Anda di halaman 1dari 80

CALK 2014

BAGIAN I
PENDAHULUAN

1.1. MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Dalam aspek pengelolaan Keuangan Daerah sesuai dengan

Permendagri nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan

Keuangan Daerah sebagai Implementasi dari UU No. 17 Tahun 2003, UU

No. 1 Tahun 2004, PP No. 58 Tahun 2005, Kepala SKPD selaku Pengguna

Anggaran/ Pengguna Barang menyusun dan menyampaikan Laporan

Keuangan yang meliputi :

1. Laporan Realisasi Anggaran

2. Neraca

3. catatan Atas Laporan Keuangan

Laporan dimaksud disusun sesuai dengan sistem Akuntansi Pemerintahan.

Adapun maksud dari penyusunan laporan keuangan ini adalah :

a. Menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan

seluruh transaksi yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah Kota

Bandung selama satu periode pelaporan

1
CALK 2014

b. Menyajikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dalam rangka

meningkatkan keterbandingan laporan keuangan baik terhadap anggaran,

antar periode, maupun antar entitas.

c. Menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, Realisasi Anggaran dan

kinerja keuangan sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan

mengenai alokasi sumber daya.

Sedangkan tujuan penyusunan laporan adalah untuk menyajikan informasi

yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan

akuntabilitas entitas atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya,

dengan:

a. Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan

mengenai sumber, alokasi dan penggunaan sumber daya ekonomi;

b. Menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap

anggarannya;

c. Menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai

aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya.

1.2. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

2
CALK 2014

3. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi

Pemerintahan

4. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2008 tentang Tata Cara

Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban

Bendahara serta Penyampaiannya

7. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 07 Tahun 2006 tentang Pokok-

pokok Pengelolaan Keuangan Daerah

8. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007 tentang Urusan

Pemerintah Daerah Kota Bandung

9. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2007 tentang

Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kota

Bandung sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota

Bandung Nomor 12 Tahun 2009

3
CALK 2014

10. Peraturan Walikota Bandung Nomor 474 Tahun 2008 tentang Rincian

Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Organisasi Pada Lembaga Teknis

Daerah Kota Bandung

11. Peraturan Walikota Bandung Nomor 835 Tahun 2010 tentang Kebijakan

Akuntansi Pemerintah Kota Bandung

12. Peraturan Walikota Bandung Nomor 528 Tahun 2014 tentang Kebijakan

Akuntansi

13. Peraturan Walikota Bandung Nomor 529 Tahun 2014 tentang Sistem

Akuntansi Pemerintah Daerah.

1.3. SISTEMATIKA PENULISAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Bab I PENDAHULUAN

1.1. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan

1.2. Landasan hukum penyusunan laporan keuangan

1.3. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan

4
CALK 2014

Bab II EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN

PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD

2.1. Ekonomi Makro

2.2. Kebijakan Keuangan

2.3. Indikator pencapaian target kinerja APBD

Bab III IHKTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN

3.1 Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan

3.2 Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian

target yang telah ditetapkan.

Bab IV KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1 Entitas akuntansi/ entitas pelaporan keuangan daerah

4.2 Basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan

keuangan

4.3 Basis pengukuran yang mendasari penyusunan laporan

keuangan

4.4 Penerapan kebijakan akuntansi berkaitan dengan

ketentuan yang ada dalam standar akuntansi

pemerintahan

5
CALK 2014

Bab V PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

5.1 Pendapatan

5.2 Belanja

5.3 Pembiayaan

5.4 Aset

5.5 Kewajiban

5.6 Ekuitas Dana

Bab VI PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON

KEUANGAN

Bab VII PENUTUP

6
CALK 2014

BAGIAN II

EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN


PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD PADA
BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA BANDUNG

2.1. EKONOMI MAKRO

Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung sebagai lembaga teknis

daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung sesuai dengan Peraturan

Daerah nomor 12 Tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

Daerah nomor 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Susunan Organisasi

Lembaga Teknis Daerah Kota Bandung, merupakan unsur penunjang

Pemerintah Kota Bandung , dipimpin oleh seorang Kepala Badan, berada

dibawah dan bertanggungjawab kepada Walikota, melalui Sekretaris Daerah.

Rincian tugas pokok dan fungsi BKD sesuai Perda dimaksud adalah sebagai

berikut;

Badan Kepegawaian Daerah mempunyai Tugas Pokok melaksanakan

sebagian kewenangan daerah di bidang manajemen kepegawaian meliputi

perencanaan dan kesejahteraan pegawai, pengembangan karier pegawai,

mutasi pegawai, pendidikan dan pelatihan.

7
CALK 2014

Untuk melaksanakan tugas pokok, Badan Kepegawaian daerah

menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis lingkup perencanaan, kesejahteraan pegawai,

pengembangan karier pegawai, mutasi pegawai, serta pendidikan dan

pelatihan;

b. Pembinaan dan pelaksanaan lingkup perencanaan, kesejahteraan

pegawai, pengembangan karier pegawai, mutasi pegawai, serta pendidikan

dan pelatihan;

c. Pelaksanaan pelayanan teknis ketatausahaan Badan

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan walikota;

e. Pembinaan, monitoring, evaluasi dan laporan kegiatan Badan.

2.2. KEBIJAKAN KEUANGAN

Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam

rangka penyelenggaraan pemerintah daerah yang dinilai dengan uang,

termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan

hak dan kewajiban daerah dalam rangka Anggaran, Belanja dan Pembiayaan.

Hal tersebut menjadikan Keuangan Daerah merupakan salah satu faktor

8
CALK 2014

penentu dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan, pelaksanaan

pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kebijakan keuangan daerah diarahkan untuk meningkatkan struktural

keuangan yang lebih baik melalui peningkatan kemampuan keuangan

daerah, pengelolaan keuangan daerah dan pengawasan keuangan daerah.

Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli

Daerah terhadap APBD. Hal tersebut ditempuh melalui peningkatan target

penerimaan daerah. Untuk belanja melakukan efesiensi terhadap Belanja

Administrasi Umum dan Operasional/ Pemeliharaan serta selektif dalam

belanja modal serta memacu investasi pada daerah yang diprioritaskan.

Untuk pembiayaan mengoptimalkan pemanfaatan sumber penerimaan

daerah dalam menutupi defisit tahun anggaran berjalan dan pengeluaran

lainnya.

Kebijakan keuangan meliputi komponen-komponen dan kinerja

pelayanan yang diharapkan pada setiap kewenangan Pemerintah Daerah

yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran.

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan peningkatan

pelayanan publik, pengaturan alokasi belanja diupayakan untuk efesien,

efektif dan proposional. Sesuai amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun

2004 tentang Pemerintah Daerah yang menyatakan bahwa Belanja Daerah

9
CALK 2014

diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan

masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah.

Belanja pada dasarnya untuk membiayai kegiatan pada Badan

Kepegawaian daerah Kota Bandung yang dibiayai oleh APBD Kota Bandung

Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp. ........................, direalisasikan sebesar

Rp. ..............., dengan kondisi Belanja tersebut diatas diserap sebesar ....%.

2.3. INDIKATOR PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD

Sesuai dengan Permendagri No. 13 Tahun 2006, urusan wajib yang

dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung Tahun 2013,

berbentuk Program dan Kegiatan sebagai berikut :

a. Program dan Kegiatan

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran

10
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Terselesaikannya administrasi


1
Menyurat surat menyurat

Kegiatan Penyediaan Jasa

2 Komunikasi, Sumber Daya Air dan Tersedianya fasilitas internet

Listrik

Kegiatan Penyediaan
Tersedianya STNK kendaraan
3 Pemeliharaan dan Perizinan
dinas / operasional
Kendaraan Dinas/ Operasional

Kegiatan Penyediaan Jasa Terpeliharanya Kebersihan


4
Kebersihan Kantor Kantor

Kegiatan Penyediaan Jasa Tersedianya Peralatan Kerja


5
Perbaikan Peralatan Kerja yang telah diperbaiki

Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Alat Tulis Kantor yang


6
Kantor tersedia

Kegiatan Penyediaan Barang Barang Cetakan dan


7
Cetakan dan Penggandaan Penggandaan yang tersedia

11
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

Kegiatan Penyediaan Komponen

8 Instalasi Listrik/ Penerangan Tersedianya Alat Penerangan

Bangunan Kantor

Kegiatan Penyediaan Peralatan Tersedianya peralatan dan


9
dan Perlengkapan Kantor perlengkapan kantor

Kegiatan Penyediaan Peralatan Jumlah peralatan rumah


10
Rumah Tangga tangga yang tersedia

Kegiatan Penyediaan Bahan

11 Bacaan dan Peraturan Perundang- Tersedianya Bahan Bacaan

undangan

Kegiatan Penyediaan Makanan dan Makanan dan Minuman yang


12
Minuman tersedia

Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi Pelaksanaan rapat koordinasi


13
dan Konsultasi Keluar Daerah dan konsultasi keluar daerah

12
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

Program Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur

14 Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Terpenuhinya selter sepeda

Gedung Kantor

15 Kegiatan Pengadaan Mebeulair Tersedianya sarana mebeulair

kantor

16 Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Tersedianya pengadaan

Peralatan Aparatur perlengkapan peralatan

aparatur

17 Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Tersedianya pemeliharaan

Berkala Gedung Kantor rutin/ berkala gedung kantor

18 Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Terpenuhinya kendaraan

Berkala Kendaraan Dinas / dinas secara optimal

Operasional

19 Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Terpeliharanya perlengkapan

Berkala Perlengkapan gedung gedung kantor

kantor

13
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

20 Kegiatan Rehabilitasi sedang/ berat Tersedianya gedung kantor

gedung kantor yang refresentatif

21 Kegiatan Dekorasi Ruang Kantor Meningkatnya keindahan /

kenyamanan ruang kerja

kantor

Program Peningkatan Disiplin

Aparatur

22 Kegiatan Pengadaan Pakaian Tersedianya Pengadaan

Dinas beserta perlengkapannya Pakaian Dinas beserta

perlengkapannya

23 Kegiatan Pengadaan Pakaian Tersedianya pakaian dinas

KORPRI KORPRI

24 Kegiatan Pengadaan Pakaian Tersedianya Pengadaan

Khusus Hari-hari tertentu Pakaian Khusus Hari-hari

tertentu

14
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

Program Fasilitasi Pindah / Purna

Tugas PNS

25 Kegiatan Pemindahan Tugas PNS Jumlah pegawai yang

berpindah tugas sesuai

komposisi dan kompetensi

jabatan

Program Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur

26 Kegiatan Sosialisasi Peraturan Terlaksananya Sosialisasi

Perundang-Undangan Peraturan Perundang-

Undangan bagi aparatur

27 Kegiatan Bimbingan Teknis Terselenggaranya bimtek

Implementasi Peraturan implementasi peraturan

Perundang-Undangan perundang-undangan bagi

aparatur

15
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

Program Peningkatan

Pengembangan Sistem Pelaporan

Capaian Kinerja dan Keuangan

28 Kegiatan Penyusunan Laporan Tersedianya Laporan Capaian

Capaian Kinerja dan Ikhtisar Kinerja dan Ikhtisar Realisasi

Realisasi Kinerja SKPD Kinerja SKPD

29 Kegiatan Penyusunan Pelaporan Tersedianya Laporan

Keuangan Semesteran Keuangan Semesteran

30 Kegiatan Penyusunan Pelaporan Tersedianya Laporan

Keuangan Akhir Tahun Keuangan Akhir Tahun

Program Perencanaan

Pembangunan Daerah

31 Kegiatan Penyusunan Renstra dan Tersusunnya Renstra dan

Renja SKPD Renja Badan Kepegawaian

Daerah Kota Bandung

16
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

Program Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur

32 Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan - Terlaksananya pendidikan

Struktural Bagi PNS Daerah dan pelatihan

kepemimpinan tk II

- Terlaksananya pendidikan

dan pelatihan

kepemimpinan tk III

- Terlaksananya pendidikan

dan pelatihan

kepemimpinan tk IV

17
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

33 Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan - Terlaksananya Diklat

Teknis Tugas dan Fungsi Bagi PNS Penyusunan RAPERDA

Daerah - Terlaksananya Diklat

Penyusunan Anggaran

- Terlaksananya Diklat-diklat

Teknis lainnya

- Terlaksananya Bimtek

Penyusunan Laporan

Keuangan Berbasis Akrual

- Terlaksananya Diklat

Service dan Comunication

From heart (ACT-ESQ)

- Terdidik dan Terlatihnya

Aparatur tentang

Pelayanan publik

18
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

34 Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Terlaksananya Diklat

Fungsional Bagi PNS Daerah Fungsional :

1. Diklat penguatan Kepala

Sekolah

2. Diklat Calon Kepala

Sekolah

3. Diklat PAK P2UPD

Program Pembinaan dan

Pengembangan Aparatur

35 Kegiatan Penyusunan Rencana Terwujudnya tertib

Pembinaan Karir PNS administrasi kepegawaian di

lingkungan Pemerintah Kota

Bandung

19
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

36 Kegiatan Pembangunan/ - Terlaksananya

Pengembangan Sistem Informasi pengembangan sistem

Kepegawaian Daerah kepegawaian daerah

- Terlaksananya scan photo

dan upload photo PNS

- Terlaksananya pengolahan

data pelaporan kehadiran

PNS

- Terlaksananya monitoring

kehadiran PNS di seluruh

SKPD di lingkungan

Pemerintah Kota Bandung

37 Kegiatan Penyusunan Instrumen Terlaksananya Penyusunan

Analisis Jabatan PNS Instrumen Analisis Jabatan

PNS

38 Kegiatan Seleksi dan Penetapan Terlaksananya seleksi dan

PNS untuk Tugas Belajar penetapan PNS untuk tugas

belajar

20
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

39 Kegiatan Pemberian Penghargaan Terlaksananya pemberian

bagi PNS yang Berprestasi penghargaan bagi PNSD yang

berprestasi

40 Kegiatan Proses Penanganan Terlaksananya pembinaan

Kasus-Kasus Pelanggaran Disiplin dan Penanganan proses

PNS Kasus-Kasus Pelanggaran

Disiplin PNS serta ijin

perkawinan dan perceraian

PNS.

41 Kegiatan Pemberian Bantuan Tersedianya Bantuan Tugas

Tugas Belajar dan Ikatan Dinas Belajar dan Ikatan Dinas

42 Kegiatan Pemberian Bantuan Terlaksananya seleksi calon

Penyelenggaraan Penerimaan Praja IPDN

Praja IPDN

21
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

43 Kegiatan Pengembangan Diklat Terlaksananya kegiatan

(Analisis Kebutuhan Diklat, evaluasi pasca diklat

Penyusunan Silabi, Penyusunan

Modul, Penyusunan Pedoman

Diklat)

44 Kegiatan Penataan takah PNSD Terlaksananya penataan

takah PNSD di Kota Bandung

45 Kegiatan Pembinaan Terlaksananya peningkatan

Kesejahteraan Pegawai pemberian kesejahteraan

pegawai dengan tersusunnya

kebijakan hukum dan

meningkatnya standar

pelayanan kepegawaian

46 Kegiatan Penetapan Standar Terlaksananya fit and

Kompetensi Jabatan propertest bagi pejabat

struktural

22
CALK 2014

NO. URAIAN PROGRAM/ KEGIATAN INDIKATOR KINERJA

47 Kegiatan Administrasi Mutasi Terlaksananya administrasi

Kepegawaian Fungsional mutasi kepegawaian

fungsional

48 Kegiatan Administrasi Mutasi Terlaksananya administrasi

Kepegawaian Struktural dan Non mutasi kepegawaian struktural

Struktural dan non struktural

49 Kegiatan Pengembangan Sistem Tersedianya sistem informasi

Informasi Gaji penggajian pegawai

50 Kegiatan Penerimaan Calon PNS Terseleksi dan tersedianya

dan Seleksi Penerimaan PTT kebutuhan pegawai sesuai

formasi

51 Kegiatan Penyegaran Mindset Pola Terciptanya pola kerja yang

Kerja dinamis

23
CALK 2014

BAGIAN III

IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN SKPD

3.1. IKHTISAR REALISASI PENCAPAIAN TARGET KINERJA KEUANGAN

SKPD

Sebagaimana dikemukakan pada bab terdahulu, bahwa struktur APBD

telah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa dalam Catatan Atas

Laporan Keuangan harus menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja APBD yang

berisi gambaran realisasi pencapaian efektifitas dan efesiensi program dan

kegiatan selama pelaksanaan APBD Tahun 2013.

Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan dapat diuraikan melalui program

dan kegiatan dari masing-masing urusan tersebut disajikan sebagai berikut :

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran

Kegiatan Penyediaan
1
Jasa Surat Menyurat

24
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

Kegiatan Penyediaan

2 Jasa Komunikasi, Sumber

Daya Air dan Listrik

Kegiatan Penyediaan

Pemeliharaan dan
3
Perizinan Kendaraan

Dinas/ Operasional

Kegiatan Penyediaan
4
Jasa Kebersihan Kantor

Kegiatan Penyediaan

5 Jasa Perbaikan Peralatan

Kerja

Kegiatan Penyediaan Alat


6
Tulis Kantor

Kegiatan Penyediaan

7 Barang Cetakan dan

Penggandaan

25
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

Kegiatan Penyediaan

Komponen Instalasi
8
Listrik/ Penerangan

Bangunan Kantor

Kegiatan Penyediaan

9 Peralatan dan

Perlengkapan Kantor

Kegiatan Penyediaan
10
Peralatan Rumah Tangga

Kegiatan Penyediaan

Bahan Bacaan dan


11
Peraturan Perundang-

undangan

Kegiatan Penyediaan
12
Makanan dan Minuman

26
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

Kegiatan Rapat-Rapat

13 Koordinasi dan Konsultasi

Keluar Daerah

Program Peningkatan

Sarana dan Prasarana

Aparatur

14 Kegiatan Pengadaan

Perlengkapan Gedung

Kantor

15 Kegiatan Pengadaan

Mebeulair

16 Kegiatan Pengadaan

Perlengkapan Peralatan

Aparatur

17 Kegiatan Pemeliharaan

Rutin / Berkala Gedung

Kantor

27
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

18 Kegiatan Pemeliharaan

Rutin / Berkala Kendaraan

Dinas / Operasional

19 Kegiatan Pemeliharaan

Rutin / Berkala

Perlengkapan gedung

kantor

20 Kegiatan Rehabilitasi

sedang/ berat gedung

kantor

21 Kegiatan Dekorasi Ruang

Kantor

28
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

Program Peningkatan

Disiplin Aparatur

22 Kegiatan Pengadaan

Pakaian Dinas beserta

perlengkapannya

(LINMAS)

23 Kegiatan Pengadaan

Pakaian KORPRI

24 Kegiatan Pengadaan

Pakaian Khusus Hari-hari

tertentu (Pakaian

Olahraga)

29
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

Program Fasilitasi

Pindah / Purna Tugas

PNS

25 Kegiatan Pemindahan

Tugas PNS

Program Peningkatan

Kapasitas Sumber Daya

Aparatur

26 Kegiatan Sosialisasi

Peraturan Perundang-

Undangan

27 Kegiatan Bimbingan

Teknis Implementasi

Peraturan Perundang-

Undangan

30
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

Program Peningkatan

Pengembangan Sistem

Pelaporan Capaian

Kinerja dan Keuangan

28 Kegiatan Penyusunan

Laporan Capaian Kinerja

dan Ikhtisar Realisasi

Kinerja SKPD

29 Kegiatan Penyusunan

Pelaporan Keuangan

Semesteran

30 Kegiatan Penyusunan

Pelaporan Keuangan

Akhir Tahun

31
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

Program Perencanaan

Pembangunan Daerah

31 Kegiatan Penyusunan

Renstra dan Renja

SKPD

Program Peningkatan

Kapasitas Sumber Daya

Aparatur

32 Kegiatan Pendidikan dan

Pelatihan Struktural Bagi

PNS Daerah

33 Kegiatan Pendidikan dan

Pelatihan Teknis Tugas

dan Fungsi Bagi PNS

Daerah

32
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

34 Kegiatan Pendidikan dan

Pelatihan Fungsional

Bagi PNS Daerah

Program Pembinaan dan

Pengembangan Aparatur

35 Kegiatan Penyusunan

Rencana Pembinaan

Karir PNS

36 Kegiatan Pembangunan/

Pengembangan Sistem

Informasi Kepegawaian

Daerah

37 Kegiatan Penyusunan

Instrumen Analisis

Jabatan PNS

33
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

38 Kegiatan Seleksi dan

Penetapan PNS untuk

Tugas Belajar

39 Kegiatan Pemberian

Penghargaan bagi PNS

yang Berprestasi

40 Kegiatan Proses

Penanganan Kasus-

Kasus Pelanggaran

Disiplin PNS

41 Kegiatan Pemberian

Bantuan Tugas Belajar

dan Ikatan Dinas

42 Kegiatan Pemberian

Bantuan

Penyelenggaraan

Penerimaan Praja IPDN

34
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

43 Kegiatan

Pengembangan Diklat

(Analisis Kebutuhan

Diklat, Penyusunan

Silabi, Penyusunan

Modul, Penyusunan

Pedoman Diklat)

44 Kegiatan Penataan takah

PNSD

45 Kegiatan Pembinaan

Kesejahteraan Pegawai

46 Kegiatan Penetapan

Standar Kompetensi

Jabatan

47 Kegiatan Administrasi

Mutasi Kepegawaian

Fungsional

35
CALK 2014

No. Program/ Kegiatan Anggaran Realisasi %

48 Kegiatan Administrasi

Mutasi Kepegawaian

Struktural dan Non

Struktural

49 Kegiatan

Pengembangan Sistem

Informasi Gaji

50 Kegiatan Penerimaan

Calon PNS dan Seleksi

Penerimaan PTT

51 Kegiatan Penyegaran

Mindset Pola Kerja

36
CALK 2014

Ada beberapa realisasi anggaran kegiatan yang capaiannya kurang

dari 90% untuk efesiensi anggaran tahun 2014, yaitu :

1. Kegiatan Penyediaan Peralatan Rumah Tangga (78,53%)

Disebabkan oleh tidak melakukan pencairan atas Belanja Modal

pengadaan peralatan dapur.

2. Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan

(75,74%)

Disebabkan oleh tidak melakukan pencairan atas Belanja Modal

Pengadaan Buku Peraturan Perundang-undangan.

3. Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor (0 %)

Disebabkan terbatasnya pelaksanaan waktu anggaran tahun 2013

pengadaan perlengkapan Gedung kantor tidak direalisasikan, yaitu

pembuatan shelter sepeda

4. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Perlengkapan Gedung Kantor (0 %)

Disebabkan oleh tidak melakukan pencairan atas kegiatan Pemeliharaan

Rutin/ Berkala Perlengkapan Gedung Kantor.

5. Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan (27,56%)

37
CALK 2014

Rencana sosialisasi UU tentang ASN tidak jadi dilaksanakan, karena masih

berupa rancangan UU. Adapun UU tesebut ditetapkan pada tanggal 15

Januari dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN Januari 2014.

6. Kegiatan Penyusunan Renstra dan Renja SKPD (81,24%)

Disebabkan oleh penyusunan Renstra BKD yang belum tuntas karena

harus menunggu RPJMD Kota Bandung ditetapkan, terlebih dahulu.

7. Kegiatan Pengembangan Diklat (Analisis Kebutuhan Diklat, Penyusunan

Silabi, Penyusunan Modul, Penyusunan Pedoman Diklat) (89,75%)

Disebabkan oleh adanya efesiensi Anggaran untuk Belanja Pegawai dan

Belanja Barang Jasa.

8. Kegiatan Penerimaan Calon PNS dan Seleksi Penerimaan PTT (85,85%)

Disebabkan Alokasi anggaran sebelumnya direncanakan untuk seleksi

penerimaan CPNS dari pelamar umum, namun ada kebijakan dari

kementerian PAN & RB, bahwa disamping penerimaan CPNS dari pelamar

umum, Pemerintah Kab/ Kota harus menyelenggarakan seleksi tenaga

honorer kategori II (2.224 orang tenaga honorer), Pemerintah kota

Bandung hanya menyelenggarakan seleksi tenaga honorer kategori II dan

tidak melaksanakan seleksi CPNS dari pelamar umum, sehingga ada

beberapa alokasi anggaran yang tidak terserap.

9. Kegiatan Penyegaran Mindset Pola Kerja (86,53%)

38
CALK 2014

Disebabkan efesiensi anggaran dan waktu pelaksanaan kegiatan yang

sangat sempit karena mendekati batas akhir tahun anggaran, dengan

pelaksanaan yang tidak sesuai dengan perencanaan awal karena

disesuaikan dengan kondisi dan situasi.

3.2. HAMBATAN DAN KENDALA YANG ADA DALAM PENCAPAIAN TARGET

YANG TELAH DITETAPKAN

Berdasarkan evaluasi, secara umum permasalahan yang dihadapi

adalah :

1. Ada beberapa kegiatan yang anggarannnya kurang sehingga harus ada

pergeseran di perubahan anggaran sehingga menimbulkan tidak

terserapnya sebagian anggaran karena keterbatasan waktu.

2. Pelaksanaan kegiatan pada tahun berjalan harus terlebih dahulu

menunggu disahkannya anggaran, sehingga kegiatan yang semestinya

telah dilaksanakan pada awal tahun mundur pelaksanaannya sampai

anggaran disahkan. Hal tersebut mengakibatkan tenggang waktu

pelaksanaan kegiatan menjadi berkurang sampai dengan akhir tahun.

Sehingga tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan secara optimal.

39
CALK 2014

Solusi Pemecahan Masalah

Secara umum dalam upaya pencapaian sasaran ditetapkan strategi

sebagai berikut:

1. Untuk tahun anggaran berikutnya, dalam perencanaan untuk penentuan

besaran anggaran harus disesuaikan dengan output kegiatan yang

dihasilkan sehingga sisa anggaran atau pun kurang terserapnya anggaran

dapat diminimalisir.

2. Melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan

sebelum anggaran disahkan, agar tepat waktu dan tepat sasaran sesuai

perencanaan yang telah ditetapkan dalam DPA.

3. Untuk pengesahan DPPA agar sesuai dan tepat waktu sehingga seluruh

kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan perubahan anggaran yang

telah ditetapkan.

40
CALK 2014

BAGIAN IV

KEBIJAKAN AKUNTANSI

4.1. ENTITAS AKUNTANSI/ ENTITAS PELAPORAN KEUANGAN DAERAH

Berdasarkan PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah, yaitu Kepala Badan Kepegawaian Daerah

sebagai entitas akuntansi menyusun pertanggungjawaban pelaksanaan APBD

tahun 2012 berupa Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Realisasi

APBD, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

4.2. BASIS AKUNTANSI YANG MENDASARI PENYUSUNAN LAPORAN

KEUANGAN

a. Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan Badan

Kepegawaian Daerah Kota Bandung, adalah basis kas untuk pengakuan

pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran

41
CALK 2014

dan akrual untuk pengakuan asset, kewajiban dan ekuitas dana dalam

neraca.

b. Basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran, berarti bahwa

pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima

oleh kas daerah serta belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui pada

saat kas dikeluarkan dari kas daerah.

c. Basis akrual untuk Neraca, berarti bahwa asset, kewajiban dan ekuitas

dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi, atau pada saat

kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan Pemerintah

Kota Bandung, bukan pada saat kas diterima atau dibayar oleh kas daerah.

d. Asas Bruto, berarti pengakuan serta pencatatannya tidak diperkenalkan

secara netto, penerimaan setelah dikurangi pengeluaran pada suatu unit

organisasi.

4.3. BASIS PENGUKURAN YANG MENDASARI PENYUSUNAN LAPORAN

KEUANGAN

Beberapa informasi penting yang perlu disajikan, sehubungan dengan

basis pengukuran yang mendasari Penyusunan Laporan Keuangan adalah

sebagai berikut :

42
CALK 2014

1) Penyusunan Neraca Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung menganut

Substansi mengungguli bentuk formalnya (substansi overform).

2) Asas yang digunakan adalah akrual yang dimodifikasi (modified accrual

basis) / kas yang dimodifikasi (modified cash basis).

3) Periode akuntansi yang digunakan dalam penyusunan Neraca Badan

Kepegawaian Daerah Kota Bandung adalah tahun anggaran 1 Januari

sampai dengan 31 Desember 2013.

4) Aset adalah sumber daya ekonomis yang dimiliki dan atau dikuasai oleh

Pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat

ekonomi dan/ atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik

oleh Pemerintah maupun masyarakat serta dapat diukur dalam satuan

uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk

penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang

dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.

5) Kas

Pencatatan kas menggunakan asas dasar kas

Kas di Bendahara dinyatakan dalam rupiah. Jika terdapat kas dalam

valuta asing maka harus dikonversikan berdasarkan nilai kurs pada

tanggal transaksi. Pada akhir tahun kas di bendahara dalam valuta asing

dikonversi ke dalam rupiah menggunakan kurs pada tanggal neraca.

43
CALK 2014

Nilai kas pada tanggal neraca adalah hasil Kas Opname di masing-

masing bendahara.

6) Piutang

Piutang adalah hak atau klaim kepada pihak ketiga yang diharapkan

dapat dijadikan kas dalam satu periode akuntansi

Piutang adalah transaksi yang terjadi antara Pemerintah Daerah dengan

pihak ketiga, dapat berupa penjualan barang, kewajiban kepada

pemerintah daerah yang belum dilunasi, seperti pajak/restribusi atau

pinjaman uang yang belum dilunasi pada saat pencatatan.

Piutang dinilai sebesar nilai nominal

Piutang diakui pada saat timbulnya hak atas piutang tersebut

Pengakuan Piutang Pajak/ retribusi diakui sebagai piutang apabila telah

diterbitkan dasar ketetapan pajak/ retribusi yaitu Surat Keputusan Pajak

Daerah/ Surat Keputusan Retribusi Daerah (SKPD/SKRD).

7) Persediaan

Persediaan adalah barang yang diperoleh dengan maksud untuk

mendukung kegiatan operasional pemerintah dan barang-barang yang

dimaksudkan untuk dijual / diserahkan dalam rangka pelayanan

masyarakat.

44
CALK 2014

Persediaan dicatat pada akhir periode akuntansi dihitung berdasarkan

hasil investarisasi fisik persediaan. Persediaan dinilai dalam neraca

dengan cara :

Harga pembelian terakhir apabila diperoleh dengan pembelian

Harga standar bila diperoleh dengan memproduksi sendiri

Harga/ nilai wajar atau estimasi nilai penjualannya apabila diperoleh

dengan cara lainnya seperti donasi.

Jenis-jenis persediaan :

Persediaan Habis Pakai, adalah barang-barang yang bekas

penggunaannya tidak dapat digunakan kembali, misalnya ATK;

Persediaan Tak Habis Pakai, adalah persediaan yang dapat

digunakan berulang kali, misalnya file box;

Persediaan Bekas Pakai, adalah persediaan bekas pakai yang masih

dapat digunakan, misalnya whiteboard.

Persediaan untuk dijual, misal aspal dalam drum, obat-obatan, alat-

alat kedokteran, bibit, benih ikan dlsb.

8) Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dalam BUMN/D atau lembaga

keuangan Negara dicatat sebesar jumlah yang dibayar oleh pemerintah

daerah untuk penyertaan modal tersebut baik di dalam atau di luar negeri

serta pada lembaga-lembaga keuangan dimana pemerintah daerah memiliki

45
CALK 2014

kepentingan yang berdasarkan perjanjiannya dinyatakan sebagai

penyertaan modal.

9) Aset Tetap

Aset Tetap adalah asset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih

dari satu periode akuntansi atau 1 (satu) tahun untuk digunakan dalam

kegiatan pemerintah daerah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Asset tetap dapat diperoleh dari dana yang bersumber dari sebagian atau

seluruh APBD melalui pembelian, pembangunan, hibah atau donasi,

pertukaran dengan asset lainnya dan atau dari sitaan atau rampasan.

Kebijakan penilaian asset tetap telah mengacu pada PP No. 24 tahun 2005

tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang menyatakan bahwa

penyusunan Neraca Awal menggunakan nilai wajar pada saat penyusunan.

Dalam hal penyusutan Aset Tetap, penerapan akuntansi penyusutan belum

dilakukan karena kebijakan akuntansi mengenai masa manfaat asset dan

metode penyusutan belum ditetapkan.

10) Konstruksi dalam Pengerjaan

Konstruksi dalam pengerjaan baru dapat dicatat sebagai asset daerah pada

saat biaya telah dikeluarkan. Konstruksi dalam pengerjaan dinyatakan

dalam neraca dengan nilai historis, yaitu harga perolehan. Bila biaya

perolehan suatu konstruksi dalam pengerjaan dinyatakan dalam valuta

46
CALK 2014

asing, maka nilai rupiah asset itu akan ditetapkan berdasarkan nilai tukar

(kurs tengah BI) pada saat perolehan.

Konstruksi dalam pengerjaan dinilai berdasarkan Surat Perintah Pencairan

Dana (SP2D) yang diterbitkan atas pekerjaan tersebut.

11) Dana Bergulir

Dana Bergulir adalah program berupa bantuan pinjaman penyaluran dana

kepada pihak ketiga sesuai dengan program pemerintah daerah.

Pengelolaan dana tersebut diserahkan kepada Tim Teknis / Bank Jabar

Cabang Kota Bandung.

Jumlah yang dicatat di neraca adalah sebesar dana yang telah diserahkan

dari pemerintah daerah ke tim teknis/ bank Jabar.

12) Kewajiban Jangka Pendek

Merupakan utang lancar yang harus dibayar kembali atau akan jatuh tempo

dalam satu periode akuntansi atau 12 (dua belas) bulan sejak tanggal

neraca.

Dibukukan sebesar nilai nominal. Utang dalam valuta asing (valas)

dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada

tanggal transaksi terdiri dari :

Bagian Lancar (BL) Utang kepada Pemerintah Pusat

47
CALK 2014

Merupakan Bagian utang Jangka Panjang kepada Pemerintah Pusat,

yang dipindahkan ke Utang Jangka Pendek karena akan jatuh tempo

dalam satu periode akuntansi atau 12 (dua belas) bulan sejak tanggal

neraca.

Utang Perhitungan Pihak Ketiga

Merupakan utang jangka pendek kepada pihak ketiga yang akan jatuh

tempo dalam periode akuntansi

Utang Bunga, Denda dan Commitment Fee

Utang Bunga adalah beban bunga yang harus dibayar oleh

Pemerintah Daerah kepada Lender melalui DP3 karena telah

menarik pinjaman dengan tarif suku bunga tertentu, dimana

pembayarannya telah jatuh tempo.

Denda adalah kewajiban yang timbul karena pemerintah daerah tidak

dapat melunasi angsuran pokok utang maupun bunganya dengan

prosentase tertentu secara tepat waktu sesuai perjanjian pinjaman

yang telah disepakati kedua belah pihak.

Commitment Fee adalah kewajiban yang harus dibayar oleh

pemerintah daerah sebesar prosentase tertentu terhadap jumlah

pinjaman yang belum/ tidak ditarik sampai dengan waktu yang telah

disepakati dalam perjanjian pinjaman.

48
CALK 2014

13) Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban Jangka Panjang merupakan utang yang harus dibayar kembali

atau jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi. Kewajiban jangka

panjang dapat berasal dari luar negeri maupun dalam negeri.

Kewajiban Jangka Panjang diakui pada saat dana tersebut diterima dan

dibukukan sebesar nilai nominal. Utang dalam valuta asing (valas)

dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada

tanggal transaksi.

Utang kepada Pemerintah

Utang jangka panjang kepada pemerintah pusat, untuk tenggang waktu

lebih dari satu periode akuntansi.

Utang Bunga Jangka Panjang

Utang Bunga Jangka Panjang merupakan utang atas bunga pinjaman

jangka panjang yang pembayaran bunganya belum jatuh tempo.

14) Ekuitas Dana

Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih daerah yang merupakan selisih

antara asset dengan utang pemerintah.

Ekuitas Dana Lancar

Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara jumlah nilai asset lancar

dengan jumlah nilai hutang lancar. Ekuitas Dana Lancar, terdiri atas Sisa

49
CALK 2014

Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), Cadangan untuk Piutang,

Cadangan untuk Persediaan dan Dana yang harus disediakan untuk

pembayaran hutang jangka pendek.

Ekuitas Dana Investasi

Ekuitas Dana yang diinvestasikan merupakan selisih antara jumlah nilai

investasi jangka panjang, asset tetap, asset lainnya (tidak termasuk

Dana Cadangan) dengan jumlah nilai hutang jangka panjang.

Ekuitas Dana yang diinvestasikan meliputi dana yang diinvestasikan

dalam Investasi Permanen, diinvestasikan dalam Aset Tetap,

Diinvestasikan dalam Aset lainnya, dan sebagai perkiraan yang

mengurangi (contra account) adalah Dana yang harus disediakan untuk

pembayaran hutang jangka panjang.

Ekuitas Dana Cadangan

Diinvestasikan dalam dana cadangan merupakan ekuitas dana yang

dicadangkan untuk tujuan tertentu. Jadi perkiraan ini merupakan

pasangan perkiraan dana cadangan.

50
CALK 2014

4.4. PENERAPAN KEBIJAKAN AKUNTASI BERKAITAN DENGAN KETENTUAN

YANG ADA DALAM STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

4.4.1. Kebijakan Akuntansi Anggaran

1) Kebijakan akuntansi anggaran bertujuan untuk mengatur perlakuan

akuntansi anggaran mencakup definisi, pengakuan dan pengukuran/

penilaian.

2) Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan

Kota Bandung meliputi rencana pendapatan, belanja dan

pembiayaan yang diukur dalam satuan mata uang rupiah dan

disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu

periode.

3) Akuntansi anggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan

pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu

pengelolaan pendapatan belanja dan pembiayaan.

4) Anggaran diakui pada saat ditetapkan oleh kepala daerah atau

pejabat yang berwenang selaku pejabat / pelasana tugas kepala

daerah menjadi Peraturan Daerah tentang APBD dan Peraturan

Kepala Daerah tentang penjabaran APBD, serta pada saat anggaran

dialokasikan.

51
CALK 2014

4.4.2. Kebijakan Akuntansi Pendapatan

1) Kebijakan akuntansi pendapatan bertujuan untuk mengatur

perlakuan akuntansi anggaran mencakup definisi, pengakuan dan

pengukuran/ penilaian dan pengungkapan pendapatan.

2) Pendapatan adalah semua penerimaan kas daerah yang menambah

ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan

yang menjadi hak Pemerintah Kota Bandung, dan tidak perlu dibayar

kembali oleh Pemerintah Kota Bandung.

3) Pendapatan diklasifikasikan menurut sumber dan pusat

pertanggungjwaban. Sumber Pendapatan dirinci berdasarkan

kelompok, jenis dan objek pendapatan, sedangkan pusat

pertanggungjawabannya dirinci berdasarkan bagian atau fungsi dan

unit organisasi Pemerintah Kota Bandung.

4) Pendapatan mencakup pendapatan asli daerah (PAD), Dana

Perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah.

5) Akuntansi dan pembukuan pendapatan dilaksanakan berdasarkan

azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto dan tidak

mencatat jumlah nettonya.

6) Pengembalian yang sifatnya normal dan berulang (recurring) atas

penerimaan pendapatan pada periode pendapatan maupun periode

52
CALK 2014

sebelumnya dibukukan sebagai pengurang pendapatan periode

berkenaan.

7) Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak berulang (non

recurring) atas penerimaan pendapatan yang terjadi pada periode

penerimaan pendapatan dibukukan sebagai pengurang pendapatan

pada periode yang sama.

8) Koreksi dan pengembalian yang sifatnya tidak berulang (non

recurring) atas penerimaan pendapatan yang terjadi pada periode

sebelumnya dibukukan sebagai pengurang ekuitas dana lancar pada

periode ditemukan koreksi dan pengembalian tersebut.

9) Pendapatan diukur dengan mata uang rupiah pada saat kas

diterima. Apabila pendapatan diukur dengan mata uang asing, maka

harus dikonversikan ke dalam mata uang rupiah berdasarkan kurs

tengah BI pada saat terjadi pendapatan.

4.4.3. Kebijakan Akuntansi Belanja

1) Kebijakan akuntansi belanja bertujuan untuk mengatur perlakuan

akuntansi belanja mencakup definisi, pengakuan dan pengukuran/

penilaian dan pengungkapan belanja.

53
CALK 2014

2) Belanja adalah semua pengeluaran kas daerah yang mengurangi

ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan

yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh Pemerintah

Kota Bandung atau sebagai penurunan aktiva dan atau kenaikan

utang yang digunakan untuk berbagai kegiatan pemerintahan dalam

suatu periode akuntansi.

3) Belanja diklasifikasikan menurut urusan pemerintahan sebagai

urusan wajib dan urusan pilihan, serta menurut fungsi dan pusat

pertanggungjawaban. Penggunaan belanja dirinci berdasarkan

kelompok, jenis, objek dan rincian objek belanja, sedangkan pusat

pertanggungjawabannya dirinci berdasarkan bidang atau fungsi dan

unit organisasi Pemerintah Kota Bandung.

4) Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Kas Daerah,

yang menjadi beban daerah dan pada saat SPJ disahkan.

5) Kelompok belanja tidak langsung merupakan belanja administrasi

umum yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan

pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan pada SKPD

berkenaan.

54
CALK 2014

6) Kelompok belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan

terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan

pemerintahan pada SKPD berkenaan.

7) Belanja barang dan jasa digunakan untuk pengeluaran pembelian/

pengadaan barang yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (dua belas)

bulan dan/atau pemakaian jasa dalam melaksanakan program dan

kegiatan pemerintahan daerah.

8) Belanja modal digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam

rangka pembelian/ pengadaan atau pembangunan asset tetap

berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 (dua belas)

bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan daerah.

9) Belanja barang dan jasa, serta belanja modal diakui pada saat aktiva

atau jasa yang dibeli telah diterima dan/atau hak kepemilikannya

telah berpindah.

10) Koreksi atas pengeluaran belanja (penerimaan kembali belanja),

yang terjadi pada periode pengeluaran belanja dibukukan sebagai

pengurang belanja. Apabila diterima pada periode berikutnya

dibukukan sebagai menambah ekuitas dana lancar (menambah

pendapatan lainnya).

55
CALK 2014

11) Belanja diukur dengan menggunakan mata uang rupiah pada saat

terjadi pengeluaran kas. Belanja yang diukur dengan mata uang

asing harus dikonversikan ke dalam mata uang rupiah berdasarkan

kurs tengah Bank Indonesia pada saat terjadinya belanja.

4.4.4. Kebijakan Akuntansi Aset

1) Kebijakan Akuntansi Aset bertujuan mengatur perlakuan akuntansi

asset meliputi definisi, pengakuan, pengukuran/ penilaian dan

pengungkapan asset.

2) Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki

oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai akibat peristiwa masa lalu

dan dari mana manfaat ekonomi/sosial dimasa depan diharapkan

dapat diperoleh, baik oleh pemerintah kota Bandung maupun

masyarakat serta dapat diukur dalam satuan uang. Dalam

pengertian ini yang dimaksud asset Pemerintah Kota Bandung tidak

mencakup hutan alam, kekayaan dalam laut, maupun kandungan

tambang yang belum diolah oleh Pemerintah Kota Bandung.

3) Aset disini mencakup juga aset-aset yang dikuasai Pemerintah

Kota Bandung namun belum didukung dengan bukti kepemilikan

56
CALK 2014

formal yang sah, termasuk sumber-sumber daya yang dipelihara

karena alasan sejarah dan budaya. Tujuannya untuk menjaga

kelengkapan, keamanan, dan kelestarian asset, agar semua asset

terdaftar dan terawasi.

4) Aset bersejarah tidak harus diungkap dalam neraca namun asset

tersebut harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan

Keuangan, nilai perolehan ataupun nilai wajar tidak harus

diungkapkan, namun biaya rekonstruksi, pemeliharaan harus

dibebankan sebagai belanja tahun terjadinya pengeluaran.

5) Suatu asset dapat diakui dan dicatat dalam akuntansi kala asset

tersebut mempunyai manfaat ekonomi masa depan dan

mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

6) Semua asset yang tercatat dalam neraca harus diukur nilainya

dengan satuan uang rupiah, jika terdapat asset yang diperoleh

dengan mata uang asing harus dikonversikan kedalam mata uang

rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia.

7) Untuk pertanggungjawaban, asset dinilai dengan menggunakan

biaya perolehan, dimana jika biaya perolehan tidak diketahui

digunakan penaksiran atau nilai wajar atas biaya perolehan asset

57
CALK 2014

yang bersangkutan sesuai dengan Standar Akuntansi

Pemerintahan.

8) Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang

dibayarkan atau nilai wajar yang diberikan untuk memperoleh suatu

asset pada saat perolehan atau suatu konstruksi mencerminkan

seluruh biaya yang dikeluarkan samapai dengan asset tersebut

dalam kondisi dan tempat siap untuk dipergunakan.

9) Aset tidak dicatat dan tidak diakui jika pengeluaran telah terjadi dan

manfaat ekonominya dipandang tidak mungkin diperoleh

Pemerintah Kota Bandung setelah periode akuntansi berjalan.

10) Aset diakui pada saat timbulnya, diterimakan atau diserahkan hak

kepemilikannya dan/atau pada saat penguasaannya berpindah.

11) Aset dicatat sebesar pengeluaran kas atau sebesar nilai wajar dari

imbalan yang diberikan untuk memperoleh asset tersebut.

Pengakuan asset dalam akuntansi terjadi bersamaan dengan

perolehan asset yang bersangkutan.

12) Aset diklasifikasikan berdasarkan kesamaan dalam sifat atau

fungsinya dalam aktifitas operasi Pemerintah Kota Bandung.

58
CALK 2014

BAGIAN V

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran sampai dengan tanggal 31

Desember 2013, diketahui realisasi pendapatan tidak ada karena Badan

Kepegawaian Daerah bukan merupakan SKPD Penghasil sehingga tidak terdapat

target maupun realisasi pendapatan.

Neraca Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung menyajikan informasi

mengenai posisi aktiva, kewajiban dan ekuitas dana per 31 Desember 2013, Neraca

Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung per 31 Desember 2013 ditutup dengan

jumlah akhir sebesar Rp. 11.773.953.025,00 atau naik, 95,96% dibandingkan

dengan posisi per 31 Desember 2012 sebesar Rp. 11.297.846.603,00. Nilai Aset

sebesar Rp. 11.773.953.025,00 tersebut, terdiri aset lancar Rp. 115.944.725,00,

asset tetap Rp. 11.648.053.300,00 dan asset lainnya Rp. 9.955.000,00 sedangkan

nilai kewajiban dan ekuitas dana sebesar Rp. 11.773.953.025,00 terdiri dari

kewajiban jangka pendek sebesar Rp. 39.930.000,00. Ekuitas Dana Lancar sebesar

Rp. 76.014.725,00 dan Ekuitas dana investasi sebesar Rp. 11.658.008.300,00.

59
CALK 2014

Rincian dan Penjelasan Masing-Masing Pos Laporan Keuangan

5.1. Pendapatan

Realisasi pendapatan tidak ada karena Badan Kepegawaian Daerah

bukan merupakan SKPD Penghasil sehingga tidak terdapat target maupun

realisasi pendapatan.

5.2. Belanja

Struktur Belanja dalam APBD Kota Bandung Tahun 2013 pada Badan

Kepegawaian Daerah Kota Bandung sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri

Nomor 13 Tahun 2006, Belanja Daerah terdiri dari dua bagian yaitu Belanja

Tidak Langsung dan Belanja Langsung.

Realisasi Belanja periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2013

adalah sebesar Rp. 21.106.432.517,00 atau mencapai 94,25% dari anggaran

tahun 2013, terdiri dari :

60
CALK 2014

URAIAN APBD REALISASI

BELANJA 22.393.657.935,45 21.106.432.517,00

a. Belanja Tidak Langsung 7.081.160.820,45 6.455.888.396,00

- Belanja Pegawai 7.081.160.820,45 6.455.888.396,00

b. Belanja Langsung 15.312.497.115,00 14.650.544.121,00

- Belanja Pegawai 4.966.557.115,00 4.729.232.000,00

- Belanja Barang dan Jasa 9.782.385.000,00 9.439.998.321,00

- Belanja Modal 563.555.000,00 481.313.800,00

5.3. Pembiayaan

Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung merupakan SKPD yang

hanya mempunyai anggaran Belanja, khusus untuk pembiayaan ada di

SKPKD.

61
CALK 2014

5.4. A s e t

31 Desember 2013 31 Desember 2012

5.4.1 Kas di Bendahara 0,00 0,00

Penerimaan

Nilai saldo kas di Bendahara Penerimaan per 31 Desember 2013 sebesar Rp.

0,00 dan nilai saldo per 31 Desember 2012 adalah Rp. 0,00.

5.4.2 Kas di Bendahara 0,00 0,00

Pengeluaran

Nilai saldo kas di Bendahara Pengeluaran per 31 Desember 2013, adalah

sebesar Rp. 0,00 yang terdiri dari :

- Bunga Bank Rp. 0,00

- UYHD Rp. 0,00

Jumlah Rp. 0,00

62
CALK 2014

Nilai saldo Kas per 31 Desember 2013 tersebut telah sesuai dengan Berita

Acara Opname Kas dan Register Penutupan Kas tanggal 31 Desember 2013

saldo kas tahun 2013 disetorkan ke Kas Daerah pada tanggal 20 bulan

Desember 2013. Sedangkan saldo kas tahun 2012 telah disetorkan ke Kas

Daerah tahun 2012.

5.4.3 Piutang Retribusi 0,00 0,00

Piutang Retribusi per 31 Desember 2013 adalah Rp. 0,00 dan nilai saldo per

31 Desember 2013 adalah sebesar Rp. 0,00.

5.4.4 Persediaan 115.944.725,00 121.152.103,00

Saldo persediaan per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 115.944.725,00 dan

saldo persediaan per 31 Desember 2012 sebesar Rp 121.152.103,00. Saldo

persediaan per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 115.944.725,00 terdiri dari :

- Persediaan Habis Pakai Rp. 115.944.725,00

- Persediaan Tak Habis Pakai Rp. 0,00

Jumlah Rp. 115.944.725,00

63
CALK 2014

Saldo per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 115.944.725,00. Telah sesuai

dengan Berita Acara Opname Persediaan tanggal 31 Desember 2013.

PERSEDIAAN

Saldo Akhir tahun 2012 Persediaan Rp. 121.152.103,00

Penambahan selama tahun 2013 Rp. 1.111.829.930,00

Jumlah Rp. 1.232.982.033,00

Dikeluarkan selama tahun 2013 Rp. 1.117.037.308,00

Saldo akhir per 31 Desember 2013 Rp 115.944.725,00

Perincian lihat lampiran Berita Acara Opname Persediaan

5.4.5 Aset Tetap 11.648.053.300,00 11.166.739.500,00

Saldo Aset Tetap per 31 Desember 2013 sebesar Rp.

11.648.053.300,00 dan Saldo Aset Tetap, per 31 Desember 2012

sebesar Rp. 11.166.739.500,00. Adapun Saldo Aset Tetap per 31

Desember 2013 sebesar Rp. 11.648.053.300,00 berasal dari :

64
CALK 2014

Saldo Aset Tetap per 31 Desember 2013 terdiri dari :

1. Tanah Rp. 6.600.000.000,00

2. Gedung Rp. 0,00

3. Peralatan dan Mesin Rp. 4.967.864.600,00

4. Aset Tetap Lainnya Rp 80.188.700,0

5.4.5 Aset Lainnya 9.955.000,00 9.955.000,00

Saldo Aset Lainnya per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 9.955.000,00

dan Saldo Aset Lainnya per 31 Desember 2012 sebesar Rp.

9.955.000,00. Adapun Saldo Aset Tetap per 31 Desember 2013

sebesar Rp. 9.955.000,00 berasal dari :

- Aset Tidak Berwujud Rp. 9.790.000,00

- Aset Rusak Berat/

Proses Penghapusan Rp. 165.000,00

65
CALK 2014

5.5. Kewajiban

31 Desember 2013 31 Desember 2012

5.5.1 Uang Muka dari BUD 0,00 0,00

Saldo Uang Muka (UP) dari BUD per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 0,00,

karena seluruh penerimaan uang dari BUD setelah dikurangi belanja kegiatan

sisanya telah diserahkan ke KASDA pada tanggal 20 Desember 2013.

5.5.2 Utang Pajak 4.356.000,00 0,00

Berdasarkan hasil audit BPK akibat dari adanya Belanja Langsung Pihak

Ketiga sebesar Rp. 39.930.000,00 yang tidak cair maka BKD memiliki Utang

pajak sebesar Rp. 4.356.000,00; yang terdiri dari PPh 22 Rp. 726.000,00 dan

PPN Rp. 3.630.000,00.

66
CALK 2014

5.5.3 Utang Jangka Pendek 35.574.000,00 0,00

Lainnya

BKD per 31 Desember 2013 memiliki Utang Jangka pendek lainnya sebesar

Rp. 39.930.000,00 dari Belanja Jasa Konsultan Kegiatan Penyusunan

Rencana Pembinaan Karier PNS (33.01) akibat dari akan dicairkan setelah

penetapan perwal perubahan mendahului perda APBD 2014, SP2D sudah

ada tapi di BJB belum ada datanya karena overload data.

5.5.2 Pendapatan Yang 0,00 0,00

Ditangguhkan

Saldo Pendapatan yang ditangguhkan per 31 Desember 2013

sebesar Rp. 0,00., Disebabkan BKD tidak mempunyai rekening pendapatan

yang ditangguhkan karena bukan unit kerja penghasil.

67
CALK 2014

5.6. Ekuitas Dana

31 Desember 2013 31 Desember 2012

5.6.1 SILPA / (SIKDA) 0,00 0,00

Saldo SILPA/ SIKDA per 31 Desember 2013 sebesar Rp.0,00.

Merupakan realisasi belanja selama tahun 2013.

5.6.2 Cadangan Piutang 0,00 0,00

Cadangan Piutang per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 0,00 dan

Cadangan Piutang tahun 2012 sebesar Rp. 0,00.

5.6.3 Cadangan Persediaan 115.944.725,00 121.152.103,00

Saldo Cadangan persediaan per 31 Desember 2013 sebesar Rp

115.944.725,00 merupakan saldo persediaan berdasarkan opname

persediaan per 31 Desember 2013 dengan rincian sebagai berikut :

68
CALK 2014

- Persediaan Habis Pakai Rp. 115.944.725,00

- Persediaan Tak Habis Pakai Rp. 0,00

Jumlah Rp. 115.944.725,00

5.6.4 Ekuitas dana diinvestasikan 11.658.008.300,00 11.176.694.500,00

dalam Aset Tetap

Saldo Ekuitas dana diinvestasikan dalam asset tetap per 31

Desember 2013 sebesar Rp. 11.658.008.300,00 dan saldo per 31

Desember 2012 sebesar Rp. 11.176.694.500,00. Adapun Saldo Aset

Tetap per 31 Desember 2013 sebesar Rp. 11.658.008.300,00.

69
CALK 2014

Tambahan untuk CALK pada BKD Kota Bandung :

Penerimaan pada BKD :

Jumlah Penerimaan SP2D UP/GU Rp. 9.066.483.633,00

Jumlah Penerimaan SP2D LS Rp. 12.610.648.884,00

Jumlah Penerimaan Pajak Rp. 648.586.625,00

Jumlah Total Penerimaan Rp. 22.325.719.142,00

Pengeluaran pada BKD :

Jumlah Pengeluaran UP/ GU Rp. 8.318.292.458,00

Jumlah Pengeluaran SP2D LS Rp. 12.610.648.884,00

Jumlah Pengeluaran Pajak Rp. 648.586.625,00

Jumlah Total Pengeluaran Rp. 21.557.527.967,00

Terdapat selisih sebesar Rp. 748.191.175,00 yang terdiri dari

Rp. 570.000.000,00 merupakan UP/ GU Nihil

Rp. 178.191.175,00 merupakan saldo kas yang dikembalikan ke

KASDA (Rp. 177.491.175,00 dan Rp.

700.000,00)

70
CALK 2014

BAGIAN VI

PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON


KEUANGAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA
BANDUNG

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi

Perangkat Daerah membawa dampak terhadap perubahan Struktur Organisasi pada

Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung yaitu dengan lahirnya Peraturan Daerah

Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan

Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kota Bandung sebagaimana telah diubah

dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2009

6.1. Struktur Organisasi dan Pejabat Struktural pada Badan Kepegawaian

Daerah

Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah adalah pengembangan

dari Kantor Diklat Kota Bandung dan Bagian Kepegawaian Setda Kota

Bandung yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor

12 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis

Daerah Kota Bandung sejak tanggal 1 Januari 2008.

71
CALK 2014

Salah satu konsekuensi logis dari posisi serta kondisi tersebut, maka

Badan Kepegawaian Daerah harus mampu meningkatkan kualitas kinerja

khususnya dalam memberikan pelayanan baik dalam kerangka perwujudan

kesejahteraan pegawai maupun strategi untuk menghadapi era persaingan

global. Kinerja pelayanan yang baik pada akhirnya akan menjadi faktor

pendukung terhadap pertumbuhan serta perkembangan pegawai Kota Bandung.

Susunan organisasi Badan Kepegawaian Daerah berdasarkan Peraturan

Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan

Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kota Bandung sebagaimana telah

diubah dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2009, yang

terdiri atas :

1. Kepala Badan

2. Sekretariat, membawahi :

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

b. Sub Bagian Keuangan dan Program.

3. Bidang Perencanaan dan Kesejahteraan Pegawai, membawahi :

a. Sub Bidang Perencanaan Kepegawaian dan Informasi Data;

b. Sub Bidang Kesejahteraan Pegawai

72
CALK 2014

4. Bidang Pengembangan Karier Pegawai, membawahi :

a. Sub Bidang Analisa Pengembangan Karier

b. Sub Bidang Analisa Kompetensi dan Penempatan

5. Bidang Mutasi Kepegawaian, membawahi :

a. Sub Bidang Mutasi Pegawai Fungsional;

b. Sub Bidang Mutasi Pegawai Struktural dan Non Struktural.

6. Bidang Pendidikan dan Pelatihan, membawahi :

a. Sub Bidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan;

b. Sub Bidang Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan

Bagan Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung

(berdasarkan Perda No. 12 tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan

Perda No. 12 Tahun 2009) adalah sebagai berikut :

Bagan Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung

(berdasarkan Perda No. 12 tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan

Perda No. 12 Tahun 2009) adalah sebagai berikut :

73
CALK 2014

KEPALA BADAN

SEKRETARIS

Jabatan Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian


Fungsional Umum & Kepegawaian Keuangan & Program

Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang


Perencanaan & Pengembangan Pendidikan &
Kesejahteraan Karier Mutasi
Pelatihan
Pegawai Kepegawaian
Pegawai

Kepala Sub Bidang Kepala Sub Bidang Kepala Sub Bidang Kepala Sub Bidang
Perencanaan Analisa Mutasi Pegawai Perencanaan Diklat
Kepegawaian & Pengembangan Fungsional
Informasi Data Karier

Kepala Sub Bidang Kepala Sub Bidang Kepala Sub Bidang Kepala Sub Bidang
Kesejahteraan Analisa Kompetensi Mutasi Pegawai Pelaksanaan Diklat
Pegawai & Penempatan Struktural & Non
Struktural

74
CALK 2014

6.2. Keadaan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Badan Kepegawaian Daerah Kota

Bandung, keadaan sampai dengan Bulan Desember 2013 sebanyak : 95 orang

pegawai negeri sipil, dengan tingkat pendidikan beragam, mulai dari tingkat SD

sampai tingkat S-3, data lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.1.

Kondisi Jumlah PNS BKD Kota Bandung Tahun 2013

Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Jumlah
No Pendidikan %
(Org)

1 SD 1 01,05

2 SLTP 1 01,05

3 SLTA 33 34,73

75
CALK 2014

Jumlah
No Pendidikan %
(Org)

4 D-2 1 01,05

5 D-3 3 03,15

7 D-4 1 01,05

8 S-1 34 35,78

9 S-2 20 21,05

10 S-3 1 01,05

JUMLAH 95 100

Apabila dilihat berdasarkan golongannya, 64,21 % atau 61 orang pegawai

BKD Kota Bandung adalah golongan III, sisanya merupakan golongan IV (11 orang

atau 11,57%) dan golongan II (22 orang atau 23,15%). Data lengkapnya dapat

dilihat pada tabel berikut:

76
CALK 2014

Data Jumlah PNS BKD Kota Bandung Tahun 2013

Berdasarkan Golongan

NO GOL. RUANG JUMLAH TOTAL

1. I/a 0 0

2. II/a 4

3. II/b 11
22
4. II/c 3

5. II/d 4

6. III/a 12

7. III/b 36
62
8. III/c 7

9. III/d 7

10. IV/a 5

11. IV/b 3
11
12. IV/c 3

13. IV/d 0

JUMLAH 95 95

77
CALK 2014

Pegawai BKD Kota Bandung yang telah memperoleh jabatan berdasarkan

esselonnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Data Jumlah Pegawai BKD Kota Bandung Tahun 2013

yang memiliki Esselon

No Tingkat Esselon Jumlah

1 II.a 0

2 II.b 1

3 III.a 1

4 III.b 4

5 IV.a 10

JUMLAH 16

78
CALK 2014

BAB VII

PENUTUP

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) yang merupakan salah satu

bagian dari Laporan Keuangan APBD Kota Bandung tahun 2013 disusun dengan

mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan

Keuangan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) serta Peraturan Walikota Bandung Nomor

835 Tahun 2010 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kota Bandung.

Namun demikian, Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) ini tetap

disusun dengan mengungkapkan beberapa penjelasan terhadap Laporan Keuangan

secara keseluruhan sehingga diharapkan dapat dengan mudah dibaca dan dipahami

oleh pembaca secara luas, tidak terbatas hanya untuk pembaca tertentu ataupun

hanya manajemen entitas pelaporan. Semoga dengan tersusunnya Catatan Atas

Laporan Keuangan (CALK) ini dapat memberikan penjelasan dan informasi yang

79
CALK 2014

berguna sebagai media pertanggungjawaban serta sebagai upaya untuk lebih

meningkatkan kinerja keuangan Lingkup Pemerintah Kota Bandung.

Demikian Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) ini dibuat kembali

didasarkan atas hasil audit dari BPK- RI pada Pemerintah Kota Bandung dengan

LKPD No. 44.A/LHP/XVIII.BDG/05/2014 tanggal 26 Mei 2014 tentang Laporan Hasil

Pemeriksaan BPK-RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bandung Tahun

Anggaran 2013.

Bandung, 10 Juni 2014


KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH
KOTA BANDUNG,

Dr. Hj. EVI S. SHALEHA, M.Pd.


Pembina Utama Muda
NIP. 19581228 197804 2 002

80