Anda di halaman 1dari 27

BAB I

TINJAUAN TEORITIS

1.1. Konsep Dasar Penyakit


1.1.1. Pengertian
Kejang Demam adalah Bangkitan kejang yang terjadi pada

kenaikan suhu tubuh (Suhu rektal lebih dari 38o C) yang disebabkan oleh

proses ekstrakranium (diluar rongga tengkorak). (Arif Mansjoer.2000).


Kejang demam merupakan kelainan neourologis akut yang paling

sering dijumpai pada anak. Bangkitan kejang ini terjadi karena adanya

kenaikan suhu tubuh (suhu rectal diatas 38oC) yang disebabkan oleh

proses ekstrakranium. Penyebab demam terbanyak adalah infeksi

saluran pernapasan bagian atas disusul infeksi saluran percernaan.

(Ngastiyah,1997; 229)

1.1.2. Etiologi
Penyebab kejang demam menurut Buku Kapital Selekta

kedokteran belum diketahui dengan pasti, namun disebutkan penyebab

utama kejang demam ialah demam yang tinggi. Demam yang terjadi

sering disebabkan oleh:


a. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
b. Gangguan metabolik
c. Penyakit infeksi diluar susunan saraf misalnya tonsilitis, otitis

media, bronchitis.
d. Keracunan obat
e. Faktor herediter
f. Idiopatik.

1.1.3. Tanda dan Gejala


a. Sesak napas atau dispnea
b. Palpitasi
c. Kehilangan kesadaran yang tiba-tiba akibat penurunan aliran darah

keotak.
d. Edema
e. Cyanosis
f. Bayi malas minum.

1.1.4. Klasifikasi
a. Infeksi saluran pernafasan akut.
b. Otitis mellitus
c. Infeksi saluran kemih.
d. Kejang tidak selalu timbul pada suhu yang panas.

1.1.5. Patofisiologi
Untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel/ organ otak diperluka

energi yang dapat dari mekanisme. Bahan baku untuk metabolisme otak

yang penting adalah glukosa. Sipat prose situ adalah obsida dengan

perantara fungsi paru- paru dan diteruskan ke otak melalui system

kardiofaskuler. Dari nuraian tersebut dapat dapat diketahui bahwa

sumber energi otak adalah glukosa yang patah menjadi CO2 dan air sel

dikelilingi oleh membran yang terdapat dari permukaan dalam yaitu

lipoid dan permukaan luar yaitu lurik. Dalam keadaan normal membrane

sel neuron dapat melalui dengan mudah ion kalium (K+) dan sangat sulit

dilalui ion natrium (Na+) dan elektronik lainnya kecuali ion klorida (eL-)

1.1.6. Pemeriksaan Penunjang


a.EEG (elektro encepalo gram untuk menetapkan jenis dan focus dari

kejang.
b. Pembidaian CT untuk mendeteksi perbedaan kerapatan

jaringan.
c.MRI, untuk memperlihatkan daerah-daerah otak.
d. Uji laboraturium: fungsi lumbal, hitung darah lengkap, skrinin

otak dari serum dan urin.

1.1.7. Penatalaksanaan
a. Pengobatan fase akut
Seringkali kejang berhenti sendiri. Pada waktu kejang

pasien dimiringkan untuk mencegah aspirasi ludah atau muntahan.

Jalan nafas harus bebas agar oksigenasi terjamin. Perhatikan

keadaan vital seperti kesadaran, tekanan darah, suhu, pernafasan

dan fungsi jantung. Suhu tubuh yang tinggi diturunkan dengan

kompres dingin dan pemberiaan antipiretik. Obat yang paling cepat

menghentikan kejang adalah diazepam yang diberikan intravena

atau intracranial
b. Mencari dan Mengobati penyebab
Pemeriksaan cairan sereprospinal dilakukan untuk

menyingkirkan kemungkinan meningitis, terutama pada pasien

kejang demam yang pertama.


c. Pengobatan intermiten saat demam
1. Profilaksis Intermiten saat demam
Diberikan diazepam secara oral dengan dosis 0,3 0,5

mg/kg dibagi dalam 3 dosis saa pasien demam. Diazepam

dapat pula diberikan secara intra rectal tiap 8 jam sebanyak 5


mg bila BB<> 10 kg setiap pasien menunjukan suhu lebih dari

38,5oC.
2. Profilaksis terus menerus dengan antikonvulsan setiap hari.
Berguna untuk mencegah berulangnya kejang demam

berat yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Profilaksis

terus-menerus setiap hari dengan fenobarbital 4-5

mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis. Obat lain yang dapat

digunakan adalah asam valproat dengan dosis 15-40 mg/kg

BB/hari.

1.2. Konsep Dasar Penyakit


1.2.1. Pengkajian
a. Data Subjektif
1. Keletihan, kelelahan.
2. Iktal/ hipertensi, peningkatan nadi.
3. Stresor ekternal yang berhubungan dengan kedaan aktivitas.
4. Riwayat sabit kepala, aktivitas kejang berulang, pingsan, pusing,

riwayat trauma kepala dan in faksi selebral.


5. Sakit kepala, nyeri otak/ punggung.
6. Lagi mengatup, sranosis, pernafasan menurun/ cepat.
7. Riwayat terjatuh/ trauma, fraktur.
b. Data objektif
1. Perubahan tonus/ kekakuan otak,gerakan invelunter/ kontraksi

otot maupun sekelompok otak.


2. Peningkatan takaran respon emosional.
3. Peningkatan takaran kandung kemih dan tonus sfrinter (iktal).
4. Posiktal : otot relaksasi yang mengakibatkan inkoneksia
5. Perubahan pada tonus otot.
6. Tingkah laku distraksi atau gelisah.
7. Trauma pada jaringan lunak/ ekimosir
8. Penurunan kekakuan/ tunus otot sedarah menyeluruh.
1.2.2. Diagnosa Keperawatan
a. Resiko tinggi terhadap trauma atau penghentian pernafasan

berhungan dengan ;
1. Kelelahan, kelenahan, kesulitan keseimbangan.
2. Keterbatasan kogritis atau perbahan kesadaran.
3. Kehilangan koordinasi otot besar / kecil.
b. Pola nafas tak epektif berhungan dengan;
1. Kerusakan neoramus kuler.
2. Obstruksi trakeabronkial
3. Kerusakan persasi atau krogrutif.
c. Kekurangan pengetahuan keluarga mengenai kondisi penyakit

pengobatan berhungan dengan;


1. Keterbatasan kognitif.
2. Kesalahan intervensi informasi.

1.2.3. Intervensi Keperawatan


a. Diagnose keperawatan: 1
Tujuan : resiko terhadap trauma terpenuhi
Kriteria hasil : -

Intervensi Rasional
-Kaji tingkat kelenahan, - Dengan mengkaji kelemahan,
kesulitan dan keseimbangan kesulitan dan keseimbangan
keterbatasan kognitis dapat dikontrol peningkatan
kehilangan koordinasi otot kelemahan dan keseimbangan
besar. dll terpenuhi.
-Observasi tingkat kebinahan, - Dengan mengobservasi tingkat
kesutan dan keseimbangan dll. kelemahan, kesulitan dan
keseimbangan mana di ketahui
pola kelemahan, kesulitan dan
keseimbangan.
-Libatkan keluarga - Dengan melibatkan keluarga
maka klien akan merasa
diperhatikan.
-kolaborasi dengan tim dokter. - Dengan mengkolaborasikan
dengan tim dokter.

b. Diagnosa Keperawatan : 2
Tujuan : Pola nafas Epektif terpenuhi
Kriteria Haasil : -

Intervensi Rasionalisasi
- Kaji tingkat kerusakan - Dengan mengkaji kersakan
huromus kuler obstruksi neoromus kuler, obstruksi,
trakeabronkial dan kerusakan trakeabronkial dan kerusakan
persepsi. persepsi maka dapat
dikontrol peningkatannya
terjadi.
- Obsevasi tingkat kerusakan - Dengan mengobservasi
neuoromus kuler, obstruksi tingkat kerusakan neoromus
trakeabronkial dan kerusakan kuler, obsruksi trakeabronkial
persepsi. dan kerusakan persepsi maka
diketahui pola kerusakan
neoromus kuler dll.
- Dengan melibatkan keluarga
- Libatkan keluarga dalam dalam tingkat kerusakan
tingkat kerusakan neoromus neoromus kuler, obstruksi
kuler obstruksi trakeabonkial dan kerusakan persepsi maka
dan kerusakan persepsi. klein akan merasa di
perhatikan.
- Dengan mengkolaborasikan
- Kolaborasi dengan tim dokter. dengantim dokter maka akan
tercipta terapi (pengobatan
yang sesuai).

C. Diagnosa Keperawatan : 3
Tujuan : Kekurangan pengetahuan keluarga mengenai kondisi

penyakit.
Kriteria Hasil : -

Intervensi Rasionalisasi
- Kaji tingkat pengetahuan - Dengan mengkaji
keterbatasan kognitif dan kelahanan tingkat pengetahuan
intervensi informasi. keterbatasan kognitif
dan kerusakan
- Observasi tingkat pengetahuan intervensi informasi
keterbatasan kognitif dan kerusakan terjadi.
intervensi informasi. - Dengan mengobservasi
tingkatan pengetahuan
- Libatkan keluarga dalam keterbatasan kognitif
keterbatasan kognitif dan kerusakan dan kerusakan
intervensi informasi. intervensi informasi.
- Dengan
- Kolaborasi dengan tim dokter. mengkolaborasi
dengan tim dokter
maka akan tercipta
terapi/ pengobatan
yang sesuai.

1.2.4. Implementasi Keperawatan


Tindakan keperawatan adalah pelaksanaan rencanaan tindakan yang

telah ditentuan dengan maksud agar kebutuhan pasien terpenuhi secara

optimal.

1.2.5. Evaluasi Keperwatan


a. Resiko tinggi terhadap trauma atau penghentian pernafasan

terpenuhi.
b. Pola nafas tak efektif hilang.
c. Kekurangan pengetahuan keluarga mengenai kondisi penyakit

pengobatan terpenuhi.

BAB II
TINJAUAN KASUS

2.1. Pengkajian Keperawatan

2.1.1. Biodata

a. Identitas Klien

Nama/Nama panggilan :An R

Tempat tgl lahir/usia :Palembang, 25 April 2010

Jenis kelamin :Laki-laki

Aga ma :Islam

Pendidikan :-

Alamat :Jln. Rambutan dalam Lr. Rawasari Rt

07 Rw 10

Tgl masuk :11 April 2011

Tgl pengkajian :13 April 2011

No. Rekam Medik : 497355

Diagnosa medik :Kejang Demam

Rencana terapi :Pemeriksaan Darah

b. Identitas Orang tua


Ayah :

Nama :Tn I

Usia :29 tahun

Pendidikan :SMA

Pekerjaan :Buruh

Aga ma :Islam

Alamat : Jln. Rambutan dalam Lr. Rawasari Rt

07 Rw 10

Ibu :

Nama :Ny T

Usia :27 tahun

Pendidikan :SMA

Pekerjaan :Wirasuasta

Agama :Islam

Alamat : Jln. Rambutan dalam Lr. Rawasari Rt

07 Rw 10

c. Identitas Saudara Kandung :

No Nama Usia Hubungan Status Kesehatan


1 Muhammad Iksan 10 tahun Kakak Sehat
2.1.2. Keluhan Utama/Alasan Masuk Rumah Sakit:

Panas tinggi tidak berhenti kemudian ada kejang-kejang, demam

disertai kejang-kejang.

2.1.3. Riwayat Kesehatan :

a. Riwayat Kesehatan Sekarang

+ 10 jam sebelum masuk rumah sakit os demam, tidak terlalu

tinggi, muntah 2 kali, @ seperempat sampai seperdua gelas

belimbing, menyemprot, isi apa yang dimakan atau di minum dan

didahak, pilek, batuk .

+ 3 jam sebelum masuk rumah sakit, pasien makin lemas, lalu

masuk rumah sakit Myria diberi obat melalui anus (Diazepam atau

antiperetik), setelah itu dirujuk ke RSI Siti Khodijah Palembang,

pasien kejang di UGD 1 kali lebih kurang 15 menit lamanya, vokal

sebelah kanan, tonik sampai kronik, setelah itu diazepam rectal 1

kali kejang tidak ada, post ictal pasien mengantuk BAB dan BAK

biasa saja.

b. Riwayat Kesehatan Lalu


Prenatal care

Selama kehamilan ibu pasien memeriksa kehamilannya

sebanyak 13 kali dan ibu mengalami ngidam dan muntah-muntah,

ibu tidak pernah memeriksa kehamilannya dengan USG, kenaikan

berat badan ibu 12 Kg, golongan darah ibu A dan bapak O.

Natal

Ibu melahirkan di klinik dibantu oleh bidan terus dirujuk ke

Rumah Sakit untuk di Operasi, ibu tidak memakai obat perangsang

dan tidak ada komplikasi waktu melahirkan.

Post natal

Kondisi bayi waktu lahir dengan berat badan 3,5 Kg dan

panjang badan 4,8 cm, bayi dalam keadaan sehat, bayi tidak pernah

mengalami penyakit dan perkembangan bayi ini lebih cepat

dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain.

c. Riwayat Kesehatan Keluarga

Didalam anggota keluarga pasien tidak ada yang mengalami

penyakit alergi, asma, TBC, hipertensi, penyakit jantung, stroke,

anemia, hemofilia, artritis, migrain, DM, kanker dan jiwa.

d. Genogram: (Gambarkan dengan 3 generasi)


keterangan :

: laki-laki

: perempuan

: klien

---- : sekeluarga

2.1.4. Riwayat Immunisasi

No Jenis Imunisasi Waktu Reaksi Setelah


Pemberian Pemberian
1 BCG Lengkap Tidak ada reaksi
2 DPT (I-II-III) Lengkap Demam
3 Polio (I-II-III-IV) Lengkap Tidak ada reaksi
4 Campak Lengkap Tidak ada reaksi
5 Hepatitis Lengkap Tidak ada reaksi

2.1.5. Riwayat Tumbuh Kembang

a. Pertumbuhan Fisik
Berat badan klien sekarang 11 Kg, tinggi badan klien 79 cm,

pertama kali tumbuh gigi berusia 8 bulan.

b. Perkembangan Tiap Tahap

Usia saat anak

Klien bisa berguling usia 4 bulan, duduk usia 6 bulan,

merangkap 8 bulan, berdiri usia 10 bulan, berjalan 1 tahun, berbicara

pertama kalinya usia 11 bulan.

2.1.6. Riwayat Nutrisi

a. Pemberian ASI

Pertama kali klien diberi ASI, cara pemberian ASI terjadwal

setiap 2 jam sekali.

b. Pemberian susu formula

klien tidak diberi susu formula.

c. Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini

Usia Jenis Nutrisi Lama Pemberian


0-4 Bulan ASI 0 6 bulan
4-12 Bulan ASI + bubur tim 6 12 bulan
Saat ini Nasi 3x 1 hari

d. Riwayat Psikososial
Anak tinggal di rumah sendiri berada dilingkungan kota dan

sekolah dekat dengan rumah, anak mempunyai kamar sendiri dan

tidak ada tetangga yang membahayakan anak, didalam hubungan

antr keluarga haromis dan anak diasuh oleh kedua orang tua.

e. Riwayat Spiritual

Dalam keluarga ini saling mendukung dan keagamaannya

selalu dikerjakan.

2.1.7. Reaksi Hospitalisasi

Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap

Dokter selalu menceritakan tentang kondisi anak, perasaan orang

tua saat cemas dengan kondisi anaknya, lalu orang tua selalu berkunjung

dan yang menjaga anak adalah ibu.

Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap

Menurut ibu penyebab anak sakit adalah dengan kecapekan,

doktor selalu menceritakan kondisi anak, dan anak merasa bosan berada

di rumah sakit

2.1.8. Aktivitas sehari-hari


Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
Nutrisi:
1. Selera makan Nafsu Tidak nafsu makan
2. Menu makan Nasi Bubur
3. Frekuensi makan Setengah porsi Seperempat porsi
4. Makanan pantangan Tidak ada Makanan keras dan asam
5. Pembatasan pola makan Tidak ada Tidak ada
6. Cara makan Sendiri Sendiri
7. Ritual saat makan Baca doa Baca doa
Cairan:
1. Jenis minuman Air putih Air putih, sirup dan infus
2. Frekuensi minum 3 4 gelas Tidak tentu
3. Kebutuhan cairan - -
4. Car pemenuhan Minum Minum, infus
Eliminasi (BAB&BAK):
BAB (Buang Air Besar ) :
1. Tempat pembuangan WC WC
2. Frekuensi (waktu) 1 2 kali 1 kali
3. Konsistensi Padat Padat
4. Kesulitan Tidak ada Tidak ada
5. Obat pencahar Tidak ada Tidak ada

BAK (Buang Air Kecil) :


1. Tempat pembuangan WC WC
2. Frekwensi 5 6 kali 4 5 kali
3. Warna dan Bau Kuning dan amoniak Kuning dan amoniak
4. Volume Banyak Sedang
5. Kesulitan Tidak ada Tidak ada

Istirahat tidur
1. Jam tidur
- Siang Tidak tidur 13 00 15 00
- Malam 09 00 05 00 Tidak tentu
2. Pola tidur - -
3. Kebiasaan sebelum tidur Nonton TV Cerita
4. Kesulitan tidur Tidak ada Ada, karena suhu tubuh
meningkat
Olah Raga:
1. Program olah raga Ada Tidak ada
2. Jenis dan frekuensi Silat Tidak ada
3. Kondisi setelah olah raga Senang Tidak ada
Personal Hygiene:
1. Mandi
- Cara Sendiri Dimandikan
- Frekuensi 2 3 kali 1 2 kali
- Alat mandi Sabun, sampo, sikat, Sabun, sikat gigi dan
sikat gigi dan pepsoden
2. Cuci rambut pepsoden
- Frekuensi 1 2 kali
- Cara 2 3 kali Mandi
3. Gunting kuku Mandi
- Frekuensi 1 kali seminggu
- Cara 1 2 kali seminggu Potong kuku
4. Gosok gigi Potong kuku
- Frekuensi 1 2 kali sehari
- Cara 3 4 kali sehari Gosok gigi
Gosok gigi
Aktifitas/Mobilitas Fisik:
1. Kegiatan sehari-hari Sekolah Istirahat
2. Pengaturan jadwal harian Ada Tidak ada
3. Penggunaan alat Bantu Tidak ada Tidak ada
aktifitas
4. Kesulitan pergerakan Tidak ada Tidak ada
tubuh
Rekreasi:
1. Perasaan saat sekolah Senang -
2. Waktu luang Bermain Istirahat
3. Perasaan setelah rekreasi Senang -
4. Waktu senggang klg _ -
5. Kegiatan hari libur Olahraga (silat) -
2.1.9. Pemeriks2.1.9. Pemeriksaan Fisik

a. keadaan umum klien : lemah

b. tanda-tanda vital

suhu : 38,5 oc

nadi : 85 x/menit

respirasi : 28 x/menit

tekanan darah :-

c. antropometri

tinggi badan klien 79 cm dan berat badan klien 11 Kg

d. system pernafasan

hidung simetris, tidak terdapat sianosi pada bibir, jari tangan maupun

jari kaki, tidak terdapat cuping hidung, bentuk dada simetris, tidak

terdapat nyeri dada, suara nafas tidak ronchi dan wheezing.

e. Sistem Cardio Vaskuler

Palpasi denyut nadi teraba lemah, Konjungtiva tidak anemia, bibir

terlihat pucat

f. Sistem Pencernaan
warna bibir terlihat pucat, mukosa bibir kering, gigi tampak kotor,

tidak ada keluhan mengunyah dan menelan, tidak ada pembesaran

tonsil tidak terdapat adanya nyeri tekan dan lepas pada daerah

abdomen.

g. System Integumen

warna rambut klien hitam, rambut klien tidak mudah dicabut, kulit

klien berwarna sawo matang, dan kulit klien terasa hangat dengan

suhu 38, 5oc.

h. System Perkemihan

Tidak terdapatnya nyeri tekan ataupun nyeri lepas saat palpasi ginjal

dan pada saat palpasi ginjal tidak teraba, tidak terdapat adanya nyeri

ketuk pada saat perkusi ginjal.

2.1.10. Test Diagnostik

a. Laboratorium

Pemeriksaan Tanggal : 18 April 2011

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal


Pemeriksaan hematologi
- Hb 10,9 g/dl negatif
- Leokosit 19,3 g/ul negtif

Penghitungan jenis
- Basofil 0% negatif
- Cosinofil
2%
- Batany
- Seg ment 4%
75 %

b. Therapy

1). Infus DS % dan Ns Gtt 20 x/menit / mikro

2). Cek leb Dr

3). O2 Nasal

2.1.11. Analisa Data

Nama Pasien : An R

No Register : 497355

Ruang : anak ( Madina )

N Data Kemungkinan penyebab Masalah


o (symptom) dan dampak (problem)
(etiologi)
1 DS: Infeksi virus/ Bakteri Gangguan
- Orang tua klien rasa nyaman
mengatakan badan peningkatan
anaknya panas. Masuk ketubuh suhu tubuh
DO:
- Bibir klien kering
- Klien nampak gelisah Mempengaruhi
- Klien menanggis hipotalamus
- Minum air putih + 1000
cc.
- RR : 28 x/menit Peningkatan suhu tubuh
- Suhu : 38,5 oc
- Nadi : 85 x/menit
2 DS: Infeksi virus/ Bakteri Gangguan
- Orang tua klien pemenuhan
mengatakan anaknya nutrisi
tidak nafsu makan Disfungi organ tubuh kurang dari
kebutuhan
DO:
tubuh
- K U lemah
- Menghabiskan 3-4 Meningkatnya
sendok porsi makan motabolisme
- Muntah

In adebuatnya inteke
nutrisi

Anoreksia

Gangguan pemenuhan
nutrisi kebutuhan tubuh

3 DS : Cemas
- Klien mengatakan cemas
dengan kondisi anaknya

DO :
- Keluarga klien nampak
gelisah dan takut

2.2. Diagnosa Keperawatan

Nama Pasien : An R

No Register : 497355

Ruang : Anak ( Madina )


No Diagnosa Ditemukan Dipecahkan
keperawatan Tanggal Paraf Tanggal Paraf
1 Gangguan rasa 17 4 11 17 4 11
nyaman
peningkatan suhu
tubuh b/d adanya
proses infeksi dalam
tubuh
2 Gangguan nutrisi 17 4 11 18 4 11
kurang dari
kebutuhan tubuh b/d
indekuatnya intake
nutrisi
3 Anxietas 17 4 11 19 4 11
berhubungan
dengan kurangnya
pengetahuan tentang
penyakit yang
diderita anaknya

2.3. Intervensi Keperawatan

Nama Pasien : An R

No Register : 497355

Ruang : Anak ( Madina)

No Diagnosa Perencanaan
keperawatan Tujuan intervensi Rasionalisasi
1 Gaangguan ras Tupan : - Kaji - Dengan
nyaman - Kebutuhan ras peningkatan meningkatkan
peningkatan nyaman suhu tubuh suhu tubuh
- Observasi dapat
suhu tubuh b/d terpenuhi suhu
peningkatan dikontrol
proses infeksi tubuh normal suhu tubuh peningkatan
dalam tubuh Tupen : suhu yang
oleh virus/ - Kebutuhan ras - Berikan terjadi
bakteri ditandai nyaman kompres - Dengan
dengan: terpenuhi hangat mengobsevasi
DS: dengan kriteria peningkatan
suhu tubuh
- Orang tua hasil
maka
klien T: 38,5oC - Libatkan diketahui
mengatakan P: 85 x/ mnt keluarga peruhan pola
RR: 28 x/mnt dalam
badan suhu tubuh
- Bibir klien pemenuhan - Dengan
anaknya panas
lembab kebutuhan memberikan
- Orang tua
- Klien tidak klien kompres
klien gelisah
mengatakan hangat maka
- Klien tidak - Kolaborasi akan
anaknya menanggis lagi dengan tim mempengaru
sering minum dokter hi pusat
DO: pengaturan
- T: 38,5oC panas
- P: 85 x/ mnt dariakan
- R: 28 x/ mnt terjadi dilatasi
- Bibir klien pada
kering pembuluh
- Klien nampak darah
gelisah - Dengan
- Klien melibatkan
menanggis keluarga
- Minum air maka klien
putih + 1000 merasa
cc. diperhatikan
- Dengan
berkolaborasi
dengan tim
dokter maka
akan cepat
tercipta.
2 Gangguan Tupan : - Kaji intek - Dengan
kebutuhan Kebutuhan dan output mengkaji intek
nutrisi kurang nutrisi klien nutrisi dan output
- Observasi maka akan
dari kebutuhan terpenuhi
intek dan diketahui
tubuh b/d output nutrisi pengluaran
inadekuat nya - Libatkan dan
intake nutrisi Tupen : partisivasi pemasukan
DS: Dalam waktu 1 x keluarga nutrisi
- Orang tua 24 jam nafsu dalam - Dengan
mengatakan makan klien pemenuhan melibatkan
klien tidak nutrisi keluarga mak
meningkat.
mau makan - Anjurkan akan dapat
DS: makn dalam mengimbangg
- KU lemah porsi kecil i pola mual
- Seperti mau tapi sering dan muntah
- Kolaborasi - Dengan
muntah
dengan tim berkolaborasi
- Menghabiska
dokter danagan tim
n 3-4 sendok medis maka
porsi makan akan tercipta
pengobatan
yang sesuai

3 Anxietas Tupan : - Kaji tingkat - Untuk


berhubungan Cemas hilang cemas memudahkan
dengan atau berkurang intervensi
- Lakukan - Pendekatan
kurangnya
pendekatan dan motivasi
pengetahuan Tupen : dapat
dan motivasi
tentang Dalam waktu 1 x untuk mengurangi
penyakit yang 30 menit cemas membantu kecemasan
diderita keluarga hilang mengurangi
anaknya atau berkurang kecemasan
yang
dirasakan
- Sediakan
- Meningkatkan
informasi
pengetahuan
yang factual
dan
(nyata dan
mengurangi
benar)
kecemasan
2.1. Implementasi Keperawatan

Nama Pasien : An R

No Register : 497355

Ruang : Anak ( Madina )

Tanggal Waktu No DK Pelaksanaan Paraf


17 4 11 10 00 1 - Mengkaji peningkatan suhu
tubuh
- observasi peningkatan suhu
tubuh
- memberikan kompres dingin
- melibatkan keluarga dalam
pemenuhan kebutuhan klien
- berkolaborasi dengan tim dokter
18 4 11 14 00 2 - mengkaji intake dan output
nutrisi
- mengkolaborasi intake dan
output nutrisi
- melibatkan pertisifasi keluarga
dalam pemenuhan keluarga
- menganjurkan makan dalam
porsi kecil tapi sering
- berkolaborasi dengan tim medis
19 4 11 15 00 3 - Mengkaji tingkat cemas
- Melakukan pendekatan dan
berikan motivasi untuk
membantu kecemasan yang
dirasakan
- Menyediakan informasi yang
factual (nyata dan benar)

2.5. Evaluasi Keperawatan

Nama Pasien : An R
No Register : 497355

Ruang : Anak ( Madina )

Tanggal Waktu No DK Pelaksanaan Paraf


17 4 11 10 00 1 S : klien mengatakan badan anaknya

masih panas

O : Suhu : 36 oC. gelisah kurang

Haus kurang bibir lembab

A : Gangguan rasa nyaman

peningkatan suhu tubuh

P : intervensi dilanjutkan

I : - Kaji peningkatan suhu tubuh

- Observasi peningkatan suhu

tubuh
- Berikan compres hangat
- Libatakn keluarga dalam

pemenuhan kebutuhan nutrisi


- Kolaborasi dengan tim dokter

E : Implementasi dilanjutkan

R : - mengkaji peningkatan suhu

tubuh

- Mengobservasi peningkatan

suhu tubuh
- Memberikan kompres hangat
- Melibatatkan keluarga dalam
pemenuhan kebutuhan nutrisi
- Mengkolaborasikan dengsn

tim dokter
15 4 11 14 00 2 S : Ortu Klien mengatakan anakntya

tidak mau makan

O : - KU: lemah

- Seperti mau makan


- Menghabiskan 3-4 sendok

makan

A : Gangguan pemenuhan nutrisi

kurang dari kebutuhan tubuh

P : Intervensi dilanjutkan

I : - kaji intake dan output nutrisi

- Observasi intake dan output

nutrisi
- Libatkan partisipasi keluarga

dalam pemenuhan nutrisi


- Anjurkan makan dalam porsi

kecil tapi sering


- Kolaborasi dengan tim dokter

E : Implementasi dilanjutkan

R : - Mengkaji intake dan output

nutrisi
- Mengobserpasi intake dan

output nutrisi
- Melibatkan keluarga dalam

penuhan nutrisi
- Menganjurkan makan porsi

kecil tapi sering


- Mengkolaborasi dengan tim

dokter
16 4 11 15 00 3 S : klien mengatakan tidak cemas

lagi
O : klien nampak tenang
A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan
I:-
E:-
R:-

Beri Nilai