Anda di halaman 1dari 6

Table karakteristik insulin yang ada di pasaran Indonesia, berdasarkan waktu kerja.

Sediaan Insulin Awal Kerja Puncak Kerja Lama Kerja


Insulin prandial
Insulin kerja cepat
Regular (Actrapid; Humulin R) 30-60 m 30-90 m 3-5 jam
Insulin analog, kerja sgt cepat
Insulin glulisine (Apidra*) 5-15 m 30-90 m 3-5 jam
Insulin aspart (Novo Rapid*) 5-15 m 30-90 m 3-5 jam
Insulin lispro (Humalog) 5-15 m 30-90 m 3-5 jam
Insulin kerja menengah
NPH (Insulatard, Humulin N) 2-4 jam 4-10 jam 10-16 jam
Lente* 3-4 jam 4-12 jam 12-18 jam
Insulin kerja panjang
Insulin glargine (Lantus) 2-4 jam Tdk ada puncak
Ultralente* 6-10 jam 8-10 jam
Insulin detemir (Levemir*) 2-4 jam Tdk ada puncak
Insulin campuran
(kerja cepat dan menengah)
70% NPH/30% regular (Mixtard; 30-60 m dual 10-16 jam
Humulin 70/30)
70% NPH/30% analog rapid
(NovoMix 30)
*: Belum ada di Indonesia
Nama dalam tanda kurung adalah nama dagang
m: menit
Beberapa informasi tentang insulin yang beredar di pasaran:
1. ACTRAPID HM/ ACTRAPID HM PEN FILL (Ferron/Novo Nordisk)
Komponen: Larutan netral dari monokomponen insulin manusia. Rekombinan DNA asli.
Indikasi: DM.
Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal, biasanya diberikan 3 x atau lebih sehari. Penfill SK,
IV,1M. Harus digunakan dengan Novo pen 3 & jarum Nolvofine 30 G x 8 mm. Tidak dianjurkan
untuk pompa insulin. Durasi daya kerja setelah injeksi SK: Onset jam, puncak: 1-3 jam. Terminasi
setelah 8 jam.
Kontrainsikasi: Hipoglikemia, insulinoma. Penggunaan pada pompa insulin.
Perhatian: Stres psikis, infeksi atau penyakit lain yg Imeningkatkan kebutuhan insulin. Hamil.
Efek Samping: Jarang, alergi & lipoatrofi.
Interaksi Obat: MAOI, alkohol, beta bloker meningkatkan efek hipoglikemik. Kortikosteroid, hormon
tiroid, kontrasepsi oral, diuretik meningkatkan kebutuhan insulin.
Kemasan: Vial 40 ui/ml x 10ml (Rp88,000). 100 ui/ml x 10 ml (Rp198.000). Penfill 100 ui/ml x 3 ml
x 1 (Rp73.000), 5 (Rp365,600).

2. HUMALOG/HUMALOG MIX 25 (Eli Lilly)


Komponen: Per Humalog Insulin lispro. Per Humalog Mix 25 Insulin lispro 25%, insulin lispro
protamine suspensi 75%.
Indikasi: Untuk pasien DM yang memerlukan insulin untuk memelihara homeostasis normal glukosa.
Humalog Stabilisasi awal untuk DM. dapat digunakan bersama insulin manusia kerja lama untuk
pemberian pra-prandial.
Dosis: Dosis bersifat individual. Injeksi SK Aktivitas kerja cepat dari obat ini membuat obat ini dapat
diberikan mendekati waktu makan (15 menit sebelum makan).
Kontraindikasi: Hipoglikemia. Humalog Mix 25 tidak untuk pemberian IV.
Perhatian: Pemindahan dari terapi insulin lain.Penyakit atau ganguan emosional.Gagal ginjal atau
gagal hati. Perubahan aktivitas fisik atau diet. Hamil.
Efek Samping: Lipodistrofi, reaksi alergi lokal & sistemik, hipoglikemia.
Interaksi Obat: Kontrasepsi oral, kortikosteroid, atau terapi sulih tiroid dapat menyebabkan kebutuhan
tubuh akan insulin meningkat. Obat hipoglikemik oral, salisilat, antibiotik sulfa, dapat menyebabkan
kebutuhan tubuh akan insulin menurun.
Kemasan: Cartridge Humalog 100 iu/mL x 3 mL x 5 (Rp650,000/boks). Cartridge Humalog Mix 25
100 iu/mL x 3 mL x 5 (Rp650,000/ boks).
3. HUMULIN (Eli Lilly)
Komponen: Humulin R Regular soluble human insulin (recombinant DNA origin). Humulin N
lsophane human insulin (recombinant DNA origin). Humulin 30/70 Regular soluble human insulin
30% & isophane human insulin suspensi 70% (recombinant DNA origin).
Indikasi: DM.
Dosis: Injeksi secara SK, 1M, Humulin R dapat diberikan secara IV. Dosis disesuaikan dengan
kebutuhan individu. Humulin R mulai kerja jam, lamanya 6-8 jam, puncaknya 2-4 jam. Humulin N
Mulai kerja 1-2 jam, lamanya 18-24 jam, puncaknya 8-12 jam. Humulin 30/70 Mulai kerja jam,
lamanya 14-15 jam, puncaknya 1-8 jam.
Kontrainsikasi: Hipoglikemia.
Perhatian: Pemindahan dari insulin lain, sakit atau gangguan emosi, diberikan bersama obat
hiperglikemik aktif.
Efek Samping: Jarang, lipodistrofi, resisten terhadap insulin, reaksi alergi lokal atau sistemik.
Kemasan: Vial 40 ui/ml x 10 ml (Rp111,000).100 ui/ml x 10 ml (Rp245,000). Cartridge 100 ui/ml x 3
ml x 5 (Rp475,000).
Jenis OHO

OHO saat ini terbagi dalam 2 kelompok:

1. Obat yang memperbaiki kerja insulin


2. Obat yang meningkatkan produksi insulin.
Obat-obatan seperti metformin, glitazone, dan akarbose-adalah obat-obatan kelompok
pertama. Mereka bekerja pada hati, otot dan jaringan lemak, usus. Singkatnya mereka bekerja
di tempat dimana terdapat insulin yang mengatur glukosa darah. Sulfonil, Repaglinid,
Nateglinid dan insulin yang disuntikkan adalah obat-obatan kelompok kedua. Sulfonil,
Repaglinid, Nateglinid meningkatkan penglepasan insulin yang disuntikkan menambah kadar
insulin di sirkuliasi darah. Mekanisme kerja dari obat-obat tersebut diatas berbeda, oleh
karena itu marilah kita coba bahas satu persatu:

Berdasarkan cara kerja, OHO dibagai menjadi 3 golongan :

A. Memicu produksi insulin


1. Sulfonilurea
Obat ini telah digunakan dalam menangani
hipoglikemia pada penyandang diabetes melitus tipe 2
selama lebih dari 40 tahun. Mekanisme kerja obat ini
cukup rumit. Ia bekerja terutama pada sel beta
pankreas untuk meningkatkan produksi insulin
sebelum maupun setelah makan. Sel beta pankreas
merupakan sel yang memproduksi insulin dalam
tubuh.

Sulfonilurea sering digunakan pada penyandang


diabetes yang tidak gemuk di mana kerusakan utama
diduga adalah terganggunya produksi insulin.
Penyandang yang tepat untuk diberikan obat ini adalah
penyandang diabetes melitus tipe 2 yang mengalami
kekurangan insulin tapi masih memiliki sel beta yang
dapat berfungsi dengan baik. Penyandang yang
biasanya menunjukkan respon yang baik dengan obat
golongan sulfoniurea adalah usia saat diketahui
menyandang diabetes melitus lebih dari 30
tahun, menyandang diabetes diabetes melitus lebih
dari 5 tahun, berat badan normal atau gemuk, gagal
dengan pengobatan melalui pengaturan gaya hidup,
perubahan pengobatan dengan insulin dengan dosis
yang relatif kecil.

2. Golongan Glinid
Meglitinide merupakan bagaian dari kelompok yan
gmeningkatkan produksi insulin (selain sulfonilurea).
Maka dari itu ia membutuhkan sel beta yang masih
berfungsi baik. Repaglinid dan Nateglinid termasuk
dalam kelompok ini, mempunyai efek kerja cepat,
lama kerja sebentar, dan digunakan untuk mengontrol
kadar glukosa darah setelah makan. Repaglinid diserap
secara cepat segera setelah dimakan, mencapai kadar
puncak di dalam darah dalam 1 jam.
B. Meningkatkan kerja insulin (sensitivitas terhadap
insulin)
1. Biguanid
Metformin adalah satu-satunya biguanid yang tersedia
saat ini. Metformin berguna untuk penyandang
diabetes gemuk yang mengalami penurunan kerja
insulin. Alasan penggunaan metformin pada
penyandang diabetes gemuk adalah karena obat ini
menurunkan nafsu makan dan menyebabkan
penurunan berat badan.

Sebanyak 25% dari penyandang diabetes yang


diberikan metformin dapt mengalami efek samping
pada saluran pencernaan, yaitu rasa tak nyaman di
perut, diare dan rasa seperti logam di lidah. Pemberian
obat ini bersama makanan dan dimulai dengan dosis
terkecil dan meningkatkannya secar perlahan dapat
meminimalkan kemungkinan timbulnya efek samping.
Obat ini tidak seharusnya diberikan pada penyandang
dengan gagal ginjal, hati, jantung dan pernafasan.
Metformin dapat digunakan sebagai obat tunggal atau
dalam kombinasi. Obat-obatan oral mungkin gagal
untuk mengontrol gula darah setelah beberapa saat
sebelumnya berhasil (kegagagalan sekunder) akibat
kurangnya kepatuhan penyandang atau fungsi sel beta
yang memburuk dan / atau terjadinya gangguan kerja
insulin (resistansi insulin). Pada kasus-kasus ini, terapi
kombinasi metformin dengan sulfonilurea atau
penambahan penghamba-glucosidase biasanya dapat
dicoba. Kebanyakan penyandang pada akhirnya
membutuhkan insulin.

2. Tiazolidinedion
Saat ini terdapat 2 tiazolinedion di Indonesia
yaiturosiglitazon dan pioglitazon. Obat golongan ini
memperbaiki kadar glukosa darah dan menurunkan
hiperinsulinaemia (tingginya kadar insulin) dengan
meningkatkan kerja insulin (menurunkan resistensi
insulin) pada penyandang diabetes melitus tipe 2.
Obat golongan ini juga menurunkan kadar trigliserida
da asam lemak bebas.

Rosiglitazone (Avandia)
Dapat pula digunakan kombinasi dengan metformin
pada penyandang yang gagal mencapai target kontrol
glukosa darah dengan pengaturan makan dan olahraga.
Pioglitazone (Actos), juga diberikan untuk
meningkatkan kerja (sensitivitas) insulin.

Efek samping dari obat golongan ini dapt berupa


bengkak di daerah perifer (misalnya kaki), yang
disebabkan oleh peningkatkan volume cairan dalam
tubuh. Oleh karena itu maka obat goolongan ini tidak
boleh diberikan pada penyandang dengan gagal
jantung berat. Selain itu, pada penggunaan obat in
ipemeriksaan fungsi hati secara berkala harus
dilakukan.
C. Penghambat enzim alfa glukosidase
Penghambat kerja enzim alfa-glukosidase seperti akarbose, menghambat penyerepan
karbohidrat dengan menghambat enzim disakarida di usus (enzim ini bertanggung
jawab dalam pencernaan karbohidrat). Obat ini terutama menurunkan kadar glukosa
darah setelah makan. Efek sampingnya yaitu kembung, buang angin dan diare.
Supaya lebih efektif obat ini harus dikonsumsi bersama dengan makanan.

Obat ini sangat efektif sebagai obat tunggal pada penyandang diabetes melitus tipe 2
dengan kadar glukosa darah puasanya kurang dari 200 mg/dL (11.1 mmol/l) dan
kadar glukosa darah setelah makin tinggi. Obat ini tidak mengakibatkan hipoglikemia,
dan boleh diberikan baik pada penyandang diabetes gemuk maupun tidak, serta dapat
diberikan bersama dengan sulfonilurea, metformin atau insulin.

DOSIS PEMBERIAN OHO

Setelah obat tertentu dipilih untuk penyandang diabetes, biasanya pemberian obat dimulai
dari dosis terendah. Dosis kemudian dinaikkan secara bertahap setiap 1-2 minggu, hingga
mencapai kadar glukosa darah yang memuaskan atau dosis hampir maksimal. Jika dosis
hampir maksimal namun tidak menghasilkan kontrol kadar glukosa darah yang memadai,
maka dipertimbangkan untuk diberikan obat kombinasi atau insulin. Tidak ada keuntungan
menggunakan dua OHO dari golongan yang sama secara bersamaan