasireliabilitas
baik konseptual dan empiris untuk
memberikan basis pemahaman tentang Bare Bone MetaAnalisis: Koreksi Kesa
konsepkeadilandistributifdankeadilan lahanSampel
prosedural serta pengaruh keduanya
DeskripsiSampel
pada outcomes personal dan outcomes
organisasi. Selanjutnya, secara spesifik Deskripsi sampel berbagai studi primer
dilakukanpengkajianthetwofactormodel sebagaiberikuttersajipadatabel1.
berbasis 13 hasil studi primer yang Langkahlangkah dalam bare bone
dimuat dalam 11 artikel empiris pada metaanalisis untuk mengkoreksi kesa
berbagai jurnaljurnal internasional lahan sampel (Hunter & Schmidt, 1990)
tersebut. Pengkajian dilakukan dengan sebagaiberikut:
mengidentifikasi jumlah sampel,
korelasi hubungan antar variabel yang 1.Rerata Korelasi Populasi (rXY atau
diamatidanvarians. XY)
Untuk menghitung rerata korelasi
AnalisisDataMetaAnalisis populasidigunakanpersamaan(1):
Analisis data dalam kajian ini ( Ni.Ri)
XY = (1)
menggunakan analisis korelasi meta Ni
analisis Hunter dan Schmidt (1990),
Tabel2dan3merupakanhasilperhi
meliputi:
tungan rerata korelasi populasi yang
1.Bare Bone Meta Analysis: koreksi terdiriatas4reratakorelasi,yaitu(1)
kesalahansampel keadilan distributif dengan outcomes
a) Menghitung mean korelasi popu personal; (2) keadilan prosedural de
lasi ngan outcomes personal; (3) keadilan
distributif dengan outcomes organisa
b) Menghitungvariansrxy(r)
sional; (4) keadilan prosedural
c) Menghitung varians kesalahan denganoutcomesorganisasional.
pengambilansampel(e)

JURNAL PSIKOLOGI 25
TJAHJONO

Tabel1
DeskripsiSampelBerbagaiStudiPrimer
Sampel
No Peneliti Tahun Jumlah Responden
1 Folger&Konovsky 1989 217 Karyawanswasta
2 Konovsky&Cropanzano 1991 179 Karyawanswasta
3 Moorman 1991 270 Karyawanswasta
4 McFarlin&Sweeney 1992 675 Karyawanswasta
5 Sweeney&McFarlin 1993 235 Karyawanswasta
6 Scarpello&Jones 1996 612 Karyawanpemerintah
7 Tang&SarsfieldBaldwin 1996 200 Karyawanpemerintah
8 Martin&Bennet 1996 689 Karyawanswasta
9 Lee&Farh 1999 660 Karyawanswasta
10 Lee&Farh 1999 217 Karyawanswasta
11 Colquitt 2001 310 MahasiswaS1
12 Colquitt 2001 337 Karyawanswasta
13 Cropanzanoetal. 2002 107 Pekerjaorganisasi

Tabel2
Rerata Korelasi Populasi Hubungan Keadilan Distributif dan Keadilan Prosedural
denganOutcomesPersonal
(Setelahdikoreksidenganjumlahsampel)
No Tahun Peneliti N rX1Y1 rX2Y1 (NrX1Y1) (NrX2Y1)
1 1989 Folger&Konovsky 217 0.64 0.43 138.88 93.31
2 1991 Konovsky&Cropanzano 179 0.31 0.33 55.49 59.07
3 1991 Moorman 270 0.37 0.37 99.90 99.90
4 1992 McFarlin&Sweeney 675 0.63 0.51 425.25 344.25
5 1993 Sweeney&McFarlin 235 0.44 0.24 103.40 56.40
6 1996 Scarpello&Jones 612 0.71 0.65 434.52 397.80
7 1996 Tang&SarsfieldBaldwin 200 0.41 0.03 82.00 6.00
8 1996 Martin&Bennet 689 0.76 0.54 523.64 372.06
9 1999 Lee&Farh 660 0.71 0.61 468.60 402.60
10 1999 Lee&Farh 217 0.59 0.54 128.03 117.18
11 2001 Colquitt 310 0.85 0.35 263.50 108.50
12 2001 Colquitt 337 0.35 0.32 117.95 107.84
13 2002 Cropanzanoetal. 107 0.85 0.66 90.95 70.62
JUMLAH 4708 7.72 5.58 2932.11 2235.53
RATARATA(MEAN) 362 0.59 0.43 0.6228 0.4748

26 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

Tabel3
Rerata Korelasi Populasi Hubungan Keadilan Distributif dan Keadilan Prosedural
denganOutcomesOrganisasional
(Setelahdikoreksidenganjumlahsampel)
No Tahun Peneliti N rX1Y2 rX2Y2 (NrX1Y2) (NrX2Y2)
1 1989 Folger&Konovsky 217 0.33 0.56 71.61 121.52
2 1991 Konovsky&Cropanzano 179 0.31 0.44 55.49 78.76
3 1991 Moorman 270 0.23 0.22 62.10 59.40
4 1992 McFarlin&Sweeney 675 0.49 0.53 330.75 357.75
5 1993 Sweeney&McFarlin 235 0.36 0.48 84.60 112.80
6 1996 Scarpello&Jones 612 0.34 0.47 208.08 287.64
7 1996 Tang&SarsfieldBaldwin 200 0.46 0.21 92.00 42.00
8 1996 Martin&Bennet 689 0.35 0.47 241.15 323.83
9 1999 Lee&Farh 660 0.43 0.67 283.80 442.20
10 1999 Lee&Farh 217 0.28 0.41 60.76 88.97
11 2001 Colquitt 310 0.12 0.21 37.20 65.10
12 2001 Colquitt 337 0.07 0.46 23.59 155.02
13 2002 Cropanzanoetal 107 0.20 0.27 21.40 28.89
JUMLAH 4708 3.97 5.4 1572.53 2163.88
RATARATA(MEAN) 362 0.305 0.415 0.3340 0.4596

Rerata korelasi populasi 13 studi dilandistributifberhubungandengan


primer setelah dikoreksi dengan outcomes organisasional (rX1Y2) sebe
jumlah sampel menunjukkan bahwa sar0.3340sedangkankeadilanprose
keadilan distributif berhubungan dural berhubungan dengan outcomes
dengan outcomes personal (rX1Y1) organisasional(rX2Y2)sebesar0.4596.
sebesar 0.6228 sedangkan keadilan Berbagai hasil studi primer tersebut
prosedural berhubungan dengan mendukung konsep the twofactor
outcomes personal (rX2Y1) sebesar model bahwa keadilan prosedural
0.4748. Berbagai hasil studi primer lebih dominan daripada keadilan
tersebut mendukung konsep the two distributif dalam berhubungan
factor model bahwa keadilan distri denganoutcomesorganisasional.
butif lebih dominan daripada kea
2.MenghitungVariansrXYatau(r)
dilanproseduraldalamberhubungan
denganoutcomespersonal. Persamaan berikut digunakan untuk
menghitungvarians(r)
Reratakorelasipopulasi13studipri
mer setelahdikoreksi dengan jumlah {Ni.( ri r) 2 }
( 2 r) = (2)
sampel menunjukkan bahwa kea Ni

JURNAL PSIKOLOGI 27
TJAHJONO

Tabel4
Varians rX1Y1 Hubungan Keadilan Distributif dengan Outcomes Personal (Setelah
dikoreksidenganjumlahsampel)
Peneliti N rX1Y1 (rrX1Y1) (rrX1Y1) N(rrX1Y1)
Folger&Konovsky,1989 217 0.64 0.02 0.0004 0.087
Konovsky&Cropanzano,1991 179 0.31 0.31 0.0961 17.20
Moorman,1991 270 0.37 0.25 0.0625 16.875
McFarlin&Sweeney,1992 675 0.63 0.01 0.0001 0.068
Sweeney&McFarlin,1993 235 0.44 0.18 0.0324 7.614
Scarpello&Jones,1996 612 0.71 0.09 0.0081 4.957
Tang&SBaldwin,1996 200 0.41 0.21 0.0441 8.82
Martin&Bennet,1996 689 0.76 0.14 0.0196 13.50
Lee&Farh,1999 660 0.71 0.09 0.0081 5.346
Lee&Farh,1999 217 0.59 0.03 0.0009 0.195
Colquitt,2001 310 0.85 0.23 0.0529 16.399
Colquitt,2001 337 0.35 0.27 0.0729 24.567
Cropanzanoetal,2002 107 0.85 0.23 0.0529 5.66
JUMLAH 4708 7.72 121.288
RATARATA(MEAN) 362 0.59 0.02576

Denganmenggunakanpersamaan2diperolehhasilvariansstudihubungankeadilan
distributifdenganoutcomespersonalsebesar0.02576.

Tabel5
Varians rX2Y1 Hubungan Keadilan Prosedural dengan Outcomes Personal (Setelah
dikoreksidenganjumlahsampel)
Peneliti N rX2Y1 (rrX2Y1) (rrX2Y1) N(rrX2Y1)
Folger&Konovsky,1989 217 0.43 0.04 0.0016 0.347
Konovsky&Cropanzano,1991 179 0.33 0.14 0.0196 3.508
Moorman,1991 270 0.37 0.10 0.01 2.7
McFarlin&Sweeney,1992 675 0.51 0.04 0.0016 1.08
Sweeney&McFarlin,1993 235 0.24 0.23 0.0529 12.432
Scarpello&Jones,1996 612 0.65 0.18 0.0324 19.829
Tang&SBaldwin,1996 200 0.03 0.44 0.1936 38.72
Martin&Bennet,1996 689 0.54 0.07 0.0049 3.376
Lee&Farh,1999 660 0.61 0.14 0.0196 12.936
Lee&Farh,1999 217 0.54 0.07 0.0049 1.063
Colquitt,2001 310 0.35 0.12 0.0144 4.464
Colquitt,2001 337 0.32 0.15 0.0225 7.583
Cropanzanoetal,2002 107 0.66 0.19 0.0361 3.863
JUMLAH 4708 5.58 111.901
RATARATA(MEAN) 362 0.43 0.02376

28 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

Denganmenggunakanpersamaan2diperolehhasilvariansstudihubungankeadilan
proseduraldenganoutcomespersonalsebesar0.02376.

Tabel6
Varians rX1Y2 Hubungan Keadilan Distributif dengan Outcomes Organisasional
(Setelahdikoreksidenganjumlahsampel)

Peneliti N rX1Y2 (rrX1Y2) (rrX1Y2) N(rrX1Y2)


Folger&Konovsky,1989 217 0.33 0.00 0.00 0.00
Konovsky&Cropanzano,1991 179 0.31 0.02 0.0004 0.0716
Moorman,1991 270 0.23 0.10 0.01 2.7
McFarlin&Sweeney,1992 675 0.49 0.16 0.0256 17.28
Sweeney&McFarlin,1993 235 0.36 0.03 0.0009 0.2115
Scarpello&Jones,1996 612 0.34 0.01 0.0001 0.0612
Tang&SBaldwin,1996 200 0.46 0.13 0.0169 3.38
Martin&Bennet,1996 689 0.35 0.02 0.0004 0.2756
Lee&Farh,1999 660 0.43 0.10 0.01 6.6
Lee&Farh,1999 217 0.28 0.05 0.0025 0.5425
Colquitt,2001 310 0.12 0.21 0.0441 13.671
Colquitt,2001 337 0.07 0.26 0.0676 22.7812
Cropanzanoetal,2002 107 0.20 0.13 0.0169 1.8083
JUMLAH 4708 3.97 69.3829
RATARATA(MEAN) 362 0.305 0.0147

Dengan menggunakan persamaan 2 distributif dengan outcomes personal


diperoleh hasil varians studi hu diperoleh hasil varians kesalahan
bungan keadilan distributif dengan pengambilan sampel sebagai berikut
outcomes organisasional sebesar =(10.62)/(3621)=0.00105.
0.0147. Untuk studi hubungan keadilan
Dengan menggunakan persamaan 2 prosedural dengan outcomes personal
diperolehhasilvariansstudihubung diperoleh hasil varians kesalahan
an keadilan prosedural dengan out pengambilan sampel sebagai berikut
comesorganisasionalsebesar0.0184. =(10.47)/(3621)=0.00168.
3. Menghitung Varians Kesalahan Untuk studi hubungan keadilan dis
PengambilanSampel(e) tributif dengan outcomes organisa
sional diperoleh hasil varians kesa
(1 r 2 ) 2
2e = (3) lahan pengambilan sampel sebagai
N1
berikut = (1 0.33)/(3621) = 0.0022.
Untuk studi hubungan keadilan

JURNAL PSIKOLOGI 29
TJAHJONO

Tabel7
Varians rX2Y2 Hubungan Keadilan Prosedural dengan Outcomes Organisasional
(Setelahdikoreksidenganjumlahsampel)
Peneliti N rX2Y2 (rrX2Y2) (rrX2Y2) N(rrX2Y2)
Folger&Konovsky,1989 217 0.56 0.10 0.01 2.17
Konovsky&Cropanzano,1991 179 0.44 0.02 0.0004 0.0716
Moorman,1991 270 0.22 0.24 0.0576 15.552
McFarlin&Sweeney,1992 675 0.53 0.07 0.0049 3.3075
Sweeney&McFarlin,1993 235 0.48 0.02 0.0004 0.094
Scarpello&Jones,1996 612 0.47 0.01 0.0001 0.0612
Tang&SBaldwin,1996 200 0.21 0.25 0.0625 12.5
Martin&Bennet,1996 689 0.47 0.01 0.0001 0.0689
Lee&Farh,1999 660 0.67 0.21 0.0441 29.106
Lee&Farh,1999 217 0.41 0.05 0.0025 0.5425
Colquitt,2001 310 0.21 0.25 0.0625 19.375
Colquitt,2001 337 0.46 0.00 0.00 0.00
Cropanzanoetal,2002 107 0.27 0.19 0.0361 3.8627
JUMLAH 4708 5.4 86.7114
RATARATA(MEAN) 362 0.415 0.0184

Untuk studi hubungan keadilan Varians yang dikoreksi untuk studi


prosedural dengan outcomes organi hubungan keadilan distributif de
sasionaldiperolehhasilvarianskesa ngan outcomes organisasional adalah
lahan pengambilan sampel sebagai 0.01470.0022=0.0125.
berikut=(10.46)/(3621)=0.00172. Varians yang dikoreksi untuk studi
4.MenghitungVariansyangdikoreksi hubungan keadilan prosedural de
Varians yang dikoreksi dihitung ngan outcomes organisasional adalah
denganpersamaan(4) 0.01840.00172=0.0167.
5.Dampak Kesalahan Pengambilan
=re (4)
Sampel
Varians yang dikoreksi untuk studi
Untuk menghitung dampak kesa
hubungan keadilan distributif de
lahan pengambilan sampel dapat
ngan outcomes personal adalah
digunakanpersamaanini:
0.025760.00105=0.0247.
%e=e/x100% (5)
Varians yang dikoreksi untuk studi
hubungan keadilan prosedural de Dampak kesalahan pengambilan
ngan outcomes personal adalah sampel pada studi hubungan kea
0.023760.00168=0.0221. dilan distributif dengan outcomes

30 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

personal adalah 0.00105 / 0.0247 x Dampak kesalahan pengambilan


100%=4.25% sampel pada studi hubungan kea
Dampak kesalahan pengambilan dilan prosedural dengan outcomes
sampel pada studi hubungan kea organisasionaladalah0.00172/0.0167
dilan prosedural dengan outcomes x100%=10.30%
personal adalah 0.00168 / 0.0221 x
100%=7.64%
Artifak Yang Lain: Koreksi Kesalahan
Dampak kesalahan pengambilan Pengukuran
sampel pada studi hubungan
Dibawahini(Tabel8)lembarkerja
keadilan distributif dengan outcomes
perhitungankesalahanpengukuran.
organisasional adalah 0.0022 / 0.0125
x100%=17.6%

Tabel8
MetaanalisisuntukmenghitungKesalahanPengukuran

Peneliti rx1x1 rx2x2 ry1y1 Ry2y2 (a) (b) (c) (d)


Folger&Konovsky,1989 0.86 0.85 0.86 0.92 0.927 0.922 0.927 0.959
KonovskyCropanzano,1991 0.70 0.91 0.85 0.89 0.837 0.954 0.922 0.943
Moorman,1991 0.94 0.94 0.86 0.87 0.969 0.969 0.927 0.933
McFarlin&Sweeney,1992 0.92 0.82 0.85 0.75 0.959 0.905 0.922 0.866
Sweeney&McFarlin,1993 0.88 0.85 0.84 0.79 0.938 0.922 0.916 0.916
Scarpello&Jones,1996 0.96 0.83 0.92 0.88 0.980 0.911 0.959 0.938
Tang&SBaldwin,1996 0.95 0.74 0.90 0.70 0.975 0.860 0.949 0.837
Martin&Bennet,1996 0.90 0.92 0.89 0.949 0.959 0.943
Lee&Farh,1999 0.85 0.95 0.77 0.922 0.975 0.877
Lee&Farh,1999 0.83 0.93 0.88 0.90 0.911 0.964 0.938 0.949
Colquitt,2001 0.80 0.81 0.91 0.81 0.894 0.900 0.954 0.900
Colquitt,2001 0.92 0.90 0.86 0.70 0.959 0.949 0.927 0.837
Cropanzanoetal,2002 0.80 0.83 0.95 0.97 0.894 0.911 0.975 0.985
JUMLAH 10.41 11.26 11.37 10.07 11.165 12.091 12.152 11.006
RATARATA(MEAN) 0.867 0.866 0.875 0.839 0.930 0.930 0.935 0.917
SD 0.07 0.06 0.046 0.088 0.042 0.033 0.025 0.048

JURNAL PSIKOLOGI 31
TJAHJONO

1. MenghitungRerataGabungan sedural dengan outcomes organisa


Rerata gabungan dihitung dengan sional=0.4596/0.7415=0.620
persamaanini:
3.IntervalKerpercayaan
A=Av(a)xAv(b)xAv(c)xAv(d) (6) Interval kepercayaan dihitung de
A=0.930x0.930x0.935x0.917 nganderajatpenerimaansebesar95%
dalampersamaan8:
A=0.7415
A=reratagabungan M=+1.96(SD) (8)
(a)=akar kuadrat koefisien reliabili
Interval kepercayaan keadilan distri
tasrx1x1
butifdenganoutcomespersonal:
(b)=akar kuadrat koefisien reliabili
tasrx2x2 =0.839+1.96(0.16)
(c)=akar kuadrat koefisien reliabili =0.839+0.313
tasry1y1 0.526<<1.152
(d)=akar kuadrat koefisien reliabili Interval kepercayaan keadilan prose
tasry2y2 duraldenganoutcomespersonal:
Av(a)=rerata(a)
=0.640+1.96(0.15)
Av(b)=rerata(b)
Av(c)=rerata(c) =0.640+0.294
Av(d)=rerata(d) 0.346<<0.934
Interval kepercayaan keadilan distri
2.KorelasiPopulasiyangdikoreksioleh
butifdenganoutcomesorganisasional:
kesalahanpengukuran
=0.450+1.96(0.12)
Persamaan7digunakanuntukmeng
hitung korelasi populasi yang diko =0.450+0.235
reksiolehkesalahanpengukuran: 0.215<<0.685

=AV(i)=Avmeanr/A (7) Interval kepercayaan keadilan prose


dural dengan outcomes organisasio
Korelasi keadilan distributif dengan nal:
outcomes personal = 0.6228 / 0.7415 = =0.620+1.96(0.14)
0.839, korelasi keadilan prosedural
=0.620+0.274
dengan outcomes personal = 0.4748 /
0.7415=0.640. 0.346<<0.894

Korelasi keadilan distributif dengan Keempat korelasi setelah dikoreksi


outcomes organisasional = 0.3340 / kesalahan pengukuran masuk ke
0.7415 = 0.450, korelasi keadilan pro dalamintervalkepercayaan95%.

32 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

4. DampakVariasiReliabilitas Dampak variasi reliabilitas pada


Dampak adanya variasi reliabilitas studi hubungan keadilan distributif
dapat dihitung dengan persamaan dengan outcomes organisasional
berikutini: adalah(0.450)x(0.7415)x(0.00675)/
(0.0125)x100%=6.01%
2 A 2 V 100% Dampak variasi reliabilitas pada
S2 2 = (9)
2 studi hubungan keadilan prosedural
dengan outcomes organisasional
dimana adalah(0.620)x(0.7415)x(0.00675)/
(0.0167)x100%=8.54%
V=SD/Ave (10)

S2 =varians yang disebabkan oleh Hasil


variansartifak.
V =jumlah kuadrat koefisien Dalam perspektif teoritik, keadilan
varians distributif dan keadilan prosedural
SD =deviasi standar rx1x1, rx2x2, mempunyai kemampuan prediksi yang
ry1y1, ry2y2 dikoreksi kesa berbeda terhadap outcomes personaldan
lahanpengukuran. outcomes organisasional. Secara spesifik,
Ave=rerata rx1x1, rx2x2, ry1y1, keadilan distributif akan berpengaruh
ry2y2 dikoreksi kesalahan lebihkuatpadaoutcomespersonaldiban
pengukuran. dingkankeadilanprosedural,sebaliknya
keadilanproseduralakanmenjadideter
PerhitunganV minan yang lebih baik pada outcomes
organisasional dibandingkan keadilan
(0.042) (0.033) (0.025) (0.048)
+ + + distributif.
(0.930) (0.930) (0.935) (0.917)
=0.00675 Diskusi
Dampak variasi reliabilitas pada Secara umum kajian literature ber
studi hubungan keadilan distributif basis teknik metaanalisis mendukung
dengan outcomes personal adalah konseptualisasi Sweeney dan McFarlin
(0.839) x (0.7415) x (0.00675) / (1993)bahwakeadilandistributifadalah
(0.0247)x100%=10.57% prediktor yang lebih kuat dibandingkan
keadilan prosedural terhadap outcomes
Dampak variasi reliabilitas pada
personal. Studi metaanalisis menun
studi hubungan keadilan prosedural
jukkan bahwa korelasi (yang telah
dengan outcomes personal adalah
dikoreksi) antara keadilan distributif
(0.640)x(0.7415)x(0.00675)/(0.0221)
dengan outcomes personal sebesar 0.839
x100%=6.87%
dengan interval keyakinan 95% lebih

JURNAL PSIKOLOGI 33
TJAHJONO

erat dibandingkan korelasi (yang telah nyai tingkat keeratan yang lebih baik
dikoreksi) antara keadilan prosedural daripada keadilan distributif. Hal
dengan outcomes personal sebesar 0.640 tersebut ditunjukkan oleh studi meta
denganintervalkeyakinan95%. analisis bahwa korelasi (yang telah
Secarakonseptualhaltersebutdise dikoreksi) keeratan hubungan antara
babkan keadilan distributif berkaitan keadilan prosedural dengan outcomes
dengan hasil yang diperoleh karyawan organisasional sebesar 0.620 dengan
dari organisasi (Folger & Konovsky, interval keyakinan 95% lebih kuat dari
1989) dan keadilan distributif berkaitan padakeeratanhubunganantarakeadilan
dengan distribusi keadaan dan barang distributif dengan outcomes organisa
yang akan berpengaruh terhadap kese sional sebesar 0.450. Dengan demikian
jahteraanindividu(Deutsch,1975dalam studi metaanalisis mendukung temuan
Faturochman,2002).Hasilyangditerima bahwa keadilan prosedural lebih
karyawan tersebut bersifat personal dominan dibandingkan keadilan distri
yang dipersepsikan oleh masingmasing butif dalam menjelaskan outcomes
individu untuk menilai keadilan organisasional. Secara konseptual, hal
distributif. Secara kognitif, orang akan tersebutdisebabkankeadilanprosedural
semakin menilai keadilan berjalan menggambarkan kapasitas organisasi
dengan baik, ketika hasil yang mereka dalammemperlakukankaryawansecara
harapkan sesuai dengan yang diberikan adil (Sweeney & McFarlin, 1992). Oleh
oleh organisasi. Pendapat tersebut karenaitu,persepsikeadilanprosedural
sejalandenganpendekatansumberdaya lebih kuat menjelaskan outcomes
(resourcebased model) dalam menilai organisasional berupa sikap individu
keadilan distributif yang diajukan Tyler terhadaporganisasi.
(1994).Pendekatantersebutmenjelaskan Dalam pendekatan metaanalisis,
bahwa ketika orang bekerja pada orga artifak merupakan penyebab terinfla
nisasi atau perusahaan, kesejahteraan sinya hasilhasil studi hubungan antara
mereka akan tergantung pada distribusi variabel independen dengan variabel
sumber daya yang ada di dalam dependen, sehingga kurang dapat men
organisasi. Oleh karena itu, semakin cerminkan hasil yang sesungguhnya.
tinggi hasil yang diperoleh sesuai Dalam studi ini, variasi korelasi yang
dengan yang mereka harapkan, maka disebabkanolehkesalahanpengambilan
orang akan cenderung menilai semakin sampel berkisar 4.2% 10.3%. Sedang
adil. Kondisi tersebut mendorong orang kan variasi korelasi yang disebabkan
melakukan evaluasi hasil personal oleh kesalahan pengukuran variabel
secaralebihpositif(outcomespersonal). independen dan variabel dependen
Berkaitan dengan outcomes organi sebesar6%10.5%.
sasional, keadilan prosedural mempu

34 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

Meskipun hasil kajian literatur bangkan model yang komprehensif


berbasis teknik metaanalisis mendu denganmengelaborasivariabelpemode
kungkonsepthetwofactormodel,namun rasian(Sweeney&McFarlin,1993).
dalam studi ini tidak membahas secara
spesifik kajian yang bersifat konseptual. DaftarPustaka
Beberapa kajian konseptual menyaran
Adler,P.S.andKwon,S.W.(2002).Social
kan agar the twofactor model dapat
capital: prospects fora new concept.
dikembangkan, misalnya dengan mela
Academy of Management Review, 27
kukan pengkajian variabel pemode
(1):1740.
rasian di dalam model. Salah satu hal
yang penting untuk dikaji antara lain Allen, N.J. and Meyer, J.P. (1990). The
adalahkarakteristikindividuyangdapat measurement and antecedents of
membedakan antara persepsi keadilan affective,continuanceandnormative
commitment to the organization.
denganoutcomes.
JournalofOccupationalPsychology,63:
118.
Kesimpulan
Ancok, D. (2003). Modal sosial dan
Konsep the twofactor model meru kualitas Masyarakat. Pidato pengu
pakansalahsatumodelyangcukupbaik kuhanGuruBesarFakultasPsikologi
dalam menjelaskan prediksi keadilan UGM dalam Rapat Majelis Guru
distributif dan keadilan prosedural Besar Terbuka Universitas Gadjah
dengan konsekuensinya, yaitu outcomes MadaYogyakarta.
personal dan organisasional. Konsep Ambrose,M.L.andSchminke,M.(2003).
tersebut menjelaskan bahwa berkaitan Organization structure as a modera
dengan outcomes personal, keadilan tor of the relationship between
distributif memiliki keeratan yang lebih procedural justice, interactional jus
baik daripada keadilan prosedural. tice, perceived organizational sup
Sedangkan berkaitan dengan outcomes portandsupervisorytrust.Journalof
organisasional,keadilanproseduralakan AppliedPsychology,88(2):295305.
lebihdominan. * Barling, J. and Philips, M. (1993).
Kajianliteraturberbasispendekatan Interactional justice, formal and
metaanalisis yang menelaah 13 hasil distributive justice in the workplace:
studi pada jurnal internasional menun an exploratory study. The Journal of
Psychology,649(8):14.
jukkanbahwakonsepthetwofactormodel
didukung. Meski demikian model terse Baron,R.M.andKenny,D.A.(1986).The
but masih sederhana sehingga masih moderatormediatorvariabledistinc
terbuka kesempatan untuk mengem tion in social psychological research:
bangkan model sehingga lebih kompre conceptual, strategic, and statistical
hensif. Salah satu upaya mengem considerations. Journal of Personality

JURNAL PSIKOLOGI 35
TJAHJONO

and Social Psychology, 51 (6): 1173 Academy of Business, Cambridge, 266


1182. 278.
Belliveau, M.A., OReilly, C.A. and Chua, Alton. (2002). The influence of
Wade,J.B.(1996).Socialcapitalatthe social interaction on knowledge
top: effects of social similarity and creation. Journal of Intelectual Capital,
status on CEO compensation. Aca 3(4):116.
demy of Management Journal,39: 1568 Colquitt, J.A., Conlon, D.E., Wesson,
1593. M.J., Porter, C. and Ng, K.Y. (2001).
Brockner, J., Konovsky, M., Schneider, Justice at the millennium: a meta
R.C., Folger, R, Martin, C. and Bies, analyticreviewof25yearsoforgani
R.J. (1994). Interactive effects of zational justice research. Journal of
procedural justice and outcome AppliedPsychology,86(3);425445.
negativity on victims and survivors * Colquitt, J.A. (2001). On the dimen
of job loss. Academy of Management sionality of organizational justice: a
Journal,37(2):397409. construct validation of measure.
Burt,R.S.(1997).Thecontingentvalueof Journal of Applied Psychology, 86(3):
social capital. Administrative Science 386400.
Quarterly,42:339365. * Cropanzano, R., Prehar, C.A. and
Burt, R.S. (1999). The Gender of Social Chen. P.Y. (2002). Using social
Capital.TheUniversityofChicago. exchange theory to distinguish
Cairns,E.,VanTil,J.andWilliamson,A. proceduralfrominteractionaljustice.
(2003). Social capital, collectivism Group and Organization Management,
individualism and community bac 27(3)Sept:32435.
groundinNothernIreland.AReportto Couto, R.A. (1997). Social capital and
The office of the First Minister and Leadership. Working Paper at the
the Deputy First Minister and the AcademyofLeadershipPress.
HeadoftheVoluntaryandCommu Daly, J.P. and Geyer, P.D. (1994). The
nity of Unit of the Department for role of fairness in implementing
SocialDevelopment. largescalechange:employeeevalua
Carrel, M.R. and Dittrich, J.E. (1978). tions of process and outcome in
Equity theory: the recent literature, seven facility relocations. Journal of
methodological considerations, and OrganizationalBehavior,15:623638.
new directions. Academy of Manage Delery, J.E. and Doty, D.H. (1996).
mentReview,202208. Modes of theorizing in strategic
Chen Kuo, Chia. (2004). Research on human resource management: Tests
impacts of team leadership on team of universalistic, contingency and
effectiveness. The Journal of American configurational performance predic

36 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

tions.AcademyofManagementJournal. Helmi A.F. (2005). Studi metaanalisis


39:802835 gaya kelekatan dan model mental
Dess,G.G.andShaw,J.D..(2001).Volun diri. Tidak diterbitkan. Yogyakarta:
tary turnover, social capital and FakultasPsikologiUGM.
organizationalperformance.Academy Hunter, J.E. and Schmidt, F.L. (1990).
ofManagementReview,26(3):446456. Methods of MetaAnalysis. Sage
Faturochman(2002).KeadilanPerspektif Publication
Psikologi. Unit Penerbit Fakultas Kim, W.C. dan Maugborne, R. (1997).
PsikologiUGMPustakaPelajar. Fairprocess:Managingintheknow
Feather,N.T.(1994).HumanValuesand ledge economy. Harvard Business
Their Relation to Justice. Journal of Review,JulyAgust,6572.
SocialIssues,50(4):129151. Kim, W.C. and Mauborgne, R. (1998).
* Folger, R. and Konovsky, M.A. (1989). Procedural justice, strategic decision
Effectsofproceduralanddistributive making, and the knowledge econo
justice on reactions to pay raise my.StrategicManagementJournal,19:
decisions. Academy of Management 323338.
Journal,32(1):115130. * Konovsky, M.A and Cropanzano, R.
Gabbay, S.M. and Zuckerman, E.W. (1991). Perceived fairness of emplo
(1998). Social capital in R&D: the yee drug testing as a predictor of
contingent effect of contact density employee attitudes and job perfor
on mobility expectation. Social mance. Journal of Applied Psychology,
ScienceResearch,27:189217. 76(5):689707.

Greenberg, J. (1987). A taxonomy of Konovsky, M.A. and Pugh, S.D. (1994).


organizationaljusticetheories.Acade Citizenship behavior and social
myofManagementReview,12(1):922. exchange. Academy of Management
Journal,37(3):656696.
Greenberg, J. (1990). Organizational jus
tice:yesterday,todayandtomorrow. Leane, C.R. and Van Buren, H.J. (1999).
JournalofManagement,16(2):399432. Organizational social capital and
employment practice. Academy of
Greenberg, J. (1994). Using socially fair
ManagementReview,24(3):538555.
treatmenttopromoteacceptanceofa
work site smoking ban. Journal of * Lee, C. and Farh, J. (1999). The effects
AppliedPsychology,79(2):288297. of gender in organizational justice
perception. Journal of Organizational
Greenberg, J and Bies, R.J. (1992).
Behavior,20:133143.
Establishing the role of empirical
studies of organizational justice in Lee, H.R. (2000). An Empirical Study of
philosophical inquiries into business Organizational Justice as a Mediator of
ethics. Journal of Business Ethics, 11: the Relationship among LeaderMember
433444. Exchange and Job Satisfaction, Organi

JURNAL PSIKOLOGI 37
TJAHJONO

zational Commitment and Turnover Meyer, J.P., Allen, N.J. and Smith, C.A.
Intention in Lodging Industry. Docto (1993).Commitmenttoorganizations
ral dissertation submitted to the and occupations: extension and test
Faculty of the Virginia Polytechnic of a threecomponent conceptualiza
Institute and State University, tion. Journal os Applied Psychology,
Blacksburg,Virginia. 78(4):538551.
Lind, E.A. and Earley, P.C. (1992). * Moorman. R.H., (1991). Relationship
Procedural justice and culture. between organizational justice and
International Journal of Psychology, organizational citizenship behaviors:
27(2):227242. do fairness perceptions influence
Lind, E.A. and Tyler, T.R. (1988). The employee citizenship? Journal of
Social Psychology of Procedural Justice. AppliedPsychology,76(6):845855.
NewYork:Planum. Mossholder, K.W., Bennet, N. and
Mark, MM. Dan Folger, R. (1984). Martin,C.L.(1997).Amultilevelana
Responses to relative deprivation: a lysis of procedural justice context.
conceptual framework. Journal of Journal of Organizational Behavior, 19:
Personality and Social Psychology, 131141.
5:192218. Nahaphiet, J. and Ghoshal, S. (1998).
Martin, C.L. and Bennet, N. (1996). The Socialcapital,intellectualcapitaland
role of justice judgments in the organizational advantage. Acade
explaining the relationship between my ofManagement Review,23(2):242
job satisfaction and organizational 266.
commitment. Group and Organization Nauman, S.E. and Bennet, N. (2000). A
Management,84104. case for procedural justice climate:
Masterson, S.S., Lewis, K.,Goldman, developmentandtestofamultilevel
B.M. and Taylor, M.S. (2000). model. Academy of Management
Integrating justice and social Journal,43(5):881889.
exchange:thedifferingeffectsoffair Neuman, Lawrence W. (2000). Social
procedures and treatment on work Research Methods. 4th Edition. Allyn
relationships.AcademyofManagement andBacon
Journal,43(4);738748. Pennings, J.M., Lee, K. and Witterloos
* McFarlin, D.B. and Sweeney, P.D. tuijn, A. (1998). Human capital,
(1992). Distributive and procedural social capital and firm dissolution.
justice as predictors of satisfaction Academy of Management Journal,41(4):
with personal and organizational 425440.
outcomes. Academy of Management Peterson,R.S.(1994).TheRoleofValues
Journal,35(3):626637. in Predicting Fairness Judgments

38 JURNAL PSIKOLOGI
STUDI LITERATUR PENGARUH KEADILAN DISTRIBUTIF DAN KEADILAN PROSEDURAL

and Support of Affirmative Action. esteem. Journal of Applied


JournalofSocialIssues,(50):95115. Psychology,85(3):462471.
Podolny, J.M. and Baron, J.N. (1997). Seibert, S.E., Kraimer, M.L. and Liden,
Resources and relationship: social R.C.(2001).Asocialcapitaltheoryof
networks and mobility in the career success. Academy of Manage
workplace. American Sosiological mentJournal,44(2):219237.
Review.62(5):673693. Skarlicky, D.P. and Folger, R. (1997).
Primeaux, P., Karri, R. and Caldwell, C. Retaliationintheworkplace.Journal
(2003). Cultural insight to justice: A ofAppliedPsychology,82(3):434443.
theoritical perpective through a Soetjipto, H.P. (1995). Aplikasi meta
subjective lens. Journal of Business analisis dalam pengujian validitas
Ethics.46:187199. aitem.BuletinPsikologi.No.2Desem
Prusak,L.andCohen,D.(2001).Howto ber 1995. Yogyakarta: Fakultas
invest in social capital. Harvard PsikologiUGM.
BusinessReview,June8696. Sugiyanto (2004). Handout MetaAnali
*ScarpelloV.andJonesF.F.(1996).Why sis. Tidak diterbitkan. Yogyakarta:
justice matters in compensation FakultasPsikologiUGM.
decision making. Journal of * Sweeney, P.D. and McFarlin, D.B.
OrganizationBehavior,(17):285299 (1993). Workers evaluation of the
Schminke, M., Ambrose, M.L. and Ends and the Means: an exami
Cropanzano,R.S.(2000).Theeffectof nationoffourmodelsofdistributive
organizational structure on percep andproceduraljustice.Organizational
tions of procedural fairness. Journal Behavior and Human Decision
ofAppliedPsychology,85(2):294304. Processes,(55):2340.
Schminke,M.,Ambrose,M.L.andNoel, * Tang, T.L. and Baldwin, L.J. (1996).
T.W. (1997). The effect of ethical Distributive and procedural justice
frameworks on perceptions of orga as related to satisfaction and
nizationaljustice.AcademyofManage commitment. Sam Advanced Manage
mentJournal,40(5):11901207. mentjournal,2531.
Schoonhoven,B.C.(1981).Problemswith Thibaut, J. and Walker, L. (1978). A
contingency theory: testing assump theory of procedure. California Law
tions hidden within the language of Review,66:541566.
contingency theory. Administrative Tsai, W. and Ghoshal, S. (1998). Social
ScienceQuarterly,26:349377 capital and value creation: The role
Schroth, H.A. and Shah, P.P. (2000). of intrafirm networks. Academy of
Procedures: do we really want to ManagementJournal,41(4):464476.
know them? An examination of the Tyler, T.R. (1989). The psychology of
effect of procedural justice on self procedural justice: A test of the

JURNAL PSIKOLOGI 39
TJAHJONO

groupvalue model. Journal of Perso zational justice: A MetaAnalytic


nality and Social Psychology, 57(5): evaluation of relations with work
830838. attitudes and behaviors. Journal of
Tyler, T.R. (1994). Psychological models BusinessEthics,38:193203.
ofthejusticemotive:Antecedentsof Wood, R dan Bandura, A. (1989). Social
distributive and procedural justice. cognitive theory of organizational
Journal of Personality and Social management. Academy of Manage
Psychology,67(5):850863. ment Review, (14): 361384.
Viswesvaran, C. and Ones, D.S. (2002).
Examining the construct of organi

Keterangan:
*menunjukkanhasilstudiempirisyangdijadikanbahankajiandalammetaanalisis

40 JURNAL PSIKOLOGI