Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TENTANG IMUNISASI

Di Susun Oleh :

Yayu Yulia Hamidah


34403515153

AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR

BADAN UMUM LAYANAN DAERAH (BLUD)


Jl. Pasir Gede Raya No. 19 Telp. (0263) 267-206 Fax. (0263) 270-953 Cianjur

2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Imunisasi

Sasaran : Ibu/ Keluarga pasien

Hari/tanggal : Kamis, 18 Mei 2017

Waktu pertemuan : 15 Menit

Tempat : Ruang Mawar RSUD Cimacan

Pemberi materi : Yayu Yulia Hamidah

A. Latar blakang
Selama dalam proses tumbuh kembang, anak memerlukan asupan gizi yang
kuat, penilaian nilai agama dan budaya, pembiasaan disiplin yang konsisten dan
upaya pencegahan. Salah satu upaya pencegahan penyakit, yaitu pemberian
imunisasi. Pemahaman tentang imunisasi diperlukan sebagai dasar dalam
memberikan asuhan kebidanan terutama pada anak sehat dan implikasi konsep
imunisasi pada saat merawat anak sakit, khususnya pada kasus tuberculosis , difteri,
pertussis, tetanus, polio, campak, dan hepatitis.
Tujuan jangka pendek dari pelayanan imunisasi adalah pencegahan penyakit
secara perorangan atau kelompok, sedangkan tujuan jangka panjang adalah eradikasi
atau eliminasi suatu penyakit.
Sejak dimulainya program imunisasi di Indonesia pada tahun 1956, saat ini
telah dikembangkan tujuh jenis vaksinasi yaitu BCG, Campak, Polio, DPT, DT, TT,
Hep.B.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan ini diharapkan ibu mengetahui dan dapat
menerapkan pentingnya imunisasi pada bayi dan balita, sehingga termotivasi
untuk membawa anak balitanya ke tempat pelayanan kesehatan guna
mendapatkan imunisasi lengkap.

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah dilakukan penyuluhanselama 15 menit diharapkan keluarga dapat:
a) Menjelaskan pengertian dan manfaat dari imunisasi.
b)Menjelaskan tujuan dari imunisasi dasar.
c) Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi.
d)Menjelaskan jenis-jenis imunisasi.
e) Mengetahaui kapan jadwal pemberian imunisasi dan mengetahui apa saja efek
samping yang ditimbulkan akibat imunisasi
f) Mengetahui dan menjelaskan keadaan seperti apa yang tidak memperbolehkan
anak untuk diimunisasi.
g)Menjelaskan siapa saja sasaran imunisasi.
h)Menjelaskan tempat pelayanan imunisasi.

C. Materi Penyuluahan (terlampir)


1. Pengertian dan manfaat imunisasi
2. Tujuan imunisasi
3. Penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imuniasasi
4. Jenis-jenis imunisasi dasar
5. Jadwal pemberian dan efek samping imunisasi
6. Keadaan tidak memperbolehkan anak untuk diimunisasi
7. Sasaran imunisasi
8. Tempat pelaksanaan imunisasi.

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
E. Media
1. Leaflet

F. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan mahasiswa Waktu Kegiatan peserta

Pendahuluan 2 menit

- Memberi salam - Menjawab salam


- Memberi pertanyaan apersepsi - Menjawab
- Mengkonsumsikan pokok - Menyimak
1
bahasan
- Menyimak
- Mengkomunikasikan tujuan
Kegiatan Inti 10menit

- Memberikan penjelasan - Menyimak


tentang materi penyuluhan
- Bertanya
2 - Memberikan kesempatan klien
dan keluarga untuk bertanya
- Menjawab pertanyaan keluarga - Memperhatikan

Penutup 3 menit

- Menyimpulkan materi - Memperhatikan

3 penyuluhan bersama keluarga


- Menjawab
- Memberikan evaluasi secara
lisan
- Memberikan salam penutup
- Menjawab salam

G. Evaluasi
1. Prosedur : Akhir penyuluhan
2. Waktu : 5 menit
3. Bentuk soal : Tanya jawab
4. Jumlah soal : 3 soal

5. Jenis soal :
a. Apakah yang dimaksud dengan imunisasi dan bagaimana manfaatnya ?
b. Apa saja jenis-jenis imunisasi ?
c. Kapan imunisasi diberikan dan bagaimana efek sampingnya ?
6. Jawaban soal
a. Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan
memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk
mecegah terhadap penyakit tertentu.
Manfaatnya :
Untuk anak: mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit dan
kemungkinan cacat atau kematian
Untuk keluarga: menghilangkan kecemasan dan psikologis pengobatan bila
anak sakit
Untuk negara: memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang
kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara.
b. Jenis-jenis imunisasi
Imunisasi BCG
Imunisasi DPT
Polio
Campak
Hepatitis
c. Jadwal munisasi dan efek sampingnya:
BCG : 0-11 bulan; kemerahan, abses dan scar (luka parut).
DPT : 2-11 bulan; pembengkakan, nyeri, kejang, shok.
Polio : 0-11 bulan, efeks ampingnya kelumpuhan.
Campak : 9-11 bulan; panas dan terjadi ruam.
Hepatitis B : 0-11 bulan; nyeri, bengkak, pamas mual.

TEORI

IMUNISASI

A. Pengertian Imunisasi
Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Anak diimunisasi
berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak kebal atau resisten
terhadap suatu penyakit, tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit lain
(Notoatmodjo, 2007).
Imunisasi adalah suatu cara untuk menimbulkan atua meningkatkan
kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak ia
terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan (Depkes RI,
2005).
Dengan kata lain, imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada
bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat
anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.
B. Manfaat Imunisasi
1. Untuk anak: mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit dan
kemungkinan cacat atau kematian.
2. Untuk keluarga: menghilangkan kecemasan dan psikologis pengobatan bila anak
sakit
3. Untuk negara: memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan
berakal untuk melanjutkan pembangunan negara.
C. Tujuan Imunisasi
Imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.Pada saat ini, penyakit-penyakit
tersebut adalah difteri, tetanus, batuk rejan (pertusis), campak (measles), polio dan
tuberkulosis.

D. Macam-macam Imunisasi
1. Imunisasi Aktif
Memberikan zat sebagai antigen yang diharapkan akan terjadi suatu proses infeksi
buatan sehingga tubuh mengalami reaksi imunologi spesifik.
Kekebalan Aktif :
a) Kekebalan Aktif Alami
Secara alami didapat bila seseorang menderita suatu penyakit. Misalnya: Anak
yang terkena difteri atau poliomielitis
b) Kekebalan Aktif Di Buat
Bila sesorang mendapat imunisasi dasar dan ulangan
2. Imunisasi Pasif
Kekebalan atau perlindungan yang diperoleh dari luar tubuh, bukan dibuat oleh
individu itu sendiri.
Kekebalan Pasif:
a) Kekebalan Pasif Alamiah
Kekebalan yang didapat oleh bayi yang menerima kekebalan dari
ibunya.Antibodi disalurkan melalui plasenta. Antibodi ini akan melindungi
bayi dari penyakit 3 bulan 1 tahun.
b) Kekebalan Pasif Didapat
Kekebalan yang diberikan dengan cara menyuntikkan zat antibody. Misalnya:
Pada pasien yang terluka

E. Jenis-jenis Imunisasi Dasar


1. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Buerin)
BCG adalah vaksin yang hidup di buat dari Mycobacterium bovis yang
dibiakkan selama 1-3 tahun sehingga didpatkan hasil yang tidak virulen yang
tidak dapat menimbulkan virus penyakit tetapi masih mempunyai imunogenitas.
BCG untuk mencegah penyakir Tuberkulosis atau TBC.Penyakit ini
disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang sebagian besar menyerang
masyarakat dengan kelas social ekonomi rendah.Organ yang terkena adalah paru-
paru, kelenjar, tulang dan selaput otak.
a) Gejala Umum
- Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
- Nafsu makan berkurang
- Demam lama atau berkurang
- Pembesaran kelenjar
- Batuk lebih dari 3 minggu
- Kontak erat penderita TBC dewasa
b) Cara Penularan
Melalui droplet atau percikan air ludah
2. Imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus)
a) Difteri
Vaksin yang mengandung racun kuman difteri yang telah dihilangkan sifat
racunnya, akan tetapi masih dapat merangsang pembentukan zat anti (Toksoid).
Difteri adalah suatu penyakit akut yang bersifat toxin mediated diseases dan
disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphateriae.
b) Pertusis
Partusis atau batuk rejan/ batuk seratus hari adalah suatu penyakit akut
yang disebabakan oleh bakteri Borditella Pertussis.
c) Tetanus
Tetanus adalah suatu penyakit akut yang sering bersifat fatal yang
disebabkan oleh eksotoksin produksi kuman Clostridium tetani.
3. Imunisasi Polio
Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin polio adalah
poliomyelitis.Penyebab adalah virus polio type 1, 2, dan 3 menyerang myelin atau
serabut otor terjadi lumpuh layu akut (Acute flaccid Paralysis).Kelumpuhan dapat
terjadi pada anggota gerak, saluran napas, dan otot menelan.
4. Campak
Campak disebabkan oleh virus measles.Penyakit ini sangat menular yang
disebarkan melalui droplet bersin dan batuk.
a) Gejala
Gejala awal demam, bercak merah selanjutnya timbul ruam diseluruh
tubuh
b) Komplikasi
Diare, radang telinga, pneumonia
5. Hepatitis B
Penyakit hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B
pada anak sering menimbulkan gejala minimal bahkan sering terjadi sub-klinik,
namun sering menyebabkan hepatitis yang kronik, yang dalam kurun waktu 10-20
tahun dapat sering menjadi hepatitis akut. Hepatitis B juga dapat berkembang
menjadi bentuk fulminan, dengan angka kematian tinggi.
a) Tanda dan Gejala
Panas
Mual muntah
Nafsu makan berkurang
Sakit perut
Mata kuning
Kencing kuning
b) Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan mencegah kontak virus, baik terhadap
pengidap, donor darah (skrining), organ tubuh bahan transplantasi, maupun
alat-alatkedokteran.Dapat pula dengan pemberian kekebalan melalui imunisasi
pasif maupun aktif.

F. Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi


1. Penyakit TBC
2. Penyakit Difteri
3. Penyakit Batu Rejan/ Batuk Seratus Hari
4. Penyakit Tetanus
5. Penyakit Polimielitis
6. Penyakit Campak
7. Hepatitis virus B

G. Jadwal Pemberian dan Efek Samping Imunisasi


1. Imunisasi BCG
a) Jadwal Pemberian
Waktu pemberian umur 0-11 bulan. Cara pemberian imunisasi BCG yaitu
melalui Intra Cutan (IC)., tetapi umumnya pada bayi umur 2 3 bulan, dengan
dosis 0,05 cc.
b) Efek Samping
Umumnya pada imunisasi BCG jarang dijumpai efek samping. Mungkin
terjadi pembengkakan kelenjar getah bening setempat yang terbatas dan
biasanya menyembuhkan sendiri walau lambat, kemudian kemerahan pada area
penyuntikan, abses dan scar (luka parut).
2. Imunisasi DPT
a) Jadwal Pemberian
Waktu pemberiannya antara 2 bulan-11 bulan. Cara pemberian DPT yaitu
melalui Intra Muskular (IM), dengan dosis 0,5 cc.
b) Efek Samping
- Efek ringan : Pembengkakan dan nyeri pada daerah penyuntikan
- Efek berat : Kesadaran menurun, kejang, encefalopati dan
shock
3. Polio
a) Jadwal Pemberian
Waktu pemberian polio umur 0-11 bulan.Cara pemberian imunisasi polio
yaitu oral atau melalu mulut dengan interval pemberian 4 minggu dan dengan
dosis 2 tetes.
b) Efek Samping
Pada kasus polio hampir tidak ada efek samping.Bila ada, mungkin berupa
kelumpuhan anggota gerak seperti pada penyakit polio sebenarnya.
4. Campak
a) Jadwal Pemberian
Waktu pemberian imunisasi campak yaitu umur 9 11 bulan.
Carapemberian imunisasi campak yaitu melalui Subkutan (SC) dengan dosis 0,
5 cc.
b) Efek Samping
Panas dan terjadi ruam
5. Hepatitis
a) Jadwal Pemberian
Waktu pemberiannya umur 0-11 bulan. Cara pemberian imunisasi
hepatitis B yaitu melalui Intra Muskular (IM), dengan dosis 0, 5 cc.
b) Efek Samping
Efek samping yang terjadi pada umumnya ringan, berupa nyeri,
bengkak, panas mual nyeri sendi maupun otot.

H. Keadaan yang Tidak Memperbolehkan Anak di Imunisasi


1. BCG Sakit kulit/Luka di tempat suntikan
2. DPT 1 Anak panas lebih > 380C disertai kejang
3. DPT 2/3 Reaksi berlebihan setelah diimunisasi DPT1
4. Campak Anak panas lebih > 380C disertai kejang
5. Polio Tidak ada
6. Hepatitis B Tidak ada

I. Sasaran Imunisasi
1. Bayi 0 - 9 bulan untuk imunisasi BCG, polio, DPT, HB, dan campak
2. Anak SD kelas I untuk imunisasi DT
3. Calon pengantin dan ibu hamil untuk imunisasi TT

J. Tempat Pelaksanaan Imunisasi


Pelayanan imunisasi dapat diperoleh pada :
1. Posyandu
2. Puskesmas
3. Bidan / dokter praktek
4. Rumah bersalin
5. Rumah sakit

DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka


Cipta

Departemen Kesehatan. 2012. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kementerian
Kesehatan dan JICA (Japan International Coorporation Agency)
Nakita. 2006. Panduan Imunisasi. Jakarta: Sarana Kinasih Satya Sejati.

Kamis 18 Mei 2017. http://www.academia.edu/5840821/SAP_imunisasi