Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puja dan puji kami panjatkan syukur kehadirot Allah S.W.T yang telah memberikan
kesehatan, kenikmatan, dan Rahmat-NYA kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah bahasa indonesia dengan judul RESENSI

Laporan ini kami buat untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh Ibu Dr Nurlis Suryani

Selaku Dosen pembimbing Bahasa Indonesia .

Semoga makalah yang kami buat ini, dapat bermanfaat dan dapat memberikan wawasan
ini kepada para pembaca, kritik dan saran sangat kami harapkan untuk penyempurnaan
laporan selanjutnya.

Bogor, 16-Desember-2014

Hormat kami

Kelomok 7

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Untuk mengetahui informasi dari sebuah buku kita dapat memperolehnya melalui
membaca resensi buku tersebut. Kolom resensi ini biasanya termuat dalam surat kabar
atau majalah. Buku yang diresensi merupakan buku yang baru diterbitkan. Melalui
resensi masyarakat pembaca dapat memperoleh informasi penting tidaknya buku itu
dibaca dengan berbagai keunggulan dan kelemahan yang terdapat dalam buku tersebut .
Menulis resensi berarti menyampaikan informasi mengenai ketepatan buku bagi
pembaca. Didalamnya disajikan berbagai ulasan mengenai buku tersebut dari berbagai
segi. Ulasan ini dikaitkan dengan selera pembaca dalam upaya memenuhi kebutuhan
akan bacaan yang dapat dijadikan acuan bagi kepentinganya. Dalam makalah ini akan
dibahas segala sesuatu tentang resensi yaitu pengertian atau definisi, tujuan, batasan
resensi dan sebagainya .

1.2 Rumusan Masalah

1. Apakah pengertian resensi ?


2. Apakah dasar dasar resensi dan sasaran resensi?
3. Bagaimana cara menilai sebuah buku ?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui apa pengertian Resensi


2. Untuk mengetahui dasar-dasar dalam menulis resensi
3. Untuk mengetahui bagaimana cara menilai sebuah buku

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Resensi

Pengertian Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau
recensere. Kedua kata tersebut berarti melihat kembali, menimbang, atau menilai. Dalam
bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan
istilah review. Berbagai istilah tersebut mengacu kepada hal yang sama yaitu mengulas
sebuah buku. Intinya membahas tentang isi sebuah buku baik berupa fiksi maupun nonfiksi.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut penulis menyimpulkan bahwa resensi adalah tulisan
ilmiah yang membahas isi sebuah buku, kelemahan, dan keunggulannya untuk diberitahukan
kepada masyarakat pembaca.

Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku,
membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya
resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas.

Secara singkat, resensi ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya.
Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil
karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

Berikut beberapa pengertian resensi menurut pendapat para ahli :

1. WJS poerwadarminta
Resensi adalah pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai
kelebihan atau kekurangan buku tersebut. Menarik tidaknya tema dan isi buku,
kritikan dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu atau tidaknya buku
tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli .
2. Panuti Sudjiman
Resensi adalah hasil pembahasan dan penilaian pendek tentang suatu karya tulis .
3. Saryono
Resensi adalah tulisan berupa essai dan bahan ulasan yang besar mengenai sebuah
buku.
4. KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Resensi memiliki arti pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku,
tindakan resensi memiliki arti memberikan penilaian mengungkapkan kembali isi
buku, membahas atau mengkritik buku .

3
2.2 Dasar atau Tujuan Resensi

Dengan adanya resensi, kita akan menjadi mudah dengan kabar buku terbaru sehingga
menimbulkan minat untuk membaca dan membeli buku tersebut. Bidang garapan resensi
cukup luas. Setidaknya, ada tiga hal yang dapat diresensi, yaitu:
1. buku (fiksi dan nonfiksi);
2. pementasan seni (baik film, sinetron, tari, drama, musik maupun kaset/CD);
3. pameran seni (baik seni lukis maupun seni patung).

Media massa pun biasanya menyediakan kolom resenid. Tujuan disediakannya kolom
resensi dalam media massa agar dapat:
1. memberikan informasi atau pemahaman yang mendasar tentang apa yang tampak dan
terungkap dalam sebuah buku;
2. mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh
keanehan dan keunggulan sebuah buku;
3. memberikan pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku, apakah pantas
mendapat sambutan dari masyarakat pembaca atau tidak.
4. Menjawab pertanyaan yang muncul jika seseorang melihat buku yang baru terbit,
misalnya:
Siapa pengarangnya?
Mengapa dia mengarang buku itu?
Apa peryataannya?
Bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis karya pengarang yang sama?
Bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis yang dikarang oleh pengarang lain?

Adapun manfaat bagi pembaca resensi adalah:


1. mendapatkan bimbingan dalam memilih buku;
2. berminat untuk membaca atau mencocokkan seperti apa yang ditulis dalam resensi;
3. yang tidak memiliki waktu untuk membaca sebuah buku, dapat menggunakan resensi
sebagai sumber informasi yang tidak bisa dibacanya.

resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas

Secara singkat, resensi ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya.
Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil
karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

4
2.3 Sasaran- Sasaran Resensi

Untuk membuat suatu resensi yang baik, penulis harus menetapkan sasaran-sasaran yang
harus dicapai. Umumnya tidak ada ketentuan yang memuaskan semua orang bagaimana
seharusnya bentuk sebuah resensi yang baik. Namun demikian dapat diberi beberapa pokok
untuk dijadikan sasaran penilain itu. Pokok-pokok yang dapat dijadikan sasaran penilaian
sebuah buku atau karya adalah :

1. Latar belakang
Seringkali penulis tidak tahu bagaimana harus memulai dengan resensinya. Akan
selalu bermanfaat bagi para pembaca bila penulis mulai menyajikan latar belakang
buku itu. Penulis dapat memulai dengan mengemukakan tema dari karangan itu. Apa
sebenarnya yng ingin disampaikan pengarang melalui bukunya. Penyajian tema
secara singkat itu dapat dilengkapi dengan deskripsi mengenai isi buku itu. Dalam hal
ini terdapat titik singgung antara resensi dan ringkasan atau ikhtisar. Dengan kata lain
penulis dapat menyampaikan ikhtisar atau ringkasan buku itu sehingga para pembaca
yang belum tahu dapat memperoleh gambaran mengenai isi buku itu. Gambaran
inilah yang akan menjadi landasan bagi penilaiannya.
Deskripsi mengenai buku itu bukan hanya menyangkut isinya, tetapi juga dapat
menyangkut mengenai badan mana yang telah menerbitkan buku itu, kapan dan
dimana diterbitkan. Penulis resensi dapat pula memperkenalkan pengarangnya .
2. Macam atau jenis buku
Pembaca tidak selalu mempunyai selera yang sama, untuk itu penulis harus
mengadakan klarifikasi mengenai buku yang ditulisnya. Dengan memasukannya
kedalam kelas buku tertentu maka dengan mudah ia dapat menunjukkan persamaan
dan perbedaan buku yang ditulisnya dengan buku-buku lain. Dengan klarifikasi ia
bisa melihat kesemua sisi dan secara lebih konkrit nanti member penilaian. Dengan
mengadakan perbandingan itu pembaca akan merasa tertarik dan ingin mengetahui
lebih lanjut tentang isi buku tersebut secara lebih terperinci .
3. Keunggulan buku
Mengenai keunggulan buku penulis resensi pertama-tama mempersoalkan
organisasinya. Yang dimaksud organisasi adalah kerangka buku itu, hubungan antara
satu bagian dengan bagian lain. Dapat kita bandingkan dengan bagaimana kita
menilai sebuah hutan. Pertama-tama kita harus meliaht dari jauh bagaimana
pemandangan keseluruhanya, apa daya tariknya sesudah itu baru kita melihat
kedalamnya, untuk menilai dari dekat sebuah buku, hal lain dalam keunggulan buku
adalah masalah bahasa. Bahasa untuk karya ilmiah harus bersifat denotatif hanya
boleh menimbulkan satu penafsiran sedangkan bahasa sastra memungkinkan orang
untuk mengembangkan imajinasinya .bahasanya harus bersifat konotatif . bahasa
yang baik dinilai dari struktur kalimatnya, hubungan antar kalimat, serta pilihan kata
yang digunakan .

5
2.4 Unsur-unsur Resensi

Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:

1. Membuat judul resensi


Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti
tulisan, tidak harus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi
selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.
2. Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
Judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian,
tuliskan judul aslinya.);
Pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti
yang tertera pada buku.);
Penerbit;
Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
Tebal buku;
Harga buku (jika diperlukan).
3. Membuat pembukaan
Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:
Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi
apa saja yang diperoleh;
Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang
sendiri maupun oleh pengarang lain;
Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
Memaparkan keunikan buku;
Merumuskan tema buku;
Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
Mengungkapkan kesan terhadap buku;
Memperkenalkan penerbit;
Mengajukan pertanyaan;
Membuka dialog.
4. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g. adanya kesalahan cetak.
5. Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

6
2.5. Penggunaan Bahasa Resensi

Bagaimanakah bahasa yang digunakan ketika kita hendak meresensi sebuah buku?
Dalam hal ini, kita harus menggunakan bahasa resensi umumnya singkat, padat, dan tegas.
Pemilihan karakter bahasa yang digunakan disesuaikan dengan karakter koran atau majalah
yang akan memuat dan karakter pembaca yang menjadi sasarannya.Pemilihan karakter
bahasa berhubungan erat dengan masalah penyajian tulisan. Misalnya, tulisan harus tertib,
baik kalimat maupun ejaan, tidak bertele-tele, dan menjaga kebersihan naskah.

Mengapa naskah harus bersih dari coretan? Pengelola kolom resensi akan merasa malas
jika melihat kertas yang berisi teks resensi penuh dengan coretan di sana-sini. Selain itu,
penyajian resensi harus padat, singkat, mudah ditangkap gagasannya, menarik, dan tentu
enak dibaca. Naskah resensi yang baik yaitu naskah yang enak dibaca dan menarik, baik bagi
pengelola kolom resensi maupun pembaca. Jadi, kamu yang berminat menjadi peresensi
harus bisa menempatkan diri seolah-olah sebagai pengelola kolom resensi dan juga pembaca.

Jika dibandingkan dengan tulisan lain seperti artikel, berita, atau karangan khas (feature),
resensi itu lebih menguntungkan. Maksudnya, walaupun resensi buku kita ditolak pihak
perusahaan koran atau majalah, resensi kita masih berpeluang diterima oleh media massa
lainnya.

Demikian pula buku yang akan diresensi tidak harus buku yang baru diterbitkan, tetapi
kita boleh meresensi buku yang terbit setahun lalu. Dengan catatan, buku itu belum pernah
dimuat di media massa yang akan dituju. Walaupun begitu, biasanya buku yang diresensi
adalah buku yang baru terbit.

Keistimewaan lain dari resensi buku adalah dapat menambah wawasan. Informasi yang
terdapat di dalam buku sangat bermanfaat dalam menambah wawasan berpikir dan
menambah sikap kritis kita ketika harus menanggapi suatu keadaan. Dalam hal ini, aku juga
dapat menilai layak atau tidak layaknya sebuah buku diterbitkan.

Keuntungan yang aku rasakan ketika resensi bukuku dimuat koran, ya aku mendapat
imbalan (honorarium) dari koran bersangkutan tapi ketika aku meresensi buku dari sebuah
penerbit buku, aku diberi lima buah buku terbitan terbaru.
Penerbit buku yang bersangkutan akan sangat menghargai jika resensi buku terbitannya
dimuat media massa. Dengan meresensi buku, aku menjadi lebih merasakan manfaatnya.

7
Ada tiga bentuk tulisan mengenai resensi.
1. Meringkas, berarti menyajikan semua informasi buku secara padat dan jelas. Biasanya
sebuah buku menyajikan banyak permasalahan. Berbagai permasalahan tersebut sebaiknya
diringkas. Oleh karena itu, perlu dipilih sejumlah permasalahan yang dianggap penting dan
ditulis dalam suatu uraian yang berisi

2. Menjabarkan, berarti mendeskripsikan hal-hal mencolok dari hasil ringkasan yang sudah
dilakukan.Apabila diangap perlu, kita bisa mengutip berbagai uraian yang mendukung
resensi kita.
3. Mengulas, berarti menyajikan ulasan. Biasanya terdiri atas:
a. isi pernyataan atau materi buku yang sudah dipadatkan dan kemudian diulas;
b. susunan atau kerangka buku;
c. penggunaan bahasa;
d. kesalahan cetak;
e. membandingkan dengan buku-buku sejenis, baik karya pengarang sendiri maupun
pengarang lain;
f. menilai, mencakup kesan peresensi terhadap buku, khususnya yang berkaitan dengan
keunggulan atau kelemahan buku tersebut.

8
2.6 Tahap Penulisan Resensi

Terakhir, bagaimana cara membuat resensi itu sendiri? Bagaimana langkah-langkah di


dalam membuat resensi yang baik?

Ketika melakukan kegiatan meresensi, hendaklah perhatikan langkah-langkah meresensi


buku sebagai berikut.
1. Penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang diresensi,mulai dari tema buku yang
diresensi, disertai deskripsi isi buku,siapa yang menerbitkan buku itu, kapan dan di mana
diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format, hingga harga.Siapa pengarangnya:
nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan prestasi, buku atau karya apa saja yang ditulis,
hingga mengapa ia menulis buku itu. Buku itu termasuk golongan buku yang mana:
ekonomi, teknik, politik, pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, atau sastra.
2. Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti. Peta
permasalahan dalam buku itu perlu dipahami secara tepat dan akurat.
3. Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-
bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap dan menilai hal-hal berikut:

Organisasi atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antara bagian yang satu
dan bagian yang lain, bagaimana sistematikanya, dan bagaimana dinamikanya.
Isi pernyataan; bagaimana bobot ide, analisis, penyajian data, dan kreativitas
pemikirannya, bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan, kalimat dan
penggunaan kata, terutama untuk buku ilmiah.
Aspek teknis; bagaimana tata letak, tata wajah, kerapian dan kebersihan, dan
pencetakannya (banyak salah cetak atau tidak).
Sebelum menilai, alangkah baiknya jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar
(outline) resensi itu. Outline ini sangat membantu kita ketika menulis, mengoreksi
dan merevisi hasil resensi dengan menggunakan dasar dan kriteria yang kita tentukan
sebelumnya.

9
Contoh Resensi Novel Bunga Cantik di Balik Salju

Identitas buku

Judul : Bunga Cantik di Balik Salju


Penulis : T. Andar
Penerbit : DIVA Press
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2011
Cetakan : Ke-1
Deskripsi Fisik : 458 hlm.; 19,5cm.
ISBN : 978-602-978-667-5

Sinopsis Contoh Resensi Novel Bunga Cantik di Balik Salju

Di usia yang masih sangat muda, 19 tahun, Lana telah memutuskan untuk
mengasuh Denniz, anak dari sahabatnya yang meninggal sewaktu melahirkan.
Ayah si bayi sendiri, Brian, tidak mau mengakui anaknya. Pertentangan dari
keluarga Lana jelas terjadi walau akhirnya mereka menerima Denniz dan
membantu merawatnya.Hidup yang berat bagi Lana. Di usianya yang ke-25, dia
memutuskan untuk tinggal sendiri bersama Denniz dan membiayai sendiri
hidupnya dengan bekerja sebagai staf pengajar pada sebuah lembaga pendidikan
asing.

Memiliki Denniz selama 6 tahun membuat Lana kebal saat orang-orang


menatapnya dengan kagum, iba, sinis, atau pun jijik saat Denniz memanggilnya
mama. Semua itu tidak mengubah apa pun, dia tetap mencintai Denniz dan
menganggap keputusannya untuk mempertahankan Denniz adalah keputusan
terhebatnya.

Cintanya kepada Denniz menjadikan dirinya mengabaikan kebutuhan dirinya


sendiri, termasuk kebutuhan akan seorang laki-laki yang seharusnya mulai ia
pikirkan untuk mendampingi hidupnya kelak.

Hingga suatu hari, hadirlah sosok Dhimas, laki-laki keren dan pujaan banyak
wanita memasuki kehidupan Lana. Dhimas yang hanya mengetahui bahwa Lana
adalah seorang Ibu dengan satu anak menerima Lana apa adanya, seburuk apapun
masa lalu Lana tanpa ia tau keadaan yang sebenarnya.

10
Namun tidak semudah itu untuk Lana menerima Dhimas sebagai pendamping
hidupnya, serta menjadi pabrik figur seorang Ayah untuk Denniz. Butuh
pertimbangan yang tidak sedikit untuk hal itu, hingga ia memutuskan untuk
menerima Dhimas sebagai Suaminya.

Akhirnya, Lana menerima Dhimas, dan mereka segera menikah. Hingga suatu
ketika Dhimas mempertemukan Lana dengan keluarga besar Dhimas, terbukalah
rahasia besar bahwa sebenarnya Lana belum pernah melahirkan seorang anak dan
membuat Dhimas sangat terkejut.

Lana dan Dhimas akhirnya resmi menikah.

Unsur Intrinstik Novel


1. Tema
a. Seorang wanita yang kuat dan tegar, memiliki hati yang baik untuk merawat
seorang bayi sahabatnya ketika ia sendiri masih sangat muda.
b. Perjuangan hidup seorang wanita yang mandiri.
c. Wanita yang mengagumkan, rela dicap tidak benar oleh tetangga-
tetangganya demi merawat Denniz.
2. Tokoh

a.Tokoh Utama : Maulana Andara Restu


b.Tokoh Kedua : Denniz
c.Tokoh Ketiga : Dhimas Mahesa
d.Tokoh Pembantu : Megan, Fany, Dhyas, Yudha, Rindra, Pak Sinclair, Ruben,
Yudha, Brian
e. Tokoh Piguran : Pak Rudi, Bu Rina, Hendra, Diki, Anggra, H. Bakrie, Emi
3. Penokohan :

a. Maulana Anadara Restu : Sosok perempuan yang kuat dan tegar,


keinginannya untuk mandiri sejak muda, dan sangat menyayangi Emi
sahabatnya yang telah meninggal, juga sangat menyayangi anak angkatnya
yaitu Denniz.
b. Denniz : Anak kecil yang lucu, pintar, cuek dan manja.
c. Dhimas Mahesa : Sosok laki-laki tampan, cuek dan mapan. Ia sangat
menyayangi Denniz dan Lana.
d. Penokohan lainnya.
e. Contoh Resensi Novel Bunga Cantik di Balik Salju
4. Alur
Alur maju mundur, dimana novel menceritakan keadaan Lana saat itu kemudian harus
kembali kepada masa lalu untuk menjelaskan alasan mengapa Lana akhirnya
membesarkan Denniz sebagai seorang Ibu. Dan akhirnya kembali maju dengan
menceritakan Lana dan Dhimas akhirnya menikah.

11
5. Sudut Pandang
Sudut pandang orang pertama
6. Amanat :

a. Tidak ada anak yang dilahirkan dengan keadaan haram. Perbuatan orang
tuannya lah yang haram.
b. Karena aku mencintai kamu. Perempuan akan lebih bisa bertahan kalau dia
dicintai daripada harus mencintai. Dan aku mencintai kamu.
c. Dandelion adalah bunga liar yang kuat. Bahkan, saat tumbuhan lainnya mati,
dandelion tetap hidup. Menahun. Dandelion bisa hidup di mana saja asalkan
ada sinar matahari. Di sela-sela batu, di dekat rel kereta api, ataupun di
retakan-retakan trotoar pun ia bisa hidup. Dan, aku pun ingin seperti itu.
Hidup seperti dandelion.
d. Jadilah diri sendiri dan selalu bersyukur tentang apa yang sudah Tuhan
berikan.

Keunggulan dan kelemahan novel


1. Keunggulan Novel
o Novel ini mengajarkan kita akan apa arti tegar, kuat, mandiri dan cantik
sebenarnya
o Sebuah bacaan menarik yang sangat inspiratif
o Kata-katanya mudah dipahami
o Pewatakan tokoh mudah dipahami dan digambarkan secara jelas
o Alur cerita mudah dipahami meski alur maju mundur, dan alur tersebutlah
yang membuat kita menjadi semakin penasaran.
2. Kelemahan Novel
o Halaman novel cukup tebal.
o Ada beberapa sesi cerita yang cukup panjang dan sedikit membosankan
karena intinya sama saja.

Kesimpulan

Novel ini pantas dibaca untuk siapa saja, terutama untuk wanita. Sesuai konsep nya yang
inspirasional, novel ini memberikan kita banyak inspirasi, pesan dan kesan yang dapat
mengalir hingga ke lubuk hati dan pikiran. Sebuah novel yang mudah dipahami karena
menggunakan bahasa yang sederhana.

12
BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

3.1 Simpulan
Jadi resensi adalah kegiatan menilai atau mengevaluasi sebuah buku atau hasil karya.
Dari kegiatan resensi ini dapat melahirkan kekurangan-kekurangan serta kelebihan-
kelebihan dari sebuah hasil karya.

3.2 Saran
Dalam meresensi sebaiknya disertai pendekatan-pendekatan tertentu contohnya
pendekatan evaluative agar dapat menghasilkan penilaian yang objektif .

13
DAFTAR PUSTAKA

http://animasku.com/contoh-resensi-novel-bunga-cantik-di-balik-salju/

http://kumpulanilmu2.blogspot.com/2012/12/pengertian-resensi.html
http://www.gunadarma.ac.id

http://www.artikata.com/arti-347740.resensi.php

http://ilmuberry.blogspot.com/2010/06/pengertian-resensi.html

14