Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral pembangunan

nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan

setiap orang untuk hidup sehat agar derajat kesehatan yang optimal dapat

terwujud. Salah satu institusi yang memiliki peran dalam pencapaian tujuan

tersebut adalah rumah sakit, oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk

memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan


Keperawatan merupakan salah satu unsur yang tidak terpisahkan dari

pelayanan kesehatan di rumah sakit dan memiliki peran penting dalam

pencapaian peningkatan pelayanan rumah sakit. Perawat merupakan sumber

daya yang terpenting di rumah sakit karena jumlahnya yang dominan yakni

(55%-65%) dan juga merupakan profesi yang memberikan pelayanan yang

konstan dan terus menerus selama 24 jam kepada pasien setiap hari. Oleh

karena itu, pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan

kesehatan mempunyai kontribusi yang sangat menentukan kualitas pelayanan

di rumah sakit

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit

adalah meningkatkan kinerja perawat. Perawat yang tidak melakukan tugas

dan fungsinya secara professional pada saat ini jumlahnya tidak sedikit. Hal

ini mengakibatkan penurunan kualitas kinerja perawat. Penurunan kinerja


perawat sangat mempengaruhi citra pelayanan suatu rumah sakit di

masyarakat. Pelayanan keperawatan yang buruk menimbulkan kurangnya

kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan rumah sakit.

Professionalisme dan kemampuan kinerja perawat dapat ditingkatkan

melalui program pengembangan sumber daya manusia yang direncanakan

dengan baik, salah satunya adalah dengan pembinaan melalui jalur Pendidikan

dan Pelatihan (Diklat). Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000

tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS),

ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis untuk mewujudkan

PNS sebagai bagian dari ASN menjadi professional adalah Diklat Prajabatan.

Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi

PNS. Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter

PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional

dalam melayani masyarakat.

Untuk dapat membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang

menjunjung tinggi standar etika publik dalam pelaksanaan tugas jabatannya,

diperlukan penyelenggaraan Diklat Prajabatan yang inovatif, yaitu

penyelenggaraan Diklat Prajabatan yang memungkinkan peserta mampu

menginternalisasi kompetensi-kompetensi tersebut, mengalami sendiri dalam

menerapkan dan mengaktualisasikannya di tempat kerja, merasakan


manfaatnya, sehingga ketiga kompetensi tersebut terpatri dalam dirinya

sebagai sikap dan perilaku keseharian.

Pembaharuan Diklat Prajabatan ditandai pembelajaran non klasikal

(off campus) melalui aktualisasi nilai dasar profesi. Aktualisasi merupakan

tahap pembelajaran yang intinya pembimbingan peserta dalam

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar Profesi PNS di tempat kerja oleh coach

dan mentor.Berdasarkan nilai-nilai profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang

dipelajari penulis selama belajar dalam tahap proses internalisisasi pada Balai

Diklat Provinsi Sulawesi Selatan, maka penulis ingin mengaktualisasikan

nilai-nilai profesi PNS, yang terdiri dari 5 nilai yakni Akuntabilitas,

Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi yang disingkat

ANEKA pada unit kerja penulis. ANEKA ini penting untuk diaktualisasikan,

karena merupakan kesempatan bagi penulis untuk membuktikan diri mampu

melaksanakan tugas dan peran secara profesional sebagai pelayan masyarakat

(perawat).

B. TUJUAN AKTUALISASI
Penulisan laporan aktualisasi ini dibuat dalam rangka Diklat

Prajabatan Pola Baru Golongan III Angkatan I Lingkup Pemerintah Provinsi

Sulawesi Barat Tahun 2015 pada Balai Pendidikan dan Pelatihan Provinsi

Sulawesi Selatan, dimana terdapat nilai-nilai dasar profesi yang harus


dipenuhi tenaga perawat sebagai ASN. Nilai-nilai ASN sesuai dengan amanat

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 mengenai Aparatur Sipil Negera, yakni

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi

(ANEKA) yang diharapkan dapat dimiliki setiap ASN. Sehingga, penulis

diharapkan mampu mewujudkan akuntabilitas, mengedepankan nasionalisme,

menjunjung tinggi etika publik, memiliki komitmen dalam hal peningkatan

mutu pelayanan kesehatan serta menjadi agen anti korupsi pada unit kerja

penulis.

C. RUANG LINGKUP
Ruang lingkupdalam laporan aktualisasi ini yaitu bagaimana
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS yang mencangkup
Akutabilitas, Nasionalisme, EtikaPublik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi
terhadap kegiatan-kegiatan yang merupakan tugas ASN sebagai perawat di
RSUD Provinsi Sulawesi Barat seperti :
1. Melaksanakan apel pagi
2. Melakukan timbang terima (operan)
3. Melaksanakan observasi tanda-tanda vital
4. Melaksanakan pemasangan infus
5. Melaksanakan penggantian balutan luka
6. Melaksanakan pemberian obat melalui intravena
7. Melaksanakan EKG
8. Membuat laporan dinas