Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN

KEPRAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA DIAGNOSA MEDIS


TONSILITIS DI RUANG KEMUNING RSUP MATARAM

Disusun oleh:
NI WAYAN WARTI
08.01.1213

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS-IX B


SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES)MATARAM
MATARAM
2013
LAPORAN PENDAHULUAN TONSILITIS

A. PENGERTIAN

Tonsilitis akut adalah peradangan pada tonsil yang

masih bersifat ringan. Radang tonsil pada anak hampir

selalu melibatkan organ sekitarnya sehingga infeksi pada

faring biasanya juga mengenai tonsil sehingga disebut

sebagai tonsilofaringitis (Brunner & suddarth, 2002).

B. ETIOLOGI

Penyebab tonsilitis bermacammacam, diantaranya

adalah yang tersebut dibawah ini yaitu :

1. Streptokokus Beta Hemolitikus

2. Streptokokus Viridans

3. Streptokokus Piogenes

4. Virus Influenza

Infeksi ini menular melalui kontak dari sekret

hidung dan ludah ( droplet infections )

C. PROSES PATOLOGI

Bakteri dan virus masuk masuk dalam tubuh melalui

saluran nafas bagian atas akan menyebabkan infeksi pada

hidung atau faring kemudian menyebar melalui sistem limfa

ke tonsil. Adanya bakteri dan virus patogen pada tonsil

menyebabkan terjadinya proses inflamasi dan infeksi

sehingga tonsil membesar dan dapat menghambat keluar

masuknya udara. Infeksi juga dapat mengakibatkan

kemerahan dan edema pada faring serta ditemukannya


eksudat berwarna putih keabuan pada tonsil sehingga

menyebabkan timbulnya sakit tenggorokan, nyeri telan,

demam tinggi bau mulut serta otalgia.


D. PATHWAYS

Invasi kuman patogen (bakteri / virus)

Penyebaran limfogen

Faring & tonsil

Proses inflamasi

Tonsilitis akut hipertermi

Edema tonsil Tonsil & adenoid membesar

Nyeri telan Obstruksi pada tuba eustakii

Sulit makan & minum Kurangnya pendengaran Infeksi sekunder

kelemahan

Otitis media
Resiko
perubahanstatus nutrisi
< dari kebutuhan Intoleransi
tubuh aktifitas

Gangguan persepsi sensori :


pendengaran
E. MANIFESTASI KLINIS

Tanda dan gejala tonsilitis akut adalah :

1. Nyeri tenggorok

2. Nyeri telan

3. Sulit menelan

4. Demam

5. Mual

6. Anoreksia

7. Kelenjar limfa leher membengkak

8. Faring hiperemis

9. Edema faring

10. Pembesaran tonsil

11. Tonsil hiperemia

12. Mulut berbau

13. Otalgia ( sakit di telinga )

14. Malaise

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk

memperkuat diagnosa tonsilitis akut adalah pemeriksaan

laboratorium meliputi :

1. Leukosit : terjadi peningkatan

2. Hemoglobin : terjadi penurunan

3. Usap tonsil untuk pemeriksaan kultur bakteri dan

tes sensitifitas obat


G. KOMPLIKASI

Komplikasi yang dapat muncul bila tonsilitis akut

tidak tertangani dengan baik adalah :

1. Tonsilitis kronis

Tonsilitis Kronis merupakan keradangan kronik pada

tonsil yang biasanya merupakan kelanjutan dari

infeksi akut berulang atau infeksi subklinis dari

tonsi

2. Otitis media adalah peradangan telinga bagian tengah

yang biasanya disebabkan oleh penjalaran infeksi dari

tenggorok (faringitis) dan sering pada anak-anak.

Pada semua jenis otitis media juga dikeluhkan

gangguan dengar (tuli) konduktif.

H. PENATALAKSANAAN

Penanganan pada klien dengan tonsilitis akut adalah :

1. penatalaksanaan medis

Antibiotik baik injeksi maupun oral

seperti cefotaxim, penisilin, amoksisilin,

eritromisin dll

Antipiretik untuk menurunkan demam

seperti Parasetamol, ibuprofen.

Analgesik

2. Penatalaksanaan keperawatan

Kompres dengan air hangat

Istirahat yang cukup


Pemberian cairan adekuat, perbanyak

minum hangat

Kumur dengan air hangat

Pemberian diit cair atau lunak sesuai

kondisi pasien

I. FOKUS PENGKAJIAN

1. Keluhan utama

Sakit tenggorokan, nyeri telan, demam dll

2. Riwayat penyakit sekarang : serangan,

karakteristik, insiden, perkembangan, efek terapi dll

3. Riwayat kesehatan lalu

Riwayat kelahiran

Riwayat imunisasi

Penyakit yang pernah diderita (faringitis

berulang, ispa, otitis media)

Riwayat hospitalisasi

4. Pengkajian umum

Usia, tingkat kesadaran, antopometri, tanda tanda

vital dll

5. Pernafasan

Kesulitan bernafas, batuk, ukuran besarnya tonsil

dinyatakan dengan :

T0 : bila sudah dioperasi

T1 : ukuran yang normal ada


T2 : pembesaran tonsil tidak sampai

garis tengah

T3 : pembesaran mencapai garis tengah

T4 : pembesaran melewati garis tengah

6. Nutrisi

Sakit tenggorokan, nyeri telan, nafsu makan menurun,

menolak makan dan minum, turgor kurang

7. Aktifitas / istirahat

Anak tampak lemah, letargi, iritabel, malaise.

8. Keamanan / kenyamanan

Kecemasan anak terhadap hospitalisasi

J. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada

tonsilitis akut adalah :

1. Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi pada

faring dan tonsil

2. Nyeri berhubungan dengan pembengkakan pada tonsil

3. Resiko perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan

tubuh berhubungan dengan adanya anoreksia

4. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan

5. Gangguan persepsi sensori : pendengaran berhubungan

dengan adanya obstruksi pada tuba eustakii


K. FOKUS INTERVENSI

1. DP : hipertermi berhubungan dengan proses

inflamasi pada tonsil

Intervensi :

Pantau suhu tubuh anak (derajat dan pola),

perhatikan menggigil atau tidak

Pantau suhu lingkungan

Batasi penggunaan linen, pakaian yang dikenakan

klien

Berikan kompres hangat

Berikan cairan yang banyak ( 1500 2000 cc/hari )

Kolaborasi pemberian antipiretik

2. DP : nyeri berhubungan dengan pembengkakan pada

tonsil

Intervensi :

Pantau nyeri klien(skala, intensitas,

kedalaman, frekuensi )

Kaji TTV

Berikan posisi yang nyaman


Berikan tehnik relaksasi dengan tarik

nafas panjang melalui hidung dan mengeluarkannya

pelan pelan melalui mulut

Berikan tehnik distraksi untuk

mengalihkan perhatian anak

Kolaborasi pemberian analgetik

3. DP : resiko perubahan status nutrisi kurang dari

kebutuhan tubuh berhubungan dengan adanya anoreksia

Intervensi :

Kaji conjungtiva, sclera, turgor kulit

Timbang BB tiap hari

Berikan makanan dalam keadaan hangat

Berikan makanan dalam porsi sedikit tapi

seringsajikan makanan dalam bentuk yang menarik

Tingkatkan kenyamanan lingkungan saat

makan

Kolaborasi pemberian vitamin penambah

nafsu makan

4. DP : intoleransi aktifitas berhubungan dengan

kelemahan

Intervensi :

Kaji kemampuan klien dalam melakukan

aktifitas

Observasi adanya kelelahan dalam

melakukan aktifitas
Monitor TTV sebelum, selama dan sesudah

melakukan aktifitas

Berikan lingkungan yang tenang

Tingkatkan aktifitas sesuai toleransi

klien

5. DP : gangguan persepsi sensori : pendengaran

berhubungan dengan adanya obstruksi pada tuba eustakii

Intervensi :

Kaji ulang gangguan pendengaran yang

dialami klien

Lakukan irigasi telinga

Berbicaralah dengan jelas dan pelan

Gunakan papan tulis / kertas untuk

berkomunikasi jika terdapat kesulitan dalam

berkomunikasi

Kolaborasi pemeriksaan audiometri

Kolaborasi pemberian tetes telinga


DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal

Bedah Brunner & Suddarth. Alih bahasa Agung Waluyo,

dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8. Jakarta : EGC

Doenges, Marilynn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan :

Pedoman untuk Perencanaan dan pendokumentasian

Perawatan Pasien. Alih bahasa I Made Kariasa. Edisi.

3. Jakarta : EGC

Efiaty Arsyad Soepardi & Nurbaiti Iskandar. 2001. Buku Ajar

Ilmu Kesehatan : Telinga Hidung Tenggorok Kepala

Leher. Jakarta : Balai Penerbit FKUI

R. Sjamsuhidajat &Wim de jong. 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah.

Edisi revisi. Jakarta : EGC