Anda di halaman 1dari 17

TUGAS ANALISIS CEKUNGAN & EKSPLORASI

MIGAS
Untuk memenuhi matakuliah analisis cekungan dan matakuliah Eksplorasi Minyak dan
Gas pada Semester VI

RESUME KULIAH 10 APRIL 2017

OLEH:

MARIA MARLEIN WARONG

270110140031

Kelas A

Maria.23mawar@gmail.com

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS TEKNIK GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
JATINANGOR
2017
RESUME ANALISIS CEKUNGAN (Halaman 1-7)
RESUME EKSPLORASI MIGAS (Halaman 8-16)

I. Analisis Cekungan :

Klasifikasi cekungan yang ada di bumi ini:


Wilson Cycle:
o Craton
o Basin Analysis
o Divergent Margins
o Konvergent Margins
o Transform Margins

Pembentukan cekungan itu < Kenozikum. Karena Kenozoikum tempat pembentukan Ofiolit
Suite yang ditandai dengan adanya batuan metamorf pada Banda Arc.
Divergent Margin
Rifting
Aulacogens

Konvergent Margin
Fore arcs
Back arcs
Interlands
Forelands

Transform Boundaries
Pull Apart Basin. Contohnya di Sumatera

1
Material Organik, terbentuk dalam keadaan anoxic dengan Lingkungan tertutup oleh
lakustrin.

1,2,3,4 Lingkungan dalam suatu cekungan


Continental Crust bermacam-macam sehingga harus
tektoik regime

3= Danau
2= Aluvial fan
4= Reef (Karbonat)
1= Sea Level Change (Transisi)
Reef
Sandy
Shale

2
3
Di Indonesia sumber batuan vulkanik saat ini

Selain itu ada pengaruh magma saat terjadinya penipisa kerak, sehingga menimbulkan adanya
intrusi (Sill, Dike, dll)

Basin analisis membahas lithosger termasuk mohoviric.

Lithosfer
Bahasan Analisis Cekungan
Astenosfer

Jika tidak ada subsidence


Tidak ada cekungan sedimen, maka tidak ada hidrokarbon dan tidak ada Mordern
Civillization
Subsidence vs Plate Motion
Vertika Movement vs Lateral Movement

4
Lateral Movement: Divergent, Konvergent, Transform. Membentuk Subsidence

Batuan karbonat adalah batuan sedimen yang mempunyai komposisi yang dominan (lebih dari
50%) terdiri dari garam-garam karbonat, yang dalam prakteknya secara umum meliputi
Batugamping dan Dolomit.
Proses Pembentukannya dapat terjadi secara insitu, yang berasal dari larutan yang mengalami
proses kimiawi maupun biokimia dimana pada proses tersebut, organism turut berperan, dan
dapat pula terjadi butiran rombakan yang telah mengalami transportasi secara mekanik dan
kemudian diendapkan pada tempat lain, dan pembentukannya dapat pula terjadi akibat proses
diagenesa dari batuan karbonat yang lain (sebagai contoh yang sangat umum adalah proses
dolomitisasi, dimana kalsit berubah menjadi dolomite).

5
Seluruh proses pembentukan batuan karbonat tersebut terjadi pada lingkungan laut, sehingga
praktis bebas dari detritus asal darat.
Batuan karbonat memiliki nilai ekonomi yang penting, sebab mempunyai porositas yang
memungkinkan untuk terkumpulnya minyak dan gas alam, terutama batuan karbonat yang telah
mengalami proses dolomitisasi, sehingga hal ini menjadikan perhatian khusus pada geologi
minyak bumi. Disamping sebagai reservoir minyak dan gas alam, batuan karbonat juga dapat
berfungsi sebagai reservoir airtanah, dan dengan adanya porositas dan permeabilitasnya serta
mineral-mineral batuan karbonat yang mudah untuk bereaksi maka batuan karbonat dapat
menjadi tempat berkumpulnya endapan-endapan bijih.
Karena pantingnya Batuan karbonat sebagai batuan yang dapat menyimpan mineral ekonomis
maka penting untuk mengatahui genesa, dan energi yang mempengaruhi pembentukan batuan
karbonat tersebut, sehingga dapat diperoleh gambaran untuk kegiatan eksplorasi.

Pengaruh Kedalaman
Pada umumnya dan kebanyakan, batuan karbonat diendapkan di daerah perairan dangkal dimana
masih terdapat sinar matahari yang bisa menembus kedalaman air. Terdapat suatu garis yang
merupakan batas kedalaman air dimana sedimen karbonat dapat ditemukan pengendapannya
yang disebut dengan CCD (Carbonate Compensation Depth).

Terumbu Karbonat sebagai batuan resevoir


Terumbu ( reef ) dapat menjadi batuan reservoir yang sangat penting. Pada umumnya terumbu
terdiri dari suatu kerangka, coral, ganggang, dan sebagainya yang tumbuh dalam laut yang
bersih, berenergi gelombang tinggi, dan mengalami banyak pembersihan sehingga rongga-
rongga antaranya khususnya menjadi sangat bersih. Dalam hal ini porositas yang didapatkan
terutama dalam kerangka yang berbentuk rongga-rongga bekas binatang hidup yang tersemenkan
dengan sparry calcite sehingga porositasnya diperkecil.
Batuan Karbonat Sebagai Reservoir; Bentuk reservoir terumbu

Pada umumnya dapat dibedakan menjadi 2 macam reservoir terumbu, yaitu:


Terumbu yang bersifat fringing atau merupakan suatu bentuk yang memanjang di lepas pantai.

6
Terumbu yang bersifat terisoler di sana-sini, yang sering disebut sebagai suatu pinnacle atau
patch reef atau secara tepat dikatakan sebagai bioherm, yang muncul di sana-sini sebagai
bentuk kecil secara tidak teratur.
Terumbu yang berbentuk linier, atau sebagai penghalang ( barrier ) biasanya berbentuk
mamanjang sering kali cukup besar serta memperlihatkan suatu asimetri dan biasanya terdapat
pada pinggiran suatu cekungan.

7
II. EKSPLORASI MIGAS :

Survei Seismik, adalah metode pencarian data geologi bawah permukaan yang menggunakan
metode pantulan geolombang yang dihasilkan dari suatu getaran untuk mengetahui kondisi
batuan bawah permukaan.
1. Kegiatan Survei Seismik di Offshore

Akuisisi Seismik Laut

Tujuan utama dari suatu survei seismik adalah melakukan pengukuran seismik untuk
memperoleh rekaman yang berkualitas baik. Kualitas rekaman seismik dinilai dari perbandingan
kandungan sinyal refleksi terhadap sinyal gangguan (S/N) dan keakuratan pengukuran waktu
tempuh (travel time) gelombang seismik ketika menjalar dalam batuan.
Eksplorasi seismik dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu : Eksplorasi prospek dangkal dan
eksplorasi dalam. Eksplorasi seismik dangkal (shallow seismic reflection) biasanya diaplikasikan
untuk eksplorasi batubara dan bahan tambang lainnya. Sedangkan ekplorasi seismik dalam
digunakan untuk eksplorasi daerah prospek hidrokarbon yaitu minyak dan gas. Masing-masing
dari kegiatan tersebut menuntut resolusi dan akurasi yang berbeda dengan teknik lapangan yang
berbeda pula.
Dalam praktiknya akuisisi seismic marine terdiri atas beberapa komponen: kapal utama, gun,
streamer, GPS, kapal perintis dan kapal pengawal dan kadang-kadang perlengkapan gravity
(ditempatkan di dalam kapal) dan magnetik yang biasanya ditempatkan 240 meter di belakang
kapal utama (3 meter di dalam air)

8
Didalam kapal utama terdapat beberapa departemen: departemen perekaman (recording),
navigasi, seismic processing, teknisi peralatan, ahli komputer, departemen yang bertanggung
jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja, departemen lingkungan, dokter, juru masak, dan
kadang-kadang di lengkapi dengan departemen survey gravity dan magnetik, dll. Jumlah orang
yang terlibat dalam keseluruhan operasi berjumlah sekitar 40 orang.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, selama operasi ini disertai pula dua buah kapal
perintis (chase boat) yakni sekitar 2 mil di depan kapal utama. Selain bertanggung jawab
membersihkan lintasan yang akan dilewati (membersihkan rumpon, perangkap ikan, dll) , kapal
perintis bertugas untuk menghalau kapal-kapal yang dapat menghalagi operasi ini. Selain itu di
belakang streamer, terdapat juga sebuah kapal pengawal.
Operasi akuisisi data seismik memakan waktu dari mulai beberapa minggu sampai beberapa
bulan, tergantung pada 'kesehatan' perangkat yang digunakan, musim, arus laut, dll.
Mengingat mahalnya operasi data akuisisi (mencapai 150 ribu dollar per hari, dalam operasi 3D
bisa mencapai 250 ribu dollar per hari!) maka Quality Control dari operasi ini harus betul-betul

9
diperhatikan, seperti apakah semua hidrophon bekerja dengan baik, apakah air gun memiliki
tekanan yang cukup, apakah streamer dan air gun berada pada kedalaman yang dikehendaki,
apakah feather tidak terlalu besar, dll.
Navigasi bertugas untuk memastikan bahwa akuisisi data seismik berada pada lintasan yang
dikehendaki. Disamping itu mereka juga memberikan informasi tentang feather akibat arus laut
yang biasanya diterima dibawah 10 dan juga meminta kapten kapal mengatur kecepatan kapal,
yang biasanya dibawah 5 knot.

2. Perangkap/Trap Migas

Dalam Sistem Perminyakan, memiliki konsep dasar berupa distribusi hidrokarbon didalam kerak
bumi dari batuan sumber (source rock) ke batuan reservoar. Salah satu elemen dari Sistem
Perminyakan ini adalah adanya batuan reservoar, dalam batuan reservoar ini, terdapat beberapa
faktor penting diantaranya adalah adanya perangkap minyak bumi.
Perangkap minyak bumi sendiri merupakan tempat terkumpulnya minyak bumi yang berupa
perangkap dan mempunyai bentuk konkav ke bawah sehingga minyak dan gas bumi dapat
terjebak di dalamnya.
Perangkap minyak bumi ini sendiri terbagi menjadi Perangkap Stratigrafi, Perangkap Struktural,
Perangkap Kombinasi Stratigrafi-Struktur dan perangkap hidrodinamik.
Perangkap Stratigrafi
Jenis perangkap stratigrafi dipengaruhi oleh variasi perlapisan secara vertikal dan lateral,
perubahan facies batuan dan ketidakselarasan dan variasi lateral dalam litologi pada suatu lapisan
reservoar dalam perpindahan minyak bumi. Prinsip dalam perangkap stratigrafi adalah minyak
dan gas bumi terperangkap dalam perjalanan ke atas kemudian terhalang dari segala arah
terutama dari bagian atas dan pinggir, hal ini dikarenakan batuan reservoar telah menghilang atau
berubah fasies menjadi batu lain sehingga merupakan penghalang permeabilitas
(Koesoemadinata, 1980, dengan modifikasinya). Dan jebakan stratigrafi tidak berasosiasi dengan
ketidakselarasan seperti Channels, Barrier Bar, dan Reef, namun berasosiasi dengan
ketidakselarasan seperti Onlap Pinchouts, danTruncations.

10
Pada perangkap stratigrafi ini, berasal dari lapisan reservoar tersebut, atau ketika terjadi
perubahan permeabilitas pada lapisan reservoar itu sendiri. Pada salah satu tipe jebakan
stratigrafi, pada horizontal, lapisan impermeabel memotong lapisan yang bengkok pada batuan
yang memiliki kandungan minyak. Terkadang terpotong pada lapisan yang tidak dapat ditembus,
atau Pinches, pada formasi yang memiliki kandungan minyak. Pada perangkap stratigrafi yang
lain berupa Lens-shaped. Pada perangkap ini, lapisan yang tidak dapat ditembus ini mengelilingi
batuan yang memiliki kandungan hidrokarbon. Pada tipe yang lain, terjadi perubahan
permeabilitas dan porositas pada reservoar itu sendiri. Pada reservoar yang telah mencapai
puncaknya yang tidak sarang dan impermeabel, yang dimana pada bagian bawahnya sarang dan
permeabel serta terdapat hidrokarbon.
Pada bagian yang lain menerangkan bahwa minyak bumi terperangkap pada reservoar itu sendiri
yang Cut Off up-dip, dan mencegah migrasi lanjutan, sehingga tidak adanya pengatur struktur
yang dibutuhkan. Variasi ukuran dan bentuk perangkap yang demikian mahabesar, untuk
memperpanjang pantulan lingkungan pembatas pada batuan reservoar terendapkan.

11
12
Perangkap Struktural
Jenis perangkap selanjutnya adalah perangkap struktural, perangkap ini Jebakan tipe struktural
ini banyak dipengaruhi oleh kejadian deformasi perlapisan dengan terbentuknya struktur lipatan
dan patahan yang merupakan respon dari kejadian tektonik dan merupakan perangkap yang
paling asli dan perangkap yang paling penting, pada bagian ini berbagai unsur perangkap yang
membentuk lapisan penyekat dan lapisan reservoar sehingga dapat menangkap minyak,
disebabkan oleh gejala tektonik atau struktur seperti pelipatan dan patahan (Koesoemadinata,
1980, dengan modifikasinya).
Jebakan Patahan
Jebakan patahan merupakan patahan yang terhenti pada lapisan batuan. Jebakan ini terjadi
bersama dalam sebuah formasi dalam bagian patahan yang bergerak, kemudian gerakan pada
formasi ini berhenti dan pada saat yang bersamaan minyak bumi mengalami migrasi dan terjebak
pada daerah patahan tersebut, lalu sering kali pada formasi yang impermeabel yang pada satu
sisinya berhadapan dengan pergerakan patahan yang bersifat sarang dan formasi yang permeabel
pada sisi yang lain. Kemudian, minyak bumi bermigrasi pada formasi yang sarang dan
permeabel. Minyak dan gas disini sudah terperangkap karena lapisan tidak dapat ditembus pada
daerah jebakan patahan ini.

13
Jebakan Antiklin
Kemudian, pada jebakan struktural selanjutnya, yaitu jebakan antiklin, jebakan yang antiklinnya
melipat ke atas pada lapisan batuan, yang memiliki bentuk menyerupai kubah pada bangunan.
Minyak dan gas bumi bermigrasi pada lipatan yang sarang dan pada lapisan yang permeabel,
serta naik pada puncak lipatan. Disini, minyak dan gas sudah terjebak karena lapisan yang
diatasnya merupakan batuan impermeabel.

Jebakan Struktural lainnya


Contoh dari perangkap struktur yang lain adalah Tilted fault blocks in an extensional regime,
marupakan jebakan yang bearasal dari Seal yang berada diatas Mudstone dan memotong patahan

14
yang sejajar Mudstone. Kemudian, Rollover anticline on thrust, adalah jebakan yang minyak
bumi berada pada Hanging Wall danFootwall. Lalu, Seal yang posisinya lateral pada diapir dan
menutup rapat jebakan yang berada diatasnya.

Perangkap Kombinasi
Kemudian perangkap yang selanjutnya adalah perangkap kombinasi antara struktural dan
stratigrafi. Dimana pada perangkap jenis ini merupakan faktor bersama dalam membatasi
bergeraknya atau menjebak minyak bumi. Dan, pada jenis perangkap ini, terdapat leboh dari satu
jenis perangkap yang membenuk reservoar. Sebagai contohnya antiklin patahan, terbentuk ketika
patahan memotong tegak lurus pada antiklin. Dan, pada perangkap ini kedua perangkapnya tidak
saling mengendalikan perangkap itu sendiri.

15
Perangkap Hidrodinamik
Kemudian perangkap yang terakhir adalah perangkap hidrodinamik. Perangkap ini sangta jarang
karena dipengaruhi oleh pergerakan air. Pergerakan air ini yang mampu merubah ukuran pada
akumulasi minyak bumi atau dimana jebakan minyak bumi yang pada lokasi tersebut dapat
menyebabkan perpindahan. Kemudian perangkap ini digambarkan pergerakan air yang biasanya
dari iar hujan, masuk kedalam reservoar formasi, dan minyak bumi bermigrasi ke reservoar dan
bertemu untuk migrasi ke atas menuju permukaan melalui permukaan air. Kemudian tergantung
pada keseimbangan berat jenis minyak, dan dapat menemukan sendiri, dan tidak dapat bergerak
ke reservoar permukaan karena tidak ada jebakan minyak yang konvensional.

16