Anda di halaman 1dari 26

Psikofarmaka

Anti Insomnia dan Anti


Panik

Rezki Mulyadi
1111103000064

Anti-Insomnia

KLASIFIKASI OBAT ANTI


INSOMNIA
Benzodiazepi
ne
Nitrazepa
m
Flurazepa
m
Estazolam
Diazepam

Non
Benzodiazepine
Zolpide
m

Sindrom Insomnia
Membutuhkan

waktu > jam untuk tertidur


atau tidur kembali setelah terbangun.
Adanya hendaya
Menurut waktu :
1. Transient insomnia 2-3 hari
2. Shortterm insomnia sampai 3 minggu.
3. Longterm insomnia periode waktu lebih
lama dan biasanya disebabkan oleh kondisi
medik atau psikiatrik tertentu

Ditinjau dari Penyebab


1.

2.

3.

4.

Sindrom insomnia psikik :


gangguan afektif bipolar & unipolar (episode
mania atau depresif), gangguan anxietas (panik,
fobia)
Sindrom insomnia organik :
hipertiroidism, putus obat penekanan SSP
(benzodiazepine, phenobarbital narkotika), zat
perangsang SSP (caffein, ephedrine,
amphetamine)
Sindrom insomnia situasional :
gangguan penyesuaian + anxietas/
depresi,perubahan sleep-wake schedule (jetlag,
workshift), stres psikososial
Sindrom insomnia penyerta

Sediaan Obat Anti Insomnia


N
o

Nama
generik

Nama
dagang

Sediaan

Dosis
anjuran

Nitrazepam

- Dumolid
(alpharma)

Tab 5 mg

510mg/malam

Zolpidem

- Stilnox
(sanofi
aventis)
- Zolmia
(fahrenheit)

Tab 10 mg

10-20
mg/malam

Tab 10 mg

Estazolam

- Esilgan
(takeda)

Tab 1 mg
Tab 2 mg

1-2
mg/malam

Flurazepam

- Dalmadorm
(valeant)

Tab 15 mg

15-20
mg/malam

Mims vol. 7, 2006

Indikasi Obat
Terutama

pd kasus Transient &


Shortterm insomnia.
Hati-hati pd kasus Longterm
insomnia, obati penyebab dasarnya.

Kontraindikasi

Slepp apnoe syndrome


Congestive heart failure
Chronic respiratory disease
Pada wanita hamil dan menyusui

Efek Samping
Supresi
SSP

Hati-hati jika
ada insufisiensi
pernapasan,
uremia dan
gangguan
fungsi hati
timbul koma.
Pada usia lanjut
dapat terjadi
oversedation
risiko jatuh &
trauma
sering timbul
hip fracture

Berdasarkan
farmakokinetik
obat

Benzodiazepi
ne

Waktu paruh
singkat (4 jam.
cth: Triazolam)
gejala rebound
lebih berat pagi
hari, panik
Waktu paruh
sedang (cth:
Zolpidem,Estazol
am) gejala
rebound lebih
ringan
Waktu paruh
panjang (cth:
Flurazepam,Nitraz
epam) gejala
hang over pagi

Jangka
panjang:
disinhibiti
ng effect
rage
reaction
(perilaku
menyeran
g

Pemilihan Obat
(ditinjau dari sifat gangguan tidur)

Initial
insomni
a

Sulit masuk ke dalam proses tidur


(cth : gangguan anxietas) obat
bersifat sleep inducing anti insomnia
golongan benzodiazepine
(short acting)

Delayed
insomnia

Tidur cepat berakhir dan sulit masuk ke


proses tidur selanjutnya (cth : gangguan
depresi) obat bersifat prolong latent
phase anti insomniaheterosiklik
antidepressants (trisiklik dan
tetrasiklik)

Broken
insomni
a

Siklus tidur tidak utuh dan terpecah


(cth : gangguan stres psikososial)
obat bersifat sleep maintaining anti
insomniaphenobarbital atau
benzodiazepine(long acting)

Interaksi Obat
CNS

depresant (alkohol): supresi ssp


(oversedation & respiratory failure)
Golongan benzodiazepine tidak menginduce
hepatic microsomal enzymes jarang
menimbulkan interaksi obat
Resiko kematian meningkat pada overdosis
dengan alkohol/ CNS depressant lain
anti-insomnia + CNS depresant supresi
SSP
gol benzodiazepinejarang menimbulkan
interaksi obat.

Pengaturan Dosis
Pemberian tunggal dosis anjuran 1530 sebelum tidur
Dosis awal dapat dinaikkan sampai mencapai
dosis efektif & dipertahankan sampai 1-2
minggu, kemudian secepatnya tapering off
mencegah timbulnya rebound & toleransi obat.

Pada usia lanjut dosis harus lebih kecil &


peningkatan dosis lebih perlahan-lahan
menghindari oversedation dan intoksikasi

Lama pemberian

Pemakaian obat anti-insomnia sebaiknya


sekitar 1-2 minggu resiko ketergantungan
kecil. Penggunaan lebih dari 2 minggu
perubahan sleep EEG yang menetap sekitar 6
bulan

Kesulitan pemberhentian obat karena adanya


psychological dependence (habituasi)
sebagai akibat rasa nyaman setelah gangguan
tidur dapat ditangani

Anti Panik

Klasifikasi Obat Anti Panik

Obat acuan : IMIPRAMINE

Obat anti panik


TRISIKLIK :
imipramine,
clomipramine
Obat
anti panik RIMA
(reversible inhibitors
of monoamine
oxydase-A) :
moclobemide

Obat anti panik


BENZODIAZEPINE :
alprazolam
Obat anti panik SSRI
(serotonin selective
reuptake inhibitors) :
sertralin, paroxetine,
fluvoxamine,
fluoxetine, citalopram

INDIKASI
(Diagnostik Sindrom Panik)
Selama
minimal
satu bulan
mengalami
ANXIETAS
Gejala dapat
disertai atau
tanpa
agorafobia

Anxietas dlm keadaan dimana


sebenarnya secara objektif tdk
ada bahaya
Anxietas tdk terbatas pd situasi
yg telah diketahui/dapat diduga
sebelumnya
Bebas dari anxietas pd periode
diantara serangan panik

Anxietas yg berhubungan
dgn tempat atau situasi
Gejala menimbulkan
distress & gangguan
aktivitas sehari-hari

Menghambat reuptake
serotonin

Mekanisme
Kerja

Peningkatan
serotonin dan
sensivitias
reseptor

Efek
Bifasik

Penurunan
sensitivitas
reseptor

Penurunan
serangan panik
dan gejala
depresi

Cara Penggunaan
Pemilihan

obat
Semua jenis obat anti-panik memiliki
efektifitas yang sama untuk sindrom
panik taraf sedang dan gangguan panik
stadium awal
Alprazolam : kurang toksik dan onset of
action lebih cepat

Cara penggunaan:
Mulai dengan dosis rendah, naikkan
perlahan dalam beberapa minggu.
Dosis efektif biasanya dalam waktu 2-3
bulan
Dosis pemeliharaan umumnya agak tinggi
Batas lamanya pemberian obat bersifat
individual, umumnya 6-12 bln, kemudian
dihentikan bertahap selama 3 bln.

Dosis Obat Anti Panik


No.

Nama Generik

Dosis Anjuran

Imipramin

75-150 mg/hari

Klomipramin

75-150 mg/hari

Alprazolam

2-4 mg/hari

Moklobemid

300-600 mg/hari

Sertralin

Fluoksetin

20-40 mg/hari

Parosetin

20-40 mg/hari

Fluvoksamin

50-100 mg/hari

50-100 mg/hari

Interaksi obat
+

CNS depresants = penekanan


pusat
pernafasan
+ MAO (Mono Amin Oksidasi)
inhibitors = Serotonin Malignant
Syndrome
+ Haloperidol/phenothiazine
= Menurunkan exkresi,shg kadar
dlm
plasma meningkat

Efek Samping
(gol.Trisiklik)
Efek
antihistaminergik
(sedasi,
kewaspadaan
menurun,
psikomotor
menurun, kognitif
menurun)
Efek anti
adrenergik alfa
(perubahan EKG,
hipotensi
ortostatik)

Efek
antikolinergik
(mulut kering,
retensi urin,
konstipasi,
penglihatan kabur)
Efek neurotoksis
(tremor halus,
kejang, agitasi,
insomnia)

PENGATURAN DOSIS
Imipramin dimulai dg dosis 25-50
mg/hari dinaikkan bertahap +25
mg/hari sampai beberapa mgg (dosis
efektif)dipertahankan 6 bln, dikurangi
perlahan sampai 1-2 bln. Dosis
pemeliharaan : 100-200 mg/hari

Dosis efektif alprazolam 4


mg/hari efek dlm beberapa
hari, trisiklik 150-200 mg/hari
efek dlm 4-6 mgg
Batas lamanya pemberian obat
bersifat individual, umumnya 612 bln, kemudian dihentikan
bertahap selama 3 bln.

Perhatian Khusus
Jangka waktu
pengobatan lama,
harganya cukup mahal,
dan dosisnya tinggi.
Perlu penjelasan pd
keluarga

Lansia dosis harus


seminimal mungkin

Pd awal pengobatan,
reaction time akan
menurun, harus
dihindarkan
mengendarai
kendaraan.

Wanita hamil dan


menyusui tdk
dianjurkan
mengkonsumsi obat
anti panik

Daftar Pustaka
Arozal W, Gan S. Psikotropik. Farmakologi dan
Terapi Edisi 5. Departemen Farmakologi dan
Terapeutik FKUI: 2007
Informatorium Obat Nasional Indonesia 2008
[IONI]. Jakarta; BPOM. 2009
Maslim R. Panduan Praktis Penggunaan Klinis
Obat Psikotropik ed.3. Jakarta: 2001
Utama, Hendra. Buku Ajar Psikiatri. Badan
Penerbit FKUI. 2013.

Terima kasih