Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan :

Larutan adalah sediaan cairan yang menggandung satu atau lebih zat kimia terlarut
(terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling
bercampur). Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar
tinggi (sirup simpleks adalah sirup yang hampir jenuh dengan sukrosa) selain itu pelarut juga
didefinisikan sebagai campuran dua atau lebih komponen yang membentuk fasa tunggal
homogen dalam skala molekular. Dan pada percobaan larutan ini, kami membuat sediaan
sirup dengan formula : CTM (chlorpheniramini maleas) sebagai zat aktif, dan sirup simplex
100%. Sediaan yang dibuat diamati selama 7 hari dengan pengamatan meliputi pertumbuhan
mikroorganisme, terjadinya kristal pada botol, dan pengamatan pada organoleptis dari
sediaan tersebut.
Pada pengamatan hari yang pertama yaitu didapati hasil dimana pada hari pertama
tidak terlihat adanya tanda-tanda pertumbuhan mikroba pada sediaan, dan tidak terdapat
kristal pada botol, sedangkan pada hari kedua juga tidak ada ditemukan mikroorganisme yang
tumbuh didalam sediaan dan kristal pada botol. Mungkin dikarenakan pembuatan yang benar
dan penambahan zat yang secara benar. Bentuk, rasa, bau, dari sediaan ini tidak ada
perubahan pada hari pertama sampai hari kedua. Bentuk, rasa, dan bau sama seperti awal saat
sediaan dibuat. Hal ini mungkin dipengaruhi tidak adanya aktivitas mikroorganisme pada
sediaan sehingga tidak merubah bentuk (kejernihan), rasa, dan bau dari sediaan ini.
Sediaan sirup diperuntukan untuk anak-anak/ orang tidak dapat menelan obat dalam
bentuk tablet/kapsul. Guna memberikan rasa manis dan dapat meningkatkan kekentalan dan
dapat mencegah pertumbuhan bakteri sebagai bahan tambahan lain dalam sediaan komersial
dapat digunakan pelarut tertentu. Zat yang dapat meningkatkan kelarutan zat aktif ,
pengental/ stabilisator lainnya.
Sirup sendiri terdiri dari 3 macam sirup yaitu:
1. Sirup simpleks : mengandung 65% gula dengan larutan nipagin 0,25% b/v.
2. Sirup obat : mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan
dan digunakan untuk pengobatan.
3. Sirup pewangi : tidak mengandung obat tetapi mengandung zat pewangi atau zat
penyedap lainnya. Tujuan pengembangan sirup ini adalah untuk menutupi rasa tidak
enak dan bau obat yang tidak enak.

Ada pula keuntungan dan kerugian dari sediaan sirup tersebut yaitu.
1. Keuntungan dari sediaan sirup.
- Sesuai untuk pasien yang sulit menelan (pasien usia lanjut, parkinson, anak-anak)
- Dapat meningkatkan kepatuhan minum obat terutama pada anak-anak karena
rasanya lebih enak dan warna lebih menarik.
- Sesuai untuk yang bersifat sangat higroskopis deliquescent.
2. Kerugian dari sediaan sirup
- Tidak semua obat ada dipasaran bentuk sediaan sirup.
- Sediaan sirup jarang yang isinya zat tunggal, pada umumnya campuran/
kombinasi beberapa zat berkhasiat yang kadang-kadang sebetulnya tidak
dibutuhkan oleh pasien sehingga dokter anak lebih menyukai membuat resep
-

puyer racikan individu untuk pasien.


Tidak sesuai untuk bahan obat yang rasanya tidak enak misalnya sangat pahit

(sebaiknya dibuat kapsul), rasanya asin (biasanya dibentuk tablet effervescent)


Tidak bisa untuk sediaan yang sukar larut dalam air (biasanya dibuat suspensi/
eliksir). Eliksir kurang disukai oleh dokter anak karena mengandung alkohol,
suspensi setabilitasnya lebih rendah tergantung formulasi dan suspending agent

yang digunakan.
Tidak bisa untuk bahan obat yang berbentuk obat (oily, biasanya dibentuk emulsi
yang mana stabilitas emulsi ini lebih rendah dan tergantung formulasi serta

emulsifying agent yang digunakan)


Tidak sesuai untuk bahan obat yang tidak stabil setelah dilarutkan (biasanya
dibuat sirup kering yang memerlukan formulasi khusus, berbentuk granul,

stabilitas setelah dilarutkan hanya beberapa hari).


Harga relatif mahal karena memerlukan formula khusus dan kemasan yang khusus
pula.