Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TERHADAP KUALITAS AIR TANAH SEBAGAI AIR

MINUM

Dicky Aulia
Ranti Givi Antika
Trio Fani
Anisa Nevi Saerina
David Widyanto Diningrat
Muhammad Tri Rizki
Kurnia Sandi
Nestri Martini
Alfauzi Hanifudin
Teknik Geologi Universitas Diponegoro

ABSTRAK

Airtanah adalah sejumlah air di bawah permukaan bumi yang dapat dikumpulkan melalui sumur-
sumur, terowongan atau sistim drainase maupun dengan pemompaan , salah satu manfaat dari air tanah adalah
dapat dimanfaatkan sebagai air minum, air tanah yang hendak dijadikan air minum harus memenuhi standar
yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dimana terdapat beberapa parameter fisika,
kimia, dan biologis . Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis menggunakan diagram
stiff untuk mengetahui darimana air tersebut berasal berdasarkan komposisi kation dan aninnya serta diagram
pipper untuk mengetahu jenis air berdasarkan anion dan kationnya, hasil dari perhitungan didapatkan Dari hasil
perbandingan nilai SI masing-masing sampel maka dapat disimpulkan bahwa nilai SI Kesadahan, TDS, Cl dan
SO4 masih dibawah standard yang diterapkan oleh WHO maupun Kemenkes. Maka dari segi kualitasnya
masih dapat dikatakan sangat baik dan dapat digunakan sebagai air yang dikonsumsi.

Kata Kunci : Kualitas air tanah, kation dan anion


sangat menentukan keterdapatan airtanah di suatu
PENDAHULUAN daerah (Seyhan, 1990).
Airtanah merupakan salah satu
sumberdaya air yang paling banyak diekploitasi
Airtanah adalah sejumlah air di bawah untuk pemenuhan kebutuhan air bersih.
permukaan bumi yang dapat dikumpulkan melalui Pengambilan-lebih (over exploitation) airtanah
sumur-sumur, terowongan atau sistim drainase untuk keperluan permukiman dan industri
maupun dengan pemompaan. Airtanah dapat juga menyebabkan terjadinya penurunan muka
disebut sebagai aliran yang secara alami mengalir airtanah yang berakibat pada penurunan
ke permukaan tanah melalui pancaran atau permukaan tanah (amblesan), intrusi air laut, dan
rembesan (Kodoatie, 1996). Soemarto (1989) kekeringan sumur- sumur penduduk. Potensi
airtanah dan kualitasnya di suatu wilayah
mengemukakan bahwa airtanah adalah air yang dikaitkan dengan penggunaan airtanah dapat
menempati rongga-rongga dalam lapisan diketahui melalui penelitian penyebaran sistim
geologi. Lapisan air yang terdapat dibawah akuifer dan sifat- sifat kimia airtanah. Namun
permukaan tanah dinamakan daerah jenuh secara alami, tidak semua batuan dapat bertindak
(saturated zone), dan daerah tidak jenuh terletak sebagai akuifer karena sangat tergantung pada
diatas daerah jenuh sampai ke permukaan tanah, pori-pori batuan dan permeabilitasnya
yang rongga-rongganya berisi air dan udara. Kodoatie, 1996). Airtanah mengandung unsur-
unsur dalam jumlah tertentu yang berasal
Airtanah merupakan komponen dari suatu siklus dari proses berlangsungnya siklus hidrologi
hidrologi yang melibatkan banyak aspek bio-geo- dari pembentukan uap air di atmosfer hingga
fisik, bahkan aspek politik dan sosial budaya yang selama pengalirannya di dalam tanah (Heraclitus
& Biswas, 1970 dalam Appelo & Postma, 1993). METODOLOGI
Kualitas airtanah sangat penting artinya bagi
kehidupan saat ini. Menurut Asdak (2002) Tahap analisis laboratorium ini dilaksanakan
kualitas air, yang mencakup keadaan fisik, di laboratorium pengujian kualitas air untuk
kimia dan biologi dapat mempengaruhi
ketersediaan air untuk kebutuhan manusia, mendapatkan data sifat fisik dan airtanah yakni
pertanian, industri, rekreasi dan pemanfaatan : kekeruhan, warna, bau, rasa, pH, kesadahan, dan
lainnya. Pengaruh ini tergantung pada konsentrasi unsur/senyawa kimia airtanah (Fe3+,
konsentrasi ion yang ada dalam air tersebut, yaitu
semakin tinggi konsentrasi unsur kimia terlarut Mn2+, Na+, NH4+, Cl-, SO42-, NO2-, NO3-, dan
dalam airtanah maka kualitas airtanah semakin TDS). Berdasarkan hasil analisis laboratorium
rendah (Fandiaz, 1992). kemudian dianalisis dengan menggunakan
Menurut Freeze & Cheery (1979) dalam diagram stiff, piper dan wilcox. Diagram stiff
Kodoatie (1996) bahwa komposisi kimia didalam dan piper digunakan untuk mengetahui proses
air hujan umumnya terdiri atas: SiO2, Ca, Mg, Na, kimia yang terjadi berdasarkan prosentase kation
K, NH4, HCO3, SO4, CL, NO3. Kandungan
unsur utama dalam airtanah meliputi kalsium dan anion dalam meq 1-1 dan pengelompokan data
ke dalam tipe kimia airtanah yang berdekatan pada
(Ca2+), magnesium (Mg2+), natrium (Na+), kelompok yang sama.
potasium (K+), klorida (Cl-), sulfat (SO42-) Metode korelasi dengan menggunakan
dan bikarbonat (HCO3-) atau karbonat (CO3-). diagram stiff dapat untuk menghubungkan atau
mengkorelasikan airtanah secara tegak pada satu
Beberapa unsur tersebut bersama unsur minor
lainnya secara alamiah dapat menyebabkan lubang bor mulai dari airtanah teratas sampai yang
perubahan kualitas airtanah terbawah atau secara mendatar pada akuifer yang
Menurut Davies & De Wiest (1966), ion-ion sama.
yang terdapat dalam airtanah berasal dari mineral- Dengan menghubungkan titik-titik yang
mineral batuan sebagai berikut: mempunyai besaran epj pada tiap-tiap unsur,
- Kalsium, berasal dari batuan endapan laut sebagai berikut :
yang kaya akan mineral kalsit, dolomite, Cara Kerjanya adalah dengan memplot anion
aragonite, anhidrit, gypsum, atau dari dan kation pada kertas milimeter : sumbu x = nilai
pelapukan batuan beku dan batuan metamorf ion (dalam epj), sumbu y = jenis ion. Kation berada
yang mengandung mineral apatit, sebelah kiri sumbu y sedangkan anion berada
wolastonit, fluorit, feldspar, amfibol, piroksen sebelah kanan sumbu y. Hubungan antar ion seperti
dan sebagainya. pola stiff.
- Magnesium, berasal dari mineral dolomite,
olivine, biotit, hornblende, augit, serpentin,
talk, diopsid, termolit.
- Natrium berasal dari pelapukan mineral
plagioklas, mineral lempung, nefelin, sodalit,
natrolit, glaukopan.
- Besi dan mangan, berasal dari mineral
piroksen, anfibol, magnenit, pirit, mineral
lempung.
- Bikarbonat dan karbonat, berasal dari
pelapukan batuan karbonat, karbondioksida Metode analisis dengan diagram trilinier piper
di atmosfir dan di tanah. penting untuk studi genetik airtanah. Studi ini
- Silika, berasal dari mineral kuarsa, mineral untuk mengetahui sumber unsure penyusun yang
lempung. terlarut dalam airtanah, perubahan atau modifikasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat air yang melewati suatu wilayah tertentu serta
potensi dan kualitas airtanah, dalam kaitannya hubungannya dengan problem geokimia.
dengan kebutuhan penduduk sesuai standart baku Cara kerjanya adalah dengan cara memplot
mutu. Standar yang dijadikan parameter dalam data dalam % ke diagram dibawah ini, tentukan
penetian ini adalah Peraturan Menteri Kesehatan masuk ke tipe (nomor berapa).
Republik Indonesia Nomor
492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan
Kualitas Air Minum dan berdasarkan standar
kualitas air minum dari WHO (World Health
Organization)
diketahui pula komposisi ion pada
perubahan tubuh air. Namun
kekurangannya adalah hanya dapat
dianalisa per plot ion-ionnya.
c. Metode Diagram Pipper
Metode piper diagram dapat diketahui
dengan mengeplotkan seluruh ion pada
diamond-shaped field diagram. Sehingga
dapat diketahui fasies air tanah pada
daerah pengambilan sample pada
keseluruhan terdapat pada fasies endapan
garam (alkali). Airtanah di daerah
penelitian pada umumnya mempunyai
kandungan kation Natrium (Na) dalam
kadar yang lebih tinggi dan hampir sama
serta kandungan anion (HCO3-) yang
PEMBAHASAN dominan, dengan rasa yang enak (good
taste). Berdasarkan Hasil pengolahan data
a. Metode table kurlov pada diagram Piper yang telah dilakukan
terhadap 21 sampel. Nama kimia airtanah
Motode kurlov dilakukan untuk ditentukan berdasarkan Klasifikasi
mengetahui nama air tanah di 21 sample Kurlov, dimana ion yang memiliki
berdasarkan nilai mol equivalen perliter prosentase dominan lebih dari 25% akan
dari masing-masing ion yang diperoleh menentukan nama kimia airtanahnya.
dari perkalian konsentrasi ion (mg/l) Dengan menggunakan metoda Kurlov,
dengan valensi dibagi dengan FW dari ion. didapatkan bahwa umumnya airtanah di
Kemudian dicari nilai persentase ion-ion daerah penelitian diklasifikasikan sebagai
dan nilai tertinggi yang lebih dari 25% airtanah yang dominan bertipe Ca-Mg
pada kation dan anion digunakan untuk HCO3 (Kalsium Magnesium Bikarbonat).
penamaan air tanah. Tipe airtanah ini sesuai dengan litologi
Pada lokasi sampel hampir semua penyusun tubuh akuifer, yaitu batupasir
diketahui nilai kation tertinggi adalah ion dan batulempung. Sehingga dapat
kation Na (325%) dan ion anion tertinggi diinterpretasikan bahwa airtanah yang ada
adalah HCO3 (>52 %) maka nama air di daerah penelitian mengalir pada litologi
tanah adalah Natrium Bikarbonat. batupasir dan batulempung.
Sedangkan ada 1 sampel yang berbeda d. Analisis Hidrogeologi Dan potensialnya
yaitu pada sampel PSKRDN-222 diketahui Pada lokasi FK 1, terdapet magnesium
nilai kation tertinggi adalah ion kation Na yang kandungannya paling tinggi ,
(>35%) dan ion anion tertinggi adalah Cl diperoleh dari mineral-mineral berwarna
(62,14 %) maka nama air tanah adalah gelap seperti hornblende, biotit, dolomit
Natrium Korida dsb. Kalsium biasa ditemukan pada
endapan laut yang kaya akan mineral
b. Metode Diagram Stiff kalsit. Sedangkan Air bikarbonat
Metode stiff digunakan untuk ditemukan pada daerah kaki gunung. Maka
mengetahui penyebaran ion yang paling dapat disimpulkan dari keseluruhan ion,
banyak, baik kation maupun anion. lokasi tempat pengambilan 5 sample air
Manfaat dari mengetahui kualitas air tanah merupakan daerah yang dekat dengan laut,
dengan metode ini adalah dapat membantu atau masih ada pengaruh laut, dan
terhadap visualisasi air dari aliran air yang vulkanisme, makainterpretasi daerah ini
dapat diperkiraka, sehingga dapat merupakan daerah yang dekat dengan laut.
Analisis Kualitas Air Tanah Berdasarkan Standar WHO dan Kemenker Hasil Perhitungan SI
Dari data hasil perhitungan kandungan kimia 5 sampel, kemudian dilakukan perhitungan SI sebagai
perbandingan nilai QI yang meliputi kesadahan, TDS, sulfat dan klorit dengan bobot relatif. Berikut table hasil
perhitungan metode kurlov dan parameter yang diterapkan oleh WHO dan Kemenkes:
Tabel Bobot Relatif
Parameter Bobot (W) Bobot Relatif (Wi)
TDS 4 0.307692308
SO4 4 0.307692308
CL 3 0.230769231
Kesadahan 2 0.153846154
Total 13 1
Cara mendapatkan nilai bobot relative tersebut adalah dengan membandingkan nilai bobot parameter (W)
dengan total bobot.
Tabel Hasil Perhitungan QI
qi TDS (WHO) qi TDS (Kemenkes) qi Kesadahan qi Cl q1 So4
7.517 15.034 26.0046 0.008 0.002832
6.172 12.344 25.8926 0.002816 0.0045
19.456 9.728 14.4266 0.0068 0.001916
5.7795 11.559 18.9492 0.0104 0.00258
5.7165 11.433 24.3306 0.001464 0.000916
Cara mendapatkan nilai QI adalah membandingkan nilai perhitungan masing-masing sampel pada table
kurlov dengan bobot relative. Kemudian mendapatkan hasil nilai QI menurut parameter WHO dengan cara
membandingkan nilai QI dengan parameter WHO, begitu juga dengan QI menurut parameter Kemenkes. Berikut
table hasil perhitungannya:

Tabel Hasil Perhitungan SI menurut WHO dan Kemenkes


SI TDS
SI TDS (WHO) (Kemenkes) Si Cl SI Kesadahan SI SO4
2.312923077 4.625846154 0.001846154 4.000707692 0.000871385
1.899076923 3.798153846 0.000649846 3.983476923 0.001384615
5.986461538 2.993230769 0.001569231 2.219476923 0.000589538
1.778307692 3.556615385 0.0024 2.915261538 0.000793846
1.758923077 3.517846154 0.000337846 3.743169231 0.000281846

Maka dari hasil perhitungan SI tersebut didapatkan nilai yang dapat dibandingkan dengan standard yang
diterapkan oleh WHO dan Kemenkes:
Parameter WHO Kemenkes
TDS 1000 500
SO4 250 250
CL 250 250
Kesadahan 500 500

Maka dapat dianalisis tiap sampelnya sebagai berikut:


Untuk SI TDS berdasarkan perbandingan dengan parameter WHO masing-masing sampel memiliki
nilai kurang dari 2.3, nilai parameter TDS oleh WHO adalah 1000 mg/l maka sampel ini masih dibawah batas
TDS maksimal. Sedangkan nilai SI TDS berdasarkan perbandingan dengan parameter Kemenkes masing-
masing sampel memiliki nilai kurang dari 4,6, nilai parameter TDS yang diterapkan oleh Kemenkes adalah
500mg/l maka nilainya masih dibawah batas TDS maksimal.TDS merupakan jumlah zat padat yang terlarut
dalam air,semakin rendah nilai TDS maka akan sebagai bagus kualitas air
Nilai SI klorit masing-masing sampel antara lain memiliki nilai yang lebih kecil dari 0.002, sedangkan
nilai SI klorit yang diterapkan oleh WHO dan Kemenkes adalah 250 maka nilai sampel masih dibawah batas
maksimal kandungan klorit.Klorit digunakan untuk mengetahui besar kadar sodium klorida (NaCL) yang terlarut
dalam air,Semakin kecil nilai klorit maka akan semakin bagus untuk kualitas air
Nilai SI sulfat masing-maisng sampel antara lain memiliki nilai kurang dari 4, sedangkan nilai SI sulfat
yang diterapkan oleh WHO dan Kemenkes adalah 250 maka nilai sampel masih dibawah batas maksimal
kandungan sulfat.Sulfat berasal dari mineral gipsum (CaSO 4.2H2O) dan (CaSO4) yang mudah terlarut dalam air
.Nilai Sulfat ini harus mempunyai nilai ambang batas, karena jika kekurangan atau kelebihan maka tidak baik
untuk kualitas air minum
Nilai SI kesadahan masing-maisng sampel antara lain memiliki nilai kurang dari 0.001, sedangkan nilai
SI sulfat yang diterapkan oleh WHO dan Kemenkes adalah 500 maka nilai sampel masih dibawah batas
maksimal kandungan sulfat.kesadahan air merupakan kandungan mineral-mineral tertentu yang terkandung
dalam air ,umumnya berupa ion kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat.Semakin
Tinggi nilai kesadahan tidak baik untuk sebuah kualitas air minum dan penggunaan rmah tangga maupun industri
Dari hasil perbandingan nilai SI masing-masing sampel maka dapat disimpulkan bahwa nilai SI
Kesadahan, TDS, Cl dan SO4 masih dibawah standard yang diterapkan oleh WHO maupun Kemenkes. Maka
dari segi kualitasnya masih dapat dikatakan sangat baik dan dapat digunakan sebagai air yang dikonsumsi.

Metode Uji SAR


Pada metode SAR digunakan untuk mengetahui Klasifikasi dari saluran air irigasi. Dimana untuk mencari nilai
SAR adalah dengan cara hasil kali antara jumlah Si dalam klasifikasi dengan akar dari sodium ditambah
kesadahan per dua. Dengan mengetahui nilai SAR (sodium absortin ratio) dapat diketahui bahwa kualitas air
bagus atau tidak sebagai saluran irigasi, berdasrakn hasil yang didapat dari 5 sampel;
Sample
Code SAR Klasifikasi
Sangat
FK1 0,068015 Baik
Sangat
FK2 0,078731 Baik
Sangat
FK3 0,128528 Baik
Sangat
FK4 0,019442 Baik
Sangat
FK5 0,010735 Baik
Dari 5 sampel didapat hasil bahwa ke 5 sampel tersebut memiliki nilai dibawah 1 yang berarti termasuk dalam
klasifikasi sangat baik dengan niai SAR yang palin kecil terdapat pada sampel FK 5 yang menandakan bahwa
pada sampel tersebut kualitas SAR paling baik.
KESIMPULAN

Nilai SI kesadahan masing-maisng sampel antara lain memiliki nilai kurang dari 0.001, sedangkan nilai
SI sulfat yang diterapkan oleh WHO dan Kemenkes adalah 500 maka nilai sampel masih dibawah batas
maksimal kandungan sulfat.
Dari hasil perbandingan nilai SI masing-masing sampel maka dapat disimpulkan bahwa nilai SI
Kesadahan, TDS, Cl dan SO4 masih dibawah standard yang diterapkan oleh WHO maupun Kemenkes. Maka
dari segi kualitasnya masih dapat dikatakan sangat baik dan dapat digunakan sebagai air yang dikonsumsi.
Dari 5 sampel didapat hasil bahwa ke 5 sampel tersebut memiliki nilai dibawah 1 yang berarti
termasuk dalam klasifikasi sangat baik dengan niai SAR yang palin kecil terdapat pada sampel FK 5 yang
menandakan bahwa pada sampel tersebut kualitas SAR paling baik.
Berdasarkan Hasil pengolahan data pada diagram Piper yang telah dilakukan terhadap 5 sampel. Nama
kimia airtanah ditentukan berdasarkan Klasifikasi Kurlov, dimana ion yang memiliki prosentase dominan lebih
dari 25% akan menentukan nama kimia airtanahnya. Dengan menggunakan metoda Kurlov, didapatkan bahwa
umumnya airtanah di daerah penelitian diklasifikasikan sebagai airtanah yang dominan bertipe Ca-Mg HCO3
(Kalsium Magnesium Bikarbonat). Tipe airtanah ini sesuai dengan litologi penyusun tubuh akuifer, yaitu
batupasir dan batulempung. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa airtanah yang ada di daerah penelitian
mengalir pada litologi batupasir dan batulempung. Maka dapat disimpulkan dari keseluruhan ion, lokasi tempat
pengambilan 5 sample air merupakan daerah yang dekat dengan laut, atau masih ada pengaruh laut, dan
vulkanisme, makainterpretasi daerah ini merupakan daerah yang dekat dengan laut.