Anda di halaman 1dari 4

Kurva-S dan Penerapannya Dalam Manajemen Proyek

A. Latar Belakang

Suatu proyek didefinisikan sebagai suatu kegiatan tidak rutin dan tidak berulang,
dikerjakan untuk suatu jangka waktu yang tertentu untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang
diinginkan secara teknis. Kondisi suatu proyek dipengaruhi banyak factor lingkungan sehingga
suatu proyek akan berbeda dengan proyek yang lain. Pengendalian dalam proyek konstruksi pada
umumnya menyangkut tiga aspek utama yaitu biaya, waktu, dan SDM. Untuk proyek-proyek
yang relatif besar dengan logika ketergantungan cukup kompleks, perencanaan dan pengendalian
menjadi rumit. Umumnya pada suatu proyek selalu terjadi penyimpangan baik terhadap biaya
maupun terhadap waktu, untuk itu diperlukan suatu metode yang tepat agar parameter yang
dikontrol benar-benar efisien. Oleh karena itu diperlukan analisis yang memerlukan suatu system
pengendalian biaya dan jadwal terpadu agar parameter yang di control benar-benar efisien dan
dapat menunjukkan dengan tepat kondisi proyek.

B. Tujuan Penggunaan Kurva S


Tujuan Penggunaan kurva S adalah :
1. Bagi Kontraktor, sebagai dasar untuk membuat tagihan pembayaan ke pemilik proyek.
2. Bagi owner, sebagai dasar memantau progress pekerjaan fisik di lapangan yang
selanjutnya sebagai dasar pembayaran kepada kontraktor.

C. Dasar Teori

1. Pengertian Kurva-S (S-Curve)

Kurve S adalah suatu kurve yang disusun untuk menunjukkan hubungan antara nilai
komulatif biaya atau jam-orang (man hours) yang telah digunakan atau persentase (%)
penyelesaian pekerjaan terhadap waktu. Dengan demikian pada kurveS dapat digambarkan
kemajuan volume pekerjaan yang diselesaikan sepanjang berlangsungnya proyek atau
pekerjaan dalam bagian dari proyek.

Kenapa menyerupai huruf S? karena kurva S yang baik adalah pelan disaat awal
pekerjaan kemudian cepat di tengah dan santai lagi di akhir jadwal. bentuk grafik ini perlu
dibuat sebaik mungkin karena akan mempengaruhi arus keuangan proyek dan penjadwalan
pendatangan material serta hal-hal penting lainya.

Dengan membandingkan kurve tersebut dengan kurve yang serupa yang


disusun berdasarkan perencanaan, maka akan segera terlihat dengan jelas apabila terjadi
penyimpangan. Oleh karena kemampuannya yang dapat diandalkan dalam
melihat penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan proyek, maka pengendalian proyek
dengan memanfaatkan KurveS sering kali digunakan dalam pengendalian suatu proyek.
Pada KurveS, sumbu mendatar menunjukkan waktu kalender, dan sumbu
vertikal menunjukkan nilai komulatif biaya atau jam-orang atau persentase
penyelesaian pekerjaan. Kurve yang berbentuk huruf S tersebut lebih banyak terbentuk
karena kelaziman dalam pelaksanaan proyek yaitu :

Kemajuan pada awal-awalnya bergerak lambat.


Kemudian diikuti oleh kegiatan yang bergerak cepat dalam kurun waktu yang lebih lama.
Pada akhirnya kegiatan menurun kembali dan berhenti pada suatu titik akhir.

2. Teknik Penyusunan Kurva-S (S-Curve)

Proyek harus diselesaikan sesuai waktu/jadwal dan spesifikasi yang telah ditentukan
dan biaya yang telah direncanakan bersama. Untuk hal ini diperlukan adanya prosedur untuk
menentukan dan memakai sistem pencatatan dan mengikuti kemajuan proyek, biaya dan
anggaran, perbedaan dari perkiraan semula, jalannya kemajuan dan biaya, dan perkiraan pada
waktu penyelesaian.

Untuk menggambarkan kurva S dapat diasumsikan biaya setiap item terdistribusi


secara merata durasinya. Kondisi ini tidak selamanya benar, karena dimungkinkan suatu item
pekerjaan dengan biaya pembelian material yang besar (menyerap lebih dari 50% dari total
harga pekerjaan tersebut) akan diserap di awal pekerjaan tersebut dan sisa durasi dilakukan
untuk biaya pemasangannya. Namun hal ini tidak sepenuhnya dapat dijadikan dasar utuk
pembuatan tagihan kontraktor dikarenakan proses fisik pengerjaannya belum terlaksana.
D. Langkah Pembuatan Kurva S dan Contohnya

1. Bobot Kegiatan (%)

Bobot kegiatan merupakan nilai persentase proyek, dimana dengan bobot


pekerjaan ini nantinya akan digunakan untuk mengetahui kemajuan dari proyek yang
akan dikerjakan.

Bobot Kegiatan = (Biaya Pekerjaan/Jumlah Biaya Pekerjaan) x 100%

Contoh :
Dalam sebuah proyek Rekapitulasi dari anggaran yang akan digunakan sebagai berikut :

N Jenis Pekerjaan Biaya Pekerjaan Bobot


o (Rp) (%)
1 Pekerjaan Pondasi 3.500.000 16,02
2 Pekerjaan Beton 4.550.000 20,82
3 Pekerjaan Atap 3.600.000 16,48
4 Pekerjaan Lantai 1.200.000 5,492
5 Pekerjaan Plasteran 3.000.000 13,73
6 Pekerjaan Lain-Lain 6.000.000 27,46
Jumlah 21.850.000 100

Contoh di atas kita ambil pada pekerjaan Pondasi

Bobot = (3.500.000/21.850.000)x 100%


Bobot = 16,02%

2. Bar Chart

Setelah nilai bobot kegiatan didapatkan, maka selanjutnya adalah mencari


persentase bobot kegiatan perperiodenya.

Contoh :
Kegiatan pekerjaan pondasi akan dilaksanakan selama 3 hari dan beton selama 3
minggu, maka dapat diperoleh persentase bobot kegiatan per periodenya.

Pekerjaan Pondasi = 16,02%/3 = 5,3 %

Pekerjaan Beton = 20,82%/18 = 1,2 %


Nilai tiap periode dijumlahkan dan selanjutnya bobot per periode ditambahkan
periode sebelumnya hingga pada hari akhir kegiatan bobot mencapai 100%. Nah, dari sini
kita dapat memplot nilaibobotnya ke dalam kurva.