Anda di halaman 1dari 9

12

BAB III

GAMBARAN APOTEK

A. Sejarah Perkembangan Apotek Kimia Farma


Sejarah PT Kimia Farma Apotek dimulai hampir dua abad yang lalu

yaitu tahun 1817 yang kala itu merupakan perusahaan farmasi pertama

didirikan Hindia Belanda di Indonesia bersama NV Chemicalien Handle

Rethkamp & Co. Kemudian pada awal kemerdekaan dinasionalisasi oleh

pemerintah republic Indonesia dan seterusnya pada tanggal 16 Agustus 1971

menjadi PT (Persero) Kimia Farma, sebuah perusahaan farmasi negara yang

bergerak dalam bidang industry farmasi, distribusi, dan apotek. Sampai

dengan tahun 2002, apotek merupakan salah satu kegiatan usaha PT Kimia

Farma (persero) Tbk, yang selanjutnya pada awal tahun 2003 di-spin-off

menjadi PT Kimia Farma Apotek.


PT Kimia Farma Apotek menjadi anak perusahaan PT Kimia Farma

(Persero) Tbk sejak tanggal 4 Januari 2003 berdasarkan akta pendirian No. 6

tahun 2003 yang dibuat dihadapan Notaris Ny. Imas Fatimah, S.H di Jakarta

dan telah diubah dengan akta No. 42 tanggal 22 April 2003 yang dibuat

dihadapan Notaris Nila Noordjamasni Soeyasa Besar, S.H. Akta ini telah

mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia

Republik Indonesia dengan surat keputusan No: C-09648 HT.01.01 TH 2003

tanggal 1 Mei 2003.


Pada tahun 2010 dibentuk PT Kimia Farma Diagnostika dan

merupakan anak asuhan PT Kimia Farma Apotek yang melaksanakan

pengelolaan kegiatan usaha perseroan di bidang laboratorium klinik. Saat ini


11

PT Kimia Farma Apotek bertransformasi menjadi healthcare provider

company, suatu perusahaan jaringan layanan kesehatan terintegrasi dan

terbesar di Indonesia, yang pada akir tahun 2015 memiliki 725 apotek, 300

kliknik dan praktek dokter bersama, 42 laboratorium klinik, dan 10 optik,

dengan visi menjadi perusahaan jaringan layanan kesehatan yang terkemuka

dan mampu memberikan solusi kesehatan masyarakat di Indonesia


Untuk setiap anak perusahaan Kimia Farma Apotek pada suatu daerah

terdiri dari outlet-outlet pelayanan kefarmasian Apotek Kimia Farma dengan

memiliki satu kantor Administrator yang sekarang disebut sebagai Business

Manager (BM). Pada setiap daerah atau provinsi di seluruh Indonesia

memiliki kantor BM yang akan mengatur proses berlangsungnya kegiatan

pada Apotek Pelayanan yang berada dalam suatu wilayah (Panut, 2013).
Apotek Kimia Farma 62 merupakan salah satu apotek pelayanan PT.

Kimia Farma Apotek yang terletak di Jalan Kompleks RSUD Dok II, Apotek

Kimia Farma berada di wilayah Unit BM Jayapura, Papua. Apotek Kimia

Farma 62 berada satu tempat/bergabung dengan kantor BM (Bussiness

Management), Apotek Kimia Farma 62 merupakan bangunan dua lantai yang

meliputi :
Lantai pertama: Gudang BM
Lantai kedua : Kantor BM dan Ruang pelayanan
Kantor BM meliputi Ruangan Kepala BM dan Ruangan Pengadaan, termasuk

gudang BM masuk dalam bagian kantor BM. Ruang Pelayanan meliputi

ruang tunggu pasien, ruang peracikan obat, swalayan OTC (Over The

Counter), tempat penerimaan resep dan penyerahan obat, dan ruang APA.

Apotek Kimia Farma 62 tidak memiliki atau bekerja sama dengan

praktek dokter namun apotek kimia farma 62 memiliki lokasi/tempat yang


12

sangat strategis yang berkedudukan di Jalan Kompleks RSUD Dok II

tepatnya berdekatan/berhadapan dengan RSUD Dok II sehingga sangat

berpengaruh baik terhadap keuntungan dari apotik tersebut.

Apotek Kimia Farma 62 memiliki tenaga kefarmasian yang terdiri dari

satu (1) Apoteker, satu (1) A


poteker Pendamping, dan tiga (7) asisten Apoteker. Dalam melakukan

pelayanan kesehatan, Apotek Kimia Farma Hola bekerja sama dengan

beberapa institusi antara lain; BPJS, PLN dan PERTAMINA.


Prosedur pelayanan resep di apotek Kimia Farma 62, antara lain :
1. Pelayanan Obat dengan Resep Dokter, meliputi :
a. Tenaga Teknis Kefarmasiaan (TTK) menerima resep dari

pasien
b. TTK melihat kelengkapan resep
c. TTK mengecek ketersediaan obat di Apotek melalui system
d. TTK menghitung dan mengonfirmasikan harga obat kepada

pasien
13

e. Setelah pasien setuju membayar harga obat yang disetujui,

resep diberi nomor


f. Kasir menyerahkan resep kepada petugas peracikan untuk

menyiapkan barang atau obat yang diminta dalam resep


g. Setelah obat disiapkan dan diberi etiket, lalu ditulis salinan

resepnya jika diperlukan (Jika obat kurang obat hanya diambil

sebagian)
h. Petugas penyerahan memeriska kembali kesesuaian obat,

etiket, dan salinan resep dengan resep asli dari dokter


i. Setelah sesuai TTK menyerahkan menyerahkan obat beserta

struk pembayaran kepada pasien sebagai sebagai bukti

pembayaran
j. Apoteker / TTK memberikan informasi terkait dosis, cara

pemakaian obat, dan informasi lain yang diperlukan


k. Resep asli disimpan di lemari penyimpanan sebagai arsip
2. Pelayanan Obat/resep dari Pasien PLN/Pertamina/Telkom, meliputi;
a. Tenaga Pelayanan Kefarmasian (TTK) menerima resep dari

pasien
b. TTK melihat kelengkapan resep
c. TTK mengecek ketersediaan obat di Apotek melalui system
d. Resep diteruskan kepada petugas peracikan untuk menyiapkan

barang atau obat yang diminta dalam resep


e. Setelah obat disiapkan dan diberi etiket, lalu ditulis salinan

resepnya jika diperlukan (Jika obat kurang atau obat hanya

diambil sebagian)
f. Petugas penyerahan memeriksa kembali kesesuaian obat, etiket

dan salinan resep dengan resep asli dari dokter


g. Apoteker / TTK memberikan informasi terkait informasi dosis,

cara pemakaian obat, dan informasi lain yang deperlukan


h. Resep diproses dan resep disimpan terpisah dari resep tunai
3. Pelayanan Obat/Resep dari Pasien BPJS;
14

a. Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) menerima resep dari pasien


b. TTK melihat kelengkapan resep
c. TTK mengecek ketersediaan obat di Apotek melalui system
d. Resep diteruskan kepada petugas peracikan untuk menyiapkan

barang atau obat yang diminta dalam resep


e. Setelah obat disiapkan dan diberi etiket, lalu ditulis salinan

resepnya jika diperlukan (Jika obat kurang atau obat hanya

diambil sebagian)
f. Petugas penyerahan memeriksa kembali kesesuaian obat, etiket

dan salinan resep dengan resep asli dari dokter


g. Apoteker / TTK memberikan informasi terkait informasi dosis,

cara pemakaian obat, dan informasi lain yang diperlukan


h. Resep diproses dan resep disimpan terpisah dari resep tunai

4. Pelayanan Obat Bebas


Alur pelayanan obat non resep (Obat Bebas) yaitu pasien datang dan

dilayani langsung oleh petugas pelayanan dan kasir dimini swalayan

serta konsultasi pemilihan obat dilayani baik oleh TTK (tTenaga

Teknis Kefarmasiaan) maupun Apoteker secara langsung. Di dalam

operasinal sehari-hari Apoetk Kimia Farma 62 menggunakan

computer yang dilengkapi dengan software pelayanan untuk

menunjang profesionalisme pelayanan yang telah ada.


5. Pelayanan Obat Tanpa Resep Dokter (UPDS)
Pelayanan obat ini dilakukan atas permintaan langsung dari pasien,

biasanya terdiri dari obat-obat wajib apotek (OWA) yang dapat

diberikan tanpa resep dokter. Apoteker atau TTK terlebih dahulu

bertanya kepada pasien mengenai keluhan yang dirasakan, kemudian

memberikan beberapa pilihan obat yang biasa digunakan. Setelah

pasien setuju dan menyelesaikan pembayarannya obat disiapkan,


15

kemudian diserahkan serta mencatat nama dan alamat pasien sebagai

dokumen penjualan
B. Budaya Perusahaan Apotek Kimia Farma
PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. tetap menggunakan budaya

perusahaan I CARE yang merupakan nilai-nilai inti perusahaan (corporates

value) yang telah mulai dipakai sejak tahun 2006 yang menjadi

acuan/pedoman bagi perusahaan dalam menjalankan usahanya, untuk berkary

ameningkatkan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat luas


16

I CARE (Innovative, Customer First, Accountable, Responsible dan

Eco-Friendly) dipilih sebagai acuan budaya bagi seluruh karyawan dan

karyawati PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. saat ini, yang dirasa cocok untuk

membangun semangat inovasi, melayani, dapat dipercaya, bertanggung jawab

dan ramah lingkungan.


C. Visi dan Misi

1 Visi

Menjadi perusahaan jaringan layanan kesehatan yang terkemuka di

Indonesia, dan mampu memberikan solusi kesehatan masyarakat di

Indonesia.

2 Misi

Menghasilkan pertumbuhan nilai perusahaan melalui :

a. Jaringan layanan kesehatan yang terintegrasi meliputi jaringan apotek,

klinik, laboratorium klinik dan layanan kesehatan lainnya.


b. Saluran distribusi utama bagi produk sendiri dan produk principal.
c. Pengambangan bisnis waralaba dan peningkatan pendapatan lainnya

(Fee-Based Income).
D. Struktur Organisasi dan Personalia
Apotek Kimia Farma 62 dikelola oleh seorang Apoteker Pengelola Apotek

(APA) yang bertanggung jawab kepada unit BM Jayapura. Seorang APA

membawahi 7 orang Asisten Apoteker yang terdiri dari 4 orang tenaga AA

dan 3 orang non AA, serta APA pada Kimia Farma 62 dibantu oleh seorang

Apoteker Pendamping (APING) terutama membantu bagian pelayanan apotek

ketika APA berhalangan hadir.


1. Apoteker Pengelola Apotek (APA)
17

Apoteker di Apotek Kimia Farma 62 menjabat sebagai Kepala Apotek dan

Apoteker Pengelola Apotek yang bertanggung jawab dalam melaksanakan

fungsi manajemen dan pengelolaan apotek seperti membuat perencanaan,

melaksanakan dan mengawasi, seluruh kegiatan dibagian pelayanan,

keuangan dan administrasi.


2. Apoteker Pengganti (APING)
Apoteker Pendamping bertugas untuk membantu APA dalam hal memberikan

Pelayanan Informasi Obat (PIO) saat penyerahan obat kepada pasien. APING

membantu APA dalam menjalankan tugas profesi kefarmasiannya terkait

pelaksaan Apotek mulai dari perencaan hingga penyerahan kepada pasien dan

melakukan PIO. Sebagai Apoteker Pelayanan Informasi Obat di Apotek

Kimia Farma mempunyai tugas dan tanggungjawab sebagai berikut :


a. Identifikasi masalah terkait obat melalui skrining resep.
b. Menyerahkan obat disertai PIO mengenai nama obat, aturan pakai,

khasiat, cara penyimpanan, dan interaksi obat maupun konseling.


c. Melakukan pelayanan monitoring obat (terutama pasien lansia dan

kronis).
d. Melakukan pencatatan PMR (Pasient Medication Record).

3. Asisten Apoteker

Asisten apoteker di apotek Kimia Farma 62 terdiri dari 7 orang Asisten Apoteker

yang memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda diantaranya bagian

perencanaan, pengadaan/pembelian, penerimaan barang, pengelolaan laporan

psikotropika dan narkotika serta tugas dan tanggung jawab terhadap pengelolaan

perbekalan farmasi yang ada di apotek sesuai dengan bagiannya masing-masing.

4. Juru Resep
18

Juru resep bertugas membantu apoteker maupun asisten apoteker dalam

menyiapkan obat dan perbekalan kefarmasian lainnya di bawah pengawasan

asisten apoteker serta mengumpulkan, menyusun, dan menyimpan semua resep-

resep yang masuk.

Alur Penerimaan Resep terlampir pada lampiran 2

5. Kasir
Tugas bagian kasir di Apotek Kimia Farma 62 yaitu menerima resep dari pasien

dan memeriksakan dengan jumlah obat yang diminta dalam resep dengan stok

obat di apotek, memeriksa dan menyesuaikan laporan keuangan tiap pergantian

shift, melakukan perhitungan cash bon tiap pergantian shift, melakukan transaksi

langsung dengan pasien, serta melayani konsumen dengan ramah dan sopan

santun.