Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MANAJEMEN INDUSTRI

JURNAL MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai


Pada Kantor Badan Kepegawaian Provinsi Kalimantan Timur

Oleh :
JEANY RISTIA
1506115237
THP - A

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2017
Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai
Pada Kantor Badan Kepegawaian Provinsi Kalimantan Timur

Pendahuluan
Sumber Daya Manusia mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan
organisasi. Walaupun didukung dengan sarana dan prasarana serta sumber daya yang
berlebih, tetapi tanpa dukungan sumber daya manusia yang handal maka kegiatan
organisasi tidak akan terselesaikan dengan baik. Hal ini menunjukan bahwa Sumber
Daya Manusia merupakan kunci pokok yang harus diperhatikan dengan segala
kebutuhannya. Sebagai kunci pokok, sumber daya manusia akan menentukan
keberhasilan pelaksanaan kegiatan organisasi.
Program-program pengembangan sumber daya manusia akan memberi
manfaat kepada organisasi dan para pegawai itu sendiri. Instansi akan memperoleh
manfaat berupa peningkatan kinerja, produktifitas, stabilitas dan fleksibilitas untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah.
Pengembangan Sumber Daya Manusia di kantor Badan Kepegawaian Provinsi
Kalimantan Timur menggunakan beberapa metode pengembangan salah satunya
adalah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Adapun permasalahan mengenai
pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi
Kalimantan Timur yaitu masih minimnya pendataan dan penyeleksian pegawai-
pegawai yang seharusnya mengikuti Diklat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
jabatan pegawai yang bersangkutan, permasalahan yang kedua yaitu belum tertuju
dengan sasaran pendidikan dan pelatiahn (Diklat) dimana tidak terdapat kesesuaian
antara jenis pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang di selenggarakan dengan peserta
yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) tersebut, sehingga hasil Diklat
tidak dapat diaplikasikan dalam pekerjaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisis adanya
pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai pada
Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Timur Berdasarkan hasil
perhitungan diketahui bahwa variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia
berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai pada Kantor Badan
Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Manajemen Sumber Daya Manusia


Menurut Marihot Tua E.H (2000 :1), Manajemen sumber daya manusia adalah
aktivitas yang dilakukan merangsang mengembangkan, memotivasi, dan memelihara
kinerja yang tinggi dalam organisasi. Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2000 :2)
menjelaskan bahwa Manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan,
pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan tenaga kerja
dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Pengembangan Sumber Daya Manusia


Menurut Singodimedjo (2002:2) pengembangan sumber daya manusia adalah
proses persiapan individu-individu untuk memikul tanggungjawab yang berbeda atau
lebih tinggi didalam organisasi, biasanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan
intelektual untuk melaksanakan pekerjaan yang lebih baik. Menurut Malayu
Hasibuan (2000:96) mengemukakan pengertian pengembangan sumber daya manusia
adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan
moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan.

Metode Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Pelatihan


Menurut Hasibuan (2002:43) pendidikan dan pelatihan adalah merupakan
proses peningkatan keterampilan kerja baik teknik maupun manajerial. Menurut
Soekidjo Notoatmodjo (2003:25) Pendidikan dan pelatihan adalah merupakan upaya
untuk mengembangkan sumber daya manusia, terutama untuk mengembangkan
intelektual dan keperibadian manusia.

Pembahasan
Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa variabel Pengembangan
Sumber Daya Manusia berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai
pada Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Hasil
penelitian tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Dharma (2011:80)
sasaran pengembangan yaitu sasaran individu yang berkenaan dengan apa yang harus
dilakukan dan dipelajari seseorang untuk meningkatkan kinerjanya dengan
meningkatkan pengetahuan dan keahlian, dengan demikian tujuan pengembangan
sumber daya manusia pada akhirnya adalah untuk menciptakan pegawai yang
memiliki kinerja yang baik dengan cara meningkatkan kemampuan mereka untuk
dapat berkinerja lebih baik.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yaitu penelitian yang
dilakukan oleh Syamsuriadi Pratama (2015), dengan judul program pelatihan dan
pengembangan terhadap peningkatan kinerja karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero) TBK Kantor Cabang Takalar, dengan variabel bebas program pelatihan dan
pengembangan, variabel terikat kinerja karyawan, dari penelitian tersebut
menjelaskan bahwa hubungan antara program pelatihan dan pengembangan dengan
kinerja karyawan berpengaruh positif. Perbedaan penelitian terdahulu dengan
penelitian ini adalah penelitian terdahulu menggunakan dua variabel bebas dan
menggunakan regresi linier berganda sedangkan dari penelitian ini menggunakan satu
variabel bebas dan menggunakan regresi linier sederhana.
Setelah peneliti melakukan penelitian pada Kantor Badan Kepegawaian
Daerah Provinsi Kalimantan Timur ditemukan dua permasalahan yang masih belum
terselesaikan mengenai pendidikan dan pelatihan (Diklat), masalah pertama yaitu
masih minimnya pendataan dan penyeleksian pegawai-pegawai yang seharusnya
mengikuti pendidikan dan pelatiahn (Diklat) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
jabatan pegawai yang bersangkutan, permasalahan yang kedua yaitu belum tertuju
dengan sasaran pendidikan dan pelatihan (Diklat) dimana tidak terdapat kesesuaian
antara jenis pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang di selenggarakan dengan peserta
yang mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) tersebut sehingga hasil pendidikan
dan pelatihan (Diklat) tidak dapat diaplikasikan dalam pekerjaan.
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dikatakan efektif jika hasil dari pendidikan
dan pelatihan (Diklat) tersebut dapat mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan
kemampuan sumber daya manusia. Pendidikan dan pelatihan (Diklat) bisa
menjembatani jurang antara kekurangan pengetahuan atau keterampilan seseorang
dan kewajibannya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Pendidikan dan Pelatihan
(Diklat) yang efektif apabila Diklat tersebut mempu menghasilkan perubahan sesuai
yang dikehendaki oleh organisasi khususnya dan lingkungan eksternal pada
umumnya baik saat ini maupun yang akan datang.

Kesimpulan
Variabel Pengembangan Sumber Daya Manusia berpengaruh signifikan
terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi
Kalimantan Timur. Hasil analisis pengujian dari uji koefisien kolerasi (R) yang
menunjukkan bahwa variabel pengembangan sumber daya manusia memiliki
pengaruh dengan kategori sedang terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien
determinasi 31% yang artinya variabel pengembangan sumber daya manusia
memiliki pengaruh sebesar 31% terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan
Kepegawaian Provinsi Kalimantan Timur. Maka demikian H1 diterima H0 ditolak.
Dilihat dari uji T (Parsial) Nilai sig. t-hitung < alpha yang menunjukan bahwa
variabel pengembangan sumber daya manusia (X) secara parsial berpengaruh
segnifikan terhadap variabel kinerja pegawai pada Kantor Badan Kepegawaian
Daerah Provinsi Kalimantan Timur.
Instansi Badan Kepegawaian Provinsi Kalimantan Timur, sebaiknya
melakukan pemeriksaan pendataan pegawai yang benar-benar membutuhkan
pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang di selenggarakan dan lebih memilih pegawai
yang berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) agar tepat dengan tugas dan
fungsi jabatan pegawai. Kemudian sebaikanya Kantor Badan Kepegawaian Daerah
Provinsi Kalimantan Timur dapat meningkatkan evaluasi secara berkala. Dimana
sebelumnya evaluasi di lakukan satu kali dalam satu tahun sebaiknya dapat di
lakukan evaluasi dua kali dalam satu tahun bagi pegawai yang telah mengikuti
pendidikan dan pelatihan (Diklat), agar dapat menilai apakah pendidikan dan
pelatihan (Diklat) yang sudah di ikuti dapat berpengaruh atau tidak dalam
menjalankan tugas atau fungsi jabatannya.