Anda di halaman 1dari 14

MOBILITAS SOSIAL

Makalah

Makalah ini diajukan untuk menyelesaikan Tugas Pengantar Sosiologi


Universitas Hasanuddin

Disusun Oleh
Kelompok I

Moh Faris Arfandhy F A31115520


Rinaldi Trahardo A11116315
Febi Ananda Ramadhani A31116325
Murdianti Middin A31116523
Arnianti A31116701

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kita panjatkan kehadiran Allah S.W.T., Tuhan yang
menciptakan, mengatur dan memelihara alam semesta yang menundukkan segala
sesuatu untuk kepetingan dan kemaslahatan semua makhluk ciptaannya, salam
dan salawat semogah terlimpah atau tercurah kepada junjungan Rasul-Nya
Muhammad S.A.W., keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti sunnah-
nya sampai akhir zaman.
Makalah ini disusun dan diselesaikan dalam waktu yang begitu singkat
sebagai upaya untuk memenuhi harapan dan tuntutan mata kuliah yakni Pengantar
Sosiologi.
Makalah ini diberi judul Mobilitas Sosial. Penyusun berharap dengan
selesainya makalah ini dapat menambah khazanah keilmuan dan sebagai tolak
ukur dosen dalam memberikan penilaian. Karena makalah ini merupakan sebuah
tugas kelompok pada mata kuliah Pengantar Sosiologi.
Tim penyusun menyadari betul bahwa makalah ini sangat jauh dari
kesempurnaan, sehingga menjadi harapan Penyusun kirannya kritik korektif yang
bersifat kontruktif dalam proses revisi atau perbaikan selanjutnya.
Pada akhirnya, hanya kepada Allah SWT, kami berserah diri serta
berharap semoga bimbingan, pertolongan dan perlindungan tetap tercurah
untuk mendapat ridha-Nya.
Nasrum minAllah wathun qarib, Wassalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
Makassar, 10Oktober 2016

Tim Penyusun,

ii
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ................................................................................... ii

DAFTAR ISI .................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1

A. Latar Belakang ....................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah .................................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan .................................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan .................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3

A. Pengertian Mobilitas Sosial ................................................................... 3


B. Status Sosial ........................................................................................... 3
C. Peran Sosial ............................................................................................ 4
D. Arah Mobilitas Sosial............................................................................. 5
E. Saluran Mobilitas Sosial ........................................................................ 6
F. Faktor Penyebab Mobilitas Sosial.......................................................... 6
G. Konsekuensi Mobilitas Sosial ................................................................ 8

BAB III PENUTUP ....................................................................................... 10

A. Kesimpulan ............................................................................................ 10
B. Saran ....................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 11

iii
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keanekaragaman kelas dan kelompok sosial seperti yang kita jumpai selali
memberikan kesempatan bagi kita untuk mencapai status yanh lebih dalam
masyarakat. Status yang lebih baik senatiasa diharapkan setiap orang, termasuk
kita yang sekarang sedang giat belajar untuk mencapai kondisi yang lebih baik di
masa datang, secara sederhannya inilah yang dimaksud dengan proses mobilitas
sosial atau perpindahan status sosial.
Pada masyarakat modern sering kita jumpai fenomena-fenomena keinginan
untuk pencapaian status sosial yang lebih tinggi maupun pencapaian penghasilan
yang lebih tinggi. Hal tersebut merupakan pendorong masyarakat untuk
melakukan mobilitas sosial demi tercapainya kesejahterahan hidup. Tentu saja
kita sebagai manusia selalu menginginkan yang terbaik seperta halnya status
sosial. Bahkan dari masyarakat penting memiliki kesempatan yang sama dalam
memperoleh status yang sama dengan kalangan sosial atas melalui jalur
pendidilan.
Namun pada kenyataannya mobilitas sosial yang terjadi pada masyarakat
tidak hanya bersifat naik ke tingkat yang lebih tinggi, akan tetapi banyak
mobilitas sosial turun tanpa direncanakan yang dapat menurunkan status dan
penghasilan seseorang.
Inilah kenyataan yang ada di masyarakat, seseorang ataupun kelompok
orang dapat mengalami perubahan posisi dalam sosial di masyarakat. Ada kalanya
naikke posisi yang lebih baik, tetapi kadang-kadang justru turun ke tingkat yang
tidak diinginkan. Mempelajari gejala seperti diatas sungguh penting, selain
membuat kita lebih memahami struktur masyarakat, juga agar kita selalu berusaha
mengubah kehidupan menjadi lebih baik di masa dating sebab Allah SWT tidak
akan mengubah nasib sesworang sampai orang itu sendiri yang mengubahnya.

1
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

Kita akan sangat mudah memahami mobilitas sosial karena sangat erat
kaitannya dengan kehidupan sehari-hari kita. Oleh karena itu, pembahasan
makalah kali ini menganai Mobilitas Sosial.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diuraikan rumusan masalah
sebagai berikut:
a. Apa yang dimaksud dengan mobilitas sosial?
b. Apa yang dimaksud dengan status sosial?
c. Apa yang dimaksud dengan peran sosial?
d. Bagaimana arah mobilitas sosial?
e. Apa -apa saja saluran mobilitas sosial?
f. Apa -apa saja factor penyebab mobilitas sosial?
g. Bagaimana konsekuensi mobilitas sosial?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan ruang lingkup pembahasan masalah dalam tulisan diatas, maka
difokuskan tujuan makalah tulis pada uraian berikut:
a. Untuk mengetahui apa yang dimaksud mobilitas sosial.
b. Untuk mengetahui apa yang dimaksud status sosial.
c. Untuk mengetahui apa yang dimaksud peran sosial.
d. Untuk mengetahuibagaiman arah mobilitas sosial.
e. Untuk mengetahui apa-apa saja factor penyebab mobilitas sosial.
f. Untuk mengetahui bagaiman konsekuensi mobilitas sosial.

D. Manfaat Penulisan
a. Manfaat Praktik
Dapat dijadikan bahan referensi untuk menambah pengetahuan.
b. Manfaat Teoritis
1) Sebagai bahan pembelajaran.
2) Sebagai bahan pengembangan selanjutnya.

2
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola
tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial
mencakup sifat-sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan
antara individu dengan kelompoknya.
Beberapa pengertian mobilitas sosial menurut para ahli:
a. Henry Clay Smith (1968) mengatakan mobilitas sosial adalah gerakan dalam
struktur sosial (gerakan antarindividu dengan kelompoknya).
b. Haditono (1991) mengatakan mobilitas sosial adalah perpindahan seseorang
atau kelompok dari kedudukan yang satu ke kedudukan yang lain, tetapi
sejajar.
c. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (1992) mengatakan mobilitas sosial
adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lain.
d. David Jary dan Julia Jary (1991) mendefinisikan mobilitas sosial yakni:
dapat dijelaskan bahwa pergerakan individu, kadang-kadang kelompok
antara posisi berbeda dalam hierarki stratifikasi sosial pada masyarakat.
Dalam masyarakat modern, posisi-posisi kelas dalam struktur pekerjaan
menjadi perhatian utama dalam studi mobilitas sosial. Dapat disimpulkan,
mobilitas sosial adalah gerakan atau perpindahan individu dari suatu kedudukan
ke kedudukan lainnya dalam masyarakat. Kedudukannya yang baru dapat menjadi
lebih tinggi atau lebih rendah.

B. Status Sosial

3
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

Menurut Mayor Polak, status dimaksudkan sebagai kedudukan sosial


seorang oknum dalam kelompok serta dalam masyarakat. Status sosial memberi
bentuk dan pola pada interaksi sosial.Sedangkan menurut Ralph Linton, status
sosial adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seorang dalam
masyarakatnya. Pemilik status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi
dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan pemilik status sosial rendah.Jadi,
status sosial adalah kedudukan sosial seseorang dalam kelompok masyarakat.
Jenis-Jenis Status Sosial:
a. Status yang digariskan (Ascribed Status), adalah status yang diperoleh
secara alami atau otomatis yang dibawa sejak manusia dilahirkan atau
keturunan.
b. Status yang diusahakan (Achieved Status)adalah status yang diperoleh
dengan melalui usaha atau perjuangan sendiri dengan disengaja.
c. Status yang diberikan (Assigned Status)adalah status yang diberikan kepada
seseorang yang telah berjasa memperjuangkan sesuatu yang berguna bagi
masyarakat.
Dalam kehidupan masyarakat sering timbul pertentangan yang dialami
seseorang sehubungan dengan status yang dimilikinya. Konflik status yang timbul
dalam masyarakat, antara lain:
a. Konflik status individual.
b. Konflik status antar kelompok.
c. Konflik status antar individu.

C. Peran Sosial

Peran Sosial adalah seperangkat harapan terhadap seseorang yang


menempati suatu posisi atau status sosial. Menurut Levinson, bahwa peranan itu
mencakup tiga hal, yaitu:
a. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat
seseorang dalam masyarakat.
b. Peranan merupakan konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu
dalam masyarakat.

4
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

c. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi
struktur sosial masyarakat.

D. Arah Mobilitas Sosial

a. Mobilitas Sosial Horizontal


Mobilitas sosial horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek
sosial dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat.
Dalam mobilitas sosial ini, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan
seseorang, misalnya peralihan kewarganegaraan atau pekerjaan.
b. Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial
dari suatu kedudukan sosial tertentu ke kedudukan sosial lainnya yang tidak
sederajat. Sesuai dengan arahnya maka terdapat dua jenis mobilitas yaitu,
mobilitas sosial vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas sosial
vertikal kebawah (social sinking).
c. Mobilitas Antargenerasi, Intragenerasi dan Gerak Sosial Geografis
Mobilitas sosial, selain dapat bergerak vertikal dan horizontal, juga dapat
bergerak keturunan. Berikut ini kita akan mempelajari mobilitas antar
generasi dan mobilitas intragenerasi, serata gerak sosial geografis.

1. Mobilitas Antargenerasi
Secara umum, mobilitas antargenerasi berarti mobilitas dua generasi atau
lebih, misalanya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan
seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup,
baik naik maupun turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada
perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status
sosial suatu generasi ke generasi lainnya.
2. Mobilitas Intragenerasi

5
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

Mobilitas ini adalah peralihan status sosial yang terjadi dalam satu
generasi yang sama. Mobolitas intragenerasi adalahmobilitas yang
terjadi dalam satu kelompok genrasi yangsama.
3. Gerak Sosial Geografis
Gerak sosial geografis adalah perpindahan individu ataukelompok dari
satu daerah ke daerah lain, misalnya transmigrasi, urbanisasi, dan
migrasi.

E. Saluran Mobilitas Sosial

Pitirim A. Sorokin menyebutkan saluran mobilitas sosial terbagi atas:


a. Angkatan Bersenjata, Seseorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata
biasabya ikut berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga dengan jasa
tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan dan naik pangkat.
b. Lembaga Pendidikan, baik formal maupun nonformal merupakan saluran
untuk mobilitas vertikal yang sering digunakan, karena melalui pendidikan
orang dapat mengubah statusnya.
c. Lembaga Keagamaan, Lembaga ini merupakan salah satu saluran mobilitas
vertikal, meskipun setiap agama menganggap bahwa setiap orang
mempunyai kedudukan yang sederajat.
d. Organisasi Politik, Seorang anggota parpol yang profesional dan punya
dedikasi yang tinggi kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status
dalam partainya. Dan mungkin bisa menjadi anggota dewan legislatif atau
eksekutif
e. Organisasi Ekonomi, organisasi ini baik yang bergerak dalam bidang
perusahan maupun jasa umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya
bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal.

F. Faktor Penyebab Mobilitas Sosial

Faktor penyebab mobilitas sosial dibedakan dalam dua hal, pertama faktor
struktur, yaitu faktor yang menentukan jumlah refatif dari kedudukan tinggi yang
harus diisi dan kemudahan untuk memperolehnya. Faktor struktur ini meliputi,

6
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

struktur pekerjaan, ekonomi ganda, dan faktor penunjang dan penghambat


mobilitas itu sendiri. Kedua. Kedua, faktor individu, dalam hal ini termasuk di
dalamnya adalah perbedaan kemampuan, orientasi sikap terhadap mobilitas, dan
faktor kemujuran.

a. Faktor Struktur
1. Struktur Pekerjaan
Secara kasar aktivitas ekonomi dibedakan dalam dua sektor, yaitu
sektor formal dan sektor informal.Perbedaan aktivitas ekonomi ini jelas akan
mempengaruhi tingkat mobilitas masyarakat yang terlibat di dalamnya. Demikian
halnya pada masyarakat yang aktivitas ekonominya didominasi oleh sektor
pertanian dan penghasilan bahan baku (pertambangan, kehutanan) lebih banyak
memiliki status kedudukan rendah, dan sedikit kedudukan yang berstatus tinggi,
sehingga tingkat mobilitasnya rendah.
2. Ekonomi Ganda
Di negara-negara berkembang ternyata perkembangan ekonomi
menimbulkan beberapa jenis dualisme. Pertama, adalah kegiatan-kegiatan atau
keadaan ekonomi yang masih dikuasai oleh unsur-unsur yang bersifat tradisional,
dan yang kedua adalah berbagai kegiatan-kegiatan atau keadaan ekonomi yang
masih dikuasai oleh unsur-unsur modern. Dualisme ekonomi itu dapat kita lihat
antara sektor pertanian tradisional, yang dicirikan oleh tingkat produktivitas yang
rendah dan menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat berada pada tingkat
yang lazim disebut dengan istilah tingkat pendapatan subsiten. Sedangkan pada
sektor ekonomi modern, dicirikan dengan tipe ekonomi pasar, dimana kegiatan
masyarakat dalam memproduksi sebagian besar ditujukan untuk pasar.
3. Penunjang dan Pengambat Mobilitas
Anak-anak yang berasal dari kelas sosial menengah pada umumnya
memiliki pengalaman belajar yang lebih menunjang mobilitas naik daripada
pengalaman anak-anak kelas sosial rendah. Para sarjana teori konflik

7
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

berpandangan bahwa ijazah, tes, rekomendasi, jaringan hubungan antar teman


(merupakan jaringan hubungan antara teman-teman dekat dalam suatu jenis
profesi atau dunia usaha. Mereka saling tukar-menukar informasi dan
rekomendasi menyangkut kesempatan kerja, sehingga menyulitkan bagi orang-
orang luar untuk dapat menerobosnya), dan deskriminasi terang-terangan
terhadap kelompok ras maupun kelompok etnik minoritas, serta orang-orang dari
kelas sosial rendah untuk melakukan mobilitas naik. Di lain pihak, fakor
penghambat tersebut juga menutup kemungkinan terjadinya mobilitas menurun
bagi kelompok orang dari kelas sosial atas. Di samping faktor penghambat,
terdapat pula faktor penunjang mobilitas yang bersifat struktural, sebagai misal
adanya undang-undang anti deskriminasi, munculnya lembaga-lembaga latihan
kerja baik yang dibiayai oleh pemerintah atau LSM, merupakan faktor penunjang
penting untuk terjadinya mobilitas naik bagi banyak orang dari status sosial
rendah.
b. Faktor Individu
1. Perbedaan Kemampuan
2. Perbedaan Perilaku
a) Pendidikan
b) Kebiasaan Kerja
c) Pola Penundaan Kesenangan
d) Kemampuan Cara Bermain
e) Pola Kesenjangan Nilai
f) Faktor Keberuntungan/Kemujuran

G. Konsekuensi Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial yang dilakukan oleh masyarakat, baik vertikal maupun


horizontal dapat memberikan konsekuensi-konsekuensi, baik positif maupun
negatif terhadap kehidupan sosial. Di samping itu juga memberikan konsekuensi,
baik bagi orang yang mengalami mobilitas itu sendiri maupun bagi seluruh
anggota masyarakat.
a. Konsekuensi Positif Mobilitas Sosial

8
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

Ada beberapa konsekuensi positif yang muncul sebagai akibat adanya


mobilitas sosial dalam masyarakat, di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Individu atau kelompok akan berusaha untuk mewujudkan harapan atau
cita-citanya. Hal ini karena adanya kesempatan terbuka untuk pindah dari
lapisan bawah ke lapisan atas.
2) Tidak tertutup kemungkinan bagi warga kelas sosial tertentu akan lebih
maju daripada warga kelas sosial di atasnya.
3) Individu atau kelompok dapat merasakan kepuasan apabila dapat
mencapai kedudukan yang diinginkannya atau dapat meningkatkan
kedudukan sosialnya dalam masyarakat.
4) Memberikan dorongan atau rangsangan kepada warga masyarakat,
individu, maupun kelompok untuk bekerja perubahan sosial akan lambat
terjadi.
5) Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial ke arah
yang lebih baik. Mobilitas sosial mendorong masyarakat untuk mengalami
perubahan sosial ke arah yang diinginkan. Sebaliknya, jika masyarakat
statis dan tidak banyak bergerak, maka perubahan sosial akan lambat
terjadi.
b. Konsekuensi Negatif Mobilitas Sosial
Sementara itu, beberapa konsekuensi negatif yang seringkali muncul
mengiringi mobilitas sosial, di antaranya adalah urbanisasi, munculnya kawasan
kumuh, pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, dan konflik.
1) Urbanisasi sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
2) Munculnya kawasan kumuh (Slum Area) sebagai konsekuensi negatif
mobilitas sosial.
3) Banyaknya pengangguran sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
4) Kemiskinan sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
5) Perilaku kriminal (kriminalitas) sebagai konsekuensi negatif mobilitas
sosial.
6) Terjadi konflik atau benturan antara berbagai nilai dan kepentingan tertentu.

9
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dapat disimpulkan, mobilitas sosial adalah gerakan atau perpindahan


individu dari suatu kedudukan ke kedudukan lainnya dalam masyarakat.
Kedudukannya yang baru dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. Untuk
dapat menganalisa perubahan mobilitas sosial disekitar maka dibutuhkannya
pemahaman yang baik mengenai mobilitas sosial.

B. Saran

Dalam penyusunan makalah ini tentunya terdapat banyak kekurangan. Oleh


karena itu, mudah-mudahan pembuatan makalah selanjutnya dapat lebih baik dari
segi penyusunan, penggunaan data, metode analisa dan studi kepustakaan yang
jelas.

10
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

DAFTAR PUSTAKA

Sulistyowati, Budi. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Cet. ke-45 (Edisi Revisi).
Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Saptono, Bambang. 2006. Sosiologi. Jakarta: Phibeta

Sutomo dkk. 2009. Sosiologi. Malang: Graha Indotama

Suhardi dkk. 2009. Sosiologi. Jakarta: PPDPN

HD, Hj. Safarina. 2011. Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat, dan


Pendidikan. Cet. ke-2 (Edisi Revisi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

11

Anda mungkin juga menyukai