Anda di halaman 1dari 2

Etika profesional meliputi standar perilaku bagi seseorang profesional yang dirancang untuk

tujuan praktis dan idealistik.Kode etik profesional bersifat realistis dan dapat ditegakkan untuk
mendorong perilaku yang ideal.

CPA(Certified Accountant Public) adl profesi yang diberi wewenang untuk menandatangani
laporan audit.

Kode Perilaku Profesional AICPA terdiri dari 2 seksi: Principles (menyatakan ajaran dasar perilaku
etika dan memberikan kerangka kerja bagi peraturan-peraturan) dan Rules of Conduct
(menetapkan standar minium perilaku yang dapat diterima dalam pelaksanaan
layananprofesional).

Pengumuman sebagai tambahan atas 2 seksi kode perilaku profesional di atas: Interpretations of
The Rules of Conduct (menyediakanpedoman tentang lingkup dan penerapan peraturan2
spesifik) dan Ethics Rulings (menunjukan penerapan Peraturan Perilaku dan Interpretasi pada
kondisi nyata tetentu).

Istilah dasar untuk memahami kode etik:

Klien ( Client): setiap orang /entitas selain pegawai anggota CPA yang menugaskan
anggota/kantor anggota CPA untuk melakssanakan jasa profesional bagi perorangan/ entitas
yang akan menerima jasa profesional tersebut.

Dewan ( Council): dewan yang berada dalam lembaga AICPA.

Kantor Akuntan Publik : bentuk organisasi yang diizinkan melaksanakan pratik akuntan publik
sesuai undang2/ peraturan yang memiliki karakteristik sesuai dengan keputusan dewan.

Jasa profesional: semua jasa yang dilaksanakan oleh seorang CPA yang masih berstatus sebagai
pemegang CPA.

Enam Prinsip yang terdapat dalam kode etik :

Tanggung Jawab :para anggota harus mewujudkan kepekaan dan pertimbangan moral
dalam semua aktifitas sebagai profesional.

Kepentingan Publik : para CPA harus melakukan tindakn yang medhlukan kepentingan
publik, menghargai kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen pada profesionalisme.

Integritas : para CPA harus melaksanakan semua tanggungjawab profesional dengan


integritas tinggi untuk memperluas dan mempertahankan kepercayaan kepada masyarakat.

Obyektifitas dan Independensi : para CPA yang berpratik sbg akuntan publik harus
bersikap independen dalam kenyataan&penampilan saat melaksanakan audit/jasa atestasi
lainnya.
Kecermatan/ Keseksamaan :CPA harus mengamati standar teknis dan etika profesi , terus
meningkatkan kompentensi & mutu jasa ,melaksanakan tanggung jawab profesional dengan
kemampuan terbaik.

Lingkup & Sifat Jasa : CPA yang berpratik sbg akuntan publik, harus mematuhi prinsip2
Kode Perilaku dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang diberikan.

Sebagai upaya penegakan Peraturan Perilaku lebih efektif AICPA mengembangkan Program
Penegakan Etika Bersama ( Joint Ethics Enforcement Program /JEEP).