Anda di halaman 1dari 9

Pembesaran Kelenjar Tiroid karena Gangguan pada Mekanisme kerja

Hormon dan Peranan Iodium

Lodowina Rumaratu
Nim 1010211092
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta Barat 11510
e-mail : rumaratudewi@gmail.com

Abstrak
Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia.
Kelenjar ini juga mempunyai peran penting, dalam metabolisme zat-zat nutrein seperti
karbohidrat, protein dan lemak. Kelenjar ini mensekresi hormone tiroid, yang merupakan
hormon regulator untama tubuh. sekresi hormon ini dipengaruhi oleh konsentrasi zat iodium
yang masuk dalam tubuh melalui konsumsi makanan, dan juga oleh hormon TSH (Thyroid
stimulatory hormone) yang disekresikan di hipofisis anterior. Hormon tiroid ini
memilki fungsi yang sangat kompleks, yang berhubungan dengan segala aspek metabolisme
yang terjadi dalam tubuh. Selain itu sintesis iodium dibutuhkan harus tetap seimbang dimana
apabila terjadi kekurangan ataupun kelebihan dari zat ini, dapat menyebabkan terjadinya
suatu gangguan, contohnya adalah Hipertiroidisme, yang di sebabkan oleh peningkatan
sekresi hormone TSH, karena berkurangnya intake iodium.
Kata Kunci : Kelenjar Tiroid , Hormon Tiroid , Sinstesis Iodium

Abstract
The thyroid gland is one of the largest endocrine glands in the human body. These
glands also have an important role in the metabolism of substances nutrein such as
carbohydrates, proteins and fats. This gland secretes thyroid hormone, which is a hormone
regulator untama body. This hormone secretion is influenced by the concentration of iodine
that enters the body through the consumption of food, and also by the hormone TSH (Thyroid
stimulatory hormone) is secreted in the anterior pituitary. Thyroid hormones Airport has a
very complex function, which deal with all aspects of metabolism that occurs in the body.
Besides the synthesis of iodine needed to be kept in balance in which in case of shortage or

1|Page
excess of these substances, can cause a disturbance, for example, is Hyperthyroidism, which
is caused by increased secretion of TSH hormone, due to reduced intake of iodine.
Keywords: Thyroid gland, thyroid hormones, synthesis of Iodine

Pendahuluan
Kelenjar tiroid mempertahankan tingkat metabolisme di berbagai jaringan agar
optimal sehingga dapat berfungsi dengan baik. Hormon tiroid merangsang konsumsi O2
pada sebagian besar sel di tubuh, membantu mengatur metabolisme lemak dan karbohidrat da
n penting untuk pertumbuhan dan pematangan normal. Kelenjar tiroid tidak esensial bagi ke
hidupan, tetapi ketiadaannya menyebabkan perlambatan perkembangan mental dan fisik,
berkurangnya daya tahan terhadap dingin serta pada anak-anak timbul keterbelakangan
mental dan kretinisme (penyakit hipotiroidisme bawaan yang dapat menyebabkan
keterbelakangan mental dan kelainan pada pertumbuhan anak-anak). Sebaliknya, sekresi
tiroid yang berlebihan menyebabkan badan menjadi kurus, gelisah, takikardia, tremor dan
kelebihan pembentukan panas. Fungsi tiroid diatur oleh hormon perangsang tiroid / thyroid
stimulating hormone (TSH) dari hipofisis anterior pada mamalia, kelenjar tiroid juga
mensekresi kalsitonin, suatu hormon yang menurunkan kadar kalsium.
Struktur Makroskopis kalenjar tiroid

Gambar 1. Anatomi kelenjar tiroid


Kelenjar tiroid (glandula thyroidea) terdiri atas lobus kanan dan kiri yang
dihubungkan oleh isthmus yang sempit. Setiap lobus berbentuk seperti buah alpukat dengan
apexnya menghadap ke atas sampai linea oblique cartilago thyroideae, basisnya setinggi
cincin trachea keempat atau kelima. Pada anterolateral lobus tiroid dibatasi oleh musculus
sternohyoideus, venter superior musculus omohyoideus, musculus sternohyoideus dan

2|Page
pinggir anterior musculus sternocleidomastoideus. Di bagian posterolateral pula kelenjar ini
dibatasi oleh selubung carotis dengan arteri carotis communis, vena jugularis interna dan
nervus vagus. Di bagian medial, larnj,yx, trachea, pharynx dan oesophagus yang membatasi
kelenjar tiroid. Pinggir posterior masing-masing lobus yang bulat berhubungan di posterior
dengan glandula parathyroidea superior dan inferior.1
Kelenjar tiroid mendapat pendarahan dari arteri thyroidea superior (cabang arteri
carotis externa), arteri thyroidea inferior (cabang dari truncus thyrocervicalis) dan arteri
thyroidea (cabang dari arteri brachiocephalica atau arcus aortae). Pembuluh balik kelenjar
tiroid adalah vena thyroidea superior (bermuara ke vena jugularis interna), vena thyroidea
media (bermuara ke vena jugularis interna) dan vena thyroidea inferior. Vena-vena ini akan
bermuara ke dalam vena brachiocephalica sinistra di dalam rongga thorax. Cairan limfe pula
akan mengalir dari kelenjar tiroid ke lateral ke dalam nodi lymphoidei cervicales profundi.
Beberapa pembuluh limfe akan berjalan turun ke nodi lymphoidei paratracheales.

Gambar 2. vaskularisasi kelenjar tiroid


Struktur Mikroskopis Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid mempunyai banyak folikel yang besarnya tidak seragam. Folikel ini
dibatasi oleh epitel selapis kubis tinggi atau rendah sampai gepeng tergantung aktivitas
kelenjar. Pada folikel yang giat (aktif), epitelnya tinggi dan tepian substansi koloid yang
berbatasan dengan epitel folikel tidak rata. Pada folikel yang tidak aktif, epitelnya gepeng
dan substansi koloid memenuhi folikel. Kadang-kadang di antara sel-sel epitel folikel atau di
dalam jaringan di antara folikel terdapat sel yang lebih besar dari sel epitel yang tampak
pucat disebut sel parafolikuler. Sel-sel folikel ini menghasilkan tiroksin dan triiodotironin
yang disimpan di dalam koloid sebagai unsur pembentuk sebuah glikoprotein sekresi besar

3|Page
disebut tiroglobulin. Sel parafolikuler pula menghasilkan kalsitonin, hormon peptida dari 32
asam amino yang menurunkan konsentrasi kalsium darah dengan menekan absorpsi tulang.2

Gambar 2. Histologi kelenjar tiroid

Mekanisme Kelenjar Tiroid


Kelenjar tiroid berperan untuk mensekresi hormon tiroid untuk menjaga agar aktivitas
metabolisme dalam tubuh tetap normal. Mekanisme kelenjar ini mempunyai mekanisme
umpan balik yang spesifik yang bekerja melalui kelenjar hipofisis anterior untuk mengatur
kecepatan sekresi tiroid. 3
Mekanisme Pembentukan Hormon Tiroid
Pembentukan hormon tiroksin membutuhkan kira-kira 50mg yodium setahun yang
ditelan dalam bentuk iodida. Iodida yang ditelan akan diabsorpsi dari saluran cerna ke dalam
darah. Satu perlimanya akan dipindahkan dari sirkulasi darah oleh sel-sel kelenjar tiroid
secara selektif dan digunakan untuk sintesis hormon tiroid dan yang selebihnya akan
dikeluarkan oleh ginjal. Pembentukan hormon tiroid bermula dengan iodida yang diangkut
dari darah ke dalam sel-sel dan folikel kelenjar tiroid. Membran basal sel tiroid mempunyai
kemampuan untuk memompakan iodida secara aktif ke dalam sel yang disebut iodide
trapping. Kecepatan iodide trapping ini dipengaruhi oleh TSH.
Setelah itu pembentukan hormon tiroid akan diteruskan dengan pembentukan dan
sekresi tiroglobulin oleh sel-sel tiroid. Retikulum endoplasma dan alat Golgi mensintesis dan
mensekresi tiroglobulin ke dalam folikel. Setiap molekul tiroglobulin mengandung sekitar 70
asam amino tirosin. Proses ini diteruskan dengan tirosin yang diiodinasi menjadi
monoiodotirosin (MIT), iodida bergabung dengan tirosin di dalam molekul tiroglobulin.
Penggabungan 2 molekul iodida ke asam amino tirosin di dalam molekul tiroglobulin akan
menjadi diiodotirosin (DIT). MIT dan DIT akan bergabung untuk membentuk triiodotironin

4|Page
(T3). Penggabung dua DIT akan membentuk hormon tiroksin (T4). Hormon ini akan
diangkut di darah dalam keadaan terikat ke protein plasma seperti globulin, albumin dan
thyroxine binding prealbumin.4
Fungsi Hormon Tiroid
Kelenjar tiroid merupakan salah satu kelenjar endokrin terbesar. Kelenjar ini
mensekresikan dua jenis hormon yaitu tiroksin (T4) dan triidotironin (T3). Kedua hormon ini
sangat meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh dan mempunyai berbagai efek terhadap
proses metabolisme tubuh. Selain itu, kelenjar tiroid juga mensekresikan hormon kalsitonin,
hormon penting bagi metabolisme kalsium.
Efek pada Metabolisme Karbohidrat, Lemak, Protein dan Vitamin
Hormon tiroid mempunyai efek pada mekanisme tubuh yang spesifik seperti pada
metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan vitamin. Hormon tiroid merangsang hampir
kesemua aspek, metabolisme karbohidrat, termasuk penggunaan glukosa yang cepat oleh sel,
meningkatkan glikolisis, meningkatkan glukogenesis, meningkatkan kecepatan absorpsi dari
saluran cerna dan meningkatkan sekresi insulin dengan hasil akhirnya adalah terhadap
metabolisme karbohidrat. Semua efek ini mungkin disebabkan oleh naiknya seluruh enzim
akibat hormon tiroid. Pada metabolisme lemak pula, semuanya akan meningkat dengan
pengaruh hormon tiroid. Lemak akan diangkut dengan cepat dari jaringan lemak dan ini akan
menurunkan cadangan lemak tubuh lebih besar dari seluruh elemen jaringan lain. Konsentrasi
asam lemak bebas di dalam plasma meningkat, begitu juga dengan proses oksidasinya yang
turut meningkat.
Hormon tiroid yang cukup, penting untuk sintesis protein untuk pertumbuhan badan
yang normal. Sekiranya hormon tiroid disekresi dalam dosis yang tinggi, hal ini dapat
menyebabkan degradasi protein atau penguraian protein yang akhirnya bisa mempengaruhi
otot seperti pengecilan otot. Pada metabolisme vitamin pula, hormon tiroid akan
meningkatkan kebutuhan vitamin karena hormon tiroid berperan untuk meningkatkan jumlah
berbagai enzim tubuh, di mana vitamin juga merupakan bagian penting dari beberapa enzim
atau koenzim. Oleh itu, pada sekresi hormon tiroid yang berlebihan, defisiensi vitamin bisa
terjadi, kecuali pada saat yang sama kebutuhan vitamin itu dapat dicukupi.3
Efek pada Tumbuh Kembang
Efek hormon tiroid terhadap pertumbuhan ini dapat dilihat terutama pada masa
pertumbuhan anak-anak karena hormon ini merangsang sekresi growth hormone (GH). Pada
anak yang hipotirodism, pertumbuhan tulangnya lambat dan epifisisnya lambat menutup. Hal
ini karena, kekurangan hormon tiroid menyebabkan sekresi GH ditekan. Sebaliknya pada

5|Page
anak hipertiroidism, pertumbuhan tulang akan berlebihan sehingga anak menjadi lebih tinggi
dari anak lain. Namun, tulang juga menjadi matang lebih cepat dan pada umur yang muda
epifisisnya sudah menutup sehingga lama pertumbuhan lebih singkat dan tinggi badan akhir
semasa dewasa mungkin malahan lebih pendek. Efek hormon ini yang lebih penting adalah
pada pertumbuhan dan perkembangan otak selama kehidupan janin dan beberapa tahun
pertama kehidupan pascalahir. Sekiranya sekresi hormon tiroid tidak cukup, pertumbuhan
dan pematangan otak sebelum dan sesudah bayi itu dilahirkan akan sangat terbelakang dan
otak tetap berukuran kecil dari pada normal.2
Efek pada Berat Badan dan Saluran Cerna
Hormon tiroid akan meningkatkan motilitas saluran cerna dan kecepatan sekresi getah
pencernaan. Efek ini mempunyai hubungan dengan berat badan karena produksi hormon
tiroid yang meningkat hampir selalu akan menurunkan berat badan dan sebaliknya bila
produksinya berkurang akan meningkatkan berat badan. Tetapi, efek terhadap berat badan ini
tidak selalu terjadi karena hormon ini juga meningkatkan nafsu makan dan asupan makanan
dan keadaan ini dapat menyeimbangkan perubahan kecepatan metabolisme. Di samping itu,
efek lain pada saluran cerna adalah bila kelebihan hormon, ini bisa menyebabkan diare dan
kekurangannya dapat menimbulkan konstipasi.3
Pengaruh hormon tiroid terhadap tingkat metabolisme basal
Kelenjar tiroid mengsekresi hormon tiroid yaitu T4 (tiroksin atau tetraiodotiroin) dan
T3 (triiodotiroin), yang merupakan hormon tiroid utama yang terdapat dalam darah. Pada
penderita hipertiroid, sekresi hormon tiroid ini akan berlebihan. Hormon-hormon ini
mempercepat metabolisme oksidatif dan meningkatkan BMR melalui mekanisme yang belum
dipahami sepenuhnya. Salah satu efeknya adalah peningkatan kecepatan penggunaan ATP
yang menyebabkan ekselerasi metabolisme oksidatif dan kecepatan pembentukan panas yang
jauh lebih banyak. Oleh karena itu penderita hipertiroid memiliki BMR yang lebih dari orang
normal. Hormon tiroid meningkatkan metabolisme di seluruh sel tubuh (kecuali otak,
retina, limpa, testes, dan paru-paru) kelebihan sejumlah hormon kadang-kadang dapat
meningkatkan BMR sebanyak 60-100% di atas normal. Sebaliknya, jika hormon tiroid tidak
dihasilkan, maka BMR akan turun hampir separuh di bawah normal, BMR menjadi -30
sampai -45.4
Pengaturan Sekresi Hormon Tiroid
Hormon kelenjar hipofisis anterior yaitu TSH (tirotropin) akan meningkatkan sekresi
tiroksin (T4) dan triidotironin (T3) oleh kelenjar tiroid. Sekresi TSH ini diatur oleh hormon

6|Page
hipotalamus, hormon pelepas-tirotropin (TRH) yang disekresikan oleh ujung-ujung saraf di
dalam eminensia mediana hipotalamus. Dari eminensia mediana tersebut, TRH akan diangkut
ke hipofisis anterior lewat porta hipotalamus-hipofisis. TRH secara langsung akan
mempengaruhi sel-sel kelenjar hipofisis anterior untuk meningkatkan pengeluaran TSH.
Mekanisme ini bermula dengan pengikatan TRH di dalam membran hipofisis. Ikatan ini akan
mengaktifkan sistem second messenger fosfolipase di dalam sel-sel hipofisis untuk
menghasilkan sejumlah besar fosfolipase C, yang diikuti dengan rentetan second
messenger yang lain, termasuk ion kalsium dan diasil-gliserol, yang akhirnya menyebabkan
pelepasan TSH.
Setelah pengeluaran hormon TSH oleh TRH, sekresi tiroksin dan triidotironin akan
meningkat. Secara spesifik, efek TSH adalah meningkatkan proteolisis tiroglobulin yang
disimpan di dalam folikel dengan hasil akhirnya adalah terlepasnya hormon-hormon tiroid ke
dalam sirkulasi darah dan berkurangnya substansi folikel itu sendiri. Hormon TSH juga
meningkatkan aktivitas pompa yodium yang meningkatkan kecepatan iodide trapping di
dalam sel kelenjar dan meningkatkan rasio iodida intrasel terhadap konsentrasi iodida
ekstrasel sebanyak 8 kali normal. Iodinasi tirosin untuk membentuk hormon tiroid juga akan
ditingkatkan. Ukuran, aktivitas dan jumlah sel-sel tiroid juga turut meningkat disertai dengan
perubahan sel kuboid menjadi sel kolumnar dan menimbulkan banyak lipatan epitel tiroid ke
dalam folikel.5
Peranan Iodium dan sumbernya
Peran iodium bagi tubuh iodium tergolong sebagai mikro mineral yang sangat
dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam tubuh, yodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar tiroid
(kelenjar yang agak besar dan berada di leher depan bagian bawah). Namun, sumber yodium
terbesar adalah seafood, seperti: kerang, udang, rumput laut dan aneka ikan serta hasil
olahannya. Untuk memenuhi kecukupan yodium sebaiknya di dalam menu sehari-hari
sertakan bahan bahan pangan yang berasal dari laut. Kebutuhan yodium perhari sekitar 1-2
mikrogram per kg berat badan. Kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 mikrogram/ hari
untuk anak sampai umur 10 tahun, 150 mikrogram/ hari untuk orang dewasa. Untuk wanita
hamil dan menyusui dianjurkan tambahan masing-masing 25 mikrogram dan 50 mikrogram/
hari.
Fungsi iodium
iodium digunakan untuk memproduksi tiroksin. Tiroksin adalah hormon yang
mengatur aktivitas berbagai organ, mengontrol pertumbuhan, membantu proses metabolisme,

7|Page
bahkan menentukan berapa lama seseorang bertahan untuk hidup. Dapat mencegah penyakit
gondok.

Dampak Kelebihan
Kelebihan yodium di dalam tubuh dikenal juga sebagai hipertiroid. Hipertiroid terjadi
karena kelenjar tiroid terlalu aktif memroduksi hormon tiroksin. Kelebihan yodium ditandai
gejala mudah cemas, lemah, sensitif terhadap panas, sering berkeringat, hiperaktif, berat
badan menurun, nafsu makan bertambah, jari-jari tangan bergetar, jantung berdebar-debar,
bola mata menonjol serta denyut nadi bertambah cepat dan tidak beraturan. Jika tidak segera
diobati, penderita hipotiroid akan mengalami anemia, sistem pernafasan melemah, penderita
mengalami kejang, sehingga aliran darah ke otak berkurang sampai akhirnya terjadi gagal
jantung.
Dampak Kekurangan
Pada ibu hamil, kekurangan hormon tiroid, dikhawatikan bayinya akan mengalami
cretenisma, yaitu tinggi badan di bawah ukuran normal (cebol) yang disertai dengan
keterlambatan perkembangan jiwa dan tingkat kecerdasan.6
Gangguan Mekanisme Kelenjar Tiroid
Terdapat dua penyakit tiroid yang bisa dilihat secara umum yaitu hipertiroidism dan
hipotiroidism. Hipertiroidism berhubungan dengan peningkatan sekresi hormon tiroid dari
pada normal. Kelenjar tiroid bisa membesar 2 sampai 3 kali daripada biasa. Biasanya
ditemukan antibodi yang disebut immunoglobulin perangsang tiroid (TSI) pada keadaan
hipertiroidisme. Antibodi ini merangsang kelenjar tiroid dalam jangka waktu yang lama
sehingga dapat merangsang aktivitasi terus menerus sistem cAMP di dalam sel. Antara gejala
hipertiroidism ialah sangat mudah terangsang, intoleransi terhadap panas, berkeringat banyak,
berat badan berkurang, diare, kelemahan otot, kecemasan, tidak bisa tidur dan tremor pada
tangan.
Hipotiroidism adalah kebalikan dengan efek hipertiroidism. Pada keadaan
hipotiroidism dapat ditemukan defisiensi mekanisme iodide trapping(jumlah yodium yang
dipan ke sel tidak adekuat), defisiensi sistem peroksidase (iodida tidak dioksidasi menjadi
yodium), defisiensi penggabungan tirosin teriodinasi di dalam molekul tiroglobulin sehingga
bentuk akhir dari hormon tiroid tidak terbentuk dan defisiensi enzim deiodinase yang
mencegah pulihnya yodium dari tirosin teriodinasi yang tidak mengalami penggabungan
untuk membentuk hormon tiroid (defisiensi yodium). Pada orang dewasa, hipotiroidism bisa

8|Page
mengakibatkan myxedema yaitu pelonggaran di bawah mata dan pembengkakan wajah. Pada
anak-anak pula dapat mengakibatkan kretinisme kongenital (gangguan pertumbuhan kelenjar
tiroid) dan kretinisme endemik (kurang yodium dalam diet).7

Kesimpulan

Pembesaran kelenjar tiroid dipengaruhi beberapa faktor yaitu sintesis, sekresi dan mekanisme
kerja hormon dan iodium. Apabila terganggu dapat menimbulkan kelainan seperti
hipertiroidsme dengan ciri berkeringat berlebihan, frekuensi nafas meningkat, berat badan
menurun.

Daftar Pustaka

1. Snell RS. Kepala dan leher dalam Anatomi klinis. Alih bahasa, Sugiharto L. Ed 6.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 2006.h.705-6
2. Fawcett DW. Kelenjar tiroid dalam Buku ajar histologi. Alih bahasa, Tambayong J.
Ed 12. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 2002.h.437-40
3. Guyton AC. Hormon metabolik tiroid dalam buku ajar fisiologi kedokteran. Alih
bahasa. Irawati [et al.]. Ed 11. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 2007.h.978-
91
4. Sherwood L. Kelenjar perifer endokrin dalam fisiologi manusia dari sel ke sistem. ed
7. Kanada: Nelson Pendidikan Ltd; 2010.p.691-7
5. Ganong WF. Kelenjar tiroid di Ulasan fisiologi medis. ed 23. Amerika Serikat.
McGraw-Hill; 2010.p.301-13
6. DEPKES RI,Gangguan Akibat Kekurangan Yodium, Jakarta 1996.
7. Price, Sylvia A. Gangguan Sistem Endokrin dan Metabolik. Dalam: Patofisiologi, Ed
6th: Jakarta; EGC, 2006

9|Page