Anda di halaman 1dari 9

KERANGKA ACUAN

ADVOKASI PROGRAM
PEMBERDAYAAN KADER DAN KELUARGA DALAM UPAYA
PENANGGULANGAN MASALAH KEP BALITA

DISUSUN OLEH :

1. SUNARTI P07131216072
2. INTAN KUSUMAWARDHANI P07131216080
3. MEI ASTUTI P07131216051
4. ROLLA DESTARINA P07131216063
5. B. DWI WAHYUNANI P07131216054

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
PROGRAM STUDI D-IV GIZI ALIH JENJANG
JURUSAN GIZI
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu tujuan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah meningkatkan


kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat. Tujuan pembangunan
kesehatan ini dicapai melalui penyelenggaraan berbagai program kesehatan yang antara lain
program perbaikan gizi. Dalam rangka menyusun program perbaikan gizi/intervensi maka
diperlukan data masalah gizi yang ada di masyarakat.
Saat ini Indonesia mengalami beban ganda masalah gizi, yakni masalah kekurangan
gizi (under-nutrition) termasuk pendek (stunting), dan masalah kelebihan gizi (over-
nutrition), termasuk kegemukan/obesitas (Kemenkes, 2013). Hasil Riskesdas 2013
menunjukkan prevalensi balita dengan berat kurang sebanyak 17,9%, kependekan 35,6%,
kekurusan 13,25% dan kegemukan 14%. Sedangkan pada anak 6-12 tahun prevalensi
kependekan sebesar 35,6 %, kekurusan sebesar 12,2% dan kegemukan 9,2% (Kemenkes RI,
2013).
Masalah gizi di Puskesmas Lendah II yang menjadi prioritas untuk ditanggulangi
adalah Balita Gizi buruk di Desa Ngentakrejo karena persentase gizi buruk di desa
ngentakrejo sebanyak 1,87% yang menunjukan angka tertinggi dari ke tiga desa. Gizi buruk
pada balita sangat perpengaruh tehadap proses tumbuh kembang anak. Faktor-faktor yan
mengakibatkan gangguan nutrisi pada anak berdasarkan hasil indeep interview pada ibu balita
dan FGD pada kader posyandu di desa Ngentakrejo menyebutkan bahwa pola asuh dalam
pemberian makan anak, penyakit atau kondisi tertentu yang menyebankan tubuh tidak
mampu mencerna dan menyerap makanan secara sempuna, dan kondisi ibu saat hamil yang
menyebabkan BBLR. Selama ini penanganan masalah gizi buruk di Puskesmas Lendah II
sebatas pada ibu hamil dan balita oleh petugas gizi dan bidan.
Dalam rangka mengembangkan dan melestarikan program upaya penanggulangan
KEP pada balita maka diperlukan adanaya suatu tindakan. Salah satu tindakan yang harus
dilakukan dalam penanggulangan KEP pada balita adalah dengan meningkatkan peran
keluarga dalam melakukan pola asuh kepada balita terutama saat pemberian makan. Hal
tersebut dapat dicapai tidak hanya dengan sekedar penyuluhan dan diklat akan tetapi juga
perlu advokasi dengan pemangku wilayah Camat dan Jajarannya agar pemangku kebijakan
dapat memberikan dukungan agar tetap terlaksananya program penanggulangan KEP balita di
desa Ngentakrejo.
B. Tujauan Kegiatan
Memperoleh dukungan dan lahirnya kebijakan untuk penanggulangan masalah
KEP balita yang dapat diimplementasikan secara nyata di desa Ngentakrejo wilayah
kerja Puskesmas Lendah II.

C. Manfaat
1. Bagi masyarakat desa Ngentakrejo
Mendapat dukungan dari perangkat kecamatan dalam melaksanakan intervensi
terkait program yang diusulkan
2. Bagi mahasiswa
Mahasiswa mampu menyampaikan asiprasi, pengembangan intervensi
maupun inovasi program gizi terkait masalah KEP pada balita yang dihadapi desa
Ngentakrejo.
BAB II
METODE PELAKSANAAN

A. Nama Kegiatan
Advokasi strategi penanggulangan kurang energi protein (KEP) berbasis pemberdayaan
masyarakat dan keluarga terhadap pola asuh balita.

B. Tujuan Kegiatan

Memperoleh dukungan dan lahirnya kebijakan untuk penanggulangan masalah KEP


balita yang dapat diimplementasikan secara nyata di desa Ngentakrejo wilayah kerja
Puskesmas Lendah II.

C. Lokasi dan Waktu


Lokasi yang digunakan dalam kegiatan advokasi bertempat di Balai Desa Ngentakejo,
kecamatan Lendah.

D. Sasaran
1. Camat Lendah
2. Kepala Puskesmas Lendah II
3. Kepala Desa Ngentakrejo
4. Kepala Dusun dari 8 dusun di desa Ngentakrejo

E. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan


Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan pada :
1. Hari / Tanggal : Jumat, 9 Juni 2017
2. Waktu : 09.00 11.00 WIB
3. Tempat : Balai Desa Ngentakrejo
4. Acara : Advokasi strategi strategi penanggulangan kurang energi protein
(KEP) berbasis pemberdayaan masyarakat dan keluarga terhadap pola
asuh balita
F. Materi
1. Pemaparan situasi masalah KEP dan hambatan-hambatan di wilayah kerja Puskesmas
Lendah II
2. Pemaparan program upaya penanggulangan masalah KEP yang telah dilaksanakan
yaitu pemberdayaan kader dan keluarga dalam upaya penanggulangan masalah KEP
pada balita.

G. Cara Penyampaian
Lobby atau pertemuan dengan pemberi kebijakan

H. Metode
Metode dan teknik advokasi dapat dilakukan yaitu dengan dialog interaktif dan
paparan/presentasi. Tahap-tahap dalam melaksanakan advokasi kesehatan sebagai
berikut:
1. Tahap persiapan
a. Kepala Puskesmas, mahasiswa dan pelaksana upaya kesehatan masyarakat
menyelenggarakan pertemuan untuk menyamakan pemahaman tentang adovaksi
beserta langkah kegiatannya, membentuk tim advokasi, meningkatkan kemampuan
melakukan komunikasi dan edukasi (KIE) melalui metode dan teknik yang tepat,
meningkatkan kemampuan membuat, memilih serta menggunakan berbagai jenis
media KIE dan meningkatkan kemampuan membangun hubungan antar manusia
yang baik, termasuk teknik bekerjasama dengan masyarakat.
b. Petugas gizi menyiapkan data capaian program gizi untuk dianalisis.
c. Mahasiswa melakukan analisis situasi gizi serta faktor-faktor terkait yang
menyebabkan terjadi masalah gizi
d. Mahasiswa melakukan pengolahan data dan hasilnya digunakan untuk advokasi
kesehatan .
e. Identifikasi sasaran advokasi kesehatan
2. Perencanaan
a. Mahasiswa menyusun rencana kegiatan advokasi kesehatan meliputi : jenis kegiatan,
tujuan, sasaran, tempat/lokasi, metode, media yang digunakan, petugas pelaksana,
dana dan data.
b. Mahasiswa menyusun rencana kegiatan advokasi kesehatan dalam kegiatan
pemberdayaan masyarakat tingkat Kecamatan, kegiatan pemberdayaan masyarakat
tingkat Desa, dan pemberdayaan kader/keluarga.

I. Pemohon
1. Sunarti
2. Intan Kusumawardhani
3. Mei Astuti
4. Rolla Destarina
5. B. Dwi Wahyunani

J. Perlengkapan
1. LCD
2. Laptop
3. Sound System

K. Susunan Panitia
Penanggung Jawab : Tjarono Sari, SKM.M.Kes
Pembimbing : Dr.Waryana, SKM, M.Kes
Panitia pelaksana
Ketua : Sunarti
Sekertaris : Rolla Destarina
Bendahara & Perkap : Intan Kusumawardhani
Sie Konsumsi & Dokumentasi : Mei Astuti
Sie Acara : B. Dwi Wahyunani
Narasumber : Mahasiswa Jurusan D4 Gizi Alih Jenjang, Poltekkes
Kemenkes Yogyakarta

L. Metode
Presentasi, Diskusi dan Tanya jawab

M. Media
- LCD
- Laptop
N. Instrumen
- Proposal advokasi

O. Pemberi Pesan
Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

P. Jadwal Pelatihan
Secara rinci jadwal pelatihan yang akan dilaksankan sebagai berikut:
Tabel 1. Jadwal Kegiatan Advokasi Kesehatan
Waktu Acara PJ

08.00 - 08.15 Pembukaan B. Dwi Wahyunani

08.15 08.25 Sambutan Kepala Puskesmas

Materi I :

08.25 09.00 Pemaparan situasi masalah Sunarti


kesehatan dan hambatan-
hambatan di wilayah kerja
Puskesmas Lendah II
Materi II :

Pemaparan program upaya Mei Astuti


penanggulangan masalah
kesehatan yang telah Rolla Destarina
dilaksanakan yaitu
pemberdayaan organisasi Intan Kusumawardhani
wanita dalam upaya
09.00 09.30 penanggulangan masalah KEP,
anemia dan KEK
Advokasi dengan dialog
09.30 10.45 interaktif B. Dwi Wahyunani

10.45 11.00 Penutupan

Q. Rencana Anggaran
Tabel 2. Rincian Anggaran Kegiatan Advokasi Kesehatan
No Rincian Satuan Harga (Rp) Jumlah (Rp)
1 Konsumsi 15 orang 25.000 375.000
2 Pengadaan Leaflet 15 orang 3.500 52.500
Total Rp. 427.500
R. Indikator keberhasilan program
1. Adanya himbauan dari Camat bagi setiap keluarga yang mempunyai balita
untuk rutin menimbangkan ke posyandu setiap bulan.
2. Adanya dukungan bagi keluarga balita KEP dari pemerintah setempat berupa
dibentuknya kelompok pendamping keluarga balita KEP
3. Adanya anggaran desa untuk membantu keluarga yang memiliki balita KEP
berupa bahan makanan bergizi.
4. Adanya dukungan dari pemerintah setempat berupa pemasangan poster/banner
tentang kesehatan anak.
BAB III
PENUTUP

Demikian kerangka acuan kegiatan ini kami buat, segala bantuan dan dukungan, baik
dalam bentuk moril maupun materiil, sangat kami harapkan demi suksesnya kegiatan ini.
Kami juga terbuka untuk menerima segala saran dan kritik yang membangun sehingga dapat
memperlancar jalannya kegiatan. Semoga kegiatan yang akan kami laksanakan nantinya
dapat berjalan dengan lancar. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.