Anda di halaman 1dari 1

Cara memakai sendal ada dalilnya, cara memakai pakaian ada dalilnya, perintah shalat,

puasa, zakat dan haji terlebih lagi banyak dalilnya. Itulah bukti kesempurnaan islam, dari
yang tidak begitu penting sampai yang paling penting sudah dijelaskan, seperti ada hadits
yang menjelaskan jumlah uban dikepala Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, kalau sudah
dikatakan sempurna berarti tidak perlu ada penambahan lagi.
.
Kira-kira mau tidak ketika seseorang sudah diciptakan Allah Ta'ala sudah sesempurna
mungkin, punya mata, telinga, tangan dan kaki diciptakan sepasang, lalu oleh dokter
ditawarkan pada dirinya dipasang satu bola mata lagi didahi supaya penglihatannya jadi luas,
atau ditambah lagi satu kuping tepat dibelakang kepalanya supaya pendengarannya jadi
tajam, saya rasa siapapun orangnya (asalkan masih waras otaknya) akan menolak mentah-
mentah tawaran tersebut, walaupun dikasih hadiah sekalipun, kenapa? Karena dia sadar
bahwasanya dia sudah diciptakan sempurna oleh Allah Taala, sehingga tidak bagus kalau
ditambah-tambah lagi.
.
Maka ketika islam sudah dikatakan telah sempurna, idealnya tidak ada lagi penambahan
dalam bentuk peribadatan, sebab kalau ada yang berani menambah, maka konsekwensinya ia
telah kufur terhadap ayat tentang kesempurnaan islam (QS. Al-Maidah: 3).
.
Dan sebagai makhluk yang tugasnya hanya menjalankan syariat, maka tidak ada hak dia
untuk ikut campur dalam membuat pensyariatan, walaupun dia memandangnya baik.
.
Dibawah ini saya akan menjelaskan ciri-ciri ibadah yang ada syari'atnya. Diantara adalah:
.
1. Ada dalil shahih yang memerintahkannya
.
2. Ada keutamaan dan ganjaran pahala bagi yang mengerjakannya, serta ada ancaman bagi
yang meninggalkan kalau ibadah tersebut bersifat wajib
.
3. Yang memerintahkan ibadah tersebut jelas datangnya dari Rasul Shallallahu 'alaihi wa
sallam, baik dari segi tata cara, waktu, kadar bilangan, tempat, dan beliau pun
mempraktekkannya diikuti oleh para shahabat radhiallahu 'anhu
.
4. Seluruh kaum muslimin melakukannya, baik dari bangsa arab, eropa, asia dll, kecuali
orang-orang yang malas beribadah
.
5. Ibadah tersebut tidak memberatkan, dan bagi yang tidak mampu ada keringanan.