Anda di halaman 1dari 16

Chapter 2

Problem?

Empat orang pemuda tampan Nampak duduk melepas penat. Wajah dan tubuh yang jelas sempurna milik
mereka Nampak menarik perhatian beberapa orang yang berlalu-lalang disekitar Caf tempat mereka
beristirahat.

Arrgh, entah ini sudah yang keberapa kalinya kita disiksa oleh dosen laknat itu! seru Taito sambil
mengelap wajahnya yang penuh akan keringat Dosen sialan, hanya terlambat menyetor proposal saja
sudah dihukum seperti ini! ia menyenderkan tubuhnya pada kursi.

Sudahlah, salahmu juga yang selalu menunda-nunda pekerjaan, lihatlah apa yang terjadi pada kami Ren
melirihkan suaranya yang tambah serak akibat hawa panas dari cuaca hari itu, ia mengibas-ngibaskan buku
menu pada tubuhnya berusaha memperoleh angin agar rasa panas pada tubuhnya hilang.

sedangkan Ryuuki memilih diam dengan tangan kanannya yang diregangkan kesamping. Pegal.

kalian Nampak lelah, biar kupesan sesuatu Shiro beranjak menuju pantry hendak berbicara pada koki
di Caf itu, ia hanya mau makanan higienis yang dipesan langsung pada pembuatnya, kebetulan Shiro juga
kenal dekat dengan koki tersebut.

Kudengar ada lowongan pekerjaan disalah satu SMA Ren membuka pembicaraan baru saat matanya
beralih pada kedua temannya yang masih Nampak kelelahan ini juga kalau kalian tertarik menjadi guru
disana lanjutnya. Ryuuki berfikir sejenak aku tidak mau jadi guru SMA ucapnya datar.

Murid SMA itu cenderung labil dan pastinya selalu melakukan hal-hal diluar nalar yang membahayakan
kita nantinya! Taito menggerakan telunjukan didepan wajah Ren Aku tidak mau mati muda hanya karena
dikeroyok oleh banyak anak SMA! lanjutnya. Pamuda yang merupakan anak tunggal dari seorang
pengusaha cendera mata itu mendengus tatkala mengingat masa-masa SMA-nya yang juga labil. Pemuda
berparas cukup tampan ini menghelah nafas, ia tak mau jika akhirnya tindakannya waktu SMAmenjahili
gurumalah berbalik pada dirinya ketika menjadi guru disana. Pemuda bermarga Yukizaki ini adalah
pemuda yang kurang pandai dalam mengelola dirinya sendiri namun telaten dalam mengerjakan sesuatu.
Parasnya yang selalu tampil acak-acakan namun masih terkesan sedikit rapi memiliki kesan tersendiri saat
orang lain memperhatikan dirinya. Rambut hitam pekat yang selalu mekar keatastidak seperti jabrik-
jabrik Rockn roll biasanyaini cenderung mekar dari sananya(?). lalu pupil mata berwarna cokelat tua,
perpaduan yang sempurna untuknya.

Ryuuki hanya diam menanggapi pendapat rekannya itu. Pemuda pendiam satu ini cenderung hanya
berbicara beberapa kata, ia memang jarang berbicara namun memiliki otak cerdas yang tidak boleh
diragukan, ia bahkan bisa membuat rakitan pesawatukuran minidan benar-benar bisa terbangtanpa
remote controlpemuda tampan ini berasal dari sebuah keluarga ternama diAmerika, sejujurnya ia
kelahiran jepang namun pindah keAmerika mengikuti kedua orang tuanya. Klan Kougami yang sebagian
besar bergerak dibidang kemiliteran dan usaha-usaha kecil macam perdagangan atau apalah itu. Parasnya
yang selalu tampan dan Good Looking dimanapun dan kapanpun menjadikan dirinya sebagai pemuda dengan
predikat idola terbanyak, tak hanya kalangan muda yang bermimpi hendak menjadi pendampingnya namun
dari kalangan tua sampai nenek bau tanah juga hendak menikahinya. Kougami Ryuuki sendiri memang selalu
menjaga diri dan merawat dirinyauntuk calon isterinya kelakrambutnya yang jelas tiap hari disahampo
serta tubuh yang mendapatkan perawatan tiap harinya. Memang kaya dan tampantetapi tidak cukup
mahir mengurusi hal-hal pribadinya.

Lalu Ren, pemuda yang selalu tampak menggunakan kaca mata ini lebih ampu menggunakan computer,
segala macam computer serta aplikasinya dihafal olehnya, bahkan pernah sekali ia mencoba merakit
computer bersama dengan Ryuuki, dan hasilnya memuaskan bahkan digunakan dalam investasi perusahaan
ayahnyayang memproduksi barang-barang elektronik. Pemuda ini tidak memiliki marga seperti halnya
ayahnya yang juga tak memiliki marga, ayahnya adalah seorang pamuda yang belum pernah menikah selama
hidupnya, sedangkan Ren sendiri merupakan anak angkat yang Gen-nya sama dengan ayah angkatnya.

Yo! Lama menunggu yah? Tanya Shiro antusias, ia datang dengan membawa beberapa gelas tinggi dan dua
piring berisi camilan untuk mereka. Pemuda yang identik denga warna putih ini berasal dari Amerika, ia
juga tak punya marga seperti kedua orang tuanya. Keluarga mereka adalah pebisnis ulung yang seudah
terkenal namanya disegala macam pasar, termasuk pasar gelap(pasar malam juga ^o^).

Ada yang baru yah? Tanya Shiro melirik ekspresi ketiga rekanya. Ia meletakan makanan didepan mereka
dengan beberapa cangkir kopi hangat, Ren mendengus sembari menerima cangkir kopi miliknya.

Aku hanya memberikan informasi seputar pekerjaan baru dijepang lirihnya dan sesekali menyesap
kopinya, ditatapnya Shiro sejenak Ada lowongan pekerjaan disalah satu SMA yang membutuhkan tenaga
guru jeda sejenak diantara mereka.

Shiro menggaruk-garuk dagunya seakan berfikir Tidak buruk jugakedengarannya bagus Ren. Tolong
daftarkan aku! Shiro dengan semangat menatap kearah Ren yang menghelah nafas.

Ada apa denganmu Shiro! Jadi guru itu tidak enak! seru Taito merasa jika pilihan kawannya ini sudah
salah sejak awal. Mau menjadi guru? Jangankan guru, kuli bangunan saja Taito harus pilih-pilih. Loh?
Manamungkin anak orang kaya mau jadi kuli bangunan.

Kau terlalu takut Taitomenjadi guru SMA itu adalah surgakau bisa bertmu dengan gadis-gadis
cantik Seringai terpampang diwajah Shiro lagi pula kau masih menjoblo bukan? tambahnya. Taito
melirik sinis dan membuang nafas lelah.

Aku memang masih jomblo dan setidaknya jangan mengungkit itu didepan anak-anak SMA! Taito
membuang muka kesal. Akhirnya dia menyerah juga pada temanya ini.

jika kalian semua ikutmaka aku juga ikut

<O>
Dua minggu setelahnya. Keempat pria tampan ini segera berangkat menuju jepang. Mahasiswa-mahasiswa
yang berasal dari Harvard ini menjadi pusat perhatian saat kedua kalinya mereka menginjakan kaki
ditanah jepang. Semilir angin serta wangi khas musim semi seakan menyejukan hati dan jiwa mereka.
Awalnya, mereka berfikir jika tinggal dijepang mungkin tak ada salahnya juga.

kalian carilah tempat-tempat mana saja yang bisa dijadikan untuk menginapaku akan mengurus Visa
kita Ren beranjak pergi meninggalkan ketiga kawannya. Shiro berdiri dari duduknya sambil
meregangkah tubuhnya. Sedangkan Ryuuki memilih mengusap-usap punggung Taito yang sedang bermunta-
muntahan dikantung kresek.

Hoeeek! Sialan~sampai sekarang-Hik! Efek bergoyang-goyang itu masih ada cibir Taito membuat Shiro
terpaksa mempelototi dirinya.

Hai-Taito! Kau hidup dijaman apa sih~ sampai naik pesawat saja harus terkena mual-mual seperti itu~ ia
menggoyang-goyangkan tubuh bergetar Taito menggunakan telunjuk. Ryuuki menghelah nafas lalu berdiri
dan pergi mencari makanan pengganjal perut untuknya Bye-Bye~ Shiro layaknya orang stress terus
melambai pada Ryuuki dan juga mengganggu Taito yang sedang muntah.

<O>

Ooh, jadi kalian dari Harvard. Yah? Tanya seorang pria tuakepala sekolah Aquamarine high
Schooldengan kedua tangan saling bertautan. Ia menatap keempat pria muda didepannya kalian Nampak
masih mudakelihatannya kalian berempat memang kompak akan melamar pekerjaan disini tambahnya.

Ren mengangguk dan menyerahkan keempat Map tebal berisi data diri mereka ini adalah data sekaligus
prestasi yang telah kami capai ia meletakan map tersebut.

Keheningan menghiasi saat sang kepala sekolah sumringan menatai keempat pria tampan didepannya
kalian yakin hanya mau melamar pekerjaan saja disini? tanyanya dan sukses mengundah Tanya diotak
para pria didepannya.

Apa maksud anda? Tanya Shiro dengan senyum tipis terkesan dipaksakan, ia melirik kearah Ren yang
Nampak mengendikan bahu tak perduli. Lalu beralih pada Ryuuki yang hanya meliriknya menyuruh
melanjutkan pertanyaannya, dan terakhir Taito yang terlihat masih mual.

Pria tua itu tersenyum tipis sebelum berucap kalian tidak mau melamar puriku juga! ia berseru dengan
gaya melankolis mengambil selembar foto dari jasnya. Entah Shiro, Ren, Ryuuki dna Taito mendengar
suara music lonceng-lonceng, lonceng kematian kah?. Beralih pada kepala sekolah yang entah kenapa telah
menaiki meja kerjanya, ia menautkan kesepuluh jemarinya sembari bergaya seperti memohon doa pada
tuhan diatas sana. Menjijikan!

Kalian bisa mulai mengajar tiga hari kedepan

Baik!

<O>
Saa~ puncak permasalah dimulai sejak hari ini

Setelah memastikan bahwa mereka telah diterima bekerja sebagai guru tentunya dengan bidang studi
masing-masing. Akhirnya keempat pria tampan kitaShiro, Ren, Ryuuki dan Taitomemutuskan untuk
mencari tempat tinggal. Shiro yang merasa keadaan jepang cukup bagus memutuskan untuk memanggil
ibunya agar tinggal dinegara bunga sakura ini, maka ia segera melaksanakan tugasnya. Mengurus Visa
ibunya, mencari rumah bagus untuk ditinggali dan terakhir ia mungkin akan mencari pacar~

Beralih pada Ren yang memiliki jalan fikir lain. Ia mengkalkulasi perihal keperluannya selama berada
dijepang. Ia mungkin akan menghabiskan uang banyak jika mencari tempat tinggal atau menyewa
apartemen. Tangannya bergerak menghitung segala kemungkinan yang ia keluarkan selama beberapa bulan
ini, ia mungkin akan menghabiskan uang yang telah diberikan ayahnya sebagai tabungan jika memilih
menyewa apartemen, meski tahu ia kaya namun apa salahnya berhemat?. Makanya, Ren memutuskan untuk
menjadi Butler atau pengawal orang-orang kaya. Menumpang hidup dan juga mengurangi biaya
pengeluaran setidaknya Ren bisa berhemat. Yeah, walaupun itu bertentangan dengan tabiat ayahnya yang
kurang suka jika bergantung terhadap orang lain~

Lalu beralih pada Taito dan Ryuuki yang sedang berdiskusi. Mereka berdua memutuskan untuk menyewa
apartemen berbeda namun disatu bangunan yang sama. Hidup tenang adalah impian mereka sejak lama,
jadi memutuskan untuk menyewa sendiri datang dari niat mereka masing-masing. Tetapi, bagaimana
dengan Taito yang kurang baik dalam mengurusi dirinya? Entahlah

<O>

Siang ini, keempat pria tampan kita memutuskan untuk mengkonfirmasikan sesuatu dengan kepala sekolah.
Dan hasilnya ditolak mentah-mentah. Jadilah keempat pria ini kembali kerumah dengan wajah lesu,
terutama Taito yang sudah merencanakan sesuatu agar kepala sekolah itu menyetujui permintaan mereka.
Hanya permintaan sepele~

Sialan orang tua itu! Menyebalkan sekali! cibir Taito yang berjalan lebih dulu. Ia yang sedari tadi
mencak-mencak cukup membuat keadaan ketiga temannya berada dalam Mood yang kurang baik pula.
Masih dengan puncak kemarahannya, Taito tak menyadari jika seorang gadis bersurai hitamYonnaakan
muncul dari belokan koridor dan menabrak dirinya.

BRUK!

Apa yang kau lakukan, Hah?! demi tuhan. Mood Taito sudah lebih dari cukup untuk sekedar membuatnya
marah. Ia menatap nyalang gadis SMA yang terduduk dilantai akibat menabrak dirinya. Sementara Taito
dengan kemarahannya, Shiro memilih mengamati gadis bersurai hitam itu yang Nampak menarik
dimatanya.

TAP TAP TAP TAP

Suara derap langkah tergesa-gesa terpaksa membuat pandangan keempat pria tersebut teralihkan pada
belokan koridor dengan dua gadisralat! Seorang gadis tomboy dan satunya lagi pemuda cantik. Ren
hampir saja mengeluarkan wajah terpesonanya saat bertatapan dengan seorang pemuda cantik bersurai
biru lautSorasementara gadis berambut merah disebelahnya Nampak menatap sangar kearah Taito.

Seakan tak perduli, Taito menendang Yonna hingga membuatnya terbaring diatas lantai membuat Ryuuki,
Ren dan Shiro menyaksikan perubahan pada mimic wajah gadis bersurai merah darah didepan sana.

kalian seharusnya sudah pulang pada jam seperti ini, bukan seharusnya melakukan hal-hal mesum dengan
seorang pemuda aneh macam dirinya! Taito menunjuk kearah pemuda cantikSorayang wajahnya
memerah menahan amarah, nampaknya tak terima jika dirinya dikatai oleh Taito.

Ryuuki memijat batang hidungnya, Taito sudah bersikap diluar kendali dan ini artinya Taito akan
menghajar siapa saja yang diinginkannya. Tatapan Ryuuki teralih pada gadis bersurai merah pendek yang
maju selangkah mendahului pemuda bersurai biru laut yang Nampak menyiapkan beberapa kata hinaan
dalam mulutnya.

Shiro menaikan sebelah keningnya ketika menyaksikan sigadis berambut merah membisikan sesuatu pada
pemuda tersebut jangan ikut campur walau terdengar samar tetapi mereka masih mampu
mendengarnya.

Taito menyeringai sambil mengunyah permen Karet yang dimintanya dari Shiro tadi Ooh, rupanya
temanmu tak berniat membantu? Taito tanpa pikir panjang menginjak perut Yonna kuat-kuat sembari
menyaksikan wajah memerah menahan amarah serta kedua tangan terkepal dari gadis bersurai merah
didepannya, namun gadis itu Nampak tak bergerak dari tempatnya sekedar menghajar Taito atau bahkan
melemparinya dengan sesuatuyaseperti apa yang sering ditayangkan difilm

Melihat keadaan yang Nampak berpihak pada Taito, tanpa pikir panjang pria jabrik itu menyeringai
kembali Murid seperti kalian seharusnya dihukuBUAGH!

Ryuuki membulatkan kedua mata bersama Shiro dan Ren yang menatap tak percaya pada rekan mereka
yang terhempas begitu saja hingga menubruk dinding. Heningnya koridor membuat suara daging beradu
itu cukup keras dan pastinya menyakitkan.

Ryuuki menoleh kearah gadis bersurai merah tadi yang Nampak mengibas-ngibaskan tangannya diudara.
Bagaimana mungkin, Taito yang satu tingkat dibawahnyadalam urusan pukul memukulterhempas begitu
saja setelah mendapatkan pukulan gadis tadi. Ryuuki merasa ada yang berbeda dengan gadis tersebut,
haruskan ia kagum? Atau ikut merasa tertantang?

Ikky! Sudah kubilang jangan ikut campur! gadis bersurai hitam itu berteriak setelah berhasil berdiri
dengan bantuan pemuda manis yang berusaha membantunya berdiri. Ren ikut menatap interaksi tiga murid
SMA didepannya.

Diamlah! Masih baik aku menolongmu! sigadis merah alias Ikky berjalan kearah Sora dan Yonna. Ia
berbalik menatap Remeh kearah Ryuuki, Ren dan juga Shiro yang menatap tak percaya padanya.
Ren merasa dihina ketika melihat seringai kecil tersaji untuknya, ia mendesis hendak menghajar atau
kalau bisa ia akan membunuh gadis merah yang sudah berani memperlihatkan tatapan serta wajah
mencemooh pada dirinya. Seumur hidup, baru kali ini Ren merasa sangat-sangat direndahkan.

Shiro hanya sesekali menatap Ikky datar. Saat ini ia berfikir mungkin akan mati jika berhadapan dengan
gadis bernama Ikky itu. Bukannya dia takut tetapi pengalamannya dengan wanita berkekuatan seperti laki-
laki membuatnya harus traumacatatan: Shiro pernah mengganggu seorang waria dan berakhir dengan
dirinya yang dipukuli oleh sekawanan Wariakhe..khe..khe..berbanding terbalik dengan keadaan Ryuuki.
Ia justru harus berhati-hati, jika saja dia jadi target selanjutnya dan diserang seperti Taito.

Sementara ketiga temannya sibuk dengan pikiran masing-masing. Taito perlahan sadar dari pingsannya dan
segera bangun tanpa berfikir jika rasa pusing dan sakit akan melanda dirinya. Ia mengusap pipinya sejenak
sebelum kembali berdiri dan seperti menantang gadis yang sudah membuat dirinya terlempar seperti tadi.

gadis sepertimu sudah seharusnya kuhancurkan sedari tadi! desisnya membuat Sipemuda manis
bersembunyi dibalik punggung Yonna. Takut akan wajah sangar yang ditunjukan oleh Taito.

Apa? Orang sepertimu hanya membual saja! Kalau memang begitu, ayo maju sini! Ikky menantang dan
langsung dihadiani jeweran ditelinganya AWAdududududhh~ gadis itu berjongkok dan mengusap
telinganya.

Perkataan Ikky terngiang dikepala Taito Sialan! Dia meremehkanku! dengan tangan terkepal dan wajah
memerah disertai aura tak mengenakan Taito berteriak Grrrh! Sialan kau! ia hendak berlari menerjang
ketiga gadis disana dan menghajarnya habis-habisan jika saja Ryuuki tak menghalanginya Ryu-Ryuuki?!
serunya. Ia merasa ada yang aneh dengan sahabat kecilnya ini Nampak sangat berhati-hati jangan
menghalangiku! Taito mendesis kesabarannya diambang batas sekarang.

Diamlah, Taito! intrupsi Ryuuki tenang namun masih dengan mata yang mengawasi Ikky mereka
perempuan Ok? lanjutnya dengan lirih. Ryuuki tak mau mengambil resiko jika ketiga murid didepannya ini
mati dalam keadaan mengenaskan setelah merasakan amukan barbar Taito.

Taito berdecak sambil memijat dahinya Aku ingin sekali menghajar dirinya. Kalian tahu? Taito seperti
mengeluarkan uneg-unegnya yang telah ia pendam selama bertahun-tahun. Ia seperti orang frustasi yang
diceraikan isterinya, terlebih dengan gaya bicaranya yang melankolis seperti sedang mengatasi sakit
jiwanya. Tak ayal hal ini membuat Ryuuki, Ren, dan Shiro mempelototi dirinya.

Asal bicara~ batin ketiganya kompak.

Shiro yang pertama kali terkena semprotan amarah langsung mengalihkan pandangannya Shiro apa-apaan
tatapanmu itu? tunjuknya dengan wajah menahan amarah.

Taito beralih pada Ren yang masih setia mempelototi dirinya Dan kau Ren! Berhenti mempelototiku
seperti itu! serunya dan hampir saja ia mencolok mata Ren dengan kedua jarinya.
Ikky, kita pulang saja! Taito melirik kearah tiga murid tadi yang Nampak beranjak dari hadapannya. Ini
tidak bisa diterima olehnya. Mereka sudah mencari masalah dengan dirinya jadi mereka juga harus
berusaha berdamai dengan dirinya. Taito menoleh cepan dan berlari kearah Ikky yang berjalan paling
belakang Hey! Kalian jangan lari! serunya sembari meraih bagian kera kemeja gadis itu dan dengan paksa
menariknya kuat tanpa mengetahui jika gadis bersurai merah itu telah sepenuhnya berbalik kearahnya
dengan wajah tak suka.

Chk! Jangan menyentuhku! tendangan kuat menghantam perut Taito membuatnya terlentang diatas
lantai menahan sakit dibagian Ulu hatinya. Ikky mendekat hendak menginjak perut pria jabrik itu.

Merasakan alarm bahaya, tanpa pikir panjang Ryuuki segera menghampiri Ikky dan mengunci
pergerakannya dengan mencengkeram kedua tangan gadis itu lalu memutarnya hingga Ryuuki berada
dibelakang Ikky SialaHey! Lepaskan! meski berhasil membuat kedua tangan Ikky tak berkutik, mamun
tak menutup kemungkinan Ryuuki aman dari serangan gadis kuat tersebut. Sundulan kepala dari gadis itu
telak menghantam wajah Ryuuki. Rasa sakit mendera pria tersebut begitu kepalanya pening dan
kunciannya terhadap kedua tangan Ikky melonggar, namun dengan cepat Ryuuki kembali mengeratkan
kunciannya. Dia takkan melepaskan gadis ini sebelum Taito berhenti dari rasa kesakitannya.

Melihat sigadis merah dalam keadaan bahaya, Yonna segera berlari kearah gadis tersebut hendak
menyelamatkannya. Hal ini membuka peluang bagi Shiro untuk beraksi, ia bosan hanya berdiri-diam
melihat Taito dan Ryuuki yang beraksi.

Shiro menghentikan pergerakan gadis tersebut dengan cara menghimpitnya diantara tembok dan dirinya.
Tatapan tajam tearahkan padanya, aneh gadis itu sama sekali tak memberikan respon seperti apa yang
dipikirkan Shiro. Yonna tersipu dan memerah karena dirinya? Menyingkir dariku! Shiro menatap gadis
didepannya dengan tatapan penuh kharisma. Menarik sekali, baru kali ini ada yang tak tertarik dengannya.

Aku tidak akan melepaskan orang langka sepertimu, Shiro mendesis dan mendekatkan wajahnya dengan
Yonna. Ia ingin menggoda gadis itu agar tersipu atau mungkin merona karena dirinya. Tetapi, tak ada
respon Sama sekali tak tertarik denganku, Yah? lanjutnya dengan penuh kepercayaan diri.

Gadis dalam himpitannya memasang wajah tak suka Percaya diri sekali kau, siapa yang tertarik dengan
wajah pas-pasanmu! Shiro memasang wajah masam. Apakahapakahdia tak tampan lagi??

Ren yang melihat temannya sudah mengambil peran dan bagian masing-masing merasa bosan karena
dirinyalaah yang masih nganggur ditengah-tenag konflik ini. Ia melirik pemuda manos yang tengah menatap
takut-takut padaanya. Apa ini lawannya? Cuih! Terlalu manis~

Ren mengawasi pemuda manis itu yang terus jalan tanpa memperdulikan dirinya ada disana Mau bersikap
sok pahlawan yah? Ren menanggapi. Ia maju mendekati pemuda tersebut yang menatap takut padanya.

Ti-tidak! teriakan penuh rasa takut terlontar kepada Ren yang mencoba untuk menangkapnya.

GRAB!
Ikky! Tolong! Aku takut! Ren menghentikan pemuda manis itu dengan membekapnya serta tak lupa ia
merengkuh tubuh itu kuat-kuat agar tak meberontak Hmmmp! Hmp! sepasang bola mata semerah darah
mengarah pada Ren dan juga pemuda manis dalam dekapannya, tatapan penuh rasa kasihan dan amarah
yang terpendam.

kalian brengsek! Lepaskan! Ikky makin menjadi brutal membuat Ryuuki kesusahan menahannya. Kata-
kata kasar sudah membuat telinga Taito panas hingga ia memaksakan diri untuk bangun meski perutnya
terasa sangat-sangat sakit. Kesempatan terbuka bagi Taito ketika melihat Ikky yang ditahan oleh Ryuuki
bagus sekali Ryuuki! serunya bersemangat dan tanpa basa-basi segera berteriak

Justru kau yang brengsek!

BUK!

Ryuuki membulatkan matanya saat melihat apa yang dilakukan Taito pada gadis yang ditahannya. Tinju
Taito tepat menghantam pipi Ikky, dengan suara yang tak kalah nyaring dari tinju yang tadi. Ryuuki tanpa
sadar melepaskan kunciannya, ia membiarkan Ikky yang terduduk dengan wajah menunduk sedangkan
Ryuuki memilih menatap tak percaya pada teman kecilnya itu.

Taito merasa bangga atas apa yang ia lakukan. Ditatapnya penuh perasaan menghina dan meremehkan pada
gadis yang baru saja dipukulnya tadi tanpa sadar atas apa yang telah dilakukannya masih mau melawan.
Hah?! ucapnya. Ia bersiap akan menendang Ikky lagi namun Ryuuki mencegatnya.

Hentikan, Taito! Kau sudah keterlaluan! Ryuuki menatap penuh amarah terhadap teman kecilnya itu.
Baginya ini sudah diluar batas. Memukul seorang gadis SMA? Apakah itu tidak termasuk kekerasan. Tapi,
tunggu dulu! Sedari tadi mereka nampaknya melakukan tindakan kekerasan bersama-sama, jadi apa
mereka akan dipenjara bersama? sialan! Pikiran darimana itu?!

Ryuuki berjongkok hendak melihat keadaan gadis tersebut. Ia memegang kedua bahunya dan sedikit
mengguncang kau baik-baik saja? Tanya Ryuuki khawatir juga akan apa yang telah diperbuatnya bersama
yang lain.

Taito masih diam menatap interaksi Ryuuki. Ia bersiaga saat Ikky berdiri dan Nampak meludah dilantai.

Cuih! darah kental yang keluar dari mulut gadis itu seakan menyadarkan Taito atas apa yang telah ia
perbuat. Diliriknya Ikky yang tengah mengusap pipinya menggunakan punggung tangan kiri seraya menatao
Shiro dengan tatapan tajam.

Shiro melepaskan Yonna lalu beralih pada Ren yang melakukan hal yang sama pula. Ikky lalu beralih pada
Ryuuki dan Taito, ia menyeringai remeh dengan atmosfer yang seakan berubah sekejap. Raut wajah
layaknya iblis kelaparan terpancar jelas dari wajah gadis yang tengah berdiri didepan mereka Ceh!
Barbar lirihnya dengan kekehan penuh hinaan dan tanpaa rasa sakit sehabis terkena tinju.

<O>
kalian seharusnya sudah berada dirumah pada saat ini! seorang wanita yang berprofesi sebagai guru seni
Nampak berbicara panjang lebar pada tiga murid SMA didepannya. Setidaknya dari sudut ruangan,
keempat pria tadi tak hentinya menatap interaksi guru dan murid disana.

lalu, kau ada apa dengan pipimu itu. Kau tahu disekolah ini tak menerma siswa/siswi yang mempunyai
tingkah seperti preman! Taito melirik pada Ikky yang kena semburan amarah dari guru wanita itu.
Reputasinya bisa rusak apabila gadis itu menagatakan jika dirinyalah yang melakukan tindak kekerasan
padanya. Taito melirik takut-takut pada Ikky yang juga meliriknya datar.

ini hanya lemparan bola kasti, bu Taito membulatkan matanya seraya menatap tak percaya pada Ikky
yang cuek padanya.

Dia? Apa yang dia lakukan? batinnya.

Setelah memastikan tiga murid SMA yang sempat dihakiminya tadi telah pergi, wanita tersebut beralih
pada keempat pria yang duduk rapi berbaris. Tatapannya tertuju pada pipi Taito yang lebam.

Dan kau! Apa yang terjadi dengan pipimu itu! Taito bingun harus menjawab apa, Alhasil Shiro mengambil
alih pembicaraan.

A-ini karena kami bermain baseball tadi! serunya.

Alasan yang sama tentu saja membuat wanita itu curiga kalian bermain bersama dengan tiga murid tadi?
tanyanya dan Taito mengangguk mengiyakan walau dia tahu jika dirinya bermain adu-jotos tadi

<O>

kau terlalu berlebihan Taito! Bagaimana jika kita ditolak tiba-tiba oleh kepala sekolah hanya karena
insiden itu?! bentak Shiro dengan gaya melankolis memijat batang hidungnya. Ia bersyukur atas apa yang
dikatakan Ikky tadi masih baik gadis itu tak mengatakan yang sebernya~ diakhir kata Shiro menghelah
nafas sembari menyenderkan tubuhnya dengan lemas diatas sofa.

Aku penasaran lirih Ryuuki datar membuat pandangan ketiga rekannya teralihkan sepenuhnya
kearahnya.

Apa? Tanya Ren ingin tahu, ditatapnya serius sahabatnya itu.

gadis tadiaku rasa ada yang berbeda dengan dirinya lanjut Taito membuat pandangan Shiro dan
Renyang awalnya terarah pada Ryuuki kini teralihkan padanya pukulan yang kuberikan padanya itu
bukan pukulan sembarangitu adalah jenis kemampuan beladiri yang diajarkan ayah Ryuuki
padakutapikenapa tak mempan padanya?

Ryuuki menatap Taito tak percaya jadi, kau benar-benar ingin membunuhnya tadi! seru Ryuuki dengan
pandangan nyalang menatap pria jabrik tersebut Ayahku mengajarimu tekhnik itu untuk membela diri!
Bukan untuk melukai atau membunuh orang lain! Ryuuki naik pitam. Bagaimana bisa Taito memikirkan hal
keji seperti itu? Membunuh orang dengan kemampuan yang dimilikinya? Itu sama sekali bukan Taito yang
dikenalinya.

Taito menggaruk-garuk kepalanya Aku tahu! Aku tahu! Aku sadar aku terlalu berlebih tadi! Puas! Taito
terdiam dengan wajah yang ia benamkan dilipatan tangannya sejak awal aku memang berfikir untuk
memberikan mereka hukuman karena kukira mereka melakukan sesuatu yang tak layak dilingkungan
sekolah~

Shiro tersenyum kecut tinggi sekali hayalanmu tentang sesuatu yang tak layak~

Makanya aku bertindak seperti tadi! Terkesan tidak memberikan ampunan! Tapi nyatanya itu menyakiti
orang lain! lanjutnya membuat Ryuuki hanya bisa menutup mulutbukan dengan ekspresi
terkejutwajahnya tetaplah datartapi bukan terharuia memikirkan sesuatu.

Mungkinkahkau harus minta maaf? lirih Ren sembari menyeruput kopi hangatnya dengan sedotan yang
entah didapatnya darimana.

SRUUPUUUT

BRAK!

Taito menggebrak meja membuat Ren tersedak cairan kopi yang diminumnya Uagh!uhuk! uhuk! Sialan!
decihnya berusaha menghilangkan rasa perih pada tenggorokannya akibat cairan kopi.

Mana mungkin aku mau minta maaf! Yang berulah duluan adalah dia! Shiro menopang dagu. Ia baru ingat
jika Taito adalah tipikal orang yang paling susah meminta maaf bahkan mengucapkan terima kasih.

Seperti biasakau terlalu pelit~ cibirnya membuat dahi Taito berkedut kesal handak menggeplak kepala
temannya itu. Ryuuki yang sedari tadi menyaksikan perkelahian kecil itu hanya bisa menghelah nafas
Bukankah sama denganmu, Shiro ungkap Ryuuki datar.

Shiro berbalik menatap Ryuuki Apa masalahmu Hah! Kenapa kau juga ikut dalam pembicaraan pribadi
kami?!

Diamlah, kalian berdua~

Awas kau!

<O>

Keesokan Harinya. taito berjalan sendirian dikoridor. Jam pelajaran pertama sudah lama berbunyi dan ia
harus bergegas jika tak ingin hari pertamanya mengajar memberikan kesan buruk bagi murid-muridnya. Ia
melewati belokan koridor tempatnya berkelahi kemarin dan sialnya ia bertemu dengan seorang gadis
bersurai merah darah yang menjadi pertnernya berkelahi kemarin.

Eit!
Taito menghentikan langkahnya sekaligus mengamati gadis merah yang baru saja berkelit darinya. Tatapan
masam jelas tersaji untuknya, Taito merasa tak enak Kau yang kemarin! tunjuk Ikky padanya. Wajah
menghina serta seringai tipis tercetak jelas diwajah gadis itu

tahan Taito~ kau bisa mengabaikannya! Ah~ emmpikirkan hal-hal mesum saja agar kau bisa dengan
mudah menghindarinya! Taito bergumam dalam hati dan mulai membayangkan apa yang tidak seharusnya ia
bayangkan saat ini. Hayalannya buyar saat melihat plester dipipi Ikky. Taito memilih menghindar dan
berjalan menjauhi Ikky tanpa memperdulikan lirihan gadis tersebut.

Taito merasakan harinya akan berakhir ketika memasuki sebuah kelas dengan tiga iblis kecil kemarin.
Ikky, Yonna dan Sora dalam satu kelas? Ohh, Good apa lagi selanjutnya.

Mulai hari ini aku adalah guru baru yang menggantikan guru bidang studi yang bersangkutannamaku,
Taito Yukizaki, usia 22 tahun. Jurusan hukum, tetapi sekarang aku mengajar bidang studi bahas inggris
Taito berusaha membuat suaranya senyaring mungkin agar bisa didengar oleh orang-orang yang berada
dibangku belakang sana. Sempat diliriknya Ikky yang tengah mengorek-ngorek lubang telinganya dengan
kelingking lalu meniup-niupnya seakan menghindarkan telingan dari penyakit tuli mendadak. Dahi Taito
berkedut kesal Apakah sebegitu nyaringnya suara yang dikeluarkannya?? kembali Taito bebricara
tentang nama serta tempatnya bersekolah, namun matanya mengawasi pergerakan Sora yang berbisik
pada Yonna Grrr! Dasar anak-anak tidak sopan! cibirnya dalam hati.

Taito mengabaikan tatapan kagum dan aura penuh bungaa-bunga meliputi dirinya. Ia masih setia
memperhatikan Ikky, Yonna dan juga Sora.

Buka buku referensi bab 3 halaman 342, dan perhatikan soal bertanda romawi dua Taito memulai
proses belajar-mengajarnya. Ia menatap kearah seisi kelas yang mulai membuka buku mereka. Dan lagi
tatapannya teralihkan pada Ikky yang belum membuka ataupun menyentuh buku referensi miliknya Hey,
Kau! panggil Taito pada Ikky.

Ikky mengalihkan pandangannya dan menatap Taito sejenak sebelum berbalik kearah Yonna dan Sora,
namun sayangnya gadis itu mendapat hantaman buku tepat dipipi yang diplester tadi.

PLAK!

Sssshhh! desisnya kembali menoleh kearah Taito namun kali ini sambil menunjuk dirinya sendiri, Taito
mengangguk mengiyakan Apa? Tanya Ikky ketus tanpa rasa ramah-tamah terhadap Siswa dan guru.

Taito merasa ia akan kehilangan urat kemarahannya jika terus-terusan menghadapi Ikky Grrr!kau
dengar apa yang aku katakan tadi?! Taito diam begitu menyaksikan Ikky melongo dengan kedua bola mata
menatap keatas. Taito mengusap wajahnya penuh akan rasa frustasi Tuhan~ kenapa ia harus mengajar
dikelas dengan 3 iblis didalamnya?
Taito geram dan akhirnya memandang Ikky nyalang Buka bukumu cepat! biarlah imagenya sebagai guru
baikdiawal masuknya dia dalam kelas inimenghilang, akan lebih baik jika dia jadi guru sangar yang
manis(?) Ikky dengan malas mengangguk dan segera mengambil bukunya.

Jam pelajaran berlangsung sangat-sangat membosankan bagi Taito. Tak ada murid yang mau bertanya
atau sekedar memberikan jawaban dari pertanyaan yang dilontarkannya. Ia berbalik melihat keadaan
murid-muridnya yang separuh mengantuk.

Yonna Nampak menyibukan diri dengan kertas bukunya, sementara Sora yang sedang membuat origami dan
sesekali memperlihatkannya pada Ikky semenatara yang bersangkutan Nampak asyik menaruh pena-nya
dihidung.

<O>

Uahh! Baru hari pertama keadaanku sudah seperti ini~ cibir Taito kesal dengan tubuhnya yang lemas
serasa tulang-tulang ditubuhnya lembek Sialanini menyebalkan!

Aku akan pulang dulu memeriksa perlengkapan dirumah baru itu pamit Shiro serya mengambil tasnya.
Ren mengalihkan pandangan pada kawannya itu kau sudah beli rumah baru? tanyanya dan Shiro
mengangguk sebagai tanggapan.

baiklah, selamat bersenang-senang~ Taito melambaikan tangantak ikhlaspada Shiro yang menjulurkan
lidahnya Tukang pamer~ tambahnya sepelah memastikan Shiro tak bisa mendengarnya berbicara.

kau hanya iri Taito Ryuuki membuka suara

Hmm

Hening seakan menelan mereka. Taito perlahan memejamkan mata sebagai respon atas rasa mengantuk
dan lelahnya, matanya hampir tertutup dan ia mulai memasuki alam mimpi saat tiba-tiba Ren menggebrak
meja.

BRAAK!

Arrgh! Anjrit! teriak Taito bangun dari tidur sesaatnya ditambah dengan tumpahan kopi panas milik
Ryuuki yang tak sengaja jatuh kearah celananya Sialan kau Ren! Taito mengepalkan tinjunya kesal.

Ren tampak tak memperdulikan keadaan kawannya itu, ia lebih memilih memperhatikan sosok gadis
berambut merah darah yang sangat-sangat familiar dimatanya. Gadis yang tengah duduk di halte bus
Lihatlah kesana! tunjuk Ren pada pangkalan tersebut membuat Ryuuki menoleh dan Taito terlupa dari
rasa amarahnya.
Siapa-HIAAAAA! Murid bolos! teriak Taito tiba-tiba dan ikut berdiri dari kursinya. Ia hendak keluar
menghampiri Ikky dan menyeretnya kembali kesekolah namun sialnya gadis itu sudah lebih dulu melarikan
diri dengan menaiki Bus.

<O>

Hay, Bu! Sapa Shiro dengan ramah pada wanita cantik didepannya. Sosok yang merupakan ibunya itu
adalah sosok yang sangat-sangat disayanginya bagaimana dengan modelnya, apa sesuai dengan keinginan
Ibu? lanjutnya sekaligus mendapat usapan hangaat dikepalanya.

ibu menyukainya. Tidak glamour seperti apa yang selalu ayahmu buat Shiro tersenyum simpul. Ayahnya
hanya berniat baik dengan berusaha memberikan sesuatu yang lebih agar ibunya itu berfikir jika ayah
menyayanginya, namun nampaknya wanita cantik ini salah paham.

bagaimana kalau ibu masuk saja dan melihat-lihataku belum selesai memberikan bingkisan kecil kita
pada tetangga disebelah rumah Shiro menunjukan sebuah tas kertas bersama senyuman tulusnya.

Pergilah, dan sampaikan salam ibu pada tetangga yah? Shiro mengangguk dan segera beranjak menuju
rumah yang ada disebelah kiri rumah yang baru dibelinya. Ia akan menyerahkan beberapa bingkisan kecil
sebagai salam tetangga baru.

TOK TOK TOK TOK

Dengan sabar Shiro mengetuk pintu rumah tersebut. Tak beberapa lama seorang wanita membuka pintu
dan tersenyum padanya Eh, Shiro-kun? Ada apa yah? Tanya wanita tersebut. Shiro tetap tersenyum
sembari memberikan bingkisan ditangannya. Sejenak mereka berbincang hingga Shiro menyadari ada
sosok lain yang tengah menatap dirinya, ia mendongak dan saling bertatapan dengan seorang gadis yang
terasa sangat-sangat familiar dimatanya.

Mereka saling tatap

Loh? Kalian saling kenal yah?

Seringai terpampang diwajah Shiro begitu menyadari siapa gadis didepannya ini Kita bertemu
lagiYonna

TI-TIDAK!

<o>

Pekerjaan yang tidak memakan biaya~ seharian itu, Ren putuskan untuk memikirkan pekerjaan apa yang
kira-kira membuat dirnya tidak harus mengeluarkan uang banyak? Kuli bangunan? Atau pelayan restoran?
Ahh, tidak! Ia tak mau mendapatkan penyakit. Jika menjadi kuli bangunan resiko penuaan dini dan ia akan
semakin tua. Tetapi jika dia memilih menjadi pelayan restoran, maka resiko terkena penyakit senyam-
senyum akan terjangkit padanya. Jadi, pekerjaan apa yah??
Kau tidak seharusnya berfikir seperti itu Ryuuki mencibir dan datang dengan sebuah nampan besar. Ia
meletakannya diatas meja bangunlah dan makan dulu walau hanya makanan instan ajaknya pada Ren.
Ren memutuskan untuk menginap diapartemen Ryuuki untuk sementara waktu karena ia masih belum
memikirkan pekerjaan apa yang bisa ia peroleh.

Apakah sampai sebegitunya kau tidak mau megorbankan uangmu sepeserpun? Tanya Ryuuki disela-sela
menyeruput mie instan yang dimasaknya tadi Setidaknya berfikirlah untuk menyewa rumah kost atau
apartemenkalau hanya tinggal dirumah orang itu menyusahkan namanya

Ren berfikir sejenak itu bagus bagikukarena menjadi kesenangan

Ryuuki menatap Ren sesaat bagimutetapi untuk orang lain itu menyusahkan~

TOK TOK TOK TOK

Masuk! teriak Ren disela-sela menyeruput mie-nya. Ia melirik kearah puntu yang terbuka menampilkan
Taito yang membawa dua buah kotak Pizza Aku membawa Pizza. Kita makan bersama saja, aku tidak yakin
bisa menghabiskannya sendiri diletakannya kotak tersebut diatas meja sembari mulai membuka salah
satunya. Ren menghelah nafas dan kembali menyantap makananya.

Oh iya. Penghuni apartemen disebelah siapa yah? Sudah lebih dua hari orangnnya belum kembali-kembali
Tanya Taito. Ia melirik pada pintu luar yang lupa ditutupnya Apa mungkin orang kuliahan seperti kita?
lanjutnya.

Entahlah jawab Ren acuh.

Makan sajadan jangan banyak bicara

<O>

Ryuuki, aku diterima bekerja disebuah rumah megah ucap Ren datar tanpa ada rasa senang sedikitpun.
Ia dengan santai membereskan pakaianya.

jadikau akan pindah? Tanya Taito yang kebetulan mampir lagi kekamar Ryuuki. Memang keseharian
Taito adalah mendatangi ruangan Ryuuki dan numpang tidur, makan serta mandi disana, malam harinya ia
akan pulang ke apartemenya sendiri untuk tidurTerkadang dia juga tidur disana. Taito bertanya tanpa
mengalihkan pandangannya dari televisi.

Hmm jawab Ren acuh. Pria bersurai hitam keunguan itu melirik ekpresi Ryuuki yang santai-santai saja
jaa~sampai berjumpa disekolah

Hmm

<O>

(Pukul 8 malam_kediama sora)


Sora tengah dibuk dengan kegiatannya masak-memasaknya didapaur. Ia sedang membuat Apple Shortcake
untuk Ikky. Sedikit kahwatir akan sikap Ikky yang berubah drastis setelah menendang murid dari kelas
sebelah, mungkin saja ada yang mengganggu pikiran gadis bersurai merah darah itu.

Kuharap kau suka Ikky-kun! Sora bergumam sembari menggosok-gosokan kedua telapak tangannya. Kue
yang sudah dibuatnya selam berjam-jam akhirnya selesai. Shortcake yang menggugah selera. Sora
mengambil sebuah kotak kecil yang terbuat dari kertas dan memasukan satu potongan kuetak lupa ia
lapisi dengan selembar tissuekedalam kotak tersebut, selanjutnya ia tinggal meletakan beberapa potong
apel segar.

Sora-sama panggil seorang pria pada majikannya yang tengah sibuk dalam dunianya sendiri. Sora
menoleh kearah pria tua yang menjadi Butler keluarganya, ia tersenyum Ada apa? tanyanya.

Hari ini anda mendapatkan butler baru

Sora berjengit dan segera berlari menuju ruang tamu guna melihat siapa orang yang menjadi Butlernya. Ia
ia menghampiri ayah dan ibunya dengan wajah memerah sehabis berlari dari dapur menuju ruang utama
pertemuan keluargapada dasarnya kediaman Sora itu seperti istana kerajaan yang terdiri dari beberapa
bangunan megahditatapnya sang ayah A-Ayah, apa yang dikatakan Butler itu Be

Itu benardan dialah Butler itu Sora menoleh kearaj sosok pria tinggi perpakaian serba hitam
tengah membungkuk padanya.

Your majesty Sora membulatkan kedua matanya saat menyadari jika rambut butler tersebut terasa
sangat-sangat familiar.

siapa?

Begitu sang Butler mengangkat kepalanya, Sora merasa nyawanya hilang sesaat.

ituRen!

<O>

Huaaahhh! Ikky dengan suntuk menapaki satu-persatu anak tangga menuju apartemen miliknyadilantai
5, lantai paling atas. Hari yang sangat-sangat melelahkan baginya. Ikky terus berjalan melewati sebuah
pintu kamar apartemen yang terbuka dan menampilkan sesosok wanita tambun yang cukup gemuk.

Ikky-kun! panggilnya dengan Siffix jepang yang lagi-lagi untuk anak laki-lakiorang-orang sekitar
nampaknya lebih nyaman memanggil Ikky dengan suffix tersebutIkky berbalik menatap wanita tersebut.
Jangan sampai ia disuruh menjaga anak lagi. Diamatinya gerak-gerik sang wanita yang Nampak mengambil
sesuatu Ini ia menyerahkan dua buah kotak berwarna putih, Ikky menatap Tanya pada wanita tersebut
seperti meminta penjelasan bingkisan ini dari dua tetangga yang baru saja pindah disisi kiri-dan kanan
apartemenmu Ikky melirik sejenak kotak itu.

Simpan saja
Kau harus menerimanya! tegas sang wanita membuat Ikky manyun. Sepertinya salah satu tabiat buruk
yang dimilikinya sudah diketahui oleh wanita tersebut. Dengan terpaksa Ikky mengambilnya Dan jangan
membuangnya yah~ dengusan kesal didapatkan wanita itu sebagai respon. Ikky berjalan menuju
Apartemennya dan ketika melewati kamar Nomor 13 sempat tercium oleh hidungnya bau menyengat
seperti sesuatu yang terbakar paksa, memilih mengabaikan Ikky memutar kunci Apartemennya dan segera
membuka pintu.

BRUK!

Tanpa peduli Ikky membuang dua kardus itu dilantai dan segera melompati Sofa empuk yang selalu
menjadi tempatnya melepas penat sehabis pulang sekolah dan bermain diGame Center. Ikky menggeram
ketika seekor anjing bebrulu tebal warna hitamanjing yang mirip serigalamenjilati pipinya Unggh!
Hentika itu Frost! lirihnya. Ikky hampir saja terjatuh dialam mimpi ketika suara dobrakan pada pintu
Apartemennya terdengar sangat-sangat mengganggu.

DOK DOK DOK DOK

To-Tolong yang didalam! suara teriakan panic seakan membuat Ikky malas untuk bangun. Dengan
terpaksa dan ditemani dengan gerakan patah-patah ia berusaha bangun. Kakinya yang sudah dibalut
dengan celana katun hitam serta pakaian berupa kemeja putih dengan Cardigan tanpa lenganpakaian yang
digunakannya saat berangkat ke Inggrismelangkah mendekati pintu.

Krieet

Ikky menggaruk-garuk belakang lehernya saat seorang pria tinggi didepannya Nampak menatap tak
percaya kearahnya. Ikky mendongak dan memasang wajah masam begitu melihat siapa yang mendobrak
pintunya malam-malam begini dengan suara memekakan pengganggu tidur.

Kau!

kau!

Taito-Brengsek!

Ikky-sialan!

TO BE CONTINUED