Anda di halaman 1dari 196

MODUL

GURU PEMBELAJAR

MATA PELAJARAN DASAR-DASAR BUDIDAYA TANAMAN


PANGAN DAN HORTIKULTURA
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
KELOMPOK KOMPETENSI A

PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS TANAMANAN PANGAN DAN


HORTIKULTURA

Penulis: Ir. Iwan Suwarman

DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA


KEPENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2016
i
Penulis:
1. Ir. Iwan Suwarman

Penelaah:
1. Dr. Untung Susanto

Ilustration
-----------------

Copyright @2016
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Bidang Pertanian, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku untuk kepentingan
komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan

ii
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Modul ini merupakan kompetensi dasar dan kompetensi kejuruan didalam


memahami sistim agribisnis pertanian secara luas yang akan menjadi landasan
bagi aktivitas-aktivitas kegiatan agribisnis serta keterkaitannya dengan modul-
modul lain atau kompetensi-kompetensi lain yang lebih mengarah kepada
Standar Kompetensi Guru (SKG). Modul pembelajaran ini disajikan mengacu
pada standar kompetensi pada kompetensi keahlian Guru SMK Pertanian untuk
mengarahkan bagaimana melakukan suatu pekerjaan dengan benar. Kebenaran
ini diukur dengan pendekatan dua dimensi, yaitu apakah pekerjaan-pekerjaan itu
dapat dilaksanakan dengan nyaman. Baik untuk keselamatan diri, alat, dan
bahan serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan standar. Pokok-pokok materi
diklat dan proses pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta untuk
mempunyai kompetensi disajikan dalam garis-garis besar program diklat dan
cara memahaminya agar peserta dapat belajar dengan benar.

B. Tujuan

Mata pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Grade-1 bertujuan


untuk:
1) Menjelaskan konsep dan peraturan K3 dalam kegiatan agribisnis
tanaman pangan dan hortikultura
2) Menjelaskan prosedur K3 dalam kegiatan agribisnis tanaman pangan dan
hortikultura
3) Menjelaskan jenis dan kebutuhan persyaratan tumbuh tanaman pangan
dan hortikultura
4) Mengajarkan cara membibitkan tanaman hortikultura melalui pemisahan
anakan/umbi
5) Mengajarkan cara membibitkan tanaman hortikultura melalui teknik setek
6) Mengajarkan cara membibitkan tanaman hortikultura melalui teknik
cangkok

1 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


7) Mengajarkan cara mengidentifikasi jenis, bagian, dan fungsi alat dan
mesin pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca
panen
8) Mengajarkan cara mengoperasikan, alat dan mesin pengolahan lahan,
pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen

C. Ruang lingkup materi


1) Konsep dan peraturan K3 dalam kegiatan agribisnis tanaman pangan dan
hortikultura
2) Prosedur K3 dalam kegiatan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura
3) Jenis dan kebutuhan persyaratan tumbuh tanaman pangan dan
hortikultura
4) Pembibitan tanaman hortikultura melalui pemisahan anakan/umbi
5) Pembibitan tanaman hortikultura melalui teknik setek
6) Pembibitan tanaman hortikultura melalui teknik cangkok
7) Pengidentifikasian jenis, bagian, dan fungsi alat dan mesin pengolahan
lahan, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen
8) Pengoperasian, alat dan mesin pengolahan lahan, pemeliharaan
tanaman, panen dan pasca panen

2 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


D. PETA KOMPETENSI
Modul Agribisnis Dasar-dasar Budidaya Tanaman Pangan dan
Tanaman Pangan Hortikultura
dan Hortikultura
Grade-1

Modul Agribisnis Dasar-dasar Budidaya Tanaman Hortikultura


Tanaman Pangan
dan Hortikultura
Grade-2

Modul Agribisnis Agribi8snis Tanaman Pangan dan Palawija


Tanaman Pangan
dan Hortikultura
Grade-3

Modul Agribisnis Agribisnis tanaman hortikultura (Sayuran)


Tanaman Pangan
dan Hortikultura
Grade-4

Modul Agribisnis Agribisnis tanaman hortikultura (Hias)


Tanaman Pangan
dan Hortikultura
Agribisnis
Grade-5
Tanaman
Pangan dan
Modul Agribisnis Agribisnis tanaman hortikultura (Buah
Hortikultura
Tanaman Pangan Tahunan)
dan Hortikultura
Grade-6

Modul Agribisnis Agribisnis tanaman hortikultura (Kultur


Tanaman Pangan Jaringan)
dan Hortikultura
Grade-7

Modul Agribisnis Mengelola lahan tanaman pangan dan


Tanaman Pangan hortikultura
dan Hortikultura
Grade-8

Modul Agribisnis Perencanaan usaha


Tanaman Pangan
dan Hortikultura
Grade-9

Modul Agribisnis Bioteknologi


Tanaman Pangan
dan Hortikultura
Grade-10

Bagian Warna biru menunjukan kedudukan modul

3 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


E. Saran Cara Penggunaan Modul
1. Langkah-langkah belajar yang ditempuh, peserta mendapat penjelasan
tentang ruang lingkup materi, kriteria keberhasilan penguasaan kompetensi
dan strategi diklat yang akan dilaksanakan.
2. penguasaan konsep, peserta diklat mempelajari modul secara mandiri diluar
jam tatap muka, selanjutnya secara berkelompok peserta melakukan diskusi
(topic minimal mengacu pada lembar informasi yang telah didesain dalam
modul, dan apabila masih dirasa kurang dapat dikembangkan) untuk
menyamankan perpesi terhadap konsep dasar yang dipelajari. Kegiatan
diskusi ini dipandu oleh widyaiswara. Setelah diskusi peserta melakukan
presentasi hasil diskusi secara bergantian, kelompok lain dapat mengajukan
pertanyaannya, saran atau menambakan. Selanjutnya peserta secara
berkelompok meperbaiki hasil diskusi bedasarkan saran / masukan dari
kelompok lainnya atau saran dari widyaiswara.
3. Pengenalan fakta, untuk mengetahui baigaimana konsep kompetensi dasar
yang sedang dipelajari dilaksanakan oleh masyarakat/ bagaiman masyarakat
kerja pada kompetensi dasar yang sedang dipelajari, peserta melakukan
observasi pengenalan fakta di masyarakat. Melalui pengenalan fakta ini
diharapkan dapat diketahui sikap apa yang dapat dipelajari dari aktifitas
masyarakat dalam rangka memperkaya konsep yang sedang dipelajari atau
bagaimana menggunakan konsep yang sedang dipelajari untuk kinerja
masyarakat dalam melakukan aktifitasnya.
4. Refleksi, setelah peserta diklat menguasi konsep dasar dan melihat fakta di
lapangan tentang penerapan pengetahuan dalam kehidupan masyarakat,
selanjutnya peserta membuat refleksi apa yang akan anda laksanakan
terhadap kompetensi dasar/kompetensi yang sedang dipelajari.
5. Menyusun analisi dan sintesis. Analisis dilakukan terhadap tingkat
kesesuaian daya dukung yang ada untuk melaksanakan hasil refleksi.
Sintesis dilakukan untuk melakukan rekonstruksi/modifikasi hasil refleksi
dengan memperhartikan potensi dan daya dukung yang tersedia agar
kompetensi dapat tercapai.
6. Mengimplementasikan, kegiatan ini merupakan implementasi konsep dasar
dalam kegiatan produksi (hasil analisis dan sintesis selanjutnya dilakukan
perencanaan kerja termasuk kriteria keberhasilan, pelaksanaan kegiatan
4 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
termasuk pembagian tugas, mengamati proses, melakukan evaluasi hasil
kegiatan, diskusi terhadap hasil kegiatan, membuat kesimpulan dan umpan
balik/rekomendasi terhadap konsep yang ada setelah dilakukan analisis dan
sintesis)
7. Sertfikasi, setelah peserta menyelesaikan suatu unit kompetensi, akan
dilakukan sertifikasi kompetensi. Sertifikasi dilakukan oleh eksternal dan
menggunakan portofolio hasil belajar/evidence of learning
8. Fasilitator dalam proses diklat berfungsi memfasilitasi kegiatan belajar
peserta diklat, kegiatan ini berfokus pada aktifitas peserta diklat.
9. Semua aktifitas diklat dikelola dalam bentuk portofolio sebagai bukti
penguasaan kompetensi.

5 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Kegiatan Pembelajaran 1. Kesehatan dan
Keselamatan Kerja

A. Tujuan

Dengan mempelajari modul ini dan sumber belajar yang lain serta peralatan yang
memadai, maka peserta diklat mampu menerapkan dan melaksanakan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada paket keahlian Agribisnis Tanaman
Pangan dan Hortikultura.

B. Pencapaian indikator kompetensi


Pencapaian indikator kompetensi Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada
paket keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura adalah ;
1. Menjelaskan konsep dan peraturan K3 dalam kegiatan agribisnis
tanaman pangan
2. Menjelaskan prosedur K3 dalam kegiatan agribisnis tanaman pangan

C. Uraian Materi
Lembar informasi 1.Beberapa pengertian/istilah yang berkaitan dengan
keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja

a. Keselamatan dan kesehatan kerja


Keselamatan dan kesehatan kerja adalah keselamatan dan kesehatan yang
berhubungan erat dengan mesin, peralatan kerja, bahan dan proses
pengolahan, landasan kerja serta lingkungan serta cara-cara melakukan
pekerjaan. Sasaran program K3 adalah segala tempat kerja, baik di darat, di
dalam tanah, di permukaan air, maupun di dalam air. Tempat-tempat kerja
tersebar pada segenap kegiatan ekonomi, seperti pertanian, industri,
pertambangan, perhubungan, pekerjaan umum jasa dan lain-lain.

b. Tempat kerja
Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka,
bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki
tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dimana terdapat sumber atau

6 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


sumber-sumber bahaya baik di darat, di dalam tanah, dipermukaan air,
didalam air, maupun di udara yang menjadi kewenangan suatu badan usaha
atau perusahaan. Dalam bidang pertanian, maka yang sebut dengan tempat
kerja adalah tempat dimana kegiatan pertanian biasa dilaksanakan, dalam
hal ini termasuk laboratorium, bengkel pertanian, dan lapangan.

c. Perusahaan
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang memperkerjakan pekerja
dengan tujuan untuk mencari laba atau tidak, baik milik swasta maupun milik
negara.

d. Tenaga kerja
Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di
dalam atau diluar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk
memenuhi standar kebutuhan masyarakat.

Tujuan dan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja


Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk menciptakan suatu
sistem keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja dengan melibatkan
semua unsur-unsur yang terdapat dalam suatu instansi atau perusahan dimana
kegiatan kerja dilakukan. Sedangkan sasaran keselamatan dan kesehatan kerja
adalah semua personil dari suatu instansi atau perusahaan termasuk didalamnya
adalah pihak manajer, tenaga kerja dan orang-orang yang terkait dengan
kegaiatan perusahaan tersebut.

Prosedur keselamatan dan kesehatan kerja


Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja No:Per.05/MEN/1996 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pasal 2 : Ayat (1) dinyatakan
bahwa setiap perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak seratus
orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh
karakteristik proses bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja
seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit dan akibat kerja wajib
menerapkan sistem manajemen K3.

7 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Ayat (2) Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja wajib
dilaksanakan oleh pengurus, pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu
kesatuan.

e. Penerapan prosedur K3
Setiap perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut
:

Menerapkan kebijakan K3 dan menjamin komitmen terhadap penerapan


sistem manajemen K3
Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan K3
Menerapkan kebijakan K3 secara efektif dengan mengembangkan
kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan mencapai
kebijakan, tujuan dan sasaran K3
Mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja K3 serta melakukan
tindakan perbaikan dan pencegahan
Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem K3
secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja K3.

1. Prosedur di tempat kerja dan instruksi-instruksi bekerja untuk


mengendalikan resiko diikuti dengan taat azas

2.1 Prosedur dan instruksi-instruksi yang harus dilakukan atau disiapkan

Dalam melaksanakan pekerjaan, kecelakaan bisa saja terjadi. Untuk menghindari


dan meminimalkan terjadinya kecelakaan perlu dibuat instruksi-intruksi kerja.
Instruksi-instruksi kerja yang dibuat disesuaikan dengan keadaan peralatan yang
dipakai. Ada beberapa hal yang harus dilakukan atau disiapkan oleh perusahaan
untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja antara lain :

a. Pada setiap laboratorium atau bengkel atau ruangan dibuatkan tata tertib
yang harus dipatuhi oleh semua orang yang akan masuk ke dalam lab
atau ruangan. Di dalam tata tertib tersebut perlu dijelaskan hal-hal yang
harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan, serta ancaman sanksi yang
akan dikenakan jika melanggar tata tertib.
8 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
b. Setiap alat yang dioperasikan dengan menggunakan mesin harus
dibuatkan instruksi kerjanya. Instruksi kerja tersebut langsung
ditempelkan pada alat atau di tempat-tempat tertentu sedemikian rupa,
sehingga setiap operator alat yang akan menggunakan alat tersebut
harus membaca petunjuk pengoperasian alat. Hal ini untuk menghindari
terjadinya kesalahan prosedur dalam pengoperasian alat. Selain itu juga
dengan adanya petunjuk pengoperasian maka siapapun yang akan
mengoperasikan alat tersebut dapat terhindar dari kecelakaan yang dapat
menyebabkan kecelakaan pada operator sendiri atau kerusakan alat.
c. Pada setiap ruangan agar dibuatkan poster-poster tentang keselamatan
kerja dan label-label yang menunjukkan bahaya kecelakaan yang
mungkin saja terjadi. Pembuatan label dan poster tersebut harus dibuat
sedemikian rupa sehingga mudah dibaca bagi setiap orang.

Gambar 1. Poster keselamatan kerja

Sedangkan untuk bahan-bahan berbahaya seperti bahan kimia, pestisida dan


sebagainya, pemasangan lebel dan tanda dengan menggunakan lambang
atau tulisan peringatan pada wadah adalah suatu tindakan pencegahan yang
sangat penting. Aneka label dan pemberian tanda diberikan sesuai dengan
sifat-sibat bahan yang ada. Beberapa label dan pemberian tanda dapat
dipakai dengan menggunakan lambang yang sudah dikehui secara umum.

9 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 2. Lambang-lambang gambar bahaya

2.2 Dasar-dasar keselamatan kerja dan resiko


Mengingat sangat bervariasinya perkakas, mesin, bahan kimia berbahaya
dan cara kerja yang digunakan dalam bidang pertanian (teknologi benih),
maka tidak semuanya akan dibicarakan, baik dalam kaitan dengan pemilihan
perkakas, mesin dan bahan kimia berbahaya, tetapi prinsip-prinsip umum
akan diuraikan.

Syarat-syarat umum

Semua perkakas, mesin dan bahan-kimia berbahaya yang digunakan dalam


pertanian (teknologi benih) harus:

a. Memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana


ditentukan dalam standar internasional atau nasional dan rekomendasi,
apabila tersedia.
b. Digunakan hanya untuk pekerjaan yang telah dirancang atau
dikembangkan, kecuali jika suatu penggunaan tambahan yang
diusulkan telah dinilai oleh seorang yang kompeten yang telah
menyimpulkan bahwa penggunaan aman.
c. Digunakan atau dioperasikan hanya oleh para pekerja yang telah dinilai
berkompeten dan/atau memegang sertifikat ketrampilan yang sesuai.
10 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Perkakas, mesin dan peralatan harus mempunyai desain dan konstruksi yang
baik, dengan mempertimbangkan prinsip kesehatan, keselamatan dan
ergonomik, dan mereka harus dipelihara dengan kondisi yang baik.

Setiap perkakas, mesin dan peralatan harus secara rutin diperiksa


berdasarkan suatu penilaian yang lengkap dari semua kriteria terkait harus
digunakan saat pemilihan suatu mesin. Hal ini membantu untuk menciptakan
suatu lingkungan kerja yang sehat dan produktif serta memastikan bahwa
mesin tersebut tepat untuk tujuan yang dimaksudkan.

Pengusaha, pembuat atau agen harus menyediakan instruksi dan informasi


yang jelas dan menyeluruh tentang semua aspek pemeliharaan dan
penggunaan yang aman dari perkakas, peralatan dan bahan-kimia
berbahaya bagi operator/pengguna. Ini harus meliputi syarat-syarat untuk alat
keselamatan kerja.

Peralatan harus dirancang agar gampang dan aman dalam pemeliharaan


dan sedikit perbaikan di tempat kerja. Para pekerja harus dilatih untuk
melakukan pemeliharaan dan perbaikan kecil pada mesin dan peralatan
mereka. Jika ini tidak bisa dilakukan, seorang yang kompeten harus mudah
dihubungi dari tempat kerja.

Fasilitas untuk perbaikan dan pemeliharaan peralatan dan perkakas harus


disediakan, disarankan penyediaan dekat dengan tempat berteduh atau
fasilitas perumahan.

Dalam tempat perbaikan (bengkel lapangan), harus disediakan fasilitas


bengkel dengan perkakas pemeliharaan yang sesuai, agar pekerjaan
pemeliharaan dan reparasi dilaksanakan dalam kondisi aman, tanpa
terganggu oleh kondisi cuaca yang buruk.

Peralatan tangan

Penggunaan peralatan tangan banyak digunakan untuk jenis-jenis pekerjaan


yang ringan dan memerlukan spesifikasi kerja tertentu. Ada beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam penggunaan peralatan tangan, yaitu :
11 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
a. Peralatan tangan untuk memotong dan memisahkan benda harus
dibuat dari baja berkualitas baik yang menjaga sisi pemotongan dan
efektivitasnya dengan pemeliharaan minimum.
b. Bagian atas dari suatu alat untuk memotong dan memisahkan harus
dipasang dengan aman pada tangkai dengan suatu alat efektif, sebagai
contoh baji, paku keling atau baut.
c. Tangkai harus memberikan suatu genggaman yang kuat dan harus
terbuat dari kayu berkualitas baik atau bahan lain yang sesuai untuk
maksud ini.
d. Spesifikasi perkakas, seperti ukuran, panjang tangkai dan berat, harus
sesuai untuk memenuhi kebutuhan dari pekerjaan dan keadaan fisik
dari pemakai.
e. Jika tidak digunakan, perkakas bersisi tajam harus diberi sarung
dengan alat yang sesuai.

Mesin mesin portable

a. Kendali mesin seperti gergaji rantai, gergaji sikat dan pemotong rumput
harus ditempatkan dengan nyaman dan fungsi mereka ditandai dengan
jelas.
b. Posisi dan dimensi dari tangkai harus nyaman bagi operator dalam
semua sikap kerja normal.
c. Tingkat kebisingan, getaran dan emisi buangan yang berbahaya harus
serendah mungkin sejalan dengan keadaan teknologi. Bahan bakar dan
minyak pelumas yang digunakan harus yang dapat dihancurkan secara
biologis (ramah lingkungan) dapat mengurangi bahaya polusi dengan
gas buangan dan tumpahan.
d. Mesin-mesin harus seringan mungkin untuk menjaga keseimbangan
antara ukuran mesin dan kekuatan yang diperlukan untuk pekerjaan
dengan satu tangan, serta menghindari kelelahan operator dan
kerusakan pada sistem otot rangka yang lainnya.
e. Semua alat pelindung harus pada tempatnya dan secara teratur
diperiksa terhadap kerusakan timbul. Alat penyetop mesin harus
mempunyai aksi positif dan ditandai dengan jelas.
12 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Permesinan Otomatis atau Mesin Konvensional

a. Mesin harus dilengkapi dengan alat penahan goncangan, tempat duduk


dapat disetel sepenuhnya untuk pengemudi dan dipasang dengan
sabuk pengaman yang sesuai dengan syarat-syarat ISO 8797 atau
semacamnya secara nasional.
b. Ruang operator harus dirancang dan ditempatkan sehingga sesuai
dengan ukuran badan operator yang kemungkinan besar menggunakan
mesin seperti itu.
c. Cara-cara masuk dan keluar dari mesin, seperti anak tangga, tangga
dan pintu, harus dirancang untuk menyediakan tumpuan tangan dan
kaki dengan suatu ketinggian dan jarak yang nyaman.
d. Mesin harus dilengkapi dengan struktur perlindungan berguling, sesuai
dengan ISO 3471 dan ISO 8082 atau suatu standar nasional yang
sesuai.
e. Kabin tempat operator bekerja harus memenuhi persyaratan :
(i) Dilindungi dari obyek yang jatuh, sesuai dengan ISO 8083 atau
suatu standar nasional yang sesuai:

(ii) Dilengkapi dengan struktur yang melindungi operator setidaknya


memenuhi syarat-syarat ISO 8084 atau semacamnya secara
nasional.

f. Mesin harus dilengkapi dengan suatu alat penyetop yang tidak dapat
kembali sendiri, mudah dicapai, dan ditandai dengan jelas dari posisi
kerja normal operator.
g. Untuk mesin-mesin yang menggunakan sistem transmisi atau kopling,
maka jika tidak dipakai, persneling harus dalam keadaan tersambung.
h. Rem parkir harus mampu untuk menjaga mesin dan beban lajunya
pada saat diooperasikan pada lahan yang miring.
i. Pipa pembuangan harus dilengkapi dengan penangkap percikan. Mesin
yang dilengkapi dengan turbochargers tidak memerlukan penangkap
percikan.

13 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2.3. Pakaian/peralatan pelindung yang dibutuhkan untuk bekerja
diidentifikasi dan digunakan sesuai peraturan perusahaan yang
berlaku

Pakaian Kerja

Pakaian kerja yang dipakai bagi pekerja dalam bidang pertanian untuk di
lapangan harus memenuhi beberapa kriteria, secara umum adalah sebagai
berikut :

a. Pakaian kerja harus dibuat dari bahan yang menjaga badan pekerja
tetap kering dan berada pada temperatur yang nyaman. Untuk bekerja
di daerah yang beriklim panas dan kering, pakaian yang sesuai harus
digunakan untuk menghindari radiasi panas yang berlebihan dan
memudahkan pengeluaran keringat. Pakaian pelindung yang sesuai
harus disediakan jika ada suatu resiko radiasi UV atau potensi bahaya
biologik, seperti tumbuhan beracun, infeksi dan binatang.
b. Pakaian harus mempunyai warna yang kontras dengan lingkungan
pertanian untuk memastikan bahwa para pekerja kelihatan dengan
jelas.
c. Penggunaan alat pelindung diri harus dianggap sebagai suatu upaya
terakhir, bila pengurangan resiko dengan cara-cara teknik atau
organisatoris tidak mungkin dilakukan. Hanya dalam keadaan ini alat
pelindung diri yang berhubungan dengan resiko spesifik tersebut
digunakan.
d. Alat pelindung diri untuk pekerjaan bidang pertanian di lapangan harus
memiliki fungsi yang spesifik.
e. Bila pekerjaan dilakukan dengan menggunakan bahan kimia
berbahaya, alat pelindung diri harus disediakan sesuai keselamatan
dalam penggunaan bahan kimia di tempat kerja.
f. Alat pelindung diri harus memenuhi standar internasional atau nasional.

14 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Alat Pelindung Diri

Ada beberapa jenis alat pelindung diri untuk bidang pekerjaan pertanian di
lapangan sesuai dengan jenis pekerjaanya antara lain:

a. Sarung tangan
Dipergunakan untuk berbagai kegiatan bila menggunakan bahan-bahan
kimia beracun, seperti mencampur pestisida, mencapur pupuk dan
sebaginya. Untuk jenis ini sarung tangan yang dipakai adalah sarung
tangan yang terbuat dari karet yang tidak tembus oleh bahan-bahan
cairan. Sedangkan untuk pekerjaan di laboratorium biasanya
menggunakan sarung tangan yang terbuat dari serat asbes yang tahan
panas.

b. Sepatu lapangan
Dipergunakan jika jenis pekerjaan yang digunakan adalah jenis
pekerjaan lapangan. Alat ini digunakan untuk melindungi kaki pada saat
bekerja di lapangan dari gigitan serangga atau hal lain yang berbahaya
di lapangan. Jenis sepatu yang digunakan adalah jenis sepatu boot,
baik yang terbuat dari karet (Gambar 3).

Gambar 3. Sepatu lapangan

Gambar 3. Sepatu Lapangan

15 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


c. Topi pengaman (Helmet)
Helmet (Gambar 4) dipergunakan untuk melindungi kepala dari
kemungkinan benda-benda jatuh di lapangan. Misalnya pada saat
memanen buah.

Gambar 4. Pelindung kepala (Helmet)

d. Penutup muka
Dipergunakan untuk jenis pekerjaan di lapangan, jika kondisi lapangan
berdebu. Hal ini untuk melindungi muka dari debu-debu yang
berterbangan pada saat bekerja (Gambar 5).

Gambar 5. Pelindung muka

16 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


e. Pelindung atau penutup mata
Pelindung atau penutup mata (Gambar 8) dipergunakan untuk
melindungi mata pada saat bekerja di lapangan, baik dari terik matahari
maupun dari benda-benda yang berbahaya di lapangan seperti halnya
debu. Pelindung mata juga perlu digunakan pada saat bekerja
dilaboratorium. Ada beberapa jenis alat pelindung mata sesuai dengan
kondisi lapangan.

Gambar 6. Pelindung mata

f. Alat pelindung mulut (masker)


Alat pelindung mulut (Gambar 7) Ddipergunakan untuk melindungi
mulut dan hidung dari bahan-bahan berbaya saat bekerja di lapangan
ataupun laboratorium ketika dengan menggunakan bahan kimia seperti
pestisida, atau ada resiko gas beracun atau debu.

Gambar 7. Masker pelindung mulut

17 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 8. Masker pelindung mulut
saat menggunakan pestisida

2.4. Pekerjaan dilaksanakan berdasarkan rekomendasi yang aman


Sebelum peralatan dipergunakan, untuk menjamin agar tidak terjadi
kecelakaan atau hambatan pada saat kegiatan dilaksanakan, maka alat-alat
yang akan dipergunakan harus dicek terlebih dahulu. Pengecekan dilakukan
untuk memastikan bahwa alat-alat tersebut berfungsi sesuai dengan
rancangan dan dibuat memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja. Pengujian
peralatan tersebut harus dilakukan oleh lembaga atau institusi yang memiliki
kewenangan menguji dan memiliki sertifikasi untuk peralatan yang
menggunakan mesin dan memiliki sensitifitas tinggi. Sedangkan untuk
peralatan manual biasa, jika memungkinkan operator dalpat melakukannya
sendiri. Pengujian peralatan dilakukan secara reguler (priodik), dan hasil
pengujian peratalan seharusnya dilaporkan kepada perusahaan untuk
dilakukan pengambikan tindakan yang semestinya. Bagi peralatan yang
memenuhi standar keselamatan kerja perlu dibuatkan sertifikasi peralatan.
Sedangkan untuk peralatan yang rusak agar disarankan untuk diperbaiki agar
alat tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

18 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2.5. Resiko pekerjaan diidentifikasi dan tindakan diambil untuk mengurangi
resiko
Lingkup kerja bidang pertanian, khususnya teknologi benih terbagi dalam dua
kategori, yaitu di laboratorium dan di lapangan. Kedua jenis resiko kedua
pekerjaan ini juga berbeda, karena karakteristiknya juga berbeda, dan untuk itu
resiko pekerjaan dibedakan menjadi dua, yaitu resiko pekerjaan di laboratorium
dan resiko pekerjaan di lapangan.

Resiko pekerjaan di laboratorium


Ada beberapa jenis pekerjaan yang dilaksanakan di laboratorium, seperti halnya
analisa benih atau pekerjaan-pekerjaan lain yang menggunakan peralatan mesin
di laboratorium. Ada beberapa jenis resiko di laboratorium antara lain kebakaran,
terpapar bahan-bahan kimia berbahaya, dab lain-lain.
a. Kebakaran
Kebakaran adalah suatu hal yang sangat tidak diinginkan terjadinya. Bagi
tenaga kerja kebakaran dapat menimbulkan penderitaan dan malapetaka,
khususnya terhadap mereka yang tertimpa kedelakaan tersebut dapat
berupa kehilangan pekerjaan dan hal yang paling fatal dapat
menyebabkan kematian.
Kebakaran terjadi apabila tiga unsur terdapat bersama-sama unsur-unsur
tersebut adalah oksigen, bahan yang mudah terbakar dan panas. Tanpa
oksigen kebakaran tidak akan terjadi, dan tanpa bahan yang mudah
terbakar tak mungkin kebakaran terjadi dan tanpa panas kebakaran juga
tak akan terjadi.

Gambar 9. Unsur-unsur terjadinya kebakaran

19 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran, yaitu:
(i) Nyala api dan bahan yang pijar
Jika suatu benda padat ditempatkan dalam nyala api, suhunya akan
naik, kemudian terbakar dan menyala terus menerus sampai habis.
Kemungkinan terbakar atau tidak tergantung dari :
o Sifat bahan padat tersebut yang mungkin sangat mudah, agak
mudah dan sukar terbakar
o Ukuran zat, jika jumlah bahan sedikit tidak cukup untuk
menimbulkan panas agar terjadi kebakaran, maka kebakaran
tidak akan terjadi.
o Keadaan zat padat
o Cara menyalakan

(ii) Penyinaran
Terbakarnya bahan-bahan yang mudah terbakar oleh benda pijar
atau nyala api tidak perlu karena terjadinya persentuhan. Semua
sumber panas akan memancarkan gelombang elektromagnetis
yaitu sinar infra merah. Jika gelombang elektromagnetis ini
mengenai benda, maka pada benda tersebut akan dilepaskan
energi yang berubah menjadi panas. Akibatnya benda yang disinari
akan bertambah panas dan bila panas tersebut sampai pada titik
nyala maka benda tersebut akan terbakar.

(iii) Peledakan uap atau gas


Setiap campuran gas atau uap yang mudah terbakar dengan udara
akan menyala, jika terkena benda pijar atau nyala api dan
kebakaran akan terjadi. Besar kecilnya kebakaran sangat
tergantung pada jumlah (volume) gas atau uap.

(iv) Percikan api


Percikan api yang bertemperatur cukup tinggi menjadi sebab
terbakarnya campuran gas, uap atau debu dan udara yang dapat

20 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


menyala. Biasanya percikan api tidak dapat menyebabkan benda
pada terbakar sendiri. Oleh karena tidak cukupnya energi dan
panas yang ditimbulkan. Percikan api dapat ditimbulkan oleh
hubungan arus pendek, ataupun oleh terjadinya kelistrikan statis,
yaitu akibat pergesekan dua buah benda yang bergerak dan udara

(v) Terbakar sendiri


Kebakaran yang terjadi sendiri disebabkan oleh karena pada
seonggokan bahan bakar mineral yang padat atau zat-zat organik.
Kebanyakan minyak mudah terbakar, terutama minyak tumbuh-
tumbuiah. Banyaknya panas yang terjadi ditentukan oleh luas
permukaan yang bersinggungan dengan udara.

(vi) Reaksi kimia


Reaksi-reaksi kimia dapat menghasilkan cukup panas dan
akibatnya dapat menyebabkan terjadi kebakaran. Forfor kuning
teroksidasi santa cepat bila bersinggungan dengan udara. Natrium
dan kalium akan bereaksi hebat bila tercampur dengan air dan akan
melepaskan gas hidrogen yang mudah terbakar jika suhu udara
diatas 40oC. Asam nitrat yang mengenai bahan-bahan organik akan
menyebabkan terjadinya nyala api.

(vii) Kebakaran karena listrik


Kebanyakan peralatan laboratorium yang digunakan dalam bidang
pertanian khususnya teknologi benih banyak menggunakan listrik
sebagai sumber tenaganya. Untuk itu ada beberapa hal yang harus
diperhatikan sehubungan dengan keselamatan kerja listrik, yaitu
pada pedoman keselamatan kerja listrik.

21 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2.6 Pedoman Keselamatan Kerja Listrik

Pedoman keselamatan kerja listrik menyangkut tenaga kerja, organisasi dan cara
kerja, bahan dan peralatan listrik, dan pedoman pertolongan terhadap kecelakaan.

Pakaian kerja

Pakaian kerja bagi para tenaga kerja yang bertalian dengan kelistrikan harus
memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

Cukup kuat dan tahan gesekan.


Baju kemeja berlengan panjang dan berkancing pada ujung lengan.
Celana panjang.
Ujung kaki celana dapat dilipat dan dikancing.
Sepatu bersol karet, tidak berpaku dan memiliki sifat isolator.
Topi helm terbuat dari plastik, kuat, dan memiliki sifat isolator yang
sesuai dengan tegangan yang bersangkutan.
Sarung tangan panjang, lemas, kuat, dan memiliki daya isolator
yang sesuai.
Sarung tangan untuk bekerja dan penghantar adalah lemas, kuat,
dan tahan gesekan terhadap kawat penghantar.

Pedoman instalasi dan syarat-syarat perlengkapan listrik


a. Pemasangan peralatan listrik

(1) Pemasangan transformator-transformator, panel-panel. sakelar-


sakelar, motor-motor dan alat-alat listrik lainnya di tempat kerja
harus dilaksanakan sedemikian sehingga tidak terdapat bahaya
kontak dengan bagian-bagian yang bertegangan.
(2) Manakala ruangan dan persyaratan pelayanan memungkinkan,
alat-alat dan pesawat-pesawat listrik harus ditempatkan dalam
ruangan terpisah yang ukurannya memadai dan hanya orang-orang
yang kompeten boleh masuk ke dalam ruangan tersebut.
(3) Jika alat-alat atau pesawat listrik terpaksa ditempatkan di tempat
keria dalarn ruangan produksi, pagar pengaman untuk melindungi

22 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


bagian-bagian atau penghantar yang bertegangan harus dibuat.
Pagar pengaman berfungsi pencegahan kecelakaan. Rangka pagar
dapat terbuat dari kayu, besi pipa., besi siku, kawat baja, besi
pelat berlobang atau piastik. Dalam hal ini. kayu kering atau
plastik memiliki sifat yang lebih baik, oleh karena zat-zat tersebut
tidak menghantar listrik. Namun begitu, kayu memiliki kerugian oleh
karena mudah terbakar. Rangka besi harus disertai hubungan ke
tanah secara tepat.
(4) Perlu dipasang papan tanda larangan masuk bagi mereka yang
tidak berkepentingan dan disertai peringatan "Awas bahaya
listrik:". Tanda peringatan dipasang pada tempat masuk ke
ruangan, sedangkan huruf jelas dan rnudah dibaca.
(5) Terdapat kesesuaian dalam banyak hal mengenai norma-norma
bagi pagar pengaman untuk mesin dan pesawat listrik.
(6) Petugas-petugas perawatan peralatan listrik harus tahu benar
bahaya-bahaya yang bertalian dengan suatu instalasi listrik dan
peralatan lainlainnya,
(7) Bahaya-bahaya akibat listrik harus dipertimbangkan pada
perencanaan pembuatan tutup pengaman bagi panel listrik.
(8) Pemasangan instalasi listrik harus memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dalam Peraturan Instalasi Listrik (PULL) dan
peraturan-peraturan lain tentang keselamatan kerja listrik.
(9) Macam pemasangan instalasi listrik di perusahaan-perusahaan dan
tempat tempat kerja tergantung dari konstruksi bangunan ukuran
dan pembagian beban, penempatan mesin-mesin, pesawat dan
alat-alat listrik, keadaan ruang kerja seperti berdebu, panas,
lembab, dan lain-lain

b. Sakelar
(1) Apapun tipe sakelar, yaitu tombol tekan, tuas, putar atau otomatis,
harus memenuhi syarat keselamatan, Sakelar-sakelar untuk
keperluan motor-motor, pesawat-pesawat listrik, instalasi cahaya dan
tenaga, harus ditutup.

23 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


(2) Tidak boleh dipakai sakelar tuas yang terbuka, oleh karena bagian-
bagian terbuka yang bertegangan akan menimbulkan bahaya tekanan
arus listrik dan dapat mengakibatkan Ioncatan api, bila sakelar di-
putuskan arusnya.
Sakelar tuas harus tertutup dan tutup serta poros pegangan (handel)
harus dihubungkan ke tanah

(3) Sakelar-sakelar tuas harus dipasang sedemikian sehingga bagian-


bagiannya yang dapat digerakkan dalam keadaan tidak ada hubungan
tidak bertegangan.
(4) Bila dipakai sakelar pemisah untuk tegangan tinggi. sakelar harus di-
pasang di luar batas capai tangan dan pelayanannya dilakukan
dengan menggunakan tongkat pengaman.
(5) Bila pernasangan seperti tersebut p ada i tak dimungkinkan, sakelar
tersebut harus tertutup atau dipagar secara tepat agar tidak
membahayakan, sedangkan pelayanannya tetap dilaKukan dengan
memakai tongkat pengaman,
(6) Untuk keperluan pemakaian secara umum, dianjurkan agar dipakai
sakelar putar dan tombol tekan, oleh karena bagian yang
bertegangan berg is di tempat tertutup. Sakelar-sakelar yang dapat
menimbulkan loncatan api harus dipasang dalam peta penghubung.
(7) Setiap sakelar harus disertai suatu petunjuk untuk posisi tertutup
atau terbuka.

c. Sekring dan pengaman otomatis

(1) Instalasi atau pesawat listrik diamankan dengan penggunaan sekring


atau pengaman otomatis.
(2) Sekring dan pengaman otomatis memutuskan arus, manakala terjadi
arus lebih sebagai akibat kesalahan hubungan tanah, hubungan
pendek dan beban lebih.

24 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


(3) Pengaman arus lebih yang ditempatkan pada setiap bagian instalasi
yang diamankan harus memiliki jenis dan ukuran yang sesuai, yaitu
memutus arus apabila arus yang lebih dari batas yang ditentukan
melaluinya.
(4) Pemasangan sekring pada mesin-mesin dan peralatan listrik tidak
hanya ditentukan oleh kekuatan arus, tetapi juga oleh tenaga listrik
yang tersedia dari transformator atau generator, kemungkinan
terjadinya hubungan tanah, beban lebih dan hubungan pendek
yang membahayakan.
(5) Pengaman dengan sekring melindungi, baik mesin dan peralatan,
maupun tenaga kerja.
(6) Pemakaian sekring harus disesuaikan terhadap kuat arus yang tertera
pada sekring.
(7) Dalam pemasangan sekring, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
Sebelum pemasangan, kabel-kabel yang bersangkutan harus
bebas arus dan tegangan.
Setiap kerusakan pada sekring harus diikuti dengan pemeriksaan
segera terhadap faktor penyebabnya seperti adanya hubungan
pendek atau beban lebih.
Sekring yang putus harus diganti dengan macam dan ukuran yang
sama.
Dilarang penggunaan sekring yang telah rusak dan diperbaiki.
Pengaman otomatis dipakai untuk jaringan instalasi
tegangan tinggi, untuk arus yang besar, dan juga untuk instalasi
tegangan rendah.
Pengaman otomatis terdapat dalam macam dan ukuran yang
berbeda-beda.
Bekerjanya pengaman otomatis ada yang bersifat sesaat dan ada
pula yang disertai perlengkapan perlambatan waktu.
Menurut bekerjanya pengaman otomatis tergantung kepada jenis
termis dan jenis magnetis.
Pengaman otomatis jenis termis bekerja atas dasar
peningkatan suhu, maka tergantung kepada suhu ruangan.

25 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Pengaman otomatis jenis magnetis bekerja atas dasar kuat
arus yang melalui jaringan instalasi.
Ahli listrik memilih dan menetapkan macam dan ukuran
pengaman otomatis untuk dipasang.
Perawatan terhadap pengaman otomatis dilakukan oleh tenaga
ahli yang berpengalaman.

Pencegahan Kebakaran
Untuk menghidari terjadinya kebakaran, maka ada beberapa hal yang dapat
dilakukan, antara lain:
a. Penyimpanan
Dalam pengorganisasian usaha-usaha keselamatan kerja terhadap bahaya
kebakaran, perhatian yang sermat harus diberikan tehadap lokasi dan desin
gudang. Aneka bahan, khususnya zat-zat yang dapat terbakar merupakan
sumber utama terjadinya kebakaran. Dalam perencanaan gudang atau tempat
penyimpanan bahan, baik sifat maupu bentuk bahan harus diperhatikan. Zat-zat
cair yang memiliki titik nyata lebih kecil dari 32 oC harus ditempatkan dalam
wadah atau tangki yang tertutup dan disimpan dalam tangki dan ditempatkan
ditempat yang terpisah atau diluar gudang dan jauh dari bahan-bahan lai yang
mudah terbakar.

b. Pengolahan
Jika proses produksi memungkinkan penggantian bahan yang kurang berbahaya
ditinjau dari segi kebakaran, maka resiko dapat dikurangi atau ditiadakan. Jumlah
bahan yang mudah terbakar sedapat mungkin dikurangi dalam penggunaannya
di proses produksi. Zat-zat padat yang mudah terbakar harus diletakakn tersusun
rapi dan aman, agar kegiatan-kegiatan dalam pekerjaan tidak terhalang. Bahan-
bahan cair yang mudah terbakar harus disalurkan ke tempat kerja melalui pipa-
pipa penyalur atau drum-drum yang dilengkapi dengan pompa tangan. Perlu
dilakukan pengaturan agar bahan cair tidak tumpah ke sekitar, misalnya dengan
penempatan drum-drum pada landasan yang menampung bahan tertumpah.

26 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


c. Meniadakan sumber-sumber terjadinya awal mula kebakaran

Pada semua proses pemanasan harus terdapat pemisah yang tepat


antara bahan-bahan yang mudah terbakar dan alat pemanas.
Pemanasan lebih dari semestinya tanpa disengaja harus dicegah
dengan pengendalian proses secar tepat.
Segala kegiatan pengeringan harus dilengkapi dengan ventilasi
mekanis yang memadai dan sebaiknya diserta dengan sistem kontrol
di antara pemanasan dan ventilasi.
Bahan-bahan yang dapat terbakar sendiri harus selalau diamati agar
tidak ada kenaikan suhu.
Semua pemasangan jaringan listrik dan peralatan listrik harus
memenuhi standar atau ketentuan-ketentuan yang berlaku
Perawatan mesin harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak
terjadi panas akibat gesekan.
Disiplin dan pendidikan dan pelatihan harus dilakukan kepada
pekerja.

Terkena Bahan-bahan Kimia


Dalam bekerja di bidang pertanian, khususnya teknologi benih penggunaan
bahan-bahan kimia tidak bisa dihindarkan, terutama dalam memberikan
perlakuan tertentu kepada benih atau dala proses kegiatan menghasilkan benih.

Untuk menghindari bahaya dari bahan-bahan kimia tersebut ada beberapa hal
yang harus diperhatikan, antara lain bacalah etiket kemasan bahan kimia yang
ada. Kenali sifat-sifat bahan kimia tersebut, apakah bahan tersebut dapat
menyebabkan gangguan atai iritasi terhadap tubuh atau tidak, dan gunakan alat
pelindung baik untuk tangan, muka ataupun hidung agar terhindar dari bahaya
bahan kimia. Penggunaan bahan kimia berbahaya harus dikurangi jika mungkin,
sesuai dengan anjuran ILO penggunaannya tidak dapat dihindarkan, maka harus
digunakan dalam batas-batas yang aman, baik terhadap manusia atau hasil
produksi.

27 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Keracunan Pestisida
Pestisida adalah bahan kimia yang dipergunakan untuk membasmi hama dan
penyakit tanaman. Sifat pestisida tersebut sangat berbahaya terhadap kesehatan
karena dapat menyebabkan sakit atau bahkan kematian. Ada beberapa jenis
insektisida berdasarkan bentuk, cara kerja dan susunan kimia dan cara
penggunaan. Ada insektisida yang disemprotkan dalam bentuk aerosol maupun
dibakar (fumigant), dioleskan dan sebagainya. Keracunan insektisida dapat
terjadi melalui bebera cara, seperti melalui kulit, mulut atau melalui hisapan
udara di hidung. Keracunan melalui kulit dapat dengan mudah terjadi jika kulit
terbuka. Oleh sebab itu dalam proses pembuatan dan penyemprotan insektisida
harus dilakukan secara hati-hati dan menggunakan peralatan pelindung agar
insektisida tidak terkena tubuh, seperti penggunaan masker, sarung tangan,
pakaian yang tertutup, dan sebagainya.

Agar terhindar dari bahaya keracunan terhadap pestisida ada beberapa hal yang
perlu dipahami antara lain :
Semua pestisida adalah racun yang berbahaya dan harus dihindari.
Oleh sebab itu harus dijauhkan dari makanan, minuman dan hewan
ternak.
Jangan mencampur pestisida melebih takaran yang ditentukan oleh
pabrik pembuatnya.
Perhatikan tanda-tanda peringatan pada kaleng kemasan, cara
penyimpanan dan cara pencampurannya, dan penggunaan.
Alat-alat untuk mencampur dan penyimpan insektisida harus
diletakkan terpisah dari gudang dan dijauhkan dari jangkauan anak-
anak.
Hindari kontak langsung antara tubuh kita dengan insektisida. Kontak
dengan insektisida tidak boleh lebih dari 8 jam setiap harinya, karena
dapat terjadi penyerapan melalui kulit.
Hindari makan, minum dan merokok sewaktu menyemprot insektisida
Setelah menyemperot dengan insektisida, cucilah pakaian dan tubuh
badan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun.

28 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Jangan menyemperotkan insektisida berlawanan dengan arah angin,
dn laranglah orang-orang atau anak-anak yang lalu lalang saat
penyemprotan insektisida dilakukan.
Jika alat penyemperot pestisida tersumbat jangan sekali-kali ditiup
atau dihisap dengan menggunakan mulut.
Gunakan pakaian pelindung badan saat melakukan penyemperotan

Resiko pekerjaan di lokasi kerja

Berbagai cara kerja digunakan di dalam bidang pertanian, dan pekerjaan terdiri
dari banyak tugas berbeda. Oleh karena pedoman ini tidak bisa menyediakan
uraian syarat-syarat keselamatan kerja yang lengkap untuk tiap-tiap variabel
yang mungkin digunakan. Dalam hal ini dipilih atas dasar teknik dan metoda
yang umum digunakan di seluruh dunia, dan kegiatan melibatkan resiko yang
paling tinggi untuk keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja di bidang
pertanian.

a. Perencanaan dan pengorganisasi kerja

Semua kegiatan pertanian harus secara menyeluruh direncanakan dan


diorganisir terlebih dulu untuk mencegah pemborosan dan untuk memastikan
tingkatan dan kontrol yang tepat terhadap pelaksanaan kerja yang aman dan
kemajuan pekerjaan. Perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan
didasarkan pada suatu rencana manajemen bidang pertanian yang harus
menunjukkan

Jenis pekerjaan yang diperlukan


Tujuan dari pekerjaan
Lokasi tempat kerja
Jadwal waktu untuk kegiatan
Spesifikasi produk atau hasil lain
Spesifikasi untuk metoda kerja

29 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Orang yang bertanggung jawab untuk melaksanakan dan mengawasi
kegiatan
Suatu rencana darurat dalam cuaca buruk atau terdapat masalah
dengan peralatan
Untuk setiap tugas metoda terbaik dan paling aman yang tersedia harus
dipilih. Penggunaannya harus dilakukan dengan metoda yang distandardisasi
dan telah disetujui. Sejauh dapat dipraktekkan, pekerjaan manual dan mesin-
mesin konvensional perlu didukung dengan mesin, terutama sekali untuk
mengurangi mengangkat dan membawa muatan berat dan untuk mengurangi
potensi bahaya yang timbul dari penanganan mesin bertenaga dan dipegang
dengan tangan.

Kebutuhan prasarana harus dinilai sebelum bekerja, dengan memperhatikan


lokasinya, kemampuan lalu lintas jalan, dan kebutuhan akan instalasi
tambahan. Semua ini harus direncanakan sesuai dengan fasilitas
pengangkutan yang digunakan oleh personil, material dan hasil.

Lokasi fasilitas perlindungan dan penyimpanan untuk perkakas, material dan


peralatan harus ditentukan dan dipersiapkan dengan baik sebelumnya, dalam
rangka mengurangi beban kerja dan meningkatkan produktivitas dengan
menghindari membawa beban yang berat dengan jarak yang panjang.

Alat-alat yang tepat untuk pengangkutan personil, perkakas, peralatan dan


bahan ke dan dari tempat kerja harus disediakan dan dirawat dalam keadaan
yang baik.

b. Pemeriksaan dan perencanaan lokasi

Lingkungan yang berbeda dimana kegiatan pertanian dilakukan memberikan


situasi berbeda. Adalah penting untuk mengevaluasi faktor-faktor lingkungan
yang mempunyai dampak terhadap keselamatan kerja sebagai bagian dari
proses perencanaan.

30 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Sebelum memulai kegiatan pertanian pada lokasi kerja baru seseorang yang
ditugaskan oleh manajemen perlu melakukan suatu penilaian resiko, sebagai
cara mengidentifikasi setiap karakteristik yang berhubungan dengan
keselamatan dan kesehatan kerja. Kedua resiko baik resiko alami atau yang
disebabkan oleh manusia harus diperhatikan. Penilaian resiko perlu
dipertimbangkan khususnya:

Topografi lapangan;
Cara kerja dan peralatan yang digunakan;
Pohon berbahaya, seperti pohon beracun, pohon busuk atau mati dan
resiko lokasi kerja lain;
Konsultasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas pohon hidup
atau pohon mati yang dapat dipertahankan dengan aman sebagai
habitat alami:
Jaringan telepon atau listrik, jalan, jalur pendakian atau ski atau
infrastruktur lain.
Resiko yang diidentifikasi harus ditandai pada peta dan di lapangan, misalnya
dengan suatu pita atau penghalang, apabila dapat dipraktekkan.

c. Pengorganisasian pekerjaan

Tugas dan tanggung-jawab para pekerja dan penyelia harus disebutkan


dengan jelas. Instruksi yang jelas harus diberikan kepada para pekerja bila
mungkin, secara tertulis, dan setidaknya secara lisan. Intruksi ini harus
meliputi:

Spesifikasi pekerjaan:
Lokasi tempat kerja;
Mesin dan perkakas yang diperlukan:
Resiko yang teridentifikasi dan aturan keselamatan kerja yang
berkaitan:
Alat pelindung diri yang diperlukan:

31 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Informasi tentang prosedur pertolongan pada kecelakaan yang
memerlukan pengungsian:
Kebutuhan untuk berhubungan dengan pekerja lain, termasuk dengan
kontraktor.

Cara kerja, peralatan dan perkakas harus aman dan mematuhi prinsip
ergonomik. Jika cara kerja alternatif tersedia, cara yang menyebabkan paling
sedikit resiko bagi keselamatan dan kesehatan kerja harus dipilih. Kegiatan
ini harus dilaksanakan sesuai dengan pedoman ini. Untuk mengurangi posisi
kerja dan beban kerja yang kurang baik dan lama pada pekerjaan tertentu,
pekerja harus diusahakan untuk melakukan rotasi pekerjaan di antara
anggota dalam kelompok mereka. Ini harus didukung oleh pelatihan pada
tugas berbeda dan dengan organisasi.

Tidak boleh ada orang bekerja di lokasi yang sangat terpencil sehingga
bantuan disaat darurat tidak dapat di peroleh. Di beberapa operasi dimana
penebangan, penyaradan atau pemuatan dilaksanakan maka harus ada tim
sekurang-kurangnya 2 pekerja yang dapat saling melihat atau mendengar
satu sama lain. Pengecualian terhadap ketentuan ini dapat dibuat untuk
pekerja yang disediakan dengan radio 2 jalur atau telepon genggam atau
peralatan komunikasi lain yang efektif.

Pengusaha harus mengadakan pengarahan terhadap pekerja sebelum


melaksanakan pekerjaan, memberi tahu mereka hasil penilaian resiko dan
memberi arahan tentang bagaimana mengatasi bahaya yang telah
diidentifikasi tersebut.

Pengawasan atas pekerjaan yang sedang berlangsung harus di percayakan


ke orang yang terlatih dan kompeten. Jika pekerjaan menjadi tidak aman
karena kondisi cuaca yang buruk atau gelap, pekerjaan harus dihentikan
sampai kondisi berubah yang memungkinkan operasi yang aman.

Bila pekerjaan dalam keadaan gelap tidak dapat di hindarkan, lokasi kerja
harus disiapkan dengan pencahayaan yang cukup untuk menjaga standar
keselamatan yang normal. Dalam menghadapi bahaya yang tidak diduga

32 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


atau tugas tidak dapat dilaksanakan dengan cara yang aman, seperti yang
akan dijelaskan dalam, maka pekerjaan harus dihentikan dan berkonsultasi
dengan supervisor yang kompeten tentang bagaimana melanjutkannya.

Apabila beberapa petugas kontraktor atau pekerja mandiri bekerja pada


lokasi yang sama, maka harus dibuat pengaturan untuk menjamin koordinasi
dan penugasan serta komunikasi tanggung jawab untuk pengawasan.

Setiap pekerjaan yang menimbulkan ancaman terhadap keselamatan


pengunjung, termasuk masyarakat umum, harus dilarang masuk tanpa ijin
dengan tanda-tanda yang dapat ditunjukkan seperti bahaya, penebangan
pohon atau dilarang masuk, operasi perkayuan. Bila pekerjaan yang
berbahaya dilaksanakan di sepanjang jalan umum, maka jalan tersebut
setidaknya ditutup dalam jarak yang aman selama pekerjaan. Panjang jalan
yang ditutup harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari otoritas jalan
raya atau polisi.

Perlindungan dari cuaca yang tidak menguntungkan dan potensi bahaya


biologi

Operasi bidang pertanian di lapangan umumnya dilakukan dalam kondisi cuaca


yang tidak menguntungkan dan adanya potensi bahaya biologi. Dalam keadaan
seperti ini, harus diambil langkah khusus untuk:

Mencegah penyakit yang disebabkan cuaca panas.


Perlindungan para pekerja dari radiasi ultraviolet yang berlebihan.
Perlindungan pekerja dari cuaca atau kondisi iklim yang dapat
menyebabkan kecelakaan atau penyakit, seperti hujan, petir, salju, dan
temperatur rendah.
Meminimalkan ketidaknyamanan yang disebabkan gigitan atau
sengatan serangga, sepanjang hal tersebut dapat dilaksanakan.

Para pekerja harus dapat mengenali gejala-gejala penyakit yang berhubungan


dengan panas dan cara mengatasi setiap kondisi. Untuk menghindari penyakit-

33 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


penyakit yang berhubungan dengan panas, maka aturan kerja harus
dikembangkan dan dijalankan dengan baik yang memungkinkan para pekerja
untuk beristirahat di tempat yang teduh.

Bagi para pekerja harus disediakan pakaian kerja yang baik untuk melindungi
tubuh dan kepala dalam menghadapi kondisi cuaca buruk, sesuai dengan
standar nasional dan internasional. Pakaian kerja di buat dari katun umumnya
enak dipakai untuk bekerja di iklim panas. Namun harus dicatat, bahwa baju
katun tidak memberi perlindungan yang memadai dari radiasi ultraviolet di
daerah-daerah beriklim tropis dan sub tropis, dan penahan sinar matahari dapat
digunakan sebagai tambahan.

Para pekerja harus dilengkapi dengan penolak serangga efektif, jika diperlukan,
waktu memilih dan menggunakan penolak serangga, haruslah dicatat bahwa
aplikasi unsur tersebut dalam periode lama dapat menyebabkan iritasi kulit dan
mata yang serius, terutama sekali bila berkombinasi dengan cahaya matahari
yang intensif.

Apabila memungkinkan, pekerjaan harus dilaksanakan pada saat iklim paling


baik bagi pekerja. Musim dari setahun dan waktu kerja sehari-hari dapat
mempunyai pengaruh yang besar dalam mengurangi paparan berlebihan
terhadap cahaya matahari, temperatur yang ekstrim.

Lembar Informasi 2: Melaksanakan Prosedur Kesehatan Kerja

a) Pengertian Kesehatan
Kesehatan perusahan adalah spesialisasi dalam ilmu higiene beserta
prakteknya yang dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor
penyebab penyakit kwalitatif dan kwantitatif alam lingkungan kerja dan
perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar
tindakan korektif kepada lingkungan tersebut serta bila perlu pencegahan,
agar pekerja dan masyarakat sekitar suatu perusahaan terhindar dari bahaya
akibat kerja serta memungkinkan mengecap derajat kesehatan setinggi-
tingginya.
34 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Prinsip prinsip dan dasar dasar sanitasi dan higiene perlu dipelajari
dengan baik sehingga suatu perusahaan pengolahan hasil pertanian akan
dapat mengembangkan dan menetapkan metoda ataupun program sanitasi,
higiene dan keselamatan kerja yang baik, yang diberlakukan di perusahaan
tersebut. Adanya suatu program sanitasi dan higiene yang baku akan dapat
digunakan sebagai tolak ukur menilai apakah suatu kondisi saniter telah
tercapai dan terpelihara dengan baik atau belum.

Hakekat higiene perusahaan dan kesehatan kerja adalah dua hal :

Sebagai alat untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-
tingginya, baik buruh, petani, nelayan, pegawai negeri, atau pekerja-pekerja
bebas, dengan demikian dimaksudkan untuk kesejahteraan tenaga kerja.

Sebagai alat untuk meningkatkan produksi, yang berlandaskan kepada


meningginya effisiensi dan daya produktivitas faktor manusia dalam produksi.
Oleh karena hakikat tersebut selalu sesuai dengan maksud dan tujuan
pembangunan di dalam suatu negara, maka Higiene Perusahaan dan
Kesehatan Kerja selalu harus diikutsertakan dalam pembangunan tersebut.

Progran sanitasi Higiene perusahaan dan keselamatan kerja baku ini harus
mencakup semua aspek produksi. Program ini hendaknya diterapkan mulai
dari aspek-aspek urusan rumah tangga umum, penanganan dan
penyimpanan bahan baku, pengolahan, penggudangan, sampai kepada
usaha-usaha pengendalian binatang pengganggu, pembuangan dan
penanganan limbah dan fasilitas umum lainnya, sedangkan program higiene
terutama mencakup higiene pekerja, meliputi aspek kesehatan umum,
kebersihan, dan penampilan umum.

Tujuan utama dari Higien Perusahan dan Kesehatan Kerja adalah


menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Tujuan demikian mungkin
dicapai, oleh karena terdapatnya korelasi diantara derajat kesehatan yang

35 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


tinggi dengan produktivitas keja atau perusahaan, yang didasarkan
kenyataan-kenyataan sebagai berikut :

1) Untuk efisiensi kerja yang optimal dan sebaik-baiknya, pekerja harus


dilakukan dengan cara dan dalam lingkungan kerja yang memenuhi syarat-
syarat kesehatan. Lingkungan dan cara dimaksud meliputi di antaranya
tekanan panas, penerangan di tempat kerja, debu di udara ruang kerja, sikap
badan, penserasian manusia dan mesin, pengekonomian upaya. Cara dan
ligkungan tersebut perlu disesuaikan juga dengan tingkat kesehatan dan
keadaan gizi tenaga kerja yang bersangkutan.
2) Biaya dari kecelakaan dan penyakit-penyakit akibat kerja, serta penyakit
umum yang meningkat jumlahnya oleh karena pengaruh yang memburukkan
keadaan oleh bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh pekerjaan adalah sangat
mahal dibandingkan dengan biaya untuk pencegahannya. Biaya-biaya kuratif
yang mahal seperti itu meliputi pengobatan, perawatan di rumah sakit,
rehabilitasi, absenteisme, kerusakan mesin, peralatan dan bahan oleh karena
kecelakaan, terganggunya pekerjaan, dan cacat yang menetap.

b) Kondisi-kondisi Kesehatan Yang Menyebabkan Rendahnya


Produktivitas Kerja
Bedasarkan hasil survey dan pengamatan Lembaga Nasional Higiene
Perusahaan dan kesehatan Kerja Departemen Tenaga Kerja tentang
kesehatan yang berhubungan dengan produktifitas kerja diperoleh gambaran
terlihat adanya kondisi-kondisi kesehatan yang ditinjau dari sudut produktivitas
tenaga kerja sangat tidak menguntungkan. Adapun kondisi-kondisi tersebut
dalah sebagai berikut:

1) Penyakit Umum
Baik pada sektor pertanian, maupun sektor pertambangan, industri, dan lain-
lainnya, penyakit yang paling banyak terdapat adalah penyakit infeksi,
penyakit endemik dan penyakit parasit.

36 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2) Penyakit Akibat Kerja
Penyakit seperti pneumoconioses, dermatoses akibat kerja, keracunan bahan
kimia, gangguan-gangguan menatal psikologi akibat kerja, dan lainlain benar-
benar terdapat pada tenaga kerja.

3) Kondisi Gizi
Keadaan gizi pada buruh-buruh menurut pengamatan yang pernah dijalankan
sering tidak menguntungkan ditinjau dari sudut produktivitas kerja. Adapun
keadaan gizi kurang baik dikarenakan baik dikarenakan penyakit-penyakit
endemis dan parasitis, kurangnya pengertian tentang gizi, kemampuan
pengupahan yang rendah, dan beban kerja yang terlalu besar.

4) Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja sering kurang membantu untuk produktivitas optimal tenaga
kerja. Keadaan suhu, kelembaban, dan gerak udara memberikan suhu efektif
diluar kenikmatan kerja.

5) Perencanaan
Perencanaan atau pemikiran tentang penserasian manusia dan mesin serta
perbaikan cara kerja sesuai dengan modernisasi yang berprinsip sedikit-
dikitnya energi tetapi setinggi-tingginya output kerja pada umumnya belum
diketahui. Untuk mengatasi pengaruh buruk, dari kondisi-kondisi kesehatan
kepada pembangunan tanah air, khususnya meliputi sektor tenaga kerja
produktif, maka perlu dibina keahlian higiene perusahaan dan kesehatan kerja
sebagai inti keahlian. Dan perlu dibina keahlian tenaga kesehatan pada
tingkat perusahaan dan perlu ditingkatkan pengerahan tenaga-tenaga
kesehatan kedalam sektor produksi.

c) Sanitasi Peralatan dan Proses Pengolahan

1) Lokasi hendaknya tidak terletak pada arah angin dari sumber


pencemaran debu, asap, bau dan pencemaran lainnya, jarak antara
sumber pencemaran dengan Lahan tidak boleh kurang dari 100 meter.

37 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2) Pekarangan di sekeliling tanaman atau unit pengolahan hendaknya
dipelihara kebersihannya. Kebersihan yang terjaga dengan baik, akan
menghasilkan dipelihara kebersihannya. Kebersihan yang terjaga dengan
baik akan mengurangi potensi bahaya dan masalah yang mengancam
kelancaran proses produksi.
3) Lantai, gang, tangga dan jalan keluar / masuk ruang pengolahan harus
bersih, bebas sampah, tidak licin dan tidak berminyak, bebas oli, dan
tidak ada air yang menggenang
4) Kondisi Lahan secara umum harus bersih, kedap air, tidak licin, rata
sehingga tidak ada genangan air
5) Kamar mandi dan WC, tempat cuci kaki dan tangan juga harus selalu
dijaga kebersihannya. Pada fasilitas ini perlu tersedia air yang cukup,
tissue /pengering, sabun, dan tempat sampah. WC dan kamar mandi
hendaknya terletak jauh dari ruang pengolahan

Lembar Informasi 3 : Membuat prosedur kondisi darurat yang sesuai

1. Penanganan kondisi darurat di lapangan dan penanganannya


Banyak resiko pekerjaan yang akan terjadi di lapangan yang dihadapi oleh
pekerja dalam bidang pertanian, khususnya bidang teknologi benih dari hal-hal
yang kecil seperti terlukanya anggota tubuh, digigit hewan berbisa dan buas,
keracuan bahan kimia dan pestisida dan lain-lain yang mungkin saja terjadi.

Biasanya bila bekerja di lapangan lokasinya jauh dari pemukiman atau tempat
berobat jika kecelakaan terjadi. Oleh sebab itu maka menghidari dan mengatasi
terjadinya kecelakan di lapangan, maka kepada setiap pekerja harus dibekali
dengan kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama pada saat
terjadinya kecelakaan.

Umumnya para pekerja bidang pertanian di lapangan bekerja dalam


kelompok kecil di lokasi terpisah, tiap-tiap pekerja harus dilatih dalam
PPPK. Pelatihan ini harus meliputi perawatan luka terbuka, dan resusitasi.

38 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Dalam area di mana pekerjaan melibatkan resiko keracunan oleh bahan
kimia atau asap, ular, serangga atau laba-laba penggigit atau bahaya
spesifik lain, maka pelatihan pertolongan pertama harus diperluas melalui
konsultasi dengan orang atau organisasi yang berkualitas.
Pelatihan pertolongan pertama harus dilakukan secara berulang pada
interval yang teratur untuk memastikan bahwa keterampilan dan
pengetahuan tidak menjadi ketinggalan jaman atau dilupakan.
Ketetapan tentang fasilitas PPPK dan personil yang terlatih harus
ditetapkan hukum dan peraturan.
Alat atau kotak PPPK yang dirawat dengan baik harus siap tersedia di
tempat kerja dan dilindungi terhadap pencemaran oleh kelembaban dan
kotoran. Wadah ini harus ditandai dengan jelas dan tidak berisi apapun
selain peralatan PPPK.
Semua operator harus diberitahukan tentang lokasi peralatan PPPK dan
prosedur untuk memperoleh persediaan.

2. Manajemen resiko
Untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan di pekerjaan, ada beberapa hal yang
harus dipahami oleh semua pihak, antara lain:

Pengusaha harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk


mengidentifikasi secara sistematis resiko keselamatan dan kesehatan kerja
yang mungkin mempengaruhi atau timbul dari kegiatan pekerjaan dibidang
pertanian khususnya teknologi benih.
Identifikasi harus meliputi potensi bahaya dan resiko yang nyata dan
berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja, kecelakaan dan situasi
keadaan darurat.
Untuk masing-masing kegiatan dan tugas harus dilaksanakan suatu
evaluasi resiko. Setiap resiko harus diidentifikasi dan dicatat.
Prosedur harus dipelihara untuk mengevaluasi resiko dan pengaruh dari
potensi bahaya yang teridentifikasi, dengan memperhatikan frekwensi di
mana keselakaan paling sering terjadi.
Berdasarkan hasil evaluasi resiko, perusahaan harus menetapkan tujuan
untuk menurunkan resiko sampai tingkat serendah mungkin, dan
39 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
memikirkan dan melaksanakan tindakan pencegahan yang sesuai.
Tindakan ini harus meliputi aplikasi pemeriksaan lokasi rutin dan
perencanaan seperti halnya prinsip organisasi pekerjaan.
Para manajer, penyelia dan pekerja harus terlibat dalam identifikasi resiko
dan pengaruhnya terhadap keselamatan, kesehatan atau lingkungan kerja.

3. Pelaporan, pencatatan, penyelidikan dan pemberitahuan penyakit dan


kecelakaan kerja

3.1. Ketentuan Umum

Pelaporan, pencatatan, pemberitahuan dan penyelidikan tentang kecelakaan dan


penyakit akibat kerja harus dikerjakan untuk:

(a) menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang kecelakaan dan


penyakit akibat kerja pada tingkat perusahaan dan nasional;

(b) mengidentifikasi permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja utama


yang timbul dari kegiatan kehutanan:

(c) menentukan prioritas tindakan:

(d) meningkatkan cara efektif yang berkaitan dengan kecelakaan dan


penyakit akibat kerja:

(e) memantau keefektifan yang diambil untuk menjamin tingkat kepuasan


keselamatan dan kesehatan kerja.

Para pekerja dan wakil mereka harus diberi informasi yang tepat oleh pengusaha
mengenai pengaturan untuk pelaporan, pencatatan dan pemberitahuan informasi
tentang kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

3.2. Kejadian-kejadian untuk pelaporan dan pemberitahuan

Hal yang harus dilaporkan dan diberitahukan, yaitu:

(a) semua kecelakaan fatal.

(b) kecelakaan kerja yang menyebabkan hilangnya waktu kerja, selain dari

40 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


kerugian tidak bermakna.

(c) semua penyakit akibat kerja yang termasuk dalam daftar nasional atau
yang tercakup oleh definisi penyakit yang mempengaruhi setiap orang,
apakah yang dipekerjakan atau usaha mandiri.

Untuk maksud manajemen keselamatan dan kesehatan kerja internal,


pencatatan pada tingkat perusahaan diperluas dari syarat-syarat yang ditetapkan
di atas yang meliputi kecelakaan selama perjalanan pulang pergi, kecelakaan
dan kejadian berbahaya yang tidak menyebabkan hilangnya waktu kerja.

3.3. Praktek pelaporan, pencatatan, pemberitahuan dan penyelidikan

Pelaporan, pencatatan, pemberitahuan dan penyelidikan tentang kecelakaan dan


penyakit akibat kerja harus mengikuti prosedur standar untuk memastikan
pengumpulan informasi yang dapat dipercaya.Semua kecelakaan dan penyakit
akibat kerja harus dilaporkan secara tertulis dengan menggunakan suatu format
standar. Informasi mengenai kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang harus
diberitakan dan format standar pemberitahuan yang disarankan harus ditetapkan
oleh hukum dan peraturan nasional. Penggolongan jenis informasi spesifik yang
harus digunakan untuk pencatatan dan pemberitahuan pada tingkat perusahaan
dan nasional harus mematuhi versi terbaru dari standar internasional yang
diadopsi, khususnya mengenai kegiatan ekonomi (ISIC), jabatan (ISCO),
ketenagakerjaan (ICSE) dan kecelakaan dan penyakit akibat kerja (lihat acuan
dan bacaan lebih lanjut di bagian belakang buku).

Kecelakaan dan penyakit akibat kerja harus diberitahukan kepada yang


disyaratkan oleh hukum dan peraturan, antara lain kepada:

(a) keluarga korban kecelakaan, yang harus diberitahukan secepat mungkin.

(b) otoritas yang kompeten.

(c) otoritas ganti-rugi yang sesuai (sebagai contoh jaminan sosial atau
penjamin asuransi).

41 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


(d) badan/instansi yang menyusun statistik keselamatan dan kesehatan kerja
kerja nasional.

(e) badan/instansi lain yang terkait.

D. Aktifitas Pembelajaran
1) Penguasaan konsep
Anda akan melakukan kegiatan memahami Kesehatan dan Keselamatan
Kerja.
Apa yang anda lakukan dalam memahami Kesehatan dan Keselamatan
Kerja.
Setelah memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Prosedur apa yang harus diikuti dalam memahami Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
Penggunaan alat dan bahan untuk mendokumentasikan untuk memahami
Kesehatan dan Keselamatan Kerja, jelaskan.

2). Mengenal Fakta


Melakukan observasi, peserta melakukan observasi, dalam kegiatan
memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja, kegiatan dikoordinir oleh
widyaiswara.
Observasi dilakukan secara berkelompok pada tempat yang berbeda
Observasi dilakukan untuk memahami Kesehatan dan Keselamatan
Kerja.
Dari hasil observasi ini selanjutnya merumuskan memahami Kesehatan
dan Keselamatan Kerja.
Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk kompetensi
dasar memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

42 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


3). Merefleksikan.
Setelah peserta diklat melakukan penguasaan konsep dan mengenal fakta,
selanjutnya peserta diklat melakukan refleksi bagaimana anda akan memahami
Kesehatan dan Keselamatan Kerja berdasarkan konsep dan hasil observasi di
hutan.

4). Melakukan analisis dan sintesis


Analisis daya dukung, peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktek untuk
mengetahui tingkat kesesuaiannya dalam memahami Kesehatan dan
Keselamatan Kerja secara berkelompok.
Sintesis, peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan hasil
analisis terhadap tingkat kesesuaian daya dukung, peserta diklat
melakukan rekontruksi/modifikasi terhadap hasil refleksi dalam
kegiatan memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

5). Menyusun dan Melaksanakan Rencana Kerja


Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana Kesehatan dan Keselamatan Kerja, rencana
kerja/proposal memuat metode persiapan yang akan dilaksanakan,
kriteria keberhasilan, waktu pencapaian dan jadwal kegiatan, serta
pembagian tugas kelompok.
Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana Kesehatan dan
Keselamatan Kerja yang akan dilaksanakan dengan
memperhatikan daya dukung dan persyaratan teknis dalam
memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Apabila ada
kesulitan peserta dapat mendiskusikan dengan fasilitator.
Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran
setiap anggota masyarakat.

43 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakukan
pengamatan dan pencacatan data kegiatan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja yang dilaksanakan. Lembar pengamatan
disiapkan peserta diklat setelah mendapat persetujuan fasilitator.
Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan. Peserta diklat
melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan
Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik / rekomendasi
terhadap metode Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Perumusan
umpan balik ini juga harus mempertimbangkan dasar teori, fakta
dan kondisi hasil kerja.

E. Latihan/Kasus/Tugas
1) Menjelaskan konsep dan peraturan K3 dalam kegiatan agribisnis
tanaman pangan
2) Menjelaskan prosedur K3 dalam kegiatan agribisnis tanaman pangan

F. Rangkuman
Kesehatan Kerja di Perusahaan
1. Higiene Perusahaan adalah spesialisasi dalam Ilmu Higiene beserta
prakteknya dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor
penyebab penyakit kwalitatif dan kwantitatif dalam lingkungan kerja
dan perusahaan melalui pengukuran yang hasilnya dipergunakan
untuk dasar tindakan korektif kepada lingkungan tersebut serta bila
perlu pencegahan, agar pekerja dan masyarakat sekitar suatu
perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja serta dimungkinkan
mengecap derajat kesehatan setinggi-tingginya.

44 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2. Kesehatan Kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran
beserta prakteknya yang bertujuan, agar pekerja / masyarakat pekerja
memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik maupun
sosial.
3. Kebersihan adalah modal utama dalam suatu kegiatan pengolahan
yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk yang bermutu tinggi
dan higienitas.

Keselamatan Kerja
1. Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin,
pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat
kerja dan lingkungan serta cara cara melakukan pekerjaan.
4. Keselamatan kerja bersasaran di segala tempat kerja, baik di darat, di
dalam tanah, di permukaan air di dalam air, maupun di udara.
5. Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja mengingat resiko
bahayanya adalah penerapan teknologi terutama teknologi yang lebih
maju dan modern.
6. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja, keselamatan
kerja adalah dari, oleh dan untuk setiap tenaga kerja serta orang lainnya
dan juga masyarakat pada umumnya. Keselamatan kerja erat
bersangkutan dengan peningkatan produksi dan produktivitas.
7. Keselamatan kerja harus ditanamkan sejak anak kecil dan menjadi
kebiasaan hidup yang dipraktekkan sehari-hari.

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut


Peserta pelatihan setelah mempelajari modul pelatihan ini diminta untuk
memberikan tanggapan terhadap materi didalam modul ini dan juga diminta
menganalisis materi-materi yang dapat diimplementasikan di sekolah. Adapun
kegiatan umpan balik yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Apa saja yang telah saya lakukan berkaitan dengan materi kegiatan belajar
ini?
Bagaimana pikiran/perasaan saya tentang materi kegiatan belajar ini?

45 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Apa saja yang telah saya lakukan yang ada hubungannya dengan materi
kegiatan ini tetapi belum ditulis di materi ini?
Materi apa yang ingin saya tambahkan?
Bagaimana kelebihan dan kekurangan materi materi kegiatan ini?
Manfaat apa saja yang saya dapatkan dari materi kegiatan ini?
Berapa persen kira-kira materi kegiatan ini dapat saya kuasai?
Apa yang akan saya lakukan?

H. Kunci Jawaban
1. Keselamatan dan kesehatan kerja adalah keselamatan dan kesehatan
yang berhubungan erat dengan mesin, peralatan kerja, bahan dan
proses pengolahan, landasan kerja serta lingkungan serta cara-cara
melakukan pekerjaan. Sasaran program K3 adalah segala tempat kerja,
baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, maupun di dalam air.
Tempat-tempat kerja tersebar pada segenap kegiatan ekonomi, seperti
pertanian, industri, pertambangan, perhubungan, pekerjaan umum jasa
dan lain-lain.

2. Setiap perusahaan wajib melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai


berikut :

Menerapkan kebijakan K3 dan menjamin komitmen terhadap


penerapan sistem manajemen K3
Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran
penerapan K3
Menerapkan kebijakan K3 secara efektif dengan mengembangkan
kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan
mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran K3
Mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja K3 serta
melakukan tindakan perbaikandan pencegahan
Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan sistem K3
secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja
K3.
46 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kegiatan Pembelajaran 2. Persyaratan Tumbuh

A. Tujuan

Dengan mempelajari modul ini dan sumber belajar yang lain serta peralatan yang
memadai, maka peserta diklat mampu memahami persyaratan tumbuh pada
paket keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.

B. Pencapaian indikator kompetensi

Pencapaian indikator kompetensi persyaratan tumbuh pada paket keahlian


Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura adalah Menjelaskan jenis dan
kebutuhan persyaratan tumbuh tanaman pangan dan hortikultura

C. Uraian Materi

Kompetensi dasar ini membahas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap


pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman dalam pertumbuhan dan
perkembangannya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau ekologi
dimana tanaman tersebut tumbuh. Tanaman yang ditumbuhkan pada
lingkungan yang memenuhi kebutuhan syarat tumbuhnya, tanaman akan tumbuh
dan berproduksi secara optimal. Hal ini sebaliknya akan terjadi akan dapat
terjadi apabila tanaman tersebut tumbuh pada lingkungan yang tidak/kurang
mendukung.

Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman


dapat dikelompokkan atas : 1) factor iklim (cahaya, suhu, keadaan udara, 2)
factor medium tumbuh (tanah, air) dan 3) factor biologis (organisme bermanfaat
dan tidak bermanfaat). Dalam modul ini akan dibahas ketiga faktor tersebut.

a. Unsur

Tanaman untuk tumbuh dan berkembang memerlukan cahaya, suhu, kondisi


udara, tanah dan air. Coba perhatikan di lingkungan kita ada tanaman yang
tumbuhnya perlu cahaya banyak contoh: padi, jagung, cabai, mangga,

47 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


durian dan lain-lain, tetapi ada juga tanaman yang tumbuh pada tempat yang
ada naungan/perlu naungan, misalnya tanaman hias anggrek, aglonema,
anterium, kunyit, jahe, kapulaga dan lain-lain. Begitu juga kebutuhan suhu,
ada tanaman yang hidupnya di daerah dingin (suhu rendah siang < 20oC)
misalnya wortel, bunga mawar, kentang dan lain-lain, sebaliknya ada
tanaman yang hidup optimal di daerah suhu panas, misalnya jenis kaktus,
kelapa, mangga dan lai-lain. Untuk itu apabila kita akan membudidayakan
tanaman agar tanaman tumbuh dan berproduksi secara optimal, kita perlu
memahami betul kebutuhan tanaman tersebut akan cahaya, suhu,
kelembaban (unsur), unsur tanah dan air.

Iklim adalah rata-rata keadaan cuaca pada daerah yang luas dan dalam
waktu yang lama, sekitar 30 tahunan.

Cuaca adalah keadaan udara pada suatu tempat dan pada waktu yang
singkat atau tertentu, sehingga cuaca selalu berubah-ubah dan daerahnya
juga tidak begitu luas.

Perbedaan pokok antara cuaca dari iklim adalah terletak pada daerah dan
waktu

Unsur-unsur iklim yang pokok meliputi radiasi matahari, suhu, kelembaban


udara, tekanan udara, awan, presipitasi, evaporasi, angin.

1). Peranan unsur-unsur iklim bagi tanaman

a). Pertumbuhan dan produksi tanaman merupakan hasil akhir dari proses
fotosintesis dan berbagai proses fisiologi lainnya. Proses fotosintesis
sebagai proses awal kehidupan tanaman pada dasarnya adalah proses
fisiologi dan fisika yang mengkonversi energi surya (matahari) dalam bentuk
gelombang elektromagnetik menjadi energi kimia dalam bentuk karbohidrat.
Sebagian energi kimia tersebut direduksi/dirombak menjadi energi kinetik
dan energi termal melalui proses respirasi, untuk memenuhi kebutuhan
internal tanaman. Sedangkan bagian lainnya direformasi menjadi beberapa

48 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


jenis senyawa organik, termasuk asam amino, protein dan lain-lain melalui
beberapa proses metabolisme tanaman.

b). Selain radiasi surya, proses fotosintesis sangat ditentukan oleh ketersediaan
air, konsentrasi CO2 dan suhu udara. Sedangkan proses respirasi dan
beberapa proses metabolisme tanaman secara signifikan dipengaruhi oleh
suhu udara dan beberapa unsur iklim lain. Proses transpirasi yang
menguapkan air dari jaringan tanaman ke atmosfer merealisasikan proses
dinamisasi dan translokasi energi panas, air, hara dan berbagai senyawa
lainnya di dalam jaringan tanaman. Secara fisika, proses transpirasi tanaman
sangat ditentukan oleh ketersediaan air tanah (kelembaban udara), radiasi
surya, kelembaban nisbi dan angin.

Selain proses fotosintesis, proses pembungaan, pengisian biji dan


pematangan biji atau buah juga sangat dipengaruhi oleh radiasi surya
(intensitas dan lama penyinaran), suhu udara dan kelembaban nisbi serta
angin. Oleh sebab itu, produkstivitas dan mutu hasil tanaman yang banyak
ditentukan pada fase pengisian dan pematangan biji atau buah sangat
dipengaruhi oleh berbagai unsur iklim dan cuaca, terutama radiasi surya dan
suhu udara.

c). Secara aktual, berbagai proses fisiologi, pertumbuhan dan produksi tanaman
sangat dipengaruhi oleh unsur cuaca, yaitu keadaan atmosfer dari saat ke
saat selama umur tanaman, ketersediaan air (kelembaban tanah) sangat
ditentukan oleh curah hujan dalam periode waktu tertentu dan disebut
sebagai unsur iklim, yang pada hakikatnya adalah akumulasi dari unsur
cuaca (curah hujan dari saat ke saat). Demikian juga, pertumbuhan dan
produksi tanaman merupakan manivestasi akumulatif dari seluruh proses
fisiologi selama fase atau periode pertumbuhan tertentu oleh sebab itu
dalam pengertian yang lebih teknis dapat dinyatakan bahwa pertumbuhan
dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai unsur iklim (sebagai
akumulasi keadaan cuaca) selama pertumbuhan tanaman.

49 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2). Pemanfaatan Informasi Iklim dalam Pertanian

Secara teknis dalam budidaya tanaman, hampir semua unsur iklim


berpengaruh terhadap produksi dan pengelolaan tanaman. Namun masing-
masing mempunyai pengaruh dan peran yang berbeda teradap berbagai
aspek dalam budidaya tanaman.

Sedangkan secara konseptual, pendekatan dan informasi iklim dalam


pembangunan pertanian berkaitan dengan 5 aspek atau kegiatan yaitu

a). Pengembangan wilayah dan komoditas pertanian seperti kesesuaian


lahan, perencanaan tata ruang, pemwilayahan agroekologi dan
komoditi, sistem informasi geografi (GIS) dan lain-lain

b). Perencanaan kegiatan operasional (budidaya) pertanian, seperti


perencanaan pola tanam, pengairan, pemupukan, PHT
(pengendalian factor biotik/abiotik terpadu), panen, dan lain-lain

c). Peramalan dan analisis sistem pertanian, seperti daya dukung lahan,
ramalan produksi, pendugaan potensi hasil dan produktivitas
pertanian

d). Pengelolaan dan konservasi lahan (tanah dan air)

e). Menunjang kegiatan penelitian komoditas dan sumberdaya lahan serta


pengkajian teknologi pertanian, terutama dalam merumuskan atau
menyimpulkan hasilnya.

3). Pengaruh cahaya, temperature, keadaan udara dan kelembaban udara pada
tanaman dapat terjadi sebagai berikut;

a). Radiasi matahari


Energi matahari adalah sumber utama dari energi atmosfir, penyebarannya
di seluruh muka bumi adalah merupakan pengendalian yang besar terhadap
cuaca dan iklim. Energi matahari adalah pokok dari sebab semua
perubahan-perubahan dan pergerakan di dalam atmosfir. Energi matahari

50 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


berpengaruh terhadap suhu udara, mempengaruhi sifat pada tanaman
maupun binatang.
Tanaman memerlukan sinar matahari sebagai sumber energi dalam proses
fotosintesa. Hasil fotosintesa tanaman menghasilkan gula (karbohidrat).
Karbohidrat inilah oleh tanaman digunakan untuk energi pertumbuhan. Oleh
karena itu sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman. Setiap jenis
tanaman kebutuhan energi berbeda-beda, ada jenis tanaman yang perlu
sinar matahari banyak (100% cahaya) ada yang sedikit (kurang dari 100%).

Proses fotosintesa
cahaya
CO2 + H2O C6H12O6 + energi

Matahari adalah sumber energi terbesar bagi fotosintesa dan proses


metabolisme tanaman lainnya, namun radiasi matahari yang mencapai
permukaan bumi jumlahnya sedikit sekali. Hal ini disebabkan oleh adanya
berbagai gas, uap air, dan debu sebagai komponen atmosfer bumi yang
menyerap sebagian besar radiasi matahari tersebut (misalnya ozon yang
menyerap cahaya gelombang panjang sehingga menghindarkan
peningkatan suhu yang berlebihan pada permukaan bumi). Jadi atmosfer
bumi pada hakekaktnya adalah suatu selubung gas yang menyaring
sebagian besar cahaya tampak (visible light) dalam jumlah yang cukup
memadai untuk fotosintesis dan sedikit sekali meloloskan cahaya tidak
tampak (invisible light), sehingga suhu permukaan bumi tetap terjaga pada
tingkat yang moderat (sedang)

Ada tiga factor cahaya yang penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, yaitu : 1) intensitas, 2) kualitas, 3) fotoperiodesitas.
Intensitas cahaya berkaitan dengan keadaan dimana cahaya berada dalam
jumlah yang memungkinkan tanaman untuk berfotosintesis
Kualitas cahaya merujuk pada komposisi panjang gelombang yang dapat
mempengaruhi tanaman untuk melangsungkan metabolisme terutama
fotosintesis.

51 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Fotoperiodesitas adalah lama waktu memicu terjadinya fotosintesis. Jadi
pada prinsipnya peran factor cahaya dalam pertumbuhan dan
perkembangan tanaman adalah berkaitan dengan keberlangsungan proses
fotosintesa di dalam tanaman bersangkutan.

(1). Pengaruh intensitas cahaya


Berdasarkan kebutuhannya akan intensitas cahaya optimum, tanaman dapat
dikelompokan menjadi:
Tanaman yang menghendaki intensitas cahaya matahari rendah
tanaman tersebut ditanam perlu dinaungi contoh : anggrek, tanman hias
anterium, temu-temuan ( jahe , kunyi dll)
Tanaman yang menghendaki intensitas cahaya matahari sedang
tanaman setengah naungan contoh: temu-temuan ( jahe , kunyi dll), kopi
Tanaman yang menghendaki intensitas cahaya matahari tinggi
tanaman cahaya penuh contoh : jagung, karet, kelapa dll
Tanaman yang tumbuh dengan baik pada segala kondisi intensitas cahaya
matahari tanaman cahaya dan naungan, contoh: sawi,

Tanaman yang tumbuh di bawah kondisi tanpa cahaya, tetapi memperoleh


suplai makanan dari organ penyimpanan (misalnya biji atau umbi) akan
bewarna kuning dan tumbuh memanjang dengan batang lemah. Ekspresi
morfologis berupa pemanjangan organ tanaman karena kekurangan cahaya
disebut etiolasi.

(2). Pengaruh Kualitas Cahaya

Komposisi cahaya dapat mempengaruhi laju pertumbuhan tanaman, yang


dapat dilihat dari berat kering tanaman serta fase-fase vegetative-
reproduktifnya. Dalam kaitannya dengan fase vegetative-reproduktif,
terdapat hubungan antara cahaya merah (red) dan cahaya merah-jauh (far-
red). Pada umumnya cahaya merah berpengaruh meningkatkan
perkecambahan benih, pertumbuhan kecambah pada sejumlah spesies, dan
meningkatkan pembentukan primordia bunga pada tanaman hari panjang.

52 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


(3). Pengaruh lama cahaya

Cahaya juga mempengaruhi berbagai proses tanaman yang lain, seperti


perkecambahan, pembentukan umbi, pembungaan dan ekspresi kelamin.
Pengaruh cahaya terhadap perkembangan tanaman seringkali berkaitan erat
dengan lama periode cahaya dan periode gelap, atau yang disebut
fotoperiodesitas.

Pada umumnya, semakin lama periode cahaya (asalkan factor-faktor lain


dalam keadaan optimum), maka semakin banyak karbohidrat yang dibentuk
pada fotosintesa, dan semakin pendek periode malamnya semakin sedikit
karbohidrat yang digunakan untuk respirasi. Sebagai contoh, stroberi yang
ditanama pada musim panas di daerah beriklim sedang dengan waktu siang
lebih lama daripada malamnya, memberikan hasil yang lebih besar dengan
rasa buah yang lebih manis dengan aroma yang lebih baik dibandingkan
stroberi yang dihasilkan di daerah tropic yang memiliki panjang hari dan
panjang malam relatif sama.

Periode cahaya juga menentukan inisiasi pembentukan kuncup bunga.


Tanaman yang menghendaki periode cahaya lebih panjang (14-16 jam per
hari) daripada periode gelap untuk inisiasi pembentukan bunganya disebut
tanaman hari panjang, sedangkan tanaman yang menghendaki lama cahaya
lebih pendek (8-10 jam per hari) daripada periode gelap disebut tanaman
hari pendek. Sementara itu, tanaman yang pembungaannya tidak
dipengaruhi oleh panjang hari disebut tanaman netral (tidak sensitif terhadap
panjang hari).

Bila tanaman hari pendek ditanam di bawah kondisi hari panjang, maka akan
terbentuk karbohidrat dan protein dalam jumlah yang besar, yang kemudian
digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan batang, daun, dan akar.
Oleh karena itu, pada tanaman tersebut pertumbuhan fase vegetatifnya lebih
dominan serta tidak berbungan dan berbuah. Sebaliknya, tanaman hari
panjang bila dibudidayakan di bawah kondisi hari pendek, maka kadar
karbohidrat dan protein yang terbentuk akan sedikit karena kekurangan
cahaya sehingga pertumbuhan vegetatifnya akan lemah dan juga tidak
berbunga. Sesungguhnya banyak aspek lain (selain pembungaan) dari
53 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dipengaruhi oleh
fotoperiodesitas, misalnya pembentukan umbi pada kentang, dahlia, dan
singkong, serta perbanyakan vegetative alami pada stroberi dan cocor bebek
(Bryophyllum). Pada Tabel 1 disajikan contoh-contoh tanaman dalam
kelompok hari panjang, pendek, dan netral.

Tabel 1. Penggolongan Beberapa Jenis Tanaman Berdasarkan Kebutuhan


Akan Panjang Hari

Kelompok Hari Panjang Hari Pendek Hari Netral

Buah- Stroberi - Sroberi (tanpa musim)


buhan (musim dingin)

Sayuran Kentang, ubi Spinach, lobak, Tomat, cabai, okra


jalar, buncis selada

Tanaman Krisan, Aster, Anyelir, mawar


hias violces, Delphinium,
kastuba, kaca piring
dahlia

a). Suhu

Suhu didifinisikan sebagai derajat panas atau dingin yang diukur


berdasarkan skala yang tertentu dengan menggunakan berbagai tipe
thermometer. Secara umum, pertumbuhan tanaman dapat
berlangsung kisaran suhu minimum 4,5 oC hingga suhu maksimum
36oC. Namun, untuk memungkinkan tanaman melangsungkan
fotosintesis dengan laju maksimum dan respirasi yang normal,
tanaman menghendaki kisaran suhu yang disebut suhu optimum.
Besarnya kisaran suhu optimum ini bervariasi, tergantung pada
spesies dan tahap perkembangan tanaman. Oleh karena tanaman
memiliki laju fotosintesa yang tinggi bersamaan dengan
berlangsungnya respirasi yang normal dalam kisaran suhu yang

54 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


berbeda, maka tanaman hortikultura dapat digolongkan sebagai
berikut:

(1). Tanaman daerah dingin (subtropis), yaitu tanaman yang


memberikan hasil maksimum pada kisaran suhu yang
relative rendah
(2). Tanaman daerah panas (tropis), yaitu tanaman yang
memberikan hasil maksimum pada kisaran suhu yang
relatif tinggi.
Pada tabel 2 disajikan contoh-contoh tanaman buah-buahan,
sayuran, dan tanaman hias berdasarkan kebutuhan suhu optimalnya.

Tabel 2. Penggolongan Tanaman Berdasarkan Kebutuhan Akan


suhu Optimum

Buah-buhan Sayuran Tanaman Hias

Tanaman daerah Asparagus, selada, Anyelir, geranium,


dingin: Apel, pir, kubis, bit, wortel, African violet,
chery, plum, kiwi, kapri, kentang petunia, dahlia
stroberi, anggur

Tanaman daerah Tomat, cabai, Mawar, kastuba,


panas terong, timun, kaca piring, lili,
semangka, labu, amarilis, anggrek
Persik, kesemek,
buncis, okra
apricot, jeruk, kurma,
anggur

Berbagai proses pertumbuhan tanaman memperlihatkan adanya


hubungan yang bersifat kuantitatif dengan suhu, misalnya respirasi,
sebagian reaksi pada fotosintesa serta berbagai fenomena
pendewasaan dan penuaan. Proses-proses seperti dormansi,
pembungaan dan pembentukan buah juga sangat tergantung pada

55 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


suhu. Akan tetapi, sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, kisaran
suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman tergantung pada spesies
dan/atau kultivar serta tahap-tahap fisiologis tertentu dari proses
pertumbuhan. Tanaman yang dipelihara di bawah kondisi suhu seragam
dan konstan tidak akan tumbuh dan berbuah secepat tanaman yang
ditumbuhkan di bawah kondisi suhu siang dan malam yang berbeda.
Kebanyakan tanaman menghendaki suhu malam hari yang lebih rendah
daripada siang hari.

b). Kelembaban Udara

Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara, karena dalam


udara, air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap
air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air
dalam udara dingin.

Macam-macam kelembaban udara sebagai berikut :

(1) Kelembaban relatif / Nisbi yaitu perbandingan jumlah uap air


yang ada di udara dengan jumlah maksimum uap air yang
dikandung pada suhu dan tekanan tertentu. Misalnya pada
suhu 270C, udara tiap-tiap 1 m3 maksimal dapat memuat 25
gram uap air pada suhu yang sama ada 20 gram uap air,
maka lembab udara pada waktu itu sama dengan

20/25 x 100% = 80 %

(2) Kelembaban absolut / mutlak yaitu banyaknya uap air dalam


gram pada 1 m3.

Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan


dan perkembangan tanaman. Tempat yang lembab
menguntungkan bagi tumbuhan dimana tumbuhan dapat
mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan
yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih
cepat. Namun apabila kelembaban terlalu tinggi, berdampak
56 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
negative karena pada kelembaban yang tinggi pertumbuhan
cendawan juga tinggi, hal ini mengakibatkan tanaman
terserang penyakit. Kelembaban yang optimum untuk
pertumbuhan berkisar 70-80%

c). Angin

Didalam kegiatan iklim, angin menyumbangkan dua fungsi yaitu:

(1). Pemindahan panas, dalam bentuk yang dapat dirasa atau laten,
dari lintang rendah ke lintang yang lebih tinggi atau membuat
setimbang neraca radiasi matahari antara lintang rendah dan lintang
tinggi, dan
(2). Pemindahan uap air yang dievaporasikan dari laut ke daratan
dimana sebagian besar dikondensasikan untuk menyediakan
kebutuhan air yang turun kembali sebagai presipitasi.

Dalam kegiatan budidaya tanaman, angin berperan penting dalam


membantu penyerbukan, yaitu untuk polen/tepung sari yang ringan
dapat diterbangkan ssehingga bisa terjadi penyerbukan silang.
Contoh tanaman yang penyerbukannnya dibantu angin adalah padi,
jagung dan lain-lain. Angin juga berperan dalam penyebaran mikro
organisme baik yang bermanfaat maupun tidak yaitu angin bisa
menerbangkan spora-spora dari cendawan.

d). Presipitasi
Presipitasi sangat penting dalam budidaya yaitu sebagai sumber air.
Hujan yang baik baik untuk pertumbuhan tanaman adalah hujan yang
merata. Data presipitasi yang penting dalam menguraikan iklim
daerah adalah:
(1). Jumlah curah hujan rata-rata tahunan/bulanan
(2). Jumlah hari hujan rata-rata
(3). Penyebaran presipitasi musiman

57 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


e). Udara

Udara tersusun atas lebih kurang 78% nitrogen: 21% oksigen; 0,9%
argon, 0,03% karbondioksida, 0,07% gas lainnya. Selain itu, di
dalam udara juga terdapat berbagai polutan dari senyawa-senyawa
organic dan anroganik yang sebagian besar merupakan produk dari
reaksi fotokimia antara cahaya matahari dengan hasil pembakaran.
Polutan-polutan tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan normal
tanaman, bahkan dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

(1). Oksigen

Oksigen sangat banyak terdapat diudara, dan tanaman akan


mengalami kekurangan oksigen hanya bila terjadi banjir di
daerah perakaran (keadaan yang dikenal sebagai waterlogging).
Oksigen merupakan fakkctor kritis bagi pertumbuhan tanaman.
Tanah dengan kondisi aerasi yang buruk memiliki kandungan
oksigen yang rendah dan karbondioksida yang tinggi akan
menghambat respirasi akar dan menyebabkan pertumbuhan
akar kerdil sehingga mengurangi penyerapan air dan unsure
hara. Oksigen juga berperan penting dalam perkecambahan biji,
dimana pemberian air yang berlebihan berakibat pada
berkurangnya kadar oksigen akan menyebabkan
perkecambahan biji terhambat. Oleh karena itu, draenasi tanah
yang baik sangat penting untuk diperhatikan karena karena
kelembaban yang terlampau tinggi pada tanah dengan draenase
yang buruk akan menurunkan kadar oksigen tanah.

(2). Karbondioksida

Kandungan CO2 di atmosfer sangat rendah (lebih kurang 300


ppm saja), namun kehadirannya sangat penting bagi tanaman
sebagai sumber karbon. Bagi tanaman yang tumbuh di
lapangan, CO2 tidak pernah menjadi factor pembatas, namun di
rumah kaca, kandungan CO2 dapat berkurang secara dratis
karena fotosintesa dapat menurunkan kadar CO2 udara bila
58 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
pertukaran udara tidak lancar. Oleh karena itu, pada kondisi
demikian, pengayaan CO2 dapat meningkatkan hasil dan
memperbaiki mutu produk. Namun demikian, CO2 yang
berlebihan dapat pula berakibat buruk (meracuni) bagi tanaman.
Kadar CO2 di udara dapat meningkat sebagai akibat adanya
pembakaran, seperti kebakaran hutan dan pembakaran bahan
bakar minyak, danb batubara, dan sebagainya. Dengan sifatnya
yang transparan pada cahaya tampak dan agak buram pada
cahaya inframerah ke udara (dikenal sbagai efek rumah kaca).

Pengukuran CO2 atmosfer menunjukan bahwa konsentrasi CO 2


mengalami peningkatan dari 274 ppm pada tahun 1860 menjadi
350 ppm pada tahun 1992. Peningkatan CO 2 udara, dewasa ini
berada pada kira-kira 1,5 ppm per tahun.

(3). Nitrogen

Nitrogen adalah suatu gas inert (tidak mudah bereaksi dengan


unsure lain) di atmosfer dan tidak tersedia bagi tanaman, kecuali
diubah terlebih dahulu menjadi nitrat (NO3 - ) atau ammonium
(NH4+) yang prosesnya dikenal sebagai penambatan nitrogen

Nitrat dapat terbentuk di udara akibat panas yang ditimbulkan


oleh kilat dan masuk ke dalam tanah bersamaan dengan air
hujan, namun jumlahnya sangat kecil, yakni hanya 5-7 kg ha-1
per tahun.

Sebagian besar nitrogen diikat oleh mikroorganisme, misalnya


bakteri bebas seperti Agrobacter dan Clostridium, beberapa alga
biru-hijau (yang berperanan penting dalam budidaya padi), dan
bakteri-bakteri tertentu seperti Rhizobium dan Frankia. Bakteri-
bakteri ini bersimbiosis dengan berbagai tanaman kacang-
kacangan dan legume berkayu lainnya. Secara tradisional,
petani meningkatkan penambatan nitrogen atmosfer dengan cara
rotasi tanaman dengan tanaman legum yang mampu mengikat N

59 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


dari dalam tanah, sedangkan nitrogen yang terdapat di dalam
pupuk ditambat melalui proses penambatan kimiawi.

f) Tanah dan Air (Faktor edapic)


Tanah sebagai tempat/media tumbuh tanaman sangat berpengaruh
terhadap pertumbuhan, dan produksi tanaman. Menurut Kemas Ali
Hanafiah, tanah didefinisikan sebagai lapisan permukaan bumi
yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh-berkembangnya
perakaran penompang tegak tumbuhnya tanaman, dan penyuplai
kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang
dan penyuplai hara atau nutrisi senyawa organik dan anorganik
sederhana dan unsur-unsur esensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu,
Zn, Fe, Mn, B, Cl, dan lain-lain. Secara biologis berfungsi sebagai
habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam
penyediaan hara dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi
tanaman. Ketiga fungsi secara integral mampu menunjang
produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik
tanaman pangan, obat-obatan, industri perkebunan, maupun
kehutanan.

Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan


yang membentuk kerak bumi) and atmosfer. Tanah berasal dari
pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan organisme,
membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses
pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik
ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-
lapisan atau disebut sebagai horizon.

Setiap horizon dapat menceritakan mengenai asal dan proses-


proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah
tersebut.

60 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swis yang
bekerja di Amerika Serikat, dalam bukunya Factors of Soil
Formation (1941) mengajukan konsep pembentukan tanah sebagai:

S = f(cl, o, r, p, t).

S adalah Soil (Tanah), cl = climate (iklim), o = organism, r = relief


(topografi), p = parent material (bahan induk atau batuan), t = time
(waktu

Tanah adalah salah satu sumberdaya alam yang sangat penting.


Tidak mungkin ada kehidupan di permukaan bumi tanpa adanya
tanah. Berbagai produk tanaman dihasilkan dari tanah, dan produk
itu digunakan oleh manusia dan hewan sebagai sumber bahan
pangan, pakaian dan bahan bangunan. Meskipun teknologi
budidaya tanaman demikian maju, contohnya dengan sistem
hidroponik atau aeroponik yang luas, namun tanah sebagai media
tumbuh sulit ditinggalkan.

Suatu bencana besar muncul bagi makhluk hidup jika tanah sebagai
media tumbuh tanaman mengalami kerusakan, dalam arti tidak
mampu lagi mendukung pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat terjadi
kalau manusia tidak mampu atau lalai mengelola tanah dengan cara
yang benar, baik karena tidak dimilikinya ilmu pengetahuan tentang
tanah atau bisa juga karena rendahnya rasa tanggungjawab
pengguna tanah/lahan.

Bagaimana cara mengelola tanah dengan tepat dan benar sehingga


tidak mudah menjadi rusak dan fungsinya dapat
berkesinambungan, khususnya dalam produksi bahan sandang
pangan dan bahan bangunan, serta pengendali lingkungan hidup,
maka perlu mempelajari tanah secara ilmiah yang mencakup antara
lain tentang sifat tanah, potensinya, usaha pencegahan kerusakan,
teknologi pengelolaan, teknologi pemetaan sebaran tanah, serta
evaluasi lahan untuk berbagai penggunaan.

61 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


1). Fungsi Tanah

Atas dasar definisi yang telah dibahas maka tanah sebagai


media tumbuh mempunyai empat fungsi utama, yaitu :
a). Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran yang
mempunyai dua peran utama, yaitu
Penyokong tegak tumbuhnya trubus (bagian atas)
tanaman
Sebagai penyerap zat-zat yang dibutuhkan tetanaman
b). Penyedia kebutuhan primer tanaman untuk melaksanakan
aktivitas metabolismenya, baik selama pertumbuhan
maupun untuk berproduksi, meliputi air, udara dan unsur-
unsur hara
c). Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi
dalam menunjang aktivitasnya supaya berlangsung
optimum, meliputi zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota
terutama mikroflora tanah seperti :
Zat-zat pemacu tumbuh (hormone, vitamin dan asam-
asam organic khas)
Antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti factor
biotik/abiotik -penyakit tanaman di dalam tanah dan
Senyawa-senyawa atau enzim yang berfungsi dalam
penyediaan kebutuhan primer tersebut atau
transformasi zat-zat toksik eksternal seperti pestisida
dan limbah industry berbahaya
d). Habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena
terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan
kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun
yang berdampak negative karena merupakan factor
biotik/abiotik -penyakit tanaman.

62 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2). Komponen tanah yang harus dipahami adalah:

a). Profil Tanah


Profil Tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling
atas hingga ke batuan induk tanah. Profil dari tanah yang
berkembang lanjut biasanya memiliki:

Horison-horison sbb: O A E B C R.
Solum Tanah terdiri dari: O A E B
Lapisan Tanah Atas meliputi: O A
Lapisan Tanah Bawah : E B

Keterangan:
O : Serasah / sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik
tanah (BOT) hasil dekomposisi serasah (Oa)
A : Horison mineral ber BOT tinggi sehingga berwarna
agak gelap
E : Horison mineral yang telah tereluviasi (tercuci)
sehingga kadar (BOT, liat silikat, Fe dan (al) rendah tetapi
pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) dan mineral resisten
lainnya tinggi, berwarna terang
B : Horison illuvial atau horison tempat terakumulasinya
bahan-bahan yang tercuci dari harison diatasnya
(akumulasi bahan eluvial).
C : Lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan
bahan induk (R) atau belum terjadi perubahan
R : Bahan Induk tanah

Secara vertikal tanah berdifferensiasi membentuk horizon-


horizon (lapiasan-lapisan) yang berbeda-beda baik dalam
morfologis seperti ketebalan dan warnanya, maupun
karakteristik fisik kimiawi, dan biologis masing-masingnya
sebagai konsekuensi bekerjanya faktor-faktor lingkungan
terhadap bahan induk asalnya maupun bahan-bahan
eksternal, berupa bahan organik sisa-sisa biota yang hidup
63 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
di atasnya dan mineral non bahan-induk yang berasal dari
letusan gunung api, atau yang terbawa oleh aliran air.
Susunan horizon-horizon tanah dalam lapisan permukaan
bumi setebal 100-120 cm disebut sebagai profil tanah.

Tanah mineral yang dapat berfungsi sebagai media tumbuh


ideal secara material tersusun oleh 4 komponen, yaitu
bahan padatan (mineral dan bahan organik), air dan udara.
Berdasarkan volumenya, maka tanah secara rerata terdiri
dari :
50 % padatan, berupa 45 % bahan mineral dan 5 %
bahan organik, dan
50 % ruang pori, berisi 25 % air dan 25 % udara, seperti
tertera pada gambar berikut.

Gambar 10. Sketsa proporsi komponen tanah

(1). Kegunaan Profil Tanah


Untuk mengetahui kedalaman lapisan olah
(Lapisan Tanah Atas = O A) dan solum tanah
(O A E B). Kedalaman lapisan olah atau
solum tanah yang merupakan indikator potensi
kedalaman akar tanaman untuk berpenetrasi,

64 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


makin dangkal berarti makin tipis sitem
perakarannya sehingga makin besar bobot atau
tinggi tanaman akan makin mudah makin tumbuh
tanaman untuk tumbang
Kelengkapan atau differensiasi horison pada profil.
Kelengkapan atau difrensiasi horizon pada profil
tanah merupakan indikator umur tanah atau
proses-proses pembentukan (genesis) yang telah
dilaluinya, makin lengkap berdiferensiasi horizon-
horizon tanah berarti makin tua umur tanah, ,
namun kelengkapan atau diferensiasi horizon ini
akan makin berkurang atau makin baur apabila
tanah mengalami erosi.

b). Warna Tanah.


Warna tanah merupakan indikator sifat kimiawi tanah.

(1). Sifat Kimia Tanah

Sifat kimia yang penting adalah : pH tanah, kandungan


C-organik, kandungan mineral tanah, dan C/N tanah.

pH Tanah
Ada 3 alasan pH tanah sangat penting untuk
diketahui:
Menentukan mudah tidaknya unsur-unsur
hara diserap oleh tanaman. Umumnya unsur
hara yang diserap oleh akar pada pH 6-7,
karena pada pH tersebut sebagian besar
unsur hara mudah larut dalam air.
Derajat keasaman atau pH tanah juga
menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang
bersifat racun bagi tanaman. Pada tanah
masam. Banyak ditemukan unsur aluminiun

65 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


yang selain bersifat racun juga mengikat
phosphor, sehingga tidak dapat diserap oleh
tanaman. Pada tanah masam unsur-unsur
mikro menjadi mudah larut sehingga
ditemukan unsur mikro, seperti Fe, Zn, Mn,
Cu dalam jumlah yang terlalu besar.
Akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman.
Pada tanah alkali, ditemukan juga unsur yang
dapat meracuni tanaman, yaitu natrium (Na)
dan molibdenum (Mo).
Derajat keasaman atau pH tanah sangat
mempengaruhi perkembangan
mikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5,5-
7 bakteri dan jamur pengurai bahan organik
dapat berkembang dengan baik.

Dapat disimpulkan, secara umum pH yang ideal bagi


pertumbuhan tanaman adalah mendekati netral (6,5-
7). Namun, kenyataannya setiap jenis tanaman
memiliki kesesuaian pH yang berbeda-beda. Tindakan
pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar
batas optimum. Pupuk yang telah ditebarkan tidak
akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang
diharapkan. Karenanya, pH tanah sangat penting
diketahui jika efisiensi pemupukan ingin dicapai.
Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH
tanah juga dapat memperburuk pH tanah.
Derajat keasaman (pH) tanah yang sangat rendah
dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur
pertanian, sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi
dapat diturunkan dengan penambahan sulfur. Sebelum
pengapuran, pH tanah harus diketahui terlebih dahulu.
Nilai pH yang didapat akan menentukan jumlah kapur
yang harus ditebarkan.
66 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Khusus untuk tanah gambut, komposisi ini relatif
berlainan, karena bagian padatnya 100% dapat berupa
bahan organik, sedangkan ruang porinya 100% dapat
terisi air, sehingga ketiadaan bahan mineral dan udara
pada tanah ini merupakan masalah utama dalam
pemanfaatannya menjadi lahan pertanian produktif.

Untuk menaikan pH, tanah diberi kapur

Pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang


diperlukan untuk dinding sel tanaman. Pengapuran
dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3)
kalsit/kaptan (CaCO3)
Setelah diperoleh pH rata-rata, penentuan kebutuhan
dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini
:
< 4,0 (paling asam): jumlah kapur >10,24 ton/ha
4,2 (sangat asam): jumlah kapur 9,28 ton/ha
4,6 (asam): jumlah kapur 7,39 ton/ha
5,4 (asam): jumlah kapur 3,60 ton/ha
5,6 (agak asam): jumlah kapur 2,65 ton/ha
6,1 6,4 (agak asam): jumlah kapur <0,75 ton/ha
Sifat kimia yang lain bisa dipelajari dalam buku dasar-
dasar budidaya tanaman 2 pada bab pemupukan

MENANYA/DISKUSI

Apabila anda belum memahami tentang pH tanah khususnya


pemanfaatan pH tanah dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman,
anda harus mendiskusikan dengan teman-teman anda. Anda harus
paham tentang:

kebutuhan pH beberapa tanaman penting di wilayah anda


Anda harus memahami bagaimana menangani apabila pH itu asam

67 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Apa akibat apabila pH asam

Dalam menanya/diskusi Anda harus terlibat aktif, tanggung jawab dalam tugas,
sopan, menghargai pendapat teman anda

(2). Fisika Tanah

Sifat fisik tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan


dan produksi tanaman. Kondisi fisik tanah
menentukan penetrasi akar di dalam tanah, retensi air,
draenase, aerasi dan nutrisi tanaman. Sifik fisik tanah
juga mempengaruhi sifat kimia dan biologi tanah.

Sifat-sifat fisik tanah tergantung pada jumlah, ukuran,


bentuk, susunan dan komposisi mineral dari partikel-
partikel tanah, macam dan jumlah bahan organik,
volume dan bentuk pori-pori serta perbandingan air
dan udara menempati pori-pori pada waktu tertentu.
Beberapa sifat fisika yang terpenting adalah tekstur,
struktur, kerapatan (density) porositas, konsistensi,
warna dan suhu.

(a). Tekstur

Tekstur tanah adalah perbandingan relatif (dalam


persen) fraksi pasir, debu dan liat. Tekstur tanah
penting kita ketahui, karena komposisi ketiga
fraksi butir-butir tanah tersebut akan menentukan
sifat-sifat fisika, fisika-kimia dan kimia tanah.
Sebagai contoh: besarnya lapangan pertukaran
dari ion-ion di dalam tanah amat ditentukan oleh
tekstur tanah. Tekstur tanah berhubungan erat
dengan plastisitas, permeabilitas, kekerasan,
kesuburan dan produktifitas tanah pada daerah-
daerah geografis tertentu. Tanah dengan 25% liat
68 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
misalnya, maka liat nonmorillonit akan lebih plastis
dibandingkan dengan tanah yang mengandung
70% liat yang terdiri dari oksida-oksida berair dari
besi dan alumunium.

(b). Struktur

Struktur tanah adalah penyusunan partikel-partikel


tanah primer seperti pasir, debu dan liat
membentuk agregat yang satu agregat dengan
lainnya dibatasi bidang belah alami yang lemah.
Agregat yang terbentuk secara alam disebut ped,
sedangkan istilah cold digunakan untuk bongkah
tanah hasil pengolahan tanah

Struktur tanah memang ada bermacam-macam


(Tabel 3). Akan tetapi, yang dikehendaki ialah
struktur tanah yang remah. Keuntungan struktur
tanah demikian ialah udara dan air tanah berjalan
lancar, temperaturnya stabil. Keadaan tersebut
sangat memacu pertumbuhan jasad renik tanah
yang memegang peranan penting dalam proses
pelapukan bahan organik di dalam tanah. Oleh
karena itu, untuk memperbaiki strutur tanah ini
dianjurkan untuk diberi pupuk organik (pupuk
kandang, kompos, atau pupuk hijau ).
Salah satu contoh tanah yang berstruktur kurang
baik adalah tanah liat. Tanah ini tersusun atas
partikel-partikel yang cukup kecil. Sangat kecil
kalau dibandingkan dengan tanah pasir. Partikel
tanah liat kurang lebih sama dengan seperseratus
kali partikel tanah pasir. Kehalusannya membuat
tanah liat cenderung menggumpal, terlebih pada
musim hujan, dan amat rakus menghisap air.
Jeleknya lagi, tanah liat akan menahan air dengan
69 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
ketat sehingga keadaannya menjadi lembab dan
udara pun berputar cukup lambat. Bila nantinya
kering, tanah liat akan menggumpal seperti batu
dan sifatnya pun kian kedap terhadap udara. Itu
sebabnya kerap kali dijumpai tanah liat banyak
dimanfaatkan sebagai bahan pembuat keramik
dan batu bata. Tentunya tanaman kalau ditanam
pada tanah tersebut, kehidupannya akan
menderita karena akarnya tak mampu menembus
lapisan tanah padat.
Ada pula tanah yang struktur terlalu porous, seperti
tanah pasir. Pada tanah tersebut tanaman juga
tidak akan tumbuh subur. Pasalnya, sifat porous
tanah tersebut sangat mudah merembeskan air
yang mengangkut zat-zat makanan hingga jauh ke
dalam tanah. Akibatnya, zat-zat makanan yang
dibutuhkan tanaman tersebut tidak bisa terjangkau
oleh akar.
Lalu, mengapa tanaman yang ditanam bukan di
tanah pasir dan tanah liat masih saja tumbuh
kerempeng seperti kurang makan? Kasus serupa
ini memang paling banyak terjadi dan sering
dikeluhkan petani. Ini ada hubungannya dengan
kesuburan tanah yang meliputi: kandungan hara,
derajat keasaman (pH), pengolahan tanah, dan
segi perawatan lain.

Struktur dapat memodifikasi pengaruh tekstur


dalam hubungannya dengan kelembaban,
porositas, tersedianya unsur hara, kegiatan jazad
hidup dan pertumbuhan akar.

70 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Tabel 3. : Struktur, penyifatan, diagram dan lokasinya pada profil tanah

TIPE PENYIFATAN AGREGAT DIAGRAM LOKASI


STRUKTUR AGREGAT PADA
HORIZON
Granuler Kurang porous, ukuran kecil, Horizon A
padat, tidak terikat antara
agregat bulat
Remah Porous, bulat, ukuran kecil, Horizon A
(crumb) agregat tidak terikat sesamanya
Lempeng Agregat berbentu lempeng Sering
terdapat
pada
horizon A2
tanah
hutan dan
tanah
clavapan
Gumpal Gumpal berbentuk kubus, Horizon B
agregat berpegang erat dengan
lainnya, jika terjadi agregat lebih
kecil
Gumpal Berbentuk gumpal, bermuka Horizon B
bersudut datar dengan pinggir bersudut
tajam
Prisma Bentuk mirip prisma, bagian Horizon B
atas datar
Columnar Agregat seperti tiang dengan Horizon B
puncak berbentuk agak bulat

(c). Porositas Tanah

Di dalam tanah terdapat sejumlah ruang pori-pori. Ruang por-pori ini


penting oleh karena ruang-ruang ini disi oleh air dan udara.

71 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Air dan udara (gas-gas) juga bergerak melalui ruang pori-pori ini.
Penyedian air dan gas untuk pertumbuhan tanaman dan jumlah air
yang bergerak melalui tanah berkaitan sangat erat dengan jumlah
dan ukuran por-pori tanah ini. Oleh karena berat tanah berhubungan
dengan jumlah ruang pori-pori. Berat dan ruang pori-pori tanah
bervariasi dari satu horizon ke horizon yang lain, sama halnya
dengan sifat tanah lainnya dan kedua variable ini dipengaruhi oleh
tekstur dan struktur tanah.

Tanah yang subur memiliki sifat fisik kimia dan biologi yang baik
untuk pertumbuhan tanaman. Sifat tersebut antara lain:

Secara alamiah proporsi komponen-komponen tanah sangat


tergantung pada :

Ukuran partikel penyusun tanah, makin halus berarti makin


padat tanah, sehingga ruang porinya juga akan menyempit,
sebaliknya jika makin kasar
Sumber bahan organik tanah, tanah bervegetasi akan
mempunyai proporsi BOT (bahan organik tanah) tinggi,
sebaliknya pada tanah gundul (tanpa vegetasi)
Iklim terutama curah hujan dan temperatur. Saat hujan dan
evaporasi (penguapan) rendah proporsi air meningkat (dan
proporsi udara menurun), sebaliknya pada saat tidak hujan
dan evaporasi tinggi, dan
Sumber air, tanah yang berdekatan dengan sungai akan
lebih banyak mengandung air ketimbang yang jauh dari
sungai.

Masing-masing komponen tanah tersebut berperan penting dalam


menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh, sehingga variabilitas
keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap variabilitas fungsi
tanah sebagai media tumbuh. Udara tanah misalnya berfungsi sebagai
gudang dan sumber gas :

72 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


O2 yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran tanaman untuk
melaksanakan respirasi, yang melepasakan CO2 dan untuk
oksidasi enzimatik oleh mikrobia autotrofik (mampu
menggunakan senyawa anorganik sebagai sumber
energinya),
CO2 bagi mikrobia fotosintetik, dan
N2 bagi mikrobia pengikat N.

Beberapa gas seperti CO2 dan N2 ini serta NH3, H2 dan gas-gas lainnya
baik yang berasal dari proses dekomposisi bahan organik maupun
berasal dari sisa-sisa pestisida atau limbah industri, apabila berkadar
relatif tinggi dapat menjadi racun baik bagi akar maupun bagi mikrobia
tanah. Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang baik akan memungkinkan
pertukaran gas-gas ini dengan O2 dari atmosfer, sehingga aktivitas
mikrobia autotrofik yang berperan vital dalam penyediaan unsur-unsur
hara menjadi terjamin dan toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir.

3). Air Tanah


Sebagian besar air yang diperlukan oleh tanaman berasal dari
tanah (disebut air tanah). Air ini harus tersedia pada saat
tanaman memerlukannya. Air diperlukan oleh tanaman untuk
memenuhi kebutuhan biologisnya, antara lain untuk memenuhi
transpirasi, untuk proses assimilasi, dan untuk mengangkut
hasil-hasil fotosintensinya ke seluruh jaringan tanaman.
Kebutuhan air setiap tanaman berbeda.
Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tanaman
dan biota tanah. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan
seperti N, K, dan Ca dominan diserap tanaman melalui bantuan
mekanisme aliran masa air, baik ke permukaan akar maupun
transportasi ke daun. Oleh karena itu, tanaman yang
mengalami defisiensi (kekurangan) air tidak saja akan layu
tetapi juga akan mengalami defisiensi hara. Untuk
menghasilkan 1 g biomass kering, tanaman membutuhkan
sekitar 500 g air, yang 1 % nya mengisi setiap unit sel-sel
73 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
tanaman. Reaksi-reaksi kimia tanah hanya berlangsung bila
terdapat air.
Dalam pengolahan tanah, air tanah juga berfungsi
mempermudah pengolahan tanah, mengendalikan perubahan
suhu, dan bila menggenang (pada system sawah) dapat
menghambat perkembangan gulma. Pada tanah kering
pengolahan tanah sebaiknya dalam kondisi kapasitas lapang.

Pentingnya air tidak hanya dilihat dari sisi jumlah air yang
tersedia saja, tetapi lebih pada pendistribusian air tersebut. Hal
ini penting kaitannya dengan kebutuhan tanaman yang
berbeda, mulai pada saat tanaman berkecambah hingga panen
yang sekaligus mengakhiri siklus hidup dari tanaman yang
dibudidayakan. Untuk mengatasinya, diperlukan penambahan
air (baik dari curah hujan maupun dari sumber irigasi) yang
intervalnya disesuaikan dengan pola kebutuhan tanaman agar
air yang digunakan untuk mengganti kehilangan air dapat lebih
efisien penggunaanya. Sehingga sumber daya air kita yang
semakin hari semakin menurun akibat efek pemanasan global
dapat digunakan dengan lebih bijaksana dan terarah.

b. Hubungan Tanah - Air Tanaman


Air dibutuhkan tanaman pada berbagai fungsi yaitu (1) air
merupakan bagian yang esensil bagi protoplasma dan membentuk
80-90% bobot segar jaringan yang tumbuh aktif, (2) air adalah
pelarut, di dalamnya terdapat gas-gas, garam-garam, dan zat-zat
terlarut lainnya, yang bergerak keluar masuk sel, dari organ ke
organ dalam proses transpirasi, (3) air adalah pereaksi dalam
fotosintesis dan pada berbagai proses hidrolisis, dan (4) air esensil
untuk menjaga turgiditas, diantaranya dalam pembesaran sel,
pembukaan stomata dan menyangga bentuk (morfologi) daun-
daun muda atau struktur lainnya yang berlignin sedikit Air juga
berpengaruh penting pada sifat fisik tanah. Kandungan air dalam
tanah sangat berpengaruh pada konsistensi tanah, dan

74 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


kesesuaian tanah untuk diolah. Begitu pula variasi kandungan air
mempengaruhi daya dukung tanah.

Perakaran tanaman tumbuh ke arah yang lembap dan menarik air


sampai tercapai potensial air kritis dalam tanah. Air yang diserap
dari tanah oleh akar tanaman disebut air yang tersedia. Air
tersedia merupakan perbedaan antara jumlah air dalam tanah
pada kapasitas lapang (air yang tetap tersimpan dalam tanah
yang tidak mengalir ke bawah karena gaya gravitasi) dan jumlah
air dalam tanah pada persentase perlayuan permanen (pada
persentase kelembapan tanah ini tanaman akan layu dan tidak
segar kembali dalam atmosfer dengan kelembapan relatif 100%)

Keberadaan air dalam tanah tergantung pada iklim yang


ditekankan pada curah hujan. Kebutuhan air dapat dipenuhi oleh
air hujan alami atau hujan buatan maupun air pengairan.
Kebutuhan air total bagi pertumbuhan tanaman secara umum
berkisar dari 500700 mm selama satu musim. Pertumbuhan
vegetatif dan reproduktif menunjukkan tanggap yang jelas akan
air. Air yang ada di dalam tanah dapat berkurang karena adanya
penguapan, perkolasi, atau diserap oleh tanaman. Apabila dalam
jangka waktu tertentu tidak ada penambahan air oleh hujan atau
oleh irigasi maka tanah akan mengering dan akan segera
memperlihatkan pengaruhnya terhadap tanaman. Mula-mula
tanaman akan layu pada siang hari dan segar kembali pada
malam hari. Tetapi lama kelamaan tanaman akan tetap layu baik
siang maupun malam hari, bila tidak segera disiram.

Tujuan pengairan ialah menyediakan air untuk pertumbuhan


tanaman. Umumnya pemberian air disesuaikan dengan periode
kritis tanaman. Kebutuhan air bagi pengairan dapat ditentukan
oleh adanya penghitungan kelembaban air tanah dan air yang
tersedia, serta penghitungan tingkat ketersediaan air (oleh data
meteorologi). Dengan kata lain, pengairan akan efektif apabila
diberikan sebelum kelembaban tanah dapat menghambat
75 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
pertumbuhan tanaman. Jelasnya air diberikan pada 60% dari air
yang tersedia artinya 60% kadar air diantara kapasitas lapang dan
titik layu permanen.

c. Faktor Biotik

Faktor biotic yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah


organisme yang hidup dan berkembang di sekitar tanaman.
Organisme tersebut ada yang bermanfaat/menguntungkan dan
merugikan. Kedua kelompok ini tidak dapat diabaikan. Hasil
tanaman yang kita pungut kurang lebih merupakan cerminan dari
hasil kerja sama kedua kelompok ini.
Organisme yang termasuk dalam kelompok bermanfaat meliputi
organisme yang melakukan perombakan bahan organik,
penambatan nitrogen, penyediaan unsur hara, predator hama dan
penyakit dan organisme yang membantu penyerbukan. Sedangkan
kelompok yang merugikan adalah organisme yang melakukan
persaingan hara dengan tanaman pokok yaitu gulma, dan atau
menyebabkan tanaman kena hama dan penyakit.

1). Organisme bermanfaat/menguntungkan


Peranan utama organisme tanah adalah untuk mengubah bahan
organik, baik segar maupun setengah segar atau sedang
melapuk, sehingga menjadi bentuk senyawa lain yang
bermanfaat bagi kesuburan tanah. Sisa-sisa tanaman segar
diubah menjadi bagian-bagian kecil oleh nematode, keong,
bakicot, serangga, rayap, tikus dan lain-lain. Bagian kecil ini
diserang oleh mikrolfora dan binatang yang hidup dari jaringan
mati atau membusuk. Bila sedikit air, bahan tersebut akan
diserang bakteri dan fungi. Beriringan dengan proses itu, cacing-
cacing akan mencampurkan bagian-bagian tadi antara lapisan
atas dan bawah. Aktifitas ini menyebabkan tanah menjadi
gembur dan penyebaran bahan organic merata. Kotoran cacing

76 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


kaya akan unsur hara, karena itu cacing dapat memperkaya
tanah dengan hara melalui kotorannya.

a). Organisme penambat nitrogen

Sumber utama nitrogen untuk tanaman adalah gas nitrogen


bebas di udara, yang menempati 78% dari volume atmosfer.
Dalam bentuk unsur ia tidak digunakan oleh tanaman.
Nitrogen gas harus dirubah menjadi bentuk nitrat ataupun
ammonium melalui proses-proses tertentu agar dapat
digunakan oleh tanaman.

Penambatan nitrogen dari udara dilakukan oleh bakteri


Rhizobium yang bersimbiosis dengan tanaman legin.
Keadaan ini dapat dilihat dengan adanya bintil pada akar
tanaman tersebut. Bintil ternyata merupakan hasil suatu
iritasi pada permukaan akar, kurang lebih mirip dengan
benjol-benjol pada daun dan batang yang disebabkan oleh
insekta. Biasanya organisme masuk melalui akar rambut.
Tabung infeksi tumbuh sepanjang akar halus, dimana bintil
kemudian dibentuk. Penambatan maksimum akan terjadi
bila kadar nitrogen dalam tanah rendah. Jumlah gas
nitrogen yang dapat ditambat oleh bakteri Rhizobium
tergantung dari strain Rhizobium, tanaman inang, dan
keadaan lingkungan, misalnya pH tanah, aerasi, drainase,
kelembaban tanah dan kapur aktif.

b). Organisme penyerbuk

Organisme lain yang bermanfaat adalah organisme


penyerbuk tanaman, diantaranya adalah serangga,
kumbang, kupu-kupu, kelelawar, burung, lebah dan lain-lain.

77 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Serangga umumnya menyerbuki tanaman yang bunganya
berwarna kuning, burung menyerbuki tanaman yang
bunganya berwarna jingga atau kemerah-merahan,
sedangkan untuk kelelawar tertarik dengan tanaman yang
bunganya warna pucat.

2). Organisme merugikan

Organisme yang merugikan tanaman ada tiga (3) kelompok yaitu


kelompok hama, kelompok penyebab penyakit dan gulma atau
tanaman pengganggu. Hama yang merusak tanaman bisa
disebabkan oleh hewan dari kelas terendah sampai dengan
hewan kelas tinggi (mamalia). Sedangkan penyakit tumbuhan
disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus. Sedangkan gulma
terbagi gulma yang berdaun lebar dan berdaun sempit.

a). Hama

Hama yang merusak tanaman bisa disebabkan oleh hewan


dari kelas terendah sampai dengan hewan kelas tinggi
(mamalia). Ada empat kelompok hama berdasarkan ukuran
tubuhnya yaitu:

- Mamalia : misalnya babi hutan, burung


- Rodentia : misalnya tikus sawah, tupai
- - Antropoda : binatang beruas termasuk
serangga/insekta, hama penggerek (ulat)
- Nematoda : sebangsa cacing misalnya ulat tanah,
cacing
Kerusakan tanaman atau bagian tanaman yang disebabkan
oleh hama menyebabkan kondisi tanaman menjadi tidak
normal lagi. Tanaman yang terserang akan menunjukkan
suatu kelainan bila dibandingkan dengan tanaman yang
sehat.

78 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Tanda-tanda yang tampak dari luar pada tanaman yang sakit
adalah:
- Terjadi perubahan warna pada organ tanaman, seperti
daun dan batang menguning atau coklat
- Tanaman layu sebagai akibat sel-sel dan jaringan tanaman
dirusak hama, bahkan tanaman tersebut dapat mati
- Tanaman kerdil karena fungsi jaringan terganggu sehingga
tidak dapat menyalurkan makanan dengan baik.

b). Penyakit
Di alam terdapat berpuluh-puluh ribu penyakit yang
menyerang tumbuhan, dan setiap tumbuhan dapat diserang
oleh bermacam-macam penyakit. Sebaiknya setiap jenis
penyakit dapat pula menyerang satu atau beratus-ratus
macam tumbuhan. Tanaman apabila sudah terserang
penyakit pertumbuhan tidak akan normal, bahkan apabila
penyakitnya tidak dikendalikan akan menyebabkan
kegagalan pertumbuhan dan produksi tanaman.

Golongan gejala penyakit tumbuhan

(1). Gejala Hiperplasia, ialah pertumbuhan luar biasa oleh


perpanjangan atau pembesaran sel-sel, dinamakan
juga hipertropi, seperti keriting, kudis, intunesensi,
tunefekasi, fasikulasi, dan prolifarasi.
(2). Gejala Hifpoplasia ialah pertumbuhan regresif dengan
kekurangan sel-sel, kerdil (duarfuig) ialah suatu gejala
hipoplasia. Dalam hal ini tanaman tidak mencapai
ukuran yang normal.
(3). Perubahan warna

79 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Daun menguning, daun-daun tanaman dapat
berubah warnanya menjadi kuning karena rusak
dan kemudian gugur
Bercak kuning (yellow spot). Bercak kuning dapat
merupakan sifat genetik dari tanaman yang
mempunyai warna daun beraneka, tetapi dapat juga
disebabkan adanya infeksi virus, dikenal dengan
istilah mosaik.
Merah dan merah keungu-unguan, disebabkan oleh
pembentukan antasian pada tanaman yang
menderita kekurangan P misalnya pada tanaman
jagung.
Jaringan yang berwarna coklat menunjukan adanya
serangan dieback (mati ujung). Leher akar berubah
karenanya menjadi coklat saat leher akar mulai
menebal.
Daun keperak-perakan (silvery shine) dapat
disebabkan oleh Hysanoptera (trips), Acariva
(mites), organisme ini merusak sel epidermis,
sehingga sel kering dan kemudian sel tersebut akan
terisi dengan udara.
Bercak air (water spot) ialah sebenarnya bercak
yang terjadi karena dinding sel telah mati. Bercak
air ini kemudian berubah warnanya menjadi bentuk
bulatan seperti bekas tusukan serangga, misalnya
Helopeltis antoni pada daun teh.
(4). Kekeringan atau layu
Ciri penyakit layu ialah gugurnya daun-daun, yang
diikuti keringnya batang, daun, dan tunas. Kadang-
kadang akar yang berpenyakit akan berfungsi lagi, dan
itu semua mungkin juga dapat disebabkan jamur atau
nematoda

80 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


(5). Nekrose
Suatu hal yang biasa bila beberapa jaringan mati,
misalnya pada kulit kayu dan daun. Jika matinya
jaringan disebabkan penyebab yang lain dari
penyebab yang normal, dinamakan nekrose. Bercak
nekrose pertama-tama berwarna kuning, kemudian
berwarna coklat atau hitam (antracnose). Pada daun,
bercak nekrose dapat disebabkan oleh jamur, virus,
bakteri, penyakit indefisiensi atau oleh serangga.

Tentang penyakit secara rinci dapat dibaca pada buku dasar-


dasar budidaya tanaman 2 bab pengendalian OPT

D. Aktifitas Pembelajaran
1) Penguasaan konsep
Anda akan melakukan kegiatan memahami persyaratan tumbuh.
Apa yang anda lakukan dalam memahami persyaratan tumbuh.
Setelah memahami persyaratan tumbuh.
Prosedur apa yang harus diikuti dalam memahami persyaratan tumbuh
Penggunaan alat dan bahan untuk mendokumentasikan untuk memahami
persyaratan tumbuh.

2). Mengenal Fakta


Melakukan observasi, peserta melakukan observasi, dalam kegiatan
memahami persyaratan tumbuh, kegiatan dikoordinir oleh widyaiswara.
Observasi dilakukan secara berkelompok pada tempat yang berbeda
Observasi dilakukan untuk memahami persyaratan tumbuh.
Dari hasil observasi ini selanjutnya merumuskan memahami persyaratan
tumbuh.
Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk kompetensi
dasar memahami persyaratan tumbuh.

81 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


3) Merefleksikan.
Setelah peserta diklat melakukan penguasaan konsep dan mengenal fakta,
selanjutnya peserta diklat melakukan refleksi bagaimana anda akan persyaratan
tumbuh berdasarkan konsep dan hasil observasi.

4). Melakukan analisis dan sintesis


Analisis daya dukung, peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktek untuk
mengetahui tingkat kesesuaiannya dalam memahami persyaratan
tumbuh secara berkelompok.
Sintesis, peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi memahami persyaratan tumbuh dan hasil analisis terhadap
tingkat kesesuaian daya dukung, peserta diklat melakukan
rekontruksi/modifikasi terhadap hasil refleksi dalam kegiatan
memahami persyaratan tumbuh.

5). Menyusun dan Melaksanakan Rencana Kerja


Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana memahami persyaratan tumbuh, rencana
kerja/proposal memuat metode persiapan yang akan dilaksanakan,
kriteria keberhasilan, waktu pencapaian dan jadwal kegiatan, serta
pembagian tugas kelompok.
Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana memahami persyaratan
tumbuh yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan daya
dukung dan persyaratan teknis dalam memahami persyaratan
tumbuh. Apabila ada kesulitan peserta dapat mendiskusikan
dengan fasilitator.
Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran
setiap anggota masyarakat.

82 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakukan
pengamatan dan pencacatan data kegiatan persyaratan tumbuh
yang dilaksanakan. Lembar pengamatan disiapkan peserta diklat
setelah mendapat persetujuan fasilitator.
Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan. Peserta diklat
melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan
Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik / rekomendasi
terhadap metode persyaratan tumbuh. Perumusan umpan balik ini
juga harus mempertimbangkan dasar teori, fakta dan kondisi hasil
kerja.

E. Latihan/Kasus/Tugas

a. Jelaskan komponen penyusun tanah


b. Jelaskan empat fungsi utama tanah! (20)
c. Profil dari tanah yang berkembang lanjut biasanya memiliki horizon-
horizon sbb: O A E B C R. Jelaskan masing-masing
horizon tersebut! (20)
d. Jelaskan 3 alasan pH tanah sangat penting untuk diketahui! (20)
e. Jelaskan apa yang dimaksud tekstur dan struktur tanah
f. Jelaskan fungsi air bagi tanah dan tanaman?
g. Jelaskan faktor biotik yang berpengaruh terhadap pertumbuhan
tanaman?
h. Jelaskan manfaat organisme tanah?

83 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


F. Rangkuman
Persyaratan tumbuh tanaman meliputi keadaan tanah, dan kondisi iklim suatu
tempat budidaya. Kesesuaian antara peryaratan tumbuh dan siklus hidup
tanaman, menjadikan tanaman tumbuh dan berkembang secara optimal.

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut


Peserta pelatihan setelah mempelajari modul pelatihan ini diminta untuk
memberikan tanggapan terhadap materi didalam modul ini dan juga diminta
menganalisis materi-materi yang dapat diimplementasikan di sekolah. Adapun
kegiatan umpan balik yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Apa saja yang telah saya lakukan berkaitan dengan materi kegiatan belajar
ini?
Bagaimana pikiran/perasaan saya tentang materi kegiatan belajar ini?
Apa saja yang telah saya lakukan yang ada hubungannya dengan materi
kegiatan ini tetapi belum ditulis di materi ini?
Materi apa yang ingin saya tambahkan?
Bagaimana kelebihan dan kekurangan materi materi kegiatan ini?
Manfaat apa saja yang saya dapatkan dari materi kegiatan ini?
Berapa persen kira-kira materi kegiatan ini dapat saya kuasai?
Apa yang akan saya lakukan?

H. Kunci Jawaban

1. Komponen penyusun tanah adalah bahan padatan (mineral dan bahan


organik), air dan udara. Berdasarkan volumenya, maka tanah secara
rerata terdiri dari : 50 % padatan, berupa 45 % bahan mineral dan 5 %
bahan organik, dan 50 % ruang pori, berisi 25 % air dan 25 % udara.
2. Empat fungsi utama yaitu :
a). Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran
b). Penyedia kebutuhan primer tanaman untuk melaksanakan aktivitas
metabolismenya, baik selama pertumbuhan maupun untuk
berproduksi, meliputi air, udara dan unsur-unsur hara
84 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
c). Penyedia kebutuhan sekunder tanaman yang berfungsi dalam
menunjang aktivitasnya supaya berlangsung optimum, meliputi
zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota terutama mikroflora tanah.
d). Habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat
langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer
dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negati
karena merupakan faktor biotik/abiotik-penyakit tanaman.

3. Profil dari tanah yang berkembang lanjut biasanya memiliki horizon-


horizon sbb: O A E B C R.
O : Serasah / sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik tanah (BOT)
hasil dekomposisi serasah (Oa)
A : Horison mineral ber BOT tinggi sehingga berwarna agak gelap
E : Horison mineral yang telah tereluviasi (tercuci) sehingga kadar
(BOT, liat silikat, Fe dan Al rendah tetapi pasir dan debu kuarsa
(seskuoksida) dan mineral resisten lainnya tinggi, berwarna terang
B : Horison illuvial atau horison tempat terakumulasinya bahan-
bahan yang tercuci dari harison diatasnya (akumulasi bahan eluvial).
C : Lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan bahan
induk (R) atau belum terjadi perubahan
R : Bahan Induk tanah

4. 3 alasan pH tanah sangat penting untuk diketahui! (20)


1) Menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap oleh
tanaman. Umumnya unsur hara yang diserap oleh akar pada
pH 6-7, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara
mudah larut dalam air.
2) Derajat keasaman atau pH tanah juga menunjukkan
keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman.
Pada tanah masam. Banyak ditemukan unsur aluminiun yang
selain bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak
dapat diserap oleh tanaman. Pada tanah masam unsur-unsur
mikro menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro,
seperti Fe, Zn, Mn, Cu dalam jumlah yang terlalu besar.
85 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman. Pada tanah
alkali, ditemukan juga unsur yang dapat meracuni tanaman,
yaitu natrium (Na) dan molibdenum (Mo).
3) Derajat keasaman atau pH tanah sangat mempengaruhi
perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5,5-
7 bakteri dan jamur pengurai bahan organik dapat
berkembang dengan baik.

5. Yang dimaksud tekstur dan struktur tanah adalah


Tekstur tanah adalah perbandingan relatif (dalam persen) fraksi pasir,
debu dan liat. Tekstur tanah penting kita ketahui, oleh karena
komposisi ketiga fraksi butir-butir tanah tersebut akan menentukan
sifat-sifat fisika, fisika-kimia dan kimia tanah.

Struktur tanah adalah penyusunan partikel-partikel tanah primer


seperti pasir, debu dan liat membentuk agregat yang satu agregat
dengan lainnya dibatasi bidang belah alami yang lemah. Agregat
yang terbentuk secara alam disebut ped, sedangkan istilah cold
digunakan untuk bongkah tanah hasil pengolahan tanah

6. Fungsi air bagi tanah dan tanaman adalah


Air tanah berfungsi sebagai komponen utama tubuh tanaman dan
biota tanah. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan seperti N,
K, dan Ca dominan diserap tanaman melalui bantuan mekanisme
aliran masa air, baik ke permukaan akar maupun transportasi ke
daun.
Air dibutuhkan tanaman pada berbagai fungsi yaitu (1) air merupakan
bagian yang esensil bagi protoplasma dan membentuk 80-90% bobot
segar jaringan yang tumbuh aktif, (2) air adalah pelarut, di dalamnya
terdapat gas-gas, garam-garam, dan zat-zat terlarut lainnya, yang
bergerak keluar masuk sel, dari organ ke organ dalam proses
transpirasi, (3) air adalah pereaksi dalam fotosintesis dan pada
berbagai proses hidrolisis, dan (4) air esensil untuk menjaga

86 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


turgiditas, diantaranya dalam pembesaran sel, pembukaan stomata
dan menyangga bentuk (morfologi) daun-daun muda atau struktur
lainnya yang berlignin sedikit. Air juga berpengaruh penting pada sifat
fisik tanah. Kandungan air dalam tanah sangat berpengaruh pada
konsistensi tanah, dan kesesuaian tanah untuk diolah. Begitu pula
variasi kandungan air mempengaruhi daya dukung tanah.
7. Faktor biotik yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah
organisme yang hidup dan berkembang di sekitar tanaman
8. Manfaat organisme tanah adalah untuk mengubah bahan organik,
baik segar maupun setengah segar atau sedang melapuk, sehingga
menjadi bentuk senyawa lain yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

87 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Kegiatan Pembelajaran 3. Membiakan Tanaman
Secara Vegetatif

A. Tujuan

Dengan mempelajari modul ini dan sumber belajar yang lain serta peralatan yang
memadai, maka peserta diklat mampu membiakan tanaman secara vegetatif
pada paket keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.

B. Pencapaian indikator kompetensi

Pencapaian indikator kompetensi membiakan tanaman secara vegetatif pada


paket keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura adalah

1) Membibitkan tanaman hortikultura melalui pemisahan anakan/umbi


2) Membibitkan tanaman hortikultura melalui teknik setek
3) Membibitkan tanaman hortikultura melalui teknik cangkok

C. Uraian Materi
Prinsip pembiakan tanaman secara vegetatif
Cara pembiakan vegetatif meliputi: (1) Secara alami dengan penggunaan biji
apomiktik (terbentuk tanpa pembuahan dan merupakan bentuk vegetatif) dan
penggunaan organ-organ khusus tanaman (hasil modifikasi batang atau akar,
misalnya: bulb, tuber, rhizome, dll); (2) Secara buatan dengan stimulasi akar dan
tunas adventif ialah layerage, cuttage, atau setek, penyambungan tanaman
dan kultur jaringan.
Pada layerage stimulasi saat organ vegetatif masih bersatu dengan tanaman,
misalnya, layerage di atas tanah (cangkokan). Stimulasi pada setek saat organ
vegetatif sudah dipisahkan dari tanaman, misalnya setek akar, setek batang,
setek daun, dan setek tunas/mata tunas.
Pengertian penyambungan adalah menyambung suatu bagian tanaman
(pupuk/mata tunas) pada bagian tanaman lain sehingga menyatu dan tumbuh
menjadi tanaman baru. Penyambungan tanaman bisa dalam bentuk grafting

88 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


(batang atas berupa pucuk), budding atau okulasi (batang atas berupa mata
tunas), susuan (saat penyambungan batang bawah dan atas masih pada
tanaman masing-masing.
Sebab sebab lain dilakukan pembiakan vegetatif adalah:
1) Tanaman tidak menghasilkan atau sedikit menghasilkan biji, sebagai
contoh: macam-macam apel pisang, nanas, yang pada umumnya
mrupakan tanaman triploi.
2) Tanaman menghasilkan biji tetapi sukar berkecambah. Contoh: holly,
mawar dan jenis-jenis palm.
3) Beberapa tanaman lebih resistan terhadap hama dan penyakit bila
mereka timbul pada akar-akar yang berhubungan pada tanaman tersebut.
Contoh tanaman persik, anggur Eropa, sukun dan cemara.
4) Beberapa tanaman lebih tahan terhadap suhu dingin (hard) bila
disambungkan dengan batang lain jenis. Contoh: macam pada apel King,
Baldwin, dan Grimes.
5) Tanaman akan lebih kuat bila disambungkan pada batang bawah tertentu
yang menghasilkan tanaman lebih besar serta hasil buah yang lebih
banyak, demikian pula untuk tanaman karet dan mawar.
6) Tanaman lebih ekonomis bila dibiakkan secara vegetatif. Contoh
tanaman strawberry, blueberry, kentang dan pisang.
Banyak cara cara pembiakan vegetatif dilakukan, dan pemilihan dari macam
cara tersebut tergantung pada tanamannya dan tujuan pembiak.
Cara-cara pembikan vegetatif ini dapat diiktisarkan sebagai berikut:
a) Secara alami, dapat dibedakan:
Pengunaan biji apomiktik
Penggunaan bagian-bagian khusus tanaman.
b) Secara buatan, dapat dibedakan:
Stimulasi akar dan tunas adventif
Penyambungan tanaman

Pembiakan vegetatif dibagi menjadi dua yaitu pembiakan vegetatif alami dan
pembiakan vegetatif buatan. Pembiakan vegetatif tanpa bantuan manusia
disebut pembiakan vegetatif alami. Alat pembiakannya tumbuh dengan

89 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


sendirinya dari tumbuhan melalui tunas, umbi, geragi (stolon), spora, dan
rhizoma.

Tunas
Pernahkah kamu memperhatikan tanaman cocor bebek? Pada tepi dan ujung
daun yang telah tua terdapat tunas. Jika ditanam, tunas itu akan tumbuh menjadi
tanaman baru. Tunas itu disebut tunas adventif. Tanaman lain yang berkembang
biak dengan tunas, yaitu pisang, cemara, bambu, sukun, dan tebu. Pada
tanaman ini tunas adventif tumbuh pada akar.

Gambar 11. Tanaman Cocor bebek

Umbi

Pernahkah anda melihat ubi jalar yang ada tunasnya? Umbi ada yang berupa
umbi batang, umbi akar, dan umbi lapis. Jika tanaman yang berkembang biak
dengan umbi ditanam, dari umbi keluar akar dan tunas sehingga tumbuh
tanaman baru. Umbi yang ditanam menjadi sumber makanan bagi pertumbuhan
tanaman sebelum mengisap makanan sendiri dari tanah. Contoh tanaman yang
berkembang biak dengan umbi: Umbi batang : kentang, Umbi lapis : bawang
merah, bawang putih. Umbi akar : wortel.

Macam-macam Umbi :

1). Umbi lapis


Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi lapis adalah:
bawang bombay, bawang merah, bawang putih, bunga bakung, bunga
tulip
90 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Gambar 12. Umbi Bawang Merah

Umbi adalah bagian tanaman yang membengkak dalam tanah karena


menyimpan cadangan makanan. Umbi lapis merupakan umbi yang berlapis-lapis
dan tumbuh tunas di tengahnya. Umbi lapis baru yang berasal dari ketiak terluar
akan tumbuh membentuk tunas. Pada umbi lapis, tunas tumbuh diantara daun
dan cakram. Contoh tanaman yang berkembangbiak dengan umni lapis
diantaranya adalah bawang, bunga tulip dan lain-lain.
2). Umbi batang
Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah:
kentang dan ubi jalar.

Gambar 13. Umbi Kentang

3). Umbi akar


Umbi akar merupakan bagian akar yang membesar karena berfungsi
sebagai tempat cadangan makanan

91 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Ciri-ciri umbi akar:
- tidak berbuku-buku
- tidak mempunyai kuncup dan daun
- tidak mempunyai mata tunas

Tanaman yang berkembang biak dengan umbi akar, misalnya wortel dan bunga
dahlia

Gambar 14. Umbi Wortel

Geragih (Stolon)
Geragi atau stolon adalah batang yang tumbuh dan menjalar di permukaan
tanah. Stolon tersusun atas ruas-ruas, setiap ruas yang menempel pada tanah
akan membentuk akar dan tumbuh tunas baru. Tanaman baru akan tumbuh
pada ruas-ruasnya dan tidak bergantung pada induknya. Jenis tanaman yang
berkembang biak dengan stolon diantaranya adalah stroberi, pegagan atau
antanan dan rumput teki

Gambar 14. Tanaman Stroberi

92 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Spora
Spora terdapat pada tumbuhan paku, lumut , jenis tanaman paku-pakuan sering
ditanam orang sebagai tanaman hias, contohnya suplir. Pada bagian bawah
daunnya terdapat titik-titik berwarna cokelat yang disebut spora. Spora berfungsi
sebagai alat perkembangbiakan. Jika spora jatuh ke tanah, akan tumbuh
tanaman baru.

Gambar 16. Tumbuhan Paku dan Lumut

Rhizome
Rhizome (akar tinggal) adalah batang yang tumbuh menjalar dalam tanah atau
disebut akar tinggal, akar rimpang, atau akar tongkat. Tanaman yang
berkembang biak dengan akar tinggal adalah lengkuas, jahe, alang-alang, kunyit,
dan temulawak dan lain-lain.
Ciri-ciri akar tinggal:
- mirip akar tetapi berbuku-buku dan pada ujungnya terdapat kuncup;
- pada setiap buku terdapat daun yang berubah menjadi sisik;
- pada setiap ketiak sisik terdapat tunas.

93 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 17. Tanaman Lengkuas

Langkah Kerja Pembiakan Tanaman dengan menggunakan Umbi

Perbanyakan vegetatif alami

KENTANG (UMBI BATANG)

Siapkan indukan vegetatif

Diambil 2 bagian mata tunas


Potong untuk bahan tanam

Tanam pada 1 polybag

Beri label

Pengamatan (minggu 1 + dokumentasi)

Hasil
94 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
(Parameter pengamatan: saat munculnya tunas baru, jumlah tunas, tinggi
tanaman)

Langkah Kerja Pembiakan Tanaman dengan menggunakan Umbi


Lapis

Siapkan 3 indukan vegetatif

Potong, buang 1/3 atas, 2/3 sisanya untuk bahan tanam

Tanam pada polybag

Beri label pada polybag (kelompok,)

Pengamatan (minggu 1,5 + dokumentasi)

Hasil
(Parameter pengamatan: saat munculnya tunas baru, jumlah tunas, tinggi
tanaman)

Stimulasi akar dan tunas adventif.


Agar bagian vegetatif tanaman mampu berkembang menjadi suatu tanaman
yang sempurna stimulasi buatan dari akar dan tunas adventif perlu dilakukan.
Proses ini disebut layerage atau bumbun bila stimulasi akar/tunas baru tersebut
dilakukan pada saat bagian vegetatif masih bersatu dengan tanaman; dan
disebut cuttage atau stek bila distimulasi dilakukan setelah bagian vegetatif
dipisahkan dari tanaman asalnya.

95 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Penyambungan tanaman.
Penyambungan tanaman merupakan suatu tindakan memasukkan,
menempatkan atau menyambung bagian dari satu tanaman, ke bagian tanaman
lain dengan sedemikian rupa sehingga akan tercapai persenyawaan, dan
kombinasi ini terus tumbuh membentuk tanama baru.

a. Keuntungan dan kelemahan pembiakan tanaman secara vegetatif


Pembiakan tanaman secara vegetatif merupakan salah satu kegiatan dalam
menunjang berlangsungngya proses regenerasi tanaman, agar tanaman
tersebut mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal tanpa memerlukan
waktu yang panjang. Pembiakan tanaman secara vegetatif biasanya
diterapkan bagi tanaman tahunan.
Bibit yang dihasilkan dengan cara vegetatif diperoleh dari pembiakan secara
tak kawin (asexsual). Pembiakan ini banyak dilakukan orang untuk
mendapatkan bibit, karena dengan cara ini bibit tersebut akan tetap sama
memiliki sifat-sifat yang serupa dengan induknya. Pada perbanyakan
vegetatif akan diperoleh penggabungan sifat yang baik dari induknya.
Sebagai contoh dalam perbanyakan vegetatif melalui okulasi atau sambung
akan mendapatkan batang bawah yang memiliki sifat seperti induknya
contoh mempunyai perakaran yang baik, dan untuk batang atasnya akan
memiliki sifat dari induknya.
Keuntungan lain dari pembiakan vegetatif adalah:
1) Dapat melestarikan bahan heterosigus tanpa perubahan;
2) Pembiakan vegetatif bisa lebih mudah dan lebih cepat daripada
perbanyakan dengan biji, karena masalah dormansi biji yang harus
diatasi dulu.
3) Masa juvenil dapat lebih diperpendek.
4) Dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman yang tidak ada
bijinya, atau bijinya tidak viabel (pisang, orange dan anggur
thompson tanpa biji)
Contoh perbanyakan vegetatif dapat diringkas sebagai berikut:

a) Pengunaan biji apomiktik contoh pada tanaman jeruk

96 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


b) Penggunaan struktur vegetatif khusus, sulur atau runner,
contohnya pada tanaman strawbery, umbi lapis pada tanaman
tulip, lily, dan bawang, pada umbi sisik atau corm pada
tanaman gladiol, akar rimpang atau rhizoma pada tanaman
iris, umbi batang pada tanaman kentang, umbi akar pada
tanaman ubi jalar, dahlia, dan untuk carang atau offshoots
pada tanaman dailili.
c) Induksi untuk akar adventif atau tunas adventif. Bumbun
(regenerasi dari bagian vegetatif sewaktu masih melekat
dengan tanamannya)
d) Sambungan atau graftage (penggabungan bagian tanaman
dengan cara regenerasi jaringan)

Pembiakan tanaman secara vegetatif yang biasa dilakukan pada tanaman buah-
buahan diantaranyan adalah :

Okulasi (budding)
Sambung Pucuk (scion grafting)
Cangkok
Stek
Susuan (grafting by aproach atau marching)
Pembiakan yang dilakukan pada tanaman buah-buahan dengan menggunakan
metode-metode di atas merupakan salah satu cara untuk membantu para petani
buah-buahan dalam menentukan bibit yang benar-benar berkualitas, sehingga
para petani pada akhirnya bisa menikmati dari kualitas tanaman yang
dibudidayakannya.
Pembiakan yang dilakukan pada tanaman buah-buahan ini terbilang sangat
sederhana, dan bisa dikerjakan oleh semua orang, karena pembiakan tanaman
secara vegetatif tidak banyak memakan waktu dan tidak membutuhkan banyak
biaya. Salah satu contoh adalah pembiakan tanaman secara vegetatif dengan
metoda okulasi. Pada perbanyakan vegetatif ini ditekankan perlunya
keterampilan dalam menyayat batang atas dan batang bawah, sehingga
penempelan pada batang bawah dan batang atas atau tunas akan memadukan
atau menempel dengan bantuan kambium yang melekat pada batang amsing-
97 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
masing, disinilah ketelitian dalam menempelkannya, tetapi kita harus
memperhitungkan kecepatan dan ketepatan dalam melakukan penempelan, baik
dalam penyayatannya maupun dalan pengikatan sayatan tadi.
Pembiakan tanaman secara vegetatif tidak bisa dilakukan pada semua tanaman
buah-buahan dengan menggunakan metoda okulasi atau menggunakan metoda
yang lainnya, melainkan harus diketahui terlebih dahulu tentang tanaman yang
bisa dilakukan oleh metoda apa yang cocok untuk dikembangkan dengan cara
pembiakan vegetatif tersebut.

Untuk melakukan pembiakan tanaman secara vegetatif dipersiapkan terlebih


dahulu alat dan bahan yang akan digunakan dan metoda apa yang akan
dilakukan serta tanaman apa yang akan dikerjakan. Sebagai contoh, apabila kita
akan melakukan perbanyakan tanaman durian, maka sebaiknya menggunakan
metoda Okulasi, dan bahan yang akan dipersiapakan meliputi; perisapan batang
bawah dan persiapan batang atas.

Persiapan inilah yang harus betul betul matang dalam perencanaan, karena
persiapan batang bawah akan menentukan persiapan batang atas. Contohnya,
apabila kita melakukan persiapan batang bawah pada bulan Januari, maka kita
merencanakan untuk melakukan okulasinya pada bulan Juli, sedangkan pada
bulan juli tersebut, kondisi alam sedang mengalami panas dan kurang air (tidak
banyak hujan), maka kondisi seperti ini akan menghawatirkan pertumbuhan
tanaman yang baru dilakukan okulasi. Oleh karena itu persiapan/penanaman
batang bawah sebaiknya dilakukan pada akhir September atau Oktober, karena
batang bawah diperkirakan bisa digunakan untuk okulasi 5-6 bulan setelah
tanam.

Persiapan batang bawah diantaranya adalah, pembuatan pesemaian untuk


penanaman biji, pengisian polibag, pemilihan biji, penanaman biji, pemeliharaan
pesemaian. Perlu diketahui, bahwa persiapan batang bawah bukan hanya
menyediakan untuk okulasi saja, melainkan batang bawah bisa digunakan untuk
metoda sambung pucuk dan susuan.

98 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Pembuatan pesemain bisa dikerjakan dimana saja, asalkan sinar matahari yang
dibutuhkan sangat mencukupi, sumber air dekat, transportasi terjangkau dan
jauh dari gangguan, baik dari binatang maupun manusia. Pesemaian yang
digunakan untuk persiapan batang bawah biasanya disiapkan hanya dengan
merapihkan tanah agar tanah tersebut rata dan rapih, kemudian pinggirnya diberi
penghalang dari bambu, untuk lebih jelasnya lihat gambar saung pesemaian
dibawah ini (Gambar 18):

Gambar 18. saung pesemain untuk persiapan batang bawah

Keterangan :

1. Tiang untuk penyangga bagian belakang terbuat dari bambu dengan


ukuran 80 -100 cm
2. Tiang untuk penyangga bagian depan terbuat dari bambu dengan ukuran
120-140 cm
3. Atap saung dengan ukuran 200 cm terbuat dari anyaman daun kelapa,
bisa juga menggunakan paranet, alang-alang dan plastik.
4. Pembatas bedengan yang terbuat dari bambu yang dibelah, dengan
ukuran disesuaikan ukurna bedengan.
5. Permukaan bedengan
6. Saluran air pembuangan bagian depan
7. Saluran air pembuangan bagian belakang
8. Tempat untuk melakukan aktivitas penanaman maupun pemeliharaan

99 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Pengisian polibag untuk persiapan tanam biji biasanya dilakukan bersamaan
dengan pembuatan naungan agar mudah penataannya. Media yang digunakan
untuk pengisian polibag diantaranya menggunakan Tanah, Pupuk Kandang dan
Sekam, apabila sekam tidak ada maka, Tanah dan Pupuk kandang sudah cukup,
perbandingan untuk media tersebut adalah 1 : 1 : 1, atau bisa juga 1 : 2 : 1.
Untuk penanaman, biji sebaiknya diseleksi dulu, agar biji tersebut benar-benar
bersih dan sehat tidak terkena hama dan penyakit, sehingga tidak akan
mengganggu pertumbuhannya. Kriteria biji yang baik untuk ditanam diantaranya
adalah:
Mempunyai keseragaman dalam bentuk
Bernas
Sehat

Penanaman biji sebaiknya dilakukan pada sore hari, karena setelah biji ditanam
lalu diberikan penyiraman, hal ini apabila dilakukan sore hari, maka kelembaban
akan tetap terjaga sampai pagi.

A. Lembar Kerja

1. Persiapan Batang Bawah


Alat
Pisau
Golok
Gergaji
Cangkul
Linggis

Bahan
Bambu
Polybag 10 x 20 cm
Kawat untuk pengikat
Paku
Plastik/Para Net/Pelepah Kelapa

100 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Tanah
Pupuk Kandang
Sekam
Biji Buah Durian/Rambutan

2. Langkah Kerja

Buat Tiang untuk penyangga bagian belakang terbuat dari


bambu dengan ukuran 80 -100 cm
Buat Tiang untuk penyangga bagian depan terbuat dari
bambu dengan ukuran 120-140 cm
Buat Atap saung dengan ukuran 200 cm terbuat dari anyaman
daun kelapa, bisa juga menggunakan paranet, alang-alang
dan plastik.
Buat Pembatas bedengan yang terbuat dari bambu yang
dibelah, dengan ukuran disesuaikan ukurna bedengan.
Permukaan bedengan diratakan
Buat Saluran air pembuangan bagian depan
Buat Saluran air pembuangan bagian belakang
Siapakan tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan
perbandingan 1:1:1, lalu diaduk sampai rata dan diberi
nematisida secukupnya,
Media yang sudah tercampur dimasukan kedalam polybag
samapi bagian dari poly bag tersebut.
Simpan polybag tersebut dbawah naungan dan atur dengan
rapi sehingga memudahkan dalam penghitungan.
Tanam biji yang sudah terseleksi dan siram polybag yang
sudah di tanami tersebut.

101 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Kegiatan Pembelajaran 2. Pembiakan Tanaman Secara vegetatif

A. Lembar Informasi

Okulasi (budding)
Batang bawah yang sudah berumur antara 4-6 bulan untuk tanaman durian
sedangkan untuk tanaman rambutan 8-12 bln . mencapai umur tetapi diameter
batang bibit sudah sampai ukuran sebesar pensil, maka bibit tersebut sudah
dapat dilakukan okulasi.

Waktu untuk melakukan okulasi yang paling baik adalah pada saat kulit pohon
mudah dikelupas dari kayunnya. Pada saat ini pembelahan sel dalam cambium
berlangsung secara aktif. Setiap pohon mempunyai waktu pembelahan yang
berbeda, ada yang aktif di musim kemarau dan ada yang aktif dimusim
penghujan, selain itu pengelupasan kulit dari kayu bisa ditentukan oleh keadaan
curah hujan atau pengairan. Pada saat curah hujan tinggi atau pengairan yang
cukup pada umumnya tanaman mudah dilepas kulit kayunya. Lebar irisan 0,5 1
cm atau sekitar 1/3 kali lingkar batang dan panjang 2-3 cm.

Secara umum pekerjaan okulasi ini terdiri atas pengirisan/penyayatan batang


bawah, pengambilan mata tunas (entres), penyisipan mata tunas, pengikatan
tempelam, pelepasan ikatan pada tempelan, serta pemotongan batang bawah.
Pengirisan/penyayatan batang bawah,
6 bulan untuk tanaman durian sedangkan untuk tanaman rambutan 8-12
bln sudah dapat dilakukan okulasi, atau umur bibit tersebut belum
mencapai umur tetapi diameter batang bibit sudah sampai ukuran sebesar
pensil, maka bibit tersebut sudah dapat dilakukan okulasi.Lebar irisan 0,5
1 cm atau sekitar 1/3 kali lingkar batang dan panjang 2-3 cm.

Pengambilan mata tunas


Pengirisan batang bawah dapat dilakukan dengan bentuk jendela atau
bentuk huruf U terbalik. Pengirisan dilakukan pada batang tersebut
dengan ketinggian 20 cm dari atas permukaan tanah. Kedalaman untuk
irisan kira-kira setebal dari kulit batang tersebut, jika pengirisannya terlalu

102 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


dalam maka akan mengakibatkan luka pada bagian kayunya sehingga
akan mengakibatkan kegagalan dalam melakukan okulasi.Pengambilan
mata tunas dapat dilakukan dengan dua cara. Kedua cara tersebut yaitu
cara pengambilan segi empat dan cara sayatan. Pengambilan mata tunas
dengan cara segi empat dilakukan dengan menyayat mata tunas tersebut
berbentuk segi empat secara horizontal, dengan jarak 1,5 cm dari mata
tunas, tetapi apabila pengambilan mata tunas dengan cara segi empat
sulit, dapat juga dilakukan pengambilan tunas tersebut dengan cara
sayatan, sayatan dilakukan 3 cm dari mata tunas, penyayatan ini dapat
dilakukan dengan kayu yang terdapat pada mata tunas, tetapi kayu yang
ikut tersebut harus dilepaskan dari mata tunas.

Penyisipan mata tunas, Pengikatan tempelan, pelepasan tempelan


Penyisispan mata tunas dilakukan setelah tunas tersebut terkelupas,
penyisipan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar mata tunas tersebut
tidak rusak. Mata tunas dimasukan terhadap sayatan yang telah kita buat
pada batang bawah,usahakan mata tunas dan sayatan yang ada pada
batang bawah harus sama, sehingga mata tunas dan sayatan dapat
menyatu antara kambium yang ada pada mata tunas dan batang bawah
tersebut, sehingga proses penyatuan kambium tidak terganggu. Pelepasan
atau membuka ikatan pada tempelan dilakukan pada umur tunas yang
ditempel kurang lebih dua minggu, ikatan tersebut dibuka untuk
mengetahui tunas yang ditempel tersebut tumbuh atau mati. Warna pada
mata tunas akan tetap berwarna hijau segar maka tunas yang kita tempel
berhasil, sedangkan warnanya coklat dan kering maka tunas tersebut
gagal. Contoh tanaman hasil inokulasi disajikan pada Gambar 19.

Gambar 19. Hasil tanaman okulasi


103 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Sambung Pucuk (scion grafting)
Sambung pucuk merupakan salah satu bagian dari perbanyakan tanaman yang
menggunakan secara sambung (grafting) atau dengan kata lain enten. Sambung
ini salah satu penyambung dengan menggabungkan antara batang bawah
dengan batang atas dari tanaman yang berbeda, dengan demikian terbentuk
tanaman baru.

Penyambungan dilakukan agar dapat memperoleh tanaman yang lebih banyak


dan yang sering digunakan untuk memperbanyak tersebut dengan cara
menggunakan sambung pucuk (enten). Pengertian dari sambung pucuk adalah
penyatuan pucuk (sebagai calon batang atas) dengan batang bawah, yang
diharapkan akan memperoleh tanaman baru dengan meiliki sifat dari induknya.
Beberapa contoh model sambung pucuk disajikan pada Gambar 20.

Sambung pucuk Sambung baji Sambung cemeti Sambung lidah

Sambung sisi Sambung susu Sambung Sambung keji


mahkota
Gambar 20. Model sambungan

104 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Susuan (grafting by aproach atau marching)
Susuhan adalah cara menyambung tanaman dimana batang bawah dan batang
atas masih berhubungan dengan akarnya masing-masing. Tingkat keberhasilan
penyusuhan tergolong lebih tinggi bila dibandingkan dengan cara sambung
pucuk, karena selama proses penyatuan kambium antara batang bawah dan
batang atas, karena kedunya masih berhubungan dengan perakarannya masing-
masing.

Tanda susuhan yang telah jadi adalah, kulit kedua cabang yang terbalut
mengembang, sehingga memperlihatkan lipatan-lipatan. Tanda semacam ini
akan terlihat jelas bila balutannya ahak tipis.
Cara melakukan susuan sebagai berikut: Menyayat batang bawah dengan
kayunya sepanjang 2-3 cm, kira-kira 1/3 diameter batang. Hal yang sama
dilakukan untuk cabang batang atasnya yang belum dipotong dari induk.
Keduanya kemudian dilekatkan tepat pada bagian yang disayat. Pada waktu
melekatkan harus diperhatikan agar kambium entres dan batang bawahnya
berhimpit. Posisi susuan bisa duduk atau menggantung.
Pemotongan entres dilakukan setelah pertautan berhasil. Biasanya
setelah 3-4 bulan. Tandanyada pembengkakan disekitar batang
yang diikat.
Agar cabang entres tidak kaget atau stres sebaiknya pemotongan
dari induk dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali.
Selang waktu pengeratan pertama ke berikutnya adalah seminggu.
Pada pengeratan Pertama setelah terjadi pembengkakan cabang
entres dikerat l/3 diameter cabang. Minggu kedua 2/3 diameter
cabang. Minggu ketiga susuan dipotong lepas.

Cangkok
Media untuk mencangkok bisa menggunakan cocopit atau serbuk sabut
kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. Dapat pula digunakan campuran
kompos/pupuk kandang dengan tanah (l:l). Kalau disekitar kebun ada tanaman
bambu. maka tanah di bawah bambu yang telah bercampur seresah daun
bambu dan sudah membusuk bisa juga digunakan untuk media cangkok. Waktu
pelaksanaan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, sehingga cangkokan
105 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
tidak akan kekeringan. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan
tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga.

Teknik mencangkok secara konvensional (biasa dilakukan)


Pertama-tama kita pilih cabang yang sudah sehat dan kuat arau
sudah berkayu.
Ukuran diameternya sekitar 0,5-2 cm, tidak lebih kecil dari ukuran
pensil.
Sebaiknya warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan
tergantung jenis tanaman buah-buahannya.
Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat
memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter
cabang.
Kemudian kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang sepeti
lendir tampak jelas. Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik
dengan mata pisau sehingga bersih atau kering.
Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi ataupun tanpa
diolesi dengan hormon tumbuh. Sebagai hormon pertumbuhan atau
vitamin, contoh Liquinox Start Vitamin B-l, yang banyak dijual di toko
pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Kalau kesulitan mencari
hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan
dengan kadar 1 % atau 1 gr/l lt air atau hormon tersebut ditambahkan
pada media cangkok.
Siapkan dan atur lembaran plastik (kantong plastik yang sudah
dibuka/dibelah) atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di
bagian bawah keratan (1-2 cm). Posisi lembaran plastik menghadap
ke arah bawah, kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia. Balik
posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas, sehingga akan
diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian
bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi) (Gambar 21).

106 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 21. Cangkok
Stek
Setek ini diambil dari batang atau cabang pohon induk yang akan kita perbanyak
dan pemotongan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari. Gunting setek yang
digunakan harus tajam agar bekas potongan rapi. Bila kurang tajam batang bisa
rusak atau memar. Hal ini mengundang bibit penyakit masuk ke bagian yang
memar, sehingga bisa membusukkan pangkal setek.

Pada saat mengambil setek batang, pohon induk harus dalam keadaan sehat
dan tidak sedang bertunas. Yang dijadikan setek biasanya adalah bagian
pangkal dari cabang. Pemotongan cabang diatur kira-kira 0.5 cm di bawah mata
tunas yang paling bawah dan untuk ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata
tunas yang paling atas.

Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya berwarna hiiau tua.
Dengan demikian seluruh daun dapat melakukan fotosintesis yang akan
menghasilkan zat makanan dan karbohidrat. Nantinya zat ini akan disimpan
dalam organ penyimpanan, antara lain di batang. Karbohidrat pada batang ini
penting sebagai sumber energi yang dibutuhkan pada waktu pembentukan akar
baru.

Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar kelingking. Diameter sekitar 1
cm dengan panjang antara 10- 15 cm. Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas.
Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam keadaan setengah tua
dengan warna kulit batang biasanya coklat muda.

107 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Pada saat ini kandungan karbohidrat dan auxin (hormon) pada batang cukup
memadai untuk menuniang terjadinya perakaran setek.

B. Lembar Kerja

1. Pembiakan Tanaman secara vegetatif


a. Okulasi
Alat
Pisau (Pisau okulasi, silet, cutter)
Gunting stek
Spidol
Bahan
Plastik elastis untuk
Batang Bawah yang siap diokulasi
Batang Atas (entres)
Label
Langkah Kerja
Siapkan pisau, batang bawah, batang atas(entres), plastik
untuk pengikat kira-kira 20 cm dan label.
Batang bawah diukur dari permukaan akar 20 cm,
lakukan sayatan dengan ukuran lebar 0,5 1 cm, dan
panjang 2-3 cm, sayatan dilakukan dari atas ke bawah,
jangan sampai terkena tulang kayu dengan cara
Pengirisan batang atas dilakukan dengan bentuk jendela
atau bentuk huruf U terbalik.
Penyisipan batang atas
Pengikatan batang atas (entres)

108 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Tahapan melakukan okulasi

b. Sambung Pucuk
Alat
Pisau (Pisau okulasi, silet, cutter)
Gunting stek
Spidol
1. Bahan
Batang Bawah yang siap disambung
Batang Atas (Tunas)
Label
Plastik untuk sungkup sambungan ukuran 5 x 10 cm,
transparan.
2. Langkah Kerja
Sipakan batang bawah yang sudah siap disambung
Siapkan tunas yang akan disambung
Potong batang bawah kira-kira 5-10 cm dari tunas atas ke
bawah
Belah batang bawah 5-6 cm.
Lancipkan batang atas/tunas dengan menyesuaikan bentuk
potongan pada batang bawah.
Masukan/sisipkan tunas yang sudah dilancipkan ke batang
bawah.
Ikat tunas yang sudah dimasukkan ke batang bawah tadi
Tutup dengan menggunakan plastik transparan.

109 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


c. Susuan
Langkah Kerja
Menyayat batang bawah dengan kayunya sepanjang 2-3
cm, atau kira-kira l/3 diameter batang.
Lakukan penyayatan pada batang batang atas sayatan
disesuaikan dengan sayatan pada batang bawah
Gabungkan batang bawah dengan batang atas lalu diikat

d. Cangkok
Alat
Pisau
Gunting stek
Gergaji
Ember

110 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Bahan
Tanah
Kompos/pupuk kandang
Plastik/sabut kelapa
Perangsang akar
Air
Langkah Kerja
Sabut kelapa/plastik dipersiapkan
Media untuk cangkok dipersiapkan
Persiapan untuk mengikat (tali)
Pemilihan batang untuk dicangkok
Pengerikan batang cangkok
Pemberian hormon perangsang akar
Pengikatan plastik penahan media
Pemberian media
Pengikatan

e. Stek
Alat
Pisau
Gunting stek
Bahan
Tanah
Kompos/pupuk kandang
Plastik/sabut kelapa
Perangsang akar
Air
Langkah Kerja
Stek ini diambil dari batang atau cabang pohon induk yang
akan kita perbanyak
Gunting setek yang digunakan harus tajam agar bekas
potongan rapi

111 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Pada saat mengambil setek batang, pohon induk harus
dalam keadaan sehat dan tidak sedang bertunas.
Kondisi daun pada cabang yang hendak diambil sebaiknya
berwarna hijau tua
Ukuran besar cabang yang diambil cukup sebesar
kelingking. Diameter sekitar 1 cm dengan panjang antara
10 - 15 cm.
Cabang tersebut memiliki 3-4 mata tunas.
Kondisi batang pada saat pengambilan berada dalam
keadaan setengah tua dengan warna kulit batang biasanya
coklat muda

112 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Kegiatan Pembelajaran 3. Memelihara bibit hasil pembiakan
vegetatif

A. Lembar Informasi

Penyiraman
Kesalahan penyiraman akan menyebabkan membusuknya akar. Hendaknya
menyiram jangan berdasarkan kegiatan rutin saja, tetapi harus memperhatikan
kelembaban udara dari media, bila udara terasa lembab, maka tanaman dapat
menyerap air dari kelembaban udara dan tidak perlu menyiram.

Adapun jenis air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman yaitu air sumur,
air ledeng, air hujan dan air sungai. Hal yang perlu diperhatikan dalam
penyiraman yaitu media yang dipakai, macam pot dan suhu udara. Penyiraman
yang tepat adalah penyiraman sesuai dengan kondisi kapasitas lapang.

Pemupukan tanaman
Kebutuhan tanaman akan unsur-unsur mineral
Untuk mengetahui peranan pupuk yang beraneka ragam bagi kehidupan
tanaman, digunakan berbagai macam unsur dengan jumlah yang berbeda-beda
menurut kebutuhan tanaman.

Sebaliknya kebutuhan tanaman akan makanan dapat diperhatikan sepanjang


kehidupannya.
a) Kebutuhan rata-rata: biasanya dinyatakan dengan angka-angka,
mengenai kebutuhan pupuk berdasarkan apa yang dihisap oleh
tanaman dari tanah. Namun pemakaian yang konkret masih
tergantung dari berbagai macam faktor yang lain, seperti:
Jenis/varietas tanaman yang ditanam
Kesuburan tanah; pada tanah yang subur, persediaan unsur di dalam
tanah akan lebih mencukupi, walaupun tingkat kekayaannya tidak
sama, dan kemungkinan ada salah satu unsur yang diberi lebih banyak
dan sebaliknya.

113 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Keadaan cuaca; dalam hal ini harus memperhatikan situasi, tetapi
angka-angka penghisapan berguna pula.
b) Lingkaran penghisapan unsur
Tanaman harus mampu menghisap zat makanan yang pada waktu itu
sangat dibutuhkan. Karena dalam hal ini, pada suatu ketika, pasti
akan terjadi masa-masa kritis. Sudah barang tentu pada masa
pertumbuhan vegetatif tanaman sangat membutuhkan N. Sedang P
dibutuhkan pada pembungan dan pembuahan.
Maka pada waktu masa kritis ini, perlu diadakan pemupukan sesuai
dengan kebutuhan, jika tidak mendapat pemupukan yang cukup,
tanaman akan menderita dan kemungkinan besar banyak yang mati.

c) Pemupukan jangan over dosis


Pemupukan yang terlalu banyak atau berlebihan tidak akan
menguntungkan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi tanaman saja,
manusia atau ternak pun, bila terlalu banyak makan, akan
mendatangkan penyakit yang akibatnya kurang menguntungkan.

Pengendalian Gulma, Hama dan Penyakit


Berbagai cara untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit pada bibit
yang sudah tumbuh, diantaranya adalah sebagai berikut:
Cara pengendalian Hama
1) Mengendalikan Hama Secara Manual
Menangkap atau membunuh langsung hama, pengumpulan telur-telur
serangga hama lalu dimusnahkan.
2) Mengendalikan Hama dengan Perangkap
Penggunaan warna kuning dari lembaran plastik untuk menarik
serangga di lahan tanaman.
Membuat lampu perangkap/light trap untuk menangkap serangga,
atau penggunaan botol perangkap untuk menangkap lalat buah
3) Mengendalikan Hama secara biologi
Menggunakan berbagai jenis predator sebagai pemangsa berbagai
jenis hama
114 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
4) Mengendalikan Hama dengan Insektisida
Menyemprotkan insektisida kearah tanaman yang terserang hama
Cara pengendalian pada Penyakit
1) Teknik Mengendalikan Penyebab Penyakit Secara Manual
Memotong bagian tanaman yang terkena penyakit, lalu mengoles
bagian terpotong dengan fungisida atau bakterisida
2) Teknik Mengendalikan Penyebab Penyakit dengan Fungisida Atau
Bakterisida
Menyemprotkan fungisida atau bakterisida kearah tanaman yang
terserang penyebab penyakit

Cara pengemdalian gulma


Gulma yang ada pada sekitar pembibitan atau tempat bibit hasil pembiakan
hendaknya dibuang atau dibersihkan, karena pertumbuhan gulma ini akan
mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Gulma akan bersaing dalam
beberapa kegiatan diantaranya adalah, persaingan dalam mendapatkan unsur
hara, bersaing dalam menerima sinar matahari, tempat bersarangnya hama.

Dengan demikian keberadaan gulma harus kita bersihkan, agar tidak


menghambat pertumbuhan bibit yang kita pelihara. Pembersiahan gulma
biasanya dilakukan dengan cara menyiang disetiap tempat yang ditumbuhi
gulma, atau gulma tersebut dicabut.

D. Aktifitas Pembelajaran
1) Penguasaan konsep
Anda akan melakukan kegiatan pembibitan tanaman secara vegetatif.
Apa yang anda lakukan dalam memahami pembibitan tanaman secara
vegetatif.
Setelah memahami pembibitan tanaman secara vegetatif.
Prosedur apa yang harus diikuti dalam memahami pembibitan tanaman
secara vegetatif
Penggunaan alat dan bahan untuk mendokumentasikan untuk memahami
pembibitan tanaman secara vegetatif, jelaskan.

115 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2). Mengenal Fakta
Melakukan observasi, peserta melakukan observasi, dalam kegiatan
memahami pembibitan tanaman secara vegetatif, kegiatan dikoordinir
oleh widyaiswara.
Observasi dilakukan secara berkelompok pada tempat yang berbeda
Observasi dilakukan untuk memahami pembibitan tanaman secara
vegetatif.
Dari hasil observasi ini selanjutnya merumuskan memahami pembibitan
tanaman secara vegetatif.
Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk kompetensi
dasar memahami pembibitan tanaman secara vegetatif.

3). Merefleksikan.
Setelah peserta diklat melakukan penguasaan konsep dan mengenal fakta,
selanjutnya peserta diklat melakukan refleksi bagaimana anda akan pembibitan
tanaman secara vegetatif berdasarkan konsep dan hasil observasi.

4). Melakukan analisis dan sintesis


Analisis daya dukung, peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktek untuk
mengetahui tingkat kesesuaiannya dalam pembibitan tanaman
secara vegetatif secara berkelompok.
Sintesis, peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi memahami pembibitan tanaman secara vegetatif dan hasil
analisis terhadap tingkat kesesuaian daya dukung, peserta diklat
melakukan rekontruksi/modifikasi terhadap hasil refleksi dalam
kegiatan pembibitan tanaman secara vegetatif.

5). Menyusun dan Melaksanakan Rencana Kerja


Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana memahami pembibitan tanaman secara vegetatif,
rencana kerja/proposal memuat metode persiapan yang akan

116 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


dilaksanakan, kriteria keberhasilan, waktu pencapaian dan jadwal
kegiatan, serta pembagian tugas kelompok.
Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana pembibitan tanaman
secara vegetatif yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan
daya dukung dalam memahami pembibitan tanaman secara
vegetatif. Apabila ada kesulitan peserta dapat mendiskusikan
dengan fasilitator.
Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran
setiap anggota masyarakat.
Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakukan
pengamatan dan pencacatan data kegiatan pembibitan tanaman
secara vegetatif yang dilaksanakan. Lembar pengamatan disiapkan
peserta diklat setelah mendapat persetujuan fasilitator.
Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan. Peserta diklat
melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan
Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik / rekomendasi
terhadap pembibitan tanaman secara vegetatif. Perumusan umpan
balik ini juga harus mempertimbangkan dasar teori, fakta dan
kondisi hasil kerja.

117 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


E. Latihan/Kasus/Tugas

Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas.


1. Jelaskan tentang maksud dari pembiakan tanaman secara
vegetatif!
2. Apa keuntunganya dari pada pembiakan tanaman secara
vegetatif?
3. Jelaskan cara pembiakan vegetatif dengan menggunakan metoda
okulasi!
4. Apa keuntungan yang dihasilkan dari pembiakan tanaman
vegetatif dengan menggunakan metoda okulasi. Jelaskan!
5. Jelaskan cara pembiakan vegetatif dengan menggunakan metoda
susuan!

F. Rangkuman
Perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah suatu cara-cara
perbanyakan tanaman menggunakan bagian-bagian tanaman seperti :
batang, pucuk, daun, umbi dan akar, untuk menghasilkan tanaman baru,
yang sama dengan induknya. Arti penting perbanyakan tanaman secara
vegetatif antara lain mempertahankan genotipe unggul, mengatasi
masalah pada perkecambahan dan penyimpanan biji, memperpendek
waktu berbunga dan berbuah, menggabungkan lebih dari satu genotipe
dalam satu tanaman, mengendalikan fase perkembangan tanaman, dan
mendapatkan keseragaman tanaman. Teknik perbanyakan tanaman
secara vegetatif yaitu stek, cangkok, penyusuan, okulasi, dan
sambungan.
Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam perbanyakan tanaman
secara vegetatif meliputi aspek anatomi, fisiologi, dan genetik Aspek
anatomi berkaitan dengan pengetahuan struktur internal dari akar,
batang, dan daun. Aspek fisiologi berkaitan dengan peranan secara
fisiologis berbagai hormon tanaman dalam mempengaruhi pertumbuhan
hasil perbanyakan tanaman. Aspek genetik berkaitan dengan
keseragaman dan keragaman genetik tanaman yang diperbanyak secara
vegetatif.
118 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Peserta pelatihan setelah mempelajari modul pelatihan ini diminta untuk
memberikan tanggapan terhadap materi didalam modul ini dan juga diminta
menganalisis materi-materi yang dapat diimplementasikan di sekolah. Adapun
kegiatan umpan balik yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Apa saja yang telah saya lakukan berkaitan dengan materi kegiatan belajar
ini?
Bag\aimana pikiran/perasaan saya tentang materi kegiatan belajar ini?
Apa saja yang telah saya lakukan yang ada hubungannya dengan materi
kegiatan ini tetapi belum ditulis di materi ini?
Materi apa yang ingin saya tambahkan?
Bagaimana kelebihan dan kekurangan materi materi kegiatan ini?
Manfaat apa saja yang saya dapatkan dari materi kegiatan ini?
Berapa persen kira-kira materi kegiatan ini dapat saya kuasai?
Apa yang akan saya lakukan?

H. Kunci Jawaban
1. Maksud dari pembiakan tanaman secara vegetatif adalah suatu cara-cara
perbanyakan tanaman menggunakan bagian-bagian tanaman seperti :
batang, pucuk, daun, umbi dan akar, untuk menghasilkan tanaman baru,
yang sama dengan induknya. Arti penting perbanyakan tanaman secara
vegetatif antara lain mempertahankan genotipe unggul, mengatasi
masalah pada perkecambahan dan penyimpanan biji, memperpendek
waktu berbunga dan berbuah, menggabungkan lebih dari satu genotipe
dalam satu tanaman, mengendalikan fase perkembangan tanaman, dan
mendapatkan keseragaman tanaman.
2. Keuntungan dari pada pembiakan tanaman secara vegetatif adalah
mempertahankan genotipe unggul, mengatasi masalah pada
perkecambahan dan penyimpanan biji, memperpendek waktu berbunga
dan berbuah, menggabungkan lebih dari satu genotipe dalam satu
tanaman, mengendalikan fase perkembangan tanaman, dan

119 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


mendapatkan keseragaman tanaman. Dapat melestarikan bahan
heterosigus tanpa perubahan; Pembiakan vegetatif bisa lebih mudah dan
lebih cepat daripada perbanyakan dengan biji, karena masalah dormansi
biji yang harus diatasi dulu. Masa juvenil dapat lebih diperpendek. Dapat
digunakan untuk memperbanyak tanaman yang tidak ada bijinya, atau
bijinya tidak variabel ( pisang, orange dan anggur thompson tanpa biji)
3. Cara pembiakan vegetatif dengan menggunakan metoda okulasi adalah
Secara umum pekerjaan okulasi ini terdiri atas pengirisan/penyayatan
batang bawah, pengambilan mata tunas (entres), penyisipan mata
tunas, pengikatan tempelam, pelepasan ikatan pada tempelan, serta
pemotongan batang bawah.
4. Keuntungan yang dihasilkan dari pembiakan tanaman vegetatif dengan
menggunakan metoda okulasi adalah mempertahankan genotipe unggul,
mengatasi masalah pada perkecambahan dan penyimpanan biji,
memperpendek waktu berbunga dan berbuah, menggabungkan lebih dari
satu genotipe dalam satu tanaman, mengendalikan fase perkembangan
tanaman, dan mendapatkan keseragaman tanaman. Dapat melestarikan
bahan heterosigus tanpa perubahan; Pembiakan vegetatif bisa lebih
mudah dan lebih cepat daripada perbanyakan dengan biji, karena
masalah dormansi biji yang harus diatasi dulu. Masa juvenil dapat lebih
diperpendek. Dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman yang tidak
ada bijinya, atau bijinya tidak variabel ( pisang, orange dan anggur
thompson tanpa biji)
5. Cara pembiakan vegetatif dengan menggunakan metoda susuan adalah
Menyayat batang bawah dengan kayunya sepanjang 2-3 cm, kira-kira l/3
diameter batang. Hal yang sama dilakukan untuk cabang batang atasnya
yang belum dipotong dari induk. Keduanya kemudian dilekatkan tepat
pada bagian yang disayat. Pada waktu melekatkan harus diperhatikan
agar kambium entres dan batang bawahnya berhimpit. Posisi sususan
bisa duduk atau menggantung.
Pemotongan entres dilakukan setelah pertautan berhasil. Biasanya
setelah 3-4 bulan. Tandanyada pembengkakan disekitar batang
yang diikat.

120 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Agar cabang entres tidak kaget atau stres sebaiknya pemotongan
dari induk dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali.
Selang waktu pengeratan pertama ke berikutnya adalah seminggu.
Pada pengeratan Pertama setelah terjadi pembengkakan cabang
entres dikerat 1/3 diameter cabang. Minggu kedua 2/3 diameter
cabang. Minggu ketiga susuan dipotong lepas.

121 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Kegiatan Pembelajaran 4. Mengidentifikasi dan
Mengoperasikan Alat Mesin Pertanian

A. Tujuan

Dengan mempelajari modul ini dan sumber belajar yang lain serta peralatan yang
memadai, maka peserta diklat mampu mengidentifikasi dan mengoperasikan alat
mesin Pertanian pada paket keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan
Hortikultura.

B. Pencapaian indikator kompetensi

Pencapaian indikator kompetensi Mengidentifikasi dan Mengoperasikan Alat


Mesin Pertanian pada paket keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan
Hortikultura adalah

1. Mengidentifikasi jenis, bagian, dan fungsi alat dan mesin pengolahan


lahan, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen

2. Mengoperasikan, alat dan mesin pengolahan lahan, pemeliharaan


tanaman, panen dan pasca panen

C. Uraian Materi

Mengenal macam dan jenis Traktor Tangan (Hand Traktor), Mini Traktor dan
Traktor besar (Farm Traktor).

Banyak sekali cara untuk menggolongkan jenis alat pertanian, traktor misalnya,
menurut jenis pekerjaannya (traktor pertanian, traktor perkebunan dan traktor
industri), bahan bakarnya (traktor bensin, traktor solar dan traktor minyak tanah),
roda atau cara tarikannya (traktor beroda satu, dua, tiga, empat, roda karet, besi,
rantai ulat ataupun kombinasi).

122 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Karena berbagai sebab, klasifikasi traktor seperti di atas sudah tidak sesuai lagi
pada saat ini. Penyebab yang menyulitkan klasifikasi ini adalah makin majunya
teknologi di bidang pembuatan traktor dan daya traktor yang terus diperbesar.

Traktor adalah alat dan mesin penarik beban yang bersumber daya mekanis.
Klasifikasi traktor dibedakan menjadi dua macam, yaitu berdasarkan kegunaan
dan jenis roda penggeraknya. Selanjutnya mari kita belajar; (1) traktor
berdasarkan penggunaannya, (2) traktor berdasarkan jenis roda dan
penggeraknya, (3) traktor berdasarkan besar daya/tenaganya, (4) traktor
berdasarkan bentuk dan pabrik pembuatnya. Mari kita coba untuk melakukan
identifikasi terhadap bagian-bagian alat/mesin pertanian berupa : (a) hand
traktor, (b) mini traktor dan, (c) farm traktor.

1. Hand traktor,

Biasanya berupa traktor kecil yang mempunyai kekuatan kurang dari 12 daya
kuda (HP), dimana operator dalam menjalankan traktornya berdiri dibelakang
traktor dan berjalan kaki mengikuti jejak traktornya.
Menurut jumlah rodanya, maka terdapat dua macam traktor tangan, yaitu traktor
yang beroda tunggal dan yang beroda dua atau yang biasa disebut berporos
satu.
Traktor beroda tunggal, Daya mesin diteruskan lewat satu roda atau rantai
bertelapak. Untuk ini mutlak diperlukan dua titik tumpu untuk keseimbangannya,
misalnya alat tambahan atau gandengan. Pengemudi harus dapat mengatasi
gaya-gaya bebas yang berasal dari traktor maupun alat tambahannya.

Traktor beroda dua (hand traktor), Traktor tangan merupakan traktor pertanian
yang hanya mempunyai sebuah poros roda (beroda dua). Traktor ini
berukuran panjang berkisar 1740 2290 mm, lebar berkisar 710 880 mm dan
dayanya berkisar 6 10 HP. Sebagai daya penggerak utamanya menggunakan
motor diesel silinder tunggal.

123 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


2. Mini Traktor

Traktor mini merupakan traktor yang mempunyai dua buah poros roda (beroda
empat), sesuai dengan namanya maka ukuran traktor ini relatif lebih kecil, yaitu
mempunyai panjang berkisar 1790 2070 mm, lebar berkisar 995 1020 mm,
berat 385 535 kg, dan daya berkisar 13 - 40 HP.

Pada elemennya traktor jenis ini digerakkan oleh motor diesel dua silinder atau
lebih, mempunyai 6 kecepatan (versneling) maju, dan 2 kecepatan mundur, yang
dibedakan menjadi 4 macam kecepatan rendah (termasuk kecepatan mundur)
dan 4 macam kecepatan tinggi (termasuk kecepatan mundur). Kecepatan kerja
berkisar antara 0,94 4,79 km/jam dan kecepatan transport antara 7,54 13,3
1 km/jam.

Traktor jenis ini sudah dilengkapi dengan PTO (power take off), three point hitch
(tiga titik penggandengan/sistem mounted). Pada umumnya konstruksi traktor
mini tidak banyak berbeda dengan traktor besar, perbedaannya hanya terdapat
pada dayanya saja. Traktor jenis ini banyak dimiliki oleh petani.Jenis traktor ini
dipergunakan untuk membedakan suatu traktor yang beberapa waktu yang
lampau banyak dipakai untuk menarik beban saja.

3. Farm Traktor.

Traktor besar dicirikan sebagai traktor yang mempunyai dua buah poros roda (beroda
empat atau lebih), panjangnya berkisar 2650 3910 mm, lebar berkisar 1740
2010 mm dan dayanya 45 HP ke atas. Jenis traktor ini harganya sangat mahal
sehingga petani masih belum mampu untuk memiliki secara perorangan.
Disamping itu penggunaannyapun kurang efisien mengingat bentuk petakan
sawah yang relatif kecil. Traktor ini banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan
perkebunan yanng mempunyai areal yang luas dan modal yang cukup besar.
Disamping itu traktor besar berpungsi sebagai (a) traktor pembawa elemen, (b)
traktot sistem fergusen (c) Traktor Portal, (d) Traktor lereng.

124 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Mengenal Alat Pengolahan Tanah

Di dalam usaha pertanian, pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk


menciptakan kondisi fisik, khemis dan biologis tanah yang lebih baik sampai
kedalaman tertentu agar sesuai untuk pertumbuhan tanaman.

Ada dua cara pengolahan tanah, yaitu pengolahan tanah kering dan pengolahan
tanah basah. Cara pengolahan tanah kering adalah cara pengolahan tanah
dimana tanah dalam keadaan kering, baik pada waktu pengolahan tanah
pertama maupun pengolahan tanah kadua. Sedangkan cara pengolahan tanah
basah adalah, bahwa pada kedua tahap pengolahan tanah dilakukan pada
keadaan tanah yang basah.

Macam dan Jenis Alat Pengolahan Tanah


Macam dan jenis alat pengolahan tanah untuk pertanian digolongkan menjadi
dua golongan menurut tahap pengolahan tanahnya, yaitu : (a) Alat Pengolah
Tanah Pertama. (b) Alat Pengolah Tanah Kedua.

a. Alat pengolah tanah pertama


Macam alat pengolah tanah pertama yang umum digunakan adalah cangkul,
garpu, bajak singkal (Moldboard plow), bajak piring (Disc plow) dan bajak rotary
(Rotary plow).

1) Bajak Singkal

Bajak singkal merupakan peralatan pertanian untuk pengolahan tanah yang


digandengkan dengan sumber tenaga penggerak/penarik seperti tenaga penarik
sapi, kerbau atau traktor pertanian. Bajak singkal berfungsi untuk memotong,
membalikkan, pemecahan tanah serta pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam
tanah, dan digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan tanah pertama.

Berdasarkan arah lemparan lempengan tanah, bajak singkal dibedakan menjadi


dua tipe, yakni (a) bajak singkal satu arah dan (b) bajak singkal dua arah.

Bajak singkal satu arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu
mengerjakan pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya
125 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
dalam satu arah. Lemparan atau pembalikan tanahnya biasanya dilakukan ke
arah kanan.

Bajak singkal dua arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu
mengerjakan pengolahan tanah, arah pelemparan atau pembalikan tanahnya
dapat diatur dua arah yaitu ke kiri maupun ke arah kanan.

Gambar 22. Bajak singkal dan hasil olah tanahnya

2) Bajak Piring

Bajak piring berbentuk piringan, yaitu bulat dan cekung menyerupai alat
penggorengan dengan garis tengah berkisar antara 60 sampai 80 cm. Bajak
jenis ini hanya bias sitarik oleh traktor besar empat roda saja, jumlahnya antara 3
sampai 8 bajak piring tergantung pada tenaga traktornya.

Gambar 23. Bajak piring dan hasil olah tanahnya

126 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


b. Alat Pengolah Tanah kedua
Macam alat pengolah tanah kedua yang umumnya sering digunakan adalah :
bajak rotary, garu sisir dan garu piring

1) Bajak Rotary (Rotary Plow)

Secara umum bajak rotary dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu : (a) Tenaga
pemutar pisau roraty dari mesin tersendiri terpisah dari tenaga traktor, (b)
Tenaga pemutar pisau roraty disalurkan langsung dari tenaga putaran poros
mesin traktor. Di Indonesia yang banyak digunakan adalah jenis kedua. Untuk
traktor tangan 2 roda, sistem penyalurannya adalah dengan menggunakan
sistem rantai penyalur tenaga. Sedangkan untuk traktor besar empat roda
sistem penyaluran tenaganya menggunakan sistem poros penyalur tenaga dari
mesin power take off (PTO).

Gambar 24. Bajak rotari (rotary plow)

2) Garu Sisir
Garu sisir dapat digunakan pada tanah sawah (basah) dan juga pada tanah
kering. Kegunaan mata sisir adalah untuk menghancurkan, meratakan dan
membenamkan sisa-sisa tanaman yang sudah terbajak.

Gambar 25. Garu sisir

127 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


3) Garu Piring
Garu piring dapat berbentuk seperti bajak piring (rata tepinya) atau tepinya dapat
juga berbentuk gelombang. Garu piring yang ditarik dengan traktor besar 4 roda,
jumlah piringan dalam satu gang adalah 8 sampai 12 buah piringan, sedangkan
jumlah gang dalam satu tarikan adalah 2 atau 4 gang. Diameter garu piring lebih
kecil daripada bajak piring.

Gambar 26. Garu piring

ALAT PENANAMAN
Penanaman merupakan usaha menempatkan biji atau benih di dalam tanah
pada kedalaman tertentu atau menyebarkan biji di atas permukaan tanah atau
menanamkan tanaman di dalam tanah. Hal ini dimaksdukan untuk mendapatkan
perkecambahan serta pertumbuhan biji yang baik.

Macam dan Jenis Alat Penanam


Berdasarkan sumber atau tenaga penarik yang digunakan, macam dan jenis
alat/mesin penanam dapat digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu : (a) Alat
penanam dengan sumber tenaga manusia, (b) Alat penanam dengan sumber
tenaga hewan (c) Alat penanam dengan sumber tenaga traktor

Mengidentifikasi Bagian-Bagian Traktor Tangan


Berdasarkan besarnya daya motor, traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga jenis,
yaitu :

1. Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp


2. Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp

128 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


3. Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya antara 712 hp
Berdasarkan komponen utamanya traktor tangan dapat dilihat sebagaimana
tersaji pada gambar dibawah ini.

Keterangan:

1. As (poros) roda
2. Bak rotary
3. Penutup rotary
4. Gantungan rotary
5. Tuas pengunci as land wheel
6. Tuas kopling kemudi
7. Stang kemudi
8. Tuas gas
9. Stang pembantu
10. Tuas persneling utama
11. Tuas kopling utama
12. Tuas kecepatan (cepat-lambat)
13. Panel persneling
14. Tuas pengatur kedalaman rotary
15. Bak Rantai rotary
16.
17. Roda/Ban karet
18. As roda
19. Kerangka/chasis
20. Tempat pemberat depan
21. Pully
22. Fly wheel/roda gila
23. V-belt
24. Rumah kopling
25. ..
26. Box transmisi
27. Saklar lampu depan
28. Steering cluth
29. Pengatur kedalaman rotary
129 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
30. ..
31. Pisau rotary
Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok,
yaitu (a) Tenaga penggerak, (b) Kerangka dan Transmisi (penerus tenaga) dan
(c) Tuas kendali/control.

1. Tenaga penggerak motor.

Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga
yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang
dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan satu silinder.

Sebagian besar traktor menggunakan motor diesel. Penggunaan motor diesel


umumnya lebih murah baik pada saat pengoperasiannya maupun perawatannya.
Motor diesel lebih awet dibanding motor jenis lain, asal perawatannya dilakukan
dengan baik dan benar sejak awal.

2. Kerangka dan Transmisi (penerus tenaga)

Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan


bagian traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan kerangka dengan
menggunakan beberapa buah baut pengencang.

Transmisi berfungsi memindahkan tenaga/putaran dari motor penggerak ke alat


lain yang bergerak. Jenis transmisi yang digunakan ada beberapa macam,
seperti : pully, belt, kopling, gigi persneling, rantai dan sebagainya.

Tenaga dari motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan v-belt ke
kopling utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut ke gigi persneling
untuk menggerakkan poros roda dan poros PTO. Selain untuk menyalurkan
tenaga, gigi persneling juga berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran poros
roda dan poros PTO.

130 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Dari PTO tenaga dasalurkan lewat
gigi dan rantai ke mesin rotary.
Kopling utama dioperasikan dari
tuas kopling utama. Bila tuas
ditarik ke posisi netral, maka
tenaga motor tidak disalurkan ke
gigi persneling. Akibatnya traktor
akan berhenti, meskipun kondisi
motor penggerak dihidupkan.

Gambar 27. kopling

Di samping kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudi terletak di
bawah gigi persneling, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudi
dioperasikan melalui tuas kemudi kanan dan kiri. Apabila kopling kemudi kanan
ditekan, maka putaran gigi persneling tidak tersambung dengan poros roda
kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri.
Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.

131 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 28. Bagian traktor tangan

Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu


karena putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis
roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda besi, roda apung
(roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk transportasi dan
mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk
mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran, sehingga tidak merusak
jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda
besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada
saat menarik beban berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah
basah.

Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan standar
samping. Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan roda.
Pemasangan roda dilakukan satu persatu. Pelepasan roda dari poros dilakukan
dengan cara melepas mur-baut dan atau pena penyambung.

Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu


karena putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis
roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda besi, roda apung
(roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk transportasi dan

132 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk
mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran, sehingga tidak merusak
jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda
besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada
saat menarik beban berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah
basah.

Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan standar
samping. Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan roda.
Pemasangan roda dilakukan satu persatu. Pelepasan roda dari poros dilakukan
dengan cara melepas mur-baut dan atau pena penyambung.

Pemasangan roda yang cukup


lebar juga akan menjaga
keseimbangan traktor, terutama
apabila digunakan pada lahan
yang miring.

Sedang lubang yang ada di poros


digunakan untuk tempat pena,
sehingga menjamin roda tidak
akan slip atau lepas pada saat
pengoperasian.

3. Tuas kendali/control
Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya
traktor. Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan ada banyak
tuas kendali. Namun begitu banyaknya tuas kendali ini akan mengakibatkan
traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih mahal. Untuk itu sekarang banyak
diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan beberap tuas kendali.
Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya menjadi lebih murah.
Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.

a. Tuas persneling utama


Tuas persneling utama berfungsi untuk memindah susunan gigi pada persneling,
sehingga perbandingan kecepatan putar poros motor penggerak dan poros roda

133 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


dapat diatur.Traktor tangan yang lengkap biasanya mempunyai 6 kecepatan
maju dan 2 kecepatan mundur. Kecepatan ini dapat dipilih sesuai dengan jenis
pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Sebagai patokan awal dapat digunakan
sebagai berikut:

1) Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary


2) Kecepatan dua untuk membajak tanah dengan bajak singkal/piringan
3) Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang
4) Kecepatan empat untuk berjalan di jalan biasa
5) Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak
6) Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan
7) Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak

b. Tuas persneling cepat lambat


Tuas ini tidak selalu ada. Apabila tuas persneling utama hanya terdiri dari 3
kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur, biasanya traktor tangan dilengkapi
dengan tuas persneling cepat lambat. Fungsi perneleng ini untuk memisahkan
antara pekerjaan mengolah tanah dengan pekerjaan transportasi (berjalan dan
menarik trailer/gerobak). Dengan adanya tuas cepat lambat, kemungkinan salah
dalam memilih posisi persneling bisa dikurangi.

Gambar 29. Tuas persneling cepat lambat

134 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


c. Tuas kopling utama
Tuas kopling utama berfungsi untuk mengoperasikan kopling utama. Bila tuas
dilepas pada posisi pasang/ON, maka tenaga motor akan tersambung ke gigi
persneling.

Sebaliknya apabila ditarik ke posisi


netral/bebas/OFF, maka tenaga
motor tidak disalurkan ke gigi
persneling. Apabila ditarik lagi maka
tuas kopling utama akan tersambung
dengan rem yang berada pada
rumah kopling utama.

b. Tuas persneling mesin rotary


Tuas persneling mesin rotary berfungsi sebagai pengatur kecepatan putar poros
PTO. Biasanya ada dua macam kecepatan dan satu netral. Apabila hasil
pengolahan yang diharapkan halus dan gembur, maka tempatkan posisi tuas
persneling mesin rotary pada posisi cepat.

Begitu juga sebaliknya. (Kecepatan


putar pisau rotary dapat juga diatur
dari posisi pemasangan rantai
penghubung)

135 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


e. Tuas kopling kemudi

Ada dua buah tuas kopling kemudi pada setiap


traktor tangan, masing-masing ada di sebelah
kanan dan kiri. Tuas ini digunakan untuk
mengoperasikan kopling kemudi (kanan dan
kiri). Apabila tuas kopling kemudi kanan
ditekan, maka putaran gigi persneling tidak
tersambung dengan poros roda kanan.
Sehingga roda kanan akan berhenti, dan
traktor akan berbelok ke kanan. Begitu juga
sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.

e. Tuas gas
Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak.

Tuas ini digunakan untuk


mengubah kecepatan putaran
poros motor penggerak yang
sesuai dengan tenaga yang
dibutuhkan. Tuas ini juga
berfungsi untuk mematikan
motor traktor, apabila posisinya
ditempatkan pada posisi
STOP.

Komponen Utama Mini Traktor (Satoh Model St-130)


Sebagai operator traktor yang trampil dan handal, Anda harus mengetahui dan
mengerti semua hal yang berkenaan dengan kerja mesin sebagai sumber tenaga
penggerak. Demikian pula semua alat pengendali sebagai alat pengatur,
penyalur tenaga hingga sampai pada putaran roda.
136 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Bagian-Bagian Alat Pengolah Tanah

1. Bajak Singkal
Bajak singkal merupakan peralatan pertanian untuk pengolahan tanah yang
digandengkan dengan sumber tenaga penggerak/penarik seperti tenaga penarik
sapi, kerbau atau traktor pertanian. Bajak singkal berfungsi untuk memotong,
membalikkan, pemecahan tanah serta pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam
tanah, dan digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan tanah pertama. Bajak
singkal dirancang dalam beberapa bentuk untuk tujuan agar diperoleh
kesesuaian antara kondisi tanah dengan tujuan pembajakan. Aneka ragam
rancangan yang dijumpai selain pada bentuk mata bajak, juga di bagian
perlengkapannya.

Bagian bajak singkal yang aktif untuk mengolah tanah terdiri atas:

1. Pisau bajak (share) berfungsi untuk memotong tanah secara horizontal. Oleh
karenanya biasaya bajak ini terbuat dari logam yang berbentuk tajam.

2. Singkal (moldboard) berfungsi untuk mengangkat, menghancurkan dan membalik


tanah yang telah dipotong oleh pisau bajak. Karena bentuknya yanng
melengkung, pada waktu bajak bergerak maju, tanah yang telah
terpotong akan terangkat ke atas kemudian akan dibalik dan dilempar sesuai
dengan arah pembalikan bajak.

3. Penstabil bajak (land side), berfungsi untuk mempertahankan gerakan maju


bajak agar tetap lurus. Dengan jalan menahan atau mengimbangi gaya ke
samping yang diterima oleh bajak singkal, pada waktu bajak tersebut
digunakan untuk memotong dan membalik tanah.Bagian penstabil bajak ini
akan selalu bergerak sejajar dan menempel pada dinding alur
pembajakan.

137 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 30. Bagian-bagian Bajak Singkal

Untuk penyempurnaan hasil kerjanya, disamping bagian-bagian utama di atas,


bajak singkal sering dilengkapi dengan perlengkapan tambahan, antara lain
adalah:

a. Roda alur penstabil (furrow wheel), berfungsi sebagai pembantu alas


penstabil bajak dalam menjaga kestabilan pembajakan.

b. Roda dukung (land wheel), berfungsi untuk mengatur kedalaman


pembajakan. Dengan alat ini diharapkanpengolahan tanah dapat
dilakukan dengan kedalaman yang relatif konstan.

c. Kolter, berfungsi untuk memotong seresah dan memotong tanah ke


arah vertikal. Dengan alat ini diharapkan kerja pembalikan tanah akan
lebih ringan. Kolter biasanya dipasang di depan bajak dan terletak sedikit di
atas mata bajak.

d. Jointer, berfungsi untuk memungkinkan penutupan seresah lebih


sempurna dalam pembajakan. Alat ini bentuknya menyerupai bajak
singkal namun dengan ukuran yang lebih kecil. Dalam pemasangan
umumnya berada di atas pisau bajak, ke arah tanah yang belum dibajak
dengan kedalaman kerja lebih kurang 5 cm..

138 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


e. Kerangka (beam), seluruh bagian-bagian bajak di atas pada
penggunaannya dipasang pada kerangka yang kuat. Pada kerangka ini
pula terpasang titik penggandengan bajak. Pada titik-titik penggandengan ini
bbajak dapat dirangkaikan dengan sumberdaya penariknya.

2. Bajak Piringan
Piringan dari bajak ini diikat pada batang penarik melalui bantalan (bearing),
sehingga pada saat beroperasi ditarik oleh traktor maka piringannya dapat
berputar. Dengan berputaraya piringan, maka diharapkan dapat mengurangi
gesekan dan tahanan tanah (draft) yang terjadi. Piringan bajak dapat berada
disamping rangka atau berada di bawah rangka.

Setiap piringan dari bajak piringan biasanya dilengkapi dengan pengeruk


(scraper) yang berguna selain untuk membersihkan tanah yang lengket pada
piringan, juga membantu dalam pembalikan potongan tanah.

Untuk menahan tekanan samping yang terjadi saat bajak memotong tanah, bajak
piring dilengkapi dengan roda alur belakang (rear furrow wheel). Setiap piringan
dari bajak piringan biasanya dilengkapi dengan pengeruk (scraper) yang berguna
selain untuk membersihkan tanah yang lengket pada piringan, juga membantu
dalam pembalikan potongan tanah. Untuk menahan tekanan samping yang
terjadi saat bajak memotong tanah, bajak piring dilengkapi dengan roda alur
belakang (rear furrow wheel).

2. Bajak Rotari/Pisau Berputar

Bajak rotari adalah bajak yang terdiri dari pisau-pisau yang berputar. Berbeda
dengan bajak piringan yang berputar karena ditarik traktor, maka bajak ini terdiri
dari pisau-pisau yang dapat mencangkul yang dipasang pada suatu poros yang
berputar karena digerakan oleh suatu motor. Bajak ini banyak ditemui pada
pengolahan tanah sawah untuk pertanaman padi.

Penggunaan bajak putar untuk pengolahan tanah dapat diharapkan hasilnya


baik, bila tanah dalam keadaan cukup kering atau basah sama sekali. Untuk
mengatasi lengketnya tanah pada pisau dapat dilakukan dengan mengurangi
139 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
jumlah pisau dan mempercepat putaran dari rotor dan memperlambat gerakan
maju. Makin cepat perputaran rotor akan lebih banyak daya yang digunakan tetapi
diperoleh hasil penggemburan yang lebih halus. Dalam penggunaan, dipilih
kebutuhan daya yang terkecil tetapi memenuhi persyaratan ukuran partikel tanah
yang dituntut oleh tanaman.

Salah satu masalah dari penggunaan bajak putar ialah apabila di dalam
tanah terdapat benda-benda keras: untuk itu biasanya diadakan
pengamanan (dilengkapi per-per pada pisaunya, adanya pengamanan slip
pada mesinnya).

Berdasarkan atas sistem pengambilan daya untuk menggerakkan rotor dan


pisau dari bajak putar, jenis bajak putar secara garis besar dibedakan menjadi dua,
yaitu:

1. bajak putar dengan tenaga pemutar pisau dari mesin tersendiri terpisah dari
tenaga traktor sebagai sumber daya penariknya (self propelled unit).
2. bajak putar dengan tenaga pemutar pisau dati PTO traktor, yang sekaligus
traktor tersebut sebagai sumber daya penariknya (PTO drives tractor).

Gambar 31. Bajak Rotari Tipe Tarik Berpenggerak PTO

140 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Bagian-Bagian Alat Tanam
Penanaman dapat dilakukan dengan menggunakan tangan saja, dengan
bantuan alat-alat sederhana ataupun dengan bantuan mesin-mesin penanam.
Dalam perkembangan alat dan mesin penanam ini dikenal dari bentuk yang
sederhana atau tradisional sampai dalam bentuk yang modern.

Macam dan jenis alat dan mesin penanam dapat digolongkan menjadi 3
golongan berdasarkan sumber tenaga atau tenaga penarik yang digunakan,
yaitu: (a) Alat penanam dengan sumber tenaga manusia, (b) Alat penanam
dengan sumber tenaga hewan, (c) Alat penanam dengan sumber tenaga traktor

Prinsip dan prosedur kerja alat/mesin pertanian

Banyak petani yang relatif kurang berhasil dalam meningkatkan produksi hasil
pertanian, salah satunya karena kurangnya memahami prinsip dan prosedur
kerja alat/mesin pertanian yang dimiliki. Hasil pertanian adalah merupakan aspek
yang penting dalam menekan kehilangan produksi pertanian. Sesungguhnya alat
dan mesin pertanian memiliki berbagai peranan penting dalam meningkatkan
usaha pertanian, antara lain:

1. Menyediakan tenaga untuk daerah yang kekurangan tenaga kerja


2. Antisipasi minat kerja di bidang pertanian yang terus menurun
3. Meningkatkan kapasitas kerja sehingga luas tanam dan intensitas tanam
dapat meningkat
4. Meningkatkan kualitas sehingga ketepatan dan keseragaman proses dan
hasil dapat diandalkan serta mutu terjamin
5. Meningkatkan kenyamanan dan keamanan sehingga menambah
produktivitas kerja
6. Mengerjakan tugas khusus atau sulit dikerjakan oleh manusia
7. Memberikan peran dalam pertumbuhan di sektor non pertanian

Sebagai contoh, pekerjaan pengolahan tanah sawah bila menggunakan tenaga


manusia diperlukan 50 hari kerja per hektare. Bila dibajak dengan kerbau,

141 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


membutuhkan 25 hari kerja per hektare. Sedangkan jika dikerjakan dengan
traktor roda dua, cukup 10 jam per hektare

Fungsi Alat Dan Mesin Pertanian

Alat dan mesin (alsin) pertanian dikelompokkan menjadi dua: alsin budidaya
tanaman dan alsin pengolahan hasil pertanian. Alsin budidaya pertanian adalah
alsin yang digunakan untuk produksi tanaman dan ternak. Contoh alsin untuk
produksi tanaman adalah alsin pengolah tanah, mesin tanam, sprayer, mesin
pemanen, dan sebagainya. Contoh alsin budidaya ternak adalah alsin penyiapan
pakan, aerator, pemerah susu, dan sebagainya.

Alsin pengolahan hasil pertanian adalah alsin yang digunakan untuk menangani
atau mengolah hasil tanaman atau hasil ternak. Contoh alsin penanganan dan
pengolahan hasil tanaman dan ternak adalah Rice Milling Unit, pengering,
thresher, mesin sortasi, mesin pengolah biji sawit, dan sebagainya.

Prosedur Kerja Alat Dan Mesin Pertanian

Berkembangnya teknologi dibidang pertanian merupakan salah satu upaya


pendekatan engineering secara luas dalam bidang pertanian yang sangat
dibutuhkan untuk melakukan transformasi sumberdaya alam secara efisien dan
efektif untuk pemanfaatannya oleh manusia, dengan harapan terjadi peningkatan
produksi dibidang pertanian.

Jika kita membandingkan keuntungan yang dihasilkan peralatan tradisonal yang


dipakai oleh petanidengan peralatan modern yang disebut alat mesin pertanian,
sangat jauh berbeda sebagaimana dicontohkan dalam pengolahan sawah yang
dikelola oleh manusia dengan alat mesin seperti menggunakan hand traktor. Kali
ini kita akan mencoba bagaiman prosedur yang baik dalam mengoprasikan hand
traktor.

Handtraktor berfungsi untuk mengolah tanah, mempunyai efesiensi yang tinggi


karena pembalikan dan pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang

142 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


bersamaan. Motor Penggerak pada Traktor Roda dua ini merupakan motor
penggerak serba guna karena dapat berfungsi sebagai motor penggerak untuk
alat alat lain seperti pompa air, alat prosesing, gandengan (trailer) dan lain-lain,
mengingat harga hantraktor relatif mahal jika diukur dengan kepemilikan lahan
pertanian petani rata-rata hanya memiliki luasan 0,5 hektar dengan kontur tanah
yang berbeda-beda dan berbukit. Untuk itu maka diperlukan prosedur kerja yang
baik dalam penanganan handtraktor ini sehingga akan lebih efektif dan effesien.

Prosedur Menghidupkan Traktor Tangan

1. Sebelum menghidupkan mesin traktor tangan lakukan pengecekan terhadap


komponen berikut:

a. Cek Tanki bahan bakar, minyak pelumas dan air radiator, pastikan bahan
bakar dan minyak pelumas terisi dan air radiator terisi penuh sesuai
batas petunjuk pada buku manual handtraktor.
b. Pastikan V-belt dalam posisi kendur/tidak bekerja. Tuas kopling utama
dalam posisi OFF.
c. Cek Tekanan angin pada ban karet.

2. Pastikan posisi handtraktor ditempat yang datar.


3. Tarik Tuas Gas sedikit sampai melewati batas STOP Jangan terlalu
dalam/penuh.
4. Hidupkan Mesin dengan cara mengengkol. Mula-mula engkol dipasang
kemudian sambil menarik alat penurun kompresi (dekompresi level) engkol
diputar beberapa kali secara bertahap dari perlahan hingga cepat kemudian
tuas engkol dilepas bersamaan dengan tuas dekompresi. Perhatian: dalam
melepaskan tuas engkol dari poros engkol tuas tetap dipegang erat. Jaga
keselamatan kerja.
5. Atur kembali tuas gas agar mendapat putaran mesin/Rpm yang ideal (tidak
terlalu kencang tetapi tidak terlalu lemah karena mesin akan mati kembali).

143 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Prosedur menjalankan handtraktor

1. Setelah mesin hidup kemudian tarik batang penahan bagian depan standar
selanjutnya tarik tuas kopling utama.
2. Atur Stang Kemudi agar arah traktor lurus. Stang kemudi dipegang sdengan
tangan lentur tidak kaku.
3. Pindahkan traktor dari garasi/ lab ke Lapangan.

Prosedur memasang implemen pngolahan tanah

1. Setelah Mencapai Lapangan, matikan mesin traktor kemudian ganti ban


traktor dengan roda besi.
2. Pasang Implemen pengolahan tanah (bajak pengolahan tanah pertama dan
garu untuk pengolahan tanah kedua)

Mengoprasikan alat dan mesin pertanian traktor tangan.

Penggunaan alat-alat dan msein pertanian dengan mesin-mesin modern


membantu percepatan proses pengolahan produksi pertanian. Salah satu alat
yang umum dan paling sering digunakan adalah Traktor. Traktor merupakan
sebuah alat bermesin yang memiliki kemampuan untuk mengolah tanah. Fungsi
traktor sekrang telah mengantikan fungsi tenaga hewan seperti sapi dan kerbau
dalam pengolahan tanah. Walaupun telah dikenal luas namun perlu kiranya kita
membahas tentang bagaimana mengoprasikan traktor tangan. Mesin traktor
tangan ini telah digerkan dengan tenaga mesin, namun pengoperasiannya
menggunakan tangan. Mengoprasikan handtraktor dengan baik, dapat
mempercepat proses modernisasi pertanian dan umur mesin akan bertahan
lama.

Traktor Tangan merupakan salah satu sumber tenaga dalam bidang pertanian.
Traktor dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk kegiatan pertanian mulai dari
pengolahan tanah pertama, pengolahan tanah kedua, penanaman, penyiangan,
pemupukan dan alat transportasi. Cara yang sering dilakukan dalam mengolah
tanah dengan menggunakan traktor roda dua ini ialah dengan cara sistem bajak
yaitu memasangkan alat bajak (implemen) dibelakang traktor ini.

144 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Traktor roda dua ini mempunyai efesiensi yang tinggi, karena pembalikan dan
pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Traktor roda
dua merupkan mesin serba guna karena dapat berfungsi sebagai tenaga
penggerak untuk alat alat lain seperti pompa air, alat prosesing, gandengan (
trailer) dan lain lain.

Sebuah traktor tidak dapat digunakan untuk mengolah tanah apabila tidak
dipasang implemen (alat tambahan). Fungsi traktordalam mengolah tanah hanya
sebagai sumber tenaga. Implemen tidak terpasang secara permanen pada
traktor, hal ini disengaja supaya traktor dapat dipasangkan dengan berbagai jenis
implemen sesuai kebutuhan dalam pengoperasiannya.

Warga Negara indonesia yang menengah kebawah berprofesi sebagai petani,


tetapi sangat disayangkan setelah hampir 35 tahun masa pembangunan berjalan
bidang pertanian seakan akan masih bergerak pada tempatnya berbagai cara
untuk meningkatkan hasil pertanian telah dilakukan oleh pemerintah diantranya
mengimport Peralatan modern ke Indonesia supaya dapat digunakan, dan
herannya timbul permasalahan lain yaitu bagaimana cara menggunakan
peralatan tersebut. Sama sama kita ketahui bahwa hampir 85 % petani yang
ada di Indonesia tidak mengenal yang namanya peralatan modern yang
canggih, mereka hanya mengenal cangkul dan Kerbau.

Teknologi pertanian merupakan penerapan prinsip-prinsip matematika dan ilmu


pengetahuan alam dalam rangka pendayagunaan secara ekonomis sumberdaya
pertanian dan sumberdaya alam untuk kesejahteraan manusia. Objek formal
dalam ilmu pertanian budidaya reproduksi berada dalam fokus budidaya,
pemeliharaan, pemungutan hasil dari flora dan fauna, peningkatan mutu hasil
panen yang diperoleh, penanganan, pengolahan dan pengamanan serta
pemasaran hasil.

145 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


LEMBAR KERJA

1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam mengoprasikan


handtraktor:

a. Alat (traktor tangan, implemen traktot (bajak singkal, gelebeg, dan garu)
b. Bahan : bahan bakar berupa Solar serta bahan penolong air pendingin

2. Prosedur Kerja

a. Menghidupkan Traktor Tangan

Sebelum Menghidupkan mesin traktor tangan lakukan pengecekan terhadap


komponen (a) cek tanki bahan bakar dan air radiator, pastikan bahan bakar terisi
dan air radiator terisi penuh sesuai petunjuk yang ada pada buku manual. (b)
pastikan V-belt dalam posisi kendur/tidak bekerja (tidak meneruskan
tenaga/putaran). Tuas kopling utama dalam posisi OFF. (c) cek Tekanan angin
pada ban karet, (d) pastikan posisi traktor tangan ditempat yang datar dan aman.
(e) tarik tuas gas sedikit sampai melewati batas STOP Jangan terlalu
dalam/penuh. (f) hidupkan mesin dengan engkol. Mula-mula Engkol dipasang
kemudian sambil menarik alat penurun kompresi (dekompresi level) engkol
diputar beberapa kali secara bertahap dari perlahan-lahan hingga cepat
kemudian tuas engkol dilepas bersamaan dengan tuas dekompresi. Perhatian:
dalam melepaskan tuas engkol dari poros engkol tuas tetap dipegang erat, lihat
lingkungan disekitar Anda pada saat menggerakkan enggol untuk lebih aman
dalam menghidupkan mesin tarktor tangan. (g) atur kembali tuas gas agar
mendapat putaran mesin/Rpm yang ideal (tidak terlalu kencang tetapi tidak
terlalu lemah karena mesin akan mati kembali).

b. Menjalankan Traktor Tangan

Setelah mesin hidup kemudian tarik batang penahan bagian depan standar
selanjutnya tarik tuas kopling utama. Atur Stang Kemudi agar arah traktor lurus.
Stang kemudi dipegang dengan tangan lentur tidak kaku. Pindahkan traktor dari
garasi/kelokasi/lahan tempat Anda untuk mengoprasikan traktor tangan tersebut.

146 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


c. Menggunakan alat Pengolahan Tanah

Setelah Mencapai Lapangan, matikan mesin dengan mengendurkan alat


penurun kompresi (dekompresi level) traktor tangan teresbut, kemudian ganti
ban/roda karet traktor dengan roda besi. Pasang alat pengolahan tanah berupa
(bajak untuk pengolahan tanah pertama dan garu/rotari untuk pengolahan tanah
kedua).

d. Melakukan Pengolahan Tanah

Setelah semua peralatan terpasang, hidupkan kembali mesin traktor, tarik tuas
persneling utama arahkan traktor agar lurus sesuai dengan areal lahan.
Kemudian atur Gas agar memperoleh tenaga/traksi yang cukup untuk
pengolahan tanah.

Untuk membelokkan Traktor tarik tuas pembelok yang berada dibawah stang
kemudi. Untuk belok kiri maka tuas pembelok kiri yang ditarik sedangkan untuk
belok ke kanan, maka tuas pembelok kanan yang ditarik. Apabila tuas pembelok
ditarik bersamaan traktor akan berhenti bergerak. (tidak disarankan untuk
menghentikan traktor hanya untuk darurat)

Untuk mengganti alat matikan dulu mesin traktor kemudian ganti alat pengolah
tanah sesuai kebutuhan.

Melakukan perawatan bagian-bagian alat dan mesin pertanian.

Cara Merawat Alat Mesin

Cara merawat mesin Diesel, seperti traktor tangan ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, seperti perawatan saringan udara, ( Air Cleaner ), cara perawatan
saringan solar, cara pembersihan, Penyebab Mesin Sukar dihidupkan, penyebab
tenaga Mesin Kurang dan lain-lain. Berikut tips cara perawatan salah satu mesin
diesel.

147 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Cara perawatan saringan udara, ( Air Cleaner )

Isi oil pan/mangkuk oli dengan oli yang baru (SAE 30/40, hingga batas tanda
yang terdapat pada Mangkuk Saringan Udara.

Bersihkan elemen air cleaner/Saringan Udara dengan minyak tanah atau solar
setiap 50 jam kerja/digunakan, kemudian keringkan/semprot dengan angin untuk
membantu pengeringan.

Tenaga Mesin Kurang

1. Mulut Pipa tersumbat/mampat


2. Tekanan kompresi kurang/lemah
3. Jumlah bahan bakar kurang/tidak berkwalitas
4. Terlalu panas/aus pada bagian-bagian penggerak
5. Penyetelan waktu penyemprotan bahan bakar yang kurang baik
6. Pembersih udara rusak/kelonggaran klep kurang pas
7. Putaran mesin tidak sempurna/tidak benar
8. Tekanan penyemprotan bahan bakar tidak pas

Tanda-tanda pompa bahan bakar aus/rusak.adalah:

1. Mesin sukar dihidupkan


2. Udara tercampur dalam bahan bakar
3. Mulut pipa injection tersumbat
4. Kelonggaran klep tidak distel dengan baik
5. Waktu penyemprotan bahan bakar
6. Minyak pelumas melekat karena temperatur dingin dan putaran mesin berat
7. Tekanan kompresi kurang.

Cara perawatan saringan solar

Bersihkan element Fuel Filter dari kotoran atau buang air yang ada didalam Cap
Filter.

148 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Cara pembersihan :

Lepaskan LINK Ambil element Fuel Filter Kemudian semprot dengan kompresor
angin atau tiup kuat-kuat pada lubang element Fuel Filter, lalu ganti Element
Filter dengan yang baru.

Melaksanakan prinsip dan prosedur kerja alat dan mesin produksi pertanian.

Prinsip kerja traktor

Traktor merupakan salah satu mesin pengolah tanah yang kini mulai banyak
digunakan petani dalam mengolah tanah. Sebagai mesin penarik alat-alat
pengolah tanah, traktor haruslah dilengkapi dengan peralatan pengolah
tanahnya, seperti bajak, garu, ataupun bajak rotari. Untuk mengenal traktor
sebagai mesin pengolah tanah, maka perlu dipahami prinsip kerja serta
persyaratan kondisi kerja, perlengkapan, serta kegunaannya.

Prinsip Kerja Alat

Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan


menggunakan tenaga penggerak motor bakar yang pada umumnya motor diesel.
Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk menarik peralatan
pengolahan tanah, seperti bajak piring, garu piring, dll.

Traktor roda empat yang dirangkai dengan peralatan pengolah tanah perlu diatur
atau disetel posisi peralatannya agar dapat difungsikan dengan baik. Pengaturan
tersebut dilakukan dengan mamanjangkan atau memendekkan pada ikatan
sambungan peralatan atau pada tiga titik penyambungan

Persyaratan Alat

Persyaratan penggunaan peralatan ini :

a. Beban yang ditarik (bajak, garu, rotari, gerobak) masih dalam batas
kemampuan daya tarik dari traktor.
b. Sesuaikan jenis roda yang dipakai dengan kebutuhan operasi di lapangan
c. Untuk pengolahan tanah di lahan sawah, gunakan roda sangkar,
149 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
sedangkan untuk operasi di lahan kering atau di jalan untuk transportasi
dapat digunakan roda ban karet.

Kegunaan Alat

Kegunaan traktor tangan di bidang pertanian adalah :

Untuk menarik peralatan pengolah tanah seperti bajak singkal, bajak rotari, dan
garu, juga alat transportasi seperti gerobak

Untuk menggerakkan peralatan stasioner, seperti generator listrik, mesin pompa


air, mesin penggilingan gabah, dll.

Alat-alat pengolahan tanah

a. Bajak singkal

Bajak singkal merupakan peralatan pertanian untuk pengolahan tanah yang


digandengkan dengan sumber tenaga penggerak/penarik seperti tenaga penarik
sapi, kerbau atau traktor pertanian. Bajak singkal berfungsi untuk memotong,
membalikkan, pemecahan tanah serta pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam
tanah, dan digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan tanah pertama. Bajak
singkal dirancang dalam beberapa bentuk untuk tujuan agar diperoleh
kesesuaian antara kondisi tanah dengan tujuan pembajakan.

Cara kerja bajak singkal


Bajak singkal ini dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan
sangat baik untuk membalik tanah. Bagian dari bajak singkal yang memotong
dan membalik tanah disebut bottom. Suatu bajak dapat terdiri dari satu bottom
atau lebih. Bottom ini dibangun dari bagian-bagian utama, yaitu : 1) singkal
(moldboard), 2) pisau (share), dan 3) penahan samping (landside). Ketiga bagian
utama tersebut diikat pada bagian yang disebut pernyatu (frog).Unit ini
dihubungkan dengan rangka (frame) melalui batang penarik (beam).Bagian-
bagian dari bajak singkal satu bottom secara terperinci.

150 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Fungsi dari pisau bajak adalah untuk memotong tanah secara horisontal.
Biasanya alat ini terbuat dari logam yang berbentuk tajam. Singkal berfungsi
untuk menghancurkan dan membalik tanah, karena bentuknya yang melengkung
maka pada waktu bajak bergerak maju, tanah yang terpotong akan terangkat ke
atas dan kemudian dibalik dan dilemparkan sesuai dengan arah pembalikan
bajak. Landside berfungsi untuk mempertahankan gerak maju bajak agar tetap
lurus, dengan cara menahan atau mengimbangi gaya kesamping yang diterima
bajak singkal pada waktu bajak tersebut digunakan untuk memotong dan
membalik tanah.

Furrow wheel berfungsi untuk menjaga kestabilan pembajakan. Land wheel


berfungsi untuk mengatur kedalaman sehingga kedalamannya konstan. Kolter
berfungsi untuk memotong seresah dan memotong tanah ke arah vertikal
sehingga pembalikan tanah menjadi lebih ringan dan biasanya dipasang di
depan bajak serta berada sedikit di atas mata bajak. Jointer berfungsi untuk
memungkinkan penutupan seresah lebih sempurna dalam pembajakan,
terpasang di atas pisau bajak dengan kedalaman kerja + 5 cm. Pada kerangka
terdapat titik penggandengan yang nantinya akan dirangkaikan dengan sumber
daya penariknya.

Cara kerja bajak piringan


Cara kerja bajak piringan ini tidak begitu jauh berbeda dengan cara kerja bajak
singkal, hanya kelemahan dari jenis bajak ini adalah tidak dapat menutup
seresah dengan baik; bekas pembajakan tidak dapat betul-betul rata; hasil
pengolahan tanahnya masih berbongkah-bongkah, tetapi untuk lahan yang
erosinya besar hal ini justru dianggap menguntungkan.

Cara kerja bajak putar

Pisau-pisau dipasang pada rotor secara melingkar hingga beban terhadap mesin
merata dan dapat memotong tanah secara bertahap. Pada waktu rotor berputar
dan alat bergerak maju pisau akan memotong tanah. Luas tanah yang terpotong
dalam sekali pemotongan tergantung pada kedalaman dan kecepatan maju.

151 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gerakan putaran rotor yang memutar pisau-pisau diakibatkan daya dari
motor yang diteruskan melalui sistem penerusan daya khusus sampai ke
rotor tersebut. Sistem penerusan daya untuk ukuran bajak putar kecil yang
digerakkan dengan traktor tangan biasanya menggunakan sistem hubungan roda
cakra dengan rantai. Untuk bajak putar ukuran besar yang digerakkan dengan
traktor besar, biasanya menggunaka n universal joint.

Prinsip Kerja Alat Tanam


1. Alat penanam dengan sumber tenaga manusia
a. Alat penanam tradisional

Prinsip kerja tugal ini adalah jika ujung tugal ditancapkan atau dimasukkan
kedalam tanah, maka tekanan ini akan menyebabkan terbukanya
mekanisme pengatur pengeluaran benih sehingga dengan sendirinya
benih-benih akan jatuh kedalam tanah.

b. Alat penanam semi-mekanis

Tugal semi mekanis yang menggunakan pegas pada saat mata tugal
masuk kedalam tanah. Pengatur pengeluaran benih tertekan keatas oleh
permukaan tanah. Kemudian mendorong tangkai pegas, sehingga lubang
benih terbuka dan benih pun terjatuh ke bawah yang dibuat oleh mata
tugal. Selanjutnya pada saat tugal diangkat dari permukaan tanah, benih
kembali pada posisi semula karena kerja dari pegas, dan gerakan ini
menutup lubang jatuhnya benih.
Mekanisme penjatuhan benih berlangsung dengan putaran roda dengan
melalui batang penghubung antara penutup/pembuka lubang jatuhnya
benih dengan lempengan pengungkit dipusat roda depan.
Alat penanaman semi-mekanis jenis lain adalah yang ditarik tenaga
manusia, sebagai contoh alat penanaman pada desain IRRI dengan jumlah
jalur 6. Mekanisme penjatuhan padi dengan alat tersebut juga
menggunakan putaran roda dimana putaran ini memutar lempeng penjatuh
benih melalui sumbu selebar alat. Syarat-syarat penggunaan jenis alat ini

152 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


adalah keadaan tanah sawah harus macak-macak dan benih gabahnya
harus direndam dulu selama 2 kali 24 jam.

c. Alat penanam dengan sumber tenaga hewan

Alat penanam tipe ini yang paling sederhana adalah tipe yang hanya
mempunyai satu atau dua buah jalur dengan pemasukan benih dilakukan
secara terpisah, artinya benih dijatuhkan oleh operator melalui corong
pemasukan terus melalui saluran benih yang kemudian sampai dan masuk
kedalam tanah. Alat penanaman dibuat dari logam kecuali corong
pemasukan dan saluran benih. Kedalaman dan jarak tanam dapat diatur
sesuai dengan kebutuhan.

d. Alat penanam dengan sumber tenaga traktor


Pada umumnya bahwa prinsip dasar kerja dari alat tanam adalah sama,
baik jenis yang didorong/ditarik tenaga manusia, ditarik hewan atau traktor.
Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut:
Pembukaan alur atau lubang (khusus tugal).
Mekanisme penjatuhan benih.
Penutupan alur atau lubang ( khusus tugal).

1) Alat penanaman sistem baris lebar


Berdasarkan cara penempatan benih dalam tanah, maka alat
penanam sistem baris lebar dapat dibagi 3 tipe yaitu : drill, hill-
drop dan checkrow. Sedangkan untuk penempatan alat pananam pada
traktor dapat dibagi 2 golongan, yaitu : trailing dan mounted.

2) Alat penanaman sistem baris sempit


Penanaman sistem baris sempit ini hampir sama dengan system baris
lembar yang berbeda hanya pada jarak antar benih sempit.

3) Alat penanaman sistem sebar


Penanaman sistem sebar ini memerlukan adanya pembuka alur, maka
dari itu harus disiapkan dengan pengolahan tanah yang menggunakan
153 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
peralatan seperti garu piring. Dan juga sistem ini tidak memerlukan
penutupan. Penutupan kemudian dapat dilakukan dengan garu paku
atau yang lainnya. Alat penanaman sistem sebar terdapat 3 sistem
alat, yaitu : tipe sentrifugal atau endgate, tipe pesawat terbang dan
penebar rumput-rumputan.
Prinsip kerja mesin tanam bibit adalah perputaran mesin (motor) baik
motor bakar maupun motor bensin yang akan memutarkan SMD
sehingga terjadi sirkulasi perputaran benih yang menyebabkan benih
masuk kedalam SMD dengan jumlah tertentu sesuai dengan setingan
(pengaturan) yang kemudian disalurkan pada feed tube yang
selanjutnya ditanam pada alur yang telah dibuat oleh furriw opener dan
kemudian ditutup oleh converind device sehingga tertutup dan
terhindar dari koservasi legas (Ciptohadijoyo, 2008).

Pada tanaman padi ada beberapa alat tanam mulai dari yang sederhana hingga
yang modern, diantaranya adalah:

1. Alat caplak legowo 2:1 sederhana (buatan petani), untuk memberikan


tanda titik tanam bibit yang telah disemai. Tanam dilakukan secara
manual.

2. Sistem tanam langsung dalam barisan (drum seeder), untuk sistim tanam
langsung dari biji dalam larikan dengan jarak tanam tertentu

3. Tanam langung sistem petak dan legowo (Indo Jarwo Tansplanter yang
dihasilkan oleh Balai Besar Penelitian Mekanisasi Pertanian (BB Mektan),
Badan Litbang Pertanian, Kementrian Pertanina. Gambar antara lain ada
di
http://mekanisasi.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_phoc
agallery&view=category&id=10:indo-jarwo-transplanter&Itemid=155

154 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Alat pemupukan

Cara penempatan dan pemberian pupuk sangat erat hubungannya dengan


tanaman yang diusahakan. Pupuk kandang merupakan salah satu hasil
sampingan pertanian yang banyak bermanfaat. Penyebaran yang seragam dan
halus dapat dilakukan dengan alat penyebar pupuk.

Fungsi alat pemupukan, yaitu : membawa pupuk kandang ke lapang,


menghancurkan dan menyebarkannya diatas tanah secara seragam.
Penyebaran biasanya dilakukan sebelum pengolahan tanah pertama. Dengan
pengolahan tanah pupuk diharapkan bercampur dengan tanah.

Alat/mesin penyebar pupuk mempunyai bentuk bermacam-macam. Konstruksi dari alat


tersebut tergantung dari macam pupuk yang akan diberikan. Beberapa faktor yang
mempengaruhi jenis dan jumlah pupuk yang diberikan antara lain tanaman yang
diusahakan, sifat fisik dan kimia tanah. Pada prinsipnya, antara jenis alat penanam dan alat
pemupuk terdapat beberapa persamaan dalam prinsip kerja. Persamaannya antara lain
adanya pembuka alur, mekanisme penjatuhan pupuk atau benih, penutup alur dan tempat
pupuk atau benih. Dengan demikian, untuk beberapa jenis alat pemupuk yang didorong
tenaga manusia atau ditarik hewan atau traktor prinsip kerjanya sama dengan alat
penanaman. Alat / mesin pemupukan di Indonesia masih belum berkembang. Umumnya
pemupukan masih dilakukan secara tradisional oleh para petani

1) Alat Penyemprotan

Alat penyemprot (Sprayer ) digunakan untuk mengaplikasikan sejumlah


tertentu bahan kimia aktif pemberantas hama penyakit yang terlarut dalam
air ke objek semprot (daun, tangkai, buah) dan sasaran semprot (hama-
penyakit). Efesiensi dan efektivitas alat semprot ini ditentukan oleh kualitas
dan kuantitas bahan aktif tersebut yang terkandung di dalam setiap butiran
larutan tersemprot (droplet) yang melekat pada objek dan sasaran semprot
(Kastaman, dkk, 2002)

155 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Sprayer digunakan untuk :

Menyemprotkan insektisida untuk mencegah dan memberantas


hama

Menyemprotkan fungisida untuk mencegah dan memberantas


penyakit

Menyemprotkan herbisida untuk mencegah dan memberantas


gulma

Menyemprotkan pupuk cairan

Menyemprotkan cairan hormon pada tanaman untuk tujuan tertentu

Prinsip kerja alat penyemprot hand sprayer adalah memecah cairan


menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Dengan bentuk dan
ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan merata
keseluruh permukaan daun atau tajuk tanaman. Untuk memperoleh butiran
halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel
denganmenggunakan tekanan (hydraulic atomization), yakni cairan di dalam
tangkidipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya
mengalirmelalui selang karet menuju ke alat pengabut. Cairan dengan
tekanan tinggi danmengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut,
sehingga cairan akanpecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.

Alat pemupukan

Pemupukan merupakan usaha memasukkan usaha zat hara kedalam


tanah dengan maksud memberikan/menambahkan zat tersebut untuk
pertumbuhan tanaman agar didapatkan hasil (produksi) yang
diharapkan. Disamping itu pupuk dapat diberikan melalui batang atau
daun sebagai larutan. Pupuk diperlukan apabila tanah sudah miskin akan
zat hara, karena telah lama diusahakan.

156 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Cara penempatan pupuk dan pemberian pupuk dalam tanah yang
tepatmerupakan hal sangat penting. Agar pupuk dapat dimanfaatkan
tanaman secara baik, pupuk harus berada dalam daerah perakaran.
Pupuk tanaman dapat berbentuk padat, cair atau gas. Pupuk tersebut
dapat diberikan melalui beberapa cara. Pemberian dapat dilakukan
dengan menggunakan alat penyebar pupuk.

a. Alat penyebar pupuk butiran

Pada prinsipnya, antara jenis alat penanam dan alat pemupuk terdapat
beberapa persamaan dalam prinsip kerja. Persamaannya antara lain
adanya pembuka alur, mekanisme penjatuhan pupuk atau benih,
penutup alur dan tempat pupuk atau benih. Dengan demikian, untuk
beberapa jenis alat pemupuk yang didorong tenaga manusia atau ditarik
hewan atau traktorprinsip kerjanya sama dengan alat penanaman.

Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat,


alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :

1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia


2. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan
3. Alat pemupukan dengan sumber tenaga traktor

Pada buku ini yang akan dijelaskan tentang cara mengoperasikannya


adalah hanya alat penyiangan (kultivator) yang ditarik dengan traktor roda
2 dan roda 4 saja, sehingga untuk alat-alat penyiangan yang tidak
menggunakan traktor tidak akan dibahas secara rinci pada buku ini.

Alat pemupukan yang digerakkan traktor mempunyai bentuk bermcam-


macam, dan tergolong peralatan mekanis. Atas dasar pupuk yang
dipergunakan, maka mesin dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :

1. Alat penyebar rabuk (pupuk kandang)


2. Alat penyebar pupuk butiran
3. Alat penyebar pupuk cair dan gas

157 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 32. Alat penyebar pupuk kandang

Cara penempatan dan pemberian pupuk sangat erat hubungannya


dengan tanaman yang diusahakan. Pupuk kandang merupakan salah
satu hasil sampingan pertanian yang banyak bermanfaat. Penyebaran
yang seragam dan halus dapat dilakukan dengan alat penyebar pupuk.

Fungsi alat ini membawa pupuk kandang ke lapang, menghancurkan


dan menyebarkannya diatas tanah secara seragam. Penyebaran
biasanya dilakukan sebelum pengolahan tanah pertama. Dengan
pengolahan tanahpupuk diharapkan bercampur dengan tanah.

Dalam operasinya alat berada dibelakang traktor. Biasanya alat beroda


dua, tetapi ada juga yang beroda empat sehingga dapat ditarik oleh
traktor dan hewan. Tenaga untuk operasi peralatan penyebaran pupuk
berasal dari perputaran roda bagian belakang melalui transmisi rantai
atau Power Take Off (PTO) traktor.

Alat penyebar pupuk dapat dibedakan menjadi :

1. Drop Tipe Distributor : Alat ini biasnya digandengkan dengan traktor secara
mounted, corong pemasukannya mempunyai satu set lubang pengeluaran
pada bagian bawah. Lubang-lubang tersebut dikontrol malalui lubang
penggerak. Kapasitas pengeluaran pupuk biasanya antara 454 sampai 908
kg dengan lebar pengeluaran antara 2,44 sampai 3,66 m.

158 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Sumbu pemasukan dikendalikan oleh roda, dan kecepatan sumbu
dipengaruhi pengeluaran pupuk.

2. Spin spreader : Alat ini mempunyai piringan untuk penyebaran pupuk.


Pupuk diatur diatas piringan oleh rantai penahan melalui dasar corong
pemasukan. Kecepatan pengeluaran pupuk tergantung dari kecepatan
pemasukan pupuk, lebarpenyebaran dan kecepatan alat. Pola penyebaran
dipengaruhi oleh perputaran piringan. Kapasitas corong pemasukan dapat
mencapai 10 ton, dengan sebaran dapat mencapai 18,29 m

b. Alat penyebar pupuk cair dan gas

Penggunaan pupuk cair dan gas di Indonesia masih belum banyak dikenal.
Penggunaan pupuk cair sudah mulai dipergunakan beberapa petani di
Amerika pada tahun 1947. Pupuk cair dapat disebarkan dengan
tanpatekanan, tekanan rendah dan tekanan tinggi (17,50 kg/cm 2). Pupuk
cair dengan tekanan tinggi misalnya andhyrous ammonia, tekanan rendah
misalnya aqua ammonia dan pupuk tanpa tekanan misalnya pupuk
larutan urea.

Gambar 33. Pemberian pupuk cair pada permukaan tanah

159 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Penempatan pupuk cair dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :

Penempatan di bawah permukaan tanah : penempatan pupuk dibawah


permukaan tanah memerlukan peralatan khusus.Yang harus
diperhatikan dalam penggunaan pupuk ini adalah sifat yang
tidakmenyenangkan dari zat tersebut antara lain adalah :a). Bersifat
korosi terhadap tembaga, campuran tembaga dan campuranaluminium.
B). Uap amonia kurang memberi warna, menyebabkan mati lemas, buta
dan pada konsentrasi tinggi mudah terbakar. C). Tekanan naik dengan
cepat karena perubahan suhu.
Penempatan pada permukaan tanah : pada cara ini penyebaran pupuk
dapat dilakukan dengan tanpa tekanan. Alat penyebar pupuk ini serupa
dengan sprayer. Pupuk dapat disemprotkan bersama-sama insektisida.
Penempatan dalam air irigasi : pupuk cair juga dapat disebarkan melalui
air irigasi. Pemberian bersamaan dengan air irigasi sehingga dapat
menghemat tenaga kerja dan alat. Kekurangan cara ini antara lain,
hanya mungkin dilakukan bila tanaman memerlukan air dan
kemungkinan penguapan pupuk melalui air.

Alat panen

1. Alat panen

Panen merupakan salah satu kegiatan budidaya tanaman yang perlu


mendapat perhatian khusus. Saat panen merupakan waktu kritis, karena
untuk tanaman tertentu, apabila saat panen terlambat maka kualitas
maupun kuntitas hasil atau produksinya akan turun bahkan dapat rusak
sama sekali.

Padi sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan pola tanam serentak,


pada saat dipanen membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak agar
panen dapat dilakukan tepat waktu. Kebutuhan tenaga kerja yang besar
pada saat panen ini menjadi masalah pada daerah-daerah tertentu yang
penduduknya sedikit.

160 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah
kekurangan tenaga kerja adalah dengan cara meningkatkan kapasitas dan
efisiensi kerja dengan menggunakan mesin panen. Keuntungan
menggunakan mesin panen antara lain lebih efisien dan biaya panen per
hektar dapat lebih rendah dibanding cara tradisional.

Sebelum tanaman biji-bijian dapat dipasarkan, biji harus dipisahkan


terlebih dahulu dari tangkainya, seperti padi dari jerami, jagung dari
tongkolnya, kedelai dari pohonnya dan lain, sebagainya. Mesin-mesin
yang berbeda diperlukan untuk memisahkan biji dari bagian tanaman
yang mengikatnya, sesuai dengan jenis tanaman yang dipanen.

Ada tiga macam cara panen padi di Indonesiayaitu (a) secara Tradisional
(ani-ani), (b) secara Manual, tanaman padi dipotong panjang menggunakan
sabit untuk selanjutnya dirontok menggunakan cara gebot, dan (c) secara
Mekanis, padi dipotong pendek atau dipotong panjang menggunakan sabit;
mesinMoweratau mesinReaper.

Teknologi Panen padi menggunakan mesin pemanen reaper belum begitu


populer di tingkat petani. Mesin ini dapat dipakai untuk memanen tanaman
biji-bijian seperti padi, gandum, sorgum dan sebagainya. Untuk digunakan
panen padi, prinsip kerjanya miripdengan cara panen menggunakan sabit,
bekerja hanya memotong dan merebahkan tegakantanaman padi di sawah.
Mesin ini sewaktu bergerak maju akan menerjang dan memotongtegakan
tanaman dan menjatuhkan atau merobohkan tanaman tersebut kearah
samping(disebut mesin Reaper), dan ada pula yang mengikat tanaman
yang terpotong menjadi seperti berbentuk sapu lidi ukuran besar (disebut
mesinReaper Binder). Hasil panen yang direbahkan menggunakan mesin
Reaperini selanjutnya akan dirontok menggunakan perkakas atau mesin
tertentu, misalnyaThresher. Karena ada banyakjenis dan tipe mesin
Reaperyang beredar di pasaran dan masing-masing mempunyai
keunggulan dan kelebihan, maka setiapprodusen atau pabrikan
mesinReaperselalu menyertakan buku tentang : (1) Petunjuk Operasional;
(2) Leaflet atau Booklet; (3) Daftar suku cadang dan atau alamat agen

161 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


purna jual; serta informasi-informasi lain yang berkaitan dengan
pemeliharaan dan perawatan terhadap mesin tersebut.

Ada beberapa jenis mesin panen padi, yaitu

a. Reaper (windrower), yang hanya memotong dan merebahkan hasil


potongan dalam alur, atau collection type reaper yang memotong dan
mengumpulkannya.
b. Binder, mesin yang memotong dan mengikat
c. Combine harvester, mesin yang memotong dan merontokkan

Dalam memilih mesin yang tepat untuk pemanenan padi, maka hal-hal
berikut harus dipertimbangkan:

1. Unjuk kerja dan upah dari buruh panen dengan cara tradisional
2. Harga, biaya perawatan, umur, kinerja, dsb, dari setiap mesin
3. Ukuran petakan lahan
4. Tinggi malai padi, kemudahan rontok
5. Tingkat kekeringan dan daya dukung tanah pada saat panen
6. Cara pengumpulan, pengeringan, transportasi, perontokan dan
pengeringan gabah setelah pemotongan.

a. Mesin Reaper,

Reaper merupakan mesin pemanen untuk memotong padi sangat cepat.


Prinsip kerjanya mirip dengan cara kerja orang panen menggunakan
sabit. Mesin ini sewaktu bergerak maju akan menerjang dan memotong
tegakan tanaman dan menjatuhkan atau merobohkan tanaman tersebut
kearah samping mesin reaper dan ada pula yang mengikat tanaman yang
terpotong menjadi seperti berbentuk sapu lidi ukuran besar. Pada saat ini
terdapat 3 jenis tipe mesin reaper yaitu reaper 3 row, reaper 4 row dan
reaper 5 row.

Bagian komponen mesin reaper adalah sebagai berikut :Kerangka utama


terdiri dari pegangan kemudi yang terbuat dari pipa baja dengan diameter
32 mm, dilengkapi dengan tuas kopling, tuas pengatur ke-cepatan, tuas
162 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
kopling pisau pemotong yang merupakan kawat baja, unit transmisi tenaga
merupakan rangkaian gigi transmisi yang terbuat dari baja keras dengan
jumlah gigi dan diameter ber-macam-macam sesuai dengan tenaga dan
kecepatan putar yang diinginkan, unit pisau pemotong terletak dalam
rangka pisau pemotong yang terbuat dari pipa besi, besi strip, besi
lembaran yang ukurannya bermacam-macam, pisau pemotong merupakan
rangkaian mata pisau berbentuk segitiga yang panjangnya 120 cm, unit
roda dapat diganti-ganti antara roda karet dan roda besi/keranjang, motor
penggerak bensin 3 HP 2200 RPM dan penggunaan reaper dianjurkan
pada daerah yang kekurangan tenaga kerja dan dioperasikan di lahan
pertanian dengan kondisi baik.

Didasarkan kepada jenis transmisi traktor penggeraknya terdapat dua jenis


mesin Reaperyaitu: (a) Sistem copot-gandeng (hitching) dan (b) Sistem
gerak mandiri (self propeller) Bagian keseluruhan mesinreaperdapat
dicopot dan digandengkan pada transmisi penggeraknya. Transmisi
penggeraknya berupa boxtransmisi traktor roda dua lengkap dengan
mesinnya.

Gambar 34. Mesin Reaper 5 row

163 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Traktor tangan ini mempunyai fungsi ganda, yaitu dapat dipakai sebagai
traktor pengolah tanah dan dapat dipakai sebagai penggerak mesin
Reaper. Pada tipe ini gerak pisau reaperterhubung langsung ke puli poros
transmisi. Dengan demikian setiapkali kopling penegang sabuk diaktifkan
akan memberikan reaksi gerak maju roda dan sekaligus gerak pisau
pemotong. Gerakkan pisau dapat di-non-aktifkan dengan melepas sabuk
puli penghubung ke pisau, hal ini dilakukan saat mesin reaper
(transportasi). Saat akan beroperasi, sabuk puli penghubung ke pisau
dipasang kembali. Mesin ini tidak memiliki fasilitas gerakan mundur.

Gambar 35. Mesin Reaper 4 row

Diantara berbagai jenis reaper manual, tipe tarik adalah yang paling ringan
dan praktis. Bila dilengkapi dengan rangka pengumpul, alat ini dapat
digunakan untuk mengumpulkan padi dalam dua tarikan pemotongan. Jika
padi ditanam pada baris yang teratur, kinerja alat ini adalah 1,5 hingga 2
kali sabit. Karena cara pemakaiannya sambil berdiri, maka kelelahan kerja
menjadi lebih ringan dibandingkan dengan menggunakan sabit. Mata pisau
dapat dipergunakan untuk memanen sekitar 0,1 ha tanpa harus diasah.

164 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Ada juga jenis windrower yang dipasangkan di depan traktor tangan, dan
digerakkan oleh mesin traktor tangan tersebut. Pisau pemotongnya dapat
berupa tipe rotari atau gunting. Selanjutnya, mesin reaper yang memiliki
mesin penggerak sendiri dapat dilihat pada Gambar 66.

Gambar 36. Mesin Reaper penggerak (mesin) sendiri

Cara pengoperasian mesin reaper adalah sebagai berikut :

Sebelum mengoperasikan mesin reaper, terlebih dahulu potong/panen


padi dengan sabit pada ke 4 sudut petakan sawah dengan ukuran 2
m x 2 m sebagai tempat berputarnya mesin reaper.
Sebelum mesin dihidupkan, arahkan mesin pada tanaman padi yang
akan dipanen. Pemanenan dimulai dari sisi sebelah kanan petakan.
Pemotongan dilakukan se-kaligus untuk 2 atau 4 baris tanaman dan
akan terlempar satu tertumpuk di sebelah kanan mesin tersebut.
Pemanenan dilakukan dengan cara berkeliling dan selesai di tengah
petakan.

165 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


b. Mesin Binder

Binder bisa memiliki bagian pemotong untuk satu hingga empat alur tanam,
tetapi jenis binder dengan dua alur (lebar potong sekitar 50 cm) lebih
populer. Semua binder memiliki mesin sendiri (self propelled). Padi yang
telah dipotong akan langsung diikat menjadi 1 hinga 2 kg ikatan dan
kemudian direbahkan ke satu sisi yang sama. Binder juga dilengkapi
dengan alat pengangkat padi, yang dipergunakan untuk menggangkat padi
yang rebah sebelum dipotong (Gambar 67).

Tali pengikatnya dapat terbuat dari bahan sintetis, serat atau jerami, dll.
Tergantung perusahan yang membuatnya. Tali pengikat ini harus ditangani
dengan baik dan tidak boleh basah. Ketinggian pemotongan, ukuran ikatan,
tingkat kekencangan ikatan dapat diatur. Biasanya binder dilengkapi
dengan dua hingga empat kecepatan maju, dan satu atau dua kecepatan
mundur. Mesin ini digerakkan oelhe enjin bensin berpendingan air dengan
tenaga 3 hingga 5 hp.

Bagian pemotong biasanya memiliki pisau tipe cutter bar. Kinerja mesin ini
berkisar antara 40 hingga 80 menit per 10 are. Bila banyak padi yang
rebah, maka kinerjanya pun akan menurun/terhambat.

Gambar 37. Mesin Binder 4 row


166 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
c. Mesin Combine

Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang. Padi yang


dipotong termasuk jeraminya, semuanya dimasukkan ke bagian
perontokan. Gabah hasil perontokan ditampung dalam tangki, dan
jeraminya di tebarkan secara acak di atas permukaan tanah. Semua jenis
combine ini dioperasikan dengan cara dikendarai (riding type). Lebar
pemotongan berkisar antara1,5 hingga 6 meter. Namun yang populer
adalah 4 meter. Mesin sebagai sumber tenaga gerak adalah sekitar 25 hp
per 1 meter lebar pemotongan. Bagian penggerak majunya adalah
menggunakan roda, atau half-track type atau full-track type.

Gabah hasil perontokan dapat ditampung pada karung atau tangki


penampung gabah sementara. Bagian pemotong dari mesin ini adalah
hampir sama dengan bagian pemotong dari binder, bagian pengikatnya
digantikan dengan bagian perontokan.

Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 m/detik. Dengan


memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di
bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan
berkisar 30 hingga 70 menit per 10 are, jika lebar pemotongan 1 m.

Gambar 38. Mesin Combine

167 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Cara pengoperasian mesin combine ini hampir sama dengan cara
mengoperasikan traktor roda rantai, dimana cara mengendalikan arah
jalannya alat ini menggunakan sistem kopling kemudi, sehingga
memudahkan dalam hal pembelokkan pada waktu melakukan pekerjaan
pemanenan padi (khususnya) di lahan.

Keuntungan penggunaan combine pada waktu panen padi adalah tidak


memerlukan banyak waktu dan tenaga kerja serta hasil panen sudah
dalam bentuk gabah basah, sehingga mempermudah dalam proses pasca
panen berikutnya, yaitu proses pengeringan dan pengupasan kulit padi.

Pemanenan padi harus menggunakan alat dan mesin yang memenuhi


persyaratan teknis, kesehatan, ekonomis dan ergonomis. Alat dan mesin
yang digunakan untuk memanen padi harus sesuai dengan jenis varietas
padi yang akan dipanen. Pada saat ini, alat dan mesin untuk memanen
padi telah berkembang mengikuti berkembangnya varietas baru yang
dihasilkan.

Prosedur Pemanenan Padi dengan Reaper

Reaper merupakan mesin pemanen untuk memotong padi sangat cepat.


Prinsip kerjanya mirip dengan cara kerja orang panen menggunakan sabit.
Mesin ini sewaktu bergerak maju akan menerjang dan memotong tegakkan
tanaman dan menjatuhkan atau merobohkan tanaman tersebut kearah
samping mesin reaper dan ada pula yang mengikat tanaman yang
terpotong menjadi seperti berbentuk sapu lidi ukuran besar.

Badan Litbang Pertanian melalui BB Mektan telah menghasilkan alat pemanen


padi dengan nama Mini Combine Harvester yang dapat memanen untuk
kapasitas yang lebih kecil dan ukuran petak lahan yang tidak terlalu besar.
Gabah dapat dipetik dan langsung dikemas dalam karung dalam mesin tersebut.
Foto-foto antara lain ada di
http://mekanisasi.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_phocagallery
&view=category&id=10:indo-jarwo-transplanter&Itemid=155.

168 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Prosedur Kerja

1. Untuk menghidupkan motor, geser tuas gas (throtle) 1/3 atau dari
kecepatan maksimum. Perhatikan posisi setiap kopling di handel stang
dan/atau tuas versneling, semuanya harus pada posisi netral.
2. Setelah semuanya siap, star motor, biarkan sebentar tanpa muatan.
Telisi dan dengarkan tanda-tanda dan bunyi dari bagian yang tidak
berfungsi dengan baik saat bekerja. Periksalah posisi unit keseluruhan
mesin, jangan sampai bergetar atau ada bagian yang lepas. Bila terasa
ada kelainan, matikan motor dan betulkan terlebih dahulu.
3. Motor dapat dimatikan dengan memutar tombol ON/OFF keposisi OFF
atau dengan menghubungkan busi dengan masa (atau untuk engine
diesel dengan cara mengecilkan tuas gas dan menarik tuas dekompresi).
Jangan mematikan motor secara mendadak, biarkan terlebih dahulu
motor hidup beberapa saat tanpa beban untuk menghindari pendinginan
secara mendadak.
4. Beberapa jenis motor memerlukan pemanasan beberapa saat dengan
beban ringan sebelum dioperasikan dengan beban penuh. Hal ini untuk
meningkatkan tenaga dan mur pakai motor. Demikian pula sebaliknya
untuk saat mematikan motor.
5. (A) Untuk reaper tipe hitching. Setelah motor hidup, tekan tuas kopling
perlahan-lahan keatas dan kedepan sampai mesin mulai bergerak maju.
Dengan demikian reaper siap untuk dioperasikan dan mekanisme
pemotongan padi mulai bekerja.(B). Untuk reaper tipe self propeler
Tekan kedua handel kopling (kiri dan kanan) dan pasang penguncinya.
Posisikan gigi persneling ke N (netral). Hidupkan motor.
Terdapat tida macam kondisi : (1). Kondisi gerak maju/pemotongan :
Posisi gigi persneling F (maju), Tuas gas kecepatan maju pada posisi
separuh, kopling putaran roda dilepas, Kopling putaran pisau dilepas. (2).
Kondisi gerak pisau terpisah : Posisi gigi persneling N (netral), Tuas gas
kecepatan maju pada posisi idel, kopling putaran roda dilepas, kopling
putaran pisau dilepas. (3). Kondisi gerak mundur : Posisi gigi persneling
R (mundur), Tuas gas kecepatan maju pada posisi rendah, Kopling
putaran roda dilepas, Kopling putaran pisau ditahan.

169 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


6. Pada saat bergerak maju, mesin reaper akan memotong sederetan alur
(row) tanaman padi didepannya. Arahkan ujung mesin reaper ini sehingga
alur (row) tanaman padi dapat lurus masuk ke alur (row) mesin reaper.
Jaga agar pisau potong dapat memotong tegakan tanaman secara
mendatar dan merata melalui pengendalian handel stang kemudi.
7. Untuk lahan yang berbentuk segi empat, dianjurkan bekerja secara
berputas berlawanan arah jarum jam. Sedang untuk lahan berbentuk
empat persegi panjang perlu disediakan head land yaitu tempat dimana
padi telahj dipotong menggunakan sabit di kedua ujung sisi terpendek-
nya, selebar 1,5 kali panjang keseluruhan mesin reaper.
8. Tinggi potongan pada kondisi normal berkisar antara 8 cm hingga 12 cm.
Bila pemotongan terlalu tinggi atau terlalu pendek, akan mempersulit
gerak plat pembawa sehingga proses pelemparan batang padi yang
bergerak kesamping kanan akan tidak sempurna dan banyak butir padi
yang rontok tercecer.
9. Apabila panen dilakukan di lahan yang terlalu banyak gulma (tanaman
pengganggu), bagian mesin yang bergerak akan mudah macet karea
kotoran gulma. Untuk kondisi seperti ini harus lebih rajin untuk
membersihkan mesin dari gangguan gulma. Usahakan agar mesin tetap
hidup dan jaga jangan sampai mati atau mogok saat mesin bekerja di
lahan yang penuh gulma.

Alat Pasca Panen


Kegiatan pasca panen secara umum meliputi proses pemanenan, penyimpanan,
pengeringan, dan penggilingan. BPS (1996) menyebutkan kehilangan hasil
panen dan pasca panen akibat dari ketidaksempurnaan penanganan pasca
panen mencapai 20,51%, dimana kehilangan saat pemanenan 9,52%,
perontokan 4,78 %, pengeringan 2,13% dan penggilingan 2,19%. Besarnya
kehilangan pasca panen terjadi kemungkinan dikarenakan sebagian besar petani
masih menggunakan cara-cara tradisional atau meskipun sudah menggunakan
peralatan mekanis tetapi proses penanganan pasca panennya masih belum baik
dan benar.

170 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


a. Mesin perontok padi
Perontokan merupakan tahap penanganan pasca panen setelah
pemotongan, penumpukan dan pengumpulan padi. Pada tahap ini,
kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan perontokan dapat
mencapai lebih dari 5 %. Cara perontokan padi telah mengalami
perkembangan dari cara digebot menjadi menggunakan pedal thresher dan
power thresher.

Dengan menggunakan pedal tresher maka didapat beberapa keuntungan


diantaranya dapat menghasilkan hasil lebih baik juga menunjukkan
efisiensi waktu dan tenaga lebih tinggi , kehilangan bulir yang lebih rendah
kapasitas kerja 75 100 kg per jam dan cukup dioperasikan oleh 1 orang.

Berikut ini cara perontokan padi dengan pedal thresher :

Pedal perontok diinjak dengan kaki naik turun, putaran poros pemutar
memutar silinder perontok. putaran silinder perontok yang memiliki gigi
perontok dimanfaatkan dengan memukul gabah yang menempel pada
jerami sampai rontok, dan arah putaran perontok berlawanan dengan
posisi operator (menjauh dari operator).

Gambar 39. Pedal Trhesher


171 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
Mesin Power Thresher (Mesin Perontok Padi) adalah jenis mesin perontok
yang telah terbukti sangat cocok dengan berbagai jenis lahan persawahan
di Indonesia.Unsur-unsur yang mendukung peningkatan keuntungan
adalah kecepatan proses perontokan dan pembersihan sehingga
menghemat waktu. Lebih penting lagi power thresher terbukti dapat
mengurangi kehilangan gabah saat perontokan dan mengurangi kerusakan
(pecah) butir gabah sehingga petani memperoleh nilai tambah dalam
usaha taninya.

Gambar 40. Salah Satu Model Power Thresher

b. Mesin Pengering
Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air gabah sampai
mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk diolah/digiling atau aman untuk
disimpan dalam waktu yang lama. Pada saat ini cara pengeringan padi telah
berkembang dari cara penjemuran menjadi pengering buatan.

1) Penjemuran

Penjemuran merupakan proses pengeringan gabah basah dengan


memanfaatkan panas sinar matahari. Untuk mencegah bercampurnya
172 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
kotoran, kehilangan butiran gabah, memudahkan pengumpulan gabah
dan menghasilkan penyebaran panas yang merata, maka penjemuran
harus dilakukan dengan menggunakan alas. Penggunaan alas untuk
penjemuran telah berkembang dari anyaman bambu kemudian
menjadi lembaran plastik/terpal dan terakhir lantai dari semen/beton.

Gambar 41. Lantai jemur gabah

2) Pengering Buatan

Flat Bed Dryer : merupakan mesin pengering yang terdiri dari: (1)

Kotak pengering terbuat dari plat lembaran, berbentuk kotak persegi

panjang dengan ukuran bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Pada

kira-kira bagian kotak terdapat sekat/lantai yang berlubang terbuat dari

plat baja, terbagi menjadi 2 ruangan, atas dan bawah. (2) Blower/kipas

dan kompor panas terletak di sebelah luar kotak pengering,

173 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


dihubungkan dengan cerobong. (3) Kompor pemanas memakai bahan

bakar minyak tanah.

Gambar 42. Alat Pengering buatan tipe Flat Bed Dryer

Continuous Flow Dryer : merupakan mesin pengering dengan bagian


komponen mesin yeng terdiri dari kotak pengering, komponen
pemanas seperti kompor, kipas / blower, motor penggerak, dan screw
conveyor discharge.
Pengeringan dengan continuous flow dryer dilakukan dengan cara
sebagai berikut : Gabah yang akan dikeringkan dimasukan pada kotak
pengering. Udara pemanas dihembuskan pada salah satu sisi kotak
pengering dan keluar lewat sisi yang lain.

174 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 43. Alat Pengering buatan tipe Continuous Flow Dryer

Untuk mengukur kadar air secara teliti yang dilakukan sewaktu-waktu


petani perlu mempunyai suatu alat "moisture tester" pada usaha
pertaniannya. Untuk memperoleh suatu contoh bijian yang mewakili
keseluruhan, bahan dalam permeriksaan kadar airnya, maka diambil
sedikit bijian dari beberapa tempat dan kemudian campurkanlah (cara ini
lebih baik daripada mengambil seluruh contoh dari suatu tempat. Suatu
"grain probe" (penara butiran berbentuk tangkai merupakan alat yang
memadai untuk mengambil contoh dari bijian). Perlu diingat bahwa kadar
air bijian berbeda-beda dari satu tempat ke tempat yang lain dalam suatu
alat pengering tipe bak. Beberapa alat pengering mempunyai pembuka
khusus untuk memudahkan dalam pengambilan contoh untuk
pemeriksaan. Akan tetapi, pemeriksaan contoh bijian dari suatu
pengering tipe bak "batch dryer" waktu bijian sedang dikeringkan hanya
akan memberikan suatu taksiran dari kadar air tersebut. Cara yang
terbaik adalah mencampur secara bersama beberapa contoh bijian waktu
alat pengering tersebut dikosongkan kemudian lakukan pemeriksaan
terhadap campuran ini, atau pergunakan suatu "grain probe". untuk
pengambilan contoh bijian kering pada truk atau lumbung.

175 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Gambar 44. Alat pengambilan contoh bijian "grain probe"

Persentase kadar air pada bijian yang paling basah menentukan apakah
bijian tersebut telah dikeringkan sampai suatu tingkat yang aman. Untuk
mendapatkan suatu contoh yang mewakili bijian yang dikeringkan dalam
suatu lumbung tempat penyimpanan, harus dilakukan dengan cara
mengambil tiga buah contoh dalam jumlah yang kecil, satu pada bagian
atas. Yang kedua di bagian tengah, dan satu lagi dekat bagian bawah.
Ketika bijian sedang dikeringkan dalam tempat penyimpanan, perlu
diadakan pengambilan contoh bahan lagi untuk menentukan contoh hasil
pengeringan.

Suhu 110F adalah suhu paling tinggi yang dianjurkan bagi bijian untuk
dijadikan benih ("seed grain") dan suhu 140 F untuk bijian yang dijual
untuk keperluan konsumsi. Suhu 180F sampai 220F dapat digunakan
bagi bijian yang diperuntukkan bagi makanan ternak.

D. Aktifitas Pembelajaran
1) Penguasaan konsep
Anda akan melakukan kegiatan mengidentifikasi dan mengoperasikan
alat mesin pertanian.

176 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Apa yang anda lakukan dalam mengidentifikasi dan mengoperasikan alat
mesin pertanian Setelah mengidentifikasi dan mengoperasikan alat mesin
pertanian..
Prosedur apa yang harus diikuti dalam memahami mengidentifikasi dan
mengoperasikan alat mesin pertanian Penggunaan alat dan bahan untuk
mendokumentasikan untuk memahami mengidentifikasi dan
mengoperasikan alat mesin pertanian, jelaskan.

2). Mengenal Fakta


Melakukan observasi, peserta melakukan observasi, dalam kegiatan
mengidentifikasi dan mengoperasikan alat mesin pertanian, kegiatan
dikoordinir oleh widyaiswara.
Observasi dilakukan secara berkelompok pada tempat yang berbeda
Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengoperasikan alat
mesin pertanian.
Dari hasil observasi ini selanjutnya merumuskan mengidentifikasi dan
mengoperasikan alat mesin pertanian.
Kegiatan mengenal fakta ini dapat dilakukan sekaligus untuk kompetensi
dasar mengidentifikasi dan mengoperasikan alat mesin pertanian.

3). Merefleksikan.

Setelah peserta diklat melakukan penguasaan konsep dan mengenal


fakta, selanjutnya peserta diklat melakukan refleksi bagaimana anda akan
mengidentifikasi dan mengoperasikan alat mesin pertanian berdasarkan
konsep dan hasil observasi.

4). Melakukan analisis dan sintesis


Analisis daya dukung, peserta diklat melakukan kegiatan analisis
terhadap daya dukung yang tersedia di tempat praktek untuk
mengetahui tingkat kesesuaiannya dalam mengidentifikasi dan
mengoperasikan alat mesin pertanian secara berkelompok.

177 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Sintesis, peserta diklat melakukan kegiatan sintesis terhadap hasil
refleksi memahami mengidentifikasi dan mengoperasikan alat mesin
pertanian dan hasil analisis terhadap tingkat kesesuaian daya
dukung, peserta diklat melakukan rekontruksi/modifikasi terhadap
hasil refleksi dalam kegiatan mengidentifikasi dan mengoperasikan
alat mesin pertanian.

5). Menyusun dan Melaksanakan Rencana Kerja


Peserta diklat secara berkelompok menyusun/membuat alternatif-
alternatif rencana mengidentifikasi dan mengoperasikan alat mesin
pertanian, rencana kerja/proposal memuat metode persiapan yang
akan dilaksanakan, kriteria keberhasilan, waktu pencapaian dan
jadwal kegiatan, serta pembagian tugas kelompok.
Pengambilan keputusan/menetapkan rencana kerja
Secara berkelompok peserta diklat mengambil
keputusan/menetapkan alternatif rencana mengidentifikasi dan
mengoperasikan alat mesin pertanian yang akan dilaksanakan
dengan memperhatikan daya dukung dan persyaratan teknis dalam
mengidentifikasi dan mengoperasikan alat mesin pertanian.
Apabila ada kesulitan peserta dapat mendiskusikan dengan
fasilitator.
Penetapan peran masing-masing individu dalam kelompok.
Kelompok menyusun pembagian tugas dan menentukan peran
setiap anggota masyarakat.
Proses pengamatan dan pencatatan, peserta diklat melakukan
pengamatan dan pencacatan data kegiatan mengidentifikasi dan
mengoperasikan alat mesin pertanian yang dilaksanakan. Lembar
pengamatan disiapkan peserta diklat setelah mendapat persetujuan
fasilitator.
Evaluasi dan diskusi terhadap hasil kegiatan. Peserta diklat
melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan
pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan dalam
perencanaan

178 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Peserta diklat melakukan diskusi terhadap hasil kegiatan dan
hasilnya dibandingkan dengan rancangan kerja dan konsep-konsep
yang telah dirumuskan sebelumnya.
Proses penyusunan kesimpulan dan memberikan umpan balik.
Peserta secara berkelompok menyusun umpan balik / rekomendasi
terhadap mengidentifikasi dan mengoperasikan alat mesin
pertanian. Perumusan umpan balik ini juga harus
mempertimbangkan dasar teori, fakta dan kondisi hasil kerja.

E. Latihan/Kasus/Tugas
1. Traktor adalah alat dan mesin penarik beban yang bersumber daya
mekanis. Klasifikasi traktor dibedakan menjadi dua macam, jelaskan?
2. Macam dan jenis alat pengolahan tanah untuk pertanian digolongkan
menjadi dua golongan menurut tahap pengolahan tanahnya, jelaskan?
3. Identifikasi bagian-bagian traktor tangan dibawah ini?

4. Jelaskan prosedur Menghidupkan Traktor Tangan?


5. Jelaskan prosedur menjalankan handtraktor?
6. Jelaskan Prinsip kerja alat penyemprot hand sprayer?
7. Alat penyebar pupuk dapat dibedakan menjadi 2 jelaskan?
8. Ada beberapa jenis mesin panen padi, jelaskan?
9. Dalam memilih mesin yang tepat untuk pemanenan padi, maka hal-hal
berikut harus dipertimbangkan, jelaskan?

179 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


F. Rangkuman

Traktor adalah alat dan mesin penarik beban yang bersumber daya mekanis.
Klasifikasi traktor dibedakan menjadi dua macam, yaitu berdasarkan kegunaan
dan jenis roda penggeraknya. Selanjutnya mari kita belajar; (1) traktor
berdasarkan penggunaannya, (2) traktor berdasarkan jenis roda dan
penggeraknya, (3) traktor berdasarkan besar daya/tenaganya, (4) traktor
berdasarkan bentuk dan pabrik pembuatnya. Mari kita coba untuk melakukan
identifikasi terhadap bagian-bagian alat/mesin pertanian berupa : (a) hand
traktor, (b) mini traktor dan, (c) farm traktor. Traktor Tangan merupakan salah
satu sumber tenaga dalam bidang pertanian. Traktor dapat dimanfaatkan dalam
berbagai bentuk kegiatan pertanian mulai dari pengolahan tanah pertama,
pengolahan tanah kedua, penanaman, penyiangan, pemupukan dan alat
transportasi. Cara yang sering dilakukan dalam mengolah tanah dengan
menggunakan traktor roda dua ini ialah dengan cara sistem bajak yaitu
memasangkan alat bajak ( implemen )dibelakang traktor ini

Traktor roda dua ini mempunyai efesiensi yang tinggi, karena pembalikan dan
pemotongan tanah dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. Traktor roda
dua merupkan mesin serba guna karena dapat berfungsi sebagai tenaga
penggerak untuk alat alat lain seperti pompa air, alat prosesing, gandengan (
trailer) dan lain lain.

Sebuah traktor tidak dapat digunakan untuk mengolah tanah apabila tidak
dipasang implemen (alat tambahan). Fungsi traktordalam mengolah tanah hanya
sebagai sumber tenaga. Implemen tidak terpasang secara permanen pada
traktor, hal ini disengaja supaya traktor dapat dipasangkan dengan berbagai jenis
implemen sesuai kebutuhan dalam pengoperasiannya.

Cara merawat mesin Diesel, seperti traktor tangan ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, seperti perawatan saringan udara, ( Air Cleaner ), cara perawatan
saringan solar, cara pembersihan, Penyebab Mesin Sukar dihidupkan, penyebab
tenaga Mesin Kurang dan lain-lain. Berikut tips cara perawatan salah satu mesin
diesel.

180 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Peserta pelatihan setelah mempelajari modul pelatihan ini diminta untuk
memberikan tanggapan terhadap materi didalam modul ini dan juga diminta
menganalisis materi-materi yang dapat diimplementasikan di sekolah. Adapun
kegiatan umpan balik yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Apa saja yang telah saya lakukan berkaitan dengan materi kegiatan belajar
ini?
Bagaimana pikiran/perasaan saya tentang materi kegiatan belajar ini?
Apa saja yang telah saya lakukan yang ada hubungannya dengan materi
kegiatan ini tetapi belum ditulis di materi ini?
Materi apa yang ingin saya tambahkan?
Bagaimana kelebihan dan kekurangan materi materi kegiatan ini?
Manfaat apa saja yang saya dapatkan dari materi kegiatan ini?
Berapa persen kira-kira materi kegiatan ini dapat saya kuasai?
Apa yang akan saya lakukan?

H. Kunci Jawaban

1. Jenis traktor yaitu traktor tangan, traktor mini dan farm.


2. Macam dan jenis alat pengolahan tanah untuk pertanian digolongkan
menjadi dua golongan menurut tahap pengolahan tanahnya, yaitu : (a)
Alat Pengolah Tanah Pertama. (b) Alat Pengolah Tanah Kedua.
Berdasarkan sumber atau tenaga penarik yang digunakan, macam dan
jenis alat/mesin penanam dapat digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu :
(a) Alat penanam dengan sumber tenaga manusia, (b) Alat penanam
dengan sumber tenaga hewan (c) Alat penanam dengan sumber tenaga
traktor
3. Identifikasi bagian-bagian traktor tangan

181 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Keterangan:

1. As (poros) roda
2. Bak rotary
3. Penutup rotary
4. Gantungan rotary
5. Tuas pengunci as land wheel
6. Tuas kopling kemudi
7. Stang kemudi
8. Tuas gas
9. Stang pembantu
10. Tuas persneling utama
11. Tuas kopling utama
12. Tuas kecepatan (cepat-lambat)
13. Panel persneling
14. Tuas pengatur kedalaman rotary
15. Bak Rantai rotary
16.
17. Roda/Ban karet
18. As roda
19. Kerangka/chasis
20. Tempat pemberat depan
21. Pully
22. Fly wheel/roda gila
23. V-belt
24. Rumah kopling
25. ..
26. Box transmisi
27. Saklar lampu depan
28. Steering cluth
29. Pengatur kedalaman rotary
30. ..
31. Pisau rotary

182 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


4. Prosedur Menghidupkan Traktor Tangan

1) Sebelum menghidupkan mesin traktor tangan lakukan pengecekan


terhadap komponen berikut:
a. Cek Tanki bahan bakar, minyak pelumas dan air radiator,
pastikan bahan bakar dan minyak pelumas terisi dan air
radiator terisi penuh sesuai batas petunjuk pada buku manual
handtraktor.
b. Pastikan V-belt dalam posisi kendur/tidak bekerja. Tuas
kopling utama dalam posisi OFF.
c. Cek Tekanan angin pada ban karet.
2) Pastikan posisi handtraktor ditempat yang datar.
3) Tarik Tuas Gas sedikit sampai melewati batas STOP Jangan terlalu
dalam/penuh.
4) Hidupkan Mesin dengan cara mengengkol. Mula-mula engkol
dipasang kemudian sambil menarik alat penurun kompresi
(dekompresi level) engkol diputar beberapa kali secara bertahap dari
perlahan hingga cepat kemudian tuas engkol dilepas bersamaan
dengan tuas dekompresi. Perhatian: dalam melepaskan tuas engkol
dari poros engkol tuas tetap dipegang erat. Jaga keselamatan kerja.
5) Atur kembali tuas gas agar mendapat putaran mesin/Rpm yang ideal
(tidak terlalu kencang tetapi tidak terlalu lemah karena mesin akan
mati kembali).

5. Prosedur menjalankan handtraktor

1) Setelah mesin hidup kemudian tarik batang penahan bagian depan


standar selanjutnya tarik tuas kopling utama.
2) Atur Stang Kemudi agar arah traktor lurus. Stang kemudi dipegang
sdengan tangan lentur tidak kaku.
3) Pindahkan traktor dari garasi/ lab ke Lapangan.

6. Prinsip kerja alat penyemprot hand sprayer adalah memecah cairan


menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Dengan bentuk
dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan
183 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura
merata keseluruh permukaan daun atau tajuk tanaman. Untuk
memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses
pembentukan partikel denganmenggunakan tekanan (hydraulic atomization),
yakni cairan di dalam tangkidipompa sehingga mempunyai tekanan yang
tinggi, dan akhirnya mengalirmelalui selang karet menuju ke alat
pengabut. Cairan dengan tekanan tinggi danmengalir melalui celah yang
sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akanpecah menjadi partikel-
partikel yang sangat halus.

7. Alat penyebar pupuk dapat dibedakan menjadi :

Drop Tipe Distributor : Alat ini biasnya digandengkan dengan traktor


secara mounted, corong pemasukannya mempunyai satu set lubang
pengeluaran pada bagian bawah. Lubang-lubang tersebut dikontrol
malalui lubang penggerak. Kapasitas pengeluaran pupuk biasanya antara
454 sampai 908 kg dengan lebar pengeluaran antara 2,44 sampai 3,66
m. Sumbu pemasukan dikendalikan oleh roda, dan kecepatan sumbu
dipengaruhi pengeluaran pupuk.

Spin spreader : Alat ini mempunyai piringan untuk penyebaran


pupuk. Pupuk diatur diatas piringan oleh rantai penahan melalui dasar
corong pemasukan. Kecepatan pengeluaran pupuk tergantung dari
kecepatan pemasukan pupuk, lebarpenyebaran dan kecepatan alat. Pola
penyebaran dipengaruhi oleh perputaran piringan. Kapasitas corong
pemasukan dapat mencapai 10 ton, dengan sebaran dapat mencapai
18,29 m

8. Ada beberapa jenis mesin panen padi, yaitu


Reaper (windrower), yang hanya memotong dan merebahkan hasil
potongan dalam alur, atau collection type reaper yang memotong dan
mengumpulkannya.
Binder, mesin yang memotong dan mengikat
Combine harvester, mesin yang memotong dan merontokkan

184 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


9. Dalam memilih mesin yang tepat untuk pemanenan padi, maka hal-hal
berikut harus dipertimbangkan:

1) Unjuk kerja dan upah dari buruh panen dengan cara tradisional
2) Harga, biaya perawatan, umur, kinerja, dsb, dari setiap mesin
3) Ukuran petakan lahan
4) Tinggi malai padi, kemudahan rontok
5) Tingkat kekeringan dan daya dukung tanah pada saat panen
6) Cara pengumpulan, pengeringan, transportasi, perontokan dan
pengeringan gabah setelah pemotongan.

PENUTUP

Bahan ajar materi dasar-dasar budidaya tanaman pangan dan hortikultura pada
paket keahlian Agribisnis tanaman pangan dan hortikultura pada Diklat Uji
Kompetensi bagi Guru SMK, diharapkan dapat membantu peserta dalam
meningkatkan kompetensi bidang Agribisnis tanaman pangan dan hortikultura.

Semoga bahan ajar ini dapat bermanfaat, khususnya bagi peserta diklat pra uji
kompentnsi dan umumnya bagi para pembaca. Bahan ajar ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu mohon kritik dan saran untuk kesempurnaan modul ini.

185 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


DAFTAR PUSTAKA

Annonim, 1994. Agro Pesticides, Properties and Functions in Integrated Crop


Protection. United Nation, Bangkok.

Anonim, 2005. Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Agronomi


(Pembenihan). Departemen Pendidikan Nasional.

Anonim, 1983, Mekanisasi Pertanian, JICA, Jakarta


Anonim, Buku Pedoman Penggunaan dan Perawatan Traktor Tangan Merek
SATOH Model KG-170
amydahlia.wordpress.com/2011/10/18/nama-fungsi-dan-cara-kerja-alat-alat-
laboratorium-mikrobiologi diunduh tanggal 1 Nov 2013 jam 14.00
Brian May, 1985, How to Make the Most of Your Tractor, Intermediate Technologi
Publications, London
Anonim. 2002. Kumpulan Alat alat Klimatologi.Serial Online http:// www.alat
klimatologi.com. Diakses 9 Desember 2013.

Ariesman. M, 2012, Mempelajari Pola Pengolahan Tanah Pada Lahan Kering


Menggunakan Traktor Tangan Dengan Bajak Rotari, program studi
keteknikan pertanianJurusan teknologi pertanian Fakultas pertanian
Universitas hasanuddin Makassar

Buku alat dan mesin (alsin) panen dan perontokan padi di indonesia penulis:
koes sulistiaji balai besar pengembangan mekanisasi pertanian Badan
penelitian dan pengembangan pertanian 2007

Basri Jumin, 1998. Dasar-dasar agronomi. Rajawali Press, Jakarta.

Ciptohadijoyo, S., 1999, Alat dan Mesin Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta

Dahono dkk, 1997, Pengolahan Tanah Dengan Traktor Tangan, Bagian Proyek
Pendidikan Kejuruan Teknik IV, Jakarta
Darun, S. Matondang, Sumono, 1983, Pengantar Alat dan Mesin-Mesin

186 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Perkebunan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan

Djojosumarto, Panut. 2004. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Kanisius.


Yogyakarta.

Djojosumarto, Panut. 2004. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Kanisius.


Yogyakarta.

Darmono, Ayah Widiastuty, 2003. Agar Anggrek Rajin berbunga, Jakarta.


Penebar Swadaya

Gembong Tjitrosoetomo, 1988. Morfologi Tumbuhan, Gajah Mada University,


Yogyakarta.

George E F. and h P.D. Sherington. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture.


Handbook and Directory of Comercial Laboratories. Eversley, England.

Hendro Sunaryono, 1995. Pengantar Pengetahui dasar Hortikultura. Penerbit


sinar baru, Bandung.

Harjadi. 1973. Dasardasar hortikultura.Penebar Swadaya, Jakarta 100-130.

Hudson. T. Hartmann. 1990. Plant propagation, Prentice- hall International, Inc


305-386.

Handaka. 1996. Pengembangan alat dan mesin pertanian di Indonesia. Prosiding


Seminar Nasional Konstribusi Teknik Pertanian untuk Memacu
Pembangunan Industri dalam Era Globalisasi.

Hardjodinomo, Soekirno.1970. Bertanam Padi. Bandung: Pendidikan dan


Kebudayaan Republik Indonesia.

Hasan Basri, 1989. Ekologi Tanaman, Rajawali Pers, Jakarta.

Kartasapoetra, 1988. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan (Tentang Sel dan


Jaringan), Bina Aksara, Jakarta.

Mulyoto H dkk, 2002, Mesin-Mesin Pertanian, cetakan ke 12, Bumi Aksara,


Jakarta

187 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Mohamad, Kartono., 1989. Pertolongan Pertama. PT Gramedia, Jakarta.

Mulyoto H dkk, 2002, Mesin-Mesin Pertanian, cetakan ke 12, Bumi Aksara,


Jakarta

Iswanto Hadi, Ir, , 2002. Petunjuk perawatan Anggrek, Jakarta; Agromedia


Pustaka.

ILO, 1998. Safety and Health in Forestry Work. International Labour


Organization, Geneva Swiss.

Rini Wudianto. 1988, Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi, penebar Swadaya,
Jakarta.

Rahmat Rumana, 1996. Bertanam Sayuran. Kanisius, Yogyakarta.

Raharja, P.C. dan Wahyu Wiryanta, 2003. Aneka Cara Memperbanyak


Tanaman. Penerbit PT. Agro Media Pustaka. Depok.

Rahadja, P.C. 2003.Aneka Cara Memperbnyak Tanaman. Agromedia Pustaka,


Jakarta.

Rini Wudianto, 1996. Membuat Setek, Cangkok dan okulasi. PT. Penebar
Swadaya, Jakarta.

Pracaya, 1996. Bertanam Mangga. Penebar Swadaya, Jakarta.

Saptarani, Eti Widayanti dan Lila Sari, 1999. Cara Bercocok Tanaman Secara
Vegetatif. Sinar Mas, Jakarta.

Shandra Edi, 2001. Membuat Anggrek Rajin berbunga,Jakarta : Agromedia


Pustaka.

Suryowinoto,SM, 1977. Merawat Anggrek, Jakarta Penebar Swadaya,

Sumamur, P.K., 1991. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. CV


Haji Masagung, Jakarta.

Setyati Hardjadi, 1995. Pengantar agronomi, PT. Gramedia, Jakarta.

188 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Trigiano RN dan Denis J Gray. 1996. Plant Tissue Culture Concepts and
Laboratory Excercises. CRC Press, Inc., 2000 Coorporae Blvd., Boca
Raton, Florida. United States of America

Taufik Rizaldi, 2006, MESIN PERALATAN, Departemen Teknologi Pertanian


Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Volk, Wheeler, 1988. Mikrobiologi Dasar.,.Jakarta. Erlangga


Wijanto, M.S., 1996, Memilih; Menggunakan; dan Merawat Traktor Tangan,
Penebar Swadaya

Anonim. http://www.scribd.com/doc/94137983/34/Cara-Mengoperasikan-Traktor-
2-Roda. Diunduh tanggal 19-11-2013 jam 22.30

Anonim. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengolahan_tanah. diunduh tanggal 20-11-


2013 jam 22.00

file:///H:/revisi%2021%20nov%202013/download/Alat%20dan%20Mesin%20Pen
golahan%20Tanah. htm. Diunduh tanggal 21-11-2013 jam 11.30

Anonim.http://www.kamuslife.com/2012/03/labu-erlenmeyer-fungsi-dan-
kegunaan.html#sthash.lol6339P.dpuf. Diunduh tanggal 27 Nopember
2013 jam 22.15

Anonim.http://alatlaboratoriumkita.wordpress.com/2012/03/13/alat-laboratorium-
oven/) diunduh tanggal 29-11-2013 jam. 22.00

(http://chemistry35.blogspot.com/2011/07/neraca-digital-merupakan-alat-
yang.html) diunduh tanggal 26-11-2013 jam 10.00

http://joytalita.wordpress.com/2010/05/23/anemometer-nieee/) diunduh tanggal


03-12-2013 jam.21.00

(http://pengetahuangeologi.blogspot.com/2013/02/alat-ukur-barometer.html)
(http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2011/05/penakar-hujan-type-
hellman.html)

189 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


http://very-wibowo.blogspot.com/2012/11/buku-ajar-klimatologi-pertanian-
ruang.html

http://meteospo.blogspot.com/2011/10/panci-penguapan-pan-evaporimeter-
pan.html diunduh tanggal 8 nop 2013 jam 20.45

(http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/11/alat-pengukur-penguapan-
evaporimeter.html)

http://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-kejuruan/pertanian/mekanisasi-
pertanian/pengantar_klimatologi_pertanian.pdf (diunduh tanggal 04-12-
2103 jam 11.00)

http://zallesmana.blogspot.com/p/bagian-bagian-utama-motor-bakar-bagian.html
diunduh tanggal 3 Nov 2013 jam 10.30

https://www.google.com/#psj=1&q=bagian+utama+motor+listrik diunduh tanggal


3 Nov 2013 jam 10.54

http://id.wikipedia.org/wiki/Alat_dan_mesin_pertanian Diunduh hari Selasa, 26


Februari 2015 jam 13.41

http://k4107078.wordpress.com/2008/03/18/perkembangbiakan-vegetatif/

http://www.worldagroforestry.org/Sea/Publications/Files/book/BK0094-
06/BK0094-06-1.PDF

http://202.152.31.170/modul/pertanian/budidaya_tanaman/budidaya_tanamn/me
mberikanperlakuan_khusus_tanaman.pdf

http://zallesmana.blogspot.com/p/bagian-bagian-utama-motor-bakar-bagian.html
diunduh tanggal 3 Nov 2013 jam 10.30

https://www.google.com/#psj=1&q=bagian+utama+motor+listrik diunduh tanggal


3 Nov 2013 jam 10.54

190 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


GLOSARIUM

Agribisnis tanaman : sistem usaha bidang pertanian dari hulu sampai hilir
Akar : organ tanaman yang berfungsi menyerap air dan hara terlarut dari
dalam tanah ke tubuh tanaman
Analog : Sistem penyajian peta secara manual.
Abiotik : komponen ekosistem yang terdiri dari benda atau sesuatu yang tak
hidup.
Digital : Sistem penyajian informasi (grafis atau teks) secara biner elektronis.
Digitizer : Alat yang digunakan untuk mengubah peta-peta analog menjadi peta-
peta digital dengan menelusuri detail-detail peta satu persatu.
DAS : daerah aliran sungai.
Distorsi : Perubahan bentuk atau perubahan informasi geometrik yang disajikan
pada bidang lengkung (bola/ellipsoidal) terhadap bentuk atau informasi
geometrik yang disajikan pada bidang datar.
Ekosistem : suatu sistem yang disusun oleh organisme-organisme yang saling
berinteraksi satu dengan yang lain dan juga dengan komponen tak
hidup untuk membentuk unit kerja.
Eksperimen : percobaan dalam rangka mencari fakta untuk menjawab hipotesis
Erosi : hilangnya tanah akibat pengaruh angin, air, atau es.
Fokus : Ketajaman penampakan objek pada teropong dan dapat diatur dengan
tombol fokus.
Habitat : tempat khusus organisme hidup
Hujan asam : air hujan yang bersifat asam karena adanya polutan udara,
khususnya sulfur dioksida dan nitrogen oksida sehingga meningkatkan
keasaman air hujan.
Hutan konservasi : kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai
fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta
ekosistemnya
Horisontal : Garis atau bidang yang tegak lurus terhadap garis atau bidang yang
menjauhi pusat bumi.
Individu : satu mahkluk hidup tung-gal

191 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Indeks : Garis kontur yang penyajiannya lebih tebal atau lebih ditonjolkan
dibandingkan garis-garis kontur lain setiap selang ketinggian tertentu.
Interpolasi : Metode perhitungan ketinggian suatu titik di antara dua titik yang
dihubungkan oleh garis lurus.
GPS : Global Positioning System. Sistem penentuan posisi global menggunakan
satelit buatan Angkatan Laut Amerika Serikat.
Gulma : tanaman yang tidak dikehendaki
Mengamati : (melihat, mengamati, membaca, mendengar, menyimak)
Menanya : (mengajukan pertanyaan dari yang factual sampai ke yang bersifat
hipotesis
Mengasosiasi : (menganalisis data, menyimpulkan dari hasil analisis data)
Mengkomunikasikan : (menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan,
tulisan diagram, bagan, gambar atau media)

Informasi : Sesuatu yang memiliki makna atau manfaat.


Keterampilan : proses seperangkat keterampilan yang dilakukan untuk suatu
penyelidikan ilmiah
Konservasi : prinsip pengelolaan lingkungan dengan mempertimbangkan
kemampuan sumber daya alam dalam memberbaiki ketersediaanya
Kalibrasi : Suatu prosedur untuk mengeliminasi kesalahan sistematis pada
peralatan pengukuran dengan menyetel ulang komponen-komponen
dalam peralatan.
Kontrol : Upaya mengendalikan data hasil pengukuran di lapangan agar
Memenuhi syarat geometrik tertentu sehingga kesalahan hasil
pengukuran di lapangan dapat memenuhi syarat yang ditetapkan dan
kesalahan-kesalahan acaknya telah dikoreksi.
Kontur : Garis khayal di permukaan bumi yang menghubungkan titik-titik dengan
ketinggian yang sama dari permukaan air laut rata-rata (MSL). Garis di
atas peta yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama
dari permukaan air laut rata-rata dan kerapatannya bergantung pada
ukuran lembar penyajian (skala peta).
Konvergensi : Serangkaian garis searah yang menuju suatu titik pertemuan.
Konversi : Proses mengubah suatu besaran (sudut/jarak) dari suatu sistem
menjadi sistem yang lain.

192 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


lingkungan : segala sesuatu yang terdapat di luar makhluk hidup dan
berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup tersebut
Makhluk hidup : Sesuatu yang menunjukkan cirri-ciri kehidupan yaitu bernafas,
bergerak, menerima dan menanggapi rangsang, berkembang biak,
tumbuh dan berkembang.
Meter : satuan SI untuk panjang
Metoda ilmiah : lihat keterampilan proses
rumus empiris : rumus kimia yang menggambarkan perbandingan mol antar atom
pembentuk molekul senyawa
Overlay : Suatu fungsi pada analisis pemetaan digital dan GIS yang
Menumpangtindihkan tema-tema dengan jenis pengelompokkan yang
berbeda.
Paralel : Garis-garis khayal yang tegak lurus garis meridian dan melingkari bumi.
Paralel nol berada di equator atau garis khatulistiwa.
Polygon : Serangkaian garis-garis yang membentuk kurva terbuka atau Tertutup
untuk menentukan koordinat titik-titik di atas permukaan bumi.
Pengumpulan data (menentukan data yang diperlukan, menentukan sumber
data, mengumpulkan data

Profil : Potongan gambaran turun dan naiknya permukaan tanah baik


memanjang atau melintang.
Rotasi : Perubahan posisi suatu objek karena diputar pada suatu sumbu
Skala : Nilai perbandingan besaran jarak atau luas di atas kertas terhadap jarak
dan luas di lapangan.
Softcopy : Dokumentasi peta-peta digital dalam bentuk file-file digital.
Software : Perangkat lunak computer untuk berbagai macam kepentingan.
Suhu : ukuran tingkat atau derajat panas atau dingin-nya suatu benda
Topografi : Peta yang menyajikan informasi di atas permukaan bumi baik unsur
alam maupun unsur buatan manusia dengan skala sedang dan kecil.
Tanaman pangan merupakan tanaman penghasil bahan makanan pokok
Tanaman hortikultura adalah kelompok tanaman yang hasilnya harus segera
ditangani, yang termasuk tanaman hortikultura adalah tanaman sayuran,
tanaman buah-buahan dan tanaman hias

193 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura


Visual : Penglihatan kasat mata.
Variasi : penampakan dari sifat tertentu yang menyebabkan satu organisme
berbeda dengan organisme lain dalam satu jenis
Volume : besarnya ruangan yang dapat diisi oleh materi
Waterpass : Alat atau metode yang digunakan untuk mengukur tinggi garis bidik
di atas permukaan bumi yang berkategori bermedan datar (slope < 8
%).
Zone : Kurva yang dibatasi oleh batas-batas dengan kriteria tertentu.

194 | A l i h F u n g s i - Dasar-Dasar Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura