Anda di halaman 1dari 23

BUKU PEDOMAN MODUL

PELAYANAN KELUARGA BERENCANA


SEMESTER X
TA 2016/2017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN & ILMU
KESEHATAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2016/2017

1
DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................................................


1
Daftar Isi .............................................................................................................................
2
Pengantar.............................................................................................................................
3
Gambaran Umum Modul.....................................................................................................
4
Tujuan Modul......................................................................................................................
5
Sasaran Pembelajaran..........................................................................................................
6
Lingkup Bahasan.................................................................................................................
7
Daftar Rujukan....................................................................................................................
8
Metode Pembelajaran..........................................................................................................
9
Jadwal Kegiatan...................................................................................................................
10
Sumber daya........................................................................................................................
11
Penilaian Hasil Belajar........................................................................................................
12
Evaluasi Proses Modul........................................................................................................
14
Daftar Pustaka......................................................................................................................
15
Lampiran..............................................................................................................................
16

2
PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat-Nya, penyusun
dapat menyelesaikan tugas pengembangan modul kedokteran Pelayanan Keluarga
Berencana Penyusunan tugas ini dibuat sebagai salah satu syarat Kepaniteraan
Klinik Stase Elektif Medical Education Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Negeri Hidayatullah Jakarta periode 27 Februari 10 Maret 2017.
Buku ini berisi tujuan, sasaran, metode pembelajaran, lingkup bahasa, jadwal
kegiatan, penilaian hasil belajar, evaluasi proses program.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan buku modul ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran sebagai
masukan yang membangun dalam pengembangan modul ini dan semoga dapat
bermanfaat bagi semua pihak.

Jakarta, 10 Maret 2017


Penyusun
Nur Zaki Hanifah

3
GAMBARAN UMUM

Pada SKDI 2012, tingkat kemampuan yang dicapai dalam ruang lingkup
Keluarga Berencana sebagian besar termasuk dalam kompetensi 4A. Dalam
kompetensi 4A seorang dokter harus bisa melakukan ketrampilan klinis secara
mandiri. Lulusan dokter dapat memperlihatkan keterampilannya tersebut dengan
menguasai seluruh teori, prinsip, indikasi, langkah-langkah cara melakukan,
komplikasi, dan pengendalian komplikasi.
Berdasarkan Risfaskes tahun 2011, persentase Puskesmas yang memiliki asupan sumber
daya lengkap untuk program KB secara nasional hanya 32,2%. Sebagian besar Puskesmas
(97,5%) telah melaksanakan kegiatan pelayanan KB, mempunyai tenaga kesehatan yang
memberikan pelayanan KB sebesar 98,3%, mempunyai tenaga kesehatan terlatih KB sebesar
58%. Mengacu pada data tersebut, terlihat ada beberapa kegiatan yang masih perlu ditingkatkan
seperti jumlah tenaga kesehatan terlatih.
Karena termasuk kompetensi 4A bagi dokter dan tenaga kesehatan terlatih KB di puskesmas
masih kurang, sehingga perlu adanya program yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan
klinis dokter dalam pelayanan KB. Modul ini dibuat untuk mencapai tujuan tersebut.
Modul Pelayanan Keluarga Berencana dilaksanakan pada semester 10 bertempat di RSUD
Tangerang Selatan selama 1 minggu. Modul ini diikuti oleh 5 mahasiswa setiap kelompok.

4
Kegiatan modul ini terdiri dari kuliah pengantar, diskusi topik (DT), demonstrasi keterampilan
klinis, serta praktik klinis pada poli KB dan jaga malam. Pada akhir modul diadakan ujian sumatif
berupa DOPS dan ujian tulis.

TUJUAN MODUL
Tujuan Umum
Melalui Modul Pelayanan Keluarga Berencana yang dijalani selama dua minggu,
mahasiswa mencapai kemampuan profesi klinik dalam memberikan konseling KB
dan pelayanan alat/metode kontrasepsi kepada pasien.

Tujuan Khusus
Setelah menyelesaikan Modul Pelayanan Keluarga Berencana, mahasiswa diharapkan
mampu :
1. Berkomunikasi efektif, baik verbal maupun non verbal, secara santun
berdasarkan empati dengan pasien dan keluarga sehingga mampu
mengumpulkan informasi dan menjelaskan kepada pasien dan keluarga.
2. Berkomunikasi dan memberikan informasi secara lisan atau tulisan untuk
masalah yang sedang diobservasi, presentasi kasus kepada sejawat atau
profesi lain.
3. Memperoleh dan mencatat informasi yang lengkap dan kontekstual mengenai
pengalaman pasien mengenai KB dan kesehatan reproduksi, tujuan
kontrasepsi, dan kontrasepsi yang diinginkan.
4. Melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan pemeriksaan penunjang sesuai
kebutuhan.

5
5. Memilih alat/metode kontrasepsi yang paling tepat berdasar prinsip kendali
mutu, biaya, manfaat dan keadaan pasien terkait psikologis, sosial, dan faktor
lain yang sesuai.
6. Mengelola masalah Keluarga Berencana pada individu yang merupakan
bagian dari keluarga dan masyarakat.
7. Memanfaatkan dan menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan
pengetahuan dan mengelola pasien.

SASARAN PEMBELAJARAN
I. Sasaran Pembelajaran Terminal
Setelah menyelesaikan modul ini, bila dihadapkan pada pasien tentang masalah keluarga
berencana; mahasiswa mampu melakukan konseling KB dan melakukan pemasangan alat KB
sesuai dengan metode KB yang dipilih.
II. Sasaran Pembelajaran Penunjang
Setelah menyelesaikan Modul Pelayanan Keluarga Berencana, mahasiswa mampu
mencapai sasaran pembelajaran penunjang berikut
1. Apabila diberikan data sekunder tentang masalah keluarga berencana, mahasiswa mampu:
a. Merumuskan masalah kesehatan pasien berkaitan dengan keluarga berencana,
b. Menjelaskan mekanisme kerja masing-masing alat/metode kontrasepsi,
c. Mengetahui indikasi dan kontraindikasi masing-masing alat/metode
kontrasepsi,
d. Mengetahui keuntungan dan keterbatasan masing-masing alat/metode
kontrasepsi,
e. Mengatahui efek samping masing-masing alat/metode kontrasepsi,
f. Mengidentifikasi pilihan kontrasepsi yang rasional,
g. Menjelaskan komplikasi penggunaan alat/metode kontrasepsi serta rencana
penanggulangannya,
h. Menjelaskan dan mengintegrasikan ajaran dan nilai-nilai Islam dalam
menyelesaikan kasus keluarga berencana.
2. Apabila dihadapkan pada pasien dengan masalah keluarga berencana, mahasiswa mampu:
a. Melakukan konseling keluarga berencana,

6
b. Melakukan skrining secara cepat sebelum penggunaan alat/metode
kontrasepsi,
c. Mengatasi efek samping dan komplikasi yang mungkin timbul setelah
penggunaan alat/metode kontrasepsi AKDR, suntik, implant,
d. Melakukan pemasangan alat/metode kontrasepsi, yaitu AKDR dan suntik,
e. Melakukan pencabutan AKDR,
f. Melakukan komunikasi efektif disertai empati kepada pasien, keluarga, dan
tim kesehatan.
LINGKUP BAHASAN

Lingkup bahasan Pokok bahasan Sub pokok bahasan


Keluarga 1. Dasar-dasar pelayanan Cara kerja, indikasi, kontraindikasi,
Berencana KB pada laki-laki keuntungan, keterbatasan, efek samping
kontrasepsi laki-laki
1. Metode barrier (kondom, spermisida,
sanggama terputus)
2. Kontrasepsi mantap : vasektomi dan
rekanalisasi
3. Kontrasepsi hormonal
2. Dasar-dasar pelayanan Cara kerja, indikasi, kontraindikasi,
KB pada perempuan keuntungan, keterbatasan, efek samping
kontrasepsi hormonal pada perempuan
1. Kontrasepsi pil
2. Kontrasepsi suntikan
3. Kontrasepsi implan
Cara kerja, indikasi, kontraindikasi,
keuntungan, keterbatasan kontrasepsi non
hormonal pada perempuan
1. Metode amenorea laktasi
2. Pantang berkala
3. Senggama terputus
4. Kodom
5. Diafragma
6. AKDR
7. Kontrasepsi mantap : tubektomi
3. Obat-obat KB Farmakokinetik, farmakodinamik,
sediaan, dosis, efek samping
4. Konseling KB Indikasi, kontraindikasi medis dan
nonmedis KB
5. Pemasangan dan Langkah-langkah cara melakukan,
pencabutan IUD komplikasi, cara menangani komplikasi

6. Kontrasepsi pil Jenis-jenis, cara dan waktu pemakain

7
7. Kontrasepsi suntikan Jenis, langkah-langkah cara melakukan

DAFTAR RUJUKAN

Judul Buku Penulis Penerbit Tahun/ Edisi


Keluarga Berencana
1. Keluarga Berencana
Hanafi Hartanto, Sinar Harapan 2004
dan Kontrasepsi
2. Buku Ajar Pelayanan
Sri Handayani Pustaka Rihama 2010
Keluarga Berencana
3. Kontrasepsi dan
Kesehatan Seksual Susanne Everett EGC 2008
Reproduksi
4. Panduan Praktis
pelayanan AB Saifuddin Bina Pustaka 2010
Kontrasepsi
Farmakologi
5. Basic and Clinical Katzung BG Mc Graw Hill 2004/9th ed
Pharm Basic and
Clinical
Pharmacology
6. Farmakologi dan Ganiswara, SG Balai Penerbit 2005
Terapi FKUI
7. Goodman & Gilman Joel G Hardman McGraw-Hill, New 2011
The Pharmacological York
Basis of Therapeutics

8
METODE PENGAJARAN

Metode pembelajaran yang digunakan pada Modul Pelayanan Keluarga Berencana


ialah pembelajaran aktif mandiri dan terintegrasi:
a. Diskusi Topik
Mahasiswa ditugaskan untuk mempersentasikan salah satu topik kuliah, kemudian
mahasiswa lain bertanya atau memberi tanggapan. Semua mahasiswa harus
mempresentasikan materi. Narasumber memberikan umpan balik. Diskusi topik terdiri atas 3
materi yaitu:
- Kontrasepsi pada laki-laki
- Kontrasepsi pada perempuan
- Obat-obat KB

b. Demonstrasi keterampilan klinis


Mahasiswa yang mendemonstrasikan langkah-langkah cara melakukan.
Narasumber memberikan umpan balik dan meluruskan jika ada yang salah.
Materi demonstrasi antara lain:
- Konseling KB
- Pemasangan dan pencabutan IUD
- KB suntik
- KB pil

c. Praktik klinis di poli KB


Bertujuan untuk memberikan pengalaman klinis dalam pelayanan KB dan
mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan pada DT/
demonstrasi keterampilan klinis. Lama kegiatan sejak pukul 08.00-12.00.
Kegiatan ini dilakukan di bawah supervisi. Semua kegiatan yang dilakukan
dicatat dalam logbook.

9
d. Praktik klinis jaga malam VK
Bertujuan agar mahasiswa mampu dan terampil dalam melakukan
pelayanan KB terutama pemasangan IUD. Jaga malam berlangsung setiap hari
Senin-Jumat dari pukul 16.00-06.00. Kegiatan jaga malam ditulis dalam logbook.

JADWAL KEGIATAN

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat


20 Maret 2017 21 Maret 2017 22 Maret 2017 23 Maret 2017 24 Maret 2017
06.30-07.00 Pengantar Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri
modul
07.00-08.30 DT kontrasepsi DT kontrasepsi DT obat-obat
pada pada laki-laki KB
Praktik klinis
perempuan Ujian DOPS
Poli KB
08.30-11.00 Praktik klinis Praktik klinis Praktik klinis
11.00-12.00
Poli KB Poli KB Poli KB
12.00-13.00 Ishoma Ishoma Ishoma Ishoma Ishoma
13.00-14.30 Demonstrasi Praktik klinis Praktik klinis Praktik klinis Ujian DOPS
konseling KB Poli KB Poli KB Poli KB
14.30-16.00 Demonstrasi Demonstrasi Demonstrasi Mandiri Ujian tulis
pemasangan KB suntik KB pil MCQ
dan pencabutan
IUD
16.00-06.00 Praktik klinis Praktik klinis Praktik klinis Praktik klinis Praktik klinis
jaga malam jaga malam jaga malam jaga malam jaga malam

10
SUMBER DAYA

1. Sumber Daya Manusia


- Penyusun modul : Nur Zaki Hanifah
- Tutor DT : 2 orang
- Tutor demonstrasi keterampilan klinis : 2 orang
- Penguji DOPS : 2 orang

2. Sarana dan Prasarana


- RSUD Tangerang Selatan dengan lahan pendidikan mahasiswa berupa poliklinik
Obstetri Ginekologi dan ruang VK
- Ruang diskusi dan demontrasi keterampilan klinis
- Phantom
- LCD dan laptop
- White board
- Buku teks

11
PENILAIAN HASIL BELAJAR

1. Kriteria awal untuk mengikuti ujian


Setiap mahasiswa wajib mengikuti minimal 80 % dari seluruh kegiatan diskusi topik,
demonstrasi dan minimal 80 % kegiatan harian (praktik klinis poli KB dan jaga
malam). Dinilai dalam absen harian dan logbook yang diberikan.

2. Instrumen evaluasi hasil pendidikan


Logbook
Logbook harus diisi dan ditandatangi oleh staf pengajar dengan tujuan mengamati
setiap proses kemajuan keterampilan mahasiswa. Terdapat beberapa tindakan wajib
yang dilakukan oleh mahasiswa selama mengikuti modul ini, yaitu sebagai berikut.
NO. JENIS TINDAKAN WAJIB
1. Melakukan konseling KB 2
2. Melakukan pemasangan atau pencabutan IUD 2
3. Melakukan injeksi KB suntik 2
4. Melakukan edukasi KB pil 2
5. Jaga malam 1
6. Presentasi DT 1
7. Presentasi demonstrasi keterampilan klinis 1

Ujian DOPS
Ujian DOPS (direct objective procedural skill) dilakukan pada hari terakhir modul.
Mahasiswa diberikan pasien dengan masalah KB, kemudian mahasiswa melakukan
konseling KB dan melakukan pemasangan alat/metode KB yang dipilih. Konseling
dan pemasangan alat/metode yang dilakukan di depan penguji. Setelah selesai,
mahasiswa mendiskusikan alasan pemilihan KB pada penguji.

Ujian tulis
Mahasiswa menjawab pertanyaan tertulis (MCQ). Ujian tulis meliputi materi Diskusi
Topik dan demonstrasi.

3. Pembobotan

12
Diskusi Topik (10 %)
Demonstrasi keterampilan klinis (10 %)
Logbook (20 %)

DOPS 40 %
Ujian tulis 20 %

a. Kriteria kelulusan
- Nilai batas lulus adalah 70 (B)
b. Program remedial
- Hanya untuk ujian tulis dan DOPS
- Bila nilai kurang dari 70
- Hasil remedial paling tinggi 70

Sesudah mendapat nilai akhir modul, nilai tersebut dikonversikan

NILAI NILAI HURUF NILAI BOBOT KETERANGAN


ANGKA
80-100 A 4.00 LULUS
70-79 B 3.00 LULUS
60-69 C 2.00 TIDAK LULUS
50-59 D 1.00 TIDAK LULUS
<50 E 0 TIDAK LULUS

c. Program mengulang modul


- Bila nilai akhir modul setelah remedial tetap kurang dari 70 (B).
- Bila jumlah kehadiran selama kegiatan modul kurang dari 80 %.

EVALUASI PROSES MODUL

13
Parameter keberhasilan pelaksanaan modul ditetapkan sebagai berikut.
1. Evaluasi Program
90% mahasiswa lulus dengan nilai minimal B.
2. Evaluasi Proses Program
a. Semua kegiatan berlangsung sesuai waktu dan rencana. Perubahan jadwal,
waktu dan kegiatan tidak lebih dari 10%.
b. Setiap kegiatan dihadiri minimal 90% mahasiswa dan narasumber.

DAFTAR PUSTAKA

14
International Assembly for Collegiate Business Education. 2016. Blooms Taxonomy of
Educational Objectives and Writing Intended Learning Outcomes Statements. Kansas.
Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan. 2012. Laporan Nasional Riset Fasilitas
Kesehatan 2011.
Konsil Kedokteran Indonesia. 2012. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Jakarta; Konsil
Kedokteran Indonesia.

LAMPIRAN SKDI

15
LAMPIRAN PENILAIAN DEMONSTRASI KETERAMPILAN
KB PIL

Skala penilaian
No. Prosedur
0 1 2
1. Menyapa pasien dan memperkenalkan
diri
2. Menanyakan mengalami pengalaman
KB dan kesehatan reproduksi pasien

16
3. Menanyakan apakah pasien termasuk
pelupa dan tidak disiplin
4. Menanyakan kontraindikasi:
Riwayat tromboemboli
Riwayat stroke
Riwayat tumor dengan reseptor
estrogen positif
Penyakit hati akut
Hipertrigliserida
Perokok berat
5. Menjelaskan jenis-jenis pil KB:
minipil dan pil kombinasi
6. Menjelaskan kelebihan dan
kekurangan masing-masing pil KB
7. Menjelaskan pil KB yang sesuai
dengan pasien:
- Waktu mulai minum pil
- Bila pasien lupa minum pil
- Jika pil habis, kapan mulai minum
pil yang baru
8. Menjelaskan cara minum pil KB
9. Menerangkan cara kerja pil KB
10. Menerangkan efek samping
11. Menerangkan kapan kembali untuk
melakukan kunjungan ulang

LAMPIRAN PENILAIAN DEMONSTRASI KETERAMPILAN


KB SUNTIK

Skala penilaian
No. Prosedur
0 1 2
1. Menyapa pasien dan memperkenalkan diri
2. Menanyakan apakah pasien telah
mendapat konseling tentang kontrasepsi
suntikan

17
3. Periksa kembali rekam medis untuk
menentukan apakah pasien boleh
menggunakan KB suntik
4. Menanyakan apakah pasien mengetahui
efek samping utama KB suntik
5. Menjelaskan prosedur KB suntik kepada
pasien dan menyaipkan alat-alat
6. Mempersilahkan pasien bertanya
7. Mencuci tangan dan memakai sarung
tangan
8. Mengocok vial injeksi sebelum
dimasukkan ke tabung injeksi jika
menggunakan
DMPA dan menggenggam vial net-en
untuk mempermudah aspirasi larutan
minyak yang kental ke tabung injeksi jika
menggunakan noritene
9. Melakukan desinfeksi tutup vial DMPA
bagi yang menggunakan DMPA sebelum
desinfeksi ke tabung injeksi
10. Melakukan aseptik antiseptik pada lokasi
injeksi (deltoid atau gluteus)
11. Melakukan injeksi intramuskular di daerah
deltoid atau gluteus pasien
12. Menerangkan kapan kembali untuk
melakukan kunjungan ulang

LAMPIRAN PENILAIAN DEMONSTRASI KETERAMPILAN


PEMASANGAN AKDR

Skala penilaian
No. Prosedur
0 1 2
1. Menyapa pasien dengan hormat dan
memperkenalkan diri
2. Menanyakan apakah pasien telah mendapat
konseling AKDR

18
3. Menanyakan apakah pasien benar-benar
memilih metode AKDR
4. Periksa kembali rekam medis untuk
menentukan apakah pasien boleh
menggunakan AKDR
5. Melakukan pemeriksaan panggul untuk
memastikan tidak ada kelainan sebagai
kontraindikasi pemasangan AKDR
6. Menjelaskan prosedur pemasangan AKDR,
akibat yang ditimbulkan saat pemasangan
AKDR, kemungkinan efek samping dan
masalah kesehatan lain yang mungkin
terjadi
7. Mempersilahkan pasien bertanya mengenai
penjelasan yang diberikan
8. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
- Buka sebagian besar plastik
- Masukkan pendorong ke dalam tabung
inserter tanpa menyentuh benda tidak
steril
- Letakkan kemasan pada tempat yang datar
- Selipkan karton pengukur di bawah
lengan AKDR
- Pegang kedua ujung lengan AKDR dan
lipat keduanya dan masukkan ke dalam
tabung inserter dengan sedikit mendorong
tabung
- Angkat sedikit tabung inserter, dorong
dan putar untuk memasukkan lengan
AKDR yang sudah terlipat tersebut ke
dalam tabung inserter
9. Membantu pasien berbaring pada posisi
litotomi di meja ginekologi
10. Mengganti sarung tangan steril
11. Memasang spekulum vagina untuk melihat
serviks
12. Desinfeksi vagina dan serviks dengan
menggunakan kapas dan larutan antiseptik
13. Menjepit serviks dengan tenakulum secara
hati-hati
14. Memasukkan sonde steril ke dalam uterus
melalui canalis cervicalis untuk mengukur
jarak ke fudus uteri dan memastikan arah
flexi uterus
15. Tentukan posisi dan kedalaman kavum uteri
dan keluarkan sonde
16. Ukur kedalaman kavum uteri sesuai sonde
pada tabung inserter yang masih berada di
kemasan sterilnya

19
17. Angkat tabung AKDR dari kemasannya
tanpa menyentuh permukaan tidak steril

18. Masukkan tabung inserter ke dalam uterus


sampai leher biru menyentuh serviks atau
sampai ada tahanan
19. Tahan tenakulum dengan satu tangan
20. Lepaskan lengan AKDR dengan
menggunakan teknik withdrawal yaitu
menarik keluar tabung inserter sampai
pangkal pendorong dengan tetap menahan
pendorong
21. Keluarkan pendorong, kemudian tabung
inserter didorong kembali ke serviks sampai
leher biru menyentuh serviks atau terasa ada
tahanan
22. Keluarkan sebagian tabung inserter sampai
pangkal pendorong dengan tetap menahan
pendorong
23. Keluarkan pendorong, kemudian tabung
inserter didorong kembali ke serviks sampai
leher biru menyentuh serviks atau terasa ada
tahanan
24. Keluarkan sebagian dari tabung inserter dan
gunting benang kurang lebih 3-4 cm dari
portio
25. Keluarkan seluruh tabung inserter, buang ke
tempat sampah terkontaminasi
26. Lepaskan tenakulum dengan hati-hati,
rendam dalam larutan klorin 0,5 %
27. Periksa serviks. Tekan dengan kassa selama
30-60 detik jika terdapat perdarahan
28. Keluarkan spekulum dengan hati-hati
29. Lepas sarung tangan dan cuci tangan
30. Menanyakan keluhan pasien, menenangkan,
dan memastikan tidak ada kram hebat dan
observasi 15 menit sebelum pulang

Konseling pasca pemasangan


1. Menjelaskan kapan dan berapa laina IUD
berfungsi sebagai alat kontrasepsi
2. Menjelaskan bagaimana dan seberapa sering
memeriksa benang IUD
3. Menjelaskan apa yang akan dilakukan bila
benang IUD tidak dapat diraba
4. Menjelaskan kapan aktivitas seksual boleh
dilakukan

20
5. Menjelaskan apa yang harus dilakukan bila
terjadi efek samping terutama timbulnya
gangguan haid
6. Mejelaskan kapan pasien diharapkan
kembali ke klinik bila ada masalah dan
memberi kartu akseptor
7. Menjelaskan keadaan atau tanda bahaya
dimana pasien diharapkan kembali segera
diluar atau jadwal yang ditentukan
8. Menganjukan pasien untuk bertanya atau
mengulangi penjelasan yang diberikan
9. Mengulang informasi yang tidak dimengerti
atau tidak disebutkan pasien

LAMPIRAN PENILAIAN DEMONSTRASI KETERAMPILAN


KONSELING KB

No. Prosedur Skala penilaian


0 1 2

21
1. Sapa dan salam
- Sapa pasien dengan sopan
- Beri perhatian sepenuhnya, jaga privasi
pasien
- Bangun percaya diri pasien
- Tanyakan apa yang perlu dibantu dan
jelaskan pelayanan apa yang dapat
diperolehnya
2. Tanya
- Tanyakan informasi tentang dirinya
- Tanyakan pengalaman pasien mengenai
KB dan kesehatan reproduksi
- Tanyakan kontrasepsi yang ingin
digunakan
3. Uraikan
- Uraikan pada pasien mengenai
pilihannya
- Bantu pasien pada jenis kontrasepsi yang
paling dia inginkan dan jelaskan jenis
yang lain
4. Bantu
- Bantu pasien berpikir apa yang sesuai
dengan kondisi dan kebutuhannya
- Tanyakan apakah pasangan mendukung
pilihannya
5. Jelaskan
- Jelaskan secara lengkap bagaimana
menggunakan kontrasepsi pilihannya
setelah pasien memilih jenis
kontrasepsinya
- Jelaskan bagaimana penggunaannya
- Jelaskan manfaat ganda dari kontrasepsi
6. Kunjungan ulang
- Sepakati waktu kunjungan ulang untuk
dilakukan pemeriksaan atau permintaan
kontrasepsi

LAMPIRAN PENILAIAN DISKUSI TOPIK

Penilaian untuk presentan


Aspek yang dinilai Nilai Total
1. Kemampuan berbagi informasi
2. Penguasaan teori

22
- Menguasai materi diskusi yang dibawakan
- Menggunakan referensi yang relevan
3. Kemampuan mempertahankan pendapat
4. Kemampuan menjawab pertanyaan
5. Perilaku
- Disiplin
- Penampilan saat berbagi informasi
- Kemampuan menggunakan bahasa yang baik

Penilaian untuk oponen

Aspek yang dinilai Total


Memberikan Mengajukan Sikap Menggunakan Fokus nilai
Nama
No. argumentasi pertanyaan bahasa yang dan
mahasiswa
baik perhatian

1.

23