Anda di halaman 1dari 40

Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro

Tahun Anggaran 2016

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA


PADA LAPORAN BARANG KUASA PENGGUNA TAHUNAN
PERIODE TAHUN ANGGARAN 2016

I. PENDAHULUAN
1. DASAR HUKUM

a) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;


b) Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
c) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan;
d) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;
e) Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah;
f) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tetang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemerintah;
g) Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005;
h) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat;
i) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013 tentang Bagan Akun Standar;
j) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 83/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Negara;
k) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87/PMK.06/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 246/PMK.06/2014 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Penggunaan Barang Milik Negara;
l) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Pemanfaatan Barang Milik Negara;
m) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 222/PMK.05/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 177/PMK.05/2015 tentang Pedoman Penyusunan dan
Penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Negara/ Lembaga;
n) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang
Milik Negara;
o) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 69/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Rekonsiliasi
Barang Milik Negara Dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat;
p) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 14/PMK.06/2015 tentang Perubahan Keempat Atas

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 1


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan


Kodefikasi Barang Milik Negara;
q) Peraturan Menteri Keuangan No. 620/KM.6/2015 tanggal 31 Desember 2015 tentang
Masa Manfaat Dalam Rangka Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset Tak
Berwujud pada Entitas Pemerintah Pusat;
r) Peraturan Menteri Keuangan No. 251/PMK.06/2015 tanggal 29 Desember 2015
tentang Tata Cara Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset Tak Berwujud pada
Entitas Pemerintah Pusat
s) Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-38/PB/2006 tentang Pedoman Akuntansi
Konstruksi Dalam Pengerjaan;
t) Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-40/PB/2006 tentang Pedoman Akuntansi
Persediaan;
u) Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-615/PB/2016 tentang Perubahan Kedelapan
atas Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Kep 157/PB/2016 tentang
Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar;
v) Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintahan.

2. ENTITAS PELAPORAN
Balai Besar Industri Agro yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 11 Bogor merupakan unit
pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI).
Tupoksi Balai Besar Industri Agro adalah melaksanakan kegiatan penelitian,
pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, dan
pengembangan kompetensi industri agro sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri.

3. PERIODE PELAPORAN
Laporan Barang Milik Negara ini merupakan laporan untuk periode I Tahun Anggaran
2016, dimana berisi tentang laporan BMN yang dilaksanakan dari kurun waktu 1 Januari
2016 sampai dengan 31 Desember 2016.

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 2


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

II. KEBIJAKAN PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA


UU Nomor I Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan PP Nomor 6 Tahun 2006
sebagaimana telah diubah oleh PP Nomor 27 Tahun 2014 menyatakan bahwa BMN adalah
semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya
yang sah. Berdasarkan PP tersebut diatas, barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah
meliputi :
1. Barang yang diperoleh dari hibah/ sumbangan atau yang sejenis;
2. Barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/ kontrak;
3. Barang yang diperolah berdasarkan ketentuan undang-undang; atau
4. Barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan
hukum tetap.

BMN yang telah diperoleh tersebut harus dicatat dan dilaporkan sesuai dengan asas-asas
pengelolaan BMN, yaitu fungsional, kepastian hukum, transparansi, efisiensi, akuntabilitas dan
kepastian nilai.
Akuntabilitas pengelolaan BMN tercermin dari pelaporan BMN secara periodik dan tepat
waktu, yang dimulai dari pencatatan, penggolongan dan penyajiannya secara sistematis dalam
suatu set informasi sesuai dengan ketentuan. Penatausahaan BMN Kementerian Perindustrian
bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi dan mendukung tertib pengelolaan BMN yang
meliputi penatausahaan pada Pengguna/ Kuasa Pengguna Barang di lingkungan Kementerian
Perindustrian sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang
Penatausahaan Barang Milik Negara.
LBP sebagai output utama penatausahaan dari pengguna barang, merupakan media
pertanggungjawaban pengelolaan BMN yang dilakukan oleh pengguna barang dalam suatu
periode tertentu, yang dapat digunakan sebagai sumber informasi dalam pengambilan
keputusan masa depan (prediction value) terkait BMN. LBP juga menjadi bahan untuk
menyusun neraca barang milik Negara yang menjadi bagian dari Laporan Keuangan
Kementerian Perindustrian.
Agar dapat dimanfaatkan sebagaimana uraian di atas, maka informasi yang disajikan dalam
LBP harus memenuhi karakteristik kualitatif seuatu laporan, yaitu relevan, andal, dapat
dibandingkan, dan dapat dipahami. Laporan dikatakan relevan apabila informasi yang
terkandung di dalamnya dapat dihubungkan dengan maksud penggunaannya. Informasi yang
relevan memiliki manfaat umpan balik (feedback value), memiliki manfaat prediktif (predictive
value), disajikan tepat waktu dan disajikan selengkap mungkin, yaitu mencakup semua
informasi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 3


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Laporan dikatakan andal apabila informasi yang disajikan dalam laporan tersebut bebas dari
pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur,
serta dapat diverifikasi. Keandalan suatu laporan juga dicerminkan pada penyajian informasi
yang diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu.
Informasi yang termuat dalam suatu laporan akan lebih berguna jika dapat dibandingkan
dengan laporan periode sebelumnya atau laporan pengguna lain pada umumnya. Perbandingan
dapat dilakukan baik secara internal maupun eksternal.
Agar dapat dipahami oleh penggunanya, maka informasi yang disajikan pada suatu laporan
dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para
pengguna laporan.
Dalam rangka mencapai kualitas LBP sebagaimana persyaratan kualitatif tersebut, maka
dalam pencatatan dan pelaporan BMN dilaukan kepatuhan pada hal-hal berikut :
1. Penyeragaman penggolongan dan kodefikasi barang.
2. Penyajian BMN sesuai Bagan Akun Standar (BAS).
3. Kebijakan kapitalisasi BMN.
4. Rekonsiliasi BMN.

1. Penyeragaman Penggolongan dan Kodefikasi Barang


Penggolongan dan kodefikasi BMN digunakan untuk memudahkan dalam melakukan
akuntansi, pelaporan dan inventaris BMN. Kodefikasi BMN yang seragam dan diterapkan
secara menyeluruh pada setiap Kuasa Pengguna dan Pengguna BMN akan menjamin bahwa
informasi yang disajikan LBP dapat dibandingkan dan mudah dipahami karena
menggunakan kaidah-kaidah pengelompokan yang sama dan konsisten, baik antar periode
pelaporan maupun entitas pelaporan, yaitu Satker sebagai Kuasa Pengguna Barang.
Dalam PMK Nomor Peraturan Menteri Keuangan No. 14/PMK.06/2015 tentang
Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010 tentang
Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara diatur pemberian kode BMN sesuai
dengan penggolongan dan kodefikasi masing-masing BMN. Selain itu, dalam rangka
harmonisasi penyajian BMN dalam penyusunan Neraca BMN dan Laporan Keuangan
sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah, kodefikasi BMN diselaraskan dengan Bagan
Akun Standar.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 14/PMK.06/2015 tentang Perubahan
Keempat Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010 tentang
Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara, BMN diklasifikasikan ke dalam 8
(delapan) golongan barang, yaitu Persediaan, Tanah, Peralatan dan Mesin, Gedung dan
Bangunan, Jalan, Irigasi dan Jaringan, Aset Tetap Lainnya, Konstruksi Dalam Pengerjaan,

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 4


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

dan Aset Tak Berwujud. Masing-masing golongan barang tersebut terbagi atas bidang
barang, yang kemudian terbagi lagi atas sub-sub barang.
Pelaporan BMN pada tingkat Kuasa Pengguna Barang (Satuan Kerja) disajikan mulai
dari tingkat golongan barang sampai dengan tingkat sub-sub kelompok barang. Sedangkan
pelaporan BMN pada tingkat wilayah dan / atau Eselon I, disajikan mulai dari tingkat
barang sampai dengan sub kelompok barang, dan pada tingkat pengguna barang (K/L)
laporan disajikan mulai dari tingkat golongan sampai dengan kelompok barang.
Penggolongan dan Kodefikasi BMN ini diatur dalam PMK Peraturan Menteri Keuangan
No. 14/PMK.06/2015 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara
tentang Penggolongan dan Kodefikasi BMN.

2. Penyajian BMN Sesuai Bagan Akun Standar (BAS)


Salah satu tujuan penyusunan laporan BMN adalah sebagai bahan untuk penyusunan
neraca Kementerian Perindustrian. Oleh karena itu, agar relevan dengan tujuannya, maka
pelaporan BMN, dalam hal ini, harus disajikan sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunan
neraca, antara lain dengan menyesuaikan penggolongan dan kodefikasi BMN berdasarkan
Peraturan Menteri Keuangan No. 14/PMK.06/2015 tentang Perubahan Keempat Atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan
Kodefikasi Barang Milik Negara sebagaimana telah diuraikan di atas menjadi
penggolongan sesuai dengan akun neraca sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013 tentang Bagan Akun Standar. Penyesuaian ini
menghasilkan penyajian BMN dalam pos-pos neraca yaitu Persediaan, Aset Tetap dan Aset
Lainnya.
Persediaan merupakan aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang
dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang
dimaksudkan untuk dijual dan/ atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Aset Tetap merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12
(dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh
masyarakat umum. Aset tetap dijabarkan dalam akun-akun yang disusun berdasarkan
kesamaan sifat atau fungsinya dalam aktivitas operasi, yaitu (a) Tanah, (b) Peralatan dan
Mesin, (c) Gedung dan Bangunan, (d) Jalan, Irigasi dan Jaringan, (e) Aset Tetap Lainnya,
dan (f) Konstruksi Dalam Pengerjaan.
Aset Lainnya merupakan aset pemerintah selain aset lancar, investasi jangka panjang,
asset tetap dan dana cadangan. Aset Lainnya antara lain terdiri dari akun Aset Tak
Berwujud dan Aset Lain-lain. Aset Tak Berwujud adalah aset non keuangan yang dapat

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 5


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

diidentifikasikan dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam
menghasilkan barang/ jasa atau digunakan untuk tujuan lainnya termasuk hak atas kekayaan
intelektual. Aset Lain-lain adalah akun untuk mencatat aset lainnya yang tidak dapat
dikelompokkan ke dalam Aset Tak Berwujud. Contoh dari aset lain-lain adalah aset tetap
yang dihentikan dari penggunaan aktif pemerintah.
Dengan kata lain, lingkup Aset Lainnya dalam LBP hanya mencakup nilai BMN yang
secara substansi diklasifikasikan sebagai Aset Lainnya. Hal ini berbeda dengan penyajian
Aset Lainnya dalam Laporan Keuangan, yang meliputi penyajian BMN dari non BMN
seperti piutang K/L yang dialihkan, aset yang dibatasi penggunaannya (restricted assets) ,
dan lain sebagainya.

3. Kebijakan Kapitalisasi BMN


Sesuai dengan Lampiran VII Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016.
diatur bahwa BMN disajikan sebagai intrakomptabel dan ekstrakomptabel. Intrakomptabel
adalah BMN yang memenuhi syarat kapitalisasi dan disajikan dalam neraca pemerintah
pusat, sedangkan ekstrakomptabel adalah BMN yang tidak memenuhi syarat kapitalisasi
dan biasanya hanya disajikan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Suatu BMN
dinyatakan memenuhi syarat kapitalisasi apabila memenuhi batasan minimum jumlah biaya
kapitalisasi (capitalization thresholds), yaitu :
a. BMN berupa gedung dan bangunan yang nilainya Rp 10.000.000,- atau lebih;
b. BMN berupa peralatan dan mesin serta alat olahraga yang nilainya Rp 300.000,-
atau lebih;
c. BMN berupa tanah, jalan, irigasi dan jaringan, koleksi perpustakaan, dan barang
bercorak kesenian, yang nilainya Rp 1 atau lebih.
Kebijakan kepitalisasi BMN berkaitan erat dengan penyajian BMN dalam neraca
pemerintah, untuk setiap jenjang pelaporan.

4. Rekonsiliasi Nilai BMN


Rekonsiliasi ditujukan untuk memastikan bahwa setiap transaksi/ kejadian yang
berpengaruh terhadap nilai BMN telah dicatat, diklasifikasikan, disajikan, dan diungkapkan
dalam laporan BMN secara tepat dan memadai, sehingga diperoleh laporan dengan
kualifikasi relevan, andal, dapat dibandingkan dan dapat dipahami.
Oleh karena itu, mekanisma rekonsiliasi BMN harus dilakukan pada setiap jenjang
pelaporan secara periodik, dimulai dari rekonsiliasi internal pada tingkat Kuasa Pengguna
Barang (KPB), rekonsiliasi eksternal antara KPB dengan Pengelola Barang, dan rekonsiliasi

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 6


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Internal Bendahara Umum Negara, yang dilakukan secara berjenjang sebagaimana tersaji
pada diagram berikut :

Sampai dengan TA 2016, mekanisme rekonsiliasi sebagaimana tergambar di atas


belum sepenuhnya dapat dilakukan. Rekonsiliasi saat ini masih terbatas pada proses
pemutakhiran (updating) data BMN antara Pengelola dengan Pengguna Barang di
tingkat pusat yang dilakukan secara Semesteran.

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 7


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

III. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN


Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran Tahun Anggaran 2016 merupakan
laporan yang mencakup seluruh aspek BMN yang ditatausahakan dan dikelola oleh Balai Besar
Industri Agro (BBIA).
Nilai BMN gabungan (intrakomptabel dan ekstrakomptabel) yang disajikan pada Semester II
Tahun Anggaran 2016 ini adalah sebesar Rp 147.513.533.675,- (seratus empat puluh tujuh milyar
lima ratus tiga belas juta lima ratus tiga puluh tiga ribu enam ratus tujuh puluh lima rupiah), yang
terdiri dari : 1). Persediaan sebesar Rp 496.696.457,- (empat ratus sembilan puluh enam juta enam
ratus sembilan puluh enam ribu empat ratus lima puluh tujuh rupiah), 2). Aset Tetap
Intrakomptabel sebesar Rp 146.603.887.737,- (seratus empat puluh enam milyar enam ratus tiga
juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu tujuh ratus tiga puluh tujuh rupiah), 3). Aset Tetap
Ekstrakomptabel sebesar Rp 178.191.481,- (seratus tujuh puluh delapan juta seratus sembilan
puluh satu ribu empat ratus delapan puluh satu rupiah), 4). Aset Tak Berwujud berupa software
sebesar Rp 185.758.000,-, (seratus delapan puluh lima juta tujuh ratus lima puluh delapan ribu
rupiah), 5). Konstruksi Dalam Pengerjaan sebesar Rp 49.000.000,- (empat puluh sembilan juta
rupiah).
Nilai BMN berupa saldo awal laporan sebesar Rp 133.127.700.920,- (seratus tiga puluh tiga
milyar seratus dua puluh tujuh juta tujuh ratus ribu sembilan ratus dua puluh rupiah), yang terdiri
dari : 1). Persediaan senjumlah Rp 544.029.095,- (lima ratus empat puluh empat juta dua puluh
sembilan ribu sembilan puluh lima rupiah), 2). Aset Tetap Intrakomptabel sejumlah Rp
132.188.151.078,- (seratus tiga puluh dua milyar seratus delapan puluh delapan juta seratus lima
puluh satu ribu tujuh puluh delapan rupiah), 3). Aset Tetap Ekstrakomptabel sejumlah Rp
178.682.747,- (seratus tujuh puluh delapan juta enam ratus delapan puluh dua ribu tujuh ratus
empat puluh tujuh rupiah), 4). Aset Tak Berwujud berupa software sejumlah Rp 150.338.000,-
(seratus lima puluh juta tiga ratus tiga puluh delapan ribu rupiah), 5). Aset Tak Berwujud Yang
Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan sejumlah Rp 66.500.000,- (enam puluh enam juta
lima ratus ribu rupiah).
Nilai mutasi yang terjadi selama Tahun Anggaran 2016 adalah mutasi tambah sebesar Rp
20.797.873.158,- (dua puluh milyar tujuh ratus sembilan puluh tujuh juta delapan ratus tujuh puluh
tifa ribu seratus lima puluh delapan rupiah) dan mutasi kurang sebesar Rp 6.412.040.403,- (enam
milyar empat ratus dua belas juta empat puluh ribu empat ratus tiga rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 8


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Aset Tetap Mutasi Tambah Mutasi Kurang


- Peralatan dan Mesin 16.882.477.349 1.920.556.000
- Gedung dan Bangunan 1.466.420.400 1.466.420.400
- Jalan , irigasi, jaringan 219.492.000 -
- Aset Tetap Lainnya 53.446.910 -
- Aset Tetap yang sudah tidak - 819.614.866
digunakan dalam operasi
pemerintahan
- Aset Tak Berwujud 35.420.000 66.500.000
- Konstruksi Dalam Pengerjaan 2.140.616.499 2.091.616.499
- Persediaan (mutasi di neraca) - 47.332.638
TOTAL 20.797.873.158 6.412.040.403

Nilai mutasi BMN tersebut berasal dari transaksi keuangan dan transaksi non-keuangan.
Mutasi BMN yang berasal dari transaksi keuangan merupakan penambahan nilai BMN yang berasal
dari perolehan dan/atau penambahan BMN yang berasal dari pembiayaan APBN selama periode
tahun berjalan, sedangkan transaksi non-keuangan merupakan transaksi penambahan dan
pengurangan atas BMN yang berasal dari pembiayaan selain APBN periode tahun berjalan.
Laporan BMN ini disusun menggunakan sistem aplikasi sebagai alat bantu guna
mempermudah dalam melakukan Penatausahaan BMN. Laporan BMN ini terdiri atas:
1. Neraca;
2. Laporan Barang Persediaan;
3. Laporan Aset Tetap (Intrakomptabel, Ekstrakomptabel, dan Gabungan);
4. Laporan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP);
5. Laporan Aset Tak Berwujud;
6. Laporan Penyusutan;
7. Catatan atas Laporan Barang Milik Negara;
8. Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) internal SAK-SIMAK pada Balai Besar Industri Agro
(BBIA); dan

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 9


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

IV. RINGKASAN BARANG MILIK NEGARA PER TAHUN ANGGARAN 2016


1. Saldo Awal Tahun Anggaran 2016
Nilai BMN awal Tahun Anggaran 2016 menurut Balai Besar Industri Agro (BBIA) adalah
sebesar Rp 133.127.700.920,- (seratus tiga puluh tiga milyar seratus dua puluh tujuh juta
tujuh ratus ribu sembilan ratus dua puluh rupiah), yang terdiri dari : 1). Persediaan
senjumlah Rp 544.029.095,- (lima ratus empat puluh empat juta dua puluh sembilan ribu
sembilan puluh lima rupiah), 2). Aset Tetap Intrakomptabel sejumlah Rp 132.188.151.078,-
(seratus tiga puluh dua milyar seratus delapan puluh delapan juta seratus lima puluh satu
ribu tujuh puluh delapan rupiah), 3). Aset Tetap Ekstrakomptabel sejumlah Rp
178.682.747,- (seratus tujuh puluh delapan juta enam ratus delapan puluh dua ribu tujuh
ratus empat puluh tujuh rupiah), 4). Aset Tak Berwujud berupa software sejumlah Rp
150.338.000,- (seratus lima puluh juta tiga ratus tiga puluh delapan ribu rupiah), 5). Aset
Tak Berwujud Yang Tidak Digunakan Dalam Operasi Pemerintahan sejumlah Rp
66.500.000,- (enam puluh enam juta lima ratus ribu rupiah).

Ringkasan Mutasi Barang Milik Negara Tahun Anggaran 2016


a. Barang Persediaan
Saldo Persediaan pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran per 31 Desember
2016 sebesar 496.696.457,- (empat ratus sembilan puluh enam juta enam ratus
sembilan puluh enam ribu empat ratus lima puluh tujuh rupiah), jumlah tersebut terdiri
dari saldo awal sebesar Rp 544.029.095,- (lima ratus empat puluh empat juta dua
puluh sembilan ribu sembilan puluh lima rupiah) dan total mutasi persediaan selama
periode laporan sebesar Rp 47.332.638,- (empat puluh tujuh juta tiga ratus tiga puluh
dua ribu enam ratus tiga puluh delapan rupiah).

Jumlah tersebut dapat dirinci sebagai berikut:


Saldo Awal Saldo Akhir
Mutasi
Uraian (Rp) (Rp)
(Rp)
1 Jan 2016 31 Des 2016
117111 Barang Konsumsi 200.361.970 (75.391.495) 124.970.475
117113 Bahan untuk 17.883.800 (8.844.600) 9.039.200
Pemeliharaan
117114 Suku Cadang 6.400.000 (5.385.700) 1.014.300
117131 Bahan Baku 317.782.825 32.224.725 350.007.550
117119 Persediaan Lainnya 1.600.500 10.064.432 11.664.932
TOTAL 544.029.095 (47.332.638) 496.696.457

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 10


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

b. Tanah
Saldo Tanah pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31
Desember 2016 sebesar seluas 25.878 m2 dengan nilai Rp 40.851.149.958,- (empat
puluh milyar delapan ratus lima puluh satu juta seratus empat puluh sembilan ribu
sembilan ratus lima puluh delapan rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal tanah seluas 25.878 m2 dengan nilai sebesar Rp
40.851.149.958,- (empat puluh milyar delapan ratus lima puluh satu juta seratus empat
puluh sembilan ribu sembilan ratus lima puluh delapan rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah maupun mutasi kurang.

Jenis Tanah Sesuai Luas


No. Lokasi Nomer Sertifikat Harga Perolehan
SIMAK-BMN (m2)
1 Tanah Bangunan Rumah Cikaret Bogor 16.080 Sertifikat Hak Pakai No. 23.198.408.000
Negara Golongan II 5 Cikaret
No seri 4448572
2 Tanah Bangunan Rumah Cikaret Bogor 1.688 Sertifikat Hak Pakai No. 2.474.632.000
Negara Golongan II 6 Cikaret
No seri 8131824
3 Tanah Bangunan Rumah Pondok Rumput 493 Sertifikat Hak Pakai No. 332.775.000
Negara Golongan II Bogor 1 Tanah Sareal
No seri AD 299975
4 Tanah Bangunan Kantor Juanda Bogor 5.890 Sertifikat Hak Pakai No. 11.479.456.860
Pemerintah 17 Bogor Tengah
No seri AD 299974
5 Tanah Bangunan Kantor Juanda Bogor 1.727 Sertifikat Hak Pakai No. 3.365.878.098
Pemerintah 16 Bogor Tengah
No seri AD 299976

Keterangan :
Luas tanah yang tercatat di SIMAK-BMN adalah luas tanah yang sebenarnya, apabila 4
buah tanah rumah dinas yang masih bergabung dalam Sertifikat Tanah Induk telah
bersertifikat. Adapun Sertifikat Tanah yang belum sesuai dengan sebenarnya adalah
sebagai berikut :
a. Luas Tanah sesuai Sertifikat No.4448572 = 17.050 m2
Tanah dan Rumah Dinas yang di DEM 4 Rumah = 970 m2
Sesuai dengan KIB = 16.080 m2

c. Peralatan dan Mesin


Saldo Peralatan dan Mesin pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran
per 31 Desember 2016 sebesar Rp Rp 80.522.937.480,- (delapan puluh milyar lima
ratus dua puluh dua juta sembilan ratus tiga puluh tujuh ribu empat ratus delapan
puluh rupiah), jumlah tersebut terdiri dari intrakomptabel sebesar Rp 80.354.005.999,-
(delapan puluh milyar tiga ratus lima puluh empat juta lima ribu sembilan ratus
sembilan puluh sembilan rupiah ) dan ekstrakomptabel sebesar Rp 168.931.481,-

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 11


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

(seratus enam puluh delapan juta sembilan ratus tiga puluh satu ribu empat ratus
delapan puluh satu rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal senilai Rp 65.561.016.131,- (enam puluh lima
milyar lima ratus enam puluh satu juta enam belas ribu seratus tiga puluh satu rupiah),
jumlah tersebut terdiri dari intrakomptabel sebesar Rp 65.393.224.650,- (enam puluh
lima milyar tiga ratus sembilan puluh tiga juta dua ratus dua puluh empat ribu enam
ratus lima puluh rupiah) dan ekstrakomptabel sebesar Rp 167.791.481,- (seratus enam
puluh tujuh juta tujuh ratus sembilan puluh satu ribu empat ratus delapan puluh satu
rupiah).
Mutasi tambah sebesar Rp 16.882.477.349,- (enam belas milyar delapan ratus delapan
puluh dua juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu tiga ratus empat puluh sembilan
rupiah dan mutasi kurang sebesar Rp 1.920.556.000,- (satu milyar sembilan ratus dua
puluh juta lima ratus lima puluh enam ribu rupiah).

Rincian mutasi Peralatan dan Mesin per bidang barang adalah sebagai berikut :
1) Alat Besar (3.01);
Saldo Alat Besar pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31
Desember 2016 sebanyak 10 buah/ unit sebesar Rp 339.772.000,- (tiga ratus tiga
puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu rupiah). Jumlah tersebut
terdiri dari intrakomptabel sebanyak 8 buah/ unit sebesar Rp 339.572.000,- (tiga
ratus tiga puluh sembilan juta lima ratus tujuh puluh dua ribu rupiah) dan
ekstrakomptabel sebanyak 2 buah/ unit sebesar Rp 200.000,- (dua ratus ribu
rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 10 buah/ unit sebesar Rp
339.772.000,- (tiga ratus tiga puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu
rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari intrakomptabel sebanyak 8 buah/ unit sebesar
Rp 339.572.000,- (tiga ratus tiga puluh sembilan juta lima ratus tujuh puluh dua
rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 2 buah/ unit sebesar Rp 200.000,- (dua ratus
ribu rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah maupun kurang.

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 12


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Dari jumlah Alat Berat di atas, berdasarkan status kondisinya adalah sebagai
berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang
(Rp)
masing-masing)

Baik 10 339.772.000

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Alat Besar Intrakomptabel (sesuai neraca) sebesar Rp


338.606.000,- (tiga ratus tiga puluh delapan juta enam ratus enam ribu rupiah),
sehingga nilai buku untuk Alat Besar sebesar Rp 966.000,- (sembilan ratus enam
puluh enam rupiah).

2) Alat Angkutan (3.02);


Saldo Alat Angkutan pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran
per 31 Desember 2016 sebanyak 22 buah/ unit sebesar Rp 1.269.772.350,- (satu
milyar dua ratus enam puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu tiga
ratus lima puluh rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 22 buah/ unit sebesar Rp
1.269.772.350,- (satu milyar dua ratus enam puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh
puluh dua ribu tiga ratus lima puluh rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah atau kurang.

Dari jumlah Alat Angkutan di atas, berdasarkan status kondisinya adalah sebagai
berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang
(Rp)
masing-masing)

Baik 22 1.269.772.350

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel Alat Angkutan (sesuai neraca) sebesar


Rp 835.456.715,- (delapan ratus tiga puluh lima juta empat ratus lima puluh enam
ribu tujuh ratus lima belas ribu rupiah), sehingga nilai buku untuk Alat Angkutan
sebesar Rp 434.315.635,- (empat ratus tiga puluh empat juta tiga ratus lima belas
ribu enam ratus tiga puluh lima rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 13


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

3) Alat Bengkel dan Alat Ukur (3.03);


Saldo Alat Bengkel dan Alat Ukur pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 95 buah/ unit sebesar Rp
899.727.532,- (delapan ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus dua puluh
tujuh ribu lima ratus tiga puluh dua rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari
intrakomptabel sebanyak 74 buah/unit sebesar Rp 898.362.535,- (delapan ratus
sembilan puluh delapan juta tiga ratus enam puluh dua ribu lima ratus tiga puluh
lima rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 21 buah/ unit sebesar Rp 1.364.997,-
(satu juta tiga ratus enam puluh empat ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh
rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 95 buah/ unit sebesar Rp
899.727.532,- (delapan ratus sembilan puluh sembilan juta tujuh ratus dua puluh
tujuh ribu lima ratus tiga puluh dua rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari
intrakomptabel sebanyak 74 buah/unit sebesar Rp 898.362.535,- (delapan ratus
sembilan puluh delapan juta tiga ratus enam puluh dua ribu lima ratus tiga puluh
lima rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 21 buah/ unit sebesar Rp 1.364.997,-
(satu juta tiga ratus enam puluh empat ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh
rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah atau kurang.

Dari jumlah Alat Bengkel dan Alat Ukur di atas, berdasarkan status kondisinya
adalah sebagai berikut:
Kuantitas Nilai
Uraian Kondisi
(sesuai dengan satuan barang masing-masing) (Rp)

Baik 95 899.727.532

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Alat Bengkel dan Alat
Ukur sebesar Rp 824.387.835,- (delapan ratus dua puluh empat juta tiga ratus
delapan puluh tujuh ribu delapan ratus tiga puluh lima rupiah), sehingga nilai
buku untuk Alat Bengkel dan Alat Ukur sebesar Rp 73.974.700,- (tujuh puluh tiga
juta sembilan ratus tujuh puluh empat ribu tujuh ratus rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 14


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

4) Alat Pertanian (3.04);


Saldo Alat Pertanian pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran per
31 Desember 2016 sebanyak sebanyak 28 buah/ unit sebesar Rp 546.401.173,-
(lima ratus empat puluh enam juta empat ratus satu ribu seratus tujuh puluh tiga
rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 26 buah/ unit sebesar Rp
429.235.174,- (empat ratus dua puluh sembilan juta dua ratus tiga puluh lima ribu
seratus tujuh puluh empat rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah Alat Pertanian sebanyak 2
buah/ unit sebesar Rp 117.165.999,- (seratus tujuh belas juta seratus enam puluh
lima ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah).

Mutasi tambah Alat Pertanian Tangga tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
101 Pembelian 59.529.000 -

105 Penyelesaian Pembangunan 57.636.999 -


Dengan KDP
TOTAL 117.165.999

Dari jumlah Alat Pertanian di atas, berdasarkan status kondisinya adalah sebagai
berikut:
Kuantitas Nilai
Uraian Kondisi
(sesuai dengan satuan barang masing-masing) (Rp)

Baik 28 546.401.173

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Alat Pertanian sebesar


Rp 218.810.814,- (dua ratus delapan belas juta delapan ratus sepuluh ribu delapan
ratus empat belas rupiah), sehingga nilai buku untuk Alat Pertanian sebesar Rp
327.590.359,- (tiga ratus dua puluh tujuh juta lima ratus sembilan puluh ribu tiga
ratus lima puluh sembilan rupiah).

5) Alat Kantor dan Rumah Tangga (3.05);


Saldo Alat Kantor dan Rumah Tangga pada Laporan Barang Kuasa Pengguna
Barang Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 2.547 buah/ unit sebesar Rp
2.439.327.544,- (dua milyar empat ratus tiga puluh sembilan juta tiga ratus dua
puluh tujuh ribu lima ratus empat puluh empat rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 15
Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

intrakomptabel sebanyak 1.245 buah/ unit sebesar Rp 2.282.644.846,- (dua milyar


dua ratus delapan puluh dua juta enam ratus empat puluh empat ribu delapan
ratus empat puluh enam rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 1.302 buah/ unit
sebesar Rp 156.682.698,- (seratus lima puluh enam juta enam ratus delapan puluh
dua ribu enam ratus sembilan puluh delapan rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 2.381 buah/ unit sebesar Rp
2.239.648.394,- (dua milyar dua ratus tiga puluh sembilan juta enam ratus empat
puluh delapan ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah). Jumlah tersebut terdiri
dari intrakomptabel sebanyak 1.083 buah/ unit sebesar Rp 2.084.105.696,- (dua
milyar delapan puluh empat juta seratus lima ribu enam ratus sembilan puluh
enam rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 1.298 buah/ unit sebesar Rp
155.542.698,- (seratus lima puluh lima juta lima ratus empat puluh dua ribu enam
ratus sembilan puluh delapan rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah sebanyak 166 buah/ unit
dengan nilai sebesar Rp 199.679.150,- (seratus sembilan puluh sembilan juta enam
ratus tujuh puluh sembilan ribu seratus lima puluh rupiah).
.
Mutasi tambah Alat Kantor dan Rumah Tangga tersebut meliputi :
Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
101 Pembelian 198.539.150 1.140.000

Dari jumlah Alat Kantor dan Rumah Tangga di atas, berdasarkan status kondisinya
adalah sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 2.547 2.439.327.544

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Alat Kantor dan


Rumah Tangga sebesar Rp 1.586.643.745,- (satu milyar lima ratus delapan puluh
enam juta enam ratus empat puluh tiga ribu tujuh ratus empat puluh lima rupiah)
sehingga nilai buku untuk Alat Kantor dan Rumah Tangga sebesar Rp
696.001.101,- (enam ratus sembilan puluh enam juta seribu seratus satu rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 16


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

6) Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar (3.06);


Saldo Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar pada Laporan Barang Kuasa
Pengguna Barang Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 171 buah/ unit
sebesar Rp 1.049.345.650,- (satu milyar empat puluh sembilan juta tiga ratus
empat puluh lima ribu enam ratus lima puluh rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari
intrakomptabel sebanyak 124 buah/ unit sebesar Rp 1.047.207.650,- (satu milyar
empat puluh tujuh juta dua ratus tujuh ribu enam ratus lima puluh rupiah) dan
ekstrakomptabel sebanyak 47 buah/ unit sebesar Rp 2.138.000,-(dua juta seratus
tiga puluh delapan ribu rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 165 buah/ unit sebesar Rp
936.689.650,- (sembilan ratus tiga puluh enam juta enam ratus delapan puluh
sembilan ribu enam ratus lima puluh rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari
intrakomptabel sebanyak 118 buah/ unit sebesar Rp 934.551.650,- (sembilan ratus
tiga puluh empat juta lima ratus lima puluh satu ribu enam ratus lima puluh
rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 47 buah/ unit sebesar Rp 2.138.000,-(dua
juta seratus tiga puluh delapan ribu rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah sebanyak 6 buah/ unit
senilai Rp 112.656.000,- (seratus dua belas juta enam ratus lima puluh enam
rupiah).

Mutasi tambah Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
101 Pembelian 76.356.000 -

107 Reklas Masuk 36.300.000 -

TOTAL 112.656.000

Dari jumlah Alat Studio, Komunikasi dan Pemancar di atas, berdasarkan status
kondisinya adalah sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 171 1.049.345.650

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 17


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Alat Studio,


Komunikasi dan Pemancar sebesar Rp 802.407.210,- (delapan ratus dua juta empat
ratus tujuh ribu dua ratus sepuluh rupiah), sehingga nilai buku untuk Studio,
Komunikasi dan Pemancar sebesar Rp 244.800.440,- (dua ratus empat puluh empat
juta delapan ratus empat ratus empat puluh rupiah).

7) Alat Kedokteran dan Kesehatan (3.07);


Saldo Alat Kedokteran dan Kesehatan pada Laporan Barang Kuasa Pengguna
Barang Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 74 buah/ unit sebesar Rp
1.467.981.895,-. (satu milyar empat ratus enam puluh tujuh juta sembilan ratus
delapan puluh satu ribu delapan ratus sembilan puluh lima rupiah). Jumlah
tersebut terdiri dari intrakomptabel sebanyak 56 buah/ unit sebesar Rp
1.466.354.400,- (satu milyar empat ratus enam puluh enam juta tiga ratus lima
puluh empat ribu empat ratus rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 18 buah/ unit
sebesar Rp 1.627.495,- (satu juta enam ratus dua puluh tujuh ribu empat ratus
sembilan puluh lima rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 74 buah/ unit sebesar Rp
1.467.981.895,-. (satu milyar empat ratus enam puluh tujuh juta sembilan ratus
delapan puluh satu ribu delapan ratus sembilan puluh lima rupiah). Jumlah
tersebut terdiri dari intrakomptabel sebanyak 56 buah/ unit sebesar Rp
1.466.354.400,- (satu milyar empat ratus enam puluh enam juta tiga ratus lima
puluh empat ribu empat ratus rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 18 buah/ unit
sebesar Rp 1.627.495,- (satu juta enam ratus dua puluh tujuh ribu empat ratus
sembilan puluh lima rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah atau kurang.

Dari jumlah Alat Kedokteran dan Kesehatan di atas, berdasarkan status kondisinya
adalah sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 74 1.467.981.895

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 18


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Alat Kedokteran dan


Kesehatan sebesar Rp 1.342.727.200,- (satu milyar tiga ratus empat puluh dua juta
tujuh ratus dua puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) sehingga nilai buku untuk Alat
Kedokteran dan Kesehatan sebesar Rp 123.627.200,- (seratus dua puluh tiga juta
enam ratus dua puluh tujuh ribu dua ratus rupiah).

8) Alat Laboratorium (3.08);


Saldo Alat Laboratorium pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 989 buah/ unit sebesar Rp
67.868.224.236- (enam puluh tujuh milyar delapan ratus enam puluh delapan juta
dua ratus dua puluh empat ribu dua ratus tiga puluh enam rupiah). Jumlah tersebut
terdiri dari intrakomptabel sebanyak 899 sebesar Rp 67.861.305.945,- (enam puluh
tujuh milyar delapan ratus enam puluh satu juta tiga ratus lima ribu sembilan ratus
empat puluh lima rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 90 buah/ unit sebesar Rp
6.918.291,- (enam juta sembilan ratus delapan belas ribu dua ratus sembilan puluh
satu rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 922 buah/ unit sebesar Rp
53.552.584.036,- (lima puluh tiga milyar lima ratus lima puluh dua juta lima ratus
delapan puluh empat ribu tiga puluh enam rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari
intrakomptabel sebanyak 832 sebesar Rp 53.545.665.745,- (lima puluh tiga milyar
lima ratus empat puluh lima jura enam ratus enam puluh lima ribu tujuh ratus
empat puluh lima rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 90 buah/ unit sebesar Rp
6.918.291,- (enam juta sembilan ratus delapan belas ribu dua ratus sembilan puluh
satu rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah sebanyak 69 buah Alat
Laboratorium senilai Rp 16.236.196.200,- (enam belas milyar dua ratus tiga puluh
enam juta seratus sembilan puluh enam ribu dua ratus rupiah) dan mutasi kurang
sebanyak 2 buah/ unit senilai Rp 1.920.556.000,- (satu milyar sembilan ratus dua
puluh juta lima ratus lima puluh enam ribu rupiah).
Mutasi tambah Alat Laboratorium tersebut meliputi :
Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
101 Pembelian 1.390.660.700 -

107 Reklas Masuk 1.846.856.000 -

105 Penyelesaian pembangunan dengan 2.033.979.500 -


KDP
102 Transfer Masuk 10.964.700.000 -

Total 16.236.196.200 -

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 19


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Mutasi kurang Alat Laboratorium tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
304 Reklas Keluar 1.920.556.000 -

Alat Laboratorium yang berasal dari Transfer Masuk adalah sebagai berikut :
1. Peralatan dan Mesin alat laboratorium senilai Rp 634.700.000,- didapat dari
IUBTT (terlampir);
2. Peralatan dan Mesin alat laboratorium senilai Rp 9.550.250.000,- didapat dari
Direktorat Jenderal Industri Agro (terlampir);
3. Peralatan dan Mesin alat laboratorium senilai Rp 779.750.000,- didapat dari
Pusat Standardisasi (terlampir);

Dari jumlah Alat Laboratorium di atas, berdasarkan status kondisinya adalah


sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 989 67.868.224.236

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Alat Laboratorium


sebesar Rp 42.280.695.513,- (empat puluh dua milyar dua ratus delapan puluh juta
enam ratus sembilan puluh lima ribu lima ratus tiga belas rupiah) sehingga nilai
buku untuk Alat Laboratorium sebesar Rp 25.580.610.432,- (dua puluh lima milyar
lima ratus delapan puluh juta enam ratus sepuluh ribu empat ratus tiga puluh dua
rupiah).

9) Alat Persenjataan (3.09);


Keterangan : Balai Besar Industri Agro pada kenyataannya tidak memiliki Senjata
Api, namun dikarenakan oleh kodefikasi pada aplikasi terhadap jenis barang,
sehingga beberapa jenis barang yang diinput sesuai namanya, namun masuk ke
kode Senjata Api (3.09).
Saldo Alat Laboratorium pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 8 buah/ unit sebesar Rp 160.565.600,-.
(seratus enam puluh juta lima ratus enam puluh lima ribu enam ratus rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 20


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 7 buah/ unit sebesar Rp
123.165.600,-. (seratus dua puluh riga juta seratus enam puluh lima ribu enam
ratus rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah sebanyak 1 buah/ unit
sebesar Rp 37.400.000,- (tiga puluh tujuh juta empat ratus ribu rupiah).

Mutasi tambah Alat Persenjataan tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
107 Reklas Masuk 37.400.000 -

Dari jumlah Alat Persenjataan di atas, berdasarkan status kondisinya adalah sebagai
berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 8 160.565.600

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Alat Persenjataan


sebesar Rp 112.218.933,- (seratus dua belas juta dua ratus delapan belas ribu
Sembilan ratus tiga puluh tiga rupiah), sehingga nilai buku untuk Alat Persenjataan
sebesar Rp 48.346.667,- (empat puluh delapan juta tiga ratus empat puluh enam
ribu enam ratus enam puluh tujuh rupiah).

10) Komputer (3.10);


Saldo Komputer pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31
Desember 2016 sebanyak 290 buah/ unit sebesar Rp 1.592.512.800,- (satu milyar
lima ratus sembilan puluh dua juta lima ratus dua belas ribu delapan ratus
rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal 255 buah/ unit sebesar Rp 1.413.132.800,-
(satu milyar empat ratus tiga belas juta seratus tiga puluh dua ribu delapan ratus
rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah sebanyak 35 buah/ unit
Komputer dengan nilai sebesar Rp 179.380.000,- (seratus tujuh puluh sembilan juta
tiga ratus delapan puluh ribu rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 21


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Mutasi tambah Komputer tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
101 Pembelian 179.380.000 -

Dari jumlah Komputer di atas, berdasarkan status kondisinya adalah sebagai


berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 290 1.592.512.800

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel Komputer sebesar Rp 1.247.896.213,-


(satu milyar dua ratus empat puluh tujuh juta delapan ratus sembilan puluh enam
ribu dua ratus tiga belas rupiah) sehingga nilai buku untuk Komputer dan
Peralatan Komputer sebesar Rp 344.616.587,- (tiga ratus empat puluh empat juta
enam ratus enam belas ribu lima ratus delapan puluh tujuh rupiah).

11) Alat Pengeboran (3.12);


Saldo Alat Pengeboran pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran
per 31 Desember 2016 sebanyak 2 buah/ unit sebesar Rp 886.000,- (delapan ratus
delapan puluh enam ribu rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal 2 buah/unit sebesar Rp 886.000,- (delapan
ratus delapan puluh enam ribu rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah maupun kurang.
Dari jumlah Alat Pengeboran di atas, berdasarkan status kondisinya adalah sebagai
berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 2 886.000

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 22


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel Alat Pengeboran sebesar Rp 886.000,-


(delapan ratus delapan puluh enam ribu rupiah), sehingga nilai buku untuk Alat
Pengeboran senilai Rp 0,- (nol rupiah).
12) Alat Produksi, Pengolahan dan Pemurnian (3.13);
Saldo Alat Produksi, Pengolahan dan Pemurnian pada Laporan Barang Kuasa
Pengguna Barang Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 2 buah/ unit
sebesar Rp 662.752.000,- (enam ratus enam puluh dua juta tujuh ratus lima puluh
dua ribu rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal 2 buah/unit sebesar Rp
662.752.000,- (enam ratus enam puluh dua juta tujuh ratus lima puluh dua ribu
rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah ataupun kurang.

Dari jumlah Alat Produksi, Pengolahan dan Pemurnian di atas, berdasarkan status
kondisinya adalah sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 2 662.752.000

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel Alat Produksi, Pengolahan dan


Pemurnian sebesar Rp 459.275.505,- (empat ratus lima puluh sembilan juta dua
ratus tujuh puluh lima ribu lima ratus lima rupiah), sehingga nilai buku untuk Alat
Produksi, Pengolahan dan Pemurnian sebesar Rp 203.476.495,- (dua ratus tiga juta
empat ratus tujuh puluh enam ribu empat ratus sembilan puluh lima rupiah).

13) Alat Keselamatan Kerja (3.15);


Saldo Alat Keselamatan Kerja pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 1 buah/ unit sebesar Rp 39.194.000,-
(tiga puluh sembilan juta seratus sembilan puluh empat ribu rupiah). Jumlah
tersebut terdiri dari saldo awal 1 buah/ unit sebesar Rp 39.194.000,- (tiga puluh
sembilan juta seratus sembilan puluh empat ribu rupiah). Selama Tahun
Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah maupun kurang.

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 23


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Dari jumlah Alat Keselamatan Kerja di atas, berdasarkan status kondisinya adalah
sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 1 39.194.000

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel Alat Keselamatan Kerja sebesar Rp


9.798.500,- (sembilan juta tujuh ratus sembilan puluh delapan ribu lima ratus
rupiah), sehingga nilai buku untuk Alat Keselamatan Kerja sebesar Rp
29.395.500,- (dua puluh sembilan juta tiga ratus sembilan puluh lima ribu lima
ratus rupiah).

14) Alat Proses/ Produksi (3.17);


Saldo Alat Proses/ Produksi pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 23 buah/ unit sebesar Rp
2.178.600.700,- (dua milyar seratus tujuh puluh delapan juta enam ratus ribu tujuh
ratus rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal 23 buah/ unit sebesar Rp
2.178.600.700,- (dua milyar seratus tujuh puluh delapan juta enam ratus ribu tujuh
ratus rupiah). Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah
maupun kurang.

Dari jumlah Alat Proses/ Produksi di atas, berdasarkan status kondisinya adalah
sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 23 2.178.600.700

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel Alat Proses/ Produksi sebesar Rp


1.479.947.385,- (satu milyar empat ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus
empat puluh tujuh ribu tiga ratus delapan puluh lima rupiah) sehingga nilai buku
untuk Alat Proses/ Produksi sebesar Rp 706.527.315,- (tujuh ratus enam juta lima
ratus dua puluh tujuh ribu tiga ratus lima belas rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 24


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin (sesuai neraca/ intrakomptabel).


Nilai Per 31 Desember 2016
Kode Kelompok Barang
Nilai Bruto Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

Peralatan dan Mesin

3.01 Alat Besar


339.572.000 338.606.000 966.000
3.02 Alat Angkutan
1.269.772.350 835.456.715 434.315.635
3.03 Alat Ukur
898.362.535 824.387.835 73.974.700
3.04 Alat Pertanian
546.401.173 218.810.814 327.590.359

Alat Kantor dan Rumah Tangga


3.05
2.282.644.846 1.586.643.745 696.001.101
3.06 Alat Studio, Komunikasi dan
Pemancar
1.047.207.650 802.407.210 244.800.440
3.07 Alat Kedokteran dan Kesehatan

1.466.354.400 1.342.727.200 123.627.200


3.08 Alat Laboratorium
67.861.305.945 42.280.695.513 25.580.610.432
3.09 Alat Persenjataan
160.565.600 112.218.933 48.346.667
3.10 Komputer
1.592.512.800 1.247.896.213 344.616.587
3.11 Alat Eksplorasi
- - -
3.12 Alat Pengeboran
886.000 886.000 -
3.13 Alat Produksi, Pengolahan dan
Pemurnian
662.752.000 459.275.505 203.476.495
3.14 Alat Bantu Eksplorasi
- - -
3.15 Alat Keselamatan Kerja
39.194.000 9.798.500 29.395.500
3.16 Alat Peraga
- - -
3.17 Alat Proses/ Produksi
2.186.474.700 1.479.947.385 706.527.315
3.18 Rambu-rambu
- -
3.19 Peralatan Olah raga
- -
TOTAL 80.354.005.999 51.539.757.568 28.814.248.431

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 25


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin (ekstrakomptabel).


Nilai Per 31 Desember 2016
Kode Kelompok Barang
Nilai Bruto Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

Peralatan dan Mesin


3.01 Alat Besar
200.000 200.000 0
3.03 Alat Ukur
1.364.997 1.364.997 0

Alat Kantor dan Rumah Tangga


3.05
156.682.698 156.301.698 381.000
3.06 Alat Studio, Komunikasi dan
Pemancar
2.138.000 2.138.000 0
3.07 Alat Kedokteran dan Kesehatan

1.627.495 1.627.495 0
3.08 Alat Laboratorium
6.918.291 5.294.646 1.623.645
TOTAL 168.931.481 166.926.836 2.004.645

d. Gedung dan Bangunan


Saldo Gedung dan Bangunan pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 adalah sebanyak 19 buah sebesar Rp
24.338.700.050,- (dua puluh empat milyar tiga ratus tiga puluh delapan juta tujuh
ratus ribu lima puluh rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari intrakomptabel sebanyak 18
buah Bangunan Gedung dengan nilai sebesar Rp 24.329.440.050,- (dua puluh empat
milyar tiga ratus dua puluh sembilan juta empat ratus empat puluh ribu lima puluh
rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 1 buah Bangunan Gedung senilai Rp
9.260.000,- (sembilan juta dua ratus enam puluh ribu rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 19 buah sebesar Rp 24.338.700.050,-
(dua puluh empat milyar tiga ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus ribu lima puluh
rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari intrakomptabel sebanyak 18 buah Bangunan
Gedung dengan nilai sebesar Rp 24.329.440.050,- (dua puluh empat milyar tiga ratus
dua puluh sembilan juta empat ratus empat puluh ribu lima puluh rupiah) dan
ekstrakomptabel sebanyak 1 buah Bangunan Gedung senilai Rp 9.260.000,- (sembilan
juta dua ratus enam puluh ribu rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat transaksi mutasi tambah dan kurang sebanyak
masing-masing 4 unit sebesar Rp 1.466.420.400,- (satu milyar empat ratus enam puluh
enam juta empat ratus dua puluh ribu empat ratus rupiah).

Rincian Gedung dan Bangunan per bidang barang adalah sebagai berikut:
1) Bangunan Gedung (4.01);

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 26


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Saldo Bangunan Gedung pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang


Semesteran per 31 Desember 2016 adalah sebanyak 18 buah sebesar Rp
24.296.777.050,- (dua puluh empat milyar dua ratus sembilan puluh enam juta
tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu lima puluh rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari
intrakomptabel sebanyak 17 buah Bangunan Gedung dengan nilai sebesar Rp
24.287.517.050,- (dua puluh empat milyar dua ratus delapan puluh tujuh juta lima
ratus tujuh belas ribu lima puluh rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 1 buah
Bangunan Gedung senilai Rp 9.260.000,- (sembilan juta dua ratus enam puluh ribu
rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 18 buah sebesar Rp
24.296.777.050,- (dua puluh empat milyar dua ratus sembilan puluh enam juta
tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu lima puluh rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari
intrakomptabel sebanyak 17 buah Bangunan Gedung dengan nilai sebesar Rp
24.287.517.050,- (dua puluh empat milyar dua ratus delapan puluh tujuh juta lima
ratus tujuh belas ribu lima puluh rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 1 buah
Bangunan Gedung senilai Rp 9.260.000,- (sembilan juta dua ratus enam puluh ribu
rupiah).
Selama Semester II Tahun Anggaran 2016 terdapat transaksi mutasi tambah atau
kurang sebanyak 4 unit sebesar Rp 1.466.420.400,- (satu milyar empat ratus enam
puluh enam juta empat ratus dua puluh ribu empat ratus rupiah).

Pada Semester I sejumlah 2 unit Bangunan berupa Wisma Pelatihan senilai Rp


733.210.200,- diubah reklas keluar Wisma/ Mess menjadi Rumah Negara Golongan
II sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2015 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara, dalam
penjelasan Pasal 15 ayat (3a) huruf c, maka BBIA sesuai dengan Berita Acara
Perubahan Kodefikasi Dari Mess/ Asrama Menjadi Rumah Negara Golongan II
Pada Aplikasi SIMAK-BMN Nomor 2258/Bd/BBIA/V/2016 tanggal 17 Mei 2016
telah dilakukan penyesuaian kodefikasi tersebut terhadap Wisma Pelatihan BBIA.

Namun pada Semester II diubah kembali menjadi Wisma/ Mess sejumlah dan nilai
yang sama pada Semester I, sesuai dengan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31
Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994
tentang Rumah Negara, dalam penjelasan Pasal 15 ayat (3a) huruf c dan sesuai
dengan Surat Direktur Barang Milik Negara Nomor S-276/KN.2/2016 tanggal 12
Agustus 2016 tentang Barang Milik Negara (BMN) berupa Rumah Negara yang

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 27


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

berfungsi sebagai Mess/ Asrama, maka BBIA sesuai dengan Berita Acara
Perubahan Kodefikasi Dari Rumah Negara Golongan II Menjadi Mess/ Asrama
Pada Aplikasi SIMAK-BMN Nomor 4040/Bd/BBIA/XI/2016 tanggal 14 November
2016 telah dilakukan penyesuaian kodefikasi tersebut terhadap 2 unit Wisma
Pelatihan BBIA.

Mutasi tambah Bangunan Gedung tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
107 Reklas masuk 1.466.420.400 -

Mutasi kurang Bangunan Gedung tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
304 Reklas keluar 1.466.420.400 -

Dari jumlah Bangunan Gedung di atas, berdasarkan status kondisinya adalah


sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 18 24.296.777.050

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel Bangunan Gedung (sesuai neraca)


sebesar Rp 2.932.593.600,- (dua milyar sembilan ratus tiga puluh dua juta lima
ratus sembilan puluh tiga ribu enam ratus rupiah), sehingga nilai buku untuk
Gedung dan Bangunan sebesar Rp 21.354.923.450,- (dua puluh satu milyar tiga
ratus lima puluh empat juta sembilan ratus dua puluh tiga ribu empat ratus lima
puluh rupiah).

2) Tugu/ Tanda Batas (4.04);


Saldo Saldo Tugu/ Tanda Batas pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 adalah sebanyak 1 buah sebesar Rp
41.923.000,- (empat puluh satu juta sembilan ratus dua puluh tiga ribu rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 1 buah sebesar Rp 41.923.000,-
(empat puluh satu juta sembilan ratus dua puluh tiga ribu rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 28


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah maupun kurang.
Dari jumlah Tugu/ Tanda Batas di atas, berdasarkan status kondisinya adalah
sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 1 41.923.000

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel Tugu/ Tanda Batas sebesar Rp


2.096.150,- (dua juta sembilan puluh enam ribu seratus lima puluh rupiah),
sehingga nilai buku untuk Tugu/ Tanda Batas sebesar Rp 39.826.850,- (tiga puluh
sembilan juta delapan ratus dua puluh enam ribu delapan ratus lima puluh rupiah).

Akumulasi Penyusutan Gedung dan Bangunan (sesuai neraca/ intrakomptabel).


Nilai Per 31 Desember 2016
Kode Kelompok Barang
Nilai Bruto Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

Gedung dan Bangunan


4.01 Bangunan Gedung 24.287.517.050 2.932.593.600 21.354.923.450
4.04 Tugu/ Tanda Batas 41.923.000 2.096.150 39.826.850
TOTAL 24.329.440.050 2.934.689.750 21.394.750.300

Akumulasi Penyusutan Gedung dan Bangunan (ekstrakomptabel).


Nilai Per 31 Desember 2016
Kode Kelompok Barang
Nilai Bruto Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

Gedung dan Bangunan


4.01 Bangunan Gedung 9.260.000 1.353.949 7.906.051
TOTAL 9.260.000 1.353.949 7.906.051

e. Jalan, Irigasi dan Jaringan


Saldo Jalan, Irigasi dan Jaringan pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp 331.771.800,- (tiga ratus tiga
puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebesar Rp 112.279.800,- (seratus dua belas juta
dua ratus tujuh puluh sembilan ribu delapan ratus rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 29


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah senilai Rp 219.492.000,- (dua
ratus sembilan belas juta empat ratus sembilan puluh dua ribu rupiah).

Rincian mutasi Jalan, Irigasi dan Jaringan per bidang barang adalah sebagai berikut :
1. Jalan dan Jembatan (5.01)
Saldo Jalan dan Jembatan pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 adalah seluas 3.720 m2 sebesar Rp
176.324.800,- (seratus tujuh puluh enam juta tiga ratus dua puluh empat ribu
delapan ratus rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal 3.720 m2 sebesar Rp 11.144.800,- (sebelas
juta seratus empat puluh empat ribu delapan ratus rupiah).
Selama Tahun 2016 terdapat mutasi tambah pengembangan jalan (pengaspalan
Jalan Juanda) senilai Rp 165.180.000,- (seratus enam puluh lima juta seratus
delapan puluh ribu rupiah).

Dari jumlah Jalan dan Jembatan di atas, berdasarkan status kondisinya adalah
sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 3.720 176.324.800

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Jalan dan Jembatan


sebesar Rp 27.290.213,- (dua puluh tujuh juta dua ratus sembilan puluh ribu dua
ratus tiga belas rupiah), sehingga nilai buku untuk Jalan dan Jembatan sebesar Rp
149.034.587,- (seratus empat puluh sembilan juta tiga puluh empat ribu lima ratus
delapan puluh tujuh rupiah).

2. Bangunan Air (5.01)


Saldo Bangunan Air pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran per
31 Desember 2016 adalah sebanyak 2 buah/ unit sebesar Rp 20.302.500,- (dua
puluh juta tiga ratus dua ribu lima ratus rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari saldo
awal 2 buah/unit sebesar Rp 20.302.500,- (dua puluh juta tiga ratus dua ribu lima
ratus rupiah).
CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 30
Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah maupun kurang.

Dari jumlah Bangunan Air di atas, berdasarkan status kondisinya adalah sebagai
berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 2 20.302.500

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Bangunan Air sebesar


Rp 20.014.354,- (dua puluh juta empat belas ribu tiga ratus lima puluh empat
rupiah), sehingga nilai buku untuk Bangunan Air sebesar Rp 288.146,- (dua ratus
delapan puluh delapan ribu seratus empat puluh enam rupiah).

3. Instalasi (5.03)
Saldo Instalasi pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31
Desember 2016 adalah sebanyak 7 buah/ unit sebesar Rp 135.144.500,- (seratus
tiga puluh lima juta seratus empat puluh empat ribu lima ratus rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal 7 buah/unit sebesar Rp 80.832.500,-
(delapan puluh juta delapan ratus tiga puluh dua ribu lima ratus rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah pengembangan instalasi air
bersih senilai Rp 54.312.000,- (lima puluh empat juta tiga ratus dua belas ribu
rupiah).

Dari jumlah Instalasi di atas, berdasarkan status kondisinya adalah sebagai berikut:
Kuantitas
Nilai
Uraian Kondisi (sesuai dengan satuan barang masing-
(Rp)
masing)

Baik 7 135.144.500

Rusak Ringan 0 0

Rusak Berat 0 0

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 31


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Instalasi sebesar Rp


32.266.898,- (tiga puluh dua juta dua ratus enam puluh enam ribu delapan ratus
sembilan puluh delapan rupiah), sehingga nilai buku untuk Instalasi sebesar Rp
102.877.602,- (seratus dua juta delapan ratus tujuh puluh tujuh ribu enam ratus
dua rupiah).

Akumulasi Penyusutan Jalan, Irigasi dan Jaringan (sesuai neraca/ intrakomptabel).


Nilai Per 30 Juni 2016
Kode Kelompok Barang
Nilai Bruto Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

Jalan, Irigasi dan Jaringan


5.01 Jalan dan Jembatan 176.324.800 27.290.213 149.034.587
5.02 Bangunan Air 20.302.500 20.014.354 288.146
5.03 Instalasi 135.144.500 32.266.898 102.877.602
TOTAL 331.771.800 79.571.465 252.200.335

f. Aset Tetap Lainnya


Saldo Aset Tetap Lainnya pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran
per 31 Desember 2016 adalah sebanyak 12.638 buah dengan nilai sebesar Rp
737.519.930,- (tujuh ratus tiga puluh tujuh juta lima ratus sembilan belas ribu
sembilan ratus tiga puluh rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 12.625 buah dengan nilai sebesar Rp
684.073.020,-. (enam ratus delapan puluh empat juta tujuh puluh tiga ribu dua puluh
rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah sebanyak 13 buah senilai Rp
53.446.910,- (lima puluh tiga juta empat ratus empat puluh sembilan ribu sembilan
ratus sepuluh rupiah). Rincian mutasi Aset Tetap Lainnya per bidang barang adalah
sebagai berikut :

1. Bahan Perpustakaan (6.01)


Saldo Bahan Perpustakaan pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 12.633 buah/ unit sebesar Rp
724.579.930,- (tujuh ratus dua puluh empat juta lima ratus tujuh puluh sembilan
ribu sembilan ratus tiga puluh rupiah).

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 32


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal 12.620 buah/ unit sebesar Rp 671.133.020,-
(enam ratus tujuh puluh satu juta seratus tiga puluh tiga ribu dua puluh rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah sebanyak 13 buah senilai
Rp 53.446.910,- (lima puluh tiga juta empat ratus empat puluh sembilan ribu
sembilan ratus sepuluh rupiah).
Mutasi tambah Bahan Perpustakaan tersebut meliputi :
Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
101 Pembelian 53.446.910 -

2. Barang Bercorak Kesenian/ Kebudayaan/ Olah Raga (6.02)


Saldo Barang Bercorak Kesenian/ Kebudayaan/ Olah Raga pada Laporan Barang
Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31 Desember 2016 sebanyak 5 buah/ unit
sebesar Rp 12.940.000,- (dua belas juta sembilan ratus empat puluh ribu rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal 5 buah/ unit sebesar Rp 12.940.000,- (dua
belas juta sembilan ratus empat puluh ribu rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 tidak terdapat mutasi tambah maupun kurang.

g. Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP)


Saldo Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) pada Laporan Barang Kuasa Pengguna
Barang Semesteran per 31 Desember 2016 adalah sebanyak Barang Semesteran per 31
Desember 2016 adalah sebanyak 1 buah senilai Rp 49.000.000,- (empat puluh sembilan
juta rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 0 buah senilai Rp 0,- (nol rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi penambahan dan pengembangan KDP
sebanyak 5 buah KDP senilai Rp 2.140.061.499,- (dua milyar seratus empat puluh juta
enam puluh satu ribu empat ratus sembilan puluh sembilan rupiah) dan mutasi kurang
dikarenakan reklas KDP menjadi barang jadi senilai Rp 2.091.616.499,- (dua milyar
sembilan puluh satu juta enam ratus enam belas ribu empat ratus sembilan puluh
sembilan rupiah).

Rincian KDP tersebut adalah sebagai berikut :


1. KDP Gedung dan Bangunan berupa Pengembangan Gedung BBIA I senilai Rp
49.000.000,- (nilai tersebut merupakan biaya perencanaan pengembangan gedung
BBIA I (laboratorium), yang rencana pelaksanaan pembangunan fisiknya akan

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 33


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

dilakukan tahun 2016, akan tetapi mengalami gagal lelang sehingga pembangunan
fisiknya akan dilakukan di tahun 2017);
2. KDP Peralatan dan Mesin (Alat Litbang berupa Alat Pengupas Kulit Ari Kacang)
senilai Rp 57.636.999,- (alat telah jadi, KDP selesai);
3. KDP Peralatan dan Mesin (Alat Litbang Alat Pencair dan pencetak coklat) senilai
Rp 113.423.500,- (alat telah jadi, KDP selesai);
4. KDP Peralatan dan Mesin (Alat Lab Kalibrasi) senilai Rp 842.556.000,- (alat telah
jadi, KDP selesai);
5. KDP Peralatan dan Mesin (Alat Lab Pengujian) senilai Rp 1.078.000.000,- (alat
telah jadi, KDP selesai);

Mutasi Tambah Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
502 Perolehan/ Penambahan KDP 617.366.000 -

503 Pengembangan KDP 1.523.250.499 -

Total 2.140.616.499 -

Mutasi Kurang Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
599 Reklasifikasi KDP menjadi barang jadi 2.091.616.499 -

h. Aset Lainnya
1. Aset Tak Berwujud
Saldo Aset Tak Berwujud pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang
Semesteran per 31 Desember 2016 adalah sebanyak 4 buah/ unit sebesar Rp
185.758.000,- (seratus delapan puluh lima juta tujuh ratus lima puluh delapan ribu
rupiah).
Jumlah tersebut terdiri dari saldo awal sebanyak 3 buah/ unit sebesar Rp
150.338.000,- (seratus lima puluh juta tiga ratus tiga puluh delapan ribu rupiah).
Selama Tahun Anggaran 2016 terdapat mutasi tambah sebanyak 1 buah/ unit
sebesar Rp 35.420.000,- (tiga puluh lima juta empat ratus dua puluh ribu rupiah).

Mutasi tambah Aset Tak Berwujud tersebut meliputi :


Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 34


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

101 Pembelian 35.420.000 -

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) Aset Tak Berwujud


sebesar Rp 119.263.833,- (seratus sembilan belas juta dua ratus enam puluh tiga
ribu delapan ratus tiga puluh tiga rupiah), sehingga nilai buku untuk Aset Tak
Berwujud sebesar Rp 66.494.167,- (enam puluh enam juta empat ratus sembilan
puluh empat ribu seratus enam puluh tujuh rupiah).

2. BMN Yang Dihentikan Penggunaannya dari Operasional Pemerintah


Saldo BMN Yang Dihentikan Penggunannya dari Operasional Pemerintah pada
Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31 Desember 2016 adalah
sebanyak 0 buah/ unit sebesar Rp 0,- (nol rupiah).
Saldo awal sebanyak 89 buah/ unit sebesar Rp 886.114.866,- (delapan ratus
delapan puluh enam juta seratus empat belas ribu delapan ratus enam puluh enam
rupiah). Jumlah tersebut terdiri dari intrakomptabel sebanyak 34 buah/ unit senilai
Rp 817.983.600,- (delapan ratus tujuh belas juta sembilan ratus delapan puluh tiga
ribu enam ratus rupiah) dan ekstrakomptabel sebanyak 52 buah/ unit senilai Rp
1.631.266,- (satu juta enam ratus tiga puluh satu ribu dua ratus enam puluh enam
rupiah) serta Aset Tak Berwujud yang dihentikan penggunaannya sebanyak 3 buah/
unit senilai Rp 66.500.000,- (enam puluh enam juta lima ratus ribu rupiah).

Selama Tahun 2016 sebanyak 89 buah/ unit BMN yang dihentikan penggunaannya
dari operasional pemerintah dihapuskan, rinciannya adalah sebagai berikut :
No. Keterangan Jumlah BMN Nilai BMN Bukti
BMN Intrakomptabel Ekstrakomtab
el
1 Peralatan dan 31 Intrakomptabel 232.897.600 1.631.266 Risalah Lelang No.606/2016
Mesin 52 ekstrakomptabel SK Menperin No. 360.1/M-
IND/Kep/6/2016
2 Peralatan dan 2 Intrakomptabel 327.485.000 - Risalah Lelang dari KPKNL sampai
Mesin dengan sekarang belum keluar, namun
sudah bayar pendapatan/ bukti berupa
setor ke Negara
3 Peralatan dan 1 Intrakomptabel 257.601.000 - Berita Acara Serah Terima Barang
Mesin Nomor 3363/Bd/BBIA/IX/2019
4 Aset Tak 3 Intrakomptabel 66.500.000 - SK Menperin No. 550/M-
Berwujud IND/Kep/9/2016
TOTAL 884.483.600 1.631.266

Selama Tahun Anggaran 2016 Aset Tetap yang dihentikan dari operasi
pemerintahan terdapat mutasi kurang sebagai berikut :

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 35


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Intrakomptabel Ekstrakomptabel
Uraian Jenis Transaksi
(Rp) (Rp)
391 Penghapusan (BMN yang 232.897.600 1.631.266
dihentikan)
392 Transfer Keluar (BMN yang 257.601.000 -
dihentikan)
396 Usulan Barang Rusak Berat ke 327.485.000 -
Pengelola (BMN yang dihentikan)
391 Penghapusan (BMN yang 66.500.000 -
dihentikan) untuk ATB
TOTAL 884.483.600 1.631.266

Nilai Akumulasi Penyusutan Intrakomptabel (sesuai neraca) BMN Yang


Dihentikan Penggunaannya dari Operasional Pemerintah sebesar Rp 0,- (nol
rupiah).

2). Barang Milik Negara pada Laporan Barang Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31
Desember 2016.
a. BMN per akun neraca
Nilai BMN pada Laporan Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31 Desember 2016
adalah sebesar Rp 147.335.342.194,- (seratus empat puluh tujuh milyar tiga ratus tiga
puluh lima juta tiga ratus empat puluh dua ribu seratus sembilan puluh empat rupiah)
yang terdiri dari :
1. Tanah sebesar Rp 40.851.149.958,- (empat puluh milyar delapan ratus lima puluh
satu juta seratus empat puluh sembilan ribu sembilan ratus lima puluh delapan
rupiah);
2. Peralatan dan Mesin sebesar Rp 80.354.005.999,- (delapan puluh milyar tiga ratus
lima puluh empat juta lima ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah);
3. Gedung dan Bangunan sebesar Rp 24.329.440.050,- (dua puluh empat milyar tiga
ratus dua puluh sembilan juta empat ratus empat puluh ribu lima puluh rupiah);
4. Jalan, Jembatan dan Irigasi sebesar Rp 331.771.800,- (tiga ratus tiga puluh satu
juta tujuh ratus tujuh puluh satu ribu delapan ratus rupiah);
5. Aset Tetap Lainnya sebesar Rp 737.519.930,- (tujuh ratus tiga puluh tujuh juta lima
ratus sembilan belas ribu sembilan ratus tiga puluh rupiah);
6. Aset Tak Berwujud sebesar Rp 185.758.000,- (seratus delapan puluh lima juta
tujuh ratus lima puluh delapan ribu rupiah);
7. Persediaan sebesar Rp 496.696.457,- (empat ratus sembilan puluh enam juta enam
ratus sembilan puluh enam ribu empat ratus lima puluh tujuh rupiah);

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 36


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

8. Konstruksi Dalam Pengerjaan sebesar Rp 49.000.000,- (empat puluh sembilan juta


rupiah).

Nilai BMN dimaksud disajikan berdasarkan klasifikasi pos-pos perkiraan Neraca, yaitu :
Persediaan, Tanah, Peralatan dan Mesin, Gedung dan Bangunan, Jalan, Irigasi dan
Jaringan, Aset Tetap Lainnya, Konstruksi Dalam Pengerjaan dan Aset Lainnya.

Penyajian nilai BMN dalam pos perkiraan Neraca tersebut dengan rincian sebagai
berikut:
Intrakomptabel Ekstrakomptabel Gabungan
No Uraian Neraca
Rp % Rp % Rp %

I Aset Lancar

1 Persediaan
496.696.457 0,34 - 0,00 496.696.457 0,34
Sub Jumlah (1)
496.696.457 0,34 - 0,00 496.696.457 0,34
II Aset Tetap

1 Tanah
40.851.149.958 27,73 - 0,00 40.851.149.958 27,73
Peralatan dan
2
Mesin 80.354.005.999 54,54 168.931.481 94,80 80.522.937.480 54,66
Gedung dan
3
Bangunan 24.329.440.050 16,51 9.260.000 5,20 24.338.700.050 16,52
Jalan, Irigasi
4
dan Jaringan 331.771.800 0,23 331.771.800 0,23
Aset Tetap
5
Lainnya 737.519.930 0,50 737.519.930 0,50
6 KDP 49.000.000 0,03 49.000.000 0,03
Sub Jumlah (2)
146.652.887.737 99,54 178.191.481 100,00 146.831.079.218 99,66
III Aset Lainnya
Kemitraan
1 dengan pihak
ketiga - 0,00
Aset Tak
2
Berwujud 185.758.000 0,13 185.758.000
Aset yang
dihentikan dari
3 penggunaan
operasional
Pemerintah - 0,00
Sub Jumlah (3) 185.758.000 0,13

Total 147.335.342.194 100 178.191.481 100 147.513.533.275 100

b. Perbandingan Nilai BMN pada Laporan Barang dan Laporan Keuangan

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 37


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Perbandingan antara nilai BMN yang disajikan dalam laporan barang dan laporan
keuangan pada Laporan Kuasa Pengguna Barang Semesteran per 31 Desember 2016 per
akun neraca adalah sebagai berikut :
No Uraian Neraca Laporan Barang Laporan Keuangan Selisih

1 Persediaan 496.696.457 496.696.457 -


2 Tanah 40.851.149.958 40.851.149.958 -
3 Peralatan dan Mesin 80.354.005.999 80.354.005.999 -
4 Gedung dan Bangunan 24.329.440.050 24.329.440.050 -
5 Jalan, Irigasi dan Jaringan 331.771.800 331.771.800 -
6 Aset Tetap Lainnya 737.519.930 737.519.930 -
7 KDP 347.744.000 347.744.000 -
8 Aset Tak Berwujud 185.758.000 185.758.000 -
9 Aset Lain-lain 0 0 -

Total 147.335.324.192 147.335.324.192 -

V. INFORMASI BMN LAINNYA


1. Perkembangan Nilai BMN

Perkembangan nilai BMN secara gabungan (intrakomptabel dan ekstrakomptabel tanpa


persediaan) selama 5 (lima) periode laporan terakhir, dapat disajikan sebagai berikut:

No Periode Laporan Nilai BMN Perkembangan

Rupiah Persen

1 TA 2011 111.366.341.636 11.754.231.605 10,55%


2 TA 2012 111.888.580.643 522.239.007 0,47%
3 TA 2013 116.699.571.726 4.810.991.083 4,12%
4 TA 2014 125.162.102.826 8.462.531.100 6,76%
5 TA 2015 132.583.671.825 7.421.568.999 5,60%

2. Informasi Pengelolaan BMN

a. Penetapan Status Penggunaan BMN


Nilai BMN yang sudah ditetapkan status penggunaanya pada Laporan Barang Kuasa
Pengguna Barang Semesteran per 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 38


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

Sudah Ditetapkan Status


Belum Ditetapkan Status Penggunaan
No Uraian Penggunaan
(Rp) (Rp)
1 Tanah 17.652.741.958 23.198.408.000
2 Peralatan dan Mesin 80.548.832.110 2.895.971.349
3 Gedung & Bangunan 20.034.655.550 1.691.096.000
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 112.279.800 -
5 Aset tetap lainnya 683.890.570 53.446.910
6 Aset tak berwujud 119.512.000 35.420.000
Jumlah 144.226.924.638 27.874.342.259

b. Pengelolaan BMN
No Uraian Penggunaan Pemanfaatan Pemindah Penghapusan Jumlah
tanganan
1 Dalam proses pengajuan 422.117.160 - - -
permohonan ke Pengguna Barang
2 Dalam proses pengajuan - - - -
permohonan ke Pengelola
Barang
3 Dalam proses Pengelola Barang - - - -
4 Selesai di Pengelola Barang - - - -
a.Dikembalikan - - - -
b.Ditolak - - - -
c.Disetujui - - - -
5 Dalam proses tindak lanjut - - - -
Pengguna Barang/Kuasa
Pengguna Barang
6 Telah diterbitkan Keputusan dari - - - -
Pengguna Barang
7 Tindak lanjut oleh Kuasa - - - -
Pengguna Barang
8 Selesai serah terima - - - -

Penanggungjawab Laporan Barang


Kuasa Pengguna
Tahun Anggaran 2016
Kuasa Pengguna Barang

Ir. Umar Habson, MM


NIP. 195809131986031003

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 39


Laporan Barang Kuasa Pengguna Balai Besar Industri Agro
Tahun Anggaran 2016

CATATAN ATAS LAPORAN BARANG MILIK NEGARA 40