Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN 4 PERUSAHAAN

RASIO LIKUIDITAS
PT AQUA Tbk PT SEMEN GRESIK PT SURYA CITRA PT BAKRIE SP
No. Keterangan Tbk MEDIA Tbk Tbk
2008 2007 2006 2005 2005 2004 2005 2004
1 Rasio Lancar 0.41 0.52 2.84 1.73 3.32 3.18 1.09 0.57
2 Rasio Cepat 5.23 7.56 2.09 1.19 2.35 1.56 3.71 0.31
3 Rasio Kas 0.41 0.52 1.32 0.66 1.39 0.82 0.12 0.08

ANALISIS:

RASIO LIKUIDITAS

Rasio Likuiditas. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin kewajiban-
kewajiban lancarnya. Rasio ini antara lain Rasio Kas (cash ratio), Rasio Cepat (quick ratio), Rasio Lancar
(current ratio).

Periode pengumpulan piutang semakin pendek, yang berarti semakin baik. Tetapi perputaran piutang
menunjukkan penurunan, yang berarti bukan hal yang baik. Hal yang sama juga pernah terjadi dengan
persediaan. Beberapa indicator penurunan likuiditas lainnya: siklus operasi meningkat, rasio kas. Indicator
yang menunjukkan peningkatan likuiditas: peningkatan rasio lancar dan rasio acid, rasio sale / modal kerja
yang meningkat. Secara umum likuiditas menunjukkan perbaikan

1. Rasio Lancar

Aktiva Lancar
Current Ratio = --------------------------
Hutang Lancar
Rasio lancar sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban-
kewajiban jangka pendeknya, dimana dapat diketahui sampai seberapa jauh sebenarnya jumlah
aktiva lancar perusahaan dapat menjamin hutang lancarnya. Semakin tinggi rasio berarti semakin
terjamin hutang-hutang perusahaan kepada kreditor. Current ratio 2.0 kadang-kadang sudah
memuaskan bagi suatu perusahaan, tetapi jumlah modal kerja dan besarnya rasio tergantung pada
beberapa faktor, suatu standard atau rasio yang umum tidak dapat ditentukan untuk seluruh
perusahaan. Current ratio 2.0 hanya merupakan kebiasaan dan akan digunakan sebagai titik tolak
untuk mengadakan penelitian atau analisa lebih lanjut.
Bagi perusahaan yang mempunyai hubungan baik dengan kreditor atau posisinya kuat terhadap
pemasok, mungkin perusahaan tidak perlu memiliki rasio yang tinggi. Sebagai contoh supermarket.
Posisi supermarket terhadap pemasok biasanya adalah cukup kuat. Dengan kondisi demikian maka
supermarket dapat membayar hutangnya setelah 3 atau 4 bulan, sedangkan penjualan dilakukan
secara tunai. Rasio lancar mempunyai sifat tingginya berubah-ubah dari waktu ke waktu. Sebagai
contoh, pada toko pakaian ketika menjelang hari-hari raya permintaan akan pakaian mulai
meningkat, kemudian menurun mencapai titik terbawah lagi pada hari raya tersebut. Untuk
menghadapi kenaikan permintaan tersebut toko pakaian harus menaikkan besarnya persediaan.
Atau secara ringkas dapat disimpulkan Rasio lancar adalah perbandingan antara aktiva lancar
dengan utang lancar suatu perusahaan. Sebagai contoh, jika aktiva lancar perusahaan WXY adalah
Rp50.000.000 sedangkan utang lancarnya Rp40.000.000, maka rasio lancarnya adalah
Rp50.000.000 dibagi 40.000.000, atau sama dengan 1.25. Rasio lancar digunakan untuk
mengungkapkan jaminan keamanan (margin of safety) perusahaan terhadap kreditor jangka pendek.
Jika perbandingan utang lancar melebihi aktiva lancarnya (rasio lancar menunjukan angka di bawah
1), maka perusahaan dikatakan mengalami kesulitan melunasi utang jangka pendeknya. Jika rasio
lancarnya terlalu tinggi, maka sebuah perusahaan dikatakan kurang efesien dalam mengurus aktiva
lancarnya.
Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:
PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan sebesar 0.11 dari 0.52 pada tahun 2007 menjadi 0.41
pada tahun 2008. Jika dibandingkan dengan tiga perusahaan lainnya, PT AQUA GOLDEN
MISSISSIPI Tbk ini mennjukkan angka rasio di bawah satu yang dapat ditarik kesimpulan bahwa
mengalami kesulitan melunasi utang jangka pendeknya, dikarenakan perbandingan utang
lancar melebihi aktiva lancarnya.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini jika dibandingkan dengan ketiga perusahaan lainnya merupakan perusahaan
yang memiliki rasio lancar yang cukup stabil. Dalam dua tahun perbandingan mengalami
kenaikan rasio lancar sebesar 1.11 dari 1.73 pada tahun 2005 menjadi 2.84 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan sebesar 0.14 dari 3.18 pada tahun 2004 menjadi 3.32
pada tahun 2005. PT SURYA CITRA MEDIA memiliki rasio lancar tertinggi apabila dibadingkan
dengan tiga perusahaan lainnya. Tetapi hal ini tidak begitu baik karena jika rasio lancarnya
terlalu tinggi, maka sebuah perusahaan dikatakan kurang efesien dalam mengurus aktiva
lancarnya.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan sebesar 0.52 dari 0.57 pada tahun 2004 menjadi 1.09
pada tahun 2005. Hal ini merupakan kenaikan yang positif karena pada tahun sebelumnya
perusahaan ini memiliki rasio lancar yang kurang dari 1 atau dapat dikatakan mengalami
kesulitan melunasi utang jangka pendeknya, dikarenakan perbandingan utang lancar melebihi
aktiva lancarnya.

2. Rasio Cepat

Aktiva Lancar - Persediaan


Acid test ratio = ---------------------------------------
Hutang Lancar
Rasio ini sering juga disebut sebagai Quick ratio, dimana rasio ini merupakan ukuran kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaan,
karena persediaan memerlukan waktu yang relatif lama untuk direalisir menjadi uang kas, walaupun
kenyataannya mungkin persediaan lebih likuid daripada piutang. Jika current ratio tinggi tapi quick
rationya rendah menunjukkan adanya investasi yang sangat besar dalam persediaan. Sebagai
pegangan kasar biasanya angka 1.0 untuk rasio uji cair merupakan angka minimum yang perlu
dipertahankan oleh perusahaan agar perusahaan tidak mengalami ketidakmampuan dalam
membayar hutang-hutang jangka pendeknya.
Rasio Cair (Acid Ratio) atau sering pula disebut sebagai Rasio Cepat (Quick Ratio) adalah sebuah
rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva
lancar untuk menutupi utang lancarnya. Yang termasuk ke dalam rasio lancar adalah aktiva lancar
yang dapat dengan cepat diubah dalam bentuk kas, termasuk di dalamnya akun kas, surat-surat
berharga, piutang dagang, beban dibayar di muka, dan pendapatan yang masih harus
diterima.Persediaan barang dagang tidak dihitung meskipun termasuk dalam aktiva lancar, karena
persediaan dianggap sebagai aktiva lancar yang sulit diubah menjadi kas.
Rasio ini mengindikasikan kapasitas sebuah perusahaan untuk tetap beroperasi dan bertahan dalam
kondisi keuangan yang buruk. Idealnya, Rasio Lancar berada pada angka 1:1 atau minimal 0.8:1,
kurang dari itu, perusahaan dianggap memiliki masalah keuangan.
Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:
PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio cepat sebesar 2.33 dari 7.56 pada tahun 2007
menjadi 5.23 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio cepat sebesar 0.9 dari 1.19 pada tahun 2005
menjadi 2.09 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio cepat sebesar 0.79 dari 1.56 pada tahun 2004
menjadi 2.35 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio cepat yang signifikan sebesar 3.4 dari 0.31 pada
tahun 2004 menjadi 3.71 pada tahun 2005.
3. Rasio Kas

Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar. Pengertian kas
kadang-kadang diperluas dengan setara kas (cash equivalent) meliputi surat berharga yang mudah
diperjualbelikan.
Rumus perhitungannya adalah : Kas + Surat Berharga
----------------------------------- = X
Hutang Lancar
RASIO AKTIVITAS
PT AQUA Tbk PT SEMEN PT SURYA CITRA MEDIA PT BAKRIE SP
No. Keterangan GRESIK Tbk Tbk Tbk
2008 2007 2006 2005 2005 2004 2005 2004
1 Perputaran Piutang 0.89 1.11 1.07 0.93 1.08 0.81 1.96 1.67
Periode Rata2 Pengumpulan 335.3 183.
2 Piutang 403.4 325.03 4 388 333.22 444.31 78 215.57
3 Perputaran Persediaan 54.7 46.32 0.18 0.16 0.69 0.59 3.62 3.07
Periode Rata2 Pengumpulan 99.3
4 Persediaan 6.58 7.77 1937 2254 521.38 612.75 2 117.36
5 Perputaran Penjualan 0.16 0.19 14.71 12.7 0.56 0.42 0.84 0.71

RASIO AKTIVITAS

1. Perputaran Piutang
Rasio perputaran digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola asset-
assetnya sehingga memberikan aliran kas masuk bagi perusahaan.

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami penurunan perputaran piutang sebesar 0.22 dari 1.11 pada tahun
2007 menjadi 0.89 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran piutang sebesar 0.14 dari 0.93 pada tahun
2005 menjadi 1.07 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran piutang sebesar 0.27 dari 0.81 pada tahun
2004 menjadi 1.08 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran piutang sebesar 0.29 dari 1.67 pada tahun
2004 menjadi 1.96 pada tahun 2005.

2. Periode Rata-rata Pengumpulan Piutang

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami kenaikan periode rata-rata pengumpulan piutang sebesar 78.37
dari 325.03 pada tahun 2007 menjadi 403.4 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan periode rata-rata pengumpulan piutang sebesar 32.63
dari 388 pada tahun 2005 menjadi 335.34 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan periode rata-rata pengumpulan piutang sebesar 111.09
dari 444.31 pada tahun 2004 menjadi 333.22 pada tahun 2005.
BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan periode rata-rata pengumpulan piutang sebesar 31.79
dari 215.57 pada tahun 2004 menjadi 183.78 pada tahun 2005.

3. Perputaran Persediaan

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:


PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran persediaan sebesar 8.38 dari 46.32 pada
tahun 2007 menjadi 54.7 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran persediaan sebesar 0.02 dari 0.16 pada tahun
2005 menjadi 0.18 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran persediaan sebesar 0.1 dari 0.59 pada tahun
2004 menjadi 0.69 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran persediaan sebesar 0.55 dari 3.07 pada tahun
2004 menjadi 3.62 pada tahun 2005.
4. Periode Rata-rata Pengumpulan Persediaan

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami penurunan periode rata-rata pengumpulan persediaan sebesar 1.19
dari 7.77 pada tahun 2007 menjadi 6.58 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan periode rata-rata pengumpulan persediaan sebesar 317
dari 2254 pada tahun 2005 menjadi 1937 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan periode rata-rata pengumpulan persediaan sebesar
91.37 dari 612.75 pada tahun 2004 menjadi 521.38 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan periode rata-rata pengumpulan persediaan sebesar
18.04 dari 117.36 pada tahun 2004 menjadi 99.32 pada tahun 2005.
5. Perputaran Penjualan
Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami penurunan perputaran penjualan sebesar 0.03 dari 0.19 pada tahun
2007 menjadi 0.16 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran penjualan sebesar 2.01 dari 12.7 pada tahun
2005 menjadi 14.71 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran penjualan sebesar 0.14 dari 0.42 pada tahun
2004 menjadi 0.56 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan perputaran penjualan sebesar 0.13 dari 0.71 pada tahun
2004 menjadi 0.84 pada tahun 2005.
RASIO MODAL DAN SOLVABILITAS
PT AQUA Tbk PT SEMEN PT SURYA CITRA PT BAKRIE SP
Keterangan
No. GRESIK Tbk MEDIA Tbk Tbk
2008 2007 2006 2005 2005 2004 2005 2004
1 Rasio Modal dengan Aktiva 0.56 0.57 0.73 0.61 0.62 0.62 0.37 0.13
Rasio Modal dengan Aktiva
2 Tetap 1.64 1.65 1.64 1.25 1.15 1.08 0.44 0.05
Rasio Akt.Tetap dgn Hutang 18.0
3 Jk. Panjang 1.04 1.03 7.34 5.96 2.25 2.46 14.21 6
4 Saham yg Beredar Prioritas 3.42 3.42 3.37 3.37 3.17 3.17 0.01 1.99
Rasio Hutang Jk. Panjang
5 dengan Modal 0.59 0.59 0.08 0.13 0.38 0.37 1.3 4.94
6 Rasio Hutang dengan Modal 0.78 0.72 0.35 0.62 0.61 0.62 1.71 6.57
7 Rasio Hutang dengan Aktiva 0.43 0.42 0.25 0.38 0.38 0.38 0.63 0.87

RASIO MODAL DAN SOLVABILITAS

1. Rasio Modal dengan Aktiva

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami penurunan rasio modal dengan aktiva sebesar 0.01 dari 0.57 pada
tahun 2007 menjadi 0.56 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio modal dengan aktiva sebesar 0.12 dari 0.61 pada
tahun 2005 menjadi 0.73 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami rasio modal dengan aktiva yang sama dalam dua tahun yaitu
sebesar 0.62.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio modal dengan aktiva sebesar 0.24 dari 0.13 pada
tahun 2004 menjadi 0.37 pada tahun 2005.
2. Rasio Modal dengan Aktiva Tetap

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami penurunan rasio modal dengan aktiva tetap sebesar 0.01 dari 1.65
pada tahun 2007 menjadi 1.64 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio modal dengan aktiva tetap sebesar 0.39 dari 1.25
pada tahun 2005 menjadi 1.64 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio modal dengan aktiva tetap sebesar 0.07 dari 1.08
pada tahun 2004 menjadi 1.15 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio modal dengan aktiva tetap sebesar 0.24 dari 0.05
pada tahun 2004 menjadi 0.44 pada tahun 2005.
3. Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jk. Panjang
Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang sebesar
0.01 dari 1.03 pada tahun 2007 menjadi 1.04 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang sebesar
1.38 dari 5.96 pada tahun 2005 menjadi 7.34 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang
sebesar 0.21 dari 2.46 pada tahun 2004 menjadi 2.25 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang
sebesar 3.85 dari 18.06 pada tahun 2004 menjadi 14.21 pada tahun 2005.
4. Saham yang Beredar Prioritas

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami saham yang beredar prioritas yang sama dalam dua tahun yaitu
sebesar 3.42.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami saham yang beredar prioritas yang sama dalam dua tahun yaitu
sebesar 3.37.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami saham yang beredar prioritas yang sama dalam dua tahun yaitu
sebesar 3.17.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio aktiva tetap dengan hutang jangka panjang
sebesar 1.98 dari 1.99 pada tahun 2004 menjadi 0.01 pada tahun 2005.
5. Rasio Hutang Jk. Panjang dengan Modal

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami rasio hutang jangka panjang dengan modal yang sama dalam dua
tahun yaitu sebesar 0.59.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio hutang jangka panjang dengan modal sebesar 0.05
dari 0.13 pada tahun 2005 menjadi 0.08 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio hutang jangka panjang dengan modal sebesar 0.01
dari 0.37 pada tahun 2004 menjadi 0.38 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio hutang jangka panjang dengan modal sebesar 3.64
dari 4.94 pada tahun 2004 menjadi 1.3 pada tahun 2005.
6. Rasio Hutang dengan Modal

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio hutang dengan modal sebesar 0.06 dari 0.72 pada
tahun 2007 menjadi 0.78 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio hutang dengan modal sebesar 0.27 dari 0.62 pada
tahun 2005 menjadi 0.35 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio hutang dengan modal sebesar 0.01 dari 0.62 pada
tahun 2004 menjadi 0.61 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio hutang dengan modal sebesar 4.86 dari 6.57 pada
tahun 2004 menjadi 1.71 pada tahun 2005.
7. Rasio Hutang dengan Aktiva

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami kenaikan rasio hutang dengan aktiva sebesar 0.01 dari 0.42 pada
tahun 2007 menjadi 0.43 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio hutang dengan aktiva sebesar 0.13 dari 0.38 pada
tahun 2005 menjadi 0.25 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami rasio hutang dengan aktiva yang sama dalam dua tahun yaitu
sebesar 0.38.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan rasio hutang dengan aktiva sebesar 0.24 dari 0.87 pada
tahun 2004 menjadi 0.63 pada tahun 2005.
RASIO PROFITABILITAS
PT AQUA Tbk PT SEMEN GRESIK PT SURYA CITRA
Keteranga
No. Tbk MEDIA Tbk PT BAKRIE SP Tbk
n
2008 2007 2006 2005 2005 2004 2005 2004
1 ROA 0.09 0.11 0.36 0.32 0.03 0.01 0.02 0.02
2 ROE 0.09 0.11 0.24 0.23 0.02 -0.002 0.03 0.09
3 ROI 0.54 0.65 7.08 13.5 2.46 -0.16 0.64 1.58

RASIO PROFITABILITAS

1. ROA

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami penurunan ROA sebesar 0.02 dari 0.11 pada tahun 2007 menjadi
0.09 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan ROA sebesar 0.04 dari 0.32 pada tahun 2005 menjadi 0.36
pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan ROA sebesar 0.02 dari 0.01 pada tahun 2004 menjadi 0.03
pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk
Perusahaan ini mengalami ROA yang sama dalam dua tahun yaitu sebesar 0.02.
2. ROE

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:

PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk


Perusahaan ini mengalami penurunan ROE sebesar 0.02 dari 0.11 pada tahun 2007 menjadi
0.09 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan ROE sebesar 0.01 dari 0.23 pada tahun 2005 menjadi 0.24
pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan ROE sebesar -0.022 dari -0.002 pada tahun 2004 menjadi
0.02 pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk.
Perusahaan ini mengalami penurunan ROE sebesar 0.06 dari 0.09 pada tahun 2004 menjadi
0.03 pada tahun 2005.
3. ROI

Maka Analisis untuk 4 perusahaan, adalah:


PT AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan ROI sebesar 0.11 dari 0.65 pada tahun 2007 menjadi
0.54 pada tahun 2008.
PT SEMEN GRESIK Tbk
Perusahaan ini mengalami penurunan ROI sebesar 6.42 dari 13.5 pada tahun 2005 menjadi
7.08 pada tahun 2006.
PT SURYA CITRA MEDIA Tbk
Perusahaan ini mengalami kenaikan ROI sebesar 2.3 dari -0.16 pada tahun 2004 menjadi 2.46
pada tahun 2005.
PT BAKRIE SUMATERA PLANTATION Tbk.

Perusahaan ini mengalami penurunan ROI sebesar 0.94 dari 1.58 pada tahun 2004 menjadi
0.64 pada tahun 2005.