Anda di halaman 1dari 18

PEMBAHASAN

A. Definisi
DM adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia yang
berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein
yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sekresi insulin atau
penurunan sensitivitas insulin atau keduanya dan menyebabkan komplikasi kronis
mikrovaskular, makrovaskular dan neuropati. ( Sukandar, 2008 )
DM adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolic akibat
gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata,
ginjal, saraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam
pemeriksaan dengan mikroskop electron.( Mansjoer, 2001 )
B. Etiologi
Insulin Dependen Diabetes Mellitus (IDDM) atau Diabetes Melitus Tergantung
Insulin (DMTI) disebabkan oleh destruksi sel pulau Langerhands akibat proses
autoimun. Sedangkan Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus (NIDDM) atau Diabetes
Melitus Tidak Tergantung Insulin (DMTTI) disebabkan kegagalan relative sel dan
resistensi insulin.
Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang
pengambilan glukosa untuk jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa
oleh hati. Sel tidak mampu mengimbangi resisitensi insulin ini sepenuhnya, artinya
terjadi defisiensi relative insulin. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya
sekresi insulin pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain.
Berarti sel pancreas mengalami desensitisasi terhadap glukosa. (Mansjoer, 2001 )
C. Manifestasi Klinis
DM tipe I
1. penderita DM tipe 1 biasanya memiliki tubuh yang lurus dan cenderung berkembang
menjadi diabetes ketoasidosis (DKA) karena insulin sangat kurang disertai
peningkatan hormone glukagon.
2. sejumlah 20-40% pasien mengalami DKA setelah beberapa hari mengalami
poliuria, polidipsia, polifagia, dan kehilangan bobot badan.
DM tipe II
1. pasien dengan DM tipe 2sering asimtomatik. Munculnya komplikasi dapat
mengidentifikasikan bahwa pasien telah menderita DM selama bertahun-tahun,
umumnya muncul neuropati.
2. pada diagnosis umumnya terdeteksi adanya letargi, poliuria, nokturia dan polidipsia
sedangkan penurunan bobot badan secara signifikan jarang terjadi.
( Sukandar, 2008 )
D. Patofisiologi
DM Tipe 1 (IDDM) terjadi pada 10% dari kasus diabetes. Secara umum, DM tipe
ini berkembang pada anak anak atau pada awal masa dewasa yang disebabkan oleh
kerusakan sel pancreas akibat autoimun, sehingga terjadi defisiensi insulin absolute.
Reaksi autoimun umunya terjadi setelah waktu yang panjang (9-13 th) yang ditandai
oleh adanya parameter parameter sistem imun ketika terjadi kerusakan sel .
Hiperglikemia terjadi bila 80-90% dari sel rusak. Penyakit DM dapat menjadi
penyakit menahun dengan resiko komplikasi dan kematian. Factor faktor yang
menyebabkan terjadinya autoimun tidak diketahui, tetapi proses itu diperantarai oleh
makrofag dan limfosit T dengan autoantibody yang bersirkulasi ke berbagai antigen
sel (misalnya antibody sel islet, antibody insulin).
DM tipe 2 (NIDDM) terjadi pada 90 % dari semua kasus diabetes dan biasanya
ditandai dengan resistensi insulin dan defisiensi insulin relative. Resistensi insulin
ditandai dengan peningkatan lipolisis dan produksi asam lemak bebas, peningkatan
produksi glukosa hepatic, dan penurunan pengambilan glukosa pada otot skelet.
Disfungsi sel mengakibatkan gangguan pada pengontrolan glukosa darah. DM tipe 2
lebih disebabkan karena gaya hidup penderita diabetes (kelebihan kalori, kurangnya
olahraga, dan obesitas) dibandingkan pengaruh genetik.
( Sukandar, 2008 )
E. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penyaring perlu dilakukan pada kelompok dengan resiko tinggi
DM, yaitu kelompok usia dewasa tua (>40 tahun), obesitas, tekanan darah tinggi,
riwayat keluarga DM , riwayat kehamilan dengan berat badan bayi lahir >4000g,
riwayat DM pada kehamilan, dan dislipidemia.
Pemeriksaan penyaring dapat dilakukan dengan pemeriksaan glukosa darah
sewaktu, kadar glukosa darah puasa, kemudian dapat diikuti dengan Tes Toleransi
Glukosa Oral (TTGO) standar. Untuk kelompok resiko tinggi yang hasil pemeriksaan
penyaringnya negative, perlu pemeriksaan penyaring ulangan tiap tahun. Bagi pasien
berusia >45 tahun tanpa factor resiko, pemeriksaan penyaring dapat dilakukan setiap 3
tahun.
Kadar glukosa darah sewaktu dan puasa dengan metode enzimatik sebagai
patokan penyaring dan diagnosis DM (mg/dl)
Bukan Belum pasti DM DM
DM
Kadar glukosa darah 110-199 >200
sewaktu 90-199 >200
Plasma vena 110-125 >125
Darah kapiler 90-109 >110
Kapiler glukosa darah
puasa
Plasma vena
Darah kapiler
Cara pemeriksaan TTGO, adalah :
1. Tiga hari sebelum pemeriksaan pasien makan seperti biasa.
2. Kegiatan jasmani sementara cukup, tidak terlalu banyak.
3. Pasien puasa semalam selama 10-12 jam.
4. Periksa glukosa darah puasa.
5. Berikan glukosa 75 g yang dilarutkan dalam air 250 ml, lalu minum dalam
waktu 5 menit.
6. Periksa glukosa darah 1 jam dan 2 jam sesudah beban glukosa.
7. Selama pemeriksaan, pasien yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok.
( Mansjoer, 2001 )
F. Komplikasi
1. Akut
a. Koma hiperglikemia
b. Ketoasidosis
c. Koma hiperosmolar nonketotik
2. Kronis
a. Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung,
pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak
b. Mikroangiopati, mengenai pembuluh darah kecil, retinopati diabetic, nefropati,
diabetic
c. Neuropati diabetic
d. Rentan infeksi, seperti tuberculosis paru, gingivitis dan infeksi saluran kemih
e. Kaki diabetic( Mansjoer, 2001 )
G. Mekanisme kerja dan golongan obat-obatan DM
1. INSULIN
Mekanisme kerja :
Insulin menurunkan kadar gula darah dengan menstimulasi pengambilan glukosa
perifer dan menghambat produksi glukosa hepatik.
Farmakokinetik Berbagai Insulin dan nama Sediaan :
Lama
Mulai Puncak
Jenis Insulin kerja Nama Sediaan Kekuatan
kerja jam efek (jam)
(jam)
Kerja singkat 0.5 1-3 8 Actrapis HM 40 UI/ml
0.5 2-4 6-8 Actrapis HM 100 UI/ml
Penfil
Kerja sedang
1-2 6-12 18-24
(NPH=isophan)
Kerja sedang 0.5 4-12 24 Insulatard HM 40 UI/ml
mulai kerja 2.5 7-15 24 Insulatard HM 100 UI/ml
singkat Penfil 40 UI/ml
Monotard HM 100 UI/ml
Kerja lama 4-6 14-20 24-36 Protamind zinc
Sulfat
Sediaan 0.5 1.5-8 14-16 Humulin 20/80 40 UI/ml
campuran 0.5 1-8 14-15 Humulin 30/70 100 UI/ml
0.5 1-8 14-15 Humulin40/60 40 UI/ml
Mixtard 30/70 100 UI/ml
Penfil
INSULIN
Indikasi : DM tipe 1, tipe 2 yang gula darahnya tidak dapat dikendalikan dengan
diet dan antidiabetik oral, DM dengan komplikasi akut, DM
paskabedah
pancreas, ketoasidosis, dan koma hiperosmolar, DM dengan
kehamilan.
Peringatan : Kadar gula darah di pantau
Interaksi obat : Sejumlah obat dapat meningkatkan atau menurunkan efek
hipoglikemik, penyesuaian dosi insulin dapat digunakan bersamaan dengan obat
ini.
Efek samping: hipoglikemia, reaksi alergi
Obat Yang Menurunkan Efek Hipoglikemik Insulin :
Kontrasepsi oral Nikotin
Kortikosteroid Fenotiazin
Siklofostamid Fenitoin
Danazol Progesterone (kontrasepsi oral)
Dekstrotirosin Inhibitor protease
Diltiazem Somatropin
Diuretika Terbutalin
Dobutamin Diuretic tiazin
Epinefrin Hormone tiroid
Obat Yang Meningkatkan efak Hipoglikemik Insulin :
ACE Inhibitor Litium karbonat
Alcohol MAO inhibitor
Anabolic steroid Mebendazol
Antidiabetik oral Pentamidin
Beta bloker Pentosifilin
Kalsium Fenilbutazon
Klorokuin Propoxiten
Klofibrat Piridoxin
Klonidin Salisilat
Disopiramid Analog somatostatin (oktreotid)
Fluoksetin Sulfin pirazon
Fibrat Sulfonamide tetrasiklin
Guanetidin
2. SULFONILUREA
Indikasi : Obat golongan sulfonylurea dengan cepat menjadi pengobatan utama
diabetes tipe 2.
Interaksi obat: Sulfonylurea bekerja merangsang sekresi insulin pada pancreas
sehingga hanya efektif bila sel beta pancreas masih dapat bereproduksi.
Peringatan : Sulfonylurea sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil atau
menyusui dan pasien-pasien yang elergi terhadap obat golongan sulfa
Efek samping: Kenaikan berat badan, dan retensi air.
a. KLORPROPAMID
Indikasi : NIDDM ringan sedang
Kontraindikasi : Wanita menyusui, polifiria, dan ketoasidosis
Peringatan : Penggunaan harus hati hati pada pasien usia lanjut, gangguan
fungsi hati dan ginjal.
Efek Samping : Gejala saluran cerna dan sakit kepala. Gejala hematologic
termasuk trombositopenia, agranulositosis, dan anemia dapat
terjadi walau jarang sekali. Klorpropamin dapat
meningkatkan Anti Diuretik Hormon (ADH) dan dengan
frekuensi sangat jarang menyebabkan hiponatremia dan
fotosensitivitas. Hipoglikemia dapat terjadi bila dosis tidak
tepat atau diet terlalu ketat : juga pada gangguan fungsi hati /
ginjal atau pada orang usia lanjut.
Sediaan beredar : Diabenese Pfizer, Tesmel Phyto Kemo Agung
b. GLIKAZID
Indikasi, Kontraindikasi, Peringatan, Efek Samping : Lihat Klorpropamid.
Sediaan beredar : Diamicron Senvier Darya Varia, Glibet Dankos, GLICAB
Tempo Scan Pacific, Glidabet Kalbe Farma, Glikatab Rocella Lab, Glukodex
Dexa Medica, Glumeko Mecosin, Gored Bernofarm, Linodiab Pyridam,
Nufamicron Nufarindo, Pedab Otto, Xepabet Metiska Farma, Zibet
Meprofarm, Zumadiac Prima Hexal.
c. GLIBENKLAMID
Sinonim : Gliburid
Indikasi, Kontraindikasi, Peringatan, Efek Samping : Lihat Klorpropamid.
Sediaan beredar : Abenon Herioc, Clamega Emba Megafarma, Condiabet
Armoxindo, Daonil Aventis, Diacella Rocella, Euglucon Boehringer Manheim
Phapros, Fimediab First medipharma, Glidanil Mersi, Gluconic Nicholas,
Glimel Merk, Hisacha Yekatria Farma, Libronil Hexpharm Jaya, Latibet Ifars,
Prodiabet Bernofarm, Prodiamel Corsa, Renabetic Fahrenheit, Semi-Daonil
Aventis, Semi-Euglucon Pharpros Boehringer Mannheim.
d. GLIPIZID
Indikasi, Kontraindikasi, Peringatan, Efek Samping : Lihat Klorpropamid.
Sediaan beredar : Aldiab Merk, Glucotrol Pfizer, Glyzid Sunthi Sepuri,
Minidiab Kalbe Farma.

e. GLIKUIDON
Indikasi, Kontraindikasi, Peringatan, Efek Samping : Lihat Klorpropamid.
Sediaan beredar : Glurenirm Boehringer Ingelheim.
f. GLIMEPIRID
Indikasi, Kontraindikasi, Peringatan, Efek Samping : Lihat Klorpropamid.
Sediaan beredar : Amaryl Aventis
g. TOLBUTAMID
Indikasi, Kontraindikasi, Peringatan, Efek Samping : Lihat Klorpropamid.
Sediaan beredar : Recodiabet Global.
Interaksi obat golongan sulfonylurea :

Macam- macam diabetes


Obat-obat anti diabetes
golongan nama generik nama dagang dosis
sulfonylurea chlorpropamide diabenese 250-500 mg
glibenclamide daonil,euglucon 2,5-15 mg
gliquidone glurenorm 30-120 mg
gliclazide diamicron 20-320 mg
glipizide minidiab,glicotrol 2,5-20 mg
glipmepride amaryl 1-8 mg
biguanides metformin glucophage,diabex 0,5-3 mg

alpha glucosidase
inhibitor acarbose glucobay 50-600 mg
meglitinides nateglinides starlix 180-540 mg
repaglinides novonorm 0,5-16 mg
tiazolidinediones pioglitazone actos 15-30 mg
rosiglitazone avandia 4-8 mg
Obat A Obat B Efek yang Deskripsi
terjadi
Androgen, Sulfonilurea Peningkatan Efek hipoglisemik
antikoagulan, efek sulfonilurea meningkat akibat
antifungal azol, berbagai mekanisme
kloramfenikol, seperti penurunan
klofibrat, fenfluramin, metabolic hepatic,
antagonis histamine H2, hambatan ekskresi renal,
garam magnesium, pengusiran dari ikatan
metildopa, inhibator protein, penurunan
MAO, probenesid, glukosa darah, perubahan
salsilat, sulfinpirazon, metabolism karbohidrat.
sulfonamide, Saran harus dimonitor
antidepresan trisklik, kadar gula darah.
pengasam urin.
Betabloker, pemblok Sulfonilurea Penurunan efek Efek hipoglisemik
celah kalsium, sulfonilurea menurun, akibat berbagai
kolestiramin, mekanisme yaitu
kortikosteroid, peningkatan metabolism
diazoksid, estrogen, hepatic, penurunan
hidantoin, isoniazid, pelepasan insulin,
asam nikotinat, peningkatan ekskresi urin.
kontrasepsi oral,
fenotiazin, rifampim,
simpatomimetik,
diuretic tiazid, agen
tiroid, pembasa urin.
Karbon aktif Sulfonilurea Penurunan efek Karbon aktif mereduksi
sulfonilurea absorpsi sulfonilurea.
Siprofloksasin Gliburid Peningkatan Terjadi potensial efek
efek Sulfonilurea hipoglikemik
Etanol Sulfonilurea Efek bervariasi Etanol memperpanjang
lama penurunan glukosa
darah oleh glipizid ( tidak
memperbesar ), etanol
kronis menurunkan t
tolbutamid Etanol dengan
klorpropamid
menimbulkan reaksi
seperti disulfiram.
Klorpropamid Barbiturat Peningkatan Efek barbiturat
efek Sulfonilurea diperpanjang pada uji
dengan hewan.
Gliburid Antikoagulan Peningkatan Laporan menunjukan
atau penurunan bahwa efek kumarin
efek Sulfonilurea dapat meningkat atau
menurun jika bersamaan
dengan gliburid.
Sulfonilurea Glikosida Peningkatan Kadar serum glikosida
digitalis efek Sulfonilurea digitalis meningkat.

Data farmakokinetik antidiabetika oral :


Nama Generik Durasi kerja ( jam ) Metabolisme atau catatan terapi
Sulfonilurea
Asetoheksamid Sampai 16 Dimetabolisme di hati; potensi
metabolit sebanding dengan
senyawa utama; dieliminasi di
ginjal
Klorpropamid Sampai 72 Dimetabolisme di hati dan
diekskresikan dalam bentuk tidak
berubah di ginjal.
Tolazamid Sampai 24 Dimetabolisme di hati; metabolit
kurang aktif dibandingkan
senyawa utama; dieliminasi di
ginjal.
Glipzid Sampai 20 Dimetabolisme di hati menjadi
24 metabolit inaktif.
Bentuk lepas lambat; tablet
jangan dipotong.
Gliburid Sampai 24 Dimetabolisme di hati; dieliminasi
di ginjal dan di feses.
Gliburid, mikronais Sampai 24 Diabsorbsi lebih baik dalam
bentuk mikronize
Glinetri 24 Dimetabolisme di hati menjadi
metabolit inaktif.
Secretagogues insulin kerja pendek
Nateglinid Sampai 4 Dimetabolisme di sitokrom P450
2C9 dan 3A4 menjadi metabolit
aktif lemah, dieliminasi di ginjal.
Repaglinid Sampai 4 Dimetabolisme di CYP 3A4
menjadi metabolit inaktif,
diekskresikan di saluran empedu.
Biguanida
Metformin Sampai 24 Tidak terjadi metabolism,
disekresikan dan diekskresikan di
ginjal.
Metformin lepas tertunda Sampai 24 Diminum pada makan malam
atau dosis bias dibagi; bisa dicoba
dosis jika terjadi intoleransi untuk
pelepasan immediet.
Tiazolidindion
Pioglitazon 24 Dimetabolisme di CYP2C8 dan
3A4; 2 metabolit memiliki waktu
paruh lebih panjang
dibandingkan senyawa utama.
Rosiglitazon 24 Dimetabolisme di CYP2C8 dan
2C9 menjadi metabolit inaktif
yang diekskresikan di renal.
Penghambat -glukosidase
Akarbose 13 Dieliminasi di empedu
Miglitol 13 Dieliminasi di renal
Produk kombinasi
Gliburid/metformin Pengobatan kombinasi Digunakan pada terapi awal
1,25/250 mg 2 kali sehari
Glipizid/metformin Pengobatan kombinasi Digunakan pada terapi awal
2,5/250 mg 2 kali sehari
Rosiglitazon/metformin Pengobatan kombinasi Disetujui oleh FDA sebagai terapi
tahap kedua tetapi bisa digunakan
sebagai terapi utama
Dosis obat antidiabetika oral :
Dosis awal yang direkomendasi Dosis terapi Dosis
Nama Generik mg/hari ekivalen mg maksimum
Non-lansia Lansia mg
Sulfonilurea
Asetoheksamid 250 150 250 500 1500
Klorpropamid 250 100 250 500
Tolazamid 100 250 100 250 1000
Tolbutamid 1000 2000 500 1000 1000 3000
Glipzid 5 2,5 5 5 40
Glipzid 5 2,5 5 5 20
Gliburid 5 1,25 2,5 5 20
Gliburid,mikronais 3 1,5 3 3 12
Glimepirid 12 0,5 1 2 -
Secretagogues insulin kerja pendek
Nateglinid 120 bersama 120 bersama - 120 mg
makanan makanan 3 x sehari
Repaglinid 0,5 1 dengan 0,5 1 dengan - 16
makanan makanan
Biguanida
Metformin 500 mg, 2 x Tergantung - 2500
sehari fungsi ginjal
Metformin lepas 500 1000 Tergantung - 2500
lambat bersama fungsi ginjal
makan malam
Tiazolidindion
Pioglitazon 15 15 - 45
Rosiglitazon 24 2 - 8 mg/hari atau
4 mg 2xsehari
Penghambat -glukosidase
Akarbose 25 mg 1 3 x 25 mg 1 3 x - 25 100 mg 3
sehari sehari x sehari
Miglitol 25 mg 1 3 x 25 mg 1 3 x 25 100 mg 3
sehari sehari x sehari
Produk kombinasi
Gliburid/metformin 2,5 5/500, 2 1,25/250, 2 x - 20/2000
x sehari sehari
periksa fungsi
ginjal
Glipizid/metformin 2,5 5/500, 2 2,5/250 - -
x sehari
periksa fungsi
ginjal
Rosiglitazon/metformin 1 2/500, 2 x 1/500 2 x sehari - 8/2000
sehari
3. BIGUINIDA ( METFORMIN )
Mekanisme kerja
Biguinda bekerja menghambat glukoneogenesis dan meningkatkan
penggunaan glukosa di jaringan.
Data farmakokinetik
Bioavaibilitas absolute metformin IR 500 mg yang diberikan dalam kondisi puasa
adalah sekitar 50 60 %. Makanan menghambat absorbs metformin. Metformin
diekskresikan tidak berubah ke dalam urin dan tidak mengalami metabolism
hepatic atau ekskresi melalui kantung empedu. Waktu paruh eliminasi sekitar 17,6
jam.
METFORMIN HIDROKLORIDA
Indikasi : NIDDM yang gagal dikendalikan dengan diet dan sulfonylurea,
terutama pada pasien yang gemuk
Kontraindikasi : Gangguan fungsi ginjal atau hati, predisposisi asidosis laktat,
gagal jantung, infeksi atau trauma berat, dehidrasi,
alkoholisme, wanita hamil, dan wanita menyusui.
Peringatan : Biguinida sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil atau
menyusui, dan pasien-pasien yang elergi terhadap obat
golongan sulfa
Efek samping : Mual, muntah, anoreksia dan diare yang selintas, asidosis laktat,
gangguan penyerapan vitamin B12
Sediaan beredar : Benofomis Bernofarm, Bestab Yekatria, Diabex Combiphar,
Eraphage Guardian, Formell Alpharma, Glucotica
Ikapharmindo, Glucophage Merk, Gludepatic Frahrenheit,
Glumin Dexa Nedica, Methpica Tropica Mas, Neodipar
Aventis, Rodiamet Rocella, Tudiab Meprofarm, Zumamet
Prima Hexal.
Interaksi obat golongan Biguanida :
Obat A Obat B Efek yang terjadi/deskripsi
Alkohol Metformin Alkohol mempotensiasi efek metformin pada
metabolism laktat. Peringatan pasien tidak
menggunakan alcohol selama menggunakan
metformin.
Obat kationik ( amilorid, Metformin Secara teori obat kationik yang dieliminasi
digoksin, morfin, melalui ginjal poteensial berinteraksi dengan
prokainamid, kinidin, metformin dengan berkompetensi pada system
kinin, ranitidine, sekresi/transport tubular, kadar metformin
triateren, trimetoprim, dapat meningkat, kadar metformin harus
vankomisin ) dimonitor dan dilakukan pengaturan dosis
metformin.
Simetidin Metformin Simetidin meningkatkan kadar puncak plasma
metformin 60% dan AUC 40%, terjadi
hambatan ekskresi metformin.
Furosemid Metformin Furosemid meningkatkan kadar plasma
metformin, Cmax meningkat 22% dan AUC
15%, perubahan ekskresi renal tidak
signifikan. Cmax dan AUC furosemid lebih
rendah 31 dan 12%, t terminal turun 32%
tanpa perubahan signifikan pada klirens renal
furosemid.
Zat kontras iodine Metformin Zat kontras iodine parental
Nifedipin Metformin Cmax dan AUC metformin meningkat masing-
masing 20 dan 9%, jumlah metformin yang
diekskresikan ke dalam urin meningkat.
Nifedipin meningkatkan absorbs metformin.
Gliburid Metformin Pemberian tunggal metformin meningkatkan
AUC dan Cmax gliburid tetapi sangat
bervariasi.
4. TIAZOLIDINDION
Mekanisme kerja
Tiazolodinion meningkatkan sensitivitas insulin pada otot dan jaringan adipose
dan menghambat glukoneogenesis hepatik.
Data farmakokinetik Tiazolidindion :
Parameter Pioglitazon Rosiglitazon
Bioavaibilitas 99 %
Cmax1 1 mg2 ; 76 ng/mL
2 mg2 ; 156 ng/mL
8 mg2 ; 598 ng/mL
8 mg3 ; 432 ng/mL
Tmax 2 jam2 pada kondisi puasa 1 jam
3-4 jam3 ketika ada makanan
Pengaruh makanan Menunda waktu konsentrasi 28% menurunkan Cmax dan
puncak, tetapi tidak menunda Tmax (1,75 jam);
mempengaruhi absorbs AUC tidak semua berubah
Volume distribusi 0,63 L/kg 1 17,6 L
Ikatan protein > 99% 99,8%
Mekanisme Hidroksilasi, oksidasi, N-demetilasi, hidroksilasi,
CYO2C8, CYP3A4, CYP1A1 konjugasi CYP2C8, CYP2C9
(minor)
Metabolit aktif MII (turunan hidroksi)4, MII -
(turunan keto)5, MIV (turunan
hidroksi)4
Ekskresi Urin (15-30%) Urin (64%), Feses (23%)
Waktu paruh eliminasi 3-7 jam 3-4 jam
Bersihan oral 5-7 L/jam 1 mg2 ; 3,03 L/jam
2 mg2 ; 2,89 L/jam
8 mg2 ; 2,85 L/jam
8 mg3 ; 2,97 L/jam
1 pada dosis oral tunggal
2 pada kondisi puasa

3 pada kondisi makan

4 turunan hidroksi pioglitazon

5turunan keto pioglitazon


a. PIOGLITAZON
Indikasi : Hiperglikemia
Kontraindikasi : Hipersensitivitas terhadap pioglitazon
Peringatan : Hentikan terapi jika ditemukan gangguan hati, gangguan
jantung,
kehamilan
Interaksi obat : Atovarstatin dan ketokonazol mempengaruhi pioglitazon dan
pioglitazon mempengaruhi atovarstatin, midazolam,
nifedipin, kontrasepsi oral
Efek samping : Udem, sakit kepala, hipoglikemia, mialgia, faringitis, sinusitis,
gangguan hati, infeksi saluran pernafasan atas.
Sediaan beredar : Actos Takeda Pharmaceutical.
b. ROSIGLITAZON
Indikasi : Hiperglikemia
Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap rosiglitazon
Peringatan : Hentikan terapi jika ditemukan gangguan hati, gangguan
jantung,
kehamilan
Efek samping : Nyeri punggung, sakit kepala, hiperglikemia, luka, sinusitis,
anemia ketika digunakan bersamaan dengan insulin
Sediaan beredar : Avandia Glaxo Smith Kline.
Interaksi obat golongan Tiazodindion :
Obat A Obat B Efek yang terjadi
Atorvastatin Pioglitazon Pengguanaan bersamaan selama 7 hari dapat
meningkatkan kadar serum atorvastatin dan pioglitazon.
Ketokonazol Pioglitazon AUC dan Cmax pioglitazon meningkat.
Midazolam Pioglitazon Penggunaan pioglitazon 15 hari diikuti dengan
midazolam dosis tunggal 7,5 mg terjadi penurunan AUC
dan Cmax midazolam sebesar 26%.
Nifedipin Pioglitazon Pengunaan pioglitazon dan nifedipin lepas lambat
meningkatkan konsentrasi nifedipin. Signifikasi klinik
belum diketahui.
Kontrasepsi Pioglitazon Penggunaan pioglitazon bersama
oral etinilestradion/norethindron selama 21 hari
menyebabkan terjadi penurunan AUC etiliestradiol 11%
penurunan Cmax 11-14%. Rosiglitazon tidak
mempengaruhi efek farmakokinetik hormone tersebut di
atas.
5. PENGHAMBAT -GLIKOSIDASE
Mekanisme kerja obat
Akarbose bekerja menghambat alpha-glukosidase sehingga mencegah penguraian
sukrosa dan karbohidrat kompleks dalam usus halus dengan demikian
memperlambat dan menghambat penyerapan karbohidrat.
Data farmakokinetik
Konsentrasi plasma puncak akan bertahan 14-24 jam setelah kosumsi obat,
sedangkan konsentrasi plasma puncak dari zat aktif akan bertahan sekitar 1 jam.
Akarbose dimetabolisme di saluran cerna oleh bakteri intestinal dan enzim
pencernaan. Fraksi metabolit ini diabsorbsi ( 34% dari dosis ) dan diekskresikan
melalui urin.
a. Akarbosa
Indikasi : Sebagai tambahan terhadapsulforinurea pada DM yang tidak
dapat dikendalikan dengan obat dan diet.
Kontraindikasi : Anak usia di bawah 12 tahun, wanita hamil, wanita menyusui,
colitis ulse ratif, obstruksi usus, gangguan fungsi hati,
gangguan fungsi ginjal berat, hernia, riwayat bedah
abdominal
Peringatan : Dapat meningkatkan efek hipoglikemik insulin, bila digunakan
dosis tinggi, transamenase hati perlu dimonitor
Efek samping : Flatulensi, diare, perut kembung dan nyeri, ikterus, hepatitis.
Sediaan beredar : Glucobay Bayer Indonesia.
b. Miglitol
Indikasi, kontraindikasi, peringatan, dan efek samping : Lihat akarbosa.
Sediaan beredar : Glyset ( di Indonesia belum ada )
Interaksi obat golongan inhibitor Glukosidase :
Obat A Obat B Efek yang terjadi
Akarbose Digoksin Konsentrasi serum digoksin menurun, efek
teraupetik digoksin menurun.
Akarbose Enzim saluran cerna Efek akarbose menurun, tidak digunakan bersama.
( amilase, pankreatin
)
Akarbose Absorben/karbon Efek akarbose menurun, tidak digunakan bersama.
aktif
Miglitol Digoksin Konsentrasi plasma digoksin menurun 19-26% tetapi
pada 1 studi pada pasien diabetes pengguna digoksin
bersamaan dengan miglitol 100 mg. 3x sehari selama
14 hari tidak terjadi penurunan konsentrasi plasma
digoksin.
Miglitol Gliburid Terjadi penurunan AUC Cmax dan AUC gliburid
walaupun secara tidak signifikan.
Miglitol Metformin Terjadi penurunan AUC dan Cmax metformin 12-
13% pada pasien yang menggunakan miglitol
dibandingkan terhadap placebo, tetapi secara
statistic tidak signifikan.
Miglitol Propanol Ketersediaan hayati propanol menurun signifikan
40%.
Miglitol Ranitidine Ketersediaan hayati ranitidine menurun signifikan
60%.
Miglitol Enzim saluran cerna Efek miglitol menurun, tidak digunakan bersama
( amilase, pankreatin
)
Miglitol Absorben/karbon Efek miglitol menurun, tidak digunakan bersama
atif

BAB III
PENUTUP
A. Saran
- Bacalah Basmalah sebelum memulai tugas.
- Jangan malas mengeksplore ilmu.
- Bagilah waktu sefektif mungkin.
B. Simpulan
Farmakologi pada Diabetes Melitus akan tepat digunakan jika klien mematuhi
aturan yang disarankan perawat, tapi terlebih perawat harus menjalankan 10 benar
pemberian obat