Anda di halaman 1dari 2

MENGUKUR TINGGI BADAN

No.Dokumen SOP-UKP-BP-DBII-46
No.Revisi 00
SOP Tanggal 2 Mei 2016

Halaman 1/1

PUSKESMAS II dr.Lanawati
DENPASAR BARAT 196509181995092001
Ukuran posisi tubuh berdiri (vertical) dengan kaki menempel pada lantai atau
1. Pengertian batas bawah alat pengukur, posisi kepala dan leher tegak, pandangan rata-rata air,
dada dibusungkan dan perut datar (Barry L. Johnson, 1979: 166).
Sebagai acuan dalam melakukan pengukuran tinggi badan pasien agar sesuai
2. Tujuan
dengan standar pelayanan kesehatan.
SK Kepala Puskesmas No. 800/133/PuskIIDB/2013 tentang Uraian Tugas,
3. Kebijakan Tanggung Jawab dan Wewenang Petugas Poli Umum di Puskesmas II Denpasar
Barat
4. Referensi Pedoman Pelaksanaan SDIDTK, Departemen Kesehatan RI, 2011.
5. Alat dan 1. Alat pengukur tinggi badan
Bahan 2. Buku Rekam Kesehatan Pribadi (BRKP)
1. Menyiapkan pasien.
2. Menjelaskan kepada pasien tujuan pengukuran tinggi badan.
3. Menganjurkan kepada pasien untuk melepas sandal atau sepatu.
4. Menganjurkan pasien untuk berdiri tegak menghadap ke depan.
6. Langkah
5. Menarik tiang pengukur ke atas dan meletakkan batas atas tiang pengukur
Kerja
sampai menempel di ubun ubun.
6. Baca angka pada batas bawah tiang pengukur.
7. Mencatat hasil pengukuran tinggi badan pasien pada BRKP, Buku KIA dan
formulir surat keterangan sehat.

Pasien Pasien melepas Pasien berdiri


datang alas kaki tegak
7. Bagan Alir
Catat hasil Baca hasil pada Ukur dengan
pengukura batas bawah tiang pengukur
n
8. Hal-hal yang
perlu -
diperhatikan
1. Poli KIA/KB
9. Unit terkait 2. Poli Anak
3. Poli Umum
10.Dokumen
-
terkait
11. Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan
historis
perubahan

2/2