Anda di halaman 1dari 3

senyawa yang bersifat nonpolar akan masuk kedalam pelarut nonpolar.

Bila
kita meneliti fropil fitokimia lengkap dari suatu jenis tumbuhan, maka sebelum
dikromatografi ekstrak kasar perlu difraksinasi untuk memisahkan golongan
utama yang lainnya (Harbone, 1987).

Fraksinasi juga dapat dilakukan dengan metode ekstraksi padat-cair


atau ekstraksi dengan pelarut terjadi dengan proses pelarutan selektif dari
satu atau lebih pelarut dari matriks padatan dengan cairan pelarut. Prinsip
dasarnya adalah adalah berdasarkan kelarutan. Untuk memisahkan zat analit
yang terdapat dari matriks padatan, maka fase padat dikontakkan dengan
fase cair. Pada kontak fase tersebut, zat terlarut berdifusi dari fase padat ke
fase cair sehingga terjadi pemisahan dari matriks padatan (Akbar,2012).

II.4 Kromatografi Lapis Tipis (KLT)

A. Pengertian KLT
Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan salah satu metode
kromatografi cair yang paling sederhana yang berdasarkan proses
adsorbsi (Dewi, 2005: 54). Rohman dan Gandjar (2008: 329) bahwa
sorbsi merupakan proses pemindahan solut dari fase gerak ke fase
diam sedangkan proses pemindahan solut dari fase gerak ke fase diam
ke fase gerak disebut desorbsi. Kedua proses tersebut terjadi terus
menerus selama pemindahan kromatografi karena berada dalam sistem
kesetimbangan dinamis. Solut akan terdistribusi diantara dua fase yang
bersesuaian dengan perbandingan distribusinya untuk menjaga keadaan
kesetimbangan.
Ada empat jenis mekanisme absrobsi, yaitu (Rohman dan
Gandjar,2008)
1) Adsorbsi
Adsorbsi merupakan penyerapan pada permukaan yang
melibatkan interaksi-interaksi elektrostatik seperti pada gaya
antarmolekuler pada fase diam dengan fase gerak, misalnya:
kromatografi kertas dan KLT.

2) Partisi
Partisi merupakan proses sorbsi seperti pada proses ekstraksi
pelarut dengan cara solut akan terdistribusi diantara fase diam sesuai
dengan kelarutan relative keduanya, misalnya: kromatografi cair-gas.
3) Pertukaran ion
Perukaran ion merupakan proses pertukaran solut-solut ion
diantara ion-ion yang terikat pada fase diam yang dinamakan resin
berupa padatan polimer organik yang bermuatan. Misalnya :
kromatografi kolom.
4) Eksklusi
Ekslusi berdasarkan pada ukuran molekul dari zat padat (fase
diam) yang berupa gel sedangkan fase gerak berupa cairan. Proses
tersebut dikenal sebagai ekslusi gel.
KLT mempunyai kelebihan dibandingkan dengan kromatografi
kertas karena membutuhkan waktu elusi yang lebih pendek diperoleh
pemisahan yang lebih baik untuk analisa kuantitatif. Hasil pemisahan
yang baik dari KLT mempunyai kapasitas lebih besar dibandingkan
dengan kromatografi kertas. Serta dapat digunakan untuk memisahkan
senyawa-senyawa yang sifatnya hidrofobik seperi lipida-lipida dan
hidrokarbon yang sukar apabila dilakukan pada kromatografi kertas
(Sastrohamidjojo, 2005).
Kromatografi Lapis Tipis (KLT) melibatkan dua sifat fase yaitu:
sifat fase diam (sifat lapisan/fase penyerap) dan sifat fase gerak (pelarut
pengembang). Fase diam dapat berupa serbuk halus yang berfungsi
sebagai permukaan penyerap (kromatografi cair-padat). (Dewi, 2005)
Sebagai fase diam dapat digunakan silika atau alumina yang
dilapiskan pada lempeng kaca atau alumunium. Jika fase diam berupa
silika gel maka bersifat asam, jika fase diam alumina maka bersifat
basa. Fase gerak atau larutan pengembang biasanya digunakan pelarut
campuran organik atau bisa juga campuran pelarut organik-anorganik.
(Gritter, dkk.1985)

B. Sistem Fase Diam Silika Gel pada KLT


Fase diam yang paling banyak digunakan adalah silika gel dan
alumunium oksida. Jenis adsorben yang umum digunakan untuk KLT adalah
silika gel, karena silika gel adalah fase diam universal yang dapat digunakan
untuk memisahkan senyawa-senyawa yang bersifat netral, asam atau basa.
Silika gel merupakan penyerap yang paling banyak dipakai dalam KLT.
Senyawa netral yang mempunyai gugusan sampai tiga pasti dapat dipisahkan
pada lapisan yang diaktifkan dengan memakai pelarut organik atau campuran
pelarut yang normal. Karena sebagian besar silika gel bersifat gel bersifat
sedikit asam, maka asam selalu sedikit mudah dipisahkan. Fase diam silika
gel meminimumkan reaksi asam/basa antara penyerap dan senyawa yang
dipisahkan (Gritter, 1991:110).
Dalam penelitian Hartati dan Ersam (2006) melakukan uji pendahuluan
dengan KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dengan tujuan untuk pemurnian
senyawa yang akan dianalisis selanjutnya dengan menggunakan plat silika
gel GF254B, silica gel 60 (35-70 mesh, ASIM). Plat silika gel Merck 60
F254B;0,25 mm ukuran 20x20 cm.