Anda di halaman 1dari 21

SOAL ARSIP BLOK CAIRAN 2012

1. Molaritas dari 0,9 N H2SO4 adalah :


A. 1,8 M D. 0,2 M
B. 0,45 M E. 0,1 M
C. 0,3 M

2. Pada reaksi keseimbangan berikut, bila ke dalam system kesetimbangan ditambahkan


Ag+ maka kesetimbangan akan: AgCl Ag+ + Cl-
A. Bergeser ke kanan D. makin besar
B. Bergeser ke kiri E. makin kecil
C. Tetap

3. Pada kesetimbangan donnan dalam darah berlaku :


A. G=0 D. G>0
- -
B. [Cl ]sel = [HCO3 ] plasma E. G0
C. [Cl-]sel = [HCO3-] sel

4. Diantara kation berikut yang paling mudah mengendapkan suatu sol liofob adalah:
A. K+ B. Na+ C. Li+ D. Ca+2 E. Mg+2

5. Berikut ini adalah sifat sol liofil :


A. Mengalami gerak brown
B. Bersifat tidak stabil sehingga sulit diendapkan
C. Mempunyai sifat suka pada fasa terdispersinya
D. Tidak mempunyai efek tyndal
E. Didalam air tidak dapat menghantarkan arus listrik

6. Berikut adalah cara penentuan konsentrasi berdasarkan perbandingan berat/massa solute


dan berat/massa pelarut/larutan :
A. ppm D. molar
B. Molalitas E. % b/v
C. Normalitas

7. Seorang anak berumur 3 tahun, dibawa ke UGD RS karena mengalami mencret-mencret


sejak 2 hari yang lalu, sehari lebih dari 10 kali. Sebelum dibawa ke RS anak tersebut
telah diberi larutan gula garam. Di RS pasien segera diberi cairan infus berupa cairan
kristaloid (elektrolit). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan : kadar Na 130 mEq/l,
kadar K 2 mEq/lt dan Cl 95 mEq/lt. berapa molaritas dari Na? (Ar Na= 23)
A. 0,013 M D. 1,3 M
B. 0,026 M E. 2,6 M
C. 0,13 M

8. Jika konsentrasi ion Mg+2 didalam cairan ekstraseluler adalah 5 mili eqivalen/L, berapa
milligram ion Mg+2 terdapat dalam 100ml cairan ekstraseluler? (Ar Mg= 24)

1 {Arsip Cairan 2012 FKB}


A. 0,012 mg D. 1,2 mg
B. 0,024 mg E. 12 mg
C. 0,12 mg

9. Bila kedalam air ditambahkan suatu solute, maka akan terjadi:


A. Kenaikan tekanan uap larutan D. penurunan tekanan osmosa
B. Kenaikan titik beku larutan E. ketonusan
C. Kenaikan titik didih larutan

10. Molalitas dari CaCl2 20% b/b (Mr CaCl2 = 111) adalah :
A. 5,83 m B. 3,86 m C. 2,57 m D. 2,63 m E. 1,59 m

11. Ion bikarbonat (HCO3-) merupakan salah satu komponen darah yang penting menjaga
keseimbangan asam basa dalam darah. Keseimbangan tersebut dapat digambarkan dalam
persamaan reaksi : HCO3- + H+ H2CO3 H2O + CO2
A. Jumlah ion H+ akan bertambah
B. Jumlah H2CO3 yang terion akan bertambah
C. Jumlah H2O yang terbentuk akan berkurang
D. Jumlah H2CO3 yang terbentuk akan berkurang
E. Jumlah H2O dan CO2 yang terbentuk akan bertambah

12. Quotion reaksi (Qc) dapat digunakan untuk mengetahui arah reaksi yang sedang
berlangsung. Kapankah suatu reaksi dikatakan berada dalam suatu kesetimbangan?
A. Qc < Kc D. Qc < Kp
B. Qc > Kc E. Qc > Kp
C. Qc = Kc

13. Dalam sintesa ammonia : N2(g) + 3 H2(g) 2 NH3(g) H = -92,2 kJ


A. Suhu diperkecil
B. Tekanan diperkecil
C. Volume diperbesar
D. Konsentrasi H2 diperkecil
E. Konsentrasi N2 diperkecil

14. Diantara pertanyaan berikut ini, manakah yang merupakan definisi dari asam?
A. Merupakan aseptor proton
B. Merupakan donor pasangan electron
C. Merupakan zat yang menghasilkan ion H+ dalam larutan
D. Merupakan zay yang menghasilkan OH- dalam larutan
E. Merupakan zat yang dapat memperbesar pH suatu larutan
15. Konsentrasi ion H3O+ suatu sampel air hujan ternyata adalah 1,0 x 10 -5 M. berdasarkan
data tersebut, maka bisa didapatkan bahwa sempel air hujan tersebut:
A. Bersifat netral
B. Bersifat normal
C. Mempunyai pH > 7
D. Mengubah lakmus merah menjadi biru

2 {Arsip Cairan 2012 FKB}


E. Mengubah lakmus biru menjadi merah

16. Kapasitas buffer sangat ditentukan oleh nilai pKa dan juga perbandingan konsentrasi
asam dan basa dalam larutan buffer tersebut. Berdasarkan nilai pKa dari asam lemah
yang terdapat dalam buffer, kapankah kapasitas buffer akan maksimum?
A. Bila pKa < pH buffer
B. Bila pKa = pH buffer
C. Bila pKa > pH buffer
D. Bila pKa < pOH buffer
E. Bila pKa = pOH buffer

17. Reakssi metabolism di dalam tubuh menghasilkan produksi asam. Rata- rata sel tubuh
memproduksi sekitar 10-20 mol asam setiap harinya. Asam-asam ini harus dinetralkan
dalam tubuh agar pH darah tidak berubah. Salah satunya dengan adanya system buffer
dalam tubuh. Diantara buffer berikut, manakah yang bertindak sebagai pertahanan
pertama dalam mempertahankan pHdidalam darah?
A. Buffer fosfat
B. Buffer format
C. Buffer protein
D. Buffer bikarbonat
E. Buffer hemoglobin

18. Protein juga dapat berperan sebagai buffer, dimana protein mempunyai gugus fungsi yang
dapat bertindak sebagai asam atau basa. Bila protein bertindak sebagai asam, maka gugus
fungsi apakah yang akan menetralisir kelebihan asam?
A. Amina (-NH2)
B. Karbonil (-CO-)
C. Aldehida (-CHO)
D. Metoksil (-OCH3)
E. Asam karboksilat (-COOH)

19. Bila dalam sampel cairan lambung seorang pasien, ditemukan asam klorida dengan
konsentrasi 0,001 M. berapakah pH lambung pasien tersebut?
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

20. Buffer fosfat berperan penting dalam mempertahankan perubahan pH di dalam sel.
Diantara molekul berikut ini manakah yang merupakan komponen buffer fosfat tersebut?
A. H3O+ dan H2O
B. NaCl dan NaOH+
C. Na2HPO4 dan Na3PO4
D. H3PO4 dan NaH2PO42-
E. NaH2PO4 dan NaH2PO4

3 {Arsip Cairan 2012 FKB}


21. Konsentrasi larutan dapat diketahui melalui metode asidimetri. Dalam melakukan titrasi,
kapankah titrasi harus dihentikan?
A. Saat terjadinya endapan
B. Saat terbentuknya koloid
C. Saat tercapainya titik ekivalen
D. Saat semua warna larutan hilang
E. Saat tercapainya tittik akhir dari titrasi

22. Kapasitas buffer terhadapa asam atau basa dapat diketahui melalui perbandingan
konsentrasi asam dan basa konjugasi yang terdapat dalam buffer tersebut. Bila
perbandingan konsentrasi basa : asam pada larutan buffer adalah 10:1, manakah
pernyataan berikut ini yang paling benar?
A. pH buffer = pKa
B. pH buffer < pKa
C. pH buffer > pKw
D. buffer tidak tahan terhadap asam dan basa
E. buffer lebih tahan terhadap basa daripada asam

23. seorang lelaki (40 tahun), buruh angkut di pelabuhan terpaksa di bawa UGD sebuah RS
akibat kelelahan pernafasan seusai memikul bean berat. Hasil dari pemeriksaan dokter
didapatkan hasil bahwa pH darah 7,08 [HCO3] = 10 mEq/L dan PCO2 = 35 mmHg serta
anion gap 14 mEq/L. ramalkan apakah yang terjadi terhadap kondisi pasien tadi.
A. Alkalosis metabolic disertai alkalosis respiratorik dengan anion gap normal
B. Alkalosis metabolic disertai asidosis respiratorik dengan anion gap normal
C. Asidosis metabolic disertai asidosis respiratorik dengan anion gap normal
D. Asidosis metabolic disertai alkalosis respiratorik dengan anion gap normal
E. Alkalosis metabolic disertai dengan anion gap normal

24. Identifikasi yang jelas terlihat pada kasus kelainan keseimbangan asidosis respiratorik
dari keadaan normal adalah :
A. pH turun PCO2 naik HCO3 naik
B. pH turun PCO2 turun HCO3 turun
C. pH naik PCO2 naik HCO3 naik
D. pH naik PCO2 turun HCO3 turun
E. pH turun PCO2 turun HCO3 tetap

25. seorang pria (50 tahun) yang sering mabuk mabukan terpaksa dilarikan ke RS karena
pernafasan cepat. Hasil pemeriksaan tekanan darah 90:60 mmHg dengan analisis klinis
darah sebagai berikut : Na (142 mEq/L), K (3,4 mEq/L), Cl (100 mEq/L), HCO3 (12
mEq/L), glukosa (180 mEq/L), serta gas darah arteri : pH = 7,28 , PCO2 = 26 mmHg,
dan HCO3 = 12 mEq/L. jika osmolalitas terukur pasien ini adalah 360 mOsm/L, maka
Gap osmolal yang diperoleh adalah
A. 304 mOsm/L
B. 56 mOsm/L
C. 664 mOsm/L

4 {Arsip Cairan 2012 FKB}


D. 20 mOsm/L
E. 360 mOsm/L

26. pada pasien yang mengalami gangguan alkalosis respiratorik akan dapat didentifikasi
sebagai berikut :
A. [HCO3] meningkat 1 mEq/L untuk setiap peningkatan PCO2 sebesar 10mmHg
B. [HCO3] meningkat 3,5 mEq/L untuk setiap peningkatan PCO2 sebesar 10 mmHg
C. [HCO3] meningkat 1 mEq/L untuk setiap penurunan PCO2 sebesar 10 mmHg
D. [HCO3] menurunan 1 mEq/L untuk setiap peningkatan PCO2 sebesar 10 mmHg
E. [HCO3] menurunan 2 mEq/L untuk setiap penurunan PCO2 sebesar 10 mmHg

27. dua organ penting yang mengatur kesetimbangan asam basa adalah paru dan ginjal.
Dalam keadaan normal, paru-paru mengekskresi CO2 yang dihasilkan sel sementara
ginjal mengabsorbsi atau membentuk bikarbonat melalui ekskresi asam. Pengaruh CO2
dan HCO3 terhadap pH dapat dinyatakan sebagai
A. konsentrasi ion H+ sebanding dengan pCO2
B. konsentrasi ion H+ berbanding terbalik dengan pCO2
C. konsentrasi ion H+ sebanding dengan HCO3
D. konsentrasi ion H+ sama dengan pCO2 dan HCO3
E. konsentrasi ion H+ tidak dapat ditentukan menurut pCO2 dan HCO3

28. keberadaan ion natrium di dalam cairan tubuh berfungsi sebagai berikut
A. mengatur pergerakan pompa natrium kalium (Na/K)
B. menjaga volume darah
C. mendukung transmisi syaraf
D. mengatur konstriksi otot
E. semua benar

29. rekasi kesetimbangan bikarbonat dan ammonia di dalam hati akan menghasilkan :
A. CO2
B. Protein
C. Air
D. Urea
E. Asam

30. mikro mineral yang berperan sebagai koenzim pada glutation peroksidase dan diperlukan
kurang dari 100 mg/hari ditemukan pada:
A. kalium
B. natrium
C. klorida
D. selenium

31. Seorang pasien (28 tahun) berkunjung ke RS dengan keluhan mengalami dehidrasi. Hasil
pemeriksaan analisis laboratorium menunjukan kadar Na pada serum darahnya 124
mEq/L. hal yang perlu dilakukan terhadap pasien ini adalah:
A. Menghitung defisit ion Na dan memberikan infus NaCl hipertonik

5 {Arsip Cairan 2012 FKB}


B. Menghentikan cairan yang terus keluar
C. Memberikan obat golongan diuretika
D. Pernyataan A,B dan C benar
E. Hanya pernyataan B dan C yang benar

32. Tujuan penambahan glukosa pada garam oralit dimaksudkan untuk


A. Menggantikan nutrisi yang hilang
B. Menambahkan osmolalitas cairan
C. Meningkatkan penyerapan ion Na dan air
D. Mempercepat penyembuhan luka
E. Menambah aktivitas transporter glut-4

33. Jika eritrosit dimasukan kedalam larutan yang hipertonik dari isi selnya, maka dapat
terjadi proses
A. Osmosis
B. Difusi
C. Tegangan antar muka
D. Hemolysis
E. Plasmolysis

34. Proses dehidrasi protein serum akibat kompetisi protein dari natrium sulfat di dalam air
disebut
A. Salting in
B. Salting out
C. Zwitter ion
D. Larutan jenuh
E. Hidrolisis
35. Bercampurnya molekul molekul dalam cairan secara bebas dan acak dalam sel membrane
disebut
A. Osmosis
B. Konveksi
C. Difusi
D. Konduksi
E. Absorbsi

36. Dibawah ini yang bukan merupakan factor-faktor yang mempengaruhi difusi adalah
A. Permeabilitas kapiler
B. Konsentrasi larutan
C. Temperature cairan
D. Potensial/ muatan listrik
E. Tekanan hidrostatik

37. Pada zat cair viskositas disebabkan karena adanya


A. Gaya adhesi
B. Gaya kohesi
C. Gaya hidrostatik

6 {Arsip Cairan 2012 FKB}


D. Gaya gravitasi
E. Tumbukan antar partikel

38. Mekanisme pergerakan cairan seperti pompa jantung disebut sebagai


A. Tekanan osmotic
B. Tekanan hidrostatik
C. Solven drag
D. Bulk flow
E. Transport aktif

39. Komposisi ion yang terbanyak pada kompartemen cairan tubuh di otot rangka adalah
A. Na+
B. Cl-
C. K+
D. HCO3-
E. PO43-

40. Dibawah ini yang merupakan satuan dari tekanan hidrostatik yang biasa digunakan di
klinis adalah
A. Barometer (Bar)
B. Atmosfer (Atm)
C. Pascal (Pa)
D. mm air raksa (mmHg)
E. Pascal, detik (Pa.s)
41. Pada seorang wanita berusia 17 tahun yang mengalami diare sedang, dapat menimbulkan
A. Volume cairan ECF meningkat
B. Osmolaritas ECF menigkat
C. Volume cairan ICF tidak berubah
D. Dapat menyebabkan hyperkalemia
E. Sekresi hormone ADH menurun

42. Seseorang yang senang dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar garam
tinggi, dapat menimbulkan
A. Penurunan osmolaritas cairan ekstraseluler
B. Peningkatan cairan intraseluler
C. Volume cairan intraseluler menurun
D. Sekresi renin meningkat
E. Tekanan darah menurun

43. Seorang perempuan berusia 20 tahun di diagnose menderita penyakit insufficiency


adrenal. Maka didalam tubuhnya
A. Terjadi penigkatan ion natrium dalam tubuhnya
B. Cairan ekstraseluler osmolaritasnya meningkat
C. Air berdifusi kedalam intraseluler
D. Jumlah cairan ekstraseluler meningkat
E. Terjadi peningkatan ion Cl dalam tubuh

7 {Arsip Cairan 2012 FKB}


44. Pada seorang yang mengalami sekresi kelenjar keringat yang sangat berlebihan, maka
didalam tubuhnya
A. Cairan ekstraseluler meningkat
B. Air dari cairan intraseluler berpindah keluar sel
C. Osmolaritas cairan intraseluler menurun
D. Osmolaritas cairan intra dan ekstraseluler tetap seimbang
E. Sekresi aldosterone menurun

45. Pada seorang yang luka bakar perlu dilakukan monitoring yang rutin terhadap ion Ka
dalam tubuh, hal ini karena
A. Ion K digunakan untuk penyembuhan sel yang rusak
B. Ion K dapat merusak sel darah merah
C. Ion K dilepaskan oleh sel sel darah yang rusak
D. Ion K tidak penting untuk sel darah, tapi penting dalam keadaan stress
E. Ion K di sekresi dalam kelenjar keringat yang banyak

46. Masalah gangguan keseimbangan asam basa, elektrolit dan cairan paling sering timbul
pada anak anak. Hal ini disebabkan oleh
A. Ginjal pada anak masih inefisien
B. Kecepatan metabolism nya rendah
C. Insensible water loss rendah
D. Kecepatan pertukaran cairan yang rendah
E. Basal metabolism rate rendah
47. Elektrolit yang sebagian besar ditemukan didalam cairan intraseluler adalah :
a. Zat Besi b. Klorida c. Kalium d. Magnesium e. Kalsium

48. Konsentrasi mineral dibawah ini pada bayi baru lahir dibandingkan pada orang dewasa lebih
besar, adalah :
a. besi b. Natrium c. Klorida d. Magnesium e. bikarbonat

49. Atrial natriuretic peptide adalah hormone yang dibentuk dalam atrium jantung, efek dari
hormone tersebut adalah :
a. Meningkatkan kontraksi atrium
b. Mengaktifkan Rennin-Angiotensin mekanisme
c. Mencegah terjadinya perubahan pH karena asama organic
d. Menurunkan tekanan dan volume darah dengan menghambat natrium
e. Meningkatkan sekresi aldosterone

8 {Arsip Cairan 2012 FKB}


50. Hormon yang penting dalam pengaturan konsentrasi ion Natrium didalam cairan
ekstraseluler adalah :
a. Antidiuretik b. Eritropoetin c. Aldosteron d. Renin e. Adrenalin

51. Stimulus utama pelepasan hormone Atrial Natriuretic Peptide adalah :


a. Peningkatan kadar kalium di intraseluler
b. Peningkatan volume plasma darah
c. Hambatan pada baroreseptor
d. Perubahan osmolaritas plasma darah
e. Rangsangan pada osmoreseptor

52. Ketika konsentrasi kadar Natrium di ekstraseluler turun, maka terjadi :


a. Pelepasan ADH
b. Peningkatan rasa haus
c. Stimulasi osmoreseptor
d. Pelepasan hormone ANP
e. Peningkatan kadar Aldosterone

53. Jika cairan ekstraseluler banyak keluar tetapi elektrolit tertahan, maka:
a. Osmolaritas cairan ekstraseluler menurun
b. Terjadi homeostasis cairan
c. Cairan ekstraseluler dan intraseluler lebih pekat
d. Terjadi dehidrasi
e. Terjadi peningkatan volume cairan intraseluler

54. Pemberian albumin pada pasien DBD dimaksudkan untuk :


a. Menjaga osmolaritas cairan
b. Menjaga tekanan onkotik koloid plasma
c. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
d. Memelihara fungsi hati

9 {Arsip Cairan 2012 FKB}


e. Asupan energy dan kalori

Soal Skenario 1:
Seorang bayi 6 bulan dibawa ibunya dating ke dokter dengan keluhan badan lemah dan menyusu
kurang kuat. Suara tangisan juga lemah dan air mata sedikit. Beberapa hari sebelumnya bayi
tersebut menderita diare. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar Natrium 158
mEq/L (normal: 135-147 mEq/L), Kalium 4,1 mEq/L (normal: 3,5-5,5 mEq/L), dan Klorida 100
mEq/L (normal: 100-106 mEq/L). Setelah diberikan terapi dan kondisi membaik, pasien
diperbolehkan pulang.
55. Gejala klinis pada pasien tersebut terjadi karena:
a. Osmolaritas cairan ekstraseluler turun.
b. Jumlah cairan dalam keadaan homeostasis
c. Cairan intraseluler dan ekstraseluler menjadi lebih pekat
d. Cairan intraseluler pindah ke ekstraseluler dengan tekanan osmosis.
e. Adanya peningkatan volume cairan intraseluler

56. Mekanisme tubuh untuk mengkompensasi keadaan tersebut berupa :


a. Stimulasi baroreseptor meningkatkan sintesis ANP
b. Stimulasi osmoreseptor meningkatkan sintesis ADH
c. Pembentukan urin meningkat
d. Penghambatan system renin-angiotensin-aldosteron
e. Penghambatan rasa haus

57. Ny. S 57 tahun, masuk RS dengan keluhan sesak napas serta perut tambah membesar. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, hepar dan lien tak teraba. Pada
pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil antara lain kadar SGOT, SPGT dalam batas normal,
cairan peritoneal warna kuning muda, jernih serta jumlah sel 4/LPB (normal: 0-5/LPB). Pada
foto paru tidak ditemukan gambaran specific dan didapatkan fluid level pada paru kanan, hasil
EKG dalam batas normal, hasil USG abdomen ditemukan tumor padat pada ovarium kanan dan
gambaran cairan peritoneal. Kemungkinan cairan tersebut adalah :
a. Abses b. Transudat c. Eksudat d. Enzym e. Cairan tubuh biasa

10 {Arsip Cairan 2012 FKB}


58. A, usia 10 tahun dibawa ke Poliklinik YARSI dengan keluhan lutut kanan bengkak dan sakit
bila berjalan. Pada pemeriksaan didapatkan kesadaran baik, suhu 38,5oC lutut kanan bengkak,
merah, teraba panas, dan nyeri tekan, dokter melakukan aspirasi dengan indikasi utama :
a. Pemeriksaan mucin clott
b. Pemeriksaan viscositas
c. Pemeriksaan immunologi
d. Pemeriksaan mikroskopik
e. Pemeriksaan bakteriologik

59. Ny. A 78 th, dibawa ke RS dengan keluhan sakit pada lutut kiri sejak jatuh dikamar mandi 1
minggu yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan bengkak pada sendi kemerahan dan nyeri tekan.
Dilakukan aspirasi cairan sendi. Bagaimana hasil pemeriksaan laboratoriumnya? :
a. Cairan berwarna putih, viscositas rendah, kandungan sel 60% PMN
b. Cairan berwarna kuning, viscositas tinggi , kandungan sel 30% PMN
c. Cairan berwarna kuning, viscositas tinggi, kandungan sel 10% PMN
d. Cairan berwarna kehijauan, viscositas tinggi, kandungan sel 10% PMN
e. Cairan berwarna kuning keruh, viscositas rendah, kandungan sel 100% PMN

60. Seorang anak laki-laki usia 8 tahun dirawat di RS karena sesak, 2 tahun yang lalu anak
tersebut mendapat pengobatan TB paru, bosan minum obat sehingga menyebabkan
pengobatannya tidak adekuat. Dari foto rongent didapatkan perselubungan paru kanan disertai
pleural effusion. Oleh dokter dilakukan aspirasi. Pemeriksaan apakah yang terbaik pada cairan
tersebut untuk membantu menegakkan diagnosis?
a. Glukosa serum ratio
b. Kholesterol serum ratio
c. Urobilin serum ratio
d. Urobilinogen serum ratio
e. Protein serum ratio

61. Ny. U usia 80 th, dibawa ke PUSKESMAS dengan keluhan diare dari 10 kali dalam sehari
sejak 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kesadaran komposmentis lemah, TD 90/60
mmHg, nadi 110x/menit, pernapasan 34x/menit cepat dan dalam. Jumlah urin sedikit. Di
PUSKESMAS pasien langsung diinfus dan dirujuk ke RSUD. Dokter menyarankan dilakukan
pemeriksaan analisa gas darah. Dari manakah sampel untuk analisa gas darah ?

11 {Arsip Cairan 2012 FKB}


a. Aorta abdominalis
b. Vena brachialis
c. Vena cephalica
d. Arteri femoralis
e. Pembuluh kapiler

62. Sampel tersebut diambil di PUSKESMAS serta dikirim bersama pasien ke fasilitas
laboratorium RSUD dalam kemasan :
a. Plastik dibawa oleh keluarga pasien
b. Plastik dibawa oleh petugas PUSKESMAS
c. Termos panas
d. Termos es dengan suhu 4oC
e. Termos es dengan suhu dibawah 0oC

Kasus untuk soal no 63-64


Nn. B, 20 tahun, dibawa ke UGD dengan sesak nafas. Sehari sebelumnya ia terbang dari
Australia ke Jakarta. Pasien diketahui memiliki riwayat emboli paru. Pada pemeriksaan fisik
tampak gelisah, tidak terdapat kelainan otot dada atau fiksasi iga.
Kemudian dilakukan analisa gas darah dengan hasil: pH = 7.51 (N: 7.35-7.45); PCO 2 = 29
mmHg (N: 35-45); HCO3 = 25 mmol/l (N: 22-28); PCO2 = 93% (N>98)
63. Gangguan asam basa yang terjadi pada Nn. B adalah:
a. Asidosis metabolic
b. Asidosis respiratorik
c. Alkalosis metabolic
d. Alkalosis respiratorik
e. Asidosis metabolic dan Alkalosis respiratorik

64. Kompensasi yang dilakukan tubuh pada kondisi ini adalah :


a. Sistem respirasi akan menahan CO2
b. Sistem respirasi akan mengeluarkan CO2
c. Sistem buffer tubuh akan menahan HCO3

12 {Arsip Cairan 2012 FKB}


d. Sistem buffer tubuh akan mengeluarkan HCO3
e. Ginjal akan mengeluarkan urin asam

65. Ny. M 25 tahun, dengan usia kehamilan 4 minggu, mengalami mual dan muntah. Namun ia
tetap dapat makan dengan baik. Sejak 3 hari terakhir ia mengalami muntah hebat.
Gangguan asam basa apa yang mungkin terjadi pada Ny. M?
a. Asidosis metabolic
b. Asidosis respiratorik
c. Alkalosis metabolic
d. Alkalosis respiratorik
e. Asidosis metabolic dan Alkalosis respiratorik

Kasus untuk soal 66-67


Hasil pemeriksaan analisa gas darah Tn. A menunjukkan kondisi asidosis metabolic. Hasil
pemeriksaan elektrolit pada Tn. A adalah: Na = 138 mmol/L (N: 135-145); K = 4 mmol/L (N:
3.5-5); Cl = 100 mmol/L (N: 95-105); HCO3 = 10 mmol/L (N: 22-28)
66. Perhitungan anion gap pada Tn. A adalah: (Anion gap normal = 10-14 mEq/L)
a. Anion gap normal
b. Anion gap menurun
c. Anion gap meningkat
d. Anion gap normal terkompensasi
e. Anion gap normal tidak terkompensasi

67. Kondisi yang mungkin dialami oleh Tn. A dengan hasil seperti diatas adalah :
a. Penderita diabetes mellitus
b. Penderita renal tubular asidosis
c. Penderita penyakit paru obstriktif kronis
d. Mengalami kehilangan cairan akibat diare akut
e. Pemberian infus NaCl yang berlebihan (hiperkloremia)

68. Kondisi dan respon tubuh terhadap keadaan peningkatan tekanan CO2 (PCO2 ) adalah:
a. pH darah menjadi asam, respon cepat di paru hiperventilasi

13 {Arsip Cairan 2012 FKB}


b. pH darah menjadi asam, respon cepat di paru hipoventilasi
c. pH darah menjadi basa, respon cepat di paru hiperventilasi
d. pH darah menjadi basa, respon cepat di paru hipoventilasi
e. pH darah menjadi asam, respon lambat di ginjal mengeluarkan HCO3

69. Dalam pemberian cairan pada pasien dalam perawatan, selain cairan untuk resusitasi, yang
juga penting pada pasien anak adalah cairan maintenance. Untuk umur 24 bulan dengan Berat
Badan 14 kg per 24 jam, cairan rumatan (maintenance) yang akan diberikan adalah:
a. 1200 ml b. 1500 ml c. 1600 ml d. 1700 ml e. 1800 ml

70. Jenis cairan yang diberikan pada pasien untuk kebutuhan rumatan tersebut diatas akan
disesuaikan diagnosis pasien pada saat itu. Untuk pasien diare sebaiknya diberikan cairan
rumatan seperti dibawah ini:
a. Cairan D10%
b. Cairan RL 0,9%
c. Cairan NaCl 0.9%
d. Cairan KCl 0,25%
e. Cairan RL 0,25 %

71. Anak 2 tahun, didiagnosis sebagai Meteorismus akibat komplikasi dari Diare Akut dengan
gangguan elektrolit darah. Dasar diagnosis dari anamnesis muntah, mencret dan kembung. Pada
pemeriksaan fisik tampak abdomen membuncit, tidak terdengar bising usus. Gambaran soal
berikut ini adalah hasil laboratorium penunjang yang diambil dari darah pasien. Yang mana hasil
pemeriksaan dibawah ini yang sesuai dengan kondisi diatas:
pH Serum Na (mEq/L) K+ (mEq/L) Cl- (mEq/L) HCO3- (mEq/L)
a. 7,25 128 5,8 88 16
b. 7,35 130 2,8 90 21
c. 7,50 130 3,6 88 34
d. 7,45 140 4,0 100 22
e. 7,32 140 3,0 112 18

72. Keluhan meteorismus pada pasien diatas dapat diterangkan sebagai akibat dari kekurangan
elektrolit yang dikeluarkan bersama dengan feses. Elektrolit yang dimaksud adalah :
a. Kalium b. Magnesium c. Klorida d. Natrium e. Mangan

14 {Arsip Cairan 2012 FKB}


73. Kebutuhan cairan maintenance pada soal diatas dengan berat badan 7 kg dalam 24 jam
adalah :
a. 400 ml b. 500 ml c. 700 ml d. 800 ml e. 900 ml

74. Anak laki-laki 10 bulan dibawa ke rumah sakit karena diare sejak 3 hari, BAB cair dengan
lendir dan darah lebih dari 6x sehari. Pada saat dibawa ke RS anak sudah 8 jam tidak BAK.
Pemeriksaan fisik didapatkan anak mulai tidak sadar, ubun-ubun besar cekung, mata cekung,
bibir dan mukosa mulut kering, turgor dan elastisitas kulit sangat kurang. Frekuensi napas
80x/menit, napas cepat dalam. Frekuensi nadi 120x/menit. Lain-lain normal. Diagnosis pasien
diatas :
a. Dehidrasi ringan
b. Tanpa dehidrasi
c. Dehidrasi ringan sedang tanpa komplikasi
d. Dehidrasi berat dengan dugaan komplikasi asidosis metabolic
e. Dehidrasi ringan sedang komplikasi asidosis metabolic berat

75. Pada dehidrasi input dan out put tidak seimbang mengakibatkan kehilangan berat badan.
Pasien diatas, kehilangan berat badan :
a. 0-2,5% b. 2,5-4,9% c. 5-9% d. Lebih 10% e. Lebih 15%

76. Tatalaksana pada pasien diatas (soal no 6)


a. Rehidrasi oral saja
b. Rehidrasi parental 1 hari dilanjutkan oral
c. Rehidrasi oral dilanjutkan parental
d. Langsung rehidrasi parental
e. Langsung oral dan parental

77. Cairan yang dapat digunakan pada rehidrasi pasien diatas adalah:
a. Cairan D10%
b. Cairan RL 0,9%
c. Cairan NaCl 0,9%
d. Cairan KCl 0,25%

15 {Arsip Cairan 2012 FKB}


e. Cairan RL 0,25%

78. Pada anak 2 tahun, BB 10 kg ditemukan asidosis metabolic dengan base ekses (BE) -10,
perlu diberi bikarbonat natrikus :
a. 13 mEq b. 23 mEq c. 33 mEq d. 43 mEq e. 50 mEq

Seorang atlet renang pria, 18 tahun, biasa melakukan latihan 2x sehari @2 jam masing-masing di
pagi hari (sebelum sekolah) dan sore hari (setelah istirahat pulang sekolah) 6x seminggu. Dengan
tubuh yang ideal (BB = 72 Kg / TB = 180 cm), istirahat cukup dan makanan gizi seimbang, ia
melakukan aktivitas/kegiatan olahraga berprestasi tersebut dengan rutin dan senang hati.
79. Saat sedang melakukan latihan renang rutin, cairan tubuh dan elektrolit seorang atlet yang
terbuang paling banyak akan melalui :
a. Kulit
b. Urine
c. Feses
d. Keringat
e. Pernafasan

80. Makanan gizi seimbang yang diperlukan untuk olahragawan tersebut adalah :
a. Tinggi Protein serta cukup Karbohidrat, Lemak, Air, Vitamin, Mineral dan Serat
b. Tinggi Protein dan Lemak serta cukup Karbohidrat, Air, Vitamin, Mineral dan Serat
c. Tinggi Karbohidrat dan Lemak serta cukup Protein, Air, Vitamin, Mineral dan Serat
d. Tinggi Karbohidrat dan Protein serta cukup Lemak, Air, Vitamin, Mineral dan Serat
e. Tinggi Karbohidrat, Protein dan Lemak serta cukup Air, Vitamin, Mineral dan Serat

81. Insensible water loss (IWL) yang terjadi pada olahragawan tersebut dalam setiap hari
latihannya akan didapatkan :
a. Lebih sedikit dibandingkan dengan cairan yang keluar melalui urine dan keringat
b. Lebih banyak dibandingkan dengan cairan yang keluar melalui urine dan keringat
c. Menurun sedikit sesuai peningkatan porsi latihan, suhu lingkungan dan kelembaban
d. Meningkat sedikit sesuai penurunan porsi latihan, suhu lingkungan dan kelembaban
e. Meningkat sedikit sesuai peningkatan porsi latihan, suhu lingkungan dan kelembaban

16 {Arsip Cairan 2012 FKB}


Seoarng laki-laki 50 tahun dating ke UGD RS dengan keluhan lemas dan demam sejak 4 minggu
smRS. Ada mual disertai nafsu makan menurun tapi masih bisa minum. Batuk/pilek/sesak
disangkal. BAB biasa dan BAK agak tersendat dan sakit 2 minggu ini. Riwayat DM disangkal,
riwayat minum alcohol saat sekolah SMA (ikut terpengaruh teman). Riwayat keluarga yang DM
disangkal.
Pemeriksaan fisik (PF) didapatkan : KU lemah; apatis; gizi cukup (BB = 62 Kg/TB = 168 cm);
TD = 110/70 mmHg; Suhu = 39 oC; HR 140x/menit (dalam); Konjungtiva pucat; Lidah tidak
kotor/kering; Farings tak hiperemis; Jantung: Takikardi; Paru/Abdomen : kelainan (-) pada PF;
Ekstremitas : turgor cukup
Laboratorium didapat: Hb = 9,0 g/dL; L=21.500/L; Neutrofil = 92%; Urinalisis lengkap didapat
= urine keruh/ BJ = 1030/ pH = 7,0/ Reduksi (-)/ Keton (+)/ Esterase Leukosit (+)/ Sedimen
Leukosit 5-6/ LPB; Sedimen Epitel 2 (+); Ureum & Kreatinin = 35 & 0,8 mg/dL; Glukosa
sewaktu = 100 mg/dL; SGPT = 40 mg/dL. Elektrolit plasma didapat: Natrium = 112 mEq/L;
Kalium = 3,3 mEq/L; Klorida = 100 mEq/L; Astrup didapat pH = 7,34/ pCO 2 = 33 mmHg/ pO2 =
93 mmHg/ HCO3 = 20 mmHg/ Sat.O2 = 95%
Dokter menyatakan pada keluarga bahwa pasien menderita penyakit : Sepsis pada Infeksi
Saluran Kemih (Urosepsis) dengan Komplikasi Anemia Berat dan Gangguan
Keseimbangan Elektrolit dan Asam-Basa yang life-threatening sehingga harus ditangani
segera kegawatannya di UGD kemudian dirawat di ruang perawatan intensif atau observasi ketat.
82. Gangguan keseimbangan elektrolit dan asam-basa yang dimaksud adalah :
a. Hipokalemia Berat dan Asidosis Metabolik
b. Hiponatremia Berat dan Asidosis Metabolik
c. Hipokalemia Berat dan Asidosis Respiratorik
d. Hiponatremia Berat dan Asidosis Respiratorik
e. Dehidrasi, Hiponatremia Berat dan Hipokalemia Berat serta Asidosis Campuran

83. Adanya benda Keton di urine difikirkan terjadi karena :


a. Starvation
b. Ketoasidosis Diabetik
c. Ketoasidosis Alkoholik
d. Starvation dan Ketoasidosis Diabetik
e. Starvation dan Ketoasidosis Alkoholik

17 {Arsip Cairan 2012 FKB}


84. Haruskah benda keton yang terbentuk dan asidosis yang ada dikoreksi dengan obat
simptomatis tertentu?
a. Ya perlu, dengan cairan rehidrasi dan Bikarbonat oral
b. Ya perlu, dengan cairan rehidrasi dan Bikarbonat infus
c. Tidak perlu, cukup cairan rehidrasi yang adekuat (oral dan infus) saja
d. Tidak perlu, cukup cairan rehidrasi adekuat (oral dan infus) serta atasi infeksinya
e. Ya perlu, dengan cairan rehidrasi yang adekuat (oral dan infus) serta Bikarbonat (oral dan
infus) serta atasi infeksinya

85. Jika orang normal dengan gizi yang cukup seperti pasien diatas pada suhu ruangan dan
aktifitas biasa memerlukan sekitar 3 Liter intake cairan /24 jam, berapakah kebutuhan minimal
cairan /24 jam pada pasien tersebut saat ini?
a. 3100cc
b. 3150cc
c. 3200cc
d. 3300cc
e. 3500cc

86. Pada pasien diatas, selain diberikan obat Parasetamol (kalau demam) dan obat antibiotic yang
adekuat (intravena), sangat penting juga dilakukan koreksi berupa :
a. Transfusi darah merah cepat (3 labuh) untuk segera menaikkan kadar Hb menjadi normal dan
minum minimal 10 gelas/24jam
b. Rehidrasi cepat dengan normal saline 2 kolf/2 jam, diikuti dosis rumatannya 12 jam/kolf serta
minum larutan garam minimal 6 gelas/24 jam
c. Kombinasi hypertonic saline 1kolf/12 jam dan Ringer Asetat 1kolf/12 jam ditambah kapsul
garam dapur dan minum minimal 6 gelas/24 jam
d. Kombinasi rehidrasi cepat Ringer Asetat 4kolf/2 jam dan transfusi darah merah cepat diikuti
dosis rumatan Ringer Asetat 8jam/kolf dan minum secukupnya
e. Rehidrasi dengan NaCl 3% 1 kolf/12 jam diikuti dengan dosis rumatan Ringer Asetat 24
jam/kolf ditambah garam dapur dalam kapsul dan minum minimal 9 gelas/24 jam

Seorang wanita 19 tahun, diantar orangtuanya ke UGD dengan keluhan sesak nafas memberat
sejak 3jam smRS. Pasien juga bengkak seluruh tubuh dan pernah didiagnosis Sindroma Nefritik
e,c, LES (Nefritis Lupus) melalui biopsi ginjal dan pemeriksaan PA sekitar 3 tahun yang lalu dan

18 {Arsip Cairan 2012 FKB}


disarankan berobat teratur. Pasien sempat rutin berobat selama 1,5 tahun. Setelah bengkak
menghilang dan tak ada keluhan lain, pasien tak berobat lagi dengan alasan sudah sembuh dan
sempat tak ada biaya berobat (walaupun punya Kartu Jamkesmas). Sekarang pasien menjadi
sangat sedikit BAK dan berwarna merah, juga sering hic-cup dan muntah darah kehitaman.
Pada PF didapatkan : KU Lemah, Apatis-Gelisah, Edema Anasarka dan tampak Pucat, Gizi
Buruk (BB basah = 70 Kg/ TB = 155 cm); TD 220/140 mmHg; HR = 92x/menit; RR =
36x/menit (dalam); Suhu = 37oC; Jantung: didapatkan murmur di semua sela iga dan gallop; Paru
didapatkan ronki basah kasar di apeks dan tengah ke-2 paru; Abdomen terdapat ascites dengan
perut 93cm; Ekstremitas terdapat pitting oedema di ke-2 tungkai dan ekimosis.
Laboratorium didapatkan : Hb = 5,0 g/dL; Leukosit = 12.000/L; Trombosit = 137.000/L; LED
= 120mm/jam; Albumin = 2,0 g/dL; Ureum = 250 mg/dL; Kreatinin = 30,0 mg/dL. Urinalisis
didapatkan Urine Keruh Kemerahan/ BJ = 1030/ pH = 7,5/ Protein = 4 (+)/ Reduksi (-)/
Keton (-)/ Nitrit (+)/ EsteraseLeukosit (+)/ Sedimen Leukosit = 8-10/ LPB; Sedimen Eritrosit =
banyak; Sedimen Silinder Granular dan Eritrosit (3+).
Pada pemeriksaan Astrup-Elektrolit Natrium = 124 mEq/L; Kalium = 5,5 mEq/L; Klorida =
98 mEq/L; pH = 7,0/ pCO2 = 30/ pO2 = 80/ HCO3 = 15/ Sat.O2 = 55%. Anion gap urine (+)
Saat ini dokter memberitahu keluarga bahwa kondisi penyakit pasien sangat berat dan life
threatening karena Penyakit Ginjal Kronik Stadium Terminal e.c Nefritis Lupus Tak
terkontrol dengan segala komplikasinya (berupa Retensi Cairan Serta Gangguan
Keseimbangan Elektrolit dan Asam-Basa Tubuh, Perdarahan, Infeksi Akut Paru dan
Saluran Kemih) sehingga harus segera ditangani kegawatannya di UGD, kemudian harus
menjalani Hemodialisis (HD) cito dan transfusi peri-HD serta harus dirawat di ICU di RS
rujukan sambil terus HD elektif 2-3x/minggu. Dengan pertolongan Allah SWT dan pembiayaan
ditanggung sepenuhnya oleh Jamkesmas, nyawa pasien sempat terselamatkan untuk beberapa
bulan.

87. Awal mula penyebab edema anasarka pada pasien ini adalah :
a. intake protein yang rendah karena kelaparan kronis
b. Gangguan kronis Intake protein karena muntah berlebihan
c. Proses inflamasi sistemik yang turut mengganggu membrane basalis glomerulus
d. Gangguan filtrasi glomerulus yang didahului oleh kebocoran glukosa ke dalam filtrate
e. Gangguan anabolisme asam amino dari pencernaan sehingga produksi albumin rendah

88. Penyebab gangguan asam-basa pada pasien ini adalah :


a. Gangguan eliminasi asam volatile keluar tubuh
b. Gangguan eliminasi asam non-volatile keluar tubuh
c. Gangguan eliminasi asam volatile dan non-volatile keluar tubuh

19 {Arsip Cairan 2012 FKB}


d. Gangguan sistem dapar bikarbonat menetralisir asam di dalam tubuh
e, Gangguan sistem dapar non-bikarbonat menetralisir asam di dalam tubuh

89. Efek gangguan asam-basa pada keseimbangan elektrolit pada pasien ini adalah :
a. Hipokalemia
b. Hiperkalemia
c. Hiponatremia
d. Hipernatremia
e. Hipochloremia

90. Gangguan keseimbangan Natrium pada pasien ini disebabkan karena :


a. Dilusional
b. Peningkatan ekskresi Natrium
c. Penurunan Intake akibat muntah
d. Kebocoran Natrium di Duktus Koligentes
e. Peningkatan shift (pertukaran) dari ekstraselular ke intraselular

91. Kriteria air yang layak diminum menurut pandangan Islam adalah :
a. Bebas bakteri
b. Air yang jernih
c. Air yang bening
d. Air yang dimasak
e. Halalan thayyiban

92. Perintah untuk memperhatikan air yang akan diminum adalah :


a. Firman Allah : wajaalna minal ma I kulla syai in hayyin (Qs. Al-Anbiya : 30)
b. Firman Allah : afara ai tumul ma al ladzi tasyrabun (Qs. Al-Waqiah : 67)
c. Firman Allah : wa anzalna minas sama I ma an (Qs. Al-Anfal)
d. Hadits Nabi saw : nahan nabiyyu saw ai yasyroba ahakukum qo iman (Nabi saw melarang
salah seorang untuk minum sambil berdiri)

20 {Arsip Cairan 2012 FKB}


93. Seorang wanita bukan ibu kandung yang menjadi ibu susuan disebut :
a. Murdhi
b. Murdhia
c. Mumarridha
d. Muhallilah
e. Munasysyithoh
94. Shalat minta air (hujan) dinamakan shalat :
a. Istikharah
b. Istisqa
c. Khusyuful qamar
d. Kusyufus syamsi
e. Dhuha

21 {Arsip Cairan 2012 FKB}

Anda mungkin juga menyukai