Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

Petroleum atau minyak bumi merupakan campuran kompleks dari hidrokarbon cair,
suatu senyawa kimia yang mengandung hidrogen dan karbon, yang terbentuk secara
alamiah di cadangan bawah tanah dalam batuan sedimen. Berasal dari bahasa latin
petra, yang berarti batu, dan oleum, yang berarti minyak, kata petroleum sering
diartikan dengan kata minyak. Didefinisikan secara luas, minyak mencakup produk
primer (mentah) dan produk sekunder (terolah/produk kilang).
Minyak bumi juga sering diartikan berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme
sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi berasal dari jasad renik, tumbuhan
dan hewan yang mati. Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar bumi kemudian
ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan sedimen
karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya
tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu menjadi
minyak dan gas.
Proses pembentukan minyak dan gas ini memakan waktu jutaan tahun. Minyak dan
gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori bagaikan air dalam batu
karang. Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain,
kemudian terkonsentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap. Wlaupun minyak
bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak dan gas yang
terdapat di daratan. Hal itu terjadi karena pergerakan kulit bumi, sehingga sebagian
lautan menjadi daratan.
Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri yang penting.
Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut
petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut dapat
digolongkan ke dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut,
pupuk, dan berbagai jenis obat.
Minyak mentah merupakan satu jenis minyak terpenting yang diolah menjadi
berbagai produk kilang, akan tetapi beberapa bahan baku minyak lainnya juga dipakai
untuk menghasilkan berbagai produk kilang minyak. Terdapat berbagai macam
produk kilang yang dihasilkan dari minyak mentah, banyak diantaranya untuk
keperluan khusus, misalnya bensin kendaraan bermotor atau pelumas; yang lainnya
dipakai untuk menghasilkan panas, seperti solar/minyak diesel (gas oil) atau minyak
bakar (fuel oil).

KOMPOSISI MINYAK BUMI


a. Senyawa alkana (Hidrokarbon jenuh)
Senyawa alkana merupakan komponen utama minyak bumi. Pada suhu kamar,
metana dan etana berupa gas. Metana dan etana merupakan komponen utama
LNG. Sementara itu, propana dan butana merupakannkomponen utama LPG
berbentuk cair.
Senyawa penyusunnya :
1. Metana CH4
2. etana CH3 CH3
3. propana CH3 CH2 CH3
4. butana CH3 (CH2)2 CH3
5. n-heptana CH3 (CH2)5 CH3
6. iso oktana CH3 C(CH3)2 CH2 CH (CH3) 2

b. Senyawa Alkena (Hidrokarbon tak jenuh)


Kandungan pada minyak bumi hanya sedikit.
Senyawa penyusunnya :
1. Etena, CH2 CH2
2. Propena, CH2 CH CH3
3. Butena, CH2 CH CH2 CH3

c. Senyawa sikloalkana (Hidrokarbon Jenuh berantai siklik )


Senyawa sikloalkana merupakan komponen terbesar kedua setelah alkana.
Senyawa sikloalkana yang paling banyak terdapat pada minyak bumi yaitu
siklopentana dan sikloheksana.

d. Senyawa aromatik
Hanya sedikit senyawa aromatik dengan titik didih rendah dalam minyak bumi.
Senyawa penyusunnya :
1. Naftalena 3. Antrasena
2. Benzena 4. Toluena

Berikut ini kegunaan senyawa-senyawa alkana yang terdapat dalam minyak mentah.
a. Metana (CH4) dan etana (C2H6) sebagai bahan utama LNG.
b. Propana (C3H8) dan butana (C4H10) sebagai bahan utama LPG.
c. Pentana (C5H12) dan heptana (C7H16) sebagai bahan pelarut, cairan pencuci
kering (dry clean),
dan produk cepat kering lainnya.
d. C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan dimanfaatkan sebagai bensin.
e. C10 sampai C15 dimanfaatkan sebagai bahan utama minyak tanah.
f. C10 dan C20 dimanfaatkan sebagai bahan utama diesel dan bahan bakar minyak
untuk mesin kapal.
g. C16 sampai C20 dimanfaatkan sebagai bahan utama solar untuk bahanbakar mesin
jet.
h. C20 ke atas yang berbentuk setengah padat digunakan sebagai bahanutama minyak
pelumas dan vaselin.
i. Mulai C25 berbentuk padat dan dimanfaatkan sebagai lilin dan bitumenaspal.

e. Senyawa Lain
Komposisi senyawa-senyawa yang terkandung dalam minyak bumi berbeda antara
satu daerah dengan daerah lainnya. Selain hidrokarbon jenuh terdapat pula senyawa
hidrokarbon tak jenuh, senyawa belerang dan oksigen,
Sertaorgano logam. Jumlah kandungan atau kadar senyawa-senyawa ini menentukan
kualitas dari minyak bumi.
Komposisi
Minyak bumi hanya berisi minyak mentah saja, tetapi dalam penggunaan sehari-hari
ternyata juga digunakan dalam bentuk hidrokarbon padat, cair, dan gas lainnya. Pada
kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang ringan
seperti metana, etana, propana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada
-161.6 C, -88.6 C, -42 C, dan -0.5 C, berturut-turut (-258.9, -127.5, -43.6, dan
+31.1 F), sedangkan karbon yang lebih tinggi, mulai dari pentana ke atas berbentuk
padatan atau cairan. Meskipun begitu, di sumber minyak di bawah tanah, proporsi
gas, cairan, dan padatan tergantung dari kondisi permukaan dan diagram fase dari
campuran minyak bumi tersebut.[5]
Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, dan terkadang ada juga
kandungan gas alam di dalamnya. Karena tekanan di permukaan Bumi lebih rendah
daripada di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran. Sumur
gas sebagian besar menghasilkan gas. Tapi, karena suhu dan tekanan di bawah tanah
lebih besar daripada suhu di permukaan, maka gas yang keluar kadang-kadang juga
mengandung hidrokarbon yang lebih besar, seperti pentana, heksana,
dan heptana dalam wujud gas. Di permukaan, maka gas ini akan mengkondensasi
sehingga berbentuk kondensat gas alam. Bentuk fisik kondensat ini mirip
dengan bensin.
Persentase hidrokarbon ringan di dalam minyak mentah sangat bervariasi tergantung
dari ladang minyak, kandungan maksimalnya bisa sampai 97% dari berat kotor dan
paling minimal adalah 50%.
Jenis hidrokarbon yang terdapat pada minyak bumi sebagian besar terdiri
dari alkana, sikloalkana, dan berbagai macam jenis hidrokarbon aromatik, ditambah
dengan sebagian kecil elemen-elemen lainnya seperti nitrogen, oksigen dan sulfur,
ditambah beberapa jenis logam seperti besi, nikel, tembaga, dan vanadium. Jumlah
komposisi molekul sangatlah beragam dari minyak yang satu ke minyak yang lain tapi
persentase proporsi dari elemen kimianya dapat dilihat di bawah ini:

Masalah di Penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM)

Penyimpanan menjadi salah satu masalah di Industri perminyakan. Minyak yang kita
gunakan adalah minyak yang sudah layak di gunakan yang telah lewat dari berbagai
tes uji mutu. Berikut masalah yang sering timbul.

Penyimpanan menjadi salah satu masalah di Industri perminyakan. Minyak yang kita gunakan adalah
minyak yang sudah layak di gunakan yang telah lewat dari berbagai tes uji mutu. Berikut masalah yang
sering timbul.

1. KONTAMINASI

Tercampur atau tercemarnya suatu jenis BBM dengan satu atau lebih BBM lain atau non BBM yang
dapat menyebabkan penurunan atau kerusakan mutu BBM yang bersangkutan.

1.1 Kontaminasi BBM dengan BBM lain / Non BBM

Terkontaminasi dengan BBM sejenis dengan mutu off spec, BBM jenis lain, produk-produk
non BBM
Bersumber dari sepanjang aliran distribusi BBM dari kilang sampai ke dalam fasilitas
penyaluran
Akibatnya BBM turun / rusak mutu
Tindakan yang di ambil adalah pengelolaan produk interface penggunaan segregate facilities
Jika BBM yang terkontaminasi, maka menggunakan visual dan short test

Jika Non BBM yang terkontaminasi, maka menggunakan visual dan short test

1.2 Kontaminasi BBM dengan Partikel Padat

Terkontaminasi dengan debu, pasir, garam, lumpur, sludge, karat, kotoran padat lainnya
Bersumber dari kotoran dan pasir yang masuk ke dalam tangki timbun lewat free vent, valve,
dll
Akibatnya sumbatan kebuntunan pada lubang-lubang saringan (stainer, filter), korosi, abrasi,
dll
Tindakan yang dilakukan adalah menjaga kebersihan BBM dengan pemasangan sarfas yang
bisa mencegah dan menanggulangi partikel padat

1.3 Kontaminasi BBM dengan Air

Terkontaminasi dapat dalam bentuk bebas tidak terlarut, tersuspensi, dan terlarut
Bersumber dari air dalam bentuk uap (steam) di pakai di kilang. Air masuk karna kebocoran, hujan,
pencucian, dll
Akibatnya Pencucian / pelarutan zat additif, korosi, karat, media tumbuh & berkembangnya
mikroba membuntut sakuran BBM bila beku
Tindakan yang dilakukan adalah pengendapan, drain, penggunaan sarfas yang baik

1.4 Kontaminasi BBM dengan Surfctants (Surface Active Agents)

Terkontaminasi dengan bahan kimia aktif di permukaan antara dua fasa


Bersumber dari crude, proses maupun additive, atau detergen pada saat cleaning
Akibatnya menurunkan sifat tegangan permukaan (interfacial tension). Mengakibatkan air
tersuspensi dalam minyak, sussah settling
Tindakan yang dilakukan adalah konsentrasi blending yang tepat, jangan mencuci sarfas
dengan detergen, proses clay filter

1.5 Kontaminasi BBM dengan Mikroba

Terkontaminasi dengan mikroba bisa dalam bentuk bakteri, jamur atau actynomyces
Bersumber dari debu
Akibatnya sumbatan kebuntuan pada lubang-lubang saringan (stainer, filter), nozzle, fuel
metering device, karena membentuk sludge.
Tindakan yang dilakukan cegah kontaminasi air & kotoran padat